• Tidak ada hasil yang ditemukan

INVESTASI DALAM PERSEDIAAN BARANG - Spada UNS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "INVESTASI DALAM PERSEDIAAN BARANG - Spada UNS"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

INVESTASI DALAM

PERSEDIAAN BARANG

(2)

Inventory / persediaan barang merupakan elemen utama modal kerja, yang terus mengalami

perubahan.

Adanya investasi dalam invetory yang terlalu besar dibandingkan dengan kebutuhan akan berakibat :

 memperbesar beban bunga,

 memperbesar biaya penyimpangan & pemeliharaan di gudang,

 memperbesar kemungkinan kerugian karena

kerusakan, turunnya kualitas, keusangan 

memperkecil keuntungan.

(3)

Tingkat Perputaran Barang Perniagaan (Merchandise Turnover )

Dg mengetahui “turnover”nya dapat ditentukan “hari rata-rata penjualan” atau “ hari rata-rata barang disimpan di gudang”, yaitu dg membagi hari dlm 1 tahun dg

persediaan rata-rata.

1 tahun = 365 hari.

Hari kerjanya  1 tahun = 300 hari kerja.

--> akan digunakan perhitungaan 1 tahun = 360 hari.

(4)

• Contoh :

(5)

Penggolongan inventory utama,yaitu :

1. Persediaan bahan mentah (raw material inventory)

Cost of material used (biaya bahan mentah yg digunakan) dapat diketahui dengan cara :

Persediaan bahan mentah permulaan tahun + jumlah bahan mentah yg dibeli selama 1 th setelah dikurangi dengan ”return

& allowance” - persediaan bahan mentah akhir tahun.

Cost of raw material used average raw material inventory

(6)

2. Persediaan barang dalam proses / barang setengah jadi (Work In Process/goods in process inventory)

Cost of good manufactured diketahui dg cara :

Persediaan Work In Process (W.I.P.) pada permulaan tahun + “cost of raw material used”, “direclabor”,dan

“manufacturing overhead” - persediaan W.I.P. akhir

tahun .

(7)

3. Persediaan barang jadi (finished goods inventory)

• Cost of goods (dalam manufacturing companis ) diketahui dg cara :

Persediaan finished goods pada permulan tahun + cost of goods manufactured - persediaan finished goods pada akhir tahun.

(8)

ECONOMICAL ORDER QUANTITY (EOQ)

Adalah jumlah kuantitas barang yg dapat diperoleh dg biaya minimal

R = Jumlah (dalam unit) yang dibutuhkan selama satu periode tertentu, misalnya 1 tahun

S = Biaya pesanan setiap kali pesan

P = Harga pembelian per unit yang dibayar

I = Biaya penyimpanan dan pemeliharaan di gudang

dinyatakan dalam persentase dari nilai rata-rata dalam rupiah dari persediaan.

(9)

Syarat pembelian berdasarkan EOQ adalah :

• Harga pembelian bahan per unitnya konstan

• Setiap saat kita membutuhkan bahan mentah selalu tersedia di pasar,

• Jumlah produksi yang menggunakan bahan mentah

tersebut stabil  kebutuhan bahan mentah tersebut relatif stabil sepanjang tahun

(10)

Contoh :

Biaya penyimpanan dan pemeliharaan di gudang (carrying costs) 40%

dari nilai average inventory. Biaya pesanan (procurement cost) Rp.

15,00 setiap kali pesanan. Jumlah material yg dibutuhkan selama setahun sebanyak 1.200 unit dg harga Rp. 1,00 per unitnya.

Berdasarkan EOQ, cara pembelian yang paling efisien = pembelian sebanyak 300 unit setiap kali pesanan.

Berarti kebutuhan material sebanyak 1.200 unit selama 1 th akan dipenuhi dengan 4 kali pesanan @ 300 unit.

(11)

EOQ berdasarkan besarnya biaya penyimpan per unit, yaitu dengan menggunakan rumus :

Contoh :

Jumlah material yg dibutuhkan selama setahun = 1.600. Biaya pesanan sebesar Rp.100.00 setiap kali pesanan Biaya

penyimpanan per unit = Rp. 0,50. Besarnya EOQ adalah

(12)

REODER POINT (ROP)

Adalah saat atau titik dimana harus diadakan pesanan lagi

sehingga penerimaan material yang dipesan itu pada waktu persediaan di atas safety stock sama dengan nol.

Faktor-faktor yang harus diperhatikan :

Penggunaan material selama tenggang waktu mendapatkan barang (procurement leadtime)

 yaitu waktu dimulainya pelaksanaan usaha untuk memesan barang, sampai barang diterima & ditempatkan dlm gudang perusahaan.

Besarnya safety stock

(13)

Cara menetapkan Reoder Point adalah :

1. Menetapkan jumlah penggunaan selama lead time dan ditambah dengan persentase tertentu.

Misal :

Safety stock = 50 % dari penggunaan lead time Lead time = 5 minggu

Kebutuhan setiap minggu = 40 unit

Reorder point = (5 x 40) + 50% (5 x 40)= 200 + 100 = 300

unit

(14)

2. Menetapkan penggunaan selama lead time & ditambah dg penggunaan selama periode tertentu sebagai safety stock.

Misal : kebutuhan selama 4 minggu.

Reorder point = (5 x 40) + (4 x 40) = 200 + 160 = 360 unit Kesimpulan :

Reorder point = 360 unit, ini berarti bahwa pesanan harus dilakukan pada waktu persediaan tinggal 360 unit.

(15)

Latihan

PT Agasia merencanakan akan menghasilkan 90.000 unit produk jadi setahun. Setiap unit memerlukan 3 kg bahan baku dengan harga Rp 15 /kg. Persediaan awal bahan baku 10.000 kg dan persediaan akhir yang diinginkan 40.000 kg

Diketahui biaya pemesanan Rp 9.000 / pesanan dan biaya penyimpanan&pemeliharaan = 40% dari nilai rata- rata persediaan

a. Berapa jumlah pesanan yang paling ekonomis

b. Berapa safety stock apabila safety stock ditentukan sama dengan kebutuhan untuk 1 bulan

c. Berapa reorder point jika diperlukan lead time 3 minggu

Referensi

Dokumen terkait