ISLAM DAN TUJUAN HIDUP MANUSIA
Alvita Khoerun Nisa1, Hafshah Syita Fauziyyah2, Indy Nur Sholikhah3, Nabila Maula Firdaus4 Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Islam Bandung
PENDAHULUAN
Manusia merupakan makhluk terakhir yang diciptakan Allah swt. setelah sebelumnya Allah telah menciptakan makhluk lain seperti malaikat, jin, bumi, langit dan seisinya. Allah menciptakan manusia dengan dipersiapkan untuk menjadi makhluk yang paling sempurna. Karena, manusia diciptakan untuk menjadi khalifah (pemimpin) di muka bumi dan memakmurkannya. Manusia adalah makhluk yang dimuliakan Allah SWT diantara semua makhluk yang ada di jagat ini (QS Al-Isra : 70). Kemuliaan manusia karena diberi hidayah berupa akal sehat dan hidayah beragama. Tidak hanya itu saja, tetapi manusia juga dikarunia kekuatan sebagai ulul al-bab (men of understanding). Dengan tanda utamanya yaitu: berzikir, berfikir dan berbuat (QS. Ali-Imran:
191).
PEMBAHASAN
A. Perjalanan Hidup Manusia dalam Al Quran dan Hadist
Nabi SAW pernah dalam satu sabdanya berkata : bahwa keberadaan manusia di dunia ini bagaikan seorang perantau yang akan kembali pada kampung asalnya. Jadi, dunia buat manusia adalah sebuah perjalanan singkat sebagai perantau. Dalam perjalanan singkat itu manusia disuguhkan berbagai hidangan dunia, yaitu hidangan yang menunai berkah dan pahala, serta hidangan yang membawa dosa dan azab.
Manusia harus mempertanggungjawabkan seluruh perbuatannya kepada Allah SWT. Dan satu-satunya yang dapat menolong manusia dan meringankanya adalah hanya dengan beramal shalih, atau berbuat kebajikan. Berusaha berbuat baik dan membagi kebaikan terhadap sesama dengan konsep dasarnya adalah Ta a’wun (saling tolong menolong dalam kebaikan). Pada konsep dasar tersebut sebenarnya satu jalan praktis untuk mendapatkan akhir kehidupan yang baik (husn al-khatimah). Akhir sebuah perjalanan dengan proses kematian pasti dan pasti terjadi. Dan kejadian tersebut tidak ada satu manusia pun mampu memprediksinya. Sehingga kewajiban manusia adalah menyiapkan diri sebaik-baiknya untuk menghadapinya. Dan satu-satunya persiapan yang terbaik adalah taqwa dan berserah diri.
B. Tahapan tahapan Manusia dalam Al Quran dan Hadist
Kehidupan manusia merupakan perjalanan panjang, melelahkan, penuh liku-liku, dan melalui tahapan demi tahapan. Menurut Islam sebagaimana yang telah diterangkan dan dikemukakan didalam Al-quran dan Hadist dengan jelas dan tegas, bahwa setiap jiwa atau roh manusia itu akan mengalami perjalanan yang panjang di tempat/alam yang berbeda-beda, setiap alam pasti lebih besar dan lebih luas keadaannya dari pada alam yang telah ditempati sebelumnya.
Dalam Al-quran dan hadist telah di jelaskan bahwa perjalanan hidup manusia akan melalui beberapa alam; Alam Arwah, Alam Rahim, Alam Dunia, Alam Barzakh, dan Alam Akhirat.
Alam-alam tersebut akan di jelaskan di bawah ini:
1. Alam Roh (Arwah)
Kejadian ini di ceritakan dalam ayat Al-quran, yaitu;
اوُلوُقَت ْنَأ ۛ اَنْدِهَشۛ ٰىَلَب اوُلاَق ۖ ْمُكّبَرِب ُتْسَلَأ ْمِهِسُفْنَأ ٰىَلَع ْمُهَدَهْشَأَو ْمُهَتّيّرُذ ْمِهِروُهُظ ْنِم َمَدآ يِنَب ْنِم َُكّبَر َذَخَأ ْذِإَو
َنيِلِفاَغ اَذَٰه ْنَع اّنُك اّنِإ ِةَماَيِقْلا َم ْوَي Artinya; "Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang- orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)", (QS: Al-A'raf Ayat: 172)
2. Alam Rahim
Ketika manusia berada di alam rahim, jasad manusia di ciptakan dalam beberapa tahap:
Tahap pertama : nutfah yaitu dimulai setelah pembuahan atau minggu pertama. Itu dimulai setelah terjadinya pencampuran air mani dengan telur.
Allah berfirman dalam Al-quran, yaitu:
اًريِصَب اًعيِمَس ُهاَنْلَعَجَف ِهيِلَتْبَن ٍجاَشْمَأ ٍةَفْطُن ْنِم َناَسْنِ ْلا اَنْقَلَخ اّنِإ Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat." (QS: Al- Insaan Ayat: 2)
Tahap kedua : 'alaqah (segumpal darah yang melekat pada dinding rahim).
Tahap pembentukan alaqah itu pada akhir pekan pertama / hari ketujuh. Pada hari ketujuh telor yang sudah dibuahi itu akan tertanam di dinding rahim (qarar makin).
Tahap ketiga : mudghah (segumpal daging yang berwarna merah ke hitam- hitaman). pembentukan mudghah terjadi pada minggu keempat
Tahap keempat : Izam dan Lahm, pada tahap ini adalah minggu ke lima, keenam, dan ketujuh. Yaitu pembentukan tulang-tulang, kemudian pembentukan otot-otot yang akan membungkus tulang-tulang itu.
Tahap kelima : Nasy'ah Khalqan akhar, pada tahap ini yaitu pada minggu kedelapan, pembentukan menjadi janin, pada bulan ketiga janin telah terbentuk dengan sempurna.
Dalam tahap kedua sampai kelima telah di jelaskan oleh Allah dalam firmannya; yaitu:
ۚ َرَخآ اًقْلَخ ُهاَنْأَشْنَأ ّمُث اًم ْحَل َماَظِعْلااَنْوَسَكَف اًماَظِع َةَغْضُمْلا اَنْقَلَخَف ًةَغْضُم َةَقَلَعْلا اَنْقَلَخَف ًةَقَلَع َةَفْطّنلا اَنْقَلَخ ّمُث
َنيِقِلاَخْلا ُنَس ْحَأ ُ ّا َكَراَبَتَف Artinya: "Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik" (QS: Al-Mu'minuun Ayat:
14)
Tahap keenam : Nafkhur-ruh yaitu tingkat peniupan roh.
kemudian Allah menetapkan qadar kepada manusia di dalam rahim, qadar yang di tetapkan oleh Allah ada empat: umur, rezeki, bahagia, dan sengsara.
3. Alam Dunia
Di alam dunia ini manusia mendapatkan taklif (tugas) dari Allah, yaitu berupa ibadah.
sedangkan alam dunia adalah tempat ujian bagi manusia. Di dunia manusia tidak di larang untuk menikmati kehidupan duniawi, hanya saja perlu dipahami, bahwa dunia ini tempat berbakti, tetapi penuh dengan berbagai tipu daya. Allah berfirman;
artinya:
"
Katakanlah: "Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezeki yang baik?" Katakanlah: "Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat".
Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui."
(QS: Al-A'raf Ayat: 32) 4. Alam Barzakh
Sebelum manusia melewati alam dunia, maka manusia akan mengalami kematian, jika kematian telah datang maka putuslah semua hubungannya dengan kehidupan dunia. Setelah meninggal dunia manusia akan memasuki alam barzakh(kubur), di alam kubur manusia tinggal sendiri hanya amal baik dan buruk yang akan selalu menemaninya.
Kubur adalah taman dari taman-taman surga atau lembah dari lembah-lembah neraka.
sebagaimana Allah berfirman;
ِباَذَعْلا ُءوُس َن ْوَع ْرِف ِلآِب َقاَحَو اوُرَكَم اَم ِتاَئّيَس ُ ّا ُهاَقَوَف
ِباَذَعْلا ّدَشَأ َن ْوَع ْرِف َلآ اوُلِخْدَأ ُةَعاّسلا ُموُقَت َم ْوَيَو اًّيِشَعَو اًّوُدُغ اَهْيَلَع َنوُضَرْعُي ُراّنلا Artinya; "Maka Allah memeliharanya dari kejahatan tipu daya mereka, dan Fir´aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk. Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): "Masukkanlah Fir´aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras".
(QS: Al-Mu'min Ayat: 45-46) 5. Alam Akhirat
Alam akhirat juga di sebut dengan alam baka, alam akhirat di dahului dengan terjadinya kiamat, di mana alam semesta menjadi rusak total. seluruh jagat raya ini akan hancur, entah seperti apa gambaran ketika semua ini terjadi.
Alam akhirat setelah terjadi kiamat menjadi 3, yaitu:
Padang Mahsyar adalah tempat penghitungan amal (hisaban). pada peristiwa ini seluruh ummat manusia mulai dari Nabi adam as sampai manusia terakhir di kumpulkan dalam satu tempat, Allah berfirman;
اًتاَقيِم َناَك ِل ْصَفْلا َمْوَي ّنِإ اًجاَوْفَأ َنوُتْأَتَف ِروّصلا يِف ُخَفْنُي َمْوَي Artinya: "Sesungguhnya Hari Keputusan adalah suatu waktu yang ditetapkan, yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok". (QS: An-Naba' Ayat: 17-18)
Surga adalah tempat orang yang rajin beribadah kepada Allah, menjalankan segala perintahnya, maka mereka di selamatkan dan di masukkan ke dalam surga.
Neraka adalah tempat bagi Orang-orang kafir, baik dari kalangan Yahudi, Nashrani maupun orang-orang musyrik yang tidak mau bertaubat,, maka mereka akan kekal di dalam neraka yang penuh dengan siksaan. dan bagi orang yang tidak patuh terhadap perintah Allah. dan yang selalu berbuat dosa, maka mereka akan di masukkan ke dalam neraka, mereka akan di siksa dan di bersihkan dari dosa-dosanya.
C. Manusia yang mendapat Gelar Falah
Al-Falah merupakan bentuk masdar dari kata kerja falaha-yaflahu, yang berarti mengolah dan membajak.Bentuk lain seperti faizun berarti orang yang memperoleh kemenangan atau hal yang menggembirakan.
Dalil-dalil tentang Al-Falah
) َنوُنِم ْؤُمْلا َحَلْفَأ ْدَق ) َنوُعِشاَخ ْمِهِت َلَص يِف ْمُه َنيِذّلا (1
) َنوُضِرْعُم ِوْغّللا ِنَع ْمُه َنيِذّلاَو (2
ِةاَكّزلِل ْمُه َنيِذّلاَو (3
) َنوُلِعاَف ) َنوُظِفاَح ْمِهِجوُرُفِل ْمُه َنيِذّلاَو (4
) َنيِموُلَم ُرْيَغ ْمُهّنِإَف ْمُهُناَمْيَأ ْتَكَلَم اَم ْوَأ ْمِهِجاَوْزَأ ىَلَع ّلِإ (5 ىَغَتْبا ِنَمَف (6
) َنوُداَعْلا ُمُه َُكِئَلوُأَف َُكِلَذ َءاَرَو ) َنوُعاَر ْمِهِدْهَعَو ْمِهِتاَناَمَ ِل ْمُه َنيِذّلاَو (7
) َنوُظِفاَحُي ْمِهِتاَوَلَص ىَلَع ْمُه َنيِذّلاَو (8 9
(
) َنوُثِراَوْلا ُمُه َُكِئَلوُأ ) َنوُدِلاَخ اَهيِف ْمُه َس ْوَد ْرِفْلا َنوُثِرَي َنيِذّلا (10
11 )
Artinya :
1. Sungguh beruntunglah orang-orang yang beriman. 2. (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya, 3. dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, 4. Dan orang-orang yang menunaikan zakat, 5. Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, 6. kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa. 7.
Barangsiapa yang mencari dibalik itu, sungguh mereka itulah orang-orang yang meampaui batas. 8. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. 9. Dan orang-orang yang memeihara sembahyangnya, 10. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, 11. (yakni) yang akan mewarisi syurga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.
Cara-cara mendapatkan Al-Falah, yaitu:
Iman kepada Allah melahirkan perbuatan yang bermanfaat kepada diri dan masyarakat.
Taqwa kepada Allah, iaitu sikap sentiasa mentaati suruhan suruhan Allah dan berwaspada kepada larangannya.
Menunaikan kewajipan Allah dan kepada sesama manusia.
Mengawal diri daripada menghabiskan masa dengan sia-sia.
Menjauhkan diri daripada perbuatan-perbuatan yang diharamkan oleh Allah seperti meminum arak, berjudi dan makan riba.
Bekerja untuk mencari rezeki tanpa melupakan Allah.
Mengorbankan harta benda dan masa pada jalan Allah.
KESIMPULAN
Kesimpulannya, perjalanan hidup manusia dalam Islam mencakup berbagai tahapan, dan tujuan akhirnya adalah mencapai "Al-Falah" atau kesuksesan sejati dalam dunia dan akhirat dengan mengikuti ajaran Islam dengan baik, beriman, bertaqwa, dan berkontribusi positif kepada masyarakat serta sesama manusia.
DAFTAR PUSTAKA
Luth, Thohir, 2013. Selintas Perjalanan Hidup Manusia. https://ppa.ub.ac.id/selintas- perjalanan-hidup-manusia/
Atom, 2014. Perjalanan Hidup Umat Manusia dalam Islam. Tentang Perjalanan Hidup Umat Manusia Dalam Islam : Perjalanan Hidup Manusia (dkehidupan.blogspot.com)
Konsep Al-falah, Dalil-dalil, dan cara mendapatkannya, PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MT08:
KONSEP AL FALAH, DALIL DALIL DAN CARA MENDAPATKANNYA