Pada bagian keempat buku ini, penulis mencoba memberikan kerangka bagaimana membangun moderasi beragama dalam konteks Indonesia. Sedikit lebih fungsional, maka di akhir buku ini, penulis mencoba menggali sikap dan pandangan yang penting dalam konstruksi moderat di Indonesia.
Konsep Dasar Moderasi Islam
Mengacu pada definisi ini, Islam moderat menyiratkan upaya sadar untuk menjauhkan jalan dari kemiskinan. Terkait terminologi, Hilmy menggarisbawahi istilah Islam moderat sebagai istilah yang merujuk pada cara beragama yang menolak kekerasan sebagai cara beragama dan menyebarkan agama.
Jejak Islam Moderat dalam Sejarah Islam
Maka salah satu gerakan Islam yang ada di Indonesia adalah PKS, sebagai partai politik yang lahir dari rahim gerakan dakwah Tarbiyah. Aksa, “Gerakan Islam Transnasional: Nomenklatur, Sejarah dan Gerakan di Indonesia”, Yupa: Jurnal Kajian Sejarah, Vol.
Anatomi Islam Moderat dalam Teks Suci
Karakteristik Islam Moderat
Selain itu, sisi manusia dari moderasi Islam adalah toleran, yaitu tidak segan-segan menghargai dan menghargai perasaan orang lain. Dengan demikian, nilai kemanusiaan dalam Islam moderat adalah kemampuan untuk memperhatikan perasaan orang lain terhadap tindakan, sikap, dan perbuatan kita.
Gerakan Islam Indonesia: Sejarah, Genealogi dan
45 Aksa, “Gerakan Islam Transnasional: Nomenklatur, Sejarah dan Gerakan di Indonesia”, Yupa: Jurnal Kajian Sejarah, Vol. Gerakan Islam transnasional ini sudah memiliki representasi dari gerakan Islam baru di Indonesia yang memiliki jaringan dan anggota transnasional.
Nomenklatur Gerakan Islam: Aliran Keagamaan atau
Menariknya, wacana ini tidak dipopulerkan oleh kelompok-kelompok dalam kategori gerakan Islam transnasional itu sendiri. Pola gerakan Islam transnasional kemudian menemukan momentum yang tepat setelah runtuhnya kekhalifahan Islam yang berpusat di Kesultanan Utsmaniyah pada tahun 1924.
Isu Populer Gerakan Islam di Indonesia
- Gerakan kembali pada al-Quran dan Sunnah
- Penegakan Syari’at Islam (khilafah)
- Solidaritas Perang Timur Tengah
- Isu Kebangkitan Komunisme
- Gerakan Hijrah
Sehingga, kampanye kembali kepada Alquran yang saat ini tengah digalakkan secara masif oleh gerakan Islam di Indonesia bermasalah. Ciri yang menonjol dari gerakan Islam di Indonesia adalah pendekatan yang lebih menitikberatkan pada orientasi nilai dan partisipasi. Berbicara tentang populisme Islam di Indonesia tidak lepas dari apa yang telah dilakukan oleh Vedi Hadiz.
Buku ini memaparkan urgensi sikap moderat yang harus dilakukan mayoritas umat Islam di Indonesia di tengah gelombang gerakan Islam yang datang dengan misi transnasional.
Peta Gerakan Islam Indonesia: dari Timur Tengah
- Kelompok Jihadis
- Kelompok Revivalis-Evolutif
Agama, Politik dan Identitas
Politik identitas yang terjadi di Indonesia secara historis cenderung mencakup etnisitas, agama, dan ideologi politik. Praktik politik identitas di tengah pluralisme di Indonesia berpotensi mengancam keutuhan ummat yang telah lama dibangun oleh para founding fathers bangsa. Politik identitas adalah gerakan politik yang berfokus pada perbedaan sebagai kategori politik utama.
Namun pada perjalanan selanjutnya, kelompok mayoritas secara efektif membajak politik identitas dan mengadopsinya untuk membangun dominasi kekuasaan.
Kebangkitan Populisme Islam di Indonesia
Hadiz juga menyebutkan perbedaan tipologi populisme Islam di era klasik dengan yang terjadi saat ini. Populisme Islam di sini digunakan sebagai lintasan dalam perebutan kekuasaan dan sumber daya dalam skala nasional. Inilah titik perbedaan populisme Islam kontemporer dengan kelompok modernis seperti Muhammadiyah di Indonesia, yang ingin memodernisasi Islam (modernize Islam) dengan maksud melakukan reinterpretasi ajaran Islam untuk memenuhi kebutuhan masyarakat modern Indonesia; atau dengan kelompok post-tradisionalis seperti Nahdhatul Ulama (NU) yang berusaha menginterpretasikan kembali tafsir ulama klasik (modernisasi tradisi Islam) yang relevan dengan tantangan kehidupan kontemporer.
Populisme Islam adalah gerakan dengan latar belakang berbeda (tingkat pendidikan dan tatanan sosial) yang menjadi aliansi multi-kelas yang asimetris karena kesamaan internal.
Dari Gerakan Dakwah sampai Agenda Politik
Sedangkan kalimat kedua, yaitu “berpolitik melalui dakwah”, mengutamakan aspek politik di atas aspek dakwah. Konsep “berpolitik melalui dakwah” seringkali menggunakan berbagai atribut “Islami” dalam lobi politik. Sejak tahun 1986, berbagai kegiatan lembaga Dakwah Kampus dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia telah bersepakat untuk mendukung berdirinya Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK).
105 Perdebatan tentang populisme Islam di Indonesia menjadi perbincangan hangat di forum-forum akademik pasca Aksi Bela Islam yang banyak dimuat dalam buku.
Salafisme di Indonesia: dari Internet sampai Lembaga
Adapun manhaj salaf, yaitu sebutan yang digunakan untuk orang yang mengikuti cara dan pola dakwah yang dipraktekkan di kalangan sahabat, tabi'in dan tabi'ut tabi'in. Secara historis, ajaran Salafi identik dengan gerakan Islam yang dikenal di era modern sebagai kelompok Wahhabi. Ajaran Salafi yang dikembangkan oleh al-Albani pada hakekatnya merupakan kelanjutan dari ajaran yang dikembangkan oleh Ibnu Abdul Wahhab yaitu pemurnian ajaran Islam dengan menghilangkan segala yang dianggap sesat dan syirik.112 Sedangkan di Indonesia, nama Salafi menjadi populer setelah diterbitkan Majalah Salafy yang dikomandoi oleh Ja'far Umar Thalib pada tahun 1996.113.
Penting juga untuk dicatat bahwa Salafi di Indonesia juga memiliki modal sosial yang didukung oleh dana tak terbatas dari pedagang Timur Tengah.
Media Sosial sebagai Jalan Dakwah Radikal
Pendapat tentang radikalisme yang diekspresikan di media sosial YouTube, dengan satu syarat, bisa menjadi inspirasi untuk melakukan tindakan radikal. Fakta tersebut diperkuat karena dakwah radikalisme dilakukan melalui media sosial dengan menyiarkan kegiatan yang viral sehingga menjadi masif. Dalam tulisan ini, setidaknya ada lima kelompok yang dapat diidentifikasi melalui narasi mereka yang ditampilkan di media sosial karena pandangan keagamaan mereka yang cenderung radikal.
Tipe ini bisa saja termasuk dalam kelompok indiferen atau kelompok yang tidak memiliki pemikiran atau pemahaman radikal tentang terorisme, namun bisa saja terpapar dengan narasi terorisme radikal yang beredar di media sosial.
Ciri-Ciri Moderasi Islam
Beberapa teks hadits Nabi Muhammad SAW pernah menyatakan bahwa menyapa non muslim itu dilarang. Lalu, pertanyaan selanjutnya adalah: bagaimana jika non muslim menyapa duluan. Kontroversi ini terjadi di era modern, di mana hal itu muncul sebagai akibat dari keinginan sebagian umat Islam untuk mengungkapkan toleransinya terhadap non-Muslim.
Dengan demikian, mengutuk non-muslim masuk ke tempat ibadah sebagai sesuatu yang haram mutlak merupakan kesalahan fatal dalam berpikir dalam konteks kerukunan sosial di Indonesia.
Relasi Muslin dan Non Muslim
Konsep Dar al-Islam dan Dar al-Kufr
Menurut paradigma ini, wilayah Nabi Muhammad vis-à-vis umat beriman secara historis adalah wilayah risalah yang tidak diganggu oleh kecenderungan pemerintahan.135 Beberapa tokoh terkenal yang mendukung konsep ini adalah 'Ali Raziq dan Thaha Husein. 135 Untuk bacaan lebih lanjut tentang wilayah Nabi Muhammad atas kaum beriman, lihat: 'Ali 'Abd al-Raziq, al-Islam wa Usul al-Hukm, trans. Yesus menjadi hanya orang suci dan cenderung menampilkan dirinya dengan nada yang lebih ilahi, yang tidak terjadi pada Nabi Muhammad.
Namun, bagaimana mengimplementasikan nilai-nilai prinsip dalam Islam pada tataran pemerintahan yang tidak hanya bermanfaat bagi umat Islam tetapi juga bagi masyarakat non-Muslim lainnya, seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad di masa lalu.
Kepemimpinan Perempuan
Sebab, dalam hadits ini, umat Islam dilarang keras memulai salam, bahkan dianjurkan untuk menyemangati nonmuslim ketika bertemu dengan mereka. Dalam banyak kesempatan, Nabi, damai dan berkah besertanya, memberi contoh bagi umatnya untuk berbuat baik kepada non-Muslim. Jadi boleh saja mengucapkan Selamat Natal sebagai bentuk amal kebaikan kepada non muslim, meskipun tidak darurat.
Fatwa tersebut menyatakan bahwa menggunakan, mengajak atau memerintahkan penggunaan "atribut agama non-muslim" adalah haram.
Konsepsi Jihad fii Sabilillah
Trilogi Solidaritas
Umat Islam moderat di Indonesia menerapkan tiga pola hubungan yang terintegrasi dengan sesama manusia, baik berdasarkan agama, kebangsaan, maupun kemanusiaan. Sistem relasional ini menyangkut seluruh aspek kehidupan, baik aspek ibadah, interaksi keuntungan (mu'amalah), hubungan suami istri (munakahat) maupun mu'asharah (hubungan sehari-hari) yang pada akhirnya akan menciptakan dan memajukan persaudaraan sejati lintas risalah Islam. Sistem hubungan ini menyangkut hal-hal yang bersifat mu'amalah-wathaniyah, interaksi, kontribusi dan kerjasama berdasarkan persatuan bangsa.
Tata hubungan ini berhubungan dengan seluruh aspek kehidupan manusia untuk mencapai kehidupan yang sejahtera, adil dan damai.154 Landasan teologisnya jelas bahwa Tuhan sangat memuliakan manusia sebagai karya agung ciptaan-Nya di muka bumi.
Mengucapkan Salam kepada Non Muslim
Dalam tradisi ajaran Islam, terdapat teks-teks hadits yang secara tegas melarang memberi salam kepada non-muslim. Dalam hadits al-Bukhari tersebut di atas, umat Islam wajib menjawab salam non-Muslim hanya dengan Ini menyatakan alasan mengapa umat Islam diperintahkan untuk mengatakan demikian; karena dulu non muslim biasa menyapa muslim dengan kalimat yang buruk.
Selain teks di atas, ada juga redaktur hadits yang menawarkan saran untuk menanggapi salam non-Muslim dengan mengucap wa'alaikum, sebagaimana dijelaskan dalam riwayat hadits:
Greeting, Selamat Hari Raya Non Muslim
Namun, mengucapkan selamat Natal adalah perbuatan baik bagi non-muslim, sehingga perbuatan ini diperbolehkan. Perlu ditekankan bahwa memberi selamat tidak harus berarti setuju dengan keyakinan orang yang diselamatkan. Merujuk pada dalil beberapa ulama dunia kontemporer yang membolehkan salam natal, seperti Syekh Ali Jumma dan Habib Ali al-Jifri, salam merupakan bagian dari adab silaturahmi, yang sama dengan salam yang diucapkan ketika orang bertemu. .
Bahkan Syekh 'Ali Jum'ah mengkategorikan ucapan selamat perayaan kelahiran Kristus sebagai al-birr: amal saleh.
Doa bersama dan Mendoakan Non Muslim
Dengan demikian dapat dipahami bahwa shalat merupakan ekspresi teologis manusia yang tidak hanya dimiliki oleh Islam, tetapi juga dimiliki oleh agama-agama lain. Shalat yang dilakukan ketika umat suatu kelompok agama atau salah satu anggota kelompok tersebut mendoakan orang-orang yang tergabung dalam suatu kelompok shalat, termasuk memimpin shalat untuk agama lain. Doa ketika seseorang atau kelompok agama meminta doa untuk mereka atau untuk diri mereka sendiri dari orang lain yang tidak seagama.
Doa pada acara yang dihadiri oleh pemeluk agama yang berbeda, satu orang memimpin mereka semua dalam berdoa.
Tasyabuh: Penggunaan Simbol dan Identitas
Selain hal tersebut di atas, beberapa catatan perlu disampaikan mengenai isi fatwa MUI tersebut, terutama hal-hal yang tidak disertai dengan penjelasan yang memadai, salah satunya adalah persoalan luasnya cakupan makna “non-Muslim”. adalah. Sifat-sifat keagamaan”. Hal lain yang perlu dielaborasi lebih jauh dari fatwa MUI ini adalah tidak adanya rasionalisasi atas satu asumsi yang mendasari argumentasinya: bagaimana proses penggunaan “sifat-sifat keagamaan” lain untuk mencapai suatu kesimpulan yang menegaskan kebenaran agama tersebut? Untuk memahami fenomena karakteristik yang dianggap sebagai bagian dari agama sebenarnya mudah, dalam perspektif hermeneutika, identitas yang dipahami secara eksklusif adalah apa yang membentuk zeitgeist serta pendapat para ulama berpengaruh yang lahir dan hidup di dalamnya.
Inilah yang berlaku di mana-mana dalam sejarah agama-agama dunia: agama-agama boleh menjadi hebat kerana mereka menyerap tradisi-tradisi di mana agama-agama itu "didasarkan", tanpa terkecuali di Nusantara.
Memasuki Rumah Ibadah Non Muslim
Disini dapat dikatakan bahwa masalah yang berkembang dan sering muncul saat ini adalah pertanyaan bagaimana seorang muslim masuk ke sinagoga atau gereja atau bahkan tempat ibadah non muslim. Dalam tulisan ini, setidaknya dapat diklasifikasikan ke dalam tiga bentuk hukum bagi seorang Muslim untuk memasuki rumah agama non-Muslim. Hanya karena tidak boleh masuk, tetapi karena dilarang, karena gereja atau sinagog merupakan tempat berkumpulnya saudara-saudara non muslim untuk melakukan ibadah, sehingga dikhawatirkan mengganggu.
Ketiga, memasuki rumah ibadat orang Islam boleh jadi haram jika tidak mendapat atau mendapat kebenaran untuk masuk.
Mobilization Among Youth The Prosperous Justice Party (PKS) in Indonesia”, Journal of Indonesian Islam Vol. The Salafi Movement in Indonesia: From Muhammadiyah to Laskar Jihad”, Mimbar Journal of Religion and Culture, Vol.23 No. Tim Pustaka Firdaus, Jakarta: Pustaka Firdaus, 1996. et.al.), Indigenous Islam: Dialogue Religion, Reading Reality, (Jakarta: Erlangga, 2003.
Richard G., “Peran Kelompok Mahasiswa Islam dalam Perjuangan Reformasi: KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia),” Studia Islamika, vol.7, no.