• Tidak ada hasil yang ditemukan

Islamic Community Development Based on Local Potential at the Makam of Sheikh Hasan Munadi, Nyatyono Village, Semarang Regency

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Islamic Community Development Based on Local Potential at the Makam of Sheikh Hasan Munadi, Nyatyono Village, Semarang Regency "

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar [email protected]

https://ojs.iainbatusangkar.ac.id/ojs/index.php/indev

Islamic Community Development Based on Local Potential at the Makam of Sheikh Hasan Munadi, Nyatyono Village, Semarang Regency

Agus Riyadi

UIN Walisongo Semarang, Indonesia E-mail: [email protected]

Received: 17 April 2022 Revised: 20 Mei 2022 Accepted: 18 Juni 2022

Abstract

West Ungaran Subdistrict, especially Nyatyono, is a village that has local potential in the form of cultural assets with distinctive Islamic characteristics, namely the tomb of Sheikh Hasan Munadi.

This study is intended to answer the following problems: 1). How is the development of an Islamic community based on local potential at the Tomb of Sheikh Hasan Munadi. 2). Is the development of an Islamic community based on local potential at the Tomb of Sheikh Hasan Munadi able to develop the condition of the community in Nyatyono village. This type of research is descriptive qualitative. As for how to collect data through observation, interviews and documentation. The results of the study show: 1 The stages of developing an Islamic community based on local potential at the Tomb of Sheikh Hasan Munadi are carried out through the following stages: a) Preparation and identification, b) Determining the priority scale, c) Determining the direction and objectives in the implementation of activities, d) Identifying resources owned by the manager, e) Formulation and implementation of the list of activities and budgeting. 2 The results of the development of an Islamic community based on local potential at the tomb of Sheikh Hasan Munadi are: a) it can improve the economy of the Nyatyono village community, b) increase the religious spiritual understanding of the Nyatyono village community, c) increase the education sector of the Nyatyono village community, 4) increase in the social field, culture and health as well as the standard of living and economy of the Nyatyono village community

Keywords: Islamic Community Development, Local Potential

Pendahuluan

Isu pengebangan dan pemberdayaan masyarakat akhir-akhir ini cukup menyita perhatian publik seiring dengan menguatnya kesadaran masyarakat untuk mengambil peran secara lebih emansipatif dalam proses pembangunan (Machendrawaty, 2001:

(2)

menempatkan kesetaraan proporsi sektor masyarakat dengan sektor negara dan swasta sebagai stakeholders pembangunan. Kondisi ini telah berimplikasi terhadap semakin terbukanya peluang bagi aktivis-aktivis sosial untuk terlibat dalam kegiatan pembangunan berbasis komunitas atau akar rumput melalui skema aksi-aksi pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (Zubaedi, 2013: v).

Gagasan alternatif seperti ini didasari oleh sebuah cita-cita untuk mengembangkan, merekonstruksi struktur masyarakat agar menjadi lebih berdaya melalui regulasi yang lebih menekankan prinsip keadilan maupun program implentatif yang berpihak pada kepentingan rakyat kecil. Pendekatan yang dipakai dalam model pembangunan alternatif adalah pembangunan tingkat lokal, menyatu dengan budaya lokal, bukan memaksakan suatu model pembangunan dari luar serta sangat menyertakan partisipasi orang-orang lokal bukan memaksakan model pembangunan dari luar atau atas (Soelaiman, 1998: 132).

Kedudukan pengembangan masyarakat berbasis pada potensi lokal telah tertulis dalam RPJPN 2005-2025, yang tertuang ke dalam beberapa RPJM, yakni terletak pada RPJM tahap terakhir tahun 2020-2024.

Berkaitan dengan hal tersebut di atas, maka pengembangan masyarakat harus menitikberatkan pada komunitas sebagai suatu kesatuan, mengutamakan prakarsa dan

RPJM 4 (2020-2024)

Mewujudkan

masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur melalui percepatan pembangunan disegala bidang dengan struktur

perekonomian yang kokoh berlandaskan keunggulan kompetitif RPJM 1

(2005-2009)

Menata kembali NKRI,

membangun Indonesia yang aman dan damai, yang adil dan demokrasi dengan tingkat

kesejahteraan yang lebih baik

RPJM 2 (2010-2014)

Memantapkan penataan kembali NKRI, meningkatkan kualitas SDM, membangun kemampuan IPTEK , memperkuat daya saing perekonomian

RPJM 3 (2015-2019)

Memantapkan pembangunan secara menyeluruh dengan

menetapkan pembangunan keunggulan kompetitif perekonomian yang berbasis SDA yang tersedia , SDM yang berkualitas serta kemapuan IPTEK

(3)

serta terintegrasinya masyarakat lokal dan nasional. Pada arah tersebut, pengembangan komunitas diarahkan pada peningkatan kapasitas masyarakat dalam identifikasi kebutuhan mereka, kapasitas mengidentifikasi sumber daya, serta peluang dan peningkatan kapasitas dalam pengelolaan pembangunan. Peningkatan masyarakat diarahkan pada kemampuan individu untuk memproses keseluruhan pengalaman sosialnya, termasuk pemahamannya terhadap realitas di sekelilingnya.

Berangkat dari pentingnya pengembangan masyarakat di atas, Kecamatan Ungaran Barat, khususnya Nyatyono, adalah sebuah desa yang memiliki potensi lokal yang berupa aset budaya dengan karakteristik Islami yang khas. Di desa tersebut terdapat sejumlah situs bersejarah dengan sejarah lokalnya yang dapat menjadi daya tarik wisata religi, yaitu makam tokoh penting dalam proses Islamisasi di Kabupaten Semarang, yang bernama Syekh Hasan Munadi.

Kharisma dan kesakralan makam Syekh Hasan Munadi telah menarik perhatian umat Islam di Jawa Tengah untuk berziarah ke tempat tersebut. Tradisi berziarah ke tempat itu telah berjalan lama. Berdasarkan pengamatan awal peneliti, para peziarah baik secara perseorangan maupun rombongan berasal dari berbagai golongan baik dari golongan atas sampai menengah ke bawah. Pada umumnya, mereka dapat digolongkan sebagai pemeluk Islam tradisional yang masih memiliki tradisi ziarah yang kental dengan berbagai tujuan.

Satu hal yang menarik adalah bahwa tanpa promosi apapun untuk memperkenalkan dan menawarkan wisata ziarah ke makam Syekh Hasan Munadi desa Nyatyono, jumlah peziarah yang mengalir ke makam tersebut setiap tahun terus meningkat. Fenomena ini menunjukkan betapa besar potensi Nyatyono sebagai desa wisata ziarah Islami. Sebuah desa wisata ziarah apabila dikelola dengan segala kesungguhan dan profesional akan mendatangkan kesejahteraan dari segi ekonomi dan kebanggaan serta harga diri bagi warga masyarakatnya dari segi sosial budaya dan kebergamaannya.

Fenomena tersebut, seiring dengan dijadikannya desa Nyatyono sebagai lokasi ziarah, maka masyarakat Nyatyono dapat mengebangankan diri untuk memanfaatkan peluang dari arus kunjungan para peziarah. Beberapa upaya pengebangan masyarakat

(4)

tersebut antara lain dalam hal penyediaan kebutuhan peristirahatan, penginapan, makanan dan minuman serta oleh-oleh bagi peziarah, tentu saja sesuai dengan nilai- nilai pelayanan yang memuaskan, seperti keramahan, kenyamanan, kejujuran di atas dasar tali silaturahim sebagai muslim.

Desa Nyatyono dalam format yang lebih kecil kiranya juga memiliki berbagai aset sebagai desa wisata ziarah Islami, Dengan menggugah rasa handarbeni dari seluruh warga desa Nyatyono dan political will dari pemerintah Kabupaten Semarang, desa Nyatyono dapat dikembangkan menjadi salah satu desa wisata ziarah Islami di Kabupaten Semarang, yang mendatangkan kesejahteraan dan kebanggaan seluruh warga Desa Nyatyono dan sekitarnya.

Metode

Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskripstif. Dengan demikian penelitian ini berusaha untuk mencari jawaban permasalahan yang diajukan secara sistematik, berdasarkan fakta-fakta terkait dengan pengembangan masyarakat Islam berbasis potensi lokal pada makam Syekh Hasan Munadi desa Nyatyono Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang. Adapun tehnik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi.

Analisis data penelitian mengikuti model analisa Miles dan Huberman (1984) sebagaimana dalam Sugiyono (2007: 337), yang terbagi dalam beberapa tahap yaitu: 1) Data reduction. Tahap awal ini, peneliti akan berusaha mendapatkan data sebanyak- banyaknya berdasarkan tujuan penelitian yang telah ditetapkan yaitu pengembangan masyarakat Islam berbasis potensi lokal pada makam Syekh Hasan Munadi desa Nyatyono Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang, 2) Data display adalah penyajian data. Pada tahap ini diharapakan peneliti telah mampu menyajikan data berkaitan dengan pengembangan masyarakat Islam berbasis potensi lokal pada makam Syekh Hasan Munadi desa Nyatyono Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang, 3) Conclusion drawing atau verification maksudnya penarikan kesimpulan dan verifikasi.

Pada tahap ini diharapkan mampu menjawab rumusan masalah bahkan dapat menemukan temuan baru yang belum pernah ada, dapat juga merupakan

(5)

penggambaran yang lebih jelas tentang objek, dapat berupa hubungan kausal maupun teori. Pada tahap ini, penelitian diharapkan dapat menjawab rumusan penelitian dengan lebih jelas berkaitan dengan pengembangan masyarakat Islam berbasis potensi lokal pada makam Syekh Hasan Munadi desa Nyatyono Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang.

Hasil Dan Pembahasan

Pengembangan Masyarakat Islam Berbasis Potensi Lokal Pada Makam Syekh Hasan Munadi Desa Nyatyono Kecamatan Ungaran Barat kabupaten Semarang

Pengembangan masyarakat Islam berbasis potensi lokal bertujuan agar masyarakat terberdaya dan mengetahui bahwa dilingkungan sekitar ada potensi yang bisa dimanfaatkan. Untuk menginginkan tujuan yang telah ditentukan agar dapat tercapai dengan hasil yang memuaskan, oleh karena itu dibutuhkan suatu langkah yang tepat agar tujuan tersebut dapat tercapai. Langkah-langkah pengelolaan Makam Syekh Hasan Munadi dalam melaksanakan pengembangan masyarakat Islam Desa Nyatyono telah berjalan secara optimal. Adapun beberapa tahapan yang telah diterapkan pengelola Makam Syekh Hasan Munadi dalam pengembangan masyarakat Islam Desa Nyatyono yaitu sebagai berikut:

Persiapan dan Pengidentifikasian

Pada pengidentifikasian kebutuhan masyarakat, maka pengelola melihat apa saja yang diperlukan masyarakat Desa Nyatyono untuk masa kini dan masa yang akan datang. Kebutuhan itu bisa meliputi berbagai bidang, baik itu bidang pendidikan, keagamaan, sosial maupun ekonomi (Wawancara dengan Murtadho Khasabu Pengelola Makam Syekh Hasan Munadi, Tanggal 29 Juli 2020). Sekarang ini, dilihat dari profesinya, hampir sebagian besar masyarakat Desa Nyatyono berprofesi sebagai buruh tani, dimana penghasilan mereka jauh di bawah Upah Minimum Regional tentu mereka membutuhkan sumber dana lain atau bantuan bahan makanan pokok. Oleh karena itu sebagian besar progam pengembangan masyarakat Islam Desa Nyatyono adalah bantuan subsidi dan sumbangan.

(6)

Menentukan Skala Prioritas

Setelah mengidentifikasi setiap kebutuhan masyarakat, langkah selanjutnya yang dilakukan oleh pengelola Makam Syekh Hasan Munadi adalah menentukan skala prioritas atau hal yang mendesak untuk dilaksanakan dengan cara melihat struktur sosial masyarakat, persoalan-persoalan yang sedang terjadi dan issue-issue setempat. Disini, karena sebagian besar masyarakat Desa Nyatyono lulusan sekolah dasar yang berpengaruh terhadap penentuan lapangan pekerjaan maka pengelola Makam Syekh Hasan Munadi dalam pengembangan masyarakat Islam lebih mengedepankan aspek pembinaan ekonomi dengan cara memberikan penguatan taraf kehidupan seperti pemberian subsidi-subsidi maupun bantuan-bantuan (Wawancara dengan Murtadho Khasabu Pengelola Makam Syekh Hasan Munadi, Tanggal 29 Juli 2020).

Persoalan lainnya yaitu ketidakmerataannya kepemilikan kios maupun pedagang yang menempati lahan Makam Syekh Hasan Munadi, karena itulah pengelola makam kemudian mengkoordinir dengan cara membentuk persatuan pedagang Makam Syekh Hasan Munadi yang di dalamnya terdapat berbagai aturan-aturan. Selain itu dibentuknya lembaga simpan pinjam tanpa bunga untuk para pedagang Makam Syekh Hasan Munadi. Pada lembaga ini, para pedagang dapat meminjam sejumlah dana untuk penguatan permodalan atau pelebaran usaha yang ada (Wawancara dengan Akhmad Alimi Pengelola Makam Syekh Hasan Munadi, Tanggal 29 Juli 2020).

Menentukan Arah dan Tujuan dalam Pelaksanaan Kegiatan

Menurut bapak Akhmad Suyuti, selaku Ketua Dewan Pembina Makam Syekh Hasan Munadi, langkah selanjutnya yang dilakukan oleh pengelola yaitu menentukan arah dan tujuan dalam melaksanakan setiap kegiatan pengembangan masyarakat Islam yang akan dilakukan. Pada penentuan arah dan tujuan kegiatan pengembangan masyarakat Islam, maka harus mengacu pada tujuan utama pengelolaan yang tertulis pada akta pendirian Makam Syekh Hasan Munadi. Salah satu maksud dan tujuan utama pengelola ialah membantu untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Desa Nyatyono dan sekitarnya (Wawancara dengan Murtadho Khasabu Pengelola Makam Syekh Hasan Munadi, Tanggal 29 Juli 2020).

(7)

Mengidentifikasi sumber daya yang dimiliki oleh pengelola

Ada berbagai sumber daya yang dimiliki oleh pengelola yaitu sumber daya manusia, sumber daya material dan modal. Pada tahap perencanaan, pengelola mengidentifikasi apa saja sumber daya yang dimiliki oleh pengelola guna menunjang kegiatan pengembangan masyarakat Islam. Di antaranya sumber daya manusia yang berkompeten, aset yang dimiliki, anggaran keuangan yang ada dan strategi yang digunakan dalam menjalankan kegiatan pemberdayaan agar tercapai secara maksimal.

(Wawancara dengan Murtadho Khasabu Pengelola Makam Syekh Hasan Munadi, Tanggal 29 Juli 2020).

Perumusan dan Pelaksanaan Daftar Kegiatan Serta Penganggaran

Langkah selanjutnya adalah perumusan daftar kegiatan dan penganggaran. Pada langkah ini, pengelola Makam Syekh Hasan Munadi harus memperhatikan apa saja yang menjadi kebutuhan yang harus didahulukan. Oleh karena itu, pengelola menentukan daftar kegiatan yang dibahas di majelis permusyawaratan saat pergantian periode.

Selain perumusan daftar kegiatan, pengurus juga merumuskan daftar anggaran yang dibutuhkan dalam menjalankan setiap kegiatan pengembangan masyarakat Islam dimana perumusan ini harus mengacu pada penganggaran periode sebelumnya. Jadi misalnya pada bantuan subsidi lembaga pendidikan, pengelola tidak akan memberikan bantuan subsidi yang jauh lebih rendah dari tahun sebelumnya. (Wawancara dengan Murtadho Khasabu Pengelola Makam Syekh Hasan Munadi, Tanggal 29 Juli 2020).

Tahapan yang ada pada pengembangan masyarakat berbasis potensi lokala pada Makam Syekh Hasan Munadi sebagian besar telah memenuhi prosedur yang telah ditetapkan, mulai dari identifikasi kebutuhan masyarakat hingga penganggaran, hal ini sesuai dengan yang dikemukakan Louis A. Allen yang dikutip oleh Choliq bahwa tahap pertama dalam perencanaan adalah prakiraan. Pada tahapan ini organisasi harus melakukan analisis terhadap lingkungan dan sumber daya organisasi. Semuanya harus dilakukan secara sistematis dan terarah. Sedangkan tahap akhirnya ialah interpretasi kebijakan (Kholiq, 2010: 119).

Meskipun secara umum tahapan pengembangan masyarakat yang dilakukan pada Makam Syekh Hasan Munadi telah berjalan dengan baik, namun masih terdapat

(8)

kendala dalam pelaksanaannya yaitu tahapan yang telah ditetapkan terkadang tidak sesuai dengan skema yang telah ditentukan. Selain itu dalam hal penganggaran terkadang kurang sesuai dengan perkiraan pendanaan pada awal perencanaan sehingga harus ditutupi dengan dana bulan selanjutnya.

Oleh karena itu untuk mengatasi permasalahan agar menghasilkan tahapan yang efektif, maka menurut Siagian, tahapan yang baik dalam melaksanakan kegiatan pengembangan masyarakat adalah tahapan yang berciri sebagai berikut: pertama, tahapan harus mempermudah tercapainya tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.

Kedua, tahapan sungguh-sungguh memahami hakikat tujuan yang ingin dicapai. Ketiga,

pemenuhan keahlian teknis. Maksudnya ialah penyusunan suatu tahapan seyogyanya diserahkan kepada orang yang benar-benar memenuhi persyaratan keahlian teknis menyusun tahapan. Keempat, tahapan harus disertai suatu rincian yang cermat. Kelima, keterkaitan tahapan dengan pelaksanaan. Jadi suatu tahapan dikatakan tepat jika pelaksanaannya juga baik. Kelima, kesederhanaan sebagai ciri tahapan menyangkut berbagai hal seperti teknik penyusunannya, bahasa, sistematika, penekanan pada prioritas dan formatnya. Jadi ketika kelima hal tersebut dipenuhi, maka perencanaan tersebut dapat mendukung kesuksesan pelaksanaan progam pemberdayaan (Siagian, 1992: 63).

Pengembangan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal Pada Makam Syekh Hasan Munadi Desa Nyatyono Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang

Menurut Aziz (2009: 55) ketidakberdayaan dapat dirumuskan sebagai keadaan dari masyarakat yang hidup serba kekurangan, keterbelakangan dan ketertinggalan.

Sejumlah studi menunjukkan bahwa jumlah penduduk miskin dan termiskin di pedesaan masih cukup banyak. Mereka menjadi bagian dari komunitas dengan struktur dan kultur pedesaan (Chambers, 1992: 14). Kira-kira separuh dari jumlah itu benar-benar berada dalam kategori sangat miskin. Nampaknya, tidak terlalu berlebihan apabila dinyatakan bahwa medan perang melawan kemiskinan dan kesenjangan yang utama sesungguhnya berada di desa. Ada banyak faktor yang membuat masyarakat disuatu desa mengalami ketidakberdayaan.

Kondisi sosial ekonomi masyarakat di wilayah pedesaan masih ditandai oleh pertumbuhan penduduk yang cukup besar dan sebagian besar masih tergantung pada

(9)

sektor pertanian serta sektor tradisional. Pada situasi seperti ini tekanan terhadap sumber daya lahan semakin besar dan rata-rata penguasaan aset lahan setiap rumah semakin sedikit, bahkan banyak rumah tangga yang tidak memiliki lahan garapan.

Apalagi tingkat pendidikan dan ekonomi yang rendah menjadikan masyarakat pedesaan tidak memiliki pilihan dalam menentukan pekerjaannya sehingga hal ini menimbulkan ketidakberdayaan bagi masyarakat desa untuk meningkatkan taraf kehidupan mereka.

Begitu halnya dengan Desa Nyatyono, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab permasalahan ketidakberdayaan berdasarkan hasil wawancara peneliti antara lain: 1) Tingkat pendidikan yang rendah. Dari jumlah total penduduk 75,28%

masyarakat Desa Nyatyono hanya berpendidikan sampai SD atau bahkan tidak sekolah (tamat SD/belum tamat SD/ tidak tamat SD/ tidak sekolah), sedangkan masyarakat yang tamat SMP/ Sederajat prosentasinya sebesar 15,09% dan yang tamat SMA/Sederajat 5,6%. Lainnya sebagian kecil ada yang menamatkan pendidikan sampai ke perguruan tinggi. Rendahnya tingkat pendidikan tentu berimplikasi pada mata pencaharian dan cara pandang masyarakat (Dokumentasi pada desa Nyatyono). 2) Keterbatasan penguasaan faktor produksi pertanian, khususnya lahan usaha. Sejumlah besar rumah tangga petani tidak memiliki lahan garapan (sawah) atau hanya menguasai lahan sangat sempit. Teknologi penunjangpun sangat minim dan kurang. Keterbatasan ini menjadikan sebagian besar penduduk Desa Nyatyono hanya menjadi buruh tani. Hal ini tentu akan membuat tingkat pendapatan menjadi rendah (Wawancara dengan Bapak Munadi, selaku Kepala Dusun Nyatyono, Tanggal 28 Juli 2020). 3) Keterbatasan lapangan kerja dan lapangan usaha di sektor pertanian. Sementara itu lapangan pekerjaan nonpertanian belum cukup ditunjang oleh kegiatan bisnis dan industri desa. Hal ini terlihat dari belum adanya industri yang berkembang dengan cukup signifikan di desa Nyatyono. 4) Kurangnya akses masyarakat untuk memperoleh peningkatan pengetahuan, ketrampilan dan pengambilan keputusan publik. Hal ini dikarenakan faktor geografis Desa Nyatyono yang jauh dari pusat kabupaten. 5) Rendahnya tingkat kesejahteraan rumah tangga miskin yang pada kenyataannya sangat berhubungan erat dengan (a) masalah pendapatan yang diperoleh; (b) masalah pemenuhan bahan makanan pokok dan gizi; (c) masalah kesehatan; (d) masalah lingkungan pemukiman; (e)

(10)

masalah penguasaan iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi); (f) masalah pemilikan lahan; (g) masalah kesempatan kerja dan peluang usaha; (h) masalah sarana dan prasarana; (i) masalah keterbatasan informasi.

Selain faktor di atas, permasalahan lainnya yang sering terjadi adalah lemahnya kemampuan masarakat kecil untuk membangun organisasi ekonomi masyarakat yang dapat meningkatkan posisi tawar dan daya saingnya, keterbatasan untuk mengembangkan organisasi masyarakat dan kurangnya upaya yang dapat mengurangi pengaruh lingkungan sosial-budaya yang mengungkung masyarakat pada kondisi kemiskinan struktural.

Begitupun dengan Makam Syekh Hasan Munadi. Dalam upaya pengembangan masyarakat Islam Desa Nyatyono, maka pengelola Makam Syekh Hasan Munadi mencoba untuk menerapkan langkah-langkah manajemen atau pengelolaan agar terbentuk masyarakat yang memiliki daya saing tinggi dengan cara penguatan dari segi ekonomi, keagamaan, pendidikan, kesehatan dan sosial. Hal ini sesuai dengan maksud dan tujuan yang tercantum pada Akta Pendirian Makam Syekh Hasan Munadi Nomor AHU-0007696.AH.04. Tahun 2015 yaitu “membantu untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Desa Nyatyono dan sekitarnya”.

Setelah pengelolaan berjalan selama beberapa periode, banyak keberhasilan dan pencapaian progam pengembangan masyarakat Islam yang dilaksanakan oleh pengelola antara lain:

Bidang pembangunan dan Sarana Prasarana (Sarpras)

Pembangunan dan penataan kios-kios pedagang yang berjalan selama dua periode sudah dapat dirasakan hasilnya. Kios-kios dan warung pedagang tertata dengan rapi, bagus dan sama sehingga baik para pedagang maupun pembeli dapat berjualan dengan nyaman. Pembangunan dan penataan ini membuat jumlah pengunjung semakin meningkat. Hal ini terlihat dari jumlah pendapatan yang diperoleh kian banyak.

Penghasilan per hari yang diperoleh pedagang dalam kondisi ramai peziarah seperti 5 Muharam, saat tradisi buka luwur Makam Syekh Hasan Munadi bisa mencapai Rp.

1.000.000,00 hingga Rp. 1.300.000,00 per hari, sedangkan penghasilan sehari-hari mencapai Rp. 200.000,00 perhari. Adapun penghasilan pada bulan sepi peziarah seperti

(11)

awal Ramadhan sekitar Rp. 75.000 hingga Rp. 100.000,00 per hari (Wawancara dengan Bapak Norsaid, selaku Pedagang di Makam Syekh Hasan Munadi, Tanggal 27 Juli 2020).

Hal ini tentu membuat jumlah pendapatan masyarakat khususnya para pedagang yang dulunya masih rendah menjadi semakin meningkat dikarenakan adanya pemerataan kios dan warung-warung pedagang. Sehingga kondisi ekonomi masyarakat Desa Nyatyonopun meningkat.

Bidang keagamaan

Pada bidang keagamaan, hal yang dirasakan oleh masyarakat adalah meningkatnya pemahaman spiritual keagamaan pada diri setiap individu Desa Nyatyono. Progam pengembangan masyarakat Islam pada bidang keagamaan membuat masyarakat menjadi sadar dalam upaya membentuk diri yang berdasarkan pada kaidah ilmu keagamaan. Apalagi di zaman yang serba maju ini, banyak sekali individu yang telah melupakan nilai-nilai sosial keagamaan. Tentunya, pembentukan moral dan tata perilaku yang baik menjadi hal yang paling urgent agar para remaja dan masyarakat tidak ikut terpengaruh dengan krisis moralitas yang ada. Hal ini terlihat tidak pernah adanya konflik-konflik yang mengarah pada Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA) di Desa Nyatyono. Masyarakat senantiasa hidup damai dan tentram (Wawancara dengan Saudari Sri Suryandari, selaku masyarakat Desa Nyatyono, tanggal 5 Agustus 2020).

Selain pada peningkatan pemahaman spiritual masyarakat, semua lembaga keagamaan Desa Nyatyono juga merasakan dampak positif dari pengelolaan Makam Syekh Hasan Munadi dalam pengembangan masyarakat Islam. Begitu juga dengan tempat-tempat peribadatan, subsidi rekening listrik, air, bantuan perawatan tempat peribadatan menjadikan pengurus tempat peribadatan dan masyarakat menjadi terbantu dalam pembayaran rekening, air dan perawatan sehingga dana operasional untuk ketiganya dapat disimpan dan digunakan untuk kegiatan-kegiatan umat yang lain (Wawancara dengan Bapak Munadi, selaku Kepala Desa Nyatyono, tanggal 28 Juli 2020).

Bantuan-bantuan lainnya seperti pemberian bantuan hewan kurban, bantuan kegiatan organisasi NU dan bantuan Al-Qur’an juga dirasakan oleh masyarakat Desa Nyatyono. Bantuan-bantuan ini menjadikan masyarakat Desa Nyatyono menjadi sangat

(12)

terbantu dalam hal finansial, karena seperti yang telah kita ketahui, pendanaan menjadi hal yang penting dalam menjalankan sebuah kegiatan.

Bidang pendidikan dan Kesejahteraan Masyarakat (Kesra)

Hal serupa juga dirasakan masyarakat melalui progam pengembangan masyarakat Islam pada bidang pendidikan dan kesra. Pada bidang inilah banyak progam- progam yang berbentuk subsidi dan bantuan bagi masyarakat dan lembaga pendidikan.

Progam pengembangan masyarakat Islam menjadikan pendidikan Desa Nyatyono menjadi lebih maju melalui dana/bantuan subsidi yang diberikan pengelola makam.

Dana ini digunakan oleh lembaga pendidikan untuk memenuhi kegiatan operasional lembaga demi memajukan pendidikan masyarakat Desa Nyatyono. Apalagi untuk lembaga-lembaga swasta yang berdiri sendiri. Bantuan ini tentunya sangat berarti bagi lembaga. (Wawancara dengan Bapak Munadi, selaku Kepala Desa Nyatyono, tanggal 28 Juli 2020).

Selain dalam kemajuan dalam bidang pendidikan pada bidang ini, hal yang dicapai adalah pengurangan angka pengangguran karena pengelola memperkerjakan masyarakat yang dulu hanya ada sekitar 20 orang sekarang menjadi 70 orang.

Keberadaan pengelolaan makam juga membuat jenis pekerjaan masyarakat Desa Nyatyono menjadi semakin beragam yang dulunya sebagian besar berprofesi menjadi buruh tani dan sedikit yang menjadi pedagang, sekarang lambat laun sebagian besar masyarakat berprofesi menjadi pedagang dan tukang ojek.

Hal ini menjadikan ekonomi masyarakat Desa Nyatyono menjadi semakin meningkat. Pedagang dan pengojek inipun dari pengelola makam dibentuklah persatuan yang di dalamnya terdapat aturan dan ketentuan. Persatuan ini membuat para pedagang menjadi satu tujuan dan lebih tertata. Pengelola makam juga melalui lembaga simpan pinjam tanpa bunga untuk para pedagang menjadikan usaha dagang masyarakat menjadi lebih kuat dan permasalahan dalam hal permodalan dapat terselesaikan. Selain itu pengelola dalam hal pembinaan dan pelatihan, menjadikan para pedagang dan masyarakat menjadi semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas kehidupan mereka.

(13)

Bidang sosial, budaya dan kesehatan

Pada bidang sosial, budaya dan masyarakat pencapaian pengelola adalah meningkatnya taraf hidup dan ekonomi masyarakat Desa Nyatyono melalui santunan, pembagian beras, bantuan-bantuan dan partisipasi pengelola dalam kegiatan sosial budaya pengelola. Santunan dan bantuan-bantuan ini menjadikan masyarakat menjadi semakin terbantu untuk mencukupi biaya kehidupan mereka. Apalagi untuk yatim piatu, fakir miskin, janda dan jompo yang sebagian besar aspek pemenuhan pangan belum tercapai. Pada sosial budaya, pemberian bantuan kerbau di acara Sedekah Bumi Tahunan menjadikan pemerintah dan Desa Nyatyono menjadi semakin terbantu, karena pengadaan dana untuk pelaksanaan kegiatan ini dapat diminimalisir dan dialihkan untuk kegiatan yang lainnya. (Wawancara dengan Bapak Haryo Supeno, selaku Sekertaris Desa Nyatyono, tanggal 2 Agustus 2020).

Berdasarkan analisis di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa sistem pengelolaan Makam Syekh Hasan Munadi dapat meningkatkan keberhasilan progam- progam pengembangan masyarakat Islam, sehingga tercipta masyarakat Desa Nyatyono yang mandiri dan sejahtera.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil pembahasan yang telah dilakukan mengenai pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal pada makam Syekh Hasan Munadi Desa Nyatyono Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Tahapan pengembangan masyarakat Islam berbasis potensi lokal pada Makam Syekh Hasan Munadi Desa Nyatyono Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang adalah: Persiapan dan Pengidentifikasian, Menentukan Skala Prioritas, Menentukan Arah dan Tujuan dalam Pelaksanaan Kegiatan, Mengidentifikasi sumber daya yang dimiliki oleh pengelola, Perumusan dan Pelaksanaan Daftar Kegiatan Serta Penganggaran. Adapun hasil pengembangan masyarakat Islam berbasis potensi lokal pada makam Syekh Hasan Munadi Desa Nyatyono Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat Desa Nyatyono, meningkatnya pemahaman spiritual keagamaan masyarakat Desa Nyatyono, meningkatnya bidang

(14)

pendidikan dan kesra yaitu masyarakat menjadi lebih maju melalui dana/bantuan subsidi yang diberikan oleh pengelola makam karena dana ini digunakan untuk kegiatan operasional lembaga dalam memajukan pendidikan Desa Nyatyono, meningkatnya pada bidang sosial, budaya dan kesehatan itu meningkatnya taraf hidup dan ekonomi masyarakat Desa Nyatyono melalui bantuan-bantuan dan santunan.

Daftar Pustaka

Aziz, M. Ali, Dakwah Pemberdayaan Masyarakat Paradigma Aksi Metodologi.

(Surabaya: Sunan Ampel, 2009).

Chambers, Robert, Rural Appraisal, Rapid, Rilex and Participatory, Terj. Y. Sukoco, (Yogyakarta: Yayasan Mitra Tani, 1992).

Dokumentasi pada Laporan Tahun 2017 Monografi Desa Nyatyono

Kholiq, Abdul, Pengantar Manajemen, (Semarang: Rafi Sarana Perkasa, 2010).

Machendrawaty, Nanih dan Agus Ahmad Safei, Pengembangan Masyarakat Islam dari Ideologi, Strategi sampai Tradisi, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, Cetakan Pertama, 2001).

Siagian, Sondang P, Organisasi, Kepemimpinan dan Perilaku Administrasi, (Jakarta:

Gunung Agung, Jakarta, 1992).

Soelaiman, M. Munandar, Dinamika Masyarakat Transisi: Mencari Alternatif Teori Sosiologi dan Arah Perubahan, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1998).

Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2007).

Zubaedi, Pengembangan Masyarakat Wacana dan Praktek, (Jakarta: Kecana Prenada Media Group, 2013).

Wawancara

Wawancara dengan Bapak Akhmad Alimi, Makam Syekh Hasan Munadi, tanggal 29 Juli 2020

Wawancara dengan Bapak Haryo Supeno, selaku Sekertaris Desa Nyatyono, tanggal 2 Agustus 2020.

Wawancara dengan Bapak KH. Murtadho Khasabu, Pengelola Makam Syekh Hasan Munadi, Tanggal 29 Juli 2020

Wawancara dengan Bapak Munadi, selaku Kepala Dusun Nyatyono, Tanggal 28 Juli 2020.

Wawancara dengan Bapak Norsaid, selaku Pedagang di Makam Syekh Hasan Munadi, Tanggal 27 Juli 2020.

Wawancara dengan Saudari Sri Suryandari, selaku masyarakat Desa Nyatyono, tanggal 5 Agustus 2020.

Referensi

Dokumen terkait