1. Jelaskan Bagaimana bermain membentuk psikososial pada anak ? Jawab :
(Jawaban adalah hasil rangkuman BMP PAUD4201 hal. 1.24-1.25)
Bermain adalah cara yang sangat penting dalam membentuk perkembangan psikososial pada anak. Bermain tidak hanya memberikan kesenangan dan hiburan, tetapi juga memungkinkan anak untuk mengembangkan berbagai keterampilan sosial dan emosional yang penting. Berikut adalah beberapa cara bermain membentuk perkembangan psikososial pada anak yang dapat saya rangkum:
Interaksi Sosial: Bermain dengan teman sebaya atau anggota keluarga memungkinkan anak untuk belajar berinteraksi dengan orang lain. Mereka belajar berbagi, berkomunikasi, dan bekerja sama dengan orang lain. Ini membantu mereka memahami aturan sosial dan membangun kemampuan berhubungan dengan orang lain.
Empati: Melalui bermain, anak-anak dapat belajar untuk merasakan dan memahami perasaan orang lain. Mereka bisa memahami perspektif teman bermain mereka dan belajar untuk bersimpati dengan mereka ketika mereka sedang kesulitan atau merasa sedih.
Pengembangan Keterampilan Emosional: Bermain juga membantu anak-anak mengelola emosi mereka. Mereka belajar mengatasi frustrasi, marah, atau kekecewaan ketika sesuatu tidak berjalan sesuai harapan. Ini membantu mereka mengembangkan keterampilan regulasi emosi.
Keterampilan Konflik: Ketika bermain, anak-anak mungkin mengalami konflik dengan teman sebaya. Ini adalah peluang untuk mereka belajar cara mengatasi konflik, bernegosiasi, dan mencari solusi yang adil. Keterampilan ini akan berguna sepanjang hidup mereka.
Pembentukan Identitas: Bermain memungkinkan anak untuk mengeksplorasi minat, bakat, dan preferensi mereka. Ini membantu mereka membentuk identitas mereka sendiri dan mengembangkan rasa diri yang positif.
▸ Baca selengkapnya: bagaimana cara bermain tepuk air
(2) Pengembangan Kemampuan Berpikir Sosial: Bermain dapat mengajarkan anak-anak tentang aturan, norma sosial, dan etika. Mereka belajar bagaimana bermain secara adil dan menghormati orang lain.
2. Kemukakan pendapat beberapa ahli tentang Bermain dan Permainan anak ? Jawab :
Berikut adalah pendapat tentang bermain dari beberapa ahli yang saya ambil dari BMP PAUD4201 hal. 1.9 dan pendapat beberapa ahli tentang permainan yang saya ambil dari BMP PAUD4201 hal. 7.6
Bermain menurut pendapat para ahli
Menurut Herbert Spencer (Catron & Allen, 1999) anak bermain karena mereka punya energi berlebih. Energi ini mendorong mereka untuk melakukan aktivitas sehingga mereka terbebas dari perasaan tertekan. Hal ini berarti, tanpa bermain, anak akan mengalami masalah serius karena energi mereka tidak tersalurkan.
Menurut Moritz Lazarus, anak bermain karena mereka memerlukan penyegaran kembali atau mengembalikan energi yang habis digunakan untuk kegiatan rutin sehari-hari. Hal ini mengandung pengertian bahwa apabila tidak bermain anak akan menderita kelesuan akibat ketiadaan penyegaran.
Erikson Menurut Erikson (1963), bermain membantu anak mengembangkan rasa harga diri. Alasannya adalah karena dengan bermain anak memperoleh kemampuan untuk menguasai tubuh mereka, menguasai, dan memahami benda-benda, serta belajar keterampilan sosial. Anak bermain karena mereka berinteraksi guna belajar mengkreasikan pengetahuan. Bermain merupakan cara dan jalan anak berpikir dan menyelesaikan masalah. Anak bermain karena mereka membutuhkan pengalaman langsung dalam interaksi sosial agar mereka memperoleh dasar kehidupan sosial.
Sigmund Freud Sigmund Freud (1920) melihat bermain dari kaca mata psikoanalitis. Dengan demikian, teorinya disebut teori bermain psikoanalisis.
Menurutnya, bermain bagi anak merupakan suatu mekanisme untuk mengulang kembali peristiwa traumatik yang dialami sebelumnya sebagai upaya untuk memperbaiki atau menguasai pengalaman tersebut demi kepuasan
anak. Dengan demikian, Freud melihat bermain sebagai sarana melepaskan kenangan dan perasaan yang menyakitkan. Hal ini berarti anak bermain karena mereka butuh melepaskan desakan emosi secara tepat (Freud, 1958; Isenberg
& Jalongo, 1993). Para mahasiswa juga perlu tahu bahwa Freud lah yang mengembangkan teori perspektif psikoanalisis untuk bermain. Gagasan Freud (1958) ini telah mempengaruhi perkembangan terapi bermain, dan wilayah ini cukup diminati sebagai topik-topik penelitian dewasa ini.
Froebel terkenal dengan pendekatan dan ide-idenya yang berpusat pada anak yang kita kenal sekarang sebagai bermain bebas. Froebel percaya bahwa anak- anak membutuhkan pengalaman nyata dan aktif secara fisik. Di sini lah terdapat kaitan antara bermain dan belajar. Lagu dan ritme diperkenalkan dan menjadi stimulasi lanjutan. Froebel juga menunjukkan pentingnya permainan out-door dan alat main natural yang diperoleh dari lingkungan sekitar. Froebel lalu mendirikan Taman Kanak-kanak yang kemudian banyak berpengaruh terhadap teori-teorinya di kemudian hari.
Tahukah Anda, bahwa Froebel mendirikan TK karena ada maksud tertentu, bukan dimaksudkan sebagai sekolah untuk anak. Pada tahun 1837, di Keilhau, Froebel membuka sebuah lembaga yang ia namakan, ”Sekolah Latihan Psikologis bagi Anak-anak melalui Permainan dan Kegiatan”. (Catatan: Kata
“sekolah” sendiri tidak begitu disukai Froebel karena tersirat kegiatan yang sistematis dan diatur secara ketat (Downs, 1978). Froebel ingin agar anak-anak tumbuh lebih leluasa, seperti tanaman bunga. Oleh karena itu, saat Foebel bersama teman-temannya berjalan kaki di lembah penuh bunga, ia berhenti sejenak, dan dengan mata berbinar-binar ia berseru, “Wah, saya menemukannya! Die Kindergarten. Itulah nama yang sesuai! Taman Kanak- Kanak (Snider, 1900). Sejak itu, Froebel mempropagandakan gagasan Taman Kanak-kanaknya itu, mulai Dresden dan Leipzig.
Perlu juga Anda ketahui bahwa bermain menurut Froebel adalah “cara anak untuk belajar” atau “anak belajar dengan berbuat.” Anak didik bukanlah bejana pasif yang menerima begitu saja apa yang diberikan kepadanya, melainkan ikut ambil bagian dalam pendidikannya. Peran itu tampak dalam beberapa hal, antara lain (a) bermain, (b) bernyanyi, (c) menggambar, dan (d)
memelihara tanaman atau binatang kecil. Dengan demikian, bermain menjadi metode andalan di Taman Kanak-kanak.
Menurut Vygotsky (1969), merupakan sumber perkembangan anak, terutama untuk aspek berpikir. Menurut Vygotsky, anak tidak serta merta menguasai pengetahuan karena faktor kematangan, tetapi lebih karena adanya interaksi aktif dengan lingkungannya. Bermain, dalam perspektif ini, menyediakan ruang bagi anak untuk mengonstruksi pengetahuan melalui interaksi aktif dengan berbagai aspek yang terlibat, seperti peran dan fungsi. Anak adalah individu aktif, yang di dalam proses bermain melibatkan diri untuk membangun konsep-konsep yang dibutuhkan, seperti memahami bentuk benda, fungsi benda, karakteristik benda. Anak juga membangun konsep- konsep abstrak, seperti aturanaturan, nilai-nilai tertentu, dan kultur.\
Permainan Menurut Pendapat Ahli
Adang Ismail (2009) menyatakan bahwa permainan merupakan sebuah aktivitas bermain yang murni untuk mencari kesenangan tanpa mencari kemenangan atau kekalahan. Dia juga menyatakan bahwa permainan merupakan aktivitas yang dilakukan dalam mencari kesenangan dan kepuasan meskipun di dalamnya ditandai dengan proses mencari kemenangan atau kekalahan. Pengertian ini mengandung makna bahwa kegiatan permainan yang dilakukan oleh seseorang mengandung dua pengertian, yaitu
(1) Kegiatan yang dilakukan hanya untuk mencari kesenangan semata tanpa ada unsur menang atau kalah. Misalnya, kegiatan bermain air, bermain pasir, bermain hulahup, menirukan Gerakan binatang/tanaman/benda-benda dan sebagainya;
(2) Kegiatan yang dilakukan dengan sebaik-baiknya guna mendapatkan rasa senang dan rasa puas yang ditandai dengan adanyaunsur kemenangan.
Misalnya, kegiatan bermain bulutangkis, lomba lari, permainan bola volley, basket maupun sepak bola.
Menurut Hans Daeng (2009) dinyatakan bahwa permainan adalah bagian mutlak dari kehidupan anak dan permainan merupakan bagian integral dari proses pembentukan kepribadian anak. Pengertian ini menggambarkan bahwa
permainan merupakan suatu hal yang melekat dalam diri seorang anak dan permainan merupakan suatu hal yang tidak dapat lepas dari kehidupan anak- anak. Permainan juga merupakan salah satu unsur penting dalam proses pembentukan kepribadian seorang anak.
Pengertian lain dikemukakan oleh Kimpraswil. Menurutnya, permainan didefinisikan sebagai usaha olah diri (baik olah pikiran maupun olah fisik) yang sangat bermanfaat bagi peningkatan dan pengembangan motivasi, kinerja, dan prestasi dalam melaksanakan tugas dan kepentingan organisasi.
Pengertian ini mengandung makna bahwa permainan merupakan usaha seorang (anak) untuk memotivasi dirinya sendiri melalui kegiatan olah fisik (olah raga) maupun olah pikiran.
Selain pengertian permainan tersebut, Palegrini dan Saracho, 1991 menyatakan bahwa permainan memiliki beberapa sifat, sebagai berikut.
1. Permainan dimotivasi secara personal
Kegiatan permainan mengandung motivasi intrinsik, artinya bahwa seorang anak melakukan permainan karena keinginannya sendiri dan bukan karena paksaan dari pihak manapun. Motivasi ini muncul juga karena adanya kepuasan yang didapat pada saat anak melakuka permainan tersebut.
2. Pemain lebih asyik dengan kegiatan permainan itu sendiri daripada tujuan permainan tersebut
Pada saat melakukan permainan, anak cenderung kurang peduli pada tujuan permainan tersebut. Mereka akan sangat asyik dengan permainan itu.
Misalnya, seperti yang dilakukan Bisma pada ilustrasi di awal modul ini. Dia tampak asyik dengan kegiatan permainan tersebut tanpa tahu apa sebenarnya tujuan dia melakukan permainan tersebut.
3. Identifikasikan Bermain atau permainan yang dapat di sebut baik menurut pendapat anda ?
Jawab :
Ada berbagai jenis permainan yang dapat dianggap baik untuk anak-anak berdasarkan banyak pendekatan dan pandangan yang ada. Permainan yang baik memiliki beberapa karakteristik umum, termasuk:
a. Edukatif: Permainan yang baik dapat menjadi alat pembelajaran yang efektif.
Mereka dapat membantu anak-anak mengembangkan keterampilan kognitif, bahasa, matematika, atau berbagai aspek lain dari pembelajaran.
b. Kreatif: Permainan yang mendorong imajinasi dan kreativitas anak-anak sangat baik. Ini bisa termasuk permainan berpura-pura, seni, dan konstruksi.
c. Sosial: Permainan yang mendorong interaksi sosial positif dan kerjasama antara anak-anak adalah penting. Ini membantu mereka mengembangkan keterampilan sosial, seperti berbagi, berkomunikasi, dan memahami perasaan teman-teman mereka.
d. Fisik: Permainan fisik, seperti bermain di luar, olahraga, atau permainan gerak, membantu anak-anak menjaga kesehatan tubuh mereka dan mengembangkan keterampilan motorik mereka.
e. Pengaturan Batasan: Permainan yang memiliki aturan dan batasan tertentu membantu anak-anak memahami konsep-konsep seperti keadilan, disiplin, dan aturan.
f. Berkembang dengan Usia: Permainan yang sesuai dengan tahap perkembangan anak sangat penting. Permainan yang cocok untuk anak berusia 3 tahun mungkin berbeda dari yang cocok untuk anak berusia 10 tahun.
g. Pilihan dan Kontrol: Memungkinkan anak untuk memiliki pilihan dan kendali dalam permainan mereka. Ini membantu mereka merasa lebih berdaya dan terlibat.
h. Keselamatan: Permainan yang aman untuk dimainkan dan sesuai dengan usia anak sangat penting.
i. Keseimbangan Waktu: Permainan yang baik adalah bagian dari rutinitas harian anak-anak, tetapi juga disertai dengan waktu untuk kegiatan lain seperti tidur, makan, dan belajar.
4. Jelaskan pengertian perkembangan anak secara totalitas dalam kaitannya dengan tugas pereodesasi perkembangan anak ?
Jawab :
Dikutip dari https://huseinmuhibbi.blogspot.com/2016/03/teori-teori-periodesasi- perkembangan.html
Periodesasi perkembangan itu dapat disusun dalam rumusan yang bervariasi, masing-asing mempunyai dasar dan maksud tersendiri. Seperti telah diuraikan di atas, paling tidak ada 3 macam landasan untuk menyusun periodesasi perkembangan, yaitu: dasar biologis, didaktis, dan psikologis. Ketiganya sama-sama penting untuk diperhatikan.
Dengan memperhatikan periodesasi yang dikemukakan oleh para ahli di atas baik yang ditinjau dari segi biologis, didaktis, dan psikologis, maka dapat dibuat urut- urutan periode tersebut, sebagai berikut :
1. Masa Intra Uterin (masa dalam kandungan) 2. Masa Bayi
3. Masa Anak Kecil 4. Masa Anak Sekolah 5. Masa Remaja
6. Masa Dewasa dan Lanjut Usia
Masing-masing masa tersebut akan dikemukakan ciri-ciri atau perubahan- perubahan yang dialami baik secara fisik maupun psikisnya.
5. Jelaskan mengapa pelatihan pergerakkan sangat penting bagi perkembangan anak ? Jawab :
Pelatihan pergerakan atau kegiatan fisik sangat penting bagi perkembangan anak karena memiliki dampak positif yang signifikan pada berbagai aspek perkembangan fisik, mental, dan sosial mereka. Berikut adalah beberapa alasan mengapa pelatihan pergerakan sangat penting bagi anak:
a. Pertumbuhan Fisik: Gerakan fisik membantu dalam perkembangan fisik anak, termasuk pertumbuhan tulang, otot, dan sistem kardiovaskular. Ini membantu anak tumbuh dengan baik, menjaga kesehatan jantung, dan memperkuat tubuh mereka.
b. Kesehatan dan Kebugaran: Aktivitas fisik membantu menjaga kesehatan anak, mengurangi risiko obesitas, penyakit jantung, dan gangguan metabolisme lainnya.
Dengan rutin bergerak, anak dapat mengembangkan kebiasaan hidup sehat.
c. Koordinasi Motorik: Melalui berbagai jenis gerakan, anak belajar mengembangkan koordinasi motorik mereka. Ini termasuk koordinasi mata-tangan, keterampilan motorik halus, dan keterampilan motorik kasar, yang penting untuk berbagai aktivitas sehari-hari seperti menulis, bermain musik, atau berolahraga.
d. Kesehatan Mental: Aktivitas fisik juga berdampak positif pada kesehatan mental anak. Ini dapat membantu mengurangi stres, kecemasan, dan depresi, serta meningkatkan perasaan bahagia dan percaya diri.
e. Perkembangan Kognitif: Penelitian telah menunjukkan bahwa aktivitas fisik dapat meningkatkan kognisi anak, termasuk daya ingat, konsentrasi, dan kemampuan pemecahan masalah. Gerakan membantu merangsang otak dan meningkatkan sirkulasi darah, yang pada gilirannya mendukung perkembangan otak yang sehat.
f. Sosialisasi: Kegiatan fisik seringkali melibatkan interaksi sosial. Anak dapat belajar bekerja sama, berbagi, dan berinteraksi dengan teman-teman mereka selama bermain atau berolahraga bersama. Ini membantu dalam perkembangan keterampilan sosial dan hubungan antarpribadi.
g. Pembelajaran Nilai: Pelatihan pergerakan juga dapat membantu anak memahami konsep-konsep seperti kerja keras, disiplin, komitmen, dan kerjasama. Ini adalah nilai-nilai penting yang dapat membantu mereka dalam berbagai aspek kehidupan mereka di masa depan.
h. Pengembangan Keterampilan Khusus: Melalui berbagai kegiatan fisik, anak dapat mengembangkan keterampilan khusus seperti berenang, bersepeda, bermain olahraga, dan masih banyak lagi. Ini memberikan mereka kepercayaan diri dan kesempatan untuk mengejar minat mereka.
i. Penyediaan Hiburan: Aktivitas fisik seringkali menyenangkan bagi anak-anak. Ini memberi mereka kesempatan untuk bersenang-senang, merasa bahagia, dan melepaskan energi dengan cara yang positif.
j. Kebiasaan Sehat: Melalui pelatihan pergerakan, anak dapat mengembangkan kebiasaan hidup sehat yang akan berlangsung sepanjang hidup mereka. Ini termasuk pentingnya menjaga tubuh mereka dengan makan sehat dan olahraga teratur.