• Tidak ada hasil yang ditemukan

JENIS PEMANFAATAN INTERNET UNTUK KEPENTINGAN MILITER

N/A
N/A
Yusuf Maulana

Academic year: 2023

Membagikan "JENIS PEMANFAATAN INTERNET UNTUK KEPENTINGAN MILITER"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

JENIS PEMANFAATAN INTERNET UNTUK KEPENTINGAN MILITER

Dosen Pengajar :

Letnan Kolonel (KH) Dr. Hondor Saragih, S.T., M.Si.(Han)

Nama : M. Yusuf Maulana NIM : 320230401013

Prodi : Informatika

UNIVERSITAS PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA

(2)

RESUME Pemanfaatan Teknologi Internet of Military Things (IoMT) pada: “C4ISR, NIPRNet & SIPRNet, Military Satelite”

1. C4ISR

Pesatnya pertumbuhan kemajuan teknologi dan bidang komunikasi serta radar terjadi pada era globalisasi. Teknologi radar memiliki berbagai aplikasi dalam penerbangan, prediksi cuaca, navigasi, pekerjaan polisi, penelitian, deteksi objek luar angkasa, dan operasi militer. Pendirian Pusat Industri Radar Nasional di Indonesia bertujuan untuk mengamankan wilayah negara, menjaga penguasaan dan kemandirian teknologi, memenuhi kebutuhan pasar domestik dan regional, serta memberikan kontribusi terhadap perekonomian. Pengembangan industri ini akan meningkatkan kemandirian teknologi dan menyelaraskan dengan kompleksitas kebutuhan pertahanan, khususnya dalam integrasi konsep C4ISR (Command, Control, Communication, Computer, Intelligence, Surveillance, dan Reconnaissance) berdasarkan keperluan TNI. (Khotimah & Hendra, 2023)

C4ISR adalah konsep militer yang mencakup sistem, prosedur, dan teknik yang digunakan untuk mengumpulkan dan mendistribusikan informasi kepada pengambil keputusan. Hal ini penting untuk mendukung berbagai tingkat militer dan pemerintahan, dan tidak dapat berfungsi secara independen. C4ISR beroperasi dalam kerangka TI atau manajemen yang membantu dalam membuat keputusan strategis, merencanakan operasi, dan melaksanakan taktik. Dukungan ini dapat berkisar dari mata-mata lapangan hingga satelit pengawasan dan bahkan drone seukuran burung. Untuk memastikan efektivitas dan keandalan data dan informasi yang dikumpulkan, aset C4ISR militer harus selaras dengan kerangka strategis, operasional, dan taktis tertentu yang relevan dengan misi yang ada. Di era globalisasi, bencana alam menjadi ancaman peperangan asimetris dengan menimbulkan gangguan dan beban finansial bagi negara-negara yang terlibat perang. Bencana-bencana tersebut dapat menimbulkan korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerusakan harta benda, dan akibat negatif lainnya yang dapat dimanfaatkan oleh musuh. Dengan memanfaatkan teknologi C4ISR, sistem dapat mengumpulkan informasi dari berbagai sumber dan lokasi, termasuk dari titik kejadian, dan mampu membuat strategi dan keputusan yang efektif berdasarkan

(3)

informasi dari C4ISR (seperti menggunakan pengintegrasian drone, seismograf) dan komputasi kinerja tinggi (HPC), dan menyebarkan informasi ke device lainnya secara langsung. Konsep C4ISR bermanfaat dalam situasi pascabencana karena membantu mengumpulkan dan mendistribusikan informasi kepada para pengambil keputusan, sehingga memungkinkan pemerintah untuk memprioritaskan dan mengalokasikan sumber daya yang sesuai. Hal ini juga mencerminkan kolaborasi antara entitas sipil dan militer dalam mitigasi bencana, termasuk upaya-upaya seperti evakuasi, pencarian dan penyelamatan, dan rekonstruksi. Berdasarkan penelitian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa inovasi diperlukan untuk perencanaan mitigasi bencana melalui teknologi C4ISR dengan berbagai keunggulan dan sifat interoperabilitas diperhitungkan mampu menjadi provikasi bagi badan terkait untuk mengembangkannya guna menekan resiko dan mengurangi efek terburuk dari bencana yang terjadi. (Primayanti & Amelia, n.d.)

2. NIPRNet & SIPRNet

Jaringan Sistem Informasi Pertahanan (DISN) dalam Grid Informasi Global/Jaringan Informasi Global (GIG) adalah jaringan utama transportasi informasi global DoD. Jaringan ini terdiri dari NIPRNET, SIPRNET, DSN, dan DRSN, yang merupakan jaringan utama untuk menyediakan layanan jaringan transportasi gambar, suara, video, dan data jarak jauh. DISN yang berbasis darat bekerja sama dengan Layanan Penyiaran Global / Global Broadcasting Service (GBS). Ini telah meningkatkan mobilitas tentara di medan perang dan secara signifikan memengaruhi keberhasilan berbagai operasi kontingensi. Meskipun kemajuan ini telah dilakukan, masih ada masalah besar untuk memberikan pengguna yang kurang beruntung ke akses komunikasi broadband DISN dan layanan berbasis IP real-time. Makalah ini menyajikan struktur arsitektur yang diusulkan untuk menjembatani perbedaan dalam kapasitas komunikasi dan menyediakan kemampuan transportasi penting yang akan mengubah cara komunikasi medan perang di masa depan. Untuk memastikan pengiriman data C4ISR ke tepi, layanan nirkabel yang mulus dan menyeluruh dengan aset GIG sedang diuji dan dinilai.

WSDN memiliki kemampuan untuk memperluas layanan DISN ke lokasi tetap dan/atau bergerak di medan perang saat digunakan. Ini akan memberikan

(4)

kemampuan tambahan kepada Sistem Radio Taktis Gabungan/Sistem Radio Taktis Gabungan (JTRS) dan meningkatkan mobilitas untuk Pesawat Tempur Pengguna Jaringan Informasi-Taktis / Warfighter Information Network-Tactical (WIN-T). (Shah, 2005)

3. Military Satellite

Saat ini, teknologi keruangangkasaan menguasai aktivitas militer di ruang angkasa karena mampu menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi komandan. Teknologi ini telah menjadikan ruang angkasa sebagai mata, telinga, dan suara komandan militer. Bahkan ada pendapat bahwa operasi militer yang terkonsentrasi di ruang angkasa dapat membantu menyelamatkan Bumi dari kehancuran karena misi-misi pendukung sistem pertahanan keamanan di ruang angkasa, dalam banyak kasus, dapat mencegah keadaan yang tidak terkendali di Bumi. (Purba & Laksana, n.d.)

Salah satu contoh satelit yang banyak dipakai yaitu satelit navigasi global.

Satelit navigasi global mengirimkan sinyal navigasi kepada pengguna dari stasiun kendali di Bumi. Dengan menggunakan garis bujur, lintang, ketinggian, dan waktu, pengguna dapat menentukan posisinya. GNSS digunakan dalam militer, transportasi, penentuan geografis, dan penelitian. Satelit mengirimkan sinyal ke penerima pesawat, kapal, kendaraan, dan manusia untuk penentuan posisi. Satelit navigasi memberikan sinkronisasi waktu dan informasi lokasi geografis dalam waktu nyata.Untuk keperluan militer, satelit navigasi global digunakan, misalnya dalam perang, sistem satelit navigasi global digunakan untuk tujuan tertentu, seperti mengarahkan bom atau mengetahui lokasi pasukan. Dengan cara ini, Anda dapat mengidentifikasi teman dan lawan untuk menghindari tujuan yang salah dan mengontrol pergerakan pasukan. Salah satu contoh dalam perlombaan senjata antar benua ICBM (Intercontinental Ballistic Missile) adalah bahwa mereka dapat menghancurkan musuh dan seluruh perangkat persenjataan mereka dengan mengetahui lokasi misil musuh. (Bakara, 2011)

(5)

DAFTAR PUSTAKA

Bakara, J. (2011). Perkembangan Sistem Satelit Navigasi Global dan Aplikasinya. Berita Dirgantara, 12(2).

Khotimah, N. N., & Hendra, A. (2023). PENGEMBANGAN SISTEM KOMUNIKASI DAN RADAR SERTA INSTALASI SENJATA GUNA MENDUKUNG SISTEM PERTAHANAN DAN KEAMANAN RAKYAT SEMESTA (SISHANKAMRATA). Jurnal Pengabdian Mandiri, 2(1), 405–414.

Primayanti, L. P. I., & Amelia, F. (n.d.). Penggunaan C4ISR dalam Smart City untuk Mitigasi Bencana dalam Perspektif Peperangan Asimetris. PROCEEDING BOOK VOL. 2, 362.

Purba, E. P., & Laksana, I. G. N. D. (n.d.). Legalitas Aktivitas Militer di Ruang Angkasa Berdasarkan Ketentuan Piagam PBB dan Space Treaty 1967.

Shah, S. A. (2005). DISN advanced wireless mobile services (DAWMS) in global net-centric environment for the warfighter. MILCOM 2005 - 2005 IEEE Military Communications Conference, 2590-2595 Vol. 4.

https://doi.org/10.1109/MILCOM.2005.1606057

Referensi

Dokumen terkait