JIMKI merupakan simbol kompetensi sekaligus sumbangsih mahasiswa kedokteran Indonesia bagi dunia kedokteran dan kesehatan masyarakat. Sayangnya, jika kita renungkan, penelitian, jurnal, dan karya ilmiah lainnya - hasil pemikiran bangsa Indonesia - masih relatif kecil dibandingkan dengan negara maju. Mulai dari 96 kasus di Jakarta yang merupakan kasus DBD pertama yang dilaporkan di Indonesia hingga 78.960 kasus yang terjadi pada tahun 2004 dan tersebar di seluruh Indonesia.(4) Yang menarik dari penelitian ini adalah, meskipun DENV-3 ditemukan dominan serotipe pada infeksi virus dengue di Indonesia, namun pada beberapa penelitian seperti yang dilakukan di Bandung pada tahun 2000-2002, DENV-2 ditemukan sebagai serotipe yang paling banyak ditemukan.
PROFIL DATA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN KOMPLIKASI ULKUS DIABETIKUM DI RSU
Penelitian ini mendapatkan 135 medical health record (MDHs), namun 34 DMH (25%) dikeluarkan dengan rincian sebagai berikut: 21 DMH (15%) tidak ditemukan dan 13 DMH (10%) bukan DMH pada pasien diabetes melitus tipe 2 komplikasi ulkus diabetik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien DMT 2 dengan komplikasi ulkus diabetik tahun 2012 di RSU Dr. Prognosis 70% pasien dengan komplikasi ulkus diabetik baik, meskipun amputasi diperlukan dalam beberapa kasus.
KORELASI KARAKTERISTIK DEMOGRAFIS DAN KLINIS IBU HAMIL DENGAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan angka penggunaan kontrasepsi dengan menentukan kadar PSP pada ibu hamil serta karakteristik demografi dan klinis yang mempengaruhinya.Penelitian cross-sectional dilakukan pada 106 ibu hamil yang mengikuti pemeriksaan antenatal di Makassar Puskesmas Kelurahan Jakarta Timur. Selain itu, kekuatan korelasi karakteristik demografi dan klinis lainnya atau PSP sangat lemah. Hubungan usia dan kehamilan dengan pengetahuan, pendapatan dengan sikap, dan riwayat penggunaan kontrasepsi dengan perilaku lemah.
PASCAPERSALINAN
Riwayat kontrasepsi, usia ibu, dan usia kehamilan tidak berkorelasi kuat dengan PSP versus kontrasepsi postpartum. Strategi ini telah diterapkan di Indonesia, namun angka cakupan kontrasepsi pasca persalinan masih rendah.(8-10) Oleh karena itu diyakini ada faktor internal yang mempengaruhi penerimaan kontrasepsi yaitu pengetahuan, sikap dan perilaku (PSP). masyarakat tentang kontrasepsi setelah melahirkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik demografi dan klinis dengan PSP komunitas tentang kontrasepsi pasca persalinan.
Berdasarkan tanggapan responden dalam kuesioner yang dibagikan diperoleh gambaran mengenai tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat kabupaten Makassar terhadap kontrasepsi pasca persalinan. Dalam epidemiologi dikenal berbagai karakteristik masyarakat yang dalam model kepercayaan kesehatan mencakup faktor-faktor pengubah salah satunya adalah status sosial ekonomi (13-16) Studi ini menunjukkan korelasi status sosial ekonomi yang meliputi jenis pekerjaan, pendapatan dan tingkat pendidikan, dengan tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku terhadap penggunaan kontrasepsi setelah melahirkan. Namun, dalam penelitian ini, tidak ditemukan korelasi yang kuat antara karakteristik tersebut dan PPS dalam hubungannya dengan kontrasepsi pascapersalinan.
Padahal, kontrasepsi pasca persalinan sangat efektif mengatasi masalah akses dan kepatuhan masyarakat yang rendah. Selain itu, stigma masyarakat mengenai efek samping kontrasepsi pasca melahirkan juga mempengaruhi angka penggunaan kontrasepsi pasca melahirkan. Faktor lain yang diduga dapat mempengaruhi pengetahuan, sikap dan perilaku responden terhadap kontrasepsi pasca persalinan adalah riwayat penggunaan kontrasepsi sebelumnya.
Dengan kata lain, penggunaan KB lebih dini tidak menjamin seseorang akan lebih memahami pentingnya KB pasca melahirkan dan lebih baik dalam menggunakan KB nantinya.
POTENSI TILAPIA HEPSIDIN 1-5 (TH1-5) PADA IKAN MUJAIR (OREOCHROMISMOSSAMBICUS)
Ikan mujair (Oreochromis mossambicus) merupakan spesies yang mengandung TH1-5 dalam jumlah besar sehingga banyak digunakan oleh para peneliti untuk mengatasi masalah JE. Aktivitas yang dimiliki TH1-5 dalam pengobatan masalah JE meliputi: antivirus, neuroprotektif, aktivitas antioksidan.
SEBAGAIAGEN ANTIVIRAL, NEUROPROTEKTIF, DAN IMUNOMODULATOR
SOLUSI MUTAKHIR PERMASALAHAN JAPANESE ENCEPHALITIS DI BALI
Ikan mujair (Oreochromis mossambicus) merupakan jenis ikan yang mengandung TH1-5 dalam jumlah besar, sehingga ikan ini banyak digunakan oleh para peneliti untuk mengatasi masalah JE. Ikan mujair sendiri sangat mudah didapatkan karena sebaran ikan mujair meliputi sebagian besar perairan di Indonesia. Selain itu pemanfaatan ikan mujair sebagai terapi kuratif dan preventif JE di Indonesia dapat meningkatkan ekonomi masyarakat selain bidang kesehatan.
Estimasi analisis laba kotor budidaya ikan nila di Indonesia adalah Rp 644.160,00 dengan mempertimbangkan biaya benih, sewa, pakan, obat-obatan dan pupuk.(7). Pada ikan nila (Oreochromis mossambicus), hepsidin diekspresikan dalam tiga bentuk yaitu TH2-3 dengan terminal amino (urutan Q-S-HL-S-L), TH1-5 dan TH2-2. Dengan memperhitungkan biaya bibit, sewa, pakan, pestisida dan pupuk, keuntungan budidaya ikan nila per bulan mencapai Rp.
Hal ini merupakan potensi alam yang sangat baik bagi pengembangan perikanan khususnya ikan nila di Indonesia. Selain itu, masih banyak potensi lain yang bermanfaat seperti penelitian medis menggunakan ikan mujair. Oleh karena itu budidaya ikan nila diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, dan TH1-5 yang terkandung dalam ikan nila dapat bermanfaat dalam bidang kesehatan khususnya untuk mengatasi masalah Japanese Encephalitis di Indonesia.
Oleh karena itu pemanfaatan ikan nila yang mengandung TH1-5 sebagai terapi JE sangat potensial untuk mengatasi masalah tersebut.
UMBILICAL CORD-MESENCHYMAL STEM CELLS (UC- MSCS) DAN STEM CELL MARKER TRA-1-60:INTERAKSI
Sel punca tali pusat (UC-MSCs) merupakan jenis sel punca yang paling banyak tersebar di antara sel punca lainnya. Selain itu, stem cell turunan tali pusat merupakan sumber umbilical cord-mesenchymal hematopoietic stem cell (UC-MSCs) yang berpotensi untuk digunakan sebagai terapi pada berbagai penyakit, khususnya pada PGK. Studi terbaru menunjukkan bahwa MSC yang berasal dari tali pusat (sel punca tali pusat-mesenkimal) memiliki jumlah sel punca tertinggi.
Selain itu, UC-MSCs dapat dengan mudah diperoleh di tali pusat dan tidak menimbulkan masalah etika seperti sel punca yang berasal dari janin (fetal stem cell). Sel punca turunan embrio hadir dalam massa sel bagian dalam (ICM) blastokista dan merupakan sumber potensial sel punca berpotensi majemuk (hESC). Sel induk berpotensi majemuk yang berasal dari embrio dapat berkembang menjadi banyak sel secara in vitro.
Selain itu, stem cell turunan tali pusat merupakan sumber hematopoietic umbilical cord mesenchymal stem cells (UC-MSCs) yang berpotensi untuk digunakan sebagai terapi berbagai penyakit. Sel punca mesenkim tali pusat (UC-MSCs) merupakan sumber sel punca yang kaya akan sifat multipoten. Stimulasi stem cell oleh TRA-1-60 merangsang UC-MSCs untuk bertindak sesuai fungsinya dalam memperbaiki kerusakan yang terjadi.
Penggunaan Umbilical Cord Mesenchymal Stem Cells (UC-MSCs) dengan menggunakan penanda stem cell yaitu TRA-1-60 dinilai memiliki potensi besar untuk diterapkan pada pasien CRF.
METODE HLIT [SHLA-G (SOLUBLE HUMAN LEUKOCYTE ANTIGEN-G) DAN LILRB1 (LEUKOCYTE
Preeklampsia merupakan penyakit kehamilan dengan morbiditas dan mortalitas yang tinggi baik bagi ibu maupun bayinya. Patogenesis preeklamsia yang sangat penting adalah maladaptasi sistem imun ibu terhadap janin yang diperankan oleh HLA-G. Metode HLIT memeriksa sHLA-G dalam serum ibu dengan mendeteksi pengikatan antara reseptor LILRB1 pada monosit perifer dan sHLA-G dalam serum ibu menggunakan teknik Direct ELISA.
Metode HLIT memiliki berbagai kelebihan dan keunggulan sehingga memiliki prospek yang cerah di masa mendatang. Preeklampsia merupakan penyakit kehamilan yang memiliki morbiditas dan mortalitas yang tinggi bagi ibu dan anak. Preeklampsia yang sering terjadi tidak disadari oleh ibu hamil dan berkembang menjadi komplikasi sehingga diperlukan metode diagnosis baru secara dini.
Patogenesis utama preeklampsia adalah sistem imun maladaptif dari ibu ke janin, di mana HLA-G berperan. Angka kematian ibu (AKI) merupakan salah satu indikator kesehatan suatu negara yang secara langsung akan mempengaruhi keberhasilan pembangunan kesehatan. Secara umum, 10-15% kematian ibu berhubungan langsung dengan preeklampsia.(1) Di Indonesia, kematian ibu akibat preeklampsia diperkirakan sebesar 23% pada tahun 2010.(2).
Preeklampsia merupakan sindrom spesifik kehamilan yang penyebabnya belum diketahui secara pasti (3) Terdapat beberapa faktor risiko yang berhubungan dengan terjadinya preeklampsia, diantaranya sebanyak 3-.
IMMUNOGLOBULIN-LIKE RECEPTOR B1) IMMUNOLOGY TEST] SEBAGAI TEROBOSAN TERBARU DIAGNOSIS
Ketika HLA-G berikatan dengan reseptor ini maka akan terjadi toleransi terhadap kelangsungan hidup janin, dimana pengikatan ini akan menghambat lisis sel NK dan sitotoksisitas CTL (cytotoxic T lymphocyte). Sel-sel ini terutama terletak di miometrium distal jaringan janin, di mana sel-sel sistem kekebalan bawaan, seperti sel NK dan makrofag, mendominasi desidua. HLA-G dapat menghambat migrasi transendotel sel NK dan dapat menghambat sitolisis yang dimediasi oleh sel NK dan sel T CD8+ spesifik antigen.
-G mengenali reseptor ILT (immunoglobulin-like transcript) yang diekspresikan oleh limfosit T dan B, serta sel NK dan sel fagosit mononuklear. LILRB1 terdeteksi di beberapa APC, termasuk semua sel dendritik dan makrofag, 20% sel NK, dan 10% sel T. Di pinggiran, LILRB1 juga diekspresikan oleh limfosit T dan B perifer, sel NK, dan monosit.9, 10.
Selain itu terdapat reseptor sel NK yang dapat berikatan dengan HLA-G yaitu KIR2DL4 dan LILRB1. HLA-G adalah bagian dari mekanisme yang memungkinkan trofoblas masuk tanpa diserang oleh limfosit desidua dan sel NK. Hal ini disebabkan adanya HLA-G yang diekspresikan oleh trofoblas janin untuk melindungi dirinya dari penghancuran (lisis) oleh sel NK ibu.
HLA-G melimpah pada trimester pertama kehamilan, yang akan menghasilkan efek perlindungan terhadap kerusakan sel NK (7,13,15). Peran sHLA-G sebagai pertahanan janin terhadap sistem imun ibu pada kehamilan adalah untuk melindungi trofoblas yang akan berikatan dengan reseptor pada sel T, sel B, sel Nk dan APC, dimana reseptor inhibisi yang dominan adalah LILRB1. Pengikatan ini akan menginduksi toleransi sistem imun ibu terhadap janin dengan menekan lisis oleh sel NK dan sitotoksisitas oleh CTL.
KETOASIDOSIS DIABETIK PADA DIABETES MELITUS TIPE I
Dibandingkan dengan kegawatdaruratan lain di bidang pediatri, KAD pada DM relatif jarang terjadi namun dapat berakibat fatal. Diskusi: Pada kasus ini, keluhan utama pasien tidak spesifik DM tipe 1 sehingga awalnya pasien tidak terdiagnosis. Terakhir, penting bagi dokter untuk mendiagnosis dan mengelola DKA dengan benar pada DM tipe 1.
Ketoasidosis diabetik (DKA) merupakan keadaan akhir dari kelainan metabolik akibat defisiensi insulin yang berat.(1,2) Kondisi ini dapat terjadi. Anak dan remaja yang mengalami DKA harus ditangani secara menyeluruh di puskesmas yang memiliki protokol penatalaksanaan DKA dan berpengalaman menangani kasus serupa.(6) Oleh karena itu, melalui laporan kasus ini, penulis ingin memberikan contoh kasus DKA di anak yang berperilaku menjadi keluar, serta gambaran manajemen. Riwayat sakit tenggorokan disertai demam tinggi disangkal Riwayat penyakit keluarga yaitu diabetes melitus (-), hipertensi (+) pada kakek pasien, penyakit tiroid (-), riwayat penyakit jantung (-), penyakit paru-paru (-), asma (- ), alergi obat/makanan.
Diagnosis, Pengobatan dan Prognosis Berdasarkan hasil anamnesis dan pemeriksaan di atas, maka pasien didiagnosis sebagai ketoasidosis diabetikum pada diabetes melitus tipe 1. Selain itu, terjadi pada anak yang tidak mengonsumsi insulin sesuai dosis (defisiensi) dan pada anak dengan penyakit yang belum sembuh. Pasien tidak memiliki riwayat klinis DM, namun menurut data epidemiologi DKA terjadi pada 20-40% kasus DM onset baru.
Selain itu, aspek lain yang belum dilakukan pada pasien tersebut adalah pemantauan keberhasilan terapi dalam hal ketosis.