Tugas: Rangkuman pertemuan tiga
Materi: KAREKTERISTIK ANAK BERBAKAT DAN PERMASALAHAN Nama: Eva Handayani
Nim: 24003265
JURNAL ABADIMAS ADI BUANA VOL. 02. NO. 1, JULI 2018 Penulis: Khairun Nisa, Sambira Mambela dan Lutfi Isni Badiah
Judul: KARAKTERISTIK DAN KEBUTUHAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
Berikut adalah rangkuman dari karakteristik dan kebutuhan anak berkebutuhan khusus (ABK) berdasarkan kategori yang berbeda:
1. Tunanetra
Definisi: Anak-anak tunanetra mengalami gangguan pada fungsi penglihatan.
Kategori:
Buta Total: Memiliki sedikit atau tanpa persepsi cahaya. Mengandalkan indera pendengaran dan peraba.
Buta Fungsional: Memiliki sisa penglihatan untuk mengidentifikasi cahaya.
Memanfaatkan sisa penglihatan untuk orientasi dan mobilitas.
Low Vision: Memiliki sisa penglihatan yang memungkinkan untuk membaca huruf dan angka dengan bantuan alat bantu.
Kebutuhan:
Menggunakan tulisan Braille.
Menggunakan media pembelajaran berbentuk tiruan atau replika.
Menggunakan teknologi aksesibilitas dan fasilitas umum yang ramah tunanetra.
2. Tunarungu
Definisi: Anak-anak tunarungu mengalami gangguan pendengaran yang dapat bervariasi dari tuli total hingga kurang dengar.
Kategori:
Tuli: Tidak dapat mendengar sama sekali.
Kurang Dengar: Masih dapat mendengar, mungkin dengan bantuan alat bantu.
Kebutuhan:
Metode komunikasi yang melibatkan bahasa isyarat dan mimik mulut yang jelas.
Pendekatan Komunikasi Total (Komtal) yang menggabungkan bahasa isyarat dan komunikasi verbal.
3. Tunagrahita
Definisi: Anak-anak tunagrahita mengalami keterbatasan intelegensi yang mempengaruhi kemampuan belajar dan aktivitas sehari-hari.
Kategori:
Ringan: IQ 65-80, masih dapat didik.
Sedang: IQ 50-65, membutuhkan latihan khusus.
Berat: IQ 35-50, membutuhkan perawatan khusus.
Kebutuhan:
Pendekatan pembelajaran yang disesuaikan dengan kecepatan dan kemampuan.
Latihan bina diri untuk kemandirian bagi yang mampu latih.
4. Tunadaksa
Definisi: Anak-anak tunadaksa mengalami gangguan motorik yang mempengaruhi kemampuan bergerak.
Kategori:
Contoh: Club-foot, Club-hand, Polydactylism, dll.
Kebutuhan:
Metode pembelajaran yang disesuaikan dengan kemampuan motorik.
Latihan soft skills dan keterampilan untuk memanfaatkan sisa fungsi gerak.
Dukungan sosial emosional untuk mengatasi rasa minder dan bullying.
5. Tunalaras
Definisi: Anak-anak tunalaras mengalami gangguan perilaku, sosial, dan emosional yang menyebabkan penentangan terhadap norma sosial dan aturan.
Kebutuhan:
Layanan konseling dan rehabilitasi untuk membentuk perilaku yang sesuai dengan norma sosial.
Pendekatan khusus dalam pendidikan untuk mengatasi masalah perilaku.
6. Anak Cerdas dan Bakat Istimewa
Definisi: Anak-anak dengan kecerdasan dan bakat istimewa memiliki kemampuan di atas rata-rata dalam berbagai aspek.
Kebutuhan:
Layanan pendidikan yang mendukung perkembangan pesat dalam aspek tertentu (pengetahuan, seni, kinestetik).
Dukungan konseling untuk membantu mengelola stres dan kegagalan, serta memperkuat aspek sosial emosional.