Volume 3
Number 1 JILS VOLUME 3 No.1 Article 7
4-21-2020
HUKUM KREDIT KEPEMILIKAN RUMAH (KPR) DALAM HUKUM KREDIT KEPEMILIKAN RUMAH (KPR) DALAM PERSPEKTIF ISLAM
PERSPEKTIF ISLAM
Ira Apriyanti
Follow this and additional works at: https://scholarhub.ui.ac.id/jils
Part of the Islamic Studies Commons, and the Religion Law Commons Recommended Citation
Recommended Citation
Apriyanti, Ira (2020) "HUKUM KREDIT KEPEMILIKAN RUMAH (KPR) DALAM PERSPEKTIF ISLAM," Journal of Islamic Law Studies: Vol. 3 : No. 1 , Article 7.
Available at: https://scholarhub.ui.ac.id/jils/vol3/iss1/7
This Article is brought to you for free and open access by the Faculty of Law at UI Scholars Hub. It has been accepted for inclusion in Journal of Islamic Law Studies by an authorized editor of UI Scholars Hub.
Centre of Islam and Islamic Law Studies Lembaga Kajian Islam dan Hukum Islam
Faculty of Law, Universitas Indonesia 1
HUKUM KREDIT KEPEMILIKAN RUMAH (KPR) DALAM PERSPEKTIF ISLAM
Ira Apriyanti
Fakultas Hukum Universitas Indonesia
Jl. Prof. Mr Djokosoetono, Pondok Cina, Beji, Depok, Jawa Barat 16424
Abstrak:
Rumah merupakan salah satu kebutuhan primer yang harus dipenuhi. Pentingnya memenuhi kebutuhan tersebut menyebabkan kebutuhan akan rumah semakin meningkat setiap tahunnya. Dibandingkan pada periode tahun 2018, pertumbuhan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) pada Januari 2019 meningkat sebanyak 147 basis poin (bps) dari yang awalnya 10,89% menjadi 12,36%. Diperkirakan pertumbuhan kredit diperkirakan akan meningkat sejalan dengan optimisme terhadap kondisi moneter dan ekonomi yang menguat didukung dengan risiko penyaluran kredit yang relatif terjaga. Namun dalam memenuhi kebutuhan tersebut, tidak sedikit orang yang kesulitan untuk membeli rumah secara tunai. Akibatnya banyak bank yang menawarkan berbagai macam pilihan untuk menjembatani pemenuhan kebutuhan masyarakat akan hunian yang nyaman dengan pihak developer dengan menerapkan prinsip kredit dalam melakukan transaksinya. Dalam transaksi tersebut, terjadi akad pinjam meminjam disertai dengan bunga yang terus meningkat setiap tahunnya. Paper ini akan meninjau hukum Kredit Kepemilikan Rumah oleh bank konvensional yang ditinjau berdasarkan hukum Islam.
Kata Kunci: rumah, Kredit Kepemilikan Rumah, bank konvensional, kredit, Syariah
Abstract:
Home is one of the primary needs that must be reached. The importance of sufficing these needs causes the demand for homes is increasing every year. Compared to 2018, the growth of Home Ownership Loans (KPR) in January 2019 increased by 147 basis points (bps) from the original 10.89% to 12.36%. It is estimated that credit growth is expected to increase in line with optimism about the strengthening monetary and economic conditions, supported by the risk of lending that is relatively well maintained. But to fulfilling these needs, not every person can easily buy a house in cash. As a result, many banks offer a variety of options to bridge the fulfilment of society needs for housing with the developer by applying the principle of credit in conducting transactions. In this conventional transaction, a loan agreement is accompanied by interest that continues to increase every year.
Accordingly this paper will review the House Ownership Credit law by conventional banks based on Islamic law.
Keywords: home, Home Ownership Loans, conventional banks, loans, Sharia
PENDAHULUAN
Rumah merupakan salah satu dari tiga kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi dalam menjalani kehidupannya. Kebutuhan akan papan ini termasuk ke dalam jenis kebutuhan primer disamping sandang
1dan pangan
2dimana jika tidak dipenuhi akan memiliki dampak langsung kepada kehidupan manusia seperti ancaman penyakit, kehujanan, sinar terik matahari, gangguan hewan buas, pencurian, ketiadaan privasi, hingga tidak adanya lingkungan bagi manusia untuk merawat dan membesarkan keluarga. Kebutuhan akan hunian merupakan
1 Pakaian manusia
2 Sumber makanan bagi manusia
Centre of Islam and Islamic Law Studies Lembaga Kajian Islam dan Hukum Islam
Faculty of Law, Universitas Indonesia 2
kebutuhan yang tidak dapat ditinggalkan sebab rumah memiliki fungsi strategis bagi kehidupan manusia yakni sebagai pusat pendidikan keluarga, peningkatan kualitas generasi mendatang, pemantapan jati diri, hingga persemaian budaya. Rumah sendiri berdasarkan Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1992 Tentang Perumahan dan Pemukiman adalah bangunan yang berfungsi sebagai tempat tinggal dan hunian bagi pembinaan keluarga.
3Rumah menjadi pilar dari awal pembentukan sebuah peradaban manusia yang maju. Pentingnya kebutuhan akan hunian ini membuat banyak orang berusaha untuk memenuhi kebutuhan primer tersebut.
Hal ini sesuai dengan estimasi kebutuhan rumah masyarakat Indonesia yang mencapai 1,2 juta unit per tahun.
4Dalam rangka memenuhi kebutuhan tersebut, terdapat segelintir masyarakat yang mampu membeli secara tunai dan ada sebagian lain yang membeli rumah menggunakan sistem kredit melalui bank. Harga rumah yang mahal membuat banyak orang berpikir untuk membeli rumah melalui kredit agar dapat langsung dimiliki hanya dengan uang muka saja dan sisanya dibayar secara rutin setiap bulan. Hal itu banyak dilakukan oleh masyarakat untuk dapat segera memiliki rumah sebab apabila menunggu hingga uang tersebut mencukupi untuk membeli satu unit rumah akan memakan waktu yang sangat lama. Oleh karena itu pilihan kredit menjadi salah satu pilihan yang lebih disukai oleh masyarakat dalam memenuhi salah satu kebutuhan primer ini jika dibandingkan dengan pembelian secara tunai. Dalam kondisi tersebut, bank menjadi pihak ketiga yang menjembatani kebutuhan akan hunian antara masyarakat dengan pengembang perumahan. Melalui produk kreditnya, bank dapat memberikan bantuan untuk meringankan beban pembayaran dalam pembelian rumah. Hal ini mengakibatkan kenaikan akan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) semakin meningkat. Dibandingkan pada periode tahun 2018, pertumbuhan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) pada Januari 2019 meningkat sebanyak 147 basis poin (bps) dari yang awalnya 10,89% menjadi 12,36%. Selain itu meskipun pada kuartal III permintaan KPR menurun, namun pada kuartal IV tahun 2019, pertumbuhan kredit diperkirakan akan meningkat sejalan dengan optimisme terhadap kondisi moneter dan ekonomi yang menguat didukung dengan risiko penyaluran kredit yang relatif terjaga.
5Hal ini menunjukkan bahwa setiap tahun terjadi peningkatan pengguna KPR di Indonesia.
3 Indonesia, UU No. 4 Tahun 1992, UU Tentang Perumahan dan Pemukiman, Pasal 1 Angka 1
4 Pramdia Arhando Julianto, “Hingga 2025, Kebutuhan Rumah di Indonesia Tembus 30 Juta Unit”, https://money.kompas.com/read/2016/09/17/195151226/hingga.2025.kebutuhan.rumah.di.indonesia.tembus.30.j uta.unit diakses pada 25 November 2019
5 Bisnis.com, “2019, Pengguna Fasilitas KPR Meningkat”,
https://bisnis.tempo.co/read/1192643/2019-pengguna-fasilitas-kpr-meningkat, diakses pada 25 November 2019
Centre of Islam and Islamic Law Studies Lembaga Kajian Islam dan Hukum Islam
Faculty of Law, Universitas Indonesia 3
Gambar 1. Grafik KPR dari Tahun ke Tahun
Sumber: Bank Indonesia
PEMBAHASAN
Kredit sendiri merupakan penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga.
6Istilah ini berasal dari Bahasa Latin “credere” yang memiliki makna kepercayaan atau trust. Dapat dikatakan bahwa kreditur dalam memberikan kredit kepada debitur terdapat suatu kepercayaan bahwa debitur dalam waktu dan syarat-syarat yang telah disetujui bersama, dapat mengembalikan atau membayar kembali kredit yang bersangkutan.
7Jika dilihat dari sudut pandang Ekonomi, kredit merupakan penundaan pembayaran karena pengembalian atas penerimaan uang dana atau suatu barang tidak dilakukan bersamaan pada saatnya menerima, melainkan pengembaliannya dilakukan pada masa tertentu yang akan datang.
8Sebelum memberikan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR), terdapat perjanjian kredit antara pihak bank dengan masyarakat. Perjanjian adalah suatu peristiwa dimana dua orang atau dua pihak saling berjanji untuk melakukan suatu hal atau dapat dikatakan merupakan suatu persetujuan yang dibuat oleh dua pihak atau lebih, masing-masing bersepakat akan menaati apa yang disebut dalam persetujuan itu. Dari peristiwa tersebut timbul suatu hubungan hukum diantara pihak-pihak yang mengadakan perjanjian. Hubungan hukum yang terjadi dari perikatan itu menjadi dasar bagi salah satu pihak untuk menuntut suatu prestasi dari pihak lain
6 Indonesia, UU No. 10 Tahun 1998, Undang-Undang Tentang Perbankan, Psl 1 angka 11
7 Rachmadi Usman, Aspek-Aspek Hukum Perbankan di Indonesia, (Jakarta: PT Gramedika Pustaka Utama, 2001), hlm 236.
8 Johannes Ibrahim, Cross Default & Cross Collateral dalam Upaya Penyelesaian Kredit Bermasalah, (Bandung: PT Refika Aditama, 2004), hlm 17.
Centre of Islam and Islamic Law Studies Lembaga Kajian Islam dan Hukum Islam
Faculty of Law, Universitas Indonesia 4
yang berkewajiban untuk memenuhi tuntutan dari pihak lain atau sebaliknya
9Di dalam suatu perjanjian, para pihak memiliki hak dan kewajiban masing yang harus dipenuhi.
Dalam memberikan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR), bank memberikan solusi untuk meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan akan rumah. Dalam hal ini, produk KPR pada perbankan konvensional akadnya didasarkan pada prinsip pinjam-meminjam dengan memanfaatkan bunga sebagai variabelnya. Hubungan yang terjalin antara pihak bank dan nasabah yang mengambil produk KPR ini hubungan antara kreditur dan debitur. Pihak bank mengucurkan pinjaman bagi nasabah yang dimanfaatkan untuk keperluan KPR. Jika debitur telah membayar uang muka, maka pihak bank akan membayar hunian tersebut kepada developer atau pemilik bangunan. Total harga hunian akan dikurangi dengan jumlah uang muka yang dibayar, lalu sisa dari jumlah tersebut akan dibayar secara berangsur oleh debitur kepada pihak bank selama jangka waktu tertentu dengan dikenakan bunga setiap bulannya.
Apabila harga satu unit rumah sebesar Rp300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) dengan uang muka sebesar Rp45.000.000,- (empat puluh lima juta rupiah), maka sisa sebesar Rp255.000.000,- (dua ratus lima puluh lima juta rupiah) dianggap sebagai hutang debitur yang harus dibayar dalam jangka waktu tertentu setiap bulannya. Jumlah yang harus dibayar selama jangka waktu tertentu melebihi jumlah sisa yang harus dibayar seperti simulasi yang Penulis sampaikan di bawah ini:
Gambar 2. Simulasi KPR Konvensional
Sumber: BTN Properti
9 Ibid
Centre of Islam and Islamic Law Studies Lembaga Kajian Islam dan Hukum Islam
Faculty of Law, Universitas Indonesia 5
Gambar 3. Perhitungan KPR Konvensional
Sumber: BTN Properti
Dengan menggunakan suku bunga anuitas
10, non-subsidi, suku bunga per tahun sebesar 8.99%, masa pinjaman selama 30 tahun
11, masa kredit fix selama 1 tahun, dan suku bunga floating sebesar 13,5%
12maka uang muka total yang harus dibayar sebesar Rp66.416.000 dan total angsuran yang harus dibayar selama 30 tahun sebesar Rp1.059.792.200.
13Sehingga total harga hunian yang harus dibayar adalah sebesar Rp1.126.208.200. Transaksi yang mengandung bunga seperti ini termasuk ke dalam bagian dari riba yang diharamkan oleh Islam.
Sebab dari yang awalnya Rp255.000.000,- (dua ratus lima puluh lima juta rupiah), angsuran yang harus dibayar adalah sebesar Rp1.126.208.200. Dalam Islam, terdapat istilah Qardhun Hasan atau pinjaman yang baik dimana jika seseorang meminjam sebesar Rp10.000.000,-
10 Bunga yang dihitung dari sisa pinjaman yang belum dibayar
11 Semakin lama jangka waktu pembayaran maka akan semakin mahal pula harga yang harus dibayar
12 Relatif dan tidak tetap, mengikuti suku bunga Bank Indonesia yang berlaku pada tahun tersebut
13 Lampiran
Centre of Islam and Islamic Law Studies Lembaga Kajian Islam dan Hukum Islam
Faculty of Law, Universitas Indonesia 6
(sepuluh juta rupiah) maka yang dikembalikan juga harus Rp10.000.000,- rupiah sebab pinjaman dalam Islam pada dasarnya dilakukan untuk membantu dan tidak mengambil keuntungan. Pemberian kredit sendiri memiliki beberapa tujuan yang hendak dicapai yaitu antara lain:
141. Mencari keuntungan
Bertujuan agar kelangsungan hidup perusahaan terjamin, dan dapat memperluas usahanya serta dapat membesarkan usaha bank
2. Membantu usaha nasabah
Agar dapat mengembangkan dan mempertahankan usaha nasabahnya.
3. Membantu pemerintah
Dalam rangka peningkatan pembangunan di berbagai sektor.
Dalam hal pemberian kredit bertujuan untuk mencari keuntungan, hal ini tidak sesuai dengan prinsip meminjam dalam Islam seperti yang disampaikan oleh Ibnu Qudamah rahimahullah yang berkata,
َغِب ، ٌما َرَح َوُهَف ، ُهَدي ِزَي ْنَأ ِهيِف َط َرَش ٍض ْرَق ُّلُك َو ٍف َلَ ِخ ِرْي
“Setiap utang yang dipersyaratkan ada tambahan, maka itu adalah haram. Hal ini tanpa diperselisihkan oleh para ulama.” (Al Mughni, 6: 436)
Dalil tersebut mengemukakan bahwa transaksi yang mengandung riba (tambahan) adalah haram. Dalam hal ini transaksi Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) masuk ke dalam salah satu transaksi yang mengandung riba.
Selain itu dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,
ِ هاللَّ ُلوُس َر َنَعَل -
ملسو هيلع الله ىلص ُهَلِكوُم َو اَب ِِّرلا َلِكآ -
.ٌءا َوَس ْمُه َلاَق َو ِهْيَدِهاَش َو ُهَبِتاَك َو
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pemakan riba (rentenir), penyetor riba (nasabah yang meminjam), penulis transaksi riba (sekretaris) dan dua saksi yang menyaksikan transaksi riba.” Kata beliau, “Semuanya sama dalam dosa.” (HR. Muslim no. 1598).
Penyetor riba atau orang yang melunasi hutang KPR-nya juga terkena dosa karena mereka telah menolong dalam kebatilan. Imam Nawawi rahimahullah juga berkata, “Dalam hadits di atas bisa disimpulkan mengenai haramnya saling menolong dalam kebatilan.” (Syarh Shahih Muslim, 11: 23).
14 Kasmir, Manajemen Perbankan, (Jakarta: PT Rajagrafindo Persada, 2002)
Centre of Islam and Islamic Law Studies Lembaga Kajian Islam dan Hukum Islam
Faculty of Law, Universitas Indonesia 7
Allah juga telah memperingati akan buruknya dan bahaya riba, “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.
Dalam Surah Al-Baqarah ayat 275 juga dijelaskan mengenai larangan melakukan riba, َكِلََٰذ ۚ ِ سَمْلا َنِم ُناَطْيَّشلا ُهُطَّبَخَتَي يِذَّلا ُموُقَي اَمَك َّلَِإ َنوُموُقَي َلَ اَب ِ رلا َنوُلُكْأَي َنيِذَّلا اَب ِ رلا ُلْثِم ُعْيَبْلا اَمَّنِإ اوُلاَق ْمُهَّنَأِب
َّرَح َو َعْيَبْلا ُ َّاللَّ َّلَحَأ َو َف َداَع ْنَم َو ۖ ِ َّاللَّ ىَلِإ ُهُرْمَأ َو َفَلَس اَم ُهَلَف َٰىَهَتْناَف ِهِ ب َر ْنِم ٌةَظِع ْوَم ُهَءاَج ْنَمَف ۚ اَب ِ رلا َم
َكِئََٰلوُأ ُباَحْصَأ
َنوُدِلاَخ اَهيِف ْمُه ۖ ِراَّنلا
Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Rabbnya, lalu berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan) dan urusannya (terserah) kepada Allah. Siapa yang mengulangi (mengambil riba), maka mereka itu adalah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” [Al-Baqarah: 275]
“Tidak ada seorang pun yang banyak melakukan praktek riba kecuali akhir dari urusannya adalah hartanya menjadi sedikit.” (HR. Ibnu Majah, dari shahabat ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, dishahihkan oleh Al-Imam Al-Albani rahimahullah dalam Shahih Ibnu Majah)
Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa ‘Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata:
“Barangsiapa yang senantiasa melakukan praktek riba dan dia enggan untuk meninggalkannya, maka seorang imam (pemimpin) kaum muslimin berhak memerintahkannya untuk bertaubat, jika dia mau meninggalkan praktek riba (bertaubat darinya), maka itu yang diharapkan, namun jika dia tetap enggan, maka hukumannya adalah dipenggal lehernya.”
Bukan hanya pemakan riba namun penyetor riba yaitu nasabah yang meminjam pun tak lepas dari larangan. Ada hadits dalam Shahih Muslim, dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,
ِ هاللَّ ُلوُس َر َنَعَل -
ملسو هيلع الله ىلص .ٌءا َوَس ْمُه َلاَق َو ِهْيَدِهاَش َو ُهَبِتاَك َو ُهَلِكوُم َو اَب ِِّرلا َلِكآ -
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pemakan riba (rentenir), penyetor riba (nasabah yang meminjam), penulis transaksi riba (sekretaris) dan dua saksi yang menyaksikan transaksi riba.” Kata beliau, “Semuanya sama dalam dosa.” (HR.
Muslim no. 1598).
Centre of Islam and Islamic Law Studies Lembaga Kajian Islam dan Hukum Islam
Faculty of Law, Universitas Indonesia 8
ُهْنِم َكَل ٌرْيَخ َوُه اَم ِهِب ُ هاللَّ َكَلهدَب هلاِإ ِ ه ِلِلّ اًئْيَش َعَدَت ْنَل َكهنِإ
“Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Allah akan mengganti bagimu dengan yang lebih baik bagimu.” (HR. Ahmad 5: 363. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).
Dengan demikian riba adalah tindakan yang haram dan sebagai umat muslim dilarang turut serta dalam transaksi riba termasuk pula menjadi peminjam. Selain itu, ada banyak cara yang dilakukan dalam membeli rumah tanpa menggunakan bunga yaitu melalui Kredit Kepemilikan (KPR) Syariah. Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) konvensional berbeda dengan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) Syariah dimana dalam Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) Syariah tidak dikenakan kredit berbunga melainkan melalui mekanisme jual beli yang halal yang disebut ‘Bai’ al Murabahah li al Amir bi as Syiraa’. Jual beli sendiri terdiri dari dua suku kata yaitu “jual dan beli”. Kata jual menunjukkan adanya perbuatan menjual sedangkan beli adalah adanya perbuatan membeli.
15Kata jual menunjukkan bahwa adanya perbuatan menjual, sedangkan beli adalah adanya perbuatan membeli. Dengan demikian perkataan jual beli menunjukkan adanya dua perbuatan dalam satu peristiwa, yaitu satu pihak menjual dan dipihak yang lain membeli, maka dalam hal ini terjadilah peristiwa hukum jual beli.
16Berdasarkan hal tersebut, jual beli dapat terjadi melalui cara:
a. Pertukaran harta antara dua pihak atas dasar saling rela; dan
b. Memindahkan milik dengan ganti yang dapat dibenarkan yaitu berupa alat tukar yang diakui sah dalam lalu lintas perdagangan
Dalam Islam jual beli merupakan suatu bentuk kerjasama tolong menolong antar sesama manusia mempunyai landasan yang kuat dalam al-Qur'an, al-Sunnah, yaitu di antaranya:
1. Beberapa ayat al-Qur’an tentang jual beli: Surat al-Baqarah ayat 275 Artinya: “Dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (QS. al-Baqarah: 275) 2. Landasan as-Sunnah antara lain : Hadis dari Rifa’I ibn Rafi’ Artinya: “Rasulullah saw.
ditanya salah seorang sahabat mengenai pekerjaan (profesi) apa yang paling baik.
15 Chairuman Pasaribu dan Suhrawardi K. Lubis, Hukum Perjanjian dalam Islam, ( Jakarta: Sinar Grafika, 1994), hlm 33
16 Suhrawardi K Lubis, Hukum Ekonomi Islam, (Jakarta: Sinar Grafika, Cet III, 2004), hlm 128.
Centre of Islam and Islamic Law Studies Lembaga Kajian Islam dan Hukum Islam
Faculty of Law, Universitas Indonesia 9
Rasulullah ketika itu menjawab usaha tangan manusia sendiri dan setiap jual beli yang diberkahi”
17Dalam Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) Syariah, pihak bank membelikan rumah dari developer rumah untuk kemudian pihak bank Syariah menjual rumah tersebut kepada debitur dengan harga yang lebih tinggi daripada harga beli dari developer/pemilik rumah. Selanjutnya debitur membayar kepada bank Syariah total harga rumah yang dijual oleh bank Syariah tersebut dengan cara mengangsur dan berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak. Dalam bank Syariah transaksi yang dilakukan dalam penyediaan rumah kepada debitur tidak menggunakan riba melainkan jual beli biasa. Harga rumah dalam bank Syariah sudah jelas, misalnya harga yang dibeli oleh bank Syariah kepada pihak developer sebesar Rp300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah), maka pihak bank akan menjual dengan harga semisal Rp450.000.000,- (empat ratus lima puluh juta rupiah) yang diangsur oleh debitur setiap bulannya yang tidak terpengaruh oleh besaran bunga seperti pembayaran dalam bank konvensional yang setiap bulan disesuaikan dengan naik turunnya suku bunga. Dalam skema Murabahah, harga jual rumah ditetapkan diawal ketika nasabah menandatangani perjanjian pembiayaan jual beli rumah. Misalnya, harga beli rumah Rp200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) untuk jangka waktu 5 tahun, bank Syariah mengambil keuntungan/margin sebesar Rp100.000.000,- (seratus juta rupiah). Maka harga jual rumah kepada nasabah untuk masa angsuran 5 tahun adalah sebesar Rp300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah). Angsuran yang harus dibayar nasabah setiap bulan adalah Rp300 juta dibagi 60 bulan (5 tahun) = Rp5.000.000,- (lima juta rupiah). Keuntungan yang didapat dari KPR Syariah berasal dari nilai margin yang ditetapkan di awal sesuai dengan jangka waktu yang dipilih oleh debitur dalam melunasi hutangnya. Semakin lama jangka waktu yang dipilih maka nilai margin yang dikenakan akan semakin besar. Semakin lama pembiayaan diberikan, maka semakin besar pula kemungkinan nasabah tidak membayar tepat waktu. Untuk mengantisipasi hal tersebut, bank membebankan margin yang lebih tinggi. Hal ini dapat dilihat pada gambar di bawah ini:
Gambar 4. Perbandingan Margin KPR Syariah Setiap Tahunnya
17 Imam al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani, Bulughul al-Maram min Jam’i Adillah alAhkam, terj. Abdul Rosyad Siddiq. Cetakan ke 9, (Jakarta : Akbarmedia : 2015) hlm 203.
Centre of Islam and Islamic Law Studies Lembaga Kajian Islam dan Hukum Islam
Faculty of Law, Universitas Indonesia 10
Sumber: Duwitmu.com
Dalam KPR konvensional, jika suku bunga bank naik, maka kredit yang sudah berjalan pun ikut disesuaikan. Sisa hutang yang masih ada akan dihitung dengan suku bunga baru yang lebih tinggi yang mengakibatkan cicilan semakin membesar.
18Selain itu terdapat perbandingan harga yang signifikan dari KPR konvensional dengan KPR Syariah dimana dalam KPR konvensional bunga yang dikenakan tetap di dua sampai tiga tahun pertama namun pada tahun berikutnya bunga mengambang mengikuti pergerakan pasar. Pada tahun awal, debitur membayar angsuran tetap sebesar Rp5.700.000 (lima juta tujuh ratus ribu rupiah). Namun saat memasuki tahun keempat dan berikutnya, cicilan meningkat menjadi Rp 6.405.638,- disebabkan oleh bunga mengambang (flexible rate) yang berbeda setiap tahun.
Gambar 5. Perbandingan Angsuran KPR Konvensional vs KPR Syariah
Sumber: Duwitmu.com
Hal ini dapat dilihat bahwa pada tahun awal, angsuran KPR konvensional lebih kecil dibandingkan dengan KPR Syariah, namun pada tahun berikutnya angsuran yang harus dicicil setiap bulan meningkat hingga beberapa ratus ribu. Berbeda halnya dengan KPR Syariah yang terus menetap tanpa dipengaruhi oleh bunga menyebabkan KPR Syariah lebih murah dibandingkan dengan KPR Konvensional dari segi harga sebab berdasarkan data historis bunga KPR selama ini menunjukkan bahwa bunga mengambang selalu lebih tinggi dari bunga tetap.
19Selain itu terdapat akad yang umum digunakan dalam pembiayaan kepemilikan rumah yaitu:
1. Akad jual beli atau akad murabahah
18 Rumah Zakat, “Hukum Kredit Rumah Melalui KPR”, https://www.rumahzakat.org/hukum-kredit- rumah-melalui-kpr/ diakses pada 25 November 2019.
19 Duwitmu.com, “Pilih KPR Syariah atau Konvensional? Mencari Cicilan Murah Saat Bunga Naik”, https://duwitmu.com/kpr/pilih-kpr-syariah-atau-konvensional-mencari-cicilan-murah-saat-bunga-naik/, diakses pada 26 November 2019.
Centre of Islam and Islamic Law Studies Lembaga Kajian Islam dan Hukum Islam
Faculty of Law, Universitas Indonesia 11
Murabahah yaitu perjanjian jual-beli antara bank dengan nasabah dimana bank syariah akan membeli rumah yang diinginkan nasabah untuk kemudian menjualnya kepada nasabah yang bersangkutan sebesar harga perolehan ditambah dengan margin atau keuntungan yang disepakati antara bank dan nasabah dengan cara diangsur setiap bulannya dalam jangka waktu tertentu. Bank tidak mengenakan bunga kepada nasabah atas pembayaran cicilan yang dilakukan namun mengambil margin atau keuntungan dari penjualan rumah yang telah ditetapkan sejak awal yang bersifat tetap (besaran cicilan tidak berubah).
2. Akad Musyarakah Mutanaqisah (kerja sama – sewa)
Musyarakah mutanaqisah adalah akad antara dua pihak atau lebih yang berserikat dimana salah satu pihak kemudian membeli bagian pihak lainnya secara bertahap. Dalam skema ini, bank dan nasabah bersama-sama melakukan pembelian rumah atau apartemen dengan porsi kepemilikan yang telah disepakati. Misalnya: bank 80 persen dan nasabah 20 persen.
Selanjutnya, nasabah akan membeli rumah atau apartemen tersebut dari pihak bank dengan cara melakukan pengangsuran atau pencicilan dana menurut modal kepemilikan rumah atau apartemen yang dimiliki oleh bank. Hingga pada akhirnya semua aset kepemilikan bank telah berpindah tangan kepada nasabah. Besar cicilan yang dibayarkan oleh nasabah dengan skema ini ditentukan berdasarkan kesepakatan antara bank dan nasabah.
3. Akad Istishna, Ijarah Muntahiyyah Bit Tamlik (IMBT)
KPR dengan konsep sewa bali dimanan nasabah dianggap menyewa rumah pada abnk dan pada masa akhir cicilan memiliki pilihan untuk membeli rumah tersebut.
Fatwa MUI Tentang Pembelian Rumah
201. Fatwa Tentang Bunga
Menurut ulama yang merumuskan fatwa MUI tersebut, bunga bank merupakan tambahan yang dikenakan dalam transaksi pinjaman dan termasuk ke dalam praktik riba yang dilarang dalam Islam
2. Fatwa Tentang Jual Beli
Arahan fatwa MUI tentang KPR rumah yang disampaikan pada fatwa tersebut menjelaskan tentang dasar hukum kebolehan jual beli tidak tunai dalam Islam. Seperti dalam al-Quran surat Al-Baqarah ayat 275 dan al-Maidah ayat 1, hadist Nabi Muhammad sallalahu ‘alaihi wassalam, serta ijtima ulama.
20 Abu Ghazi, “5 Fatwa MUI Tentang KPR Rumah Untuk Dipedomani”,
https://www.sharinvest.com/5-fatwa-mui-tentang-kpr-rumah/, diakses pada 27 November 2019
Centre of Islam and Islamic Law Studies Lembaga Kajian Islam dan Hukum Islam
Faculty of Law, Universitas Indonesia 12
3. Fatwa Tentang Murabahah
Majelis Ulama Indonesia melalui DSN, telah menerbitkan dua fatwa ulama mengenai murabahah, yaitu, fatwa DSN-MUI no. 111 tahun 2017 tentang akad jual beli murabahah dan fatwa DSN no. 4 tahun 2000 tentang murabahah. Fatwa No. 111 merupakan fatwa induk mengenai murabahah, sehingga dapat digunakan untuk segala kegiatan transaksi jual beli secara syariah. Sedangkan, untuk produk KPR yang diterbitkan oleh lembaga pembiayaan seperti bank syariah, harus memenuhi ketentuan (dhawabith) dan batasan (hudud) yang terdapat pada Fatwa DSN no. 4 tentang murabahah. Selain itu, setiap produk KPR syariah dan kegiatannya wajib mendapatkan opini dari Dewan Pengawas syariah di lembaga keuangan tersebut. DPS inilah yang menguji kesesuaian produk dengan ketentuan fatwa MUI tentang KPR rumah, sehingga setiap produk KPR yang mengunakan akad murabahah telah sesuai ketentuan syariah.
4. Fatwa Tentang Musyarakah Mutanaqisah
Kelebihan yang ditawarkan oleh akad KPR Musyarakah mutanaqisah adalah angsuran yang lebih ringan dibandingkan apabila mengunakan KPR dengan skema murabahah.
Oleh karena mengunakan transaksi kerjasama modal atau syirkah, serta ijarah, KPR mengunakan skema MMQ ini memungkinkan adanya kenaikan angsuran KPR nasabah.
Apabila Bank sebagai pihak yang menyewakan merasa perlu menyesuaikan harga sewa KPR MMQ. Kebolehan skema ini untuk pembiayaan kepemilikan rumah telah diatur melalui fatwa DSN-MUI No. 73 Tahun 2008 Tentang Musyarakah Mutanaqisah.
5. Fatwa Tentang Uang Muka
Pembayaran uang muka atau down payment (DP) lazim dilakukan dalam transaksi jual
beli rumah. Uang muka seringkali digunakan untuk menunjukkan kesungguhan
pembeli dalam transaksi jual beli. Sekaligus mengikat penjual untuk tidak memberikan
barang jualannya kepada penawar lainnnya. Seperti tertulis dalam Fatwa DSN-MUI
No. 13 Tahun 2000 Tentang Uang Muka dalam murabahah, para ulama sepakat bahwa
hukum meminta uang muka dalam akad jual beli adalah boleh. Sehingga, nasabah dapat
menyetorkan uang muka pembelian kepada bank, sesuai nominal yang disepakati. Dan
apabila ada pembatalan permohonan pembelian dari nasabah, maka bank diperbolehkan
mengambil ganti rugi dari uang muka yang disetorkan, dan mengembalikan sisanya.
Centre of Islam and Islamic Law Studies Lembaga Kajian Islam dan Hukum Islam
Faculty of Law, Universitas Indonesia 13
KESIMPULAN
Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) yang disediakan oleh bank konvensional menggunakan prinsip kredit sehingga hubungan yang terjalin antara pihak bank dan nasabah yang mengambil produk KPR ini adalah hubungan antara kreditur dan debitur. Dalam transaksi tersebut, terjadi akad pinjam meminjam disertai dengan bunga yang terus meningkat setiap tahunnya. Pihak bank mengucurkan pinjaman bagi nasabah yang dimanfaatkan untuk keperluan KPR. Jika debitur telah membayar uang muka, maka pihak bank akan membayar hunian tersebut kepada developer atau pemilik bangunan. Total harga hunian akan dikurangi dengan jumlah uang muka yang dibayar, lalu sisa dari jumlah tersebut akan dibayar secara berangsur oleh debitur kepada pihak bank selama jangka waktu tertentu dengan dikenakan bunga setiap bulannya. Misalnya harga rumah sebesar Rp300.000.000,-, 15% dari total hunian atau sekitar Rp45.000.000,- dibayar sebagai uang muka. Sisanya nasabah harus membayar setiap bulannya dalam tenor tertentu menggunakan bunga. Bunga yang dipakai oleh bank mengikuti bunga mengambang yang setiap tahun mengalami kenaikan. Sehingga berbeda dari harga awal pinjaman. Transaksi yang mengandung bunga dalam sistem konvensional dalam Islam adalah haram sebab dalam Islam, terdapat istilah Qardhun Hasan atau pinjaman yang baik dimana jika seseorang meminjam sebesar Rp10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) maka yang dikembalikan juga harus Rp10.000.000,- rupiah sebab pinjaman dalam Islam pada dasarnya dilakukan untuk membantu dan tidak mengambil keuntungan. Sedangkan tujuan dari kredit salah satunya adalah untuk mencari keuntungan sehingga hal tersebut dilarang dalam Islam. Hal ini ditegaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 275 yang berbunyi,
“Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Rabbnya, lalu berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan) dan urusannya (terserah) kepada Allah. Siapa yang mengulangi (mengambil riba), maka mereka itu adalah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” [Al-Baqarah: 275]
Dengan demikian riba adalah tindakan yang haram dan sebagai umat muslim dilarang turut
serta dalam transaksi riba termasuk pula menjadi peminjam. Selain itu, ada banyak cara yang
dilakukan dalam membeli rumah tanpa menggunakan bunga yaitu melalui Kredit Kepemilikan
(KPR) Syariah. Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) konvensional berbeda dengan Kredit
Kepemilikan Rumah (KPR) Syariah dimana dalam Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) Syariah
tidak dikenakan kredit berbunga melainkan melalui mekanisme jual beli yang halal yang
disebut ‘Bai’ al Murabahah li al Amir bi as Syiraa’. Dalam bank Syariah transaksi yang
Centre of Islam and Islamic Law Studies Lembaga Kajian Islam dan Hukum Islam
Faculty of Law, Universitas Indonesia 14
dilakukan dalam penyediaan rumah kepada debitur tidak menggunakan riba melainkan jual beli biasa. Harga rumah dalam bank Syariah sudah jelas. Dalam skema Murabahah, harga jual rumah ditetapkan diawal ketika nasabah menandatangani perjanjian pembiayaan jual beli rumah. Misalnya, harga beli rumah Rp200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) untuk jangka waktu 5 tahun, bank Syariah mengambil keuntungan/margin sebesar Rp100.000.000,- (seratus juta rupiah). Maka harga jual rumah kepada nasabah untuk masa angsuran 5 tahun adalah sebesar Rp300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah). Angsuran yang harus dibayar nasabah setiap bulan adalah Rp300 juta dibagi 60 bulan (5 tahun) = Rp5.000.000,- (lima juta rupiah). Keuntungan yang didapat dari KPR Syariah berasal dari nilai margin yang ditetapkan di awal sesuai dengan jangka waktu yang dipilih oleh debitur dalam melunasi hutangnya. Dengan demikian, Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) Syariah hukumnya dalam Islam sebab menggunakan akad jual-beli merupakan suatu hal yang tidak dilarang dalam Islam.
SARAN
1. Kenali produk KPR
Gunakan KPR Syariah agar terhindar dari dosa riba yang dilarang dalam Islam.
Selain itu kenali dan pahami jenis-jenis produk KPR yang ada. Pertimbangkan juga kelebihan serta kekurangan dari masing-masing bank. Penyedia seperti bank yang menyalurkan KPR pun perlu diperhatikan apakah memiliki KPR Jenis Syariah atau tidak. Informasi mengenai hal ini dapat diakses langsung melalui layanan pelanggan (customer service) yang ada di masing-masing bank maupun melalui internet.
2. Apabila sudah melakukan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) konvensional sebaiknya dipindahkan menggunakan skema Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) Syariah;
3. Gunakan fitur tambahan
Dalam setiap KPR yang diajukan biasanya pihak bank akan menyediakan
fasilitas-fasilitas bagi nasabahnya seperti asuransi kebakaran untuk rumah, kredit multiguna, penambahan limit KPR, kredit multiguna untuk renovasi rumah, dsb.
4. Biaya administrasi KPR
Sebelum mengajukan KPR perlu diketahui bahwa terdapat biaya administrasi
yang meliputi biaya provisi, biaya administrasi bank, biaya notaris/PPAT, biaya
Centre of Islam and Islamic Law Studies Lembaga Kajian Islam dan Hukum Islam
Faculty of Law, Universitas Indonesia 15
pengecekan sertifikat, biaya pengikatan jaminan, biaya balik nama, biaya asuransi jiwa kredit, dan asuransi kerugian kredit.
DAFTAR PUSTAKA Buku
Al-Asqalani, Imam al-Hafizh Ibnu Hajar. Bulughul al-Maram min Jam’i Adillah alAhkam, terj. Abdul Rosyad Siddiq. Cetakan ke 9. Jakarta : Akbarmedia : 2015.
Ibrahim, Johannes Cross Default & Cross Collateral dalam Upaya Penyelesaian Kredit Bermasalah. Bandung: PT Refika Aditama, 2004.
Kasmir. Manajemen Perbankan. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada, 2002.
Pasaribu, Chairuman dan Suhrawardi K. Lubis. Hukum Perjanjian dalam Islam. Jakarta:
Sinar Grafika, 1994.
Usman, Rachmadi. Aspek-Aspek Hukum Perbankan di Indonesia. Jakarta: PT Gramedika Pustaka Utama, 2001.
Lubis, Suhrawardi K. Hukum Ekonomi Islam. Jakarta: Sinar Grafika, Cet III, 2004.
Peraturan Perundang-Undangan
Indonesia, UU No. 10 Tahun 1998, Undang-Undang Tentang Perbankan, Psl 1 angka 11
Situs Web
Abu Ghazi.“5 Fatwa MUI Tentang KPR Rumah Untuk Dipedomani”.
https://www.sharinvest.com/5-fatwa-mui-tentang-kpr-rumah/. Diakses pada 27
November 2019
Bisnis.com.“2019, Pengguna Fasilitas KPR Meningkat”.
https://bisnis.tempo.co/read/1192643/2019-pengguna-fasilitas-kpr-meningkat.
Diakses pada 25 November 2019
Duwitmu.com. “Pilih KPR Syariah atau Konvensional? Mencari Cicilan Murah Saat Bunga Naik”. https://duwitmu.com/kpr/pilih-kpr-syariah-atau-konvensional-mencari-cicilan
murah-saat-bunga-naik/. Diakses pada 26 November 2019.Pramdia Arhando Julianto. “Hingga 2025, Kebutuhan Rumah di Indonesia Tembus 30 Juta Unit”.https://money.kompas.com/read/2016/09/17/195151226/hingga.2025.kebutuh
n.rumah.di.indonesia.tembus.30.juta.unit. Diakses pada 25 November 2019Rumah Zakat. “Hukum Kredit Rumah Melalui KPR”. https://www.rumahzakat.org/hukum
kredit-rumah-melalui-kpr/. Diakses pada 25 November 2019.Centre of Islam and Islamic Law Studies Lembaga Kajian Islam dan Hukum Islam
Faculty of Law, Universitas Indonesia 16
Lampiran
Bulan Sisa Pinjaman Porsi Pokok Porsi Bunga Angsuran Bunga
1 Rp 254.843.800 Rp 156.200 Rp 1.910.400 Rp 2.066.600 8.99%
2 Rp 254.687.600 Rp 156.200 Rp 1.910.400 Rp 2.066.600 8.99%
3 Rp 254.531.300 Rp 156.200 Rp 1.910.400 Rp 2.066.600 8.99%
4 Rp 254.375.100 Rp 156.200 Rp 1.910.400 Rp 2.066.600 8.99%
5 Rp 254.218.900 Rp 156.200 Rp 1.910.400 Rp 2.066.600 8.99%
6 Rp 254.062.700 Rp 156.200 Rp 1.910.400 Rp 2.066.600 8.99%
7 Rp 253.906.400 Rp 156.200 Rp 1.910.400 Rp 2.066.600 8.99%
8 Rp 253.750.200 Rp 156.200 Rp 1.910.400 Rp 2.066.600 8.99%
9 Rp 253.594.000 Rp 156.200 Rp 1.910.400 Rp 2.066.600 8.99%
10 Rp 253.437.800 Rp 156.200 Rp 1.910.400 Rp 2.066.600 8.99%
11 Rp 253.281.500 Rp 156.200 Rp 1.910.400 Rp 2.066.600 8.99%
12 Rp 253.125.300 Rp 156.200 Rp 1.910.400 Rp 2.066.600 8.99%
13 Rp 253.055.100 Rp 70.200 Rp 2.851.700 Rp 2.921.900 13.5%
14 Rp 252.980.900 Rp 74.200 Rp 2.847.700 Rp 2.921.900 13.5%
15 Rp 252.906.700 Rp 74.200 Rp 2.847.700 Rp 2.921.900 13.5%
16 Rp 252.832.400 Rp 74.200 Rp 2.847.700 Rp 2.921.900 13.5%
17 Rp 252.758.200 Rp 74.200 Rp 2.847.700 Rp 2.921.900 13.5%
18 Rp 252.683.900 Rp 74.200 Rp 2.847.700 Rp 2.921.900 13.5%
19 Rp 252.609.700 Rp 74.200 Rp 2.847.700 Rp 2.921.900 13.5%
20 Rp 252.535.500 Rp 74.200 Rp 2.847.700 Rp 2.921.900 13.5%
21 Rp 252.461.200 Rp 74.200 Rp 2.847.700 Rp 2.921.900 13.5%
22 Rp 252.387.000 Rp 74.200 Rp 2.847.700 Rp 2.921.900 13.5%
23 Rp 252.312.700 Rp 74.200 Rp 2.847.700 Rp 2.921.900 13.5%
24 Rp 252.238.500 Rp 74.200 Rp 2.847.700 Rp 2.921.900 13.5%
25 Rp 252.156.200 Rp 82.300 Rp 2.839.600 Rp 2.921.900 13.5%
26 Rp 252.072.000 Rp 84.200 Rp 2.837.700 Rp 2.921.900 13.5%
27 Rp 251.987.800 Rp 84.200 Rp 2.837.700 Rp 2.921.900 13.5%
28 Rp 251.903.600 Rp 84.200 Rp 2.837.700 Rp 2.921.900 13.5%
29 Rp 251.819.300 Rp 84.200 Rp 2.837.700 Rp 2.921.900 13.5%
30 Rp 251.735.100 Rp 84.200 Rp 2.837.700 Rp 2.921.900 13.5%
31 Rp 251.650.900 Rp 84.200 Rp 2.837.700 Rp 2.921.900 13.5%
32 Rp 251.566.700 Rp 84.200 Rp 2.837.700 Rp 2.921.900 13.5%
33 Rp 251.482.500 Rp 84.200 Rp 2.837.700 Rp 2.921.900 13.5%
34 Rp 251.398.300 Rp 84.200 Rp 2.837.700 Rp 2.921.900 13.5%
35 Rp 251.314.000 Rp 84.200 Rp 2.837.700 Rp 2.921.900 13.5%
36 Rp 251.229.800 Rp 84.200 Rp 2.837.700 Rp 2.921.900 13.5%
37 Rp 251.136.500 Rp 93.400 Rp 2.828.500 Rp 2.921.900 13.5%
38 Rp 251.040.900 Rp 95.600 Rp 2.826.300 Rp 2.921.900 13.5%
Centre of Islam and Islamic Law Studies Lembaga Kajian Islam dan Hukum Islam
Faculty of Law, Universitas Indonesia 17
39 Rp 250.945.300 Rp 95.600 Rp 2.826.300 Rp 2.921.900 13.5%
40 Rp 250.849.800 Rp 95.600 Rp 2.826.300 Rp 2.921.900 13.5%
41 Rp 250.754.200 Rp 95.600 Rp 2.826.300 Rp 2.921.900 13.5%
42 Rp 250.658.600 Rp 95.600 Rp 2.826.300 Rp 2.921.900 13.5%
43 Rp 250.563.100 Rp 95.600 Rp 2.826.300 Rp 2.921.900 13.5%
44 Rp 250.467.500 Rp 95.600 Rp 2.826.300 Rp 2.921.900 13.5%
45 Rp 250.371.900 Rp 95.600 Rp 2.826.300 Rp 2.921.900 13.5%
46 Rp 250.276.400 Rp 95.600 Rp 2.826.300 Rp 2.921.900 13.5%
47 Rp 250.180.800 Rp 95.600 Rp 2.826.300 Rp 2.921.900 13.5%
48 Rp 250.085.200 Rp 95.600 Rp 2.826.300 Rp 2.921.900 13.5%
49 Rp 249.979.300 Rp 105.900 Rp 2.816.000 Rp 2.921.900 13.5%
50 Rp 249.870.900 Rp 108.400 Rp 2.813.500 Rp 2.921.900 13.5%
51 Rp 249.762.400 Rp 108.400 Rp 2.813.500 Rp 2.921.900 13.5%
52 Rp 249.654.000 Rp 108.400 Rp 2.813.500 Rp 2.921.900 13.5%
53 Rp 249.545.500 Rp 108.400 Rp 2.813.500 Rp 2.921.900 13.5%
54 Rp 249.437.100 Rp 108.400 Rp 2.813.500 Rp 2.921.900 13.5%
55 Rp 249.328.700 Rp 108.400 Rp 2.813.500 Rp 2.921.900 13.5%
56 Rp 249.220.200 Rp 108.400 Rp 2.813.500 Rp 2.921.900 13.5%
57 Rp 249.111.800 Rp 108.400 Rp 2.813.500 Rp 2.921.900 13.5%
58 Rp 249.003.300 Rp 108.400 Rp 2.813.500 Rp 2.921.900 13.5%
59 Rp 248.894.900 Rp 108.400 Rp 2.813.500 Rp 2.921.900 13.5%
60 Rp 248.786.400 Rp 108.400 Rp 2.813.500 Rp 2.921.900 13.5%
61 Rp 248.666.200 Rp 120.200 Rp 2.801.700 Rp 2.921.900 13.5%
62 Rp 248.543.200 Rp 123.100 Rp 2.798.800 Rp 2.921.900 13.5%
63 Rp 248.420.100 Rp 123.100 Rp 2.798.800 Rp 2.921.900 13.5%
64 Rp 248.297.100 Rp 123.100 Rp 2.798.800 Rp 2.921.900 13.5%
65 Rp 248.174.000 Rp 123.100 Rp 2.798.800 Rp 2.921.900 13.5%
66 Rp 248.051.000 Rp 123.100 Rp 2.798.800 Rp 2.921.900 13.5%
67 Rp 247.927.900 Rp 123.100 Rp 2.798.800 Rp 2.921.900 13.5%
68 Rp 247.804.900 Rp 123.100 Rp 2.798.800 Rp 2.921.900 13.5%
69 Rp 247.681.800 Rp 123.100 Rp 2.798.800 Rp 2.921.900 13.5%
70 Rp 247.558.800 Rp 123.100 Rp 2.798.800 Rp 2.921.900 13.5%
71 Rp 247.435.700 Rp 123.100 Rp 2.798.800 Rp 2.921.900 13.5%
72 Rp 247.312.600 Rp 123.100 Rp 2.798.800 Rp 2.921.900 13.5%
73 Rp 247.176.200 Rp 136.400 Rp 2.785.500 Rp 2.921.900 13.5%
74 Rp 247.036.600 Rp 139.600 Rp 2.782.300 Rp 2.921.900 13.5%
75 Rp 246.897.000 Rp 139.600 Rp 2.782.300 Rp 2.921.900 13.5%
76 Rp 246.757.300 Rp 139.600 Rp 2.782.300 Rp 2.921.900 13.5%
77 Rp 246.617.700 Rp 139.600 Rp 2.782.300 Rp 2.921.900 13.5%
78 Rp 246.478.100 Rp 139.600 Rp 2.782.300 Rp 2.921.900 13.5%
79 Rp 246.338.400 Rp 139.600 Rp 2.782.300 Rp 2.921.900 13.5%
80 Rp 246.198.800 Rp 139.600 Rp 2.782.300 Rp 2.921.900 13.5%
81 Rp 246.059.200 Rp 139.600 Rp 2.782.300 Rp 2.921.900 13.5%
82 Rp 245.919.500 Rp 139.600 Rp 2.782.300 Rp 2.921.900 13.5%
83 Rp 245.779.900 Rp 139.600 Rp 2.782.300 Rp 2.921.900 13.5%
84 Rp 245.640.300 Rp 139.600 Rp 2.782.300 Rp 2.921.900 13.5%
85 Rp 245.485.500 Rp 154.800 Rp 2.767.100 Rp 2.921.900 13.5%
Centre of Islam and Islamic Law Studies Lembaga Kajian Islam dan Hukum Islam
Faculty of Law, Universitas Indonesia 18
86 Rp 245.327.000 Rp 158.400 Rp 2.763.500 Rp 2.921.900 13.5%
87 Rp 245.168.600 Rp 158.400 Rp 2.763.500 Rp 2.921.900 13.5%
88 Rp 245.010.100 Rp 158.400 Rp 2.763.500 Rp 2.921.900 13.5%
89 Rp 244.851.700 Rp 158.400 Rp 2.763.500 Rp 2.921.900 13.5%
90 Rp 244.693.200 Rp 158.400 Rp 2.763.500 Rp 2.921.900 13.5%
91 Rp 244.534.800 Rp 158.400 Rp 2.763.500 Rp 2.921.900 13.5%
92 Rp 244.376.300 Rp 158.400 Rp 2.763.500 Rp 2.921.900 13.5%
93 Rp 244.217.900 Rp 158.400 Rp 2.763.500 Rp 2.921.900 13.5%
94 Rp 244.059.400 Rp 158.400 Rp 2.763.500 Rp 2.921.900 13.5%
95 Rp 243.901.000 Rp 158.400 Rp 2.763.500 Rp 2.921.900 13.5%
96 Rp 243.742.500 Rp 158.400 Rp 2.763.500 Rp 2.921.900 13.5%
97 Rp 243.566.900 Rp 175.700 Rp 2.746.200 Rp 2.921.900 13.5%
98 Rp 243.387.100 Rp 179.800 Rp 2.742.100 Rp 2.921.900 13.5%
99 Rp 243.207.300 Rp 179.800 Rp 2.742.100 Rp 2.921.900 13.5%
100 Rp 243.027.500 Rp 179.800 Rp 2.742.100 Rp 2.921.900 13.5%
101 Rp 242.847.700 Rp 179.800 Rp 2.742.100 Rp 2.921.900 13.5%
102 Rp 242.667.900 Rp 179.800 Rp 2.742.100 Rp 2.921.900 13.5%
103 Rp 242.488.100 Rp 179.800 Rp 2.742.100 Rp 2.921.900 13.5%
104 Rp 242.308.300 Rp 179.800 Rp 2.742.100 Rp 2.921.900 13.5%
105 Rp 242.128.500 Rp 179.800 Rp 2.742.100 Rp 2.921.900 13.5%
106 Rp 241.948.700 Rp 179.800 Rp 2.742.100 Rp 2.921.900 13.5%
107 Rp 241.768.900 Rp 179.800 Rp 2.742.100 Rp 2.921.900 13.5%
108 Rp 241.589.100 Rp 179.800 Rp 2.742.100 Rp 2.921.900 13.5%
109 Rp 241.389.800 Rp 199.300 Rp 2.722.600 Rp 2.921.900 13.5%
110 Rp 241.185.800 Rp 204.000 Rp 2.717.900 Rp 2.921.900 13.5%
111 Rp 240.981.700 Rp 204.000 Rp 2.717.900 Rp 2.921.900 13.5%
112 Rp 240.777.700 Rp 204.000 Rp 2.717.900 Rp 2.921.900 13.5%
113 Rp 240.573.700 Rp 204.000 Rp 2.717.900 Rp 2.921.900 13.5%
114 Rp 240.369.700 Rp 204.000 Rp 2.717.900 Rp 2.921.900 13.5%
115 Rp 240.165.600 Rp 204.000 Rp 2.717.900 Rp 2.921.900 13.5%
116 Rp 239.961.600 Rp 204.000 Rp 2.717.900 Rp 2.921.900 13.5%
117 Rp 239.757.600 Rp 204.000 Rp 2.717.900 Rp 2.921.900 13.5%
118 Rp 239.553.600 Rp 204.000 Rp 2.717.900 Rp 2.921.900 13.5%
119 Rp 239.349.600 Rp 204.000 Rp 2.717.900 Rp 2.921.900 13.5%
120 Rp 239.145.500 Rp 204.000 Rp 2.717.900 Rp 2.921.900 13.5%
121 Rp 238.919.300 Rp 226.200 Rp 2.695.700 Rp 2.921.900 13.5%
122 Rp 238.687.800 Rp 231.500 Rp 2.690.400 Rp 2.921.900 13.5%
123 Rp 238.456.300 Rp 231.500 Rp 2.690.400 Rp 2.921.900 13.5%
124 Rp 238.224.800 Rp 231.500 Rp 2.690.400 Rp 2.921.900 13.5%
125 Rp 237.993.300 Rp 231.500 Rp 2.690.400 Rp 2.921.900 13.5%
126 Rp 237.761.800 Rp 231.500 Rp 2.690.400 Rp 2.921.900 13.5%
127 Rp 237.530.300 Rp 231.500 Rp 2.690.400 Rp 2.921.900 13.5%
128 Rp 237.298.800 Rp 231.500 Rp 2.690.400 Rp 2.921.900 13.5%
129 Rp 237.067.200 Rp 231.500 Rp 2.690.400 Rp 2.921.900 13.5%
130 Rp 236.835.700 Rp 231.500 Rp 2.690.400 Rp 2.921.900 13.5%
131 Rp 236.604.200 Rp 231.500 Rp 2.690.400 Rp 2.921.900 13.5%
132 Rp 236.372.700 Rp 231.500 Rp 2.690.400 Rp 2.921.900 13.5%
Centre of Islam and Islamic Law Studies Lembaga Kajian Islam dan Hukum Islam
Faculty of Law, Universitas Indonesia 19
133 Rp 236.116.000 Rp 256.700 Rp 2.665.200 Rp 2.921.900 13.5%
134 Rp 235.853.300 Rp 262.700 Rp 2.659.200 Rp 2.921.900 13.5%
135 Rp 235.590.600 Rp 262.700 Rp 2.659.200 Rp 2.921.900 13.5%
136 Rp 235.327.900 Rp 262.700 Rp 2.659.200 Rp 2.921.900 13.5%
137 Rp 235.065.200 Rp 262.700 Rp 2.659.200 Rp 2.921.900 13.5%
138 Rp 234.802.500 Rp 262.700 Rp 2.659.200 Rp 2.921.900 13.5%
139 Rp 234.539.800 Rp 262.700 Rp 2.659.200 Rp 2.921.900 13.5%
140 Rp 234.277.100 Rp 262.700 Rp 2.659.200 Rp 2.921.900 13.5%
141 Rp 234.014.400 Rp 262.700 Rp 2.659.200 Rp 2.921.900 13.5%
142 Rp 233.751.700 Rp 262.700 Rp 2.659.200 Rp 2.921.900 13.5%
143 Rp 233.489.000 Rp 262.700 Rp 2.659.200 Rp 2.921.900 13.5%
144 Rp 233.226.300 Rp 262.700 Rp 2.659.200 Rp 2.921.900 13.5%
145 Rp 232.935.000 Rp 291.300 Rp 2.630.600 Rp 2.921.900 13.5%
146 Rp 232.636.900 Rp 298.100 Rp 2.623.800 Rp 2.921.900 13.5%
147 Rp 232.338.800 Rp 298.100 Rp 2.623.800 Rp 2.921.900 13.5%
148 Rp 232.040.700 Rp 298.100 Rp 2.623.800 Rp 2.921.900 13.5%
149 Rp 231.742.600 Rp 298.100 Rp 2.623.800 Rp 2.921.900 13.5%
150 Rp 231.444.500 Rp 298.100 Rp 2.623.800 Rp 2.921.900 13.5%
151 Rp 231.146.400 Rp 298.100 Rp 2.623.800 Rp 2.921.900 13.5%
152 Rp 230.848.300 Rp 298.100 Rp 2.623.800 Rp 2.921.900 13.5%
153 Rp 230.550.200 Rp 298.100 Rp 2.623.800 Rp 2.921.900 13.5%
154 Rp 230.252.100 Rp 298.100 Rp 2.623.800 Rp 2.921.900 13.5%
155 Rp 229.954.000 Rp 298.100 Rp 2.623.800 Rp 2.921.900 13.5%
156 Rp 229.655.900 Rp 298.100 Rp 2.623.800 Rp 2.921.900 13.5%
157 Rp 229.325.400 Rp 330.500 Rp 2.591.400 Rp 2.921.900 13.5%
158 Rp 228.987.100 Rp 338.300 Rp 2.583.600 Rp 2.921.900 13.5%
159 Rp 228.648.800 Rp 338.300 Rp 2.583.600 Rp 2.921.900 13.5%
160 Rp 228.310.500 Rp 338.300 Rp 2.583.600 Rp 2.921.900 13.5%
161 Rp 227.972.300 Rp 338.300 Rp 2.583.600 Rp 2.921.900 13.5%
162 Rp 227.634.000 Rp 338.300 Rp 2.583.600 Rp 2.921.900 13.5%
163 Rp 227.295.700 Rp 338.300 Rp 2.583.600 Rp 2.921.900 13.5%
164 Rp 226.957.500 Rp 338.300 Rp 2.583.600 Rp 2.921.900 13.5%
165 Rp 226.619.200 Rp 338.300 Rp 2.583.600 Rp 2.921.900 13.5%
166 Rp 226.280.900 Rp 338.300 Rp 2.583.600 Rp 2.921.900 13.5%
167 Rp 225.942.600 Rp 338.300 Rp 2.583.600 Rp 2.921.900 13.5%
168 Rp 225.604.400 Rp 338.300 Rp 2.583.600 Rp 2.921.900 13.5%
169 Rp 225.229.300 Rp 375.000 Rp 2.546.900 Rp 2.921.900 13.5%
170 Rp 224.845.500 Rp 383.900 Rp 2.538.000 Rp 2.921.900 13.5%
171 Rp 224.461.600 Rp 383.900 Rp 2.538.000 Rp 2.921.900 13.5%
172 Rp 224.077.800 Rp 383.900 Rp 2.538.000 Rp 2.921.900 13.5%
173 Rp 223.693.900 Rp 383.900 Rp 2.538.000 Rp 2.921.900 13.5%
174 Rp 223.310.100 Rp 383.900 Rp 2.538.000 Rp 2.921.900 13.5%
175 Rp 222.926.200 Rp 383.900 Rp 2.538.000 Rp 2.921.900 13.5%
176 Rp 222.542.400 Rp 383.900 Rp 2.538.000 Rp 2.921.900 13.5%
177 Rp 222.158.500 Rp 383.900 Rp 2.538.000 Rp 2.921.900 13.5%
178 Rp 221.774.700 Rp 383.900 Rp 2.538.000 Rp 2.921.900 13.5%
179 Rp 221.390.800 Rp 383.900 Rp 2.538.000 Rp 2.921.900 13.5%
Centre of Islam and Islamic Law Studies Lembaga Kajian Islam dan Hukum Islam
Faculty of Law, Universitas Indonesia 20
180 Rp 221.007.000 Rp 383.900 Rp 2.538.000 Rp 2.921.900 13.5%
181 Rp 220.571.400 Rp 435.600 Rp 2.486.300 Rp 2.921.900 13.5%
182 Rp 220.135.800 Rp 435.600 Rp 2.486.300 Rp 2.921.900 13.5%
183 Rp 219.700.300 Rp 435.600 Rp 2.486.300 Rp 2.921.900 13.5%
184 Rp 219.264.700 Rp 435.600 Rp 2.486.300 Rp 2.921.900 13.5%
185 Rp 218.829.100 Rp 435.600 Rp 2.486.300 Rp 2.921.900 13.5%
186 Rp 218.393.600 Rp 435.600 Rp 2.486.300 Rp 2.921.900 13.5%
187 Rp 217.958.000 Rp 435.600 Rp 2.486.300 Rp 2.921.900 13.5%
188 Rp 217.522.400 Rp 435.600 Rp 2.486.300 Rp 2.921.900 13.5%
189 Rp 217.086.800 Rp 435.600 Rp 2.486.300 Rp 2.921.900 13.5%
190 Rp 216.651.300 Rp 435.600 Rp 2.486.300 Rp 2.921.900 13.5%
191 Rp 216.215.700 Rp 435.600 Rp 2.486.300 Rp 2.921.900 13.5%
192 Rp 215.780.100 Rp 435.600 Rp 2.486.300 Rp 2.921.900 13.5%
193 Rp 215.285.700 Rp 494.400 Rp 2.427.500 Rp 2.921.900 13.5%
194 Rp 214.791.400 Rp 494.400 Rp 2.427.500 Rp 2.921.900 13.5%
195 Rp 214.297.000 Rp 494.400 Rp 2.427.500 Rp 2.921.900 13.5%
196 Rp 213.802.600 Rp 494.400 Rp 2.427.500 Rp 2.921.900 13.5%
197 Rp 213.308.300 Rp 494.400 Rp 2.427.500 Rp 2.921.900 13.5%
198 Rp 212.813.900 Rp 494.400 Rp 2.427.500 Rp 2.921.900 13.5%
199 Rp 212.319.500 Rp 494.400 Rp 2.427.500 Rp 2.921.900 13.5%
200 Rp 211.825.100 Rp 494.400 Rp 2.427.500 Rp 2.921.900 13.5%
201 Rp 211.330.800 Rp 494.400 Rp 2.427.500 Rp 2.921.900 13.5%
202 Rp 210.836.400 Rp 494.400 Rp 2.427.500 Rp 2.921.900 13.5%
203 Rp 210.342.000 Rp 494.400 Rp 2.427.500 Rp 2.921.900 13.5%
204 Rp 209.847.600 Rp 494.400 Rp 2.427.500 Rp 2.921.900 13.5%
205 Rp 209.286.500 Rp 561.100 Rp 2.360.800 Rp 2.921.900 13.5%
206 Rp 208.725.400 Rp 561.100 Rp 2.360.800 Rp 2.921.900 13.5%
207 Rp 208.164.300 Rp 561.100 Rp 2.360.800 Rp 2.921.900 13.5%
208 Rp 207.603.200 Rp 561.100 Rp 2.360.800 Rp 2.921.900 13.5%
209 Rp 207.042.100 Rp 561.100 Rp 2.360.800 Rp 2.921.900 13.5%
210 Rp 206.481.000 Rp 561.100 Rp 2.360.800 Rp 2.921.900 13.5%
211 Rp 205.919.800 Rp 561.100 Rp 2.360.800 Rp 2.921.900 13.5%
212 Rp 205.358.700 Rp 561.100 Rp 2.360.800 Rp 2.921.900 13.5%
213 Rp 204.797.600 Rp 561.100 Rp 2.360.800 Rp 2.921.900 13.5%
214 Rp 204.236.500 Rp 561.100 Rp 2.360.800 Rp 2.921.900 13.5%
215 Rp 203.675.400 Rp 561.100 Rp 2.360.800 Rp 2.921.900 13.5%
216 Rp 203.114.300 Rp 561.100 Rp 2.360.800 Rp 2.921.900 13.5%
217 Rp 202.477.400 Rp 636.900 Rp 2.285.000 Rp 2.921.900 13.5%
218 Rp 201.840.500 Rp 636.900 Rp 2.285.000 Rp 2.921.900 13.5%
219 Rp 201.203.700 Rp 636.900 Rp 2.285.000 Rp 2.921.900 13.5%
220 Rp 200.566.800 Rp 636.900 Rp 2.285.000 Rp 2.921.900 13.5%
221 Rp 199.929.900 Rp 636.900 Rp 2.285.000 Rp 2.921.900 13.5%
222 Rp 199.293.100 Rp 636.900 Rp 2.285.000 Rp 2.921.900 13.5%
223 Rp 198.656.200 Rp 636.900 Rp 2.285.000 Rp 2.921.900 13.5%
224 Rp 198.019.400 Rp 636.900 Rp 2.285.000 Rp 2.921.900 13.5%
225 Rp 197.382.500 Rp 636.900 Rp 2.285.000 Rp 2.921.900 13.5%
226 Rp 196.745.600 Rp 636.900 Rp 2.285.000 Rp 2.921.900 13.5%
Centre of Islam and Islamic Law Studies Lembaga Kajian Islam dan Hukum Islam
Faculty of Law, Universitas Indonesia 21
227 Rp 196.108.800 Rp 636.900 Rp 2.285.000 Rp 2.921.900 13.5%
228 Rp 195.471.900 Rp 636.900 Rp 2.285.000 Rp 2.921.900 13.5%
229 Rp 194.749.100 Rp 722.800 Rp 2.199.100 Rp 2.921.900 13.5%
230 Rp 194.026.200 Rp 722.800 Rp 2.199.100 Rp 2.921.900 13.5%
231 Rp 193.303.400 Rp 722.800 Rp 2.199.100 Rp 2.921.900 13.5%
232 Rp 192.580.500 Rp 722.800 Rp 2.199.100 Rp 2.921.900 13.5%
233 Rp 191.857.700 Rp 722.800 Rp 2.199.100 Rp 2.921.900 13.5%
234 Rp 191.134.800 Rp 722.800 Rp 2.199.100 Rp 2.921.900 13.5%
235 Rp 190.412.000 Rp 722.800 Rp 2.199.100 Rp 2.921.900 13.5%
236 Rp 189.689.200 Rp 722.800 Rp 2.199.100 Rp 2.921.900 13.5%
237 Rp 188.966.300 Rp 722.800 Rp 2.199.100 Rp 2.921.900 13.5%
238 Rp 188.243.500 Rp 722.800 Rp 2.199.100 Rp 2.921.900 13.5%
239 Rp 187.520.600 Rp 722.800 Rp 2.199.100 Rp 2.921.900 13.5%
240 Rp 186.797.800 Rp 722.800 Rp 2.199.100 Rp 2.921.900 13.5%
241 Rp 185.977.400 Rp 820.400 Rp 2.101.500 Rp 2.921.900 13.5%
242 Rp 185.157.000 Rp 820.400 Rp 2.101.500 Rp 2.921.900 13.5%
243 Rp 184.336.500 Rp 820.400 Rp 2.101.500 Rp 2.921.900 13.5%
244 Rp 183.516.100 Rp 820.400 Rp 2.101.500 Rp 2.921.900 13.5%
245 Rp 182.695.700 Rp 820.400 Rp 2.101.500 Rp 2.921.900 13.5%
246 Rp 181.875.300 Rp 820.400 Rp 2.101.500 Rp 2.921.900 13.5%
247 Rp 181.054.800 Rp 820.400 Rp 2.101.500 Rp 2.921.900 13.5%
248 Rp 180.234.400 Rp 820.400 Rp 2.101.500 Rp 2.921.900 13.5%
249 Rp 179.414.000 Rp 820.400 Rp 2.101.500 Rp 2.921.900 13.5%
250 Rp 178.593.600 Rp 820.400 Rp 2.101.500 Rp 2.921.900 13.5%
251 Rp 177.773.100 Rp 820.400 Rp 2.101.500 Rp 2.921.900 13.5%
252 Rp 176.952.700 Rp 820.400 Rp 2.101.500 Rp 2.921.900 13.5%
253 Rp 176.021.500 Rp 931.200 Rp 1.990.700 Rp 2.921.900 13.5%
254 Rp 175.079.900 Rp 941.700 Rp 1.980.200 Rp 2.921.900 13.5%
255 Rp 174.127.600 Rp 952.300 Rp 1.969.600 Rp 2.921.900 13.5%
256 Rp 173.164.600 Rp 963.000 Rp 1.958.900 Rp 2.921.900 13.5%
257 Rp 172.190.900 Rp 973.800 Rp 1.948.100 Rp 2.921.900 13.5%
258 Rp 171.206.100 Rp 984.800 Rp 1.937.100 Rp 2.921.900 13.5%
259 Rp 170.210.300 Rp 995.800 Rp 1.926.100 Rp 2.921.900 13.5%
260 Rp 169.203.200 Rp 1.007.000 Rp 1.914.900 Rp 2.921.900 13.5%
261 Rp 168.184.900 Rp 1.018.400 Rp 1.903.500 Rp 2.921.900 13.5%
262 Rp 167.155.000 Rp 1.029.800 Rp 1.892.100 Rp 2.921.900 13.5%
263 Rp 166.113.600 Rp 1.041.400 Rp 1.880.500 Rp 2.921.900 13.5%
264 Rp 165.060.500 Rp 1.053.100 Rp 1.868.800 Rp 2.921.900 13.5%
265 Rp 163.995.600 Rp 1.065.000 Rp 1.856.900 Rp 2.921.900 13.5%
266 Rp 162.918.600 Rp 1.077.000 Rp 1.844.900 Rp 2.921.900 13.5%
267 Rp 161.829.500 Rp 1.089.100 Rp 1.832.800 Rp 2.921.900 13.5%
268 Rp 160.728.200 Rp 1.101.300 Rp 1.820.600 Rp 2.921.900 13.5%
269 Rp 159.614.500 Rp 1.113.700 Rp 1.808.200 Rp 2.921.900 13.5%
270 Rp 158.488.300 Rp 1.126.200 Rp 1.795.700 Rp 2.921.900 13.5%
271 Rp 157.349.400 Rp 1.138.900 Rp 1.783.000 Rp 2.921.900 13.5%
272 Rp 156.197.600 Rp 1.151.700 Rp 1.770.200 Rp 2.921.900 13.5%
273 Rp 155.033.000 Rp 1.164.700 Rp 1.757.200 Rp 2.921.900 13.5%
Centre of Islam and Islamic Law Studies Lembaga Kajian Islam dan Hukum Islam
Faculty of Law, Universitas Indonesia 22
274 Rp 153.855.200 Rp 1.177.800 Rp 1.744.100 Rp 2.921.900 13.5%
275 Rp 152.664.200 Rp 1.191.000 Rp 1.730.900 Rp 2.921.900 13.5%
276 Rp 151.459.700 Rp 1.204.400 Rp 1.717.500 Rp 2.921.900 13.5%
277 Rp 150.241.800 Rp 1.218.000 Rp 1.703.900 Rp 2.921.900 13.5%
278 Rp 149.010.100 Rp 1.231.700 Rp 1.690.200 Rp 2.921.900 13.5%
279 Rp 147.764.500 Rp 1.245.500 Rp 1.676.400 Rp 2.921.900 13.5%
280 Rp 146.505.000 Rp 1.259.500 Rp 1.662.400 Rp 2.921.900 13.5%
281 Rp 145.231.300 Rp 1.273.700 Rp 1.648.200 Rp 2.921.900 13.5%
282 Rp 143.943.200 Rp 1.288.000 Rp 1.633.900 Rp 2.921.900 13.5%
283 Rp 142.640.700 Rp 1.302.500 Rp 1.619.400 Rp 2.921.900 13.5%
284 Rp 141.323.500 Rp 1.317.200 Rp 1.604.700 Rp 2.921.900 13.5%
285 Rp 139.991.500 Rp 1.332.000 Rp 1.589.900 Rp 2.921.900 13.5%
286 Rp 138.644.500 Rp 1.347.000 Rp 1.574.900 Rp 2.921.900 13.5%
287 Rp 137.282.300 Rp 1.362.100 Rp 1.559.800 Rp 2.921.900 13.5%
288 Rp 135.904.900 Rp 1.377.500 Rp 1.544.400 Rp 2.921.900 13.5%
289 Rp 134.511.900 Rp 1.393.000 Rp 1.528.900 Rp 2.921.900 13.5%
290 Rp 133.103.300 Rp 1.408.600 Rp 1.513.300 Rp 2.921.900 13.5%
291 Rp 131.678.800 Rp 1.424.500 Rp 1.497.400 Rp 2.921.900 13.5%
292 Rp 130.238.200 Rp 1.440.500 Rp 1.481.400 Rp 2.921.900 13.5%
293 Rp 128.781.500 Rp 1.456.700 Rp 1.465.200 Rp 2.921.900 13.5%
294 Rp 127.308.400 Rp 1.473.100 Rp 1.448.800 Rp 2.921.900 13.5%
295 Rp 125.818.700 Rp 1.489.700 Rp 1.432.200 Rp 2.921.900 13.5%
296 Rp 124.312.300 Rp 1.506.400 Rp 1.415.500 Rp 2.921.900 13.5%
297 Rp 122.788.900 Rp 1.523.400 Rp 1.398.500 Rp 2.921.900 13.5%
298 Rp 121.248.400 Rp 1.540.500 Rp 1.381.400 Rp 2.921.900 13.5%
299 Rp 119.690.500 Rp 1.557.900 Rp 1.364.000 Rp 2.921.900 13.5%
300 Rp 118.115.200 Rp 1.575.400 Rp 1.346.500 Rp 2.921.900 13.5%
301 Rp 116.522.000 Rp 1.593.100 Rp 1.328.800 Rp 2.921.900 13.5%
302 Rp 114.911.000 Rp 1.611.000 Rp 1.310.900 Rp 2.921.900 13.5%
303 Rp 113.281.900 Rp 1.629.200 Rp 1.292.700 Rp 2.921.900 13.5%
304 Rp 111.634.400 Rp 1.647.500 Rp 1.274.400 Rp 2.921.900 13.5%
305 Rp 109.968.400 Rp 1.666.000 Rp 1.255.900 Rp 2.921.900 13.5%
306 Rp 108.283.600 Rp 1.684.800 Rp 1.237.100 Rp 2.921.900 13.5%
307 Rp 106.579.900 Rp 1.703.700 Rp 1.218.200 Rp 2.921.900 13.5%
308 Rp 104.857.000 Rp 1.722.900 Rp 1.199.000 Rp 2.921.900 13.5%
309 Rp 103.114.800 Rp 1.742.300 Rp 1.179.600 Rp 2.921.900 13.5%
310 Rp 101.352.900 Rp 1.761.900 Rp 1.160.000 Rp 2.921.900 13.5%
311 Rp 99.571.200 Rp 1.781.700 Rp 1.140.200 Rp 2.921.900 13.5%
312 Rp 97.769.500 Rp 1.801.700 Rp 1.120.200 Rp 2.921.900 13.5%
313 Rp 95.947.500 Rp 1.822.000 Rp 1.099.900 Rp 2.921.900 13.5%
314 Rp 94.105.000 Rp 1.842.500 Rp 1.079.400 Rp 2.921.900 13.5%
315 Rp 92.241.800 Rp 1.863.200 Rp 1.058.700 Rp 2.921.900 13.5%
316 Rp 90.357.600 Rp 1.884.200 Rp 1.037.700 Rp 2.921.900 13.5%
317 Rp 88.452.300 Rp 1.905.400 Rp 1.016.500 Rp 2.921.900 13.5%
318 Rp 86.525.400 Rp 1.926.800 Rp 995.100 Rp 2.921.900 13.5%
319 Rp 84.577.000 Rp 1.948.500 Rp 973.400 Rp 2.921.900 13.5%
320 Rp 82.606.500 Rp 1.970.400 Rp 951.500 Rp 2.921.900 13.5%
Centre of Islam and Islamic Law Studies Lembaga Kajian Islam dan Hukum Islam
Faculty of Law, Universitas Indonesia 23
321 Rp 80.614.000 Rp 1.992.600 Rp 929.300 Rp 2.921.900 13.5%
322 Rp 78.599.000 Rp 2.015.000 Rp 906.900 Rp 2.921.900 13.5%
323 Rp 76.561.300 Rp 2.037.700 Rp 884.200 Rp 2.921.900 13.5%
324 Rp 74.500.700 Rp 2.060.600 Rp 861.300 Rp 2.921.900 13.5%
325 Rp 72.417.000 Rp 2.083.800 Rp 838.100 Rp 2.921.900 13.5%
326 Rp 70.309.800 Rp 2.107.200 Rp 814.700 Rp 2.921.900 13.5%
327 Rp 68.178.800 Rp 2.130.900 Rp 791.000 Rp 2.921.900 13.5%
328 Rp 66.024.000 Rp 2.154.900 Rp 767.000 Rp 2.921.900 13.5%
329 Rp 63.844.800 Rp 2.179.100 Rp 742.800 Rp 2.921.900 13.5%
330 Rp 61.641.200 Rp 2.203.600 Rp 718.300 Rp 2.921.900 13.5%
331 Rp 59.412.700 Rp 2.228.400 Rp 693.500 Rp 2.921.900 13.5%
332 Rp 57.159.200 Rp 2.253.500 Rp 668.400 Rp 2.921.900 13.5%
333 Rp 54.880.400 Rp 2.278.900 Rp 643.000 Rp 2.921.900 13.5%
334 Rp 52.575.900 Rp 2.304.500 Rp 617.400 Rp 2.921.900 13.5%
335 Rp 50.245.500 Rp 2.330.400 Rp 591.500 Rp 2.921.900 13.5%
336 Rp 47.888.800 Rp 2.356.600 Rp 565.300 Rp 2.921.900 13.5%
337 Rp 45.505.700 Rp 2.383.200 Rp 538.700 Rp 2.921.900 13.5%
338 Rp 43.095.700 Rp 2.410.000 Rp 511.900 Rp 2.921.900 13.5%
339 Rp 40.658.600 Rp 2.437.100 Rp 484.800 Rp 2.921.900 13.5%
340 Rp 38.194.100 Rp 2.464.500 Rp 457.400 Rp 2.921.900 13.5%
341 Rp 35.701.900 Rp 2.492.200 Rp 429.700 Rp 2.921.900 13.5%
342 Rp 33.181.700 Rp 2.520.300 Rp 401.600 Rp 2.921.900 13.5%
343 Rp 30.633.100 Rp 2.548.600 Rp 373.300 Rp 2.921.900 13.5%
344 Rp 28.055.800 Rp 2.577.300 Rp 344.600 Rp 2.921.900 13.5%
345 Rp 25.449.500 Rp 2.606.300 Rp 315.600 Rp 2.921.900 13.5%
346 Rp 22.813.900 Rp 2.635.600 Rp 286.300 Rp 2.921.900 13.5%
347 Rp 20.148.700 Rp 2.665.200 Rp 256.700 Rp 2.921.900 13.5%
348 Rp 17.453.500 Rp 2.695.200 Rp 226.700 Rp 2.921.900 13.5%
349 Rp 14.727.900 Rp 2.725.500 Rp 196.400 Rp 2.921.900 13.5%
350 Rp 11.971.700 Rp 2.756.200 Rp 165.700 Rp 2.921.900 13.5%
351 Rp 9.184.500 Rp 2.787.200 Rp 134.700 Rp 2.921.900 13.5%
352 Rp 6.365.900 Rp 2.818.600 Rp 103.300 Rp 2.921.900 13.5%
353 Rp 3.515.600 Rp 2.850.300 Rp 71.600 Rp 2.921.900 13.5%
354 Rp 633.300 Rp 2.882.300 Rp 39.600 Rp 2.921.900 13.5%
355 Rp 0 Rp 633.300 Rp 7.100 Rp 640.400 13.5%
Rp1.059.792.200