• Tidak ada hasil yang ditemukan

jpwk jurnal perencanaan wilayah & kota

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "jpwk jurnal perencanaan wilayah & kota"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

JPWK

JURNAL PERENCANAAN WILAYAH & KOTA

P-ISSN: 2338-1604 dan E-ISSN: 2407-8751 Volume 17 Nomor 2, Bulan Oktober, Tahun 2022

http://dDi.prg/10.29313/ipwk.v17i2.1522 Journal Homepage: https://iournals.unisba.ac.id/index.php/planologi

Ketersediaan dan Kualitas Fasilitas Parumahan Taman Manggis Permai di Kota Depok

A v a il a b ility and Q u a lity o f Taman M anggis P erm ai H ausing F a c ilitie s in Dapuk C ity

i n

Naufal Farhan, Joko Adianto

Perencanaan Wiiayah dan Kata, Fakuitas Taknik, Universitas Indonesia1

Perencanaan Wiiayah dan Kota, Dapartemen Arsitaktur, Fakuitas Teknik, Universitas indcnesid

E-mail Korespondensi: naufal.farhanll@uiac.iL

Artikel Masuk : Agustus 2022 Artikel Diterima : September 2022 Tersedia Online : Oktober 2022

Abstrak Saat ini, semakin banyak orang yang memilih tinggal di Kota Depok. Hal tersebut mengakibatkan jumlah perumahan di Kota Depok bertambah. Peningkatan tersebut tentunya haruslah diiringi pula dengan fasilitasnya yang memadai karena memengaruhi kehidupan warganya dengan meningkatkan ta ra f hidup mereka sehingga harus ada sekaligus berkualitas. Jadi, pendatang yang ingin bertempat tinggal di perumahan yang berlokasi di Kota Depok haruslah mencari informasi terkait fasilitasnya terlebih dahulu agar tidak terkena masalah seperti yang terjadi di perumahan Taman Manggis Permai. Di jalanan perumahan Taman Manggis Permai, terdapat tanda silang berwarna biru hingga terjadi peristiwa kemalingan. Tanda tersebut dianggap sebagai kode untuk rumah yang menjadi target sasarannya. Fasilitas perumahannya memengaruhi peristiwa tersebut, terutama bidang keamanan. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui ketersediaan dan kualitas fasilitas perumahan tersebut melalui penelitian. Metode penelitian yang digunakan yakni metode kualitatif. Metode tersebut fokus pada pengamatan mendalam terhadap kondisi yang terjadi begitu saja tanpa adanya intervensi dari peneliti sehingga sesuai untuk meneliti fasilitas perumahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perumahan Taman Manggis Permai dan RTnya te rd iri dari berbagai fasilitas. Sebagian besar fasilitas tersebut memiliki kekurangan. Semua warga perumahan Taman Manggis Permai harus memperbaiki semua fasilitas tersebut.

Kata kunci: Fasilitas, Keamanan, Kenyamanan, Kota Depok, Perumahan

Abstract. Currently, more people are choosing to live in Depak City. This causes the number of housing in Depak to increase. That increase of course must be accompanied by adequate facilities because it affects the lives of its citizens by

increasing their standard of living so that they must be available at the same time of quality. So, immigrants who want to live in housing located in Depok City must first seek information regarding the facilities so that they are not exposed to problems like what happened in the Taman Manggis Permai housing. On the residential street of Taman Manggis Permai, there is a blue cross sign until the theft occurs. The sign is considered a code far the house being targeted, its housing facilities influenced the event, particularly in the security area. Therefore, it is important to know the availability and quality of these housing facilities through research. The research method used is a qualitative method. This method focuses on in-dapth observations of conditions that just happen without any intervention from researchers so that method suitable far researching housing facilities. The results showed that Taman Manggis Permai Housing and its RT consisted of various facilities. Mast of these facilities have drawbacks. AH residents of Taman Manggis Permai housing must repair these facilities.

Keywords: Facilities, Security, Comfort, Depak City, Housing

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

(2)

6 3 Ketersediaan Dan Kua I it as Fas Hit as Perumahan Taman Manggis Permai Di Kota Dap ok

Pendahuluan

Saat ini, masalah kota-kota m etropolitan di dunia semakin hari semakin menumpuk, term a su k tantangan perkotaan yang akan dihadapinya pada masa depan (Mujahid, 20I6;United Nations Human Settlem ents Program m e, 2022). Hal te rse b u t dapat m enjadi ancaman bagi kota-kota te rse b u t (Clara Aditia, 2018). Kota-kota m etropolitan yang bersebelahan term asuk kawasan m e tropolitan. Kawasan m etropolitan te rb e s a r di Indonesia yakni Jabodetabek (Ja karta Berketahanan, 2022). Di kawasan tersebut, te rd a p a t ibu kota Indonesia saat ini, yakni Jakarta. Jabodetabek m erupakan akronim Jakarta-Bogor-D epok-Tangerang-Bekasi dengan Jakarta sebagai kota inti dan wilayah sekitarnya sebagai daerah penyangga Jakarta, yaitu Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Rustiadi, dkk., 20I5;Vento Saudale, 2017). Kawasan te rse b u t te rb e n tu k karena adanya keterhubungan antarw ilayah sehingga m asing-m asing wilayah yang te rk a it te ru s berkem bang ditam bah adanya aliran investasi asing dan dalam negeri serta kebijakan-kebijakan pem erintah yang mendukung pembentukan kawasan m etropolitan (D ire kto ra t Jenderal Penataan Ruang, 2006). Jadi, dapat dikatakan bahwa semua wilayah di kawasan te rse b u t saling terhubung. Hubungan te rse b u t menyebabkan adanya saling ketergantungan wilayah. Hal te rse b u t dapat di lihat dari pertam bahan penduduk di Jakarta yang semakin pesat mengakibatkan harga tanah di wilayah te rse b u t sangat mahal sehingga daerah sekitarnya (Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) menjadi a lte rn a tif tem pat berm ukim para pendatang dari luar Jabodetabek yang kemudian bekerja di Jakarta lalu menjadi kom uter hingga pro p o rsi kom uter Kota Depok te rtin g g i di Indonesia (Yufridaw ati, dkk., I993;N urhayati, 2008;D w i Hadya Jayani, 2020). Hal te rse b u t te rb u kti dari populasi Kota Depok yang pada tahun 2021 berjum lah 2.085.935 jiwa sedangkan pada tahun 2011 berjum lah 1.813.613 jiwa berdasarkan sensus penduduk (Badan Pusat S ta tistik Kota Depok, 2022). Dengan demikian, jum lah penduduk Kota Depok bertam bah.

Semakin banyak orang yang m emilih tinggal di Kota Depok tentunya m em berikan dampak terhadap pembangunan Kota Depok, salah satunya yakni perum ahan untuk m engakom odasi populasi yang m eningkat (Fainstein, 2008;Kakiay, 2009;Badan Pusat Statistik, 2022). Hal te rse b u t dikarenakan jum lah penduduk yang semakin meningkat berbanding lurus dengan jum lah tem pat tinggal (Ja uhari dan Ritohardoyo, 2013). Dengan kata lain, jum lah perum ahan di Kota Depok bertam bah. Peningkatan perum ahan di Kota Depok tentunya harus diiringi dengan ketersediaan fasilitasnya.

Tidak hanya tersedia, namun juga berkualitas. Hal te rse b u t dikarenakan fa silita s perum ahan sangatlah penting. Fasilitas perum ahan bersifa t sangat penting karena untuk m em astikan kehidupan yang b erm artabat bagi rakyat suatu negara dan m eningkatkan ta ra f hidup m ereka (Kumar, 2015). Jadi, bisa dikatakan bahwa fa silita s perum ahan berperan sangat penting bagi penghuninya. Pentingnya fa silita s perum ahan sudah b e rta ra f internasional sem enjak diakui oleh PBB m elalui Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia pada tahun 1948 dan Tujuan Pembangunan Milenium yang dijanjikan oleh 189 negara pada tahun 2 0 0 0 (Kum ar, 2015). Hal te rse b u t juga berlaku di Indonesia.

Semua orang di Indonesia berhak bertem pa t tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945 (Pem erintah Indonesia, 2016). Oleh karena itu, w arga perum ahan berhak mendapatkan lingkungan yang baik. Lingkungan te rse b u t untuk kehidupan mereka. Lingkungan yang baik adalah lingkungan yang mampu menyediakan kenyamanan, keamanan, dan mampu m em berikan kesenangan te rse n d iri bagi penghuninya (Sukmawati dan Yuliastuti, 2014). Lingkungan terse b u t bisa mencakup perum ahan dan juga sekitarnya. Oleh karena itu, lingkungan te rse b u t bisa dipengaruhi pula oleh ketersediaan fa silita s yang lengkap di dalam perum ahan dan juga di sekitarnya (Yuan, dkk., 1999). Fasilitas te rse b u t te rm a su k lingkungan yang baik bagi w arga perumahan.

Salah satu fungsi perum ahan yakni m eningkatkan ta ra f hidup warganya sehingga perlu dilengkapi dengan fa silita s yang berkualitas (Sukmawati dan Yuliastuti, 2014). Dengan seperti itu, fa silita s perum ahan m em bentuk hunian yang ideal (Sunarti, dkk., 2020). Jadi, semua w arga perum ahan mempunyai hak untuk tinggal di hunian yang fa silita s

JURNAL PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 17 (2), 2023

(3)

NaufalFarhad, Jako Adiantd 64

lingkungannya baik dari davaiDparnya lalu m erasakannya. Tempat tinggal layak huni dengan fa silita s yang memadai mErupakan tantangan penyediaan perum ahan saat ini (Perkim .id, 2021). Kemudian, fa s ilita s perum ahan di Kota Depok tidak semuanya sama. Hal te rse b u t dikarenakan m otivasi developer dalam membangun perum ahan berbeda-beda.

Fasilitas perum ahan m erupakan salah satu aspek pertim bangan konsumen dalam memilih tem pat tinggal (Hasanuddin, dkk., 2019). Hal te rse b u t dikarenakan fa silita s perum ahan term a su k pro p e rti perum ahan yang bisa meningkatkan daya ta rik (Alene Laney, 2022). Jadi, pendatang yang ingin bertem pat tinggal di perum ahan yang berlokasi di Kota Depok haruslah m encari inform asi te rka it fasilitasnya te rle b ih dahulu agar tidak terkena masalah seperti yang te rja d i di perum ahan Taman Manggis Permai.

Di jalanan perum ahan Taman Manggis Perm ai, terd a p a t tanda silang berw arna biru hingga te rja d i peristiw a kemalingan (Dwi Putra Kesuma, 2019). Tanda te rse b u t dianggap sebagai kode untuk rum ah yang menjadi ta rg e t sasarannya. Fasilitas perum ahannya m em engaruhi peristiw a tersebut, terutam a bidang keamanan. Hal te rse b u t dikarenakan kondisi kuantitas dan kualitas fa silita s perum ahan m em engaruhi pem anfaatannya (Sukm awati dan Yuliastuti, 2014). Oleh karena itu, penulis m eneliti ketersediaan dan kualitas fa silita s perum ahan tersebut.

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana ketersediaan dan kualitas fa silita s di perum ahan Taman Manggis Permai, dengan batasan bahwa perum ahan adalah rum ah-rum ah yang dibangun secara m engelompok di suatu wilayah lalu memiliki nama atas kelompok te rse b u t oleh developer yang sama dan fa silita s perum ahan adalah sarana perumahan.

Metodologi Penelitian 1. Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan yakni metode kualitatif. Metode kua lita tif m erupakan metode yang fokus pada pengamatan mendalam (Yoni Ardianto, 2019). Metode te rse b u t digunakan untuk m eneliti kondisi yang te rja d i begitu saja tanpa adanya intervensi dari peneliti (Sugiyono, 2010:15). Oleh karena itu, metode te rse b u t

cocok untuk m eneliti fa silita s perumahan.

2. Kerangka Pikir Penelitian

Kota Depot

__ I ___

Perumahan di Kota Depofc

l

Taman Manggis Permai Fasilitas Taman Manggis Permai

Ketersediaan Kualitas

Fasilitas Taman Manggis Permai Fasilitas Taman Manggis Permai 1______________ ______________1

| Ketersediaan dan Kualitas Fasilitas Taman Manggis Permai di KotaDepok |

Sumber: Olahan Pribadi Gambar 1. Diagram Kerangka Pikir PEnElitian

Di Kota Depok, te rd a p a t berbagai perum ahan, salah satunya yakni Taman Manggis Permai. Perumahan te rse b u t haruslah te rd a p a t fasilita s. Selain tersedia, juga berkualitas. Dari situlah dihasilkan ketersediaan dan

kualitas fa silita s perum ahan Taman Manggis Perm ai di Kota Depok.

3. Pengambilan Sampel

Pengambilan sampel dilakukan pada objek penelitian dan inform an. Pengambilan te rse b u t menggunakan jenis non probability sampling. Untuk objek penelitian pada tingkat RT, dilakukan teknik purposive sampling. Untuk inform an, dilakukan teknik accidental sampling.

JURNAL PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 17 (2), 2023

http://doi.org/l0.293l3/ipwk.vl7i2.l522

(4)

4. Objek Penelitian

Objek penelitian m erupakan segala sesuatu yang dipilih oleh penulis untuk d ite liti dengan tujuan menjawab pertanyaan penelitian. Oleh karena itu, objek penelitian ini yakni fa silita s perum ahan Taman Manggis Permai dan fa silita s salah satu RT perum ahan tersebut, yaitu RT. 001. RT te rse b u t berada setelah gapura perum ahan serta m erupakan RT yang pertam a kali dibangun oleh developer perum ahan te rse b u t sehingga dianggap m erepresentasikan RT perum ahan te rse b u t untuk m eneliti fa silita s RTnya yang tidak term a su k fa silita s perum ahan.

5. Infnrman

Inform an penelitian ini yakni w arga RT tem pat objek penelitian yang m embeli rum ah te ra k h ir di RT alias ayah penulis. Selain itu, berhubung penulis juga m erupakan w arga RT tersebut, penulis mencoba menggali ingatan diri sendiri te rk a it objek penelitian. Dengan begitu, diharapkan inform asi te rk a it objek penelitian bisa lengkap.

6. Pengumpulan Data

Penulis melakukan pengumpulan data p rim e r dan sekunder. Untuk mendapatkan data prim e r, penulis melakukan observasi, w aw ancara, dan dokumentasi. Untuk mendapatkan data sekunder, penulis melakukan pengunduhan data spasial yang tersedia pada inte rn e t dan studi lite ra tu r. Observasi dilakukan untuk mendapatkan info rm a si secara langsung te rka it objek penelitian m elalui pengamatan. Jenis observasi yang digunakan oleh penulis yakni observasi sistem atis. Penulis melakukan observasi te rse b u t terhadap fa silita s perum ahan dan lingkungan tem pat tinggal penulis. Penulis m engobservasi jalan depan rum ah tem pat tinggal penulis terlebih dahulu kemudian fa silita s perum ahan yang ada di RT tem pat tinggal penulis, fa silita s RT terse b u t, dan fa silita s di dekat RT tersebut. Setelah itu, penulis m ew aw ancarai inform an. W awancara dilakukan untuk mendapatkan data yang tidak didapatkan dari observasi. Bentuk w aw ancara yang digunakan oleh penulis yaitu semi te rs tru k tu r. Terdapat batasan tem a dan alur pem bicaraan pada w aw ancara semi te rs tru k tu r sehingga pem bicaraan yang dilakukan oleh penulis dan inform an tidak keluar dari topik penelitian supaya durasi w aw ancara dapat te rp re d iksi dan w aw ancara dapat dilakukan secara fleksibel, tetapi te rko n tro l. Kemudian, penulis juga bisa mendapatkan inform asi yang kom prehensif serta te rs tru k tu r dari inform an te rka it fa silita s perum ahan dikarenakan w aw ancara semi te rs tru k tu r te rm a su k kategori w aw ancara mendalam.

Dokumentasi dilakukan untuk m em perkuat penelitian. Dokumentasi yang dilakukan yakni m e m o tre t tem pat tinggal penulis tam pak dari depan, lingkungan tem pat tinggal penulis, gapura perum ahan Taman Manggis Permai, fa silita s-fa silita s perum ahan tersebut, fa silita s RT. 001 perum ahan tersebut, dan salah satu fa silita s di lu a r RT te rse b u t dengan menggunakan kam era ponsel penulis. Hasilnya berupa fo to -fo to .

Data sekunder yang didapatkan oleh penulis yakni data spasial dan lite ra tu r-lite ra tu r yang berkaitan dengan penelitian. Data spasial diperoleh dari instansi yang menyediakannya. L ite ra tu r-lite ra tu r te rse b u t diperoleh melalui studi lite ra tu r. Data spasial dibutuhkan untuk m em visualisasikan inform asi yang b e rsifa t keruangan.

Inform asi te rse b u t berkaitan dengan penelitian. Penulis mendapatkan data spasial dari internet, yakni lokasi tem pat tinggal penulis dari Google Maps dengan hak cipta tahun 2022. Studi lite ra tu r yang dilakukan oleh penulis yakni m encari lite ra tu r-lite ra tu r di in te rn e t kemudian m em pelajarinya lalu m engidentifikasi pengetahuan yang berhubungan dengan penelitian setelah itu m engutipnya (Farthing, 2016). Kutipan te rse b u t digunakan untuk m em perkuat penelitian. Data p rim e r dan data sekunder yang telah terkum pul kemudian diolah melalui pengolahan data.

65 Ketersediaan Dan Kualitas Fas Hit as Perumahan Taman Manggis Permai Di Kota Dap ok

JURNAL PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 17 (2), 2023

(5)

Naufai Farhad, Jako Adiantd GG

7. Pengolahan Data

Pangolahan data dilakukan untuk mengubah data manjadi sesuatu yang dapat dianalisis. Pangoiahan data yang dilakukan olah panulis yakni pangoiahan data spasial dan pangoiahan data kualitatif. Pangoiahan data spasial dilakukan dangan mangolah data spasial. Pangolahan data ku a lita tif dilakukan dangan mangolah data kualitatif.

Data spasial diolah dangan manggunakan Sistam Inform asi G aografis (SIG). Panulis manggunakan SIG karana m arupakan alat yang andal dalam manangani data spasial (Barus dan W iradisastra, 2DDD). SIG yang digunakan panulis ta rd iri atas hardw ara yakni laptop dan softw a ra yakni Googla Maps. Dari pangolahan tarsabut, panulis manghasilkan lokasi tam pat tinggal panulis.

Pangolahan data kua lita tif dilakukan dangan m angurutkan data kua lita tif sacara sistam atis yang talah didapatkan dari pangumpulan data. Pangurutan ta rsa b u t manghasilkan kamudahan dalam manaliti. Data spasial dan data ku a lita tif yang sudah diolah kamudian dianalisis.

8. Analisis Data

Analisis data yang digunakan olah panulis yakni analisis spasial dan analisis kualitatif. Dangan manggunakan analisis-analisis tarsabut, panulis dapat m anganalisis hasil pangolahan data dari parspaktif karuangan sacara logis. Jadi, panulis mambandingkan lokasi tam pat tinggal panulis dangan wilayah Kota Dapok sahingga ta rlih a t lataknya di Kota Dapok. Panulis mambandingkan data tantang fa silita s parum ahan di RT tam pat tinggal panulis dan fa silita s RT ta rsa b u t dangan katarnorm alan fa silita s ta rsa b u t bardasarkan parsapsi panulis. Kamudian, katarsadiaan fa silita s di ta m p a t-ta m p a t ta rsa b u t dangan parsapsi panulis juga tu ru t dibandingkan. Satalah itu, panulis manamukan parsam aan dan parbadaannya dangan malakukan panarikan kasimpulan.

9. Penarikan Kesimpulan

Panarikan kasimpulan pada panalitian ini dilakukan olah panulis dangan malakukan panalaran induktif.

Panalaran induktif dilakukan dangan malakukan panalaran pada hal-hal yang b a rsifa t spasifik untuk manghasilkan hal yang b a rsifa t umum (Santrock, 2008:357). Hal-hal yang b a rsifa t spasifik ta rsa b u t pada panalitian ini ta rd a p a t pada hasil analisis data, sahingga dangan malakukan panalaran induktif pada hal-hal tarsa b u t, panulis dapat manghasilkan hal yang b a rsifa t umum, yakni kasim pulan panalitian (jawaban partanyaan

panalitian). Dari jawaban tarsabut, dirum uskanlah saran.

10. Perumusan Saran

Saran digunakan sabagai masukan untuk partim bangan kabijakan kamajuan objak panalitian. Dbjak ta rsa b u t digunakan olah w arga parum ahan dan RT tam pat tinggal panulis. Dlah karana itu, samua w arga parum ahan dan RT tam pat tinggal panulis haruslah mangatahuinya.

Hasil dan Pembahasan

Rumah m am bari kita tam pat untuk m anyandiri dangan banar dari dunia lu a r (King, 2DI7). Dari situlah, tarhasilkan dunia baru, saparti di tam pat tinggal p a n u lis/ta m p a t objak panalitian. Panulis dari la h ir tinggal di Taman Manggis Parmai Blok C N om or II, RT. 001/RW. 029, Kalurahan Sukamaju, Kacamatan Cilodong, Kota Dapok, Jawa Barat, Indonasia.

JURNAL PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 17 (2), 2023

http://doi.orq/IP.293I3/ipwk.vI7i2.I522

(6)

67 Ketersediaan Dan Kua I it as Fa si lit as Perumahan Taman Manggis Permai Di Kota Dap ok

Sumber: Olahan Pribadi

Gambar 2. Lokasi Perumahan Taman Manggis Permai (Lingkaran Merah)

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Gambar 3. Gapura Perumahan Taman Manggis Permai

Rumah penulis te ru s m enerus direnovasi secara bertahap, baik untuk kebutuhan maupun perbaikan. Selain itu, rum ah penulis juga diisi dan diganti perabotannya dengan yang baru. Setiap keluarga memang menginginkan rum ah yang lebih besar, fa silita s lebih, didekorasi, dan dilengkapi dengan perabotan mode te rb a ru (Chapman, 2002). Penulis bisa b e rce rita sepe rti ini dikarenakan tidak ada m em ori tanpa tem pat (Malpass, 2008). Memori berikatan dengan tem pat.

Sumber: Dokumentasi Pribadi Gambar 4. Tempat Tinggal Penulis

Rumah b e ra rti lebih dari sekadar rum ah itu sendiri, hal te rse b u t juga m enyebar ke daerah lingkungan sekitarnya (Vestbro, dkk., 2005). Hubungan keluarga penulis dengan tetangga, khususnya yang tinggal di sepanjang jalan di depan rum ah penulis baik. Lalu, RT penulis setiap bulan mengadakan arisan, baik bapak-bapak maupun ibu-ibu di rum ah yang mendapatkan arisan sebelumnya. Selain itu, setiap bulannya diadakan iuran bulanan di RT untuk kepentingan bersama.

JURNAL PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 17 (2), 2023

(7)

Naufai Farhad, Jako Adiantd 68

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Gambar 5. Jalan di Depan Tempat Tinggal Penulis beserta Rumah-Rumah Tetangga

Gambar 5. menunjukkan jalan di depan tem pat tinggal penulis beserta rum ah-rum ah tetangga penulis. Dalam desain perum ahan, ketetanggaan memang m erupakan prinsip yang pertam a (Towers, 2005). Pada awalnya, semua rum ah di perum ahan tem pat tinggal penulis bentuknya sama, teru ta m a semua rum ah yang te rle ta k di pinggir jalanan depan tem pat tinggal penulis karena luas tanahnya yang sama (tipe rum ah) dan berupa BTN. Hal te rse b u t dikarenakan setiap rum ah tangga mengalokasikan p ro p o rsi pendapatan yang berbeda-beda untuk rum ahnya m asing-m asing (Clapham, 2005). Oleh sebab itu, sekarang bentuk rum ahnya berbeda-beda.

Lalu, tem pat objek penelitian te rd iri dari berbagai fasilita s, yaitu musala, pertokoan, Posyandu, pos ronda, CCTV, tem pat m o n ito r CCTV, portal keamanan, dan lapangan serba guna RT. 001. Semuanya untuk keamanan dan kenyamanan penghuninya. Kebijakan perum ahan memang m erupakan upaya pengatasan masalah perum ahan (Aigbavboa dan W ellington, 2018). Sebelum adanya semua fa silita s tersebut, te rd a p a t tantangan pemahaman tentang sifa t masalah tem pat objek penelitian dan sudut pandang penghuninya secara mendalam (Maginn, dkk., 2008;Vanderstoep dan Johnston, 2009). Oleh karena itu, diadakanlah acara m usyaw arah RT saat arisan untuk m enyelesaikan masalah te rse b u t bersam a-sam a.

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Gambar 6. Musala Perumahan Taman Manggis Permai

Gambar B. menunjukkan musala perum ahan Taman Manggis Permai. Warga RT. 001 dan RT. 002 biasa solat ta ra w ih dan juga solat wajib di sini. Hal te rse b u t dikarenakan musala ini te rle ta k di RT. 002 serta seberang jem batan kali yang m erupakan perbatasan dengan RT. 001. Musala ini te ru s direnovasi. Di RT. 001, tidak ada musala maupun masjid. Kalaupun ada, itu berada di kampung yang bisa dilalui w arga setem pat. Sarana ibadah agama lain juga dari dulu belum ada.

JURNAL PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 17 (2), 2023

http://doi.org/10.29313/ipwk.v17i2.1522

(8)

69 Ketersediaan Dan Kua I it as Fas Hit as Perumahan Taman Manggis Permai Di Kota Dap ok

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Gambar 7. Pertokoan Perumahan Taman Manggis Permai

Gambar 7. menunjukkan pertokoan perum ahan Taman Manggis Permai. Pertokoan te rse b u t te rd iri dari w arung sembako, w arung tegal (w arteg), w arung jajanan, toko jasa pengirim an paket, toko minuman, dan w arung mi ayam bakso. Dahulu ada toko yang menjual alat tu lis kantor serta menyediakan jasa fotokopi dan toko yang menyediakan jasa berm ain PS 2 (rental PS). Namun, toko-toko te rse b u t kini telah tiada.

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Gambar 8. Posyandu Perumahan Taman Manggis Permai

Gambar 8. menunjukkan posyandu perum ahan Taman Manggis Permai. Lokasinya berada di sebelah pertokoan perum ahan tersebut. Ibu-ibu di perum ahan tem pat penulis tinggal membawa anaknya yang masih bayi sam pai dengan balita ke sana untuk diim unisasi. Namun, penulis diim unisasi di rum ah sakit tem pat penulis lahir. Plang posyandu te rse b u t perlu diganti dengan yang baru supaya tulisannya te rlih a t jelas.

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Gambar 9. Pos Ronda RT. 001 Perumahan Taman Manggis Permai

JURNAL PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 17 (2), 2023

(9)

NaufaiFarhad, Joko AdiantO 70

Gambar 9. menunjukkan Pos Ronda RT. 001 parum ahan Taman Manggis Permai. Dahulu w arga RT tarsa b u t bergiliran untuk ronda namun tidak lagi karena lebih m emilih untuk menyewa satpam berjum lah dua orang. Salah satu satpam berjaga di sana, satunya lagi berkeliling m engitari rum ah w arga RT. Saat penulis SD, penulis bersam a tetangga penulis yang juga merupakan tem an SD penulis sering ke sana untuk menunggu jem putan sekolah yang datang dan tu ru n dari jem putan sekolah. Lalu, pos te rse b u t juga merupakan tem pat berm ain dan nongkrong penulis bersama tetangga-tetangga penulis. Pos te rse b u t perlu dicat ulang karena kulitnya sudah mengelupas. Kemudian, perlu diberikan pentungan kembali sebagai tanda kepada w arga RT tersebut. Lalu, telepon umum yang berada di sampingnya perlu diganti dengan yang baru.

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Gambar 10. CCTV RT. 001 Parumahan Taman Manggis Permai

Gambar ID menunjukkan CCTV RT. 001 Perumahan Taman Manggis Perm ai. CCTV RT te rs e b a r di berbagai titik di RT penulis. Semua penglihatan CCTV te rse b u t terhubung dengan m o nitor di Pos M onitor CCTV.

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Gambar 11. Pos Monitor CCTV RT. 001 Porumahan Taman Manggis Permai

Gambar II. menunjukkan pos m o n ito r CCTV RT. 001 Perum ahan Taman Manggis Permai. Semua penglihatan CCTV yang ada di RT dapat dilihat di pos tersebut. Jika ingin ke sana, harus melalui lapangan serba guna RT. 001 te rle b ih dahulu (lokasi). Semua CCTV te rse b u t bisa rusak karena te rsa m b a r petir. Oleh karena itu, perlu disediakan penangkal p e tir untuk semua CCTV tersebut.

JURNAL PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 17 (2), 2023

http://doi.org/10.23313/ipwk.vl7i2.1522

(10)

71 Ketersediaan Dan Kua I it as Fas Hit as Perumahan Taman Manggis Permai Di Kata Dapak

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Gambar 12. Partal Keamanan RT. 001 Perumahan Taman Manggis Permai

Gambar 12. menunjukkan portal keamanan di RT. 001 Perumahan Taman Manggis Permai. Sebelum dua satpam RT meninggal, m erekalah yang menutup dan membuka portal te rse b u t pada waktu yang telah ditentukan. Sekarang, w arga yang melakukan itu semua. P ortal te rse b u t untuk m em batasi kendaraan yang m elalui jalan utama perum ahan dengan jalan penghubung rum ah-rum ah w arga RT sini. Hal te rse b u t sesuai dengan pemahaman tentang hubungan tata ruang dan masalah sosial (Vaughan, 2018). Namun, w arga harus membuka dan menutup portal te rse b u t sendiri. Apabila ada satpam, maka dialah yang melakukannya. Perlu adanya rekrutm en satpam kembali untuk RT te rse b u t berjum lah sekitar tujuh orang, satu orang berada di portal keamanan sekaligus pos ronda yang berada di dekatnya, lainnya m engawasi jalanan dengan to ta l cakupan pandangan semua rumah.

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Gambar 13. Lapangan Serba Guna RT. 001 Perumahan Taman Manggis Permai

Gambar 13. menunjukkan lapangan serba guna RT. 001 Perumahan Taman Manggis Permai. Sekarang dijadikan tem pat p a rk ir mobil oleh w arga RT. Sebelumnya, lapangan ini merupakan tem pat berm ain w arga RT dan juga acara hajatan, baik w arga secara pribadi maupun RT, te rm a su k m usyawarah RT sepe rti pemilihan ketua RT. Lapangan te rse b u t perlu dicat ulang untuk mengangkat kembali sebagai sarana olahraga, baik badm inton maupun juga basket.

Selain itu, perlu adanya lahan p a rkir yang terp isa h dengan lapangan tersebut.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis, maka disim pulkan bahwa fa silita s perum ahan dan fa silita s RT-nya masih te rd a p a t berbagai kekurangan. Semua kekurangan te rse b u t harus diperbaiki. Hal te rse b u t untuk kebaikan semua w arga yang tinggal di wilayah terse b u t. Maka dari itu, saran untuk m em perbaiki kondisi ini adalah dengan sem ua w arga perum ahan Taman Manggis Perm ai dan RTnya harus m em perbaiki fa silita s perum ahan dan juga fa silita s RT-nya. Hal te rse b u t harus dilakukan dengan bekerja sama. Kerja sama dilakukan oleh antaraktor.

JURNAL PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 17 (2), 2023

(11)

Naufai Farhad, Jako Adiantd 72

Ucapan Terima Kasih

Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahm at dan kuasanya penulisan artikai ilmiah ini bisa diselesaikan. Penulis juga be rte rim a kasih kepada Pak Joko selaku dosen di M agister Perencanaan Wilayah dan Kota U niversitas Indonesia karena sudah m engarahkan untuk menulis artikel ilm iah ini, Papa karena sudah m em beri tahu inform asi te rk a it perum ahan Taman Manggis Perm ai serta m engantarkan ke titik -titik fasilitasnya, dan bapak-bapak RT. 001 yang sudah m enyam but saat m e m otret pos m o nitor CCTV kemudian m em berikan saran. A khir kata, penulis juga mengucapkan te rim a kasih kepada Tim Ju rn a l PWK UNISBA yang sudah m em berikan masukan sehingga artikel ilm iah ini bisa diperbaiki.

Daftar Pustaka

Aditia, Clara. (2018, 17 OktobEr). "Perm asalahan Kota M etropolitan Jadi Ancaman". Koropak New s. Diambil dari h ttp s://n e w s .ko ro p a k.co .id /4 8 5 5 /p e rm a sa la h a n -k o ta -m e tro p o lita n -ja d i-a n c a m a n .

Aigbavboa, Clinton dan W ellington Thwala. (2018). Residential Satisfaction and Housing Policy Evolution. Abindon:

Routledge.

Ardianto, Yoni. (2019, 6 Maret). "MEmahami Metode PenElitian Kualitatif". D irektorat Jenderal Kekayaan Negara

Kem enterian Keuangan Republik Indonesia. Diambil dari

h ttp s://w w w .d jkn .ke m e n ke u .g o .id /a rtike l/b a ca /l2 7 7 3 /M e m a h a m i-M e to d e -P e n e litia n -K u a lita tif.h tm l.

Badan Pusat Statistik. (2022). "S ta tistik KomutEr Jabodetabek 2019". Diambil dari h ttp s ://w w w .b p s .g o .id /p u b lic a tio n /2 0 l9 /l2 /0 4 /e a b 8 7 d l4 d 9 9 4 5 9 f4 0 lB b b 0 5 7 /s ta tis tik -k o m u te r-ja b o d e ta b e k - 2 0 l9 .h tm l.

Barus, Baba dan Uup Syafei W iradisastra. (2000). Sistem Inform asi Geografi; Sarana Manajemen Sumberdaya. Bogor:

In stitu t Pertanian Bogor.

BPS Kota Depok. (2022). "Jum lah Penduduk Menurut KEcamatan dan Jenis Kelamin (Jiw a), 2000-2011". Badan Pusat S ta tistik Kota Depok. Diambil dari h ttp s ://d e p o k k o ta .b p s .g o .id /in d ic a to r/l2 /3 0 /4 /ju m la h -p e n d u d u k -m e n u ru t- kecam atan-dan-jenis-kelam in-.htm l.

_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ . (_ _ _ ). Kota Depok Dalam Angka 2022. Kota Depok: Badan Pusat S ta tistik Kota Depok.

Chapman, Tony. (2002). Ideal Homes?: Social Change and Domestic Life. Taylor & Francis e-Library.

Clapham, David. (2005). Meaning of Housing: A Pathways Approach. Bristol: Policy Press.

D ire kto ra t Jenderal Penataan Ruang. (200B). M etropolitan di Indonesia: Kenyataan dan Tantangan dalam Penataan Ruang. Jakarta Selatan: D ire kto ra t Jenderal Penataan Ruang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Fainstein, Susan Saltzman. (2008). Spatial Justice and Planning. DOI: l0 .l0 0 2 /9 7 8 lll9 0 8 4 6 7 9 .c h l3 . Farthing, Stuart. (20l6). Research Design in Urban Planning: A Student's Guide. London: SAGE Publications.

Google Maps. (2022). "Kota Depok, Jawa Barat". Google. Diambil dari

h ttp s ://w w w .g o o g le .c o .id /m a ps/place/K ota+D epok,+Jaw a+B arat/@ -

6.387l8l4,l0B .8208348 ,l9220m data = !3 m l!le 3 !4 m 5 !3 m 4 !ls0 x2 e B 9 e 9 5 B 2 0 a 2 9 7 d 3 0 xlcfd 4 0 4 2 3 lB fb 2 l7 !8 m 2 !3 d - 6 .4024844!4dl06.7942405.

Hasanuddin, H., Supriani, F., dan Islam, M. (20l9). Analisis Tingkat Kepuasan Pemilik Perumahan terhadap Fasilitas dan Kualitas Bangunan Perumahan Griya Tanjung Perdana di Kota Bengkulu (Studi Kasus di Perumahan Griya Tanjung Perdana). Proceedings of Civil Engineering and Built Environm ent C onference 20l9. Bengkulu: 20 M aret 20l9. l5 6 - l63.

JURNAL PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, l7 (2), 2023

http://doi.org/l0.293l3/ipwk.vl7i2.l522

(12)

73 Ketersediaan Dan Kualitas Fasilitas Perumahan Taman Manggis Permai Di Kota Dapok

Jakarta Berketahanan. (2022). "Kota Jaka rta ". Diambil dari

h ttp s://lin gkunganh idu p.jaka^ta.g □ .id/jaka^taba^katahana n/?paga _id =5 B 8.

Jauhari, A. dan Ritohardoyo, S. (2013). "Dam pak Pembangunan Perumahan Terhadap Perubahan Penggunaan Lahan dan Kondisi Sosial-ekonom i Penjual Lahan di Kecamatan M lati". Jurnal Bumi Indonesia 2, 1(2). 192-201.

Jayani, Dwi Hadya. (2020, 2 Juni). "Depok, Kota dengan Pekerja Ulang Alik T erbesar di Indonesia". Databoks. Diambil dari h ttp s://d a ta b o ks .ka ta d a ta .c o .id /d a ta p u b lish /2 0 2 0 /0 G /0 2 /d e p o k -ko ta -d e n g a n -p e ke rja -u la n g -a lik- te rb e sa r-d i-in d o n e sia .

Kakiay, Agusthina C hristina. (2009). "Relasi Kekuasaan dalam Pelayanan Publik (Studi tentang Hubungan Pelaku-Pelaku dalam Pengelolaan Term inal Terpadu Kota Depok)". D isertasi. Depok: U niversitas Indonesia.

Kesuma, Dwi Putra. (2019, 19 Septem ber). "M isteri Tanda Silang Biru Sebelum Maling Masuk Rumah di Perumahan Taman Manggis Perm ai". Tribunjakarta.com . Diambil dari h ttp s ://ja k a rta .trib u n n e w s .c o m /2 0 l9 /0 9 /l9 /m is te ri- tanda-silang-b iru -se b e lu m -m a lin g -m a su k-ru m a h -d i-p e ru m a h a n -ta m a n -m a n g g is-p e rm a i.

King, Peter. (2017). Thinking on Housing W ords, Memories, Use. London: Routledge.

Kumar, A. (2015). "Housing Am enities in Urban India-Issues and Challenges". Shelter, (lG)l, 7-14. ISSN: 2347 - 4912.

Laney, Alene. (2022). "W hat Is an Am enity?". The Balance. Diambil dari h ttp s://w w w .th e b a la n ce m o n e y.c o m /w h a t-is-a n - a m enity-5 205722.

Maginn, Paul J., Susan Thompson, dan Matthew Tonts. (2008). Q ualitative Housing Analysis: An International Perspective. Bingley: Em erald Group Publishing Limited.

Malpass, Jeff. (2008). Rethinking Dwelling: Heidegger, Place, A rch ite ctu re . London: Bloom sbury.

Mujahid, Nurul Wajah. (2016). "Beban Ibukota yang Kian Berat". Percik. Hal. 8. Jakarta Pusat: Pokja AMPL.

Nurhayati, Maika. (2008). "S tra te g i Optim asi Daya Dukung Sum ber Daya A ir di Kota Bekasi" Tesis. Depok: Program Pascasarjana U niversitas Indonesia.

Pem erintah Indonesia. (2016). "Undang Undang Dasar 1945". Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Diambil dari h ttp s ://w w w .d p r.g o .id /jd ih /u u l9 4 5 .

Perkim.id. (2021, 11 Februari). "Arah Kebijakan Sektor Perum ahan". Diambil dari h ttp s ://p e rk im .id /ta n ta n g a n - p e n ye d ia a n -p e ru m a h a n /a ra h -ke b ija ka n -se kto r-p e ru m a h a n /.

Rustiadi, E., Pribadi, D.O., P ravitasari, A. E., Indraprahasta, G. S., dan Iman, L. 0. S. (2015). "Jabodetabek Megacity: From City Development Toward Urban Complex Management System " dalam Urban Development Challenges, Risks and Resilience in Asian Mega Cities (hlm. 42l-445). Tokyo: Springer. DOI: l0 .l0 0 7 /9 7 8 -4 -4 3 l-5 5 0 4 3 -3 _ 2 2 .

Saudale, Vento. (2017, 7 Juli). "B ogor Tetap Berperan sebagai Penyangga Jakarta ". Beritasatu.com . Diambil dari h ttp s://w w w .b e rita s a tu .co m /m e g a p o lita n /4 4 0 2 8 5 /b o g o r-te ta p -b e rp e ra n -se b a g a i-p e n ya n g g a -ja ka rta .

Santrock, John W. (2008). Educational Psychology. 3rd Edition. The City of N ew York: M cGraw-Hill Education.

S e kre ta ria t Jenderal DPR RI. (2016). "Undang Undang Dasar 1945". Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.

Diambil dari h ttp s ://w w w .d p r.g o .id /jd ih /u u l9 4 5 .

S u bdirektorat S ta tistik M obilitas Penduduk dan Tenaga Kerja. (20l9). S ta tistik Kom uter Jabodetabek 2 0 l9 Hasil Survei Kom uter Jabodetabek 20l9. Jakarta Pusat: Badan Pusat Statistik.

Sugiyono. (20l0). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Sukmawati, A.M. dan Yuliastuti, N. (2014). "E fektivitas Pemanfaatan Fasilitas Sosial di Perumahan Bukit Kencana Jaya Sem arang" Teknik PWK, (3)3, 371-382. Diambil dari h ttp ://e jo u rn a l-s l.u n d ip .a c .id /in d e x .p h p /p w k .

JURNAL PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, l7 (2), 2023

(13)

Naufai Farhad, Joko AdiantO 74

Sunarti, S., Yuliastuti, N., Tyas, W.P., Sari, D.P.P. (2020). "Panyadiaan Fasilitas Hunian di Perumahan KORPRI Salatiga:

Realita dan Konsep Neighborhood Unit". Tata Loka, (20)2, 2 49-26 0. DOI:

h ttp s://d o i.O rg /ID .l4 7 ID /ta ta lo ka .2 2 .2 .2 4 g -2 B D .

Towers, Graham. (2005). An Introdu ction to Urban Housing Design: At Home in the City. Oxford: A rch ite c tu ra l Press.

United Nations Human S ettlem ents Program m e. (2022). World Cities R eport 2022: Envisaging the Future of Cities.

Nairobi: UN-Habitat.

Vanderstoep, Scott W. dan Johnston, D eirdre. D. (2009). Research Methods fo r Everyday Life: Blending Q ualitative and Q uantitative Approaches. San Francisco: John Wiley & Sons.

Vaughan, Laura. (2018). Mapping Society: The Spatial Dimensions of Social C artography. London: UCL Press.

Vestbro, Dick Urban, Yonca Hurol, dan Nicholas W ilkinson. (2005). Methodologies in Housing Research. Gateshead: The Urban International Press.

Yuan, Lim Lan, Belinda Yuen, dan C hristine Low. (1999). "Q uality of Life in Cities - Definition, Approaches and Research"

dalam Urban Quality of Life: C ritical Issues and Options. Singapore: NUS Press.

Y ufridaw ati, Anggraini A., Erni Riniyati, dan Panca Endah S. (1993). Pembinaan Kota: Studi Kasus Pertum buhan dan Perkem bangan Kota Bekasi. Depok: Lembaga Penelitian U niversitas Indonesia.

JURNAL PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 17 (2), 2023

http://doi.org/I0.2g3I3/ipwk.vI7i2.I522

Referensi

Dokumen terkait

Permasalahan dalam dari perencanaan dan perancangan bangunana Taman Pintar ini adalah, bagaimana merancang bangunan Taman Pintar dengan mengolah tata ruang luar yang dapat

Permasalahan dalam perencanaan dan perancangan taman rekreasi edukatif ini adalah bagaimana mewujudkan rancangan Taman Rekreasi Edukatif “Saving Mother Earth” di Sleman

“Evaluasi Fungsi Sosial dan Budaya Taman Kota sebagai Ruang Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan di Kota Surakarta (Studi Kasus: Taman Balekambang dan Taman Sriwedari)”.. Dalam

Maka, secara umum dalam melakukan perubahan pemanfaatan ruang pada tip ini, responden lebih mempertimbangkan “ketersediaan lahan” yang dimana perubahan rumah yang

Per masal ahan yang di hadapi set i ap daer ah unt uk meni ngkat kan pembangunan adal ah upaya dal am menet apkan kebi j akan yang sesuai dengan kar akt er masi ng- masi ng daer

Tugas Akhir dengan judul “Perencanaan Manajemen Lingkungan Gudang Peralatan Elektronik dan Peralatan Rum ah Tangga PT.JDCL di Sleman” disusun oleh penulis sebagai salah satu

Jawab: Belum pernah, tapi berminat, hanya saja ada beberapa kendala yang akan dirasakan jika melakukan kegiatan di taman publik, seperti divisi teater akan merasakan kendala pada

Tidak hanya itu, minimnya sebaran jalur penyeberangan jalan pada area penyeberangan jalan untuk mendukung kelancaran mobilitas anak, serta belum tersedianya taman