Judul: Hentikan Bullying!
Karakter:
1. Pak Eko (guru) 2. Satria(Perundung) 3. Pandu (Teman Satria) 4. Asep (Terundung) 5. Fatimah (Teman Asep) 6. Naura (Pacar Satria) Durasi: 8 menit
Setting: Sekolah
Adegan 1: Pagi di sekolah
Saat bel masuk pagi berbunyi, murid-murid berhamburan masuk ke kelas.
Satria dan Pandu berjalan menuju kelas sambil tertawa-tawa. Asep dan Fatimah duduk di bangku mereka, sedangkan Naura datang terlambat.
Pak Eko: Selamat pagi, anak-anak. (kemudian Pak Eko memberi tugas dan murid-murid mulai bekerja)
Adegan 2: Rencana jahat Pandu
Di sela-sela istirahat, Pandu berbicara dengan Satria tentang rencananya untuk membuat Asep dijauhkan dari Naura.
Pandu: "Aku sudah mendapatkan nomor telepon Naura. Aku akan mengirim pesan kepadanya dan membuatnya terkesan padaku. Naura pasti akan menginginkan aku sebagai pacarnya."
Satria: "Keren, bro. Aku senang kau melakukannya. Asep tidak pantas menjadi pacar Naura. Dia hanyalah orang bodoh dan lemah."
Adegan 3: Asep di-bully oleh Satria
Saat pulang sekolah, Asep berjalan sendiri dan tiba-tiba dihadang oleh Satria dan Pandu.
Satria: "Hei, Asep! Apa yang kau lakukan dengan Naura? Apa kau mencoba merayunya?"
Asep: "Tidak, Satria. Aku tidak melakukan apa-apa."
Pandu: "Jangan berbohong, Asep. Kami tahu kau menyukai Naura dan mencoba mengambilnya dari Satria."
Satria: "Kau tidak pantas menjadi pacar Naura. Kau tidak sepadan dengannya. Kau hanyalah pecundang yang lemah dan bodoh!"
Adegan 4: Pertarungan antara Satria dan Asep Asep mulai berani dan membela dirinya.
Asep: "Kau tidak bisa mengatakan hal seperti itu kepadaku, Satria! Aku tidak takut padamu!"
Satria: "Oke, jika begitu, mari kita lihat siapa yang lebih kuat di antara kita!"
Kedua murid itu mulai berkelahi. Pandu mencoba untuk menarik Satria, tetapi tidak berhasil. Sementara itu, Fatimah dan Naura datang ke tempat kejadian.
Fatimah: "Hei, berhenti! Apa yang kalian lakukan?"
Naura: "Sudah cukup! Satria, kenapa kau melakukan ini? Asep tidak bersalah."
Satria: "Aku tidak tahu. Aku hanya tidak suka melihat Asep berada dekat Naura."
Pak Eko tiba di tempat kejadian dan menegur murid-murid.
Pak Eko: "Sudah cukup! Apa yang kalian lakukan itu sangat salah. Aku akan memanggil orang tua kalian dan memberitahu mereka tentang
perilaku kalian."
Adegan 5: Akhir yang menjengkelkan
Hari berikutnya, Satria meminta maaf kepada Asep dan Naura. Ia menyadari bahwa perilakunya tidak pantas dan melanggar norma.
Moral : Bullying dan fitnah tidak sepantasnya dilakukan apalagi terhadap teman sendiri.