• Tidak ada hasil yang ditemukan

Judul: "Stop Bullying"

N/A
N/A
rayi calisa

Academic year: 2024

Membagikan "Judul: "Stop Bullying""

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Judul : "Stop Bullying"

Tokoh :

Natasha Ayu P. P : sebagai Nara -Protagonis Rahma Nurdila : sebagai Disa - Antagonis Myra Alysha : sebagai Manda - Antagonis Tsanya Zahra : sebagai Tania - Protagonis Rayi Calisa Indyara : sebagai Guru - Protagonis Narator : Shofina Ni’matuzaqia

Setting : Sekolah

Nara berjalan sendirian dikoridor sekolah dengan kepala yang tertunduk, disana sudah ada Disa dan Manda yang bersandar di dinding koridor dengan memperhatikan Nara sambil tersenyum jahil.

“Pas banget pagi pagi ketemu sama mainan Gue” Kata Disa.

“Lo mau apain lagi tuh anak?” Tanya Manda menatap Disa.

Bukannya menjawab pertanyan Manda, Disa yang sudah gemas pun teriak.

“WOI CUPU SINI LO” Nara yang mendengar itu pun terkejut.

“Ck. Lama banget jalannya” Gerutu Disa.

“Kenapa?” Tanya Nara ketakutan.

Itu bukan pertama kali Nara dibully oleh Disa dan teman temannya.

“Gue laper nih” Celetuk Manda tiba tiba.

”Ya makan, kenapa ngomong sama aku kalau kamu laper?” Jawab Nara.

“Ya mana uang nya?!” Sambung Manda.

(2)

“Tapi aku engga ada uang” Jawab Nara dengan gemetar.

Tiba-tiba Disa meronggoh saku Nara.

“Ini apa kalau bukan uang? Berani bohong Lo sama Kita?” Kata Disa yang menemukan beberapa lembar uang.

“Jangan Disa, itu buat cicilan bayar sekolah” Kata Nara dengan muka panik.

“Bayar sekolah kata Lo? Miskin banget ya, masa bayar sekolah pake uang receh gini” Kata Disa langsung melemparkan beberapa lembar uang itu ke muka Nara.

Disa mendorong Nara hingga jatuh, Nara yang melihat uang bertebaran itu langsung buru-buru mengambil satu persatu dengan air matanya yang sudah terjatuh namun saat Nara ingin ambil selembar uangnya lagi.

“Dasar miskin, duit receh lo juga gak akan cukup juga kali buat beli makan kita.

Ayo ah Dis gak ada gunanya juga ngambil duit receh Dia.” Ajak Manda dengan ketus.

Sudah merasa puas Disa dan Manda meninggalkan Nara yang masih mengumpulkan uangnya. Tania yang baru saja selesai dari kamar mandi melihat aksi pembullyan itu dan langsung merekam kejadian tersebut.

“Kamu kenapa nar, kok kamu nangis? Kamu di bully lagi sama mereka?” Dengan nada khawatir.

Nara mengelap air mata dan langsung berdiri.

“Aku gak nangis kok, kamu kenapa belum masuk kelas?” Jawab Nara

“Kamu duluan gih, aku ada urusan dulu sebentar.” Tania beralasan.

(3)

Dengan sigap Tania mendatangi Bu Raya di ruangan BK dan menunjukan bukti video yang telah di rekam oleh Tania.

“Assalamualaikum bu…” Sambil mengetuk pintu.

“Waalaikumussalam, silahkan masuk” Perintah Bu Raya.

“Bu Raya, saya ingin melaporkan aksi pembullyan yang baru saja terjadi.” Lapor Tania dengan terengah-engah.

“Kapan dan siapa yang terlibat dalam aksi pembullyan tersebut?”

“Barusan banget Bu kejadiannya. Disa dan Manda membully Nara di koridor”

“Kamu jangan asal menuduh seperti itu jika tidak ada bukti.”

“Saya punya buktinya Bu dan saya juga melihat dengan mata kepala saya sendiri”

Kemudian Tania menunjukkan bukti berupa video rekaman Nara yang sedang dibully, Bu Raya yang melihat itupun langsung percaya dan mengambil sikap tegas untuk dapat menyelesaikan masalah ini.

Jam pelajaran pun di mulai, semua siswi mengikuti pelajaran dengan tertib, tak lama kemudian Bu Raya masuk ke kelas untuk memerintahkan Disa dan Manda ke ruang BK.

“Assalamualaikum, maaf mengganggu waktu belajarnya, Disa dan Manda ikut ibu ke ruang BK sekarang.” Perintah Bu Raya.

Kemudian mereka saling tatap dan melihat Nara dengan bingung. Disa dan Manda pun langsung berjalan mengikuti Bu Raya menuju ruang BK.

“Silahkan duduk” Perintah Bu Raya.

“Berapa banyak siswa yang sudah kamu bully?” Sambung Bu raya.

“Bully? Maksud Ibu apa?” Kata Disa dengan bingung.

“Jujur sama Ibu, Ibu punya bukti.”

“Bukti apa Bu?!!”

(4)

Kemudian bu Raya menunjukan bukti video yang direkam oleh Tania tanpa sepengetahuan mereka. Sontak mereka terkejut dan menatap satu sama lain.

“Direkaman ini terlihat jelas sekali bahwa kalian sedang membully Nara.” Bu Raya

“Engga Bu itu bukan kita berdua! Bisa jadi itu orang lain yang ngebully Nara.”

Sahut Manda

“Oh mungkin Ibu yang salah lihat, kalian boleh kembali ke kelas.” Bu Raya

Disa dan Manda kembali ke kelas dengan kesal.

Sesampainya di kelas Disa dan Manda langsung menuduh Nara yang telah mengadukan mereka ke Bu Raya.

“Maksud Lo apaan?! Lo sekongkol sama siapa buat ngaduin kita ke Bu Raya?!!”

Marah Manda sambil menggebrak meja.

“Ha?? Engga Disa, aku ga bersekongkol sama siapa-siapa.” Nara

“Makin kurang ajar Lo ya!!!” Marah Disa yang ingin menampar Nara

Tania yang sudah geram melihat kejadian itu, langsung angkat suara dan terjadilah perkelahian diantara mereka.

“Gue! Gue yang ngelaporin kalian berdua ke Bu Raya”Tania

“Sikap kalian tuh udah berlebihan ke Nara.” Sambung Tania

“Oh jadi Lo yang ngelaporin kita. Berani juga Lo sama kita.” Disa

“Ngapain Gue takut sama kalian, emang kalian siapa?!” Tania

Tak lama kemudian Bu Raya yang mendengar keributan tersebut segera menghampiri sumber suara.

(5)

“Ada apa ini ribut-ribut?! Sekarang semuanya ikut Ibu ke Ruang BK!!!”

Sesampainya mereka semua diruang BK, Bu Raya langsung menanyakan masalah yang terjadi dikelas tadi.

“Disa, Manda jujur sama Ibu! Kalian kan yang ada di video itu?”

“Iya Bu itu mereka. Lihat aja baju nya, mereka berpenampilan tidak rapi!”

Karena sudah merasa tersudut dan adanya bukti yang jelas, akhirnya mereka menagkui kesalahan mereka.

“Iya Ibu benar kita melakukan itu. Prestasi yang selalu didapatkan Nara ngebuat dia dibangga banggain sama guru-guru dan kita berdua gak suka ngeliatnya, Bu.”

Manda

“Ooo.. jadi aksi bully yang kalian lakukan kepada Nara hanya karena rasa iri?”

Tanya Bu Raya

“Kalian tidak seharusnya seperti ini. Sebagai teman kalian harusnya saling mensupport jika ada teman kalian yang mendapatkan prestasi, bukan malah dibully dan dimusuhi.” Sambung Bu Raya memberikan Nasihat

“Iya Bu kita sekarang paham. Kita janji tidak akan membully Nara lagi dan akan mensupport jika ada teman kita yang berprestasi. Terima kasih ibu sudah membuat kita sadar dan tahu kalau yang kita lakukan selama ini salah.” Disa

Akhirnya Bu Raya membawa Disa dan Manda bertemu dengan Nara di kelas untuk meminta maaf.

“Nara maafin kita berdua ya, selama ini kita bully kamu karena kita iri sama kamu.”

“Iya nar kita gak ada niatan sama sekali kok sebelumnya, maafin kita ya.”

”Sudah ya, jangan diulangin lagi, ini juga pelajaran untuk kitra semua, dan ibu harap kejadian ini tidak akan terulang kembali.

(6)

Akhirnya Disa dan Manda mengakui kesalahan berjanji tidak akan membully siapapun lagi, dan Nara pun sudah memafkan perbuatan mereka berdua. kini, mereka menjadi teman yang baik untuk satu sama lain.

Pesan yang disampaikan dalam drama "Stop Bullying" ini menunjukkan bagaimana pentingnya kesadaran, solidaritas, dan tindakan aktif dalam menghentikan bullying di lingkungan sekolah, sehingga lewat drama “Stop Bullying” ini pemeran pentas mengajak siswa lainnya untuk berpartisipasi dalam perubahan tersebut.

Referensi

Dokumen terkait