PENERAPAN GREEN MARKETING TERHADAP MINAT BELI PRODUK ADES DI KOTA BANDUNG
Auliya Hermawanti1, Ani Solihat2 Rani Rahmayani3
1Universitas BSI Bandung, [email protected]
2Universitas BSI Bandung, [email protected]
3Universitas BSI Bandung, [email protected]
ABSTRAK
Perusahaan produk AMDK semakin banyak di pasaran karena masyarakat paling sering mengonsumsi minuman tersebut. Salah satu perusahaan AMDK di Indonesia adalah PT Coca- Cola yang memproduksi Ades. PT Coca-Cola dalam upaya meningkatkan keunggulan bersaing meluncurkan desain produk yang aman dan terpercaya. Selain itu Ades menggunakan promosi yang ramah lingkungan melalui program-program yang berorientasi pada pelestarian lingkungan. Tampilan baru dan program-program Ades memiliki misi untuk menjadikan Indonesia yang lebih baik melalui tindakan sederhana untuk lingkungan. Ades bertujuan melalui program tersebut berusaha meningkatkan minat beli konsumen. Dengan harapan penjualan serta laba perusahaan meningkat melalui program green marketing karena konsumen dapat merasa tertarik dan mempertimbangkan produk Ades. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui penerapan green marketing terhadap minat beli produk Ades. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif dan verifikatif.
Penentuan sampel menggunakan rumus Rao Purba dan perolehan sebanyak 96 orang responden dengan teknik insidental sampling. Responden dalam penelitian ini adalah konsumen di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan program Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) yang bertujuan untuk mengukur pengaruh green marketing terhadap minat beli produk Ades serta menggunakan uji hipotesis T untuk mengetahui pengaruh secara parsial. Hasil penelitian menunjukkan secara parsial green marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli.
Kata Kunci : Green Marketing, Minat Beli.
ABSTRACT
AMDK product companies are increasingly in the market because most people consume these drinks. One of the AMDK companies in Indonesia is Coca-Cola Company, which produces Ades. Coca-Cola Company in an effort to increase competitive advantage launches safe and reliable product designs. In addition, Ades uses promotion that is environmentally friendly through programs oriented to environmental preservation. The new look and Ades programs have a mission to make a better Indonesia through simple actions for the environment. Ades aims through the program trying to increase purchase intention consumer. With the hope that sales and company profits will increase through green marketing programs because consumers can feel purchase and consider Ades products. The purpose of this study was to determine the application of green marketing to purchase intention in Ades products. The research method in this research is a quantitative method with descriptive and verification research designs.
Determination of the sample using the formula Rao Purba and the acquisition of 96 respondents with incidental sampling technique. Respondents in this study were consumers in the city of Bandung. This study uses a Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) program that aims to measure the influence of green marketing on the purchase interest of Ades products and uses the T hypothesis test to determine partial influence. The results showed that partially green marketing has a positive and significant influence on purchase intention.
Keywords: Green Marketing, Purchase Intention.
PENDAHULUAN
Perusahaan produk AMDK semakin banyak di pasaran karena masih menjadi jenis minuman paling sering dikonsumsi oleh masyarakat. Hal tersebut diperkuat dengan pernyataan Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (Aspadin) ada 2000 merek AMDK yang diperdagangkan di Indonesia dengan 900 pabrik yang tersebar di Indonesia. Kebutuhan AMDK di Indonesia pada tahun 2017 mencapai 27 miliar liter (Issetiabudi, 2017).
Salah satu perusahaan AMDK di Indonesia adalah PT Coca-Cola yang memproduksi Ades. Produk Ades lebih memperhatikan kualitas kemurnian air dan menunjukkan komitmen dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup. Termasuk kelestarian air melalui berbagai inisiatif.
Karena lebih menjaga kelestarian lingkungan tersebut produk Ades masuk dalam Top Brand Award kategori Air Minum Dalam Kemasan.
Tabel 1.
Top Brand Award 2016-2018 Kategori Air Minum dalam Kemasan
MEREK 2018 2017
TBI TOP TBI TOP AQUA 63,9% TOP 73,3% TOP
Ades 7,6% 4,1%
Club 3,4% 4,5%
Sumber: Top Brand Award (2018)
Ades berhasil masuk dalam Top Brand Award dan mengalami peningkatan tetapi belum bisa mengungguli merek AQUA sebagai TOP. Selain itu AQUA masih mendominasi puncak pangsa pasar yang belum mampu Ades kalahkan. Terlihat dari data penjualan Ades 2018 sebesar 4% yang jauh lebih rendah dari AQUA yaitu sebesar 46,7% (Ramadhan, 2018). Data tersebut menunjukkan adanya persaingan pasar dalam produk AMDK di Indonesia.
Persaingan pasar telah berlaku pada dekade saat ini. Perusahaan harus mendapatkan keunggulan bersaing dengan tujuan meningkatan performa perusahaan.
Kegiatan pemasaran mengalami perkembangan dari masa ke masa sesuai dengan fenomena dan kemajuan dunia dari waktu ke waktu. Kemajuan tersebut mempunyai kaitan dengan pemahaman mengenai marketing yang terjadi dari masa ke
masa (Alamsyah dan Wasilah, 2016). Salah satu pemahaman mengenai marketing yaitu pendekatan enviropreneurial strategic.
Perusahaan yang menerapkan pendekatan enviropreneurial strategic lebih melihat adanya perubahan orientasi konsep hijau.
Sebagai peluang mengembangkan produk dan teknologi inovatif dalam memuaskan kebutuhan konsumen. Pendekatan enviropreneurial strategic lebih menghasilkan keunggulan kompetitif daripada melihat perubahan sebagai hambatan perusahaan yang menuntut perlunya modifikasi (Setiyaningrum, 2015).
PT Coca-Cola dalam upaya meningkatkan keunggulan bersaing meluncurkan desain produk yang murni, aman, dan terpercaya karena botol produk Ades memakai bahan plastik yang lebih sedikit sehingga konsumen dapat meremukkan botol Ades dengan mudah.
Selain itu Ades menggunakan promosi yang ramah lingkungan dengan berkolaborasi dengan komunitas pencinta lingkungan melalui program-program yang berorientasi pada pelestarian lingkungan. Program- program tersebut bertujuan meminimalisasi kerusakan lingkungan (Putri dan Agustyananto, 2018).
Perusahaan yang pintar akan memandang isu lingkungan sebagai peluang memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen.
Perusahaan akan mengaplikasikan isu lingkungan dalam aktivitas pemasaran yang mereka lakukan sehingga menimbulkan fenomena baru dalam dunia pemasaran berupa konsep pemasaran hijau (green marketing) (Widodo, Yusiana, dan Stevanie, 2015).
Green marketing merupakan pendekatan pemasaran yang baru menjadi perhatian karena manusia sering menyebabkan kerusakan lingkungan. Perusahaan yang menggunakan strategi green marketing akan menarik perhatian konsumen karena tidak hanya mencari keuntungan tetapi tetap menjaga lingkungan hidup.
Sejak 2012 Ades sudah melakukan program green marketing sebagai berikut (Putri dan Agustyananto, 2018):
1. Program green marketing melalui desain produk Ades melakukan perubahan warna kemasan biru menjadi hijau. Selain itu Ades mengubah bentuk dan karakteristik
desain pada kemasan yang mengintruksi
„Pilih, Minum, dan Remukkan‟.
2. Ades mengurangi penggunaan plastik pada setiap kemasan, membuat konsumen dengan mudah meremukkan botol setelah mengonsumsinya. Ades menggunakan teknologi blowfill yang mendesain botol hingga seringan 10,5g. Ades mendesain botol tersebut untuk mempermudah peremukkan dan menggunakan plastik PET 12% lebih sedikit dari daripada botol Ades sebelumnya dan lebih ringan dari botol produk kompetitor.
Setelah konsumen meremukkan kemasan volume botol kosong menjadi lebih kecil yang akan menghemat ruang tempat sampah, mempermudah sampah tersebut saat pembersihan tempat sampah, dan meminimalisasi pencemaran lingkungan.
3. Program Ades melalui promosi yaitu meneguhkan komitmen “Cintai Hidup, Cintai Air” pada konsumen untuk fokus pada pelestarian air. Ades menjadikan pengisian air sebagai salah satu agenda mewujudkan komitmen untuk memberikan kembali air yang sudah terpakai untuk alam dengan aman.
4. Program Corservacation kepanjangan dari Conservation Vacation yaitu mengajak generasi muda terpilih yang akan terlibat langsung dalam kegiatan konservasi air.
Program ini merupakan wujud konsistensi Ades dalam menjaga nilai utama merek yaitu memberikan air minum murni sekaligus memegang teguh komitmen pada bisnis berkelanjutan yang berorientasi pada lingkungan.
5. Program #NiatMurni yaitu mengubah botol plastik bekas menjadi sesuatu yang lebih dihargai dengan mendirikan booth Ades di Car Free Day (CFD) beberapa kota di Indonesia. Untuk mengumpulkan botol plastik bekas yang dikumpulkan para tim yang berkeliling dengan sepeda yang dibantu para masyarakat. Di booth panel Ades tempat botol plastik bekas.
Tampilan baru dan program-program Ades memiliki misi untuk menjadikan Indonesia yang lebih baik melalui tindakan sederhana untuk lingkungan (Setyawati dan Kartinah, 2017). Ades berusahan meningkatkan minat beli konsumen. Dengan harapan penjualan serta laba perusahaan
meningkat melalui program tersebut karena konsumen dapat menganggap bahwa akan ada rasa bangga ketika mengonsumsi Ades (Krishna, Osiyo, dan Semuel, 2018).
Konsumen yang merasa bangga bahkan mau membeli suatu produk pada harga premium, tentu saja tidak dengan mengabaikan kualitas. Sehingga Ades menganggap hal ini sebagai peluang yang baik untuk memenangkan persaingan dan mencapai tujuan perusahaan. Green marketing merujuk pada kepuasan kebutuhan, keinginan, dan hasrat pelanggan dalam hubungan dengan pemeliharaan dan pelestarian dari lingkungan hidup (Setyawati dan Kartinah, 2017).
Program-program PT Coca-Cola Indonesia merupakan pemahaman mengenai motivasi perusahaan dan tekanan untuk menerapkan pemasaran hijau merupakan dasar dalam implementasi pemasaran hijau pada seluruh aktivitas organisasi. Menurut Agustin dan Yulianto (2015) strategi green marketing pada produk telah memunculkan perasaan tertarik calon konsumen. Sehingga membentuk minat calon konsumen untuk memiliki produk sebelum memutuskan melakukan pembelian aktual.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran penerapan green marketing terhadap minat beli produk Ades di Kota Bandung serta pengaruh penerapan green marketing terhadap minat beli produk Ades di Kota Bandung.
KAJIAN LITERATUR Green Marketing
Green marketing merupakan fokus baru dalam usaha bisnis yaitu sebuah pendekatan pemasaran strategis yang menjadi perhatian banyak pihak mulai akhir abad 20. Kondisi ini menuntut pemasar untuk lebih berhati-hati mengambil keputusan yang melibatkan lingkungan (Hati dan Kartika, 2015).
Green marketing merupakan proses perencanaan bauran pemasaran yang memanfaatkan berubahnya kesadaran konsumen terhadap produk/service yang lebih ramah lingkungan dengan merubah produk, cara pembuatan dan pembungkusan yang lebih ramah lingkungan demi memuaskan dan memenuhi kebutuhan konsumen serta mengurangi dampak negatif kepada lingkungan dan juga mengajak konsumen
untuk lebih peduli terhadap lingkungan (Widodo, Yusiana, Stevanie, 2015).
Menurut Ottman dalam Ahmad, Lapian, dan Soegoto (2016) mendefinisikan green marketing adalah konsistensi dari semua aktifitas yang mendesain pelayanan dan fasilitas bagi kepuasan kebutuhan dan keinginan manusia, dengan tidak menimbulkan dampak pada lingkungan alam.
Dapat terlihat dari beberapa definisi tersebut bahwa green marketing adalah proses perencanaan dari semua aktivitas pemasaran yang berfokus pada kebutuhan dan keinginan konsumen yang peduli pada lingkungan.
Menurut Rangkuti dalam Rahmayani (2017) pemasaran modern membutuhkan lebih dari hanya mengembangkan modern produk yang lebih baik, memberi harga yang menarik, dan memuat terjangkau oleh konsumen sasaran.
Rahayu, Abdilah, dan Mawardi (2017) mengemukakan bahwa green marketing dapat terukur dengan berbagai indikator. Secara umum indikator tersebut adalah berkenaan dengan empat indikator pokok, yaitu:
1. Environmental Awarness (Kesadaran Lingkungan)
Environmental awareness (kesadaran lingkungan) sebagai salah satu cara untuk memahami kerapuhan dan kepentingan perlindungan lingkungan. Kesadaran lingkungan akan gerakan lingkungan atau environmentalisme (environmentalism).
“Environmentalisme adalah sebuah ideologi yang memotivasi kesadaran dan tanggung jawab manusia untuk menghormati, melindungi, dan melestarikan alam dari penderitaan antropogenik yaitu hal yang disebabkan oleh manusia”.
2. Green Produk Features
Green product adalah produk yang tidak mencemari lingkungan, tidak membuang sumber daya atau produk daur ulang.
Green product membantu menghemat energi, menjaga, dan meningkatkan sumber daya lingkungan alam. Hal tersebut juga mengurangi penggunaan zat-zat beracun yang menghasilkan polusi dan limbah.
3. Green Product Price
Bertindak hijau itu mahal karena melibatkan banyak biaya seperti instalasi
teknologi baru, mesin, pelatihan orang, penyerapan biaya eksternal, mengkonversi sampah pada produk daur ulang, dan biaya ini akan masuk ke dalam harga produk.
Oleh karena itu dalam pemasaran hijau
“green price is a premium price”.
4. Green Product Promotion
Strategi green promotion berasal dari masalah bahwa konsumen belum mengetahui dan memahami konsep green marketing. Mempromosikan produk dan layanan kepada target pasar termasuk iklan, public relation, promosi penjualan, pemasaran langsung, dan pemasaran tidak langsung. Green maketers yang pintar akan dapat memperkuat kredibilitas lingkungan dengan menggunakan pemasaran yang berkelanjutan dan alat-alat komunikasi dan praktik. Kunci sukses green marketing adalah kredibilitas.
Minat Beli
Minat beli menurut Priansa (2017:164) merupakan “pemusatan perhatian pada sesuatu dengan perasaan senang terhadap barang tersebut”. Minat individu menimbulkan keyakinan bahwa barang tersebut mempunyai manfaat sehingga individu ingin memiliki barang tersebut dengan cara membayar atau menukar dengan uang.
Menurut Engel, Blackwell, dan Miniard dalam Kartikasari, Dimyati, dan Sukarno (2018) minat membeli adalah suatu kekuatan pendorong atau sebagai motif yang bersifat intrinsik yang mampu mendorong seseorang untuk menaruh perhatian secara spontan, wajar, mudah, tanpa paksaan dan selektif pada suatu produk untuk kemudian mengambil keputusan membeli.
Pengertian minat beli menurut Setiawan dan Ihwan dalam Ambarwati (2015) terdapat beberapa pengertian, yaitu:
1. Minat beli mengarah kepada individu yang memiliki kemauan untuk membeli.
2. Minat beli dapat menjadi tolak ukur keinginan seseorang dalam membeli.
3. Minat beli berhubungan dengan perilaku pembelian secara terus menerus.
Berdasarkan beberapa definisi tersebut terlihat bahwa minat beli adalah pemusatan perhatian yang mampu mendorong seseorang
untuk selektif terhadap suatu produk sebagai tolak ukur keinginan seseorang.
Menurut Solomon dalam Solihat dan Ary (2016) menyatakan pemahaman tahapan minat pembelian konsumen melalui model CAB yaitu Cognitive, Affect, dan Behaviour (CAB).
Priansa (2017:168) mengemukakan bahwa minat beli dapat terukur dengan berbagai indikator. Secara umum, indikator tersebut adalah berkenaan dengan empat indikator pokok, yaitu:
1. Minat Transaksional
Minat transaksional yaitu kecenderungan seseorang untuk selalu membeli produk.
Hal tersebut menunjukkan kepercayaan yang tinggi terhadap perusahaan tersebut.
2. Minat Referensial
Minat referensial merupakan kecenderungan konsumen untuk mereferensikan produk kepada orang lain.
Minat tersebut muncul setelah konsumen memiliki pengalaman dan informasi mengenai produk tersebut.
3. Minat Preferensial
Minat preferensial merupakan minat yang menggambarkan perilaku konsumen yang memiliki preferensi utama terhadap produk-produk tersebut. Preferensi tersebut dapat berganti jika terjadi sesuatu dengan produk preferensi tersebut.
4. Minat Eksploratif
Minat eksploratif merupakan minat yang menggambarkan perilaku yang selalu mencari informasi mengenai produk yang konsumen minati dan mencari informasi untuk mendukung sifat-sifat positif dari produk tersebut.
Kerangka Pemikiran
Kerangka pemikiran merupakan “sintesa tentang hubungan antara variabel yang disusun dari berbagai teori yang telah dideskripsikan.” Berdasarkan teori-teori yang telah dideskripsikan tersebut selanjutnya dianalisis secara kritis dan sistematis sehingga dapat dihasilkan sintesa tentang hubungan antara variabel yang diteliti. Sintesa tentang hubungan tentang variabel ini selanjutnya digunakan untuk dirumuskan hipotesis (Sugiyono, 2018:93).
Untuk mengetahui pengaruh penerapan green marketing terhadap minat beli produk Ades di Kota Bandung, dapat terlihat pada kerangka pemikiran sebagai berikut:
Sumber: Data diolah Penulis (2019) Gambar 1. Kerangka Pemikiran Berdasarkan kerangka pemikiran di atas terlihat variabel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak dua variabel, yaitu:
1. Variabel bebas, yaitu variabel yang mempengaruhi variabel terikat. Variabel dalam penelitian ini yaitu green marketing (X).
2. Variabel terikat, yaitu variabel yang mempengaruhi variabel bebas. Variabel dalam penelitian ini yaitu minat beli (Y).
METODE PENELITIAN Metode Penelitian
Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan tipe penelitian survei. Alat pengukuran menggunakan kuesioner dan SPSS.
Desain Penelitian
Dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dan verifikatif.
Penelitian deskriptif untuk mengetahui gambaran mengenai green marketing dan minat beli. Penelitian verifikatif untuk mengetahui pengaruh gambaran mengenai green marketing dan minat beli.
Populasi dan Sampel Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen produk Ades di Kota Bandung.
Sehingga populasi dalam penelitian ini tidak terhingga.
Sampel
Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan non probability sampling dengan metode sampling insidental. Dalam penelitian ini pengambilan sampel dari populasi tidak terhingga dengan menggunakan rumus Rao Purba:
Keterangan:
= Jumlah sampel
= Tingkat distribusi normal pada taraf signifikan 5% = 1,96
= Margin of Error Max, yaitu tingkat kesalahan maksimal pengambilan sampel yang masih dapat ditoleransi atau yang diinginkan
Dengan menggunakan margin of error max sebesar 10% maka jumlah sampel minimal sebesar:
responden Berdasarkan sampel di atas, perhitungan sampel sebanyak 96 responden.
Jadi, pengambilan sampel sebanyak 96 orang.
Data dalam penelitian ini menggunakan metode survei sehingga kuesioner menjadi instrumen utama. Teknik pengumpulan data dengan menyebarkan kuesioner di beberapa tempat di Kota Bandung. Objek penelitian dalam penelitian ini adalah produk Ades.
PEMBAHASAN
Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas
Perhitungan uji validitas dan reliabilitas dalam penelitian ini untuk mengukur tingkat valid dan reliabel setiap item pernyataan pada kuesioner penelitian variabel green marketing (X) dan variabel minat beli (Y). Hasil uji validitas dan reliabilitas pada penelitian ini sebagai berikut:
Uji Validitas
Pengujian validitas kontruksi sepuluh pernyataan variabel green marketing (X) dan variabel minat beli (Y) dengan r kritis yaitu 0,30. Adapun hasil pengujian validitas
konstruksi dalam penelitian ini sebagai berikut:
Tabel 2.
Hasil Uji Validitas
Indikator r hitung r kritis Ket.
Green Marketing (X)
X1 0,784 0,30 Valid
X2 0,670 0,30 Valid
X3 0,768 0,30 Valid
X4 0,692 0,30 Valid
X5 0,869 0,30 Valid
X6 0,831 0,30 Valid
X7 0,784 0,30 Valid
X8 0,820 0,30 Valid
X9 0,770 0,30 Valid
X10 0,809 0,30 Valid
Minat Beli (Y)
X1 0,788 0,30 Valid
X2 0,707 0,30 Valid
X3 0,801 0,30 Valid
X4 0,816 0,30 Valid
X5 0,847 0,30 Valid
X6 0,854 0,30 Valid
X7 0,891 0,30 Valid
X8 0,800 0,30 Valid
X9 0,657 0,30 Valid
X10 0,852 0,30 Valid
Sumber: Data diolah Penulis (2019)
Terlihat bahwa nilai r pada semua pernyataan menunjukkan angka lebih besar dari r yaitu lebih besar dari 0,30 sehingga pernyataan menunjukkan valid sebagai variabel X dan Y.
Uji Reliabilitas
Pengujian reliabilitas sepuluh pernyataan variabel green marketing (X) dan variabel minat beli (Y) untuk mengetahui kehandalan data pernyataan reliabel atau tidak dapat terlihat dari ketentuan jika Cronbach Alpha >
0,60 berarti reliabel sedangkan jika Cronbach Alpha < 0,60 berarti tidak reliabel. Adapun hasil uji variabel dalam penelitian ini dapat terlihat pada tabel berikut:
Tabel 3.
Hasil Uji Reliabilitas Variabel Cronbach’s
Alpha Kriteria Ket.
X 0,928 0,60
ReliabelY 0,938 0,60
ReliabelSumber: Data diolah Penulis (2019)
Terlihat bahwa sepuluh pernyataan menunjukkan nilai Cronbach’s Alpha untuk variabel green marketing (X) sebesar 0,928 dan variabel minat beli (Y) sebesar 0,938 yang lebih besar dari 0,60 sehingga menunjukkan reliabel dan memenuhi persyaratan Cronbach Alpha’s
> 0,60. Hasil tersebut menunjukkan setiap variabel reliabel atau memenuhi syarat dan layak.
Uji Normalitas
Perhitungan uji normalitas untuk mengetahui variabel green marketing (X) dan variabel minat beli (Y) atau keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Uji normalitas mempunyai dua cara yaitu uji normalitas data secara grafik dan uji normalitas data secara statistik. Hasil uji normalitas data secara grafik dan uji normalitas data secara statistik pada penelitian ini sebagai berikut:
Hasil Uji Normalitas Data Secara Grafik
Gambar 2.
Hasil Uji Normalitas Data Secara Grafik Berdasarkan gambar menunjukkan penelitian ini menghasilkan suatu pola yaitu berdistribusi normal. Pola tersebut memperlihatkan adanya titik-titik menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis tersebut. Hal tersebut menunjukkan bahwa pola telah memenuhi uji normalitas.
Hasil Uji Normalitas Data Secara Statistik Pengujian normalitas secara statistik pada variabel green marketing (X) dan variabel minat beli (Y) untuk mengetahui variabel berdistribusi normal atau tidak dapat terlihat dari ketentuan batas signifikasi < 0,05 berarti distribusi data tidak normal jika signifikasi >
0,05 berarti distribusi data normal sebagai berikut:
Tabel 4.
Hasil Uji Normalitas Data Secara Statistik
One-Sample Kolmogorov- Smirnov Test
Sig. Ketentuan Ket.
0,484 0,05 Normal
Sumber: Data diolah Penulis (2019)
Berdasarkan tabel IV. 34. uji Kolmogrov- Smirnov sebesar 0,484. Hal ini menunjukkan bahwa nilai normalitas > 0,05. Jadi, nilai uji normalitas berdistribusi normal atau layak melanjutkan pengujian selanjutnya.
Hasil Uji Koefisien Korelasi
Analisis koefisien korelasi untuk menguji terdapat tidaknya korelasi hubungan antara variabel green marketing (X) terhadap variabel minat beli (Y) dengan batas signifikasi < 0,05. Hasil analisis koefisien korelasi dalam penelitian ini sebagai berikut:
Tabel 5.
Hasil Uji Koefisien Korelasi
X Y Sig. Ketentuan
0,660 0,660 0,000 0,05 Sumber: Data diolah Penulis (2019)
Berdasarkan tabel menyatakan keeratan hubungan antara variabel green marketing (X) dengan variabel minat beli (Y) adalah sebesar 0,660. Signifikasi dalam penelitian ini lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,000 < 0,05. Hasil 0,660 dapat menunjukkan tingkat interpretasi sebagai berikut:
Tingkat hubungan antara green marketing dengan minat beli berada pada tingkat
kuatkarena berada pada interpretasi koefisien korelasi antara 0,60- 0,799.
Jadi, ada hubungan yang positif dan signifikan antara variabel green marketing dan variabel minat beli. Dengan kata lain, jika green marketing mengalami kenaikan maka minat beli juga akan mengalami kenaikan begitu pula sebaliknya.
Hasil Uji Koefisien Determinasi
Perhitungan uji koefisien determinasi ( ) untuk mengetahui besarnya pengaruh
variabel green marketing (X) terhadap variabel minat beli (Y). Hasil analisis dapat terlihat dalam tabel sebagai berikut:
Tabel 6.
Hasil Data Koefisien Determinasi Koefisien
Determinasi
R R Square 0,660 0,435 Sumber: Data diolah Penulis (2019)
Berdasarkan tabel IV. 37. menunjukkan nilai korelasi atau hubungan (R) sebesar 0,660. Dari output tersebut terdapat nilai koefisien determinasi (R Square) antara green marketing terhadap minat beli sebesar 0,435.
Perhitungan untuk mengetahui nilai koefisien determinasi (Kd) sebagai berikut:
Kd = X 100%
Kd = 0,435 X 100% = 43,5%.
Berdasarkan perolehan perhitungan di atas diketahui bahwa minat beli dipengaruhi oleh green marketing sebesar 43,5%
sedangkan sisanya sebesar 56,5% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti.
Hasil Uji Regresi Linier Sederhana
Analisis regresi linier sederhana untuk mengetahui pengaruh variabel green marketing (X) terhadap variabel minat beli (Y) dengan batas signifikasi <
0,05. Hasil uji regresi linier sederhana pada penelitian ini sebagai berikut:
Tabel 7.
Hasil Uji Regresi Sederhana
A b Sig. Ketentuan
10,428 0,652 0,000 0,05 Sumber: Data diolah Penulis (2019)
Berdasarkan tabel IV. 38.
menunjukkan bahwa nilai constant (a) adalah 10,428 dan nilai green marketing (b) adalah 0,652. Nilai signifikan sebesar 0,000 < 0,05 sehingga persamaan regresi linier dalam penelitian ini sebagai berikut:
Y = a + bX Y = 10,428 + 0,652X
Penggunaan rumus di atas dapat diartikan sebagai berikut:
1. Konstanta sebesar 10,428 dan bertanda positif yang menunjukkan jika variabel green marketing (X) nilainya 0 berarti variabel minat beli
(Y) sebesar 10,428 dan bernilai positif.
2. Nilai koefisien regresi variabel green marketing (X) sebesar 0,652 yang menunjukkan ada pengaruh yang positif antara variabel green marketing (X) terhadap variabel minat beli (Y). Hal ini menunjukkan bahwa dengan kenaikan pada variabel green marketing 1 satuan atau 1%
berarti akan terjadi kenaikan sebesar 0,652 pada minat beli produk Ades.
Hal tersebut menyatakan bahwa variabel green marketing (X) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel minat beli (Y) produk Ades karena nilai signifikan < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa variabel green marketing (X) berpengaruh terhadap variabel minat beli (Y).
Uji T Green marketing (X) Terhadap Minat Beli (Y)
Hasil uji t untuk mengetahui pengaruh variabel green marketing (X) terhadap variabel minat beli (Y).
Perolehan nilai tabel dari tabel t pada α = 0,05 dengan pengujian satu pihak.
Langkah-langkah penggunaan uji t dalam penelitian ini sebagai berikut:
1. Menentukan Hipotesis
Uji hipotesis pengaruh variabel green marketing (X) terhadap variabel minat beli (Y) sebagai berikut:
H
0:
𝜌 = 0 Tidak terdapat pengaruhyang signifikan antara variabel green marketing terhadap variabel minat beli.
Ha:
𝜌 ≠ 0 Terdapat pengaruh yangsignifikan antara variabel green marketing terhadap minat beli.
2. Menentukan Tingkat Signifikasi
Penghitungan dengan menggunakan batas signifikan 0,05 serta t dengan taraf kesalahan 5% dengan dk = n-1, n
= jumlah sampel.
Berarti: dk = 96 - 1
dk = 95
Berdasarkan dk = 95 dan taraf kesalahan 5% ternyata t adalah 1,661.
3. Hasil Uji t
Berdasarkan perolehan output SPSS 23 dalam penelitian ini sebagai berikut:
Tabel 8.
Hasil Data Uji t
t hitung t tabel Sig. Ketentuan
8,506 1,661 0,000 0,05 Sumber: Data diolah Penulis (2019)
Berdasarkan tabel menunjukkan bahwa variabel green marketing (X) dari nilai r 8,506 dengan tingkat signifikan 0,000.
Berarti dapat terlihat bahwa:
1. t > t berarti 8,506 > 1,661 2. Nilai signifikasi < 0,05 berarti 0,000
< 0,05
Hal tersebut menunjukkan bahwa:
1. H
0ditolak dan H
1diterima. Hal tersebut menunjukkan variabel green marketing (X) berpengaruh terhadap variabel minat beli (Y) produk Ades.
2. Nilai signifikan 0,000 < 0,05 berarti H
0ditolak dan Ha diterima. Hal tersebut menunjukkan variabel green marketing (X) secara signifikan mempengaruhi variabel minat beli (Y) produk Ades.
PENUTUP Kesimpulan
Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penerapan green marketing terhadap minat beli produk Ades di Kota Bandung.
Berdasarkan hasil penelitian dan pengolahan data melalui penyebaran kuesioner kepada 96 responden, kesimpulannya sebagai berikut:
1. Hasil gambaran penerapan green marketing terhadap produk Ades di Kota Bandung menunjukkan bahwa mayoritas tanggapan responden termasuk dalam kategori “Baik”.
Penerapan tersebut meliputi perubahan warna kemasan, pengurangan spesifikasi plastik kemasan, penguatan tagline Ades, penentuan harga, dan penyampaian pesan-pesan lingkungan
melalui iklan dan media sosial.
Berdasarkan hal tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan program green marketing produk Ades sudah baik.
2. Hasil gambaran minat beli konsumen produk Ades di Kota Bandung menunjukkan bahwa mayoritas tanggapan responden termasuk dalam kategori “Baik”. Gambaran minat beli konsumen produk Ades terlihat dari kepercayaan terhadap produk Ades, keseluruhan kualitas produk Ades, dan ketertarikan iklan serta kemasan produk Ades. Berdasarkan hal tersebut menunjukkan bahwa minat beli konsumen produk Ades sudah baik.
3. Hasil penelitian pengaruh penerapan green marketing terhadap minat beli menunjukkan pengaruh yang positif dan signifikan. Pengaruh tersebut terlihat karena Ades terus melakukan dan meningkatkan program yang berorientasi pada lingkungan secara berkelanjutan demi menjaga lingkungan. Hal tersebut juga mendorong minat calon konsumen untuk memilih produk Ades yang mempunyai kualitas produk yang baik.
Saran
Berdasarkan perolehan kesimpulan dalam penelitian ini, penulis mengajukan saran sebagai berikut:
1. Dalam penelitian ini tanggapan responden mengenai penerapan green marketing terhadap produk Ades menunjukkan bahwa indikator green product promotion dengan pernyataan
“Ades ikut berpartisipasi dalam kampanye-kampanye kepedulian lingkungan melalui promosi yang berorientasi pada lingkungan”
mendapatkan nilai rata-rata paling rendah. Harapan untuk memperbaiki penilaian rata-rata terendah sebagai berikut:
a. Meningkatkan promosi melalui
kampanye kepedulian lingkungan
dengan cara memberikan edukasi untuk meningkatkan kepedulian konsumen. Hal tersebut bertujuan untuk menjaga lingkungan dan mengajak masyarakat berpartisipasi menangani isu-isu lingkungan.
b. Melakukan strategi hubungan masyarakat dengan adanya kegiatan komunikasi pemasaran seperti melakukan beberapa event ke sekolah, kampus, kantor, atau lingkungan penduduk sehingga masyarakat merasa dekat dengan produk merek Ades.
c. Menciptakan iklan dengan pesan menarik, mudah dimengerti, dan mudah diingat dengan tema kepedulian terhadap lingkungan.
Pelaksanaan kampanye iklan seharusnya secara aktif melalui beberapa media khususnya media online karena media tersebut sedang digemari oleh masyarakat.
d. Mensponsori kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan. Hal tersebut dapat menimbulkan penilaian positif konsumen sehingga konsumen merasa tertarik dan berminat pada produk Ades.
e. Untuk penelitian selanjutnya dengan variabel yang sama peneliti bisa menambahkan variabel indikator green marketing yang lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
2. Dalam penelitian ini tanggapan responden mengenai minat beli terhadap produk Ades menunjukkan bahwa indikator minat preferensial dengan pernyataan “Saya selalu menjadikan produk Ades pilihan utama saat membeli produk air minum dalam kemasan” mendapatkan nilai rata-rata paling rendah. Harapan untuk memperbaiki penilaian rata-rata terendah sebagai berikut:
a. Lebih meningkatkan promosi yang disesuaikan dengan selera konsumen.
b. Memfokuskan terhadap keinginan konsumen.
c. Mengidentifikasi kegiatan atau program pesaing.
d. Untuk penelitian selanjutnya dengan variabel yang sama peneliti bisa menambahkan indikator variabel minat beli yang lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
3. Sesuai dengan perolehan hasil menunjukkan penerapan green marketing berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen. Harapan yang harus dilakukan sebagai berikut:
a. Perusahaan terus meningkatkan program green marketing terutama agar menjadi pilihan utama konsumen dan mendapatkan keunggulan dari pesaing merek produk lain. Karena terdapat banyak merek produk lain sehingga sebelum pemasar lain mengembangkan produknya dan merebut marketshare program green marketing harus terus meningkat agar minat beli produk Ades juga akan meningkat.
b. Menambah variabel lain yang diduga dapat mempengaruhi green marketing atau minat beli dan tidak terbatas pada variabel yang digunakan pada penelitian ini agar hasil yang didapatkan memberikan perbandingan yang relevan.
c. Melakukan penelitian di perusahaan lain agar dapat dibandingkan dengan hasil penelitian ini.
REFERENSI
Agustin, R. D., & Yulianto, E. (2015).
Pengaruh Green Marketing Terhadap Minat Beli Serta Dampaknya pada Keputusan Pembelian (Survei Pada Konsumen Non-Member Tupperware Di Kota Malang), 22(2). Diambil dari:
http://administrasibisnis.studentjourn
al.ub.ac.id/index.php/jab/article/view
/892 (05 April 2019).
Ahmad, F., Lapian, J., Soegoto, A. S., Sam, U., & Manado, R. (2016).
Analisis Green Product Dan Green Marketing Strategy Terhadap Keputusan Pembelian Produk The Body Shop, 4(1), 33–44. Diambil dari:
https://ejournal.unsrat.ac.id/index.ph p/emba/article/view/11557 (02 Mei 2019).
Alamsyah, D. P., & Wasilah, R. (2016).
Jurnal Ekonomi Insentif Kopwil4 , Volume 10 No . 2 , Oktober 2016 ISSN : 1907 - 0640 , halaman 33 s . d 39 Produk Ramah Lingkungan : Green Perceived Value dan Green Trust Sebagai Green Marketing Strategy, 10(2), 33–39. Diambil dari:
https://jurnal.lldikti4.or.id/index.php/
jurnalekono/article/view/8 (05 April 2019).
Ambarwati, M. (2015). Pengaruh Citra Merek Terhadap Minat Beli (Survei Pada Mahasiswa Universitas Brawijaya Yang Menggunakan Pasta Gigi Pepsodent), 25(1). Diambil dari:
http://administrasibisnis.studentjourn al.ub.ac.id/index.php/jab/article/view /987 (02 Mei 2019).
Ghozali, I. (2018). Aplikasi Analisis Multivariat dengan Program IBM SPSS 21 Update PLS Regresivv.
Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Hati, S. W., Kartika, A., Administrasi, P., Terapan, B., & Batam, P. N. (2015).
Pengaruh Green Marketing Terhadap Kepuasan Pelanggan Produk Kosmetik Merek The Body Shop.
Jurnal Jurusan Manajemen Bisnisemen Bisnis. Diambil dari:
https://jurnal.polibatam.ac.id/index.p hp/JAEMB/article/view/166 (05 Mei 2019).
Issetiabudi, D. E. (2017, July 12). Kasus Persaingan Usaha: Panas Dingin Air
Minum dalam Kemasan. Bisnis.Com.
KASUS PERSAINGAN USAHA Panas Dingin Air Minum dalam Kemasan. Diambil dari:
https://kalimantan.bisnis.com/read/20 170712/244/670581/kasus-
persaingan-usaha-panas-dingin-air- minum-dalam-kemasan (05 April 2019).
Kartikasari, M. D., Dimyati, M., &
Sukarno, H. (2018). Pengaruh Green Marketing dan Pengetahuan Terhadap keputusan Pembelian dengan Mediasi minat Membeli konsumen Sariayu Martha Tilaar di Kota Jember (The Influence Of Green marketing And Knowledge On Purchasing Decisions With Of Consumer ‟ s Buying Interest, V(2), 172–177. Diambil dari:
https://jurnal.unej.ac.id/index.php/e- JEBAUJ/article/view/8680 (04 April 2019).
Krishna, A., Osiyo, M., Hatane, P., Pemasaran, J. M., Petra, U. K., &
Siwalankerto, J. (2018). Pengaruh Green Marketing Terhadap Green Brand Image Dan Purchase Intention Pelanggan Starbucks Coffee Malang.
Diambil dari:
http://publication.petra.ac.id/index.ph p/manajemen-
pemasaran/article/view/7321 (04 April 2019).
Priansa, D. J. (2017). Perilaku Konsumen dalam Persaingan Bisnis Kontemporer. Bandung: Alfabeta.
Putri, N. R., & Agustyananto, M. R.
(2018). Ades dan Enam Dimensi Kualitasnya. Retrieved May 4, 2019, from
https://kumparan.com/@kumparanne ws/ades-dan-enam-dimensi-
kualitasnya-1537412426879253272 (04 Mei 2019)
Rahayu, L., Abdilah, Y., & Mawardi, M.
K. (2017). Pengaruh Green
marketing terhadap Keputusan
Pembelian Konsumen (Survei Pada Konsumen The Body Shop di Indonesia dan di Malaysia). Jurnal Administrasi Bisnis, 43(1), 121–131.
Diambil dari:
http://administrasibisnis.studentjourn al.ub.ac.id/index.php/jab/article/view /1705 (03 Mei 2019).
Rahmayani, R. (2017). Korelasi Interactive Marketing Dan Personal Selling Terhadap Loyalitas Pelanggan, IV(1), 47–58. Diambil dari:
http://ejournal.bsi.ac.id/ejurnal/index.
php/jika/article/view/1850/1407 (08 Mei 2019)
Ramadhan, F. M. (2018, March 26). Aqua Mendominasi Pangsa Pasar Air Kemasan. Tempo.Co. Diambil dari:
https://grafis.tempo.co/read/1215/aqu a-mendominasi-pangsa-pasar-air- kemasan (26 Juni 2019).
Septifani, R., Achmadi, F., & Santoso, I.
(2014). Pengaruh Green marketing , Pengetahuan dan Minat Membeli terhadap Keputusan Pembelian, 13(2), 201–218. Diambil dari:
http://digilib.mercubuana.ac.id/mana ger/t!@file_artikel_abstrak/Isi_Artik el_484363758272.pdf (22 Mei 2019).
Setiyaningrum, A. (2015). Prinsip-Prinsip Pemasaran: Plus Terkini Pemasaran
Jasa Green Marketing
Entrepreneurial Marketing E- Marketing. (Maya, Ed.). Yogyakarta:
Andi Offset.
Setyawati, H. A., & Kartinah, S. (2017).
Penerapan Green marketing Melalui Desain Produk dan Promosi Terhadap Brand Image dan Keputusan Pembelian, 10(2), 16–26.
Diambil dari:
http://ejournal.amikompurwokerto.ac .id/index.php/probisnis/article/view/5 81 (06 April 2019).
Silvia, F., Fauzi DH, A., & Kusumawati, A. (2014). Pengaruh Pemasaran Hijau Terhadap Citra Merek Serta
Dampaknya pada Keputusan Pembelian (Survei pada Konsultan Independen di Oriflame Cabang Surabaya), 14(1), 1–9. Diambil dari:
http://administrasibisnis.studentjourn al.ub.ac.id/index.php/jab/article/view /565 (09 April 2019).
Solihat, A., & Ary, M. (2016). Analisa Minat Wisata Museum Kota Bandung, III(2), 73–81. Diambil dari:
http://ejournal.bsi.ac.id/ejurnal/index.
php/jp/article/view/1517 (08 Mei 2019)
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods).
(Sutopo, Ed.). Bandung: Alfabeta.
Top Brand Award. (2018). Retrieved April 15, 2019, from WEB SITE/TOP BRAND AWARD.htm Diambil dari: https://www.topbrand- award.com/ (15 April 2019).
Widodo, A., Yusiana, R., Stevanie, C., Bisnis, A., Komunikasi, F., & Telkom, U.
(2015). Pengaruh Green marketing Dipersepsikan Dalam Keputusan Pembelian Pada Ades (Studi Kasus Pada Mahasiswa / I Fakultas Komunikasi Dan Bisnis Telkom University), III(2), 529–
538. Diambil dari:
https://ejournal.bsi.ac.id/ejurnal/index.ph p/ecodemica/article/view/49/13 (05 April 2019)
BIODATA PENULIS
Auliya Hermawanti, adalah lulusan Sarjana Ekonomi tahun 2019, bidang studi Manajemen, Universitas BSI Bandung.
Ketertarikan penelitian terhadap ilmu manajemen pemasaran.