IMPLEMENTASI BRAND IMAGE DAN BRAND TRUST TERHADAP MINAT BELI PRODUK KREDIT KONSUMEN PADA BANK BJB KCP CICADAS
Elio Amaral De Jesus Universitas BSI Bandung [email protected]
ABSTRAK
Dalam dunia persaingan usaha yang semakin ketat ini, membuat para lembaga keuangan yang ada di Indonesia berusaha dengan maksimal menggunakan berbagai macam cara untuk menarik konsumen atau nasabah baru untuk membeli produk dari perBankan itu sendiri. Bank BJB sebagai Bank daerah harus berusaha maksimal untuk bisa memperkenal brand image dan brand trust kepada masyarakat Jawa Barat agar tidak kalah bersaing dengan Bank-Bank swasta lainnya dalam meningkatkan minat beli masyarakat terhadap produk kredit konsumen. Metode penelititan yang dipakai dalam penelititan ini adalah metode deskriptif verifikatif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan data primer untuk melihat pengaruh brand image dan brand trust terhadap minat beli. Melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden yang merupakan nasabah Bank BJB KCP Cicadas Kota Bandung.analisis atau pengujian yang digunakan antara lain uji Validitas, Uji Realibilitas, Uji Normalitas, Uji Mutikolonieritas, Uji Heteroskedastisitas, Analisis Regresi Linear Berganda, Uji T, Uji F, dan Uji Koefisien Deteminasi. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan serta pengaruh brand image dan brand trust terhadap minat beli. Brand image dan brand trust dapat meningkatkan minat beliproduk kredit konsumen pada Bank BJB KCP Cicadas Kota Bandung. Dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian ini adanya pengaruh brand image dan brand trust terhadap minat beli dengan nilai koefisien determinasi sebesar 59% dan sisanya 41% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Hal ini menunjukan apabila brand image dan brand trust yang dipakai sudah baik maka akan meningkatkan minat beli.
Kata Kunci : Brand Image,Brand Trust, Minat Beli
ABSTRACT
In the increasingly fierce world of business competition, making the existing financial institutions in Indonesia try their best to use a variety of ways to attract consumers or new customers to buy products from the Banks themselves. BJB Bank as a regional Bank must make maximum efforts to be able to introduce its brand image and brand trust to the people of West Java so as not to compete with other private Banks in increasing people's buying interest in consumer credit products. The research method used in this research is a descriptive verification method with a quantitative approach. This study uses primary data to see the effect of brand image and brand trust on buying interest. Through the distribution of questionnaires to 100 respondents who are customers of the BJB KCP Cicadas city in Bandung. Analysis or testing used include validity test, reliability test, normality test, muticolonierity test, heteroscedasticity test, multiple linear regression analysis, test T, F test, and test Coefficient of Detemination. The results showed a relationship and the influence of brand image and brand trust on buying interest. Brand image and brand trust can increase interest in consumer credit products at the BJB KCP Cicadas Bandung city. It can be concluded that the results of this study are the influence of brand image and brand trust on buying interest with a coefficient of determination of 59% and the remaining 41% is influenced by other factors not examined in this study. This shows that if the brand image and brand trust used are good it will increase buying interest.
Keywords: Brand Image, Brand Trust, Purchase Interest
PENDAHULUAN
Indonesia merupakan negara dengan jumlah popupulasi penduduk yang sangat padat (Noor, 2014). Berdasarkan data Biro Refensi Populasi penduduk Indonesia mencapai 265 juta jiwa (CNN Indonesia, 2019). Dengan jumlah populasi penduduk yang begitu padat, banyak industri yang dapat dikembangkan guna menunjang kebutuhan penduduknya. Salah satu industri yang sangat cepat berkembang fungsi dan perannya sangat dibutuhkan oleh masyarakat banyak adalah industri perBankan agar bisa menggerakkan roda perekonomian negara(Noor, 2014).
Bank memiliki fungsi dan peran yang strategis dan sangat penting dalam peningkatan taraf hidup perekonomi masyarakat, hal ini dapat dilihat dari kedudukan Bank sebagai lembaga perantara, yang fungsinya menghimpun dana dan menyalurkannya kembali dana itu kepada masyarakat dalam bentuk-bentuk lainnya.
Peran dan fungsi perantara dari Bank telah menghidupkan perputaran uang dari pihak yang satu yang kelebihan dana kepada pihak yang lain yang kekurangan dana.
Dana yang dihimpun oleh Bank merupakan dana masyarakat dalam bentuk simpanan yang wajib dikelola dengan baik oleh Bank itu sendiri, serta dilindungi keberadaanya oleh undang-undang perBankan, sehingga tidak menimbulkan dampak yang merugikan bagi para pihak, maupun bagi pihak perBank itu sendiri, yang pada akhirnya secara sistemik dan berkesinambungan yang akan berdampak pada pertumbuhan perekonomian negara itu sendiri (Lukmanul, 2018).
Persaingan antar lembaga perBankan semakin ketat sehingga membuat para lembaga tersebut berusaha meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada nasabahnya agar teciptanya kepercayaan dan rasa aman atas dana nasabah sehibgga timbulah niat untuk membeli produk dari perBankkan.
Kepercayaan masyarakat kepada Bank BJB sangat baik hal ini terbukti dari diraihnya penghargaan dalam anugerah Kepala Daerah dan BUMD Terbaik 2019 yang diselenggarakan oleh The Asian Post.
Penghargaan yang dikeluarkan oleh The Asian Post ini didasarkan kepada hasil riset atau
penelitian yang dilakukan pada periode kinerja pemerintah daerah dan BUMD dari tahun 2012 hingga tahun 2018.
Riset yangdilakukan oleh The Asian Postmerupakan penelitian independen oleh para professional yang melibatkan para ahli pada bidangnya masing-masing yang mempunyai tujuan untuk mengetahui kinerja pemerintah daerah dan BUMD sekaligus mendorong kepala daerah dan direksi BUMN beserta jajarannya untuk meningkatkan performa kinerjanya agar memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat Jawa Barat dan hal tersebut dilakukan sesuai dengan visi dan misi pemerintah yang efektif dan akuntabel.
Sesuai dengan hasil riset yang telah dilakukan oleh The Asian Post, Bank BJB sebagai BUMD yang berada di bawah naungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat berhasil meraih prestasi terbaik dengan menjadi peringkat 1 Kategori BPD Aset Rp100 Triliun ke Atas. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat Jawa Barat kepada Bank BJB sebagai sebagai BUMD tidak diragukan lagi dibuktikkan dari penghargaan yangdiraihnya.
Baik BankBJB maupun Pemprov Jabar terpilih menjadi peraih penghargaan lantaran mampu memberikan erkontribusi positif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional di mana pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2018 lalu tercatat mencapai 5.17%. Tingkat pertumbuhan ekonomi daerah yang begitu luar biasa itu bisa tercipta berkat kebijakan pemerintah dari pusat hingga daerah, termasuk perBankan yang saling bersinergi menciptakan pembangunan berorientasi pemerataan pertumbuhan masyakarakat (Reza, 2019).
Maret 2018 Bank BJB juga merupakan salah satu Bank milik pemerintah Jawa Barat yang berusaha memberikan pelayanan maksimal kepada nasabah guna mendapatkan kepercayaan dari masyarakat sebagai lembaga perBankan yang sehat. Hal ini terbukti dari pencapaian Bank BJB sendiri yang masuk ke dalam daftar 20 aset terbesar di Indonesia oleh OJK.
Pada Maret 2018Otoritas jasa
keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan
Bank yang memiliki asset positif dan terus berkembang, salah satunya adalah Bank BJB yang menempati urutan ke 12 dari 20 Bank dengan asset terbesar di Indonesia dan berikut ini ditambilkan dalam tabel berikut:
Tabel 1. Bank Dengan Aset Terbesar
No Nama Bank Aset (Rp
Triliun)
1 BRI 1,064,73
2 Bank Mandiri 945,62
3 BCA 745,04
4 BNI 648,57
5 BTN 258,74
6 Bank CIMB Niaga 255,69
7 Bank Panin 197,92
8 Bank OCBC NISP 161,55
9 MayBank Indonesia 160,88
10 Bank Danamon 153,79
11 Bank Permata 152,25
12 Bank BJB 110,82
13 Bank Bukopin 102,73
14 Bank UOB Indonesia 92,99
15 BTPN 87,04
16 Bank Mega 84,14
17 Bank Sumitomo Mitsui Indonesia
83,62 18 Bank DBS Indonesia 81,61
19 Bank Jatim 55,31
20 Bank Mizuho Indonesia 51,31 Sumber: (Yudistira, 2018)
Dalam menjalankan kegiatannya Bank BJB memliki produk-produk perBankan salah satunya adalah produk kredit konsumen,Berikut adalah tabel penerimaan kredir konsumen pada Bank BJB KCP Cicadas.
Tabel 2. Penerimaan Produk Kredit konsumen Bank BJB KCP Cicadas Tahun Target Realisasi Dalam %
2017 254 76 30%
2018 252 133 52,7%
Sumber: BJB KCP Cicadas, 2019
Berdasarkan tabel 2 menunjukan bahwa penerimaan kredit konsumen masih bersifat fluktiatif dan belum mencapai target yang di tentukan oleh Bank BJB sendiri. Hal ini menunjukan bawah minat beli masyarakat terdahap produk kredit konsumen masih tergolong rendah, sehingga dibutuhkan pengenalan merek atau brand kepada
masyarakat untuk meningkatkan minat beli konsumen.
KAJIAN LITERATUR Brand Image
Citra merek adalah sekumpulan asosiasi merek yang terbentuk dan melekat diingatan konsumen. Konsumen yang terbiasa memakai merek tertentu cenderung memiliki loyalitas yang tinggi terhadap citra merek. Citra merek adalah persepsi dan keyakinan yang dilakukan oleh konsumen, seperti yang tergambar dalam asosiasi citra merek yang terjadi dalam ingatan konsumen(Roisah & Riana, 2016).
”Brand image adalah segala sesuatu mengenai merek suatu produk yang dipikirkan, dirasakan, dan divisualisasikan oleh konsumen dalam kehidupannya sehingga tercipta kesetian antara perusahaan dan konsumennya melalui brand image ini”
(Yolanda & Alamsyah, 2016).
Dimensi Brand Image
Indikator yang dapat digunakan atau dipakai untuk mengukur Citra Merek Menurut Raharjo & Heru Mulyanto (2018) adalah sebagai berikut:
1. Recognition (pengakuan)
Tingkat dimana dikenalnya sebuah merek oleh konsumen. Jika sebuah merek tidak dikenal atau diketahui, maka produk dengan merek tersebut harus dijual dengan mengandalkan harga yang murah agar bisa memcari peluang di lingkungan konsumen.
2. Reputation (reputasi)
Tingkat atau status yang cukup tinggi bagi Sebuah merek karena lebih terbukti memiliki track recordatau rekam jejak yang baik di lingkungan konsumen.
3. Affinity (afinitas)
Suatu emosional relationship atau hubungan yang dibangun antara sebuah merek dengan konsumennya. Produk dengan merek yang disukai konsumen akan lebih mudah dijual karena sudah dikenali konsumen dan produk yang memiliki persepsi kualitas tinggi akan memiliki reputasi yang baik.
4. Domain (Domain)
Menyangkut seberapa besar scopeatau lingkungan dari konsumen tentang suatu produk yang mau dipakainya merek yang bersangkutan. Domain ini mempunyai
hubungan yang erat dengan skala ruang lingkup (scale of scope)seberapa banyak produk dengan merek tertentu beredar di kalangan konsumen.
Brand Trust
Kepercayaan merek atau brand trust adalah hubungan yang telah dibangun antara konsumen dan kemampuan merek untuk memenuhi komitmen dan efisiensi yang telah ditentukan. Ini adalah cara dimana pelanggan mempercayai merek dan juga mengoreksi informasi tentang kelebihan atau kekurangan dari suatu produk dan merek disediakan oleh konsumen untuk pelanggan (Mohamadi &
Moghadam, 2017).
Brand trust adalah kesediaan konsumen untuk mempercayai suatu merek dengan segala risikonya yang mungkin timbul dari saat menggunakan merek tertentu karena adanya harapan diingatan mereka bahwa merek tersebut akan memberikan hasil yang positif kepada konsumen sehingga akan menimbulkan rasa kesetiaan yang tinggi.
Kepercayaan konsumen terhadap merek sangat penting bagi perusahaan untuk dapat menjalin hubungan yang baik dengan konsumen dan menjaga kepercayaan konsumen sehingga perusahaan bisa mengetahui kekurangan dari mereknya (Dharmayana & Rahanatha, 2018).
Dimensi Brand Trust
Adapun indikatorBrand Trust diambil menurutSuhardi & Febryani (2019)yaitu:
1. Brand Reliability
Brand Reliability yaitu kehandalan atau kemampuan merek yang bersumber pada keyakinan atau kepercayaan konsumen bahwa produk tersebut mampu memenuhi nilai tamba yang dijanjikan dari merek tersebut.
2. Brand Intention
Brand Intention adalah keyakinan atau kepercayaan konsumen bahwa merek tersebut mampu mengutamakan kepentingan konsumen ketika masalah dalam konsumsi produk muncul secara tidak terduga.
Minat Beli
Menyimpulkan bahwa yang dimaksud dengan minat beli konsumen adalah suatu proses perencanaan pembelian suatu produk yang akan dilakukan oleh konsumen dengan
mempertimbangakan beberapa hal, diantaranya adalah banyak unit produk yang dibutuhkan konsumen dalam periode waktu tertentu, merek, dan sikap konsumen dalam mengkonsumsi produk tersebut setelah melakukan evaluasi terhadap berbagai produk (Anwar & Adidarma, 2016).
Mendefiniskan Minat beli merupakan sesuatu yang berhubungan dengan rencana konsumen atau pelanggan untuk membeli produk tertentu serta berapa banyak banyak jumlah unit produk yang dibutuhkan pada periode waktu tertentu(Sahidillah & Sulastri, 2018).
Minat beli merupakan suatu model sikap seseorang terhadap objek barang yang sangat cocok dalam mengukur sikap terhadap golongan produk, jasa, atau merek tertentusehingga timbul keinginan untuk membeli produk tersebut (Solihat & Ary, 2016).
Dimensi Minat Beli
Menurut Priansa, (2017) minat pembelian konsumen dapat diukur dengan berbagai dimensi. Secara umum, dimensi tersebut adalah berkenaan dengan empat dimensi pokok, yaitu:
1. Minat Transaksional
Minat transaksional merupakan kecendrungan atau keinginan konsumen untuk selalu membeli produk (barang dan jasa) yang dihasilkan oleh perusahaan.
2. Minat Referensial
Minat Referensial merupakan kencendrungan konsumen untuk mereferemsikan produknya kepada orang lain.
3. Minat Preferensial
Minat Preferensialmerupakan minat yang yang menggambarkan prilaku konsumen yang memiliki keinginan utama diutamakan terhadap produk-produk tersebut.
4. Minat Eksploratif
Minat Eksploratif merupakan minat yang menggambarkan prilaku konsumen yang selalu mencari informasi mengenai produk yang diminatinya dan mencari informasi untuk mendukung sifat-sifat positif dari produk tersebut sebelum melakukan pembelian.
Kerangka Pemikiran
Kerangka berfikir merupakan sintesa tentang hubungan antara variabel yang disusun dari berbagi teori yang telah dikemukakan. Berdasarkan teori-teori yang telah dikemukakan tersebut, selanjutnya dianalisis secara kritis dan sistematis, sehingga menghasilkan sintesa tentang hubungan antara variabel yang diteliti. Sintesa tentang hubungan variabel tesebut, selanjutnya digunakan untuk merumuskan hipotesis (Sugiyono, 2013).
Gambar 1 Kerangka Pemikiran
Hipotesis
Berdasarkan berbagai teori para ahli dan hasil penelitian terdahulu yang telah diuraikan oleh penulis, maka dapat diuraikan hipotesis untuk pengujian sebagai berikut :
1. Brand imageberpengaruh terhadap minat beli produk kredit konsumen pada bank BJB KCP Cicadas.
2. Brand Trust berpengaruhterhadap minatbeli produk kredit konsumen pada bank BJB KCP Cicadas.
3. Brand imagedan brand trust berpengaruh terhadap minat beli produk kredit konsumenb pada bank BJB KCP Cicadas.
METODE PENELITIAN
Penelitian yang dilakukan oleh penulis pada Bank BJB KCP Cicadas dan metode yang dipakai dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif verifikatif denga pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh nasabah bank BJB. Teknik penarikan sampel yang dipakai sebanyak 100 responden yang menjadi nasabah pada bank BJB KCP Cicadas dengan menggunakan
teknik non probability sampling dengan metode insidental sampling. Analisis data menggunakan alat bantu statistik SPSS.
PEMBAHASAN 1. Hasil Uji Validitas
Tabel 3. Hasil Uji Validitas
No.
Kuesioner (X1)
Nilai Korelasi
Nilai Batas
Keterangan
1. 0,587 0,30 Valid
2. 0,621 0,30 Valid
3. 0,768 0,30 Valid
4. 0,712 0,30 Valid
5. 0,764 0,30 Valid
No.
Kuesioner (X2)
Nilai korerlasi
Nilai batas
Keterangan
1. 0,730 0,30 Valid
2. 0,642 0,30 Valid
3. 0,637 0,30 Valid
4. 0,579 0,30 Valid
5. 0,675 0,30 Valid
6. 0,515 0,30 Valid
7. 0,617 0,30 Valid
8. 0,630 0,30 Valid
No.
Kuesioner (Y)
Nilai korerlasi
Nilai batas
Keterangan
1. 0,807 0,30 Valid 2. 0,727 0,30 Valid 3. 0,747 0,30 Valid 4. 0,441 0,30 Valid Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer (2019)
Berdasarkan Berdasarkan tabel.3 di atas menunjukkan nilai korelasi variabel brand image, brand trust dan minat beli melebihi nilai batas 0,30. Hal ini berarti seluruh item pernyataan adalah valid dan layak menggunakannya dalam analisis data selanjutnya.
2. Hasil Uji Reliabilitas
Tabel 4. Hasil Uji Reliabilitas Cronbach's Alpha N of Items
.730 5
.777 8
.632 4
Sumber: Olahan SPSS 23
Berdasarkan tabel 4 di atas, maka dapat dianalisis bahwa item kusioner untuk variabel
Brand Trust (X2) 1. Viability 2. Intentionality Sumber: Kustini dalam Utomo (2017)
Minat Beli (Y):
1. Minat Transaksional 2. Minat Referensial 3. Minat Preferensia 4. Minat Eksploratif
Sumber: Priansa, (2017) Brand Image (X1):
1. Recognition 2. Reputation 3. Affinity 4. Loyality Sumber: Aeker dalam Kartika &
Wiwin, (2018)
5.
brand image, brand trust, dan minat beli memiliki Cronbach's Alpha ≥ 0,60 sehingga variabel brand image (X1), brand trust (X2), dan minat beli (Y) adalah reliabel untuk dipakai pada penelitian ini.
3. Hasil Asumsi Klasik
Tabel 5. Hasil Uji Normalitas
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual N
100 Normal
Parametersa,b
Mean
.0000000 Std.
Deviation 1.27180953 Most Extreme
Differences
Absolute .051 Positive .051 Negative -.032 Test Statistic
.051 Asymp. Sig. (2-tailed) .200c,d
Sumber: Olahan SPSS 23
Berdasarkan data tabel 5 hasil uji normalitas menggunakan non parametric kolmogrov-smirnov dketahui bahwa nilai Asymp sig (2-tailed) ≥ tingkat alpha yang ditentukan yaitu sebesar 5% atau 0,05 yakni variabel brand image,dan variabel brand trust terhadap variabel minat beli yaitu sebesar 0,200. Maka hasil tersebut menunjukan bahwa H0 diterima yang artinya data berdistribusi normal.
Tabel 6 Tabel Hasil Uji Multikolinearitas
Model
Collinearity Statistics Tolerance VIF 1 (Constant)
BRAND IMAGE .452 2.210 BRAND TRUST .452 2.210 Sumber:Olahan SPSS 23
Berdasarkan tabel 6 di atas, diperoleh hasil analisis yang menunjukkan bahwa nilai VIF terbukti ≤ 10 maka tidak terjadi multikolinearitas dalam variabel regresi tersebut, sehingga model regresi linear baik untuk digunakan.
Gambar 2. Hasil Uji Heteroskedastisitas Dari gambar 2. di atas diperoleh hasil analisis yaitu titik-titik pada gambar menyebar secara acak dan tidak membentuk suatu pola tertentu yang jelas serta tersebar diatas maupun dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka dikatakan tidak terjadi heterokedastisitas antara variabel brand image, brand trust dan minat beli.
4. Hasil Uji Koefisien Korealsi
Tabel 7. Hasil Pengujian Koefisien Korelasi
Correlations
MINA T BELI
BRAN D IMAG
E
BRAN D TRUS
T Pearson
Correlation
MINAT BELI 1.000 .673 .748 BRAND
IMAGE .673 1.000 .740
BRAND
TRUST .748 .740 1.000
Sig. (1- tailed)
MINAT BELI . .000 .000
BRAND
IMAGE .000 . .000
BRAND
TRUST .000 .000 .
N MINAT BELI 100 100 100
BRAND
IMAGE 100 100 100
BRAND
TRUST 100 100 100
Sumber: Olahan SPSS 23
1. Analisis korelasi parsisl brand image dan minat beli
Berdasarkan tabel 7 di atas menguraikan bahwa dilihat perolehan angka koefisien korelasi pearson antara brand image terhadap minat beli sebesar 0,673 atau 67,3% dengan arah positif. Artinya brand image memiliki hubungan yang tinggi terhadap minat beli.
Tanda positif menjelaskan bahwa ketika brand image meningkat, maka minat beli juga meningkat. Korelasi variabel X1 brand image bersifat signifikan karena angka penelitian 0 >
0,05 ketententuan jika angka signifikan > 0,05 maka hubungan brand image tersebut signifikan.
2. Analisis korelasi parsial brand trust terhadap minat beli
Berdasarkan analisis tabel 7diatas dapat diuraikan 0,748 atau 74,8% dengan arah positif. Artinya brand trust memiliki hubungan yang kuat dengan minat beli. Tanda positif menjelaskan bahwa ketika brand trust meningkat, maka minat beli juga meningkat.
Korelasi variabel X2 brand trust bersifat signifikan karena angka penelitian 0 > 0,05 ketententuan jika angka signifikan 0 > 0,05 maka hubungan brand image tersebut signifikan
5. Hasil Uji Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi dipakai untuk mengukur seberapa jauh kemampuan variabel independen brand image, brand trust secara bersama-sama berpengaruh terhadap variabel dependen minat beli. Perhitungan nilai koefisien determinasi brand image terhadap miat beli pelanggan sebagai berikut :
KD = r2× 100%
= (0,768)2 × 100%
= 45,2%
Hasil perhitungan nilai detereminasi di atas sesuai dengan perhitungan SPSS 23 yang dilihat pada kolom R Square. Berikut perhitungan hasil koefisien determinasi dengan SPSS 23.
Tabel 8
Hasil Koefisien Determinasi
Model Summaryb
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 .673a .452 .447 1.478
Sumber : Olahan SPSS 23
Nilai output atau hasil koefisien determinasi pada R Square 45,2% hal ini menunjukkan bahwa besarnya pengaruh brand image terhadap minat beli dalam penelitian ini adalah sebesar 45,2% dan nilai yang tersisa yaitu sebesar 54,8% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalampenelitian ini.
Perhitungan nilai koefisien determinasi brand image terhadap miat beli pelanggan sebagai berikut :
KD = r2× 100%
= (0,768)2 × 100%
= 45,2%
Hasil perhitungan nilai detereminasi di atas sesuai dengan perhitungan SPSS 23 yang dilihat pada kolom R Square. Berikut perhitungan hasil koefisien determinasi dengan SPSS 23
Tabel 9
Hasil Koefisien Determinasi Model Summaryb
Model R R Square
Adjusted R Square
Std.
Error of the Estimate 1 .748a .559 .554 1.326 Sumber : Olahan SPSS 23
Nilai output atau hasil koefisien determinasi pada R Square 55,9% hal ini menunjukkan bahwa besarnya pengaruh brand trust terhadap minat beli dalam penelitian ini adalah sebesar 55,9% dan nilai yang tersisa yaitu sebesar 44,1% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Tabel 10. Hasil Koefisien Determinasi Model Summary
Model R R Squar
e
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
10 .768a .590 .582 1.285
Sumber : Olahan SPSS 23
Nilai output atau hasil koefisien determinasi pada R Square 59% hal ini menunjukkan bahwa besarnya pengaruh brand image dan brand trust terhadap minat beli dalam penelitian ini adalah sebesar 59%
dan nilai yang tersisa yaitu sebesar 41%
dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
6. Hasil Uji Regresi
Dalam penelitian ini analisis korelasi berganda digunakan untuk membuktikan sejauh mana hubungan antara pengaruh brand image dan brand trust terhadap minat beli.
Berikut adalah tabel hasil pengujian regresi linear berganda.
Tabel 11
Regresi Linear Berganda
Model
Unstandardized Coefficients B Std. Error
1 (Constant) 1.786 1.268
BRAND
IMAGE .218 .080
BRAND
TRUST .316 .055
Sumber : Olahan SPSS 23
Berdasarkan tabel IV.46 Hasil uji regresi linear berganda maka akan dilakukan perhitungan untuk hasil uji berganda dengan rumus persamaan sebagai berikut:
Y = a + b1X1 + b2X2
Y = 1,786 + 0,218 (X1) + 0,316 (X2) Dari persamaan diatas besar perubahan minat beli yang terjadi mengikuti brand image dan brand trust sebesar 1,786 yang berarti bahwa jika tidak ada brand image dan brand trust maka besarnya minat beli sebesar 1,786.
Koefisien regresi brand image sebesar 0,218, jika dinaikan nilainya sebesar 1, maka akan terjadi peningkatan pada minat beli sebesar 0,218.
Sedangkan pada brand trust nilai koefisien regresinya sebesar 0,316, yang jika dinaikan atau ditambahkan nilai sebesar 1 maka akan terjadi peningkatan pada minat beli sebesar 0,316.
7. Uji t
Dalam penelitian ini menggunakan uji t untuk mengetahui secara parsial variabel independen (brand image dan brand trust) berpengaruh secara signifikan atau tidak signifikan terhahadap variabel dependen (minat beli).
Hasil uji t variabel independen (brand image dan brand trust) terhadap variabel dependen (minat beli) sebagai berikut :
Tabel 12 Hasil Uji t
Model T Sig.
1 (Constant) 1.409 .162 BRAND
IMAGE 2.730 .008 BRAND
TRUST 5.719 .000 Sumber: Olah data SPSS 23
Berdasarkan pada tabel 12 dapat dilihat bahwa nilai thitung untuk variabel brand image adalah sebesar 2,730. Penentuan nilai t tabel dilihat pada tabel ditribusi t dengan pertama- tama menentukan nilai distribusi t. Berikut adalah perhitungan untuk memperoleh nilai ttabel dengan tingkat kesalahan sebesar 0,05.
Dk = n – 2
= 100 – 2 = 98
Pada hasil perhitungan diatas maka diperoleh hasil pada tabel distribusi t didapat nilai sebesar 1,660. maka, diketahui nilai thitung
2,730 > 1,660 maka dapat disimpulkan bahwa brand image berpengaruh pada minat beli atau Ha diterima. Nilai thitung untuk brand trust adalah sebesar 5,719. Pada perhitungan untuk menentukan nilai ttabel didapatkan nilai t tabel untuk brand trust adalah sebesar 1,660. Nilai
thitung 5,719 > 1,660 yang berarti
Haditerima.Artinya ada pengaruh yang signifikan antara brand trust terhadap minat beli.
8. Uji F
Uji F digunakan untuk menguji signifikansi brand image dan brand trust terhadap minat beli. Perhitungn uji F dapat dilihat pada tabel ANOVA dibawah ini:
Tabel 13. Uji F
Model Df F Sig.
1 Regression 2 69.924 .000b Residual 97
Total 99
Sumber: Olah Data SPSS 23
Dalam uji simultan ini hopitesis yang dipakai untuk mengetahui hubungan secara simultan atau bersama–sama antara variabel brand image dan brand trust terhadap minat beli produk kredit konsumer pada Bank BJB KCP Cicadas.
1. H0β1β2 = 0 tidak ada pengaruh siginifikan antara brand image dan brand trust terhadap minat beli produk kredit konsumer pada Bank BJB KCP Cicadas.
2. Haβ1β2 ≠ 0 ada pengaruh signifikan antara brand image dan brand trust terhadap minat beli produk kredit konsumer pada Bank BJB KCP Cicadas.
Dengan menggunakan taraf kesalahan sebesar 0,05 atau 5%, dengan penentuan nilai Ftabel Df1 = k – 1 (k: jumlah variabel bebas dan terikat dalam penelitian), Df2 = n – k (n:
jumlah sampel yang diambil dalam penelitian), df1 = 2, df2 = 97, maka didapatkan nilai Ftabel adalah 2,36. Maka berdasarkan pada tabel 12. dapat dilihat bahwa niai Fhitung dalam uji ANOVA sebesar 69,924, sedangkan pada Ftabel yang didapatkan 2,36.
Hipotesis akan diterima jika Fhitung > Ftabel, maka diketahui bahwa Fhitung 69,924 > Ftabel
2,36, maka disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara brand image dan brand trust terhadap minat beli produk kredit konsumer pada Bank BJB KCP Cicadas.
Berdasarkan hasil uji parsial dan simultan yang telah dilakukan dapat disimpulan bahwa ada pengaruh parsial antara variabel brand image (X1) terhadap minat beli (Y), dan ada pengaruh parsial antara brand trustterhadap minat beli.
Uji simultan didapatkan ada penaruh yang simultan antara brand image (X1) dan brand trust (X2) terhadap minat beli (Y).
Maka kesimpulan dari hipotesis dalam penelitian ini yaitu secara parsial pada variabel Brand Image (X1) Ha diterima Ho ditolak dan pada variabel brand trust (X2) H0 ditolak dan Ha diterima.
Sedangakan secara simultan variabel brand image (X1) dan brand trust (X2) bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat beli (Y) yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak.
PENGARUH
A. Hubungan Brand image terhadap Minat Beli Produk Kredit Konsumen pada Bank BJB KCP Cicadas.
Merek adalah sebuah nama, istilah, tanda, simbol, rancangan, atau kombinasi dari semua ini yang bertujuan untuk mengenali produk (barang atau jasa) dari seseorang atau kelompok penjual dan untuk membedakan dari produk lawan atau dapat juga dikatakan sesuatu yang terkait dengan janji, penerimaan, kepercayaan, dan pengharapan, sehingga suatu merek dari suatu produk yang kuat akan membuat konsumennya merasa lebih yakin, nyaman, dan aman ketika mereka membeli produk tersebut untuk dipakai (Ferdi et al, 2013).
Pengenalan brand image kepada masyarakat sangat perlu ditingkatkan sehingga masyarakat bisa mengenal brand image dan tertarik untuk melakukan pembelian produk di Bank BJB KCP Cicadas, agar bisa meningkatkan roda perekonomian masyarakat Jawa Barat melalui pajak.
45,2%
Sumber : Data diolah penulis
Gambar 3. Hubungan Brand image Terhadap Minat Beli Produk Kredit Konsumer pada Bank
BJB KCP Cicadas
Ditentukan nilai hubungan dari variabel brand image terhadap minat beli sebesar 45,2%. Artinya hubungan variabel brand image terhadap minat beli mempunyai pengaruh sebesar 45,2%, sisanya sebesar 54,8% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Nilai koefisien regresi brand image sebesar 0,218 bernilai positif terhadap minat beli berdasarkan hasil analisis regresi sebesar 1,660. Maka, diketahui nilai thitung 2,730 >
1,660 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Hal ini berarti dapat disimpulkan bahwa variabel brand image berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel minat beli, maka dapat disimpulkan H0 ditolak dan Ha diterima.
B. Hubungan Brand Trust terhadap Minat Beli Produk Kredit Konsumen pada Bank BJB KCP Cicadas
Putra Algamar, (2017) menjelaskan bahwasanya kepercayaan merek ini sangat mempengaruhi minat pembelian konsumen, karena konsumen memiliki sikap yang lebih hati-hati terhadap suatu merek yang belum dikenal tentang bagaimana manfaat dari produk yang tidak dikenal tersebut.
Agar masyarakat mempunyai kepercyaan terhadap Bank BJB KCP Cicadas maka diperlukan pengenalan brandtrust kepada masyarakat Jawa Barat agar masyarakat bisa mempunyai rasa percaya dan timbul minat beli dari masyarakat Jawa Barat.
55,9%
Sumber : Data diolah penulis
Gambar 4. Hubungan Brand Trust Terhadap Minat Beli Produk Kredit Konsumer pada Bank BJB KCP Cicadas.
Ditentukan nilai hubungan dari variabel brand trust terhadap minat beli sebesar 55,9%. Artinya hubungan variabel brand trust terhadap minat beli mempunyai pengaruh sebesar 55,9%, sisanya sebesar 44,1%
Brand Trust Minat Beli Brand
Image
Minat Beli
dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Nilai koefisien regresi brand image sebesar 0,218 bernilai positif terhadap minat beli berdasarkan hasil analisis regresi sebesar 1,660. Maka, diketahui nilai thitung 2,730 > 1,660 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Hal ini berarti dapat disimpulkan bahwa variabel brand trustberpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel minat beli, maka dapat disimpulkan H0 ditolak dan Ha diterima.
C. Hubungan Brand Image dan Brand Trust terhadap Minat Beli Produk Kredit Konsumen pada Bank BJB KCP Cicadas
Citra merek merupakan keseluruhan persepsi yang melekat dan dipegang oleh konsumen terhadap suatu produk dengan melihat beberapa unsur Brand Attributes (atribut merek), Brand Benefits (manfaat merek), dan Brand Attitude (sikap merek) sehingga muncul niat membeli dari konsumen (Raharjo & Heru Mulyanto, 2018).
Kepercayaan merek merupakan keinginan konsumen umumnya yang percaya pada suatu merek karena dapat memenuhi persyaratan dan memiliki keterampilan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan konsumen sehingga ada minat beli dari konsumen (Asmi, 2018).
Gambar 5. Hubungan Brand Image dan Brand Trust terhadap Minat Beli
Produk Kredit Konsumer pada Bank BJB KCP Cicadas
Ditentukan nilai hubungan dari variabel brand image dan variabel brand trust terhadap minat beli sebesar 59%. Artinya hubungan variabel brand image dan variabel brand trust terhadap minat beli mempunyai pengaruh sebesar 59%, sisanya sebesar 41%
dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Berdasarkan hasil penelitian verifikatif, dapat diketahui bahwa nilai Fhitung adalah sebesar 69,924 Untuk mengetahui pengaruh variabel brang image dan variabel brand trust terhadap minat beli secara simultan dengan menggunakan tingkat signifikansi yaitu α = 5% atau 0,05 dimana nilai Ftabel sebesar 23,6 maka hasil yang diperoleh dari perbandingan Fhitung lebih besar dari Ftabel yaitu 69,924 >
2,36. Maka pada tingkat kekeliruan sebesar 5% sehingga dapat disimpulkan Ha diterima dan H0 ditolak, sehingga dengan tingkat kepercayaan 95% secara simultan brand image dan brand trust berpengaruh signifikan terhadap minat beli dengan tingkat sebesar 0,00.
PENUTUP Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dipaparkan di atas, maka hasil penelitian ini akan menjawab hipotesis yang ada dan dapat disimpulkan bahwa:
1. Terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel brand imageterhadap variabel minat beli pada Bank BJB KCP Cicadas.
Variabel brand image mempunyai hubungan yang kuat dan arah pengaruh yang positif dengan variabel minat beli hal ini dibuktikan melalui berbagai uji t yang telah dilakukan. Arah pengaruh yang positif memperlihatkan bahwa apabila variabel brand imagedinaikan atau ditingkatkan maka variabel minat beli akan ikut naik atau meningkatkan nasabah produk kredit konsumer pada Bank BJB KCP Cicadas.
2. Terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel brand trustterhadap variabel minat beli produk kredit konsumen pada Bank BJB KCP Cicadas. Variabel brand trust mempunyai hubungan yang kuat dan arah pengaruh yang positif dengan variabel minat beli hal ini dibuktikan melalui berbagai uji t yang telah dilakukan. Arah pengaruh yang positif memperlihatkan bahwa apa bila variabel brand trustdinaikan atau ditingkatkan maka variabel minat beli akan ikut naik atau meningkatkan nasabah produk kredit konsumer pada Bank BJB KCP Cicadas.
Brand Image
Brand Trust
Minat Beli 59%
3. Variabel brand image dan variabel brand trust secara simultan terdapat pengaruh yang signifikan terhadap variabel minat beli produk kredit konsumen pada Bank BJB KCP Cicadas karena hasil uji F menunjukkan nilai F hitung > dari F tabel.
Berdasarkan kontribusi atau pengaruh variabelbrand image dan variabel brand trust secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel minat beli produk kredit konsumen pada Bank BJB KCP Cicadas dengan nilai korelasi yang positif, yang menunjukkan bahwa hubungan yang terjadi antara keduanya adalah searah.
DAFTAR PUSTAKA
Anwar, R., & Adidarma, W. (2016).
PENGARUH KEPERCAYAAN DAN RISIKO PADA MINAT BELI BELANJA ONLINE Rosian Anwar 1 Wijaya Adidarma 2. Jurnal Manajemen Dan Bisnis Sriwajaya, 14.
Asmi, H. (2018). PENGARUH E-WOM DAN
BRAND TRUST TERHADAP
PURCHASE INTENTION (Studi Kasus Pada Konsumen Go-jek di Yogyakarta).
Ekobis Dewantara, 1(4).
https://doi.org/10.1590/s1809- 98232013000400007
CNN Indonesia. (2019). Biro Referensi Populasi. In Jakarta.
Dharmayana, I. M. A., & Rahanatha, G. B.
(2018). Pengaruh Brand Equity, Brand Trust, Brand Preference Dan Kepuasan Konsumen Terhadap Niat Membeli Kembali. E-Jurnal Manajemen Universitas Udayana, 6(4), 2018–2046.
Retrieved from
https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j
&q=&esrc=s&source=web&cd=6&cad=
rja&uact=8&ved=0ahUKEwiTg- mUkY_bAhUKto8KHZA_A9YQFghb MAU&url=https%3A%2F%2Fojs.unud.
ac.id%2Findex.php%2FManajemen%2F article%2Fview%2F28856%2F18230&u sg=AOvVaw1m7UZYau0Vo81avG- rIqwX
Ferdi, F., Leonardo, B. H., & Andi, T. H.
(2013). Pengaruh citra merek, lokasi, kepercayaan dan kualitas pelayanan terhadap minat membeli bbm di spbu gasindo mekar putra semarang 1).
Kartika, Y., & Wiwin. (2018). Pengaruh Citra Merek Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Tukangroti.Com Di Bekasi.
AKRAB Juara, 3(November).
Lukmanul, H. (2018). Pertanggungjawaban Lembaga Perbankan terhadap Pencurian Data Nasabah.
10(November), 1–15.
https://doi.org/https://doi.org/10.28932/d i.v10i1.918
Mohamadi, H., & Moghadam, M. (2017). A Study of the Impact of Different Brand Aspects on Consumer Brand Identification and its Impact on the Brand Trust , Brand Loyalty and Brand Support and Word of Mouth Advertising.
(1), 197–212.
Noor, M. F. (2014). PENGARUH BRAND
IMAGE DAN BRAND TRUST
TERHADAP BRAND LOYALTY
KING THAI TEA BANDUNG. Jurnal Riset Manajemen, Volume III, 127–140.
Priansa, D. J. (2017). Prilaku Konsumen Dalam Bisinis Kontenporer. Bandung:
ALFABETA BANDUNG.
Putra Algamar. (2017). PENGARUH IKLAN
DAN KEPERCAYAAN MEREK
TERHADAP MINAT BELI
KONSUMEN (STUDI PADA TEXAS CHICKEN PEKANBARU). JOM FISIP, 4(1), 1–11.
Raharjo, R. M., & Heru Mulyanto. (2018).
Kualitas Produk, Citra Merek Dan Minat Beli Konsumen Keripik Singkong.
Jurnal Manajemen Kewirausahaan,
15(1), 109.
https://doi.org/10.33370/jmk.v15i1.198 Reza. (2019, July 27). Bank bjb Dinobatkan
Sebagai BUMD Terbaik. Liputan6.Com.
Retrieved from
https://www.liputan6.com/bisnis/read/40 23175/bank-bjb-dinobatkan-sebagai- bumd-terbaik
Roisah, R., & Riana, D. (2016). Telaah Hubungan Citra Merek, Kualitas Produk Dan Keputusan Pembelian Konsumen.
Jurnal Ecodemica: Jurnal Ekonomi, Manajemen, Dan Bisnis, 4(1), 100–107.
https://doi.org/10.31311/JECO.V4I1.351 Sahidillah, N., & Sulastri, A. (2018).
Lifestyle, Perceeived Value dan Customer Value Terhadap Minat Beli.
LIFESTYLE, PERCEIVED VALUE DAN
CUSTOMER VALUE TERHADAP, 10(2).
Solihat, A., & Ary, M. (2016). Analisa Minat Wisata Museum Kota Bandung. Jurnal Pariwisata, III(2), 73–81.
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Manajemen. Alfabeta.
Suhardi, & Febryani, A. C. (2019).
PENGARUH BRAND IMAGE DAN
BRAND TRUST TERHADAP
CUSTOMER LOYALTY SEMEN
HOLCIM PADA PT . 4(April 2018), 39–
50.
https://doi.org/http://doi.org/10.22216/jb e.v1i1.3404
Utomo, I. W. (2017). Pengaruh Brand Image, Brand Awareness, dan Brand Trust Terhadap Brand Loyalty Pelanggan Online Shopping ( Studi Kasus Karyawan Di BSI Pemuda ). Jurnal Komunikasi, VIII, 76–84. Retrieved from http://ejournal.bsi.ac.id/ejurnal/index.ph p/jkom/article/view/2327/1607
Yolanda, E., & Alamsyah, D. P. (2016).
Pengaruh Citra Merek dan Pandangan Kualitas Terhadap Kepercayaan Konsumen Pada McDonald’s Bandung.
Ecodemica, 1(2), 75–83.
Yudistira, G. (2018). 20 Bank Aset Terbesar di Indonesia. Kontan.Co.Id, p. 1.
Retrieved from
https://keuangan.kontan.co.id/news/berik ut-20-bank-dengan-aset-terbesar-tanah- air%0D
BIODATA PENULIS
Elio Amaral De Jesus lahir di Ermera 12 Januari 1995. Penulis merupakan lulusan Sarjana Ekonomi tahun 2019, bidang studi Manajemen, Universitas BSI Bandung