• Tidak ada hasil yang ditemukan

JURNAL ENTRI PERPAJAKAN WITHHOLDING TAX

N/A
N/A
Hanna Rahmatia

Academic year: 2023

Membagikan "JURNAL ENTRI PERPAJAKAN WITHHOLDING TAX"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

JURNAL ENTRI PERPAJAKAN

WITHHOLDING TAX

(2)

WITHHOLDING TAX

Salah satu sistem pemungutan pajak yang diterapkan di Indonesia adalah Withholding Tax system (pemotongan/pemungutan pajak).

Dalam sistem Withholding Tax, pihak ketiga diberikan

kepercayaan untuk melaksanakan kewajiban memotong atau memungut pajak atas penghasilan yang dibayarkan kepada

penerima penghasilan sekaligus menyetorkannya ke kas Negara.

(3)

Pemotongan/Pemungutan

Di akhir tahun pajak, pajak yang telah dipotong atau dipungut dan telah disetorkan ke kas negara itu akan menjadi pengurang pajak atau kredit pajak bagi pihak yang dipotong dengan melampirkan bukti pemotongan atau pemungutan.

Sistem Withholding Tax di Indonesia diterapkan pada mekanisme pemotongan/pemungutan Pajak Penghasilan (PPh).

(4)

Pemotongan

Istilah pemotongan dimaksudkan untuk menyatakan jumlah pajak yang dipotong oleh pemberi penghasilan atas jumlah penghasilan yang diberikan kepada

penerima penghasilan sehingga menyebabkan

berkurangnya jumlah penghasilan yang diterimanya

(misal: PPh Pasal 21 dan PPh Pasal 23).

(5)

Pemungutan

Sedangkan yang dimaksud dengan

pemungutan adalah jumlah pajak yang dipungut atas sejumlah pembayaran yang

berpotensi menimbulkan penghasilan kepada

penerima pembayaran (misal: PPh Pasal 22).

(6)

Pemotongan PPh Pasal 21

PPh Pasal 21 adalah Pajak yang dipotong dari penghasilan sehubungan dengan pekerjaan, jasa, dan kegiatan yang dilakukan oleh Wajib Pajak (WP) Orang Pribadi Dalam Negeri, yaitu penghasilan berupa gaji, upah, honorarium,

tunjangan, serta pembayaran lain dengan

nama dan dalam bentuk apapun.

(7)

Pemungutan PPh Pasal 22

PPh Pasal 22 adalah Pajak yang dipungut oleh:

l

bendahara pemerintah terkait dengan pembayaran atas penyerahan barang yang berasal dari dana

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN);

l

badan-badan tertentu terkait dengan penghasilan dari kegiatan di bidang impor atau kegiatan usaha di bidang lain; dan

l

WP Badan tertentu terkait pembayaran dari pembeli atas penjualan barang yang tergolong sangat

mewah.

(8)

Pemotongan PPh Pasal 23

PPh Pasal 23 adalah pajak yang dipotong dari penghasilan WP Dalam Negeri dan Bentuk

Usaha Tetap (BUT) yang berasal dari

pemanfaatan modal (dividen, bunga, dan

royalti), pemberian jasa (sewa, imbalan jasa), atau penyelenggaraan kegiatan (hadiah,

penghargaan, dan bonus) selain yang dipotong

PPh Pasal 21.

(9)

Pemotongan PPh Pasal 26

PPh Pasal 26 adalah pajak yang dipotong dari

penghasilan WP Luar Negeri atas penghasilan yang tidak berasal dari menjalankan usaha atau kegiatan melalui BUT yang bersumber dari Indonesia.

Pemotongan PPh Pasal 26 bersifat final (tidak dapat

digunakan sebagai kredit pajak), kecuali ditentukan

lain.

(10)

Pemotongan PPh Pasal 4 ayat (2)

PPh Pasal 4 ayat (2) adalah pajak yang dipotong dari penghasilan

dengan perlakuan tersendiri yang diatur melalui peraturan pemerintah dan bersifat final.

Penghasilan yang dipotong PPh Pasal 4 (2) antara lain: penghasilan berupa bunga deposito dan tabungan/jasa giro, dan diskonto Sertifikat Bank Indonesia, penghasilan dari transaksi penjualan saham di bursa

efek, penghasilan berupa bunga dan diskonto obligasi yang dijual di pasar modal, penghasilan berupa bunga simpanan yang dibayarkan kepada

anggota koperasi (WP Orang Pribadi), penghasilan modal ventura dari transaksi penjualan saham/pengalihan penyertaan modal perusahaan pasangan usahanya, persewaan tanah dan/atau bangunan, pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan, penghasilan usaha jasa konstruksi, serta penghasilan atas diskonto Surat Perbendaharaan Negara.

(11)

Jurnal Entri PPh 21

Apabila pajak atas gaji ditanggung oleh pegawai, maka:

#Jurnal Entri pada saat pengakuan biaya gaji Biaya Gaji (Db)

Utang Gaji (Cr)

Utang PPh Pasal 21 (Cr)

#Jurnal Entri pada saat pelunasan Utang PPh Pasal 21 (Db)

Kas/Bank (Cr)

(12)

Jurnal Entri PPh 21

Apabila pajak atas gaji ditanggung oleh perusahaan (dan perusahaan tidak melakukan gross up), maka:

#Jurnal Entri pada saat pengakuan biaya gaji Biaya Gaji (Db)

Biaya PPh Pasal 21 (Db) Utang Gaji (Cr)

Utang PPh Pasal 21 (Cr)

#Jurnal Entri pada saat pelunasan Utang PPh Pasal 21 (Db)

Kas/Bank (Cr)

(13)

Jurnal Entri PPh 23/26

#Jurnal Entri atas pengakuan utang pajak PPh 23 adalah:

Biaya sewa/jasa (Db) Utang Usaha (Cr)

Utang PPh Pasal 23 (Cr)

#Jurnal Entri pada saat pelunasan Utang PPh Pasal 23 (Db)

Kas/Bank (Cr)

*PPh Pasal 23 subjek pajaknya berasal dari subjek pajak dalam negeri,

Sedangkan PPh Pasal 26 subjek pajaknya berasal dari subjek pajak luar negeri.

(14)

Jurnal Entri PPh Pasal 4 Ayat 2

Jurnal Entri atas pengakuan biaya sewa tanah dan atau bangunan serta pengakuan pajak yang terutang adalah sbb:

Biaya sewa (Db)

Utang Usaha (Cr)

Utang PPh Pasal 4 ayat (2) (Cr) Jurnal Entri pada saat pelunasan

Utang PPh Pasal 4 ayat (2) (Db) Kas/Bank (Cr)

Referensi

Dokumen terkait