• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal Kejaora: Jurnal Kesehatan Jasmani dan Olah Raga ISSN: 2541-5042 (Online) ISSN: 2503-2976 (Print) Volume 7 Nomor 2, Edisi November 2022

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Jurnal Kejaora: Jurnal Kesehatan Jasmani dan Olah Raga ISSN: 2541-5042 (Online) ISSN: 2503-2976 (Print) Volume 7 Nomor 2, Edisi November 2022"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan & Rekreasi, FOK – Universitas PGRI Banyuwangi 126

SURVEIIIKARAKTER IIPESERTA IIDIDIKIIPADA IPEMBELAJARAN IIPJOK IIDI IIMIN

II7 IIJEMBRANA

Al’thur Sunnan Dzuldhi1, Wahjoedi2, Peby Gunarto3

Jurusan Pendidikan Olahraga, Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja, Indonesia E-mail: [email protected]1, [email protected]2, [email protected]3

DOI: https://doi.org/10.36526/kejaora.v7i2.2134 ABSTRAK

Nilai dari sebuah pembelajaran PJOK dapat menumbuhkan karakter peserta didik. Permasalahan karakter yang tercermin dalam peserta didik antara lain adalah kurangnya kejujuran, kurangnya rasa tanggung jawab, rendahnya tingkat kedisiplinan, kurangnya kerja sama, kurangnya kesadaran akan keadilan dan kurangnya kepedulian. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil karakter peserta didik pada pembelajaran PJOK melalui permainan tradisional di MIN 7 Jembrana. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Penelitian deskriptif bertujuan untuk mendeskripsikan secara sistematis, faktual dan akurat terhadap suatu populasi atau daerah tertentu, mengenai sifat-sifat dan fakta-fakta tertentu. Berdasarkan hasil dari analisis data Deskriptif Kuantitatif, maka dapat disimpulkan bahwa Survei Karakter Peserta Didik Pada Pembelajaran PJOK di MIN 7 Jembrana adalah 97,61% dengan kategori sangat tinggi. Peserta didik akan dapat menjaga dan meningkatkan karakter yang baik, baik di lingkungan belajar maupun di lingkungan sosial.

Kata Kunci: Peserta Didik, Karakter, Pembelajaran PJOK

PENDAHULUAN

Pendidikan iiJasmani iiOlahraga iidan Kesehatan ii(PJOK) iisekolah iidasar merupakan iisalah iisatu iimata pelajaran penting iiyang iiada iidi iikurikulum pendidikan iikhususnya iidi iitingkat iisekolah dasar. iiPendidikan iisekolah iidasar berperan iipenting iiuntuk iipeserta iididik yaitu iimemberikan iikesempatan iikepada peserta iididik iiuntuk iibelajar iisambil bermain, iiuntuk iimemperkenalkan gerakan- gerakan iidasar iilokomotor, iinon iilokomotor dan iigerakan iimanipulatif iidalam kehidupan sehari-hari iisehingga iidiharapkan iipeserta didik iimemiliki iikebugaran iijasmani iiyang baik iiserta iimampu iimengembangkan potensi iidiri, iisemangat iidalam iibelajar baik iisecara iiakademik iimaupun iinon akademik. iiTujuan iisecara iiumum iiPJOK adalah iiberfokus iipada iipertumbuhan iidan perkembangan iianak iiusia iidini iibaik secara iimental, iiemosional iidan iisosial dalam iiupaya iiuntuk iimembentuk iikarakter

serta iikemampuan iigerak iidasar iiyang baik (Ramdani, 2021).

Pertumbuhan iidan iiperkembangan anak iisecara iimental, iiemosional iidan sosial iitermasuk iipada iiPendidikan karakter yang iimerupakan iikegiatan iimembentuk watak iiseseorang iisebagai iipeserta iididik.

Kegiatan iiini iidilakukan iioleh iitenaga pendidik, iibaik iisecara iisosial iibudaya maupun iipsikologis iiberdasarkan iigrand design iipengembangan iipembentukan potensi iikarakter iiindividu iiyang mencakup, afektif, iikognitif iidan iipsikomotorik, disamping iipengembangan iikonteks interaksi iibudaya iisosial, iibaik iiitu iidalam lingkungan iisekolah, iikeluarga iidan masyarakat. iiPendidikan iikarakter iiakan berlangsung iisepanjang iihidup (Depdiknas, 2010).

Dari iimata iipelajaran iiPJOK iisuatu proses iipendidikan iiseseorang iisebagai individu iimaupun iianggota iimasyarakat yang iidilakukan iisecara iisadar iidan sistematik iimelalui iikegiatan iijasmani

(2)

Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan & Rekreasi, FOK – Universitas PGRI Banyuwangi 127 dalam iirangka iimemperoleh iipeningkatan

kemampuan iidan iiketerampilan iijasmani, pertumbuhan iifisik, iikecerdasan, iidan pembentukan iiwatak. ii(Unesco iidalam International iicharter iiof iiphysical education iiand iideclaration iion iisport, iidan polaiidasar iipembangunan iiolahraga nasional iipada iiPJP iiII iiyang iiditerbitkan oleh iiKantor iiMenpora ii1994) (Tansri, 2019).

Dalam ipembelajaran iiPJOK iiadanya pendidikan iikarakter, iiyang iidiajarkan sangat iiberagam iidan iipenting iiuntuk kepribadian iipeserta iididik, iisalah iisatunya adalah iisikap iikemandirian iiyang iiharus dimiliki iipeserta iididik. iiMandiri iiadalah mampu iimemenuhi iikehidupan iidiri iisendiri dan iitidak iibergantung iipada iiorang iilain dan iiorang iiyang iimandiri iimampu mempertimbangkan iipilihan iidan iimembuat keputusan iisendiri. iiUntuk iipeserta iididik mulai iiditanamkan iisikap iikemandirian terhadap iidirinya, iimisalnya iianak iimulai diajarkan iitentang iiperannya iisebagai peserta iididik iiadalah iibelajar, iimaka iianak mulai iidi iididik iisejak iidini iiuntuk iimau belajar iidan iibertanggung iijawab iiterhadap dirinya iisendiri, iitidak iimudah iiuntuk mengandalkan iikemampuan iiorang iilain dan iiberani iimenghadapi iiresiko iiatas keputusan iiyang iinanti iiakan iidiambilnya.

(Baharuddin, 2017) dalam tulisannya mengatakan, adalah suatu ironi lembaga pendidikan yang seharusnya merupakan lembaga yang digunakan untuk melakukan proses pembelajaran, menjaga dan menigkatkan menjadi lebih baik, tempat untuk pengembangan diri, berubah menjadi tempat berbeda dari harapan semula.

Pendidikan karakter di sekolah-sekolah dijawab dengan kasus-kasus pembulian, kasus-kasus asusila, kekerasan fisik dan mental. Bahkan yang lebih memprihatinkan.

Dari iifungsi iipermainan iitradisional iidalam PJOK iiadalah iibudaya iilokal iidapat menghubungkan iipenanaman iikarakter, seperti iinilai iinilai iimoral iidan iikebudayaan serta iimemberi iipemahaman iipada peserta didik, iidengan iiadanya iibudaya iilokal terhadap iilingkungan iitempat iitinggalnya dapat iimenjadikan iibelajar iilebih bermakna (Wijiningsih, iWahjoedi, iand Sumarmi,

2016). Padahal iidengan iipermainan tradisional iisalah iisatu iicara iimembangun karakter iipeserta iididik. iiTenaga iipendidik di iisini iibertindak iisebagai iisumber iibelajar atau iifasilitator iidan iipeserta iididik sebagai pelajar iiatau iiorang iiyang iibelajar ii(Utama, 2011).

Berdasarkan iiuraian iidi iiatas, permasalahan yang sedang terjadi pada peserta didik di MIN 7 Jembrana adalah kurangnya pendidikan karakter dikarenakan kurangnya strategi dan pemahaman dalam menjaga dan meningkatkan karakter peserta didik kemudian kurangnya nilai dari sebuah pembelajaran PJOK pada permainan tradisonal yang dapat menumbuhkan karakter peserta didik.

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil karakter peserta didik pada pembelajaran PJOK melalui permainan tradisional di MIN 7 Jembrana.

Dalam iihal iiini iipenulis iiingin iimengangkat judul iipenelitian iisurvei iipembentukan karakter iipeserta iididik iimelalui iipermainan tradisional iipada iimata iipelajaran iiPJOK idi MIN ii7 iiJembrana.

METODE

Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan survei. iiPenelitian ini iidilaksanakan iiMIN ii7 iiJembrana iiyang terletak iidi iiDusun iiKombading, iiDesa Pengambengan,iiKecamatan iiNegara, Kabupaten iiJembrana, iiBali. iiWaktu penelitian iiini iidilakukan iipada iisemester ganjil iiTahun iiajaran ii2022/2023. Dalam penelitian ini sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling yaitu suatu metode penarikan sampel probabilitas yang dilakukan dengan kriteria tertentu. Kriteria yang diambil adalah sebagai berikut : 1) Peserta didik di MIN 7 Jembrana. 2) Mendapatkan pembelajaran PJOK melalui jenis kegiatan olahraga tradisional

,

maka sampel iiyang memenuhi kriteria tersebut adalah iipeserta iididik iikelas ii3 iidan ii4 iidi MIN ii7 iiJembrana iisebanyak ii61 iipeserta didik.

Variabel iiterikat iipada iipenelitian iiini adalah iipendidikan iikarakter. iiVariabel bebas iipada iipenelitian iiini iiadalah permainan iitradisional.iiDalam iipenelitian ini

(3)

Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan & Rekreasi, FOK – Universitas PGRI Banyuwangi 128 instrumen iiyang iidigunakan iiadalah angket

skala iilikert iiyang iiberisi iipernyataan iiyang digunakan iiuntuk iimengungkapkan iisurvei karakter iipeserta iididik iimelalui iipermainan tradisional. Menurut (Zubaedi, 2011) menyatakan, pendidikan karakter di Indonesia didasarkan pada sembilan pilar karakter dasar, berdasarkan hal tersebut indikator iireligious iidan iitoleransi, Tanggung iiJawab, iiDisiplin, iiJujur iidan Mandiri, iiHormat iiSantun iidan iiRendah hati, iiKasih iiSayang, iiPeduli iidan Kerjasama, iiPercaya iiDiri, iiKreatif, iiKerja Keras, iiPantang iiMenyerah iidan iiAdil.

Teknik iianalisis iidata iiyang digunakan adalah iiteknik iianalisis iidata deskriptif iidengan iipersentase iidari jawaban iipeserta iididik. iiInstrumen iiterdiri dari iipernyataan iipositif iidan iinegatif, tingkat iikesetujuan iiresponden iidiklasifikasi sebagai iiberikut ii: iiSangat iiSetuju ii(4), Setuju ii(3), iiKurang iiSetuju ii(2), iidan Tidak Setuju ii(1). iiAgar iidata iiyang iidiperoleh dalam iipenelitian iiini iiberupa iidata kuantitatif, iimaka iisetiap iibutir iijawaban diberi iiskor iidalam iibentuk iiskala iiLikert yang iitelah iidimodifikasi iidengan iialternatif jawaban iiyang iidiberikan.

Untuk iimemperoleh iidan mengetahui seberapa iipembentukan iikarakter iipeserta didik iimelalui iipermainan iitradisional iipada mata iipelajaran iiPJOK iidi iiMIN ii7 Jembrana. iiDitentukan iidengan penghitungan skor dari indikator ii1).

Religious dan Toleransi, 2). Tanggung Jawab, Jujur dan Mandiri, 3). Hormat Santun dan Rendah hati, 4). Kasih Sayang, Peduli dan Kerjasama, 5). Percaya diri, Kreatif, Kerja Keras dan Pantang Menyerah dan 6).

Adil. Dengan menggunakan iirumus isebagai berikut ii: ii ii

n ii: iiJumlah iiskor iiyang iidi iiperoleh iidata N ii: iiJumlah iiskor iiideal( iimaksimal ii) DP ii: iiNilai iidalam ii( ii% ii)

HASIL DAN PEMBAHASAN

Data iihasil iipenelitian iisurvei pembentukan iikarakter iipeserta iididik melalui iipermainan iitradisional iiini

menggunakan iiteknik iistatistik iideskriptif yang iimenggunakan iiperhitungan persentase. iiPenelitian iiini mengakategorikan iidata iimenjadi ii4 kategori, iiyaitu ii: iisangat iitinggi, iitinggi, rendah iidan iisangat iirendah. iiPerhitungan kategori iitersebut iidibuat iiberdasarkan nilai rata-rata iiyang iimerupakan iihasil iidari perhitungan iideskriptif iiyang iitelah dilakukan iisebelumnya.

PJOK iimerupakan iiproses iiinteraksi antara iipeserta iididik iidengan iilingkungan melalui iiaktivitas iijasmani iiyang iidi iisusun secara iisistematik iiuntuk iimenuju Indonesia seutuhnya. iiPJOK iiwajib iidiajarkan iidi sekolah, iikarena iiPJOK iimemiliki iiperan yang iistrategis iidalam iirangka pembentukan iimanusia iisepenuhnya (Ayi Suherman, 2018). iiPJOK iiadalah pendidikan iimelalui iidan iitentang iiaktivitas fisik iiatau iidalam iibahasa iiaslinya iiadalah physical iiThrough iiand iiof iiis iiThrough and of iioff iiand iithrough iimovement. iiTerdapat tiga iikata iikunci iidalam iidefinisi iitersebut, yaitu ii1) iiPendidikan ii(Through iiand iiof), yang iidirefleksikan iidengan iikompetisi yang ingin iidiraih iipeserta iididik; ii2) iiMelalui dan tentang ii(through iiand iiof), iisebagai iikata sambung iiyang iimenggambarkan iikeeratan hubungan iiyang iidinyatakan iidengan berhubungan iilangsung iidan iitidak langsung; iidan ii3) iiGerak ii(movement), merupakan iikajian iisebagaimana iitertera dalam iikurikulum iiPJOK ii(Rahmat Permana, 2020). iiDalam ii(Riadnya, iPanca iAdi, iand Satyawan, 2021) iiPJOK iiadalah iibagian integral iidalam iipendidikan iiuntuk memperoleh iipeningkatan iidan perkembangan iiindividu iisecara iijasmani, intelektual, iiemosional iiserta iimoral melalui aktivitas iijasmani iiyang iidilakukan iisecara sadar iidalam iiusaha iimeningkatkan kecerdasan iisecara iimenyeluruh. iiPeneliti dapat iimenarik iikesimpulan, iiyaitu iiPJOK memberikan iikesempatan iianak iiuntuk mempelajari iiberbagai iikegiatan iiyang membina iisekaligus iimengembangkan potensi iianak, iidalam iiaspek iifisik, iimental sosial, iiemosional iidan iimoral.

PJOKiiadalah iisatu-satunya iimata pelajaran di iisekolah iidi iimana iianak-anak iimemiliki kesempatan iiuntuk iibelajar iiketerampilan

(4)

Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan & Rekreasi, FOK – Universitas PGRI Banyuwangi 129 gerak iidan iimendapatkan iipengetahuan

untuk iiberpartisipasi iidalam iiberbagai aktivitas iifisik.i

Dalam iiZaman, (2019) iiPendidikan karakter iiadalah iitabiat iikepribadian iidalam berperilaku iiyang iikhas iipada iilingkungan sosial iiberdasarkan iimoral iidan iietika yang ada. iiMenurut ii(Haryati, 2013) iibahwa karakter iiadalah iiaplikasi iinilai iikebiasaan dan iiperilaku iiyang iidiciptakan iidalam tindakan iiyang iistabil iidengan lingkungannya.

ii

Menurut ii(Zubaedi, 2011) menyatakan, iipendidikan iikarakter iidi Indonesia iididasarkan iipada iisembilan pilar karakter iidasar. iiPilar iikarakter iidasar iiini, antara iilain iiReligious, iiToleransi, Tanggung iiJawab, iiJujur, iiMandiri, iiHormat Santu, iiRendah iihati, iiKasih iiSayang, Peduli, iiKerjasama, iiPercaya iidiri, iiKreatif, Kerja iiKeras, iiPantang iiMenyerah iidan Adil. iiBerdasarkan iipendapat iidi iiatas karakter iimerupakan iipanduan iidari iipada segala iitabiat iimanusia iiyang iibersifat tetap, iisehingga iimenjadi iitanda iiyang khusus iiuntuk iimembedakan iiorang iiyang satu iidengan iiorang iiyang iilain. iiKarakter juga iiberarti iisifat-sifat iikejiwaan iiseperti akhlak, iibudi iipekerti, iietika, iinilai, iitabiat, watak iiyang iimembedakan iiseseorang dari yang iilain. iiYang iimana iimemancar iidari hasil iiolah iipikir, iiolah iihati, iiolah iirasa, karsa, iiserta iiolah iiraga iiseseorang iiatau kelompok iiorang, iidengan iidemikian karakter iiadalah iiperangai, iiwatak, iitingkah laku iibaik iidan iiburuknya iiseseorang.

Menurut i(Adnyana iand iGunarto, 2019)itenaga iipendidik iiPJOK iitidak hanya mengajar iisebagian iikegiatan penyampaian pengetahuan, iiketerampilan iidan iisikap kepada iipeserta iididik, iitenaga iipendidik hendaknya iimembagi iikelompok iikecil untuk iisebagai iiwadah iikerjasama iibagi peserta iididik. iiSeperti iihalnya iipermainan tradisional iimengajarkan iikerjasama, permainan iitradisional iimerupakan aktivitas fisik iiyang iimemiliki iikeunikan iidi iibanding dengan iicabang-cabang iiolahraga iiyang lain. iiPermainan iitradisional iidalam i(Adi, Sudaryanti, iand iMuthmainah, 2020)imerupakan iiwarisan iibudaya bangsa

yang iimemiliki iinilai iiuntuk mengembangkan iisosial, iiemosional daniipotensi iianak iiyang iidi iiarahkan iipada pembentukan iikarakter iiantara iilain:

kemandirian, iitanggung iijawab, iipercaya diri, iiempati, iitaat iiaturan, iisportif, iijujur, gigih, iimenghargai, iimampu iibekerjasama dan iisaling iimembantu. iiPermainan tradisional iimenurut ii(Hanief iand iSugito, 2015) iiadalah iiJenis iipermainan iiyang memberikan iimanfaat iipada perkembangan dan iipertumbuhan iianak iipermainan iiyang mempunyai iihubungan iierat iidengan perkembangan iiintelektual, iisosial iiserta karakter iianak. iiDalam ii(Furqon, 2006) permainan iidimainkan iidengan membutuhkan iibanyak iiketerkaitan banyaknya iienergi, iiserius iidaripada bermain, iilebih iimungkin iimemberikan penghargaan iiterhadap iipemenuhan iidan keberhasilan. iidapat iidisimpulkan iibahwa Permainan iiolahraga iitradisional merupakan iipermainan iitradisional iiyang mengandung iiunsur iiolahraga iidan iitradisi.

Permainan iiolahraga iitradisional iidapat disajikan iisebagai iisalah iisatu iimateri dalam iiPJOK iipada iisetiap iijenjang sekolah. iiPermainan iiolahraga iitradisional merupakan iisalah iisatu iimateri pembelajaran iiPJOK iipada iiruang iilingkup aktivitas iipermainan iidan iiolahraga.

Pembentukan iiKarakter iiadalah suatu iisistem iipenamaan iinilai-nilai karakter iiyang iimeliputi iikomponen pengetahuan, iikesadaran iiatau iikemauan, dan iitindakan iiuntuk iimelaksanakan iinilai- nilai iitersebut, iibaik iiterhadap iiTuhan Yang Maha iiEsa, iidiri iisendiri, iisesama, lingkungan, iimaupun iikebangsaan. iiyang terdiri iidari ii15 iibutir iipernyataan. iiDalam pernyataan iiini iiterdiri iidari iiindikator ii1).

Religious iidan iiToleransi, ii2). iiTanggung Jawab, iiJujur iidan iiMandiri, ii3). iiHormat Santun iidan iiRendah iihati, ii4). iiKasih Sayang, iiPeduli iidan iiKerjasama, ii5).

Percaya iidiri, iiKreatif, iiKerja iiKeras daniiPantang iiMenyerah iidan ii6). iiAdil.

Berikut iihasil iianalisis iibutir iipernyataan padaigambar i01.

(5)

Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan & Rekreasi, FOK – Universitas PGRI Banyuwangi 130 Diagram 1. Hasil Skor Pada Karakter

Berdasarkan iidiagram iianalisis pernyataan iipada iigambar ii01 iidiketahui bahwa iirata-rata iiPembentukan iiKarakter berada iipada iipersentase ii98,33% iidalam kategori iisangat iitinggi. iiDi iimana iiada ii6

indikator iikategori iisangat iitinggi. iiSecara umum iikategori iiberdasarkan iikategori pembentukan iikarakter iidapat iidi klasifikasikan iisebagai iiberikut:ii

Diagram 2. Rata-rata Skor Pembentukan Karakter Hasil iianalisis iidata iidiketahui iipada

gambar ii02 iibahwa iisurvei iipembentukan karakter iipeserta iididik iimelalui iipermainan tradisional iipada iimata iipelajaran iiPJOK adalah ii97,91% iidengan iikategori iisangat tinggi.

Berdasarkan iidiagram iisurvei pembentukan iikarakter iipeserta iididik melalui iipermainan iitradisional iidiketahui bahwa iirata-rata iiberada iipada iipersentase 97,91% iidalam iikategori iisangat iitinggi. iiDi mana iidari iihasil iianalisis ii15 iipernyataan survei iipembentukan iikarakter iidengan ii6

Indikator iidari ii61 iipeserta iididik iiyang dijadikan iisebagai iisampel iipenelitian mendapatkan iikategori iisangat iitinggi antara iilain ii1). iiReligious iidan iiToleransi, 2). iiTanggung iiJawab, iiJujur iidan iiMandiri, 3). iiHormat iiSantun iidan iiRendah iihati, 4).

Kasih iiSayang, iiPeduli iidan iiKerjasama, 5).

Percaya iidiri, iiKreatif, iiKerja iiKeras iidan Pantang iiMenyerah iidan ii6). iiAdil.

Hal iiini iisejalan iidengan iidengan penelitian ii(Perdima iidan iiKristiawan, 2021) yang iimenjelaskan iibahwa permainan tradisonal iimengarahkan pentingnya iisuatu

(6)

Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan & Rekreasi, FOK – Universitas PGRI Banyuwangi 131 cara iiserta iimenyisipkan nilai-nilai kebaikan

yang iimemiliki kearifan lokal iiyang iiamat mendidik iiserta memancing iirasa semangat kebangsaan anak, iitidak iihanya iiitu walaupun permainan iitradisional iiialah permainan yang iisimpel, iitetapi iibisa memberikan manfaat iiyang iiluar iibiasa seperti melatihiianak iidalam iikehidupan sosial dengan iiteman iisebayanya, iimelatih ketangkasan, iiserta iimeningkatkan iimotorik anak.

Dampak iidari iipenelitian iiini iiadalah dapat iimembantu iidan iimemberikan iisolusi terhadap iipermasalahan iitenaga iipendidik dalam iimenilai iibahwa iipermainan tradisional iipada iimata iipelajaran iiPJOK dapat iimembantu iiproses iipembentukan karakter iipeserta iididik iidi iiMIN ii7 Jembrana, iihal iiini iisesuai iidengan iisistem pendidikan iinasional iidi iiUU iiNo.20 iitahun 2003 ii”Ya g iimenyebutkan iipendidikan nasional iiberfungsi iimengembangkan kemampuan iidan iimembentuk iiwatak serta peradaban iibangsa iiyang iibermartabat dalam iirangka iimencerdaskan iikehidupan bangsa, iibertujuan iiuntuk iiberkembangnya potensi iipeserta iididik iiagar iimenjadi manusia iiyang iiberiman iidan iibertakwa kepada iiTuhan iiYang iiMaha iiEsa, berakhlak iimulia, iisehat, iiberilmu, iicakap, kreatif, iimandiri, iidan iimenjadi iiwarga negara iiyang iidemokratis iiserta bertanggung iijawab”.

KESIMPULAN

Berdasarkan iihasil iidari iianalisis data iiDeskriptif iiKuantitatif, iimaka iidapat disimpulkan iibahwa iiSurvei iiPembentukan Karakter iiPeserta iiDidik iiMelalui Permainan Tradisional iiPada iiMata iiPelajaran iiPJOK di iiMIN ii7 iiJembrana iiadalah ii97,61%

dengan iikategori iisangat iitinggi.

Berdasarkan iisimpulan iidiatas maka saran iiyang iidapat iidiberikan iipeneliti antara iilain: iiPertama, iibagi iitenaga pendidik, iiMelalui iipenelitian iiini iitenaga pendidik iidapat iimengetahui iifaktor iiyang mempengaruhi iikarakter iipeserta iididik dalam iimengikuti iipembelajaran terkhususnya iidalam iipembelajaran iiPJOK.

Dengan iidemikian iitenaga iipendidik iidapat mengambil iilangkah-langkah iiyang iitepat

untuk iimembantu iipeserta iididik iidalam meningkatkan iipendidikan iikarakter iiagar peserta iididik iimempunyai iikarakter iiyang baik. iiKedua, iibagi iiPeserta iididik diharapkan iidapat iimenjadi iikarakter iiyang baik, iibaik iidi iilingkungan iibelajar iimaupun di iilingkungan iisosial.

DAFTAR PUSTAKA

Adi, B. S., Sudaryanti, S., & Muthmainah, M.

(2020). Implementasi permainan tradisional dalam pembelajaran anak usia dini sebagai pembentuk karakter bangsa. Jurnal Pendidikan Anak,

9(1), 33–39.

https://doi.org/10.21831/jpa.v9i1.3137 5

Adnyana, S., & Gunarto, P. (2019).

Penerapan Model Pembelajaran Generatif Dalam. 4(1), 12–30.

Ayi Suherman. (2018). Kurukulum Pembelajaran Penjas (Muhammad Nur Alif (ed.); Cetakan Ke). UPI Sumedang Press.

Baharuddin, B. (2017). Pembentukan Karakter Siswa dan Profesionalisme Guru Melalui Budaya Literasi Sekolah. El-Idare: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 3(1), 21–40.

Depdiknas. (2010). Undang-Undang No. 20 Tahun 2003, Sistem Pendidikan Nasional.

Furqon. (2006). Mendidik Anak Dengan Bermain. Universitas Sebelas Maret.

Hanief, Y. N., & Sugito, S. (2015).

Membentuk Gerak Dasar Pada Siswa Sekolah Dasar Melalui Permainan Tradisional. Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran, 1(1), 60–73.

Haryati, S. (2013). PENDIDIKAN KARAKTER DALAM KURIKULUM 2013 Oleh: Sri Haryati (FKIP-UTM).

Pendidikan Karakter Dalam Kurikulum 2013, 19(2), 259–268.

Perdima, F. E., & Kristiawan, M. (2021).

Nilai-nilai Karakter pada Permainan Tradisional Hadang di Sekolah Dasar.

Jurnal Basicedu, 5(6), 5342–5351.

https://doi.org/10.31004/basicedu.v5i 6.1640

Rahmat Permana. (2020). Teori dan Praktik Pendidikan Jasmani di Perguruan

(7)

Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan & Rekreasi, FOK – Universitas PGRI Banyuwangi 132 Tinggi (Zulfikar (ed.); Cetakan Pe).

Edu Publisher.

Ramdani, A. (2021). EFEKTIVITAS

PEMBELAJARAN DARING

PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN DIMASA

PANDEMI COVID-19

BERDASARKAN PANDANGAN SISWA KELAS IV DAN V SD NEGERI 1 BINANGUN. Skripsi Fakultas Ilmu Keolahragaan Negeri Yogyakarta.

Riadnya, I. M. N., Panca Adi, I. P., &

Satyawan, I. M. (2021). Dampak Covid-19 Terhadap Motivasi Belajar Daring Pjok Smp Negeri 12 Denpasar Tahun Pelajaran 2020/2021. Jurnal Pendidikan Jasmani, Olahraga Dan Kesehatan Undiksha, 9(1), 1.

https://doi.org/10.23887/jjp.v9i1.3664 5

Tansri, M. (2019). EFEKTIVITAS

PEMBELAJARAN PENJAS

TERHADAP PEMBENTUKAN

KARAKTER SISWA SMP NEGERI 1 PINRANG. Universitas Negeri Makassar.

Utama, A. M. B. (2011). Pembentukan Karakter Anak Melalui Aktivitas BermainDalam Pendidikan Jasmani.

Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia, 8(1).

Wijiningsih, N., Wahjoedi, W., & Sumarmi, S.

(2016). Kebutuhan Untuk Mengembangkan Bahan Ajar Berbasis Budaya Lokal Kelas V SD.

Jurnal Pendidikan Humaniora, 2.

Zaman, B. (2019). Urgensi Pendidikan Karakter Yang Sesuai Dengan Falsafah Bangsa Indonesia. Jurnal Kajian Pendidikan Islam Dan Studi Islam, 2(1), 16–31.

Zubaedi. (2011). Desain Pendidikan Karakter: Konsepsi dan Aplikasinya dalam Lembaga Pendidikan.

Kencana.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan meneliti sejauh mana pengaruh dari penggunaan beban eksternal yang dipakai berupa rompi berbeban (weighted vest) terhadap gerakan dasar

Hasil Uji Normalitas dan Homogenitas Data Kelincahan Tubuh Sebelum dan Sesudah Pelatihan Pada Kedua Kelompok PengukuranKelincahan Tubuh Uji Normalitas Saphiro Wilk-Test Uji

Kata Kunci: Taekwondo, Pengembangan, Ap Hurigi, Teknik Dasar, Alat Tes PENDAHULUAN Menurut Puspodari dan Muharram 2018 olahraga prestasi adalah suatu aktivitas fisik atau olahraga

14 Gerakan tangan kaki bersilangan ke bawah dan gerakan tangan kaki bersilangan ke atas Melemaskan otot paha dan kaki serta lengan 15 Gerakan angkat kaki dilanjutkan menekuk

Berdasarkan tes hasil belajar siklus I terjadi peningkatan hasil belajar passing dalam permainan sepakbola melalui media audiovisual pada siswa SMP Citra Mulia Makassar dari data awal

Jurnal Kejaora: Jurnal Kesehatan Jasmani dan Olah Raga ISSN: 2541-5042 Online ISSN: 2503-2976 Print Volume 5 Nomor 2, Edisi November 2020 Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan &

Pembahasan Berdasarkan kriteria penelitian bahwa diperlukan pembahasan untuk menyusun hasil penelitian yang akan dibahas tentang hasil data pretest dan posttest serta hasil data

Maka dari itu minimnya aktitivitas dalam pembelajaran ataupun hanya yang mempunyai keahlian lebih saja yang akan berusaha, pada saat kegiatan proses pengetahuan dan kesenian guna