• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal Kependudukan Indonesia - LIPI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Jurnal Kependudukan Indonesia - LIPI"

Copied!
100
0
0

Teks penuh

Prakiraan lapangan kerja dan sektor pertanian di Indonesia tahun 2009 serta respon terhadap ancaman krisis global. Ancaman krisis global yang dirasakan saat ini diperkirakan akan memberikan dampak signifikan terhadap permasalahan ketenagakerjaan, namun tidak demikian halnya dengan sektor pertanian Indonesia. Artinya, terdapat kesenjangan sebesar 0,5% yang mencerminkan ketidakmampuan pasar tenaga kerja dalam menyerap pertumbuhan angkatan kerja.

Dari sisi penawaran, Indonesia mengalami masalah ketidaksesuaian pasar tenaga kerja dan pasokan tenaga kerja di Indonesia melimpah. Dengan rendahnya pertumbuhan ekonomi dan rendahnya elastisitas lapangan kerja, maka dapat dibayangkan jumlah tenaga kerja yang terserap pada tahun 2009 akan sangat rendah. Hal ini dilakukan dengan mengurangi jumlah orang tambahan yang memasuki angkatan kerja melalui jumlah karyawan dan membuat kontrak menjadi publik.

Seperti kita ketahui, pada tahun 2005 terjadi penurunan PDB sektor pertanian yang dipicu oleh menurunnya produksi beras nasional. Dengan menurunnya tingkat konversi keuntungan dan peningkatan lapangan kerja di sektor pertanian, output sektor pertanian dapat meningkat.

Tabel  di  atas  merupakan  gambaran  mengenai  kondisi  pasar tenaga  kerja  di  Indonesia selarita periode 2000-2006
Tabel di atas merupakan gambaran mengenai kondisi pasar tenaga kerja di Indonesia selarita periode 2000-2006

KORUPSI DAN PEMBANGUNAN PENDIDIKAN DI INDONESIA

Namun beberapa penelitian yang dilakukan ICW menunjukkan bahwa korupsi pendidikan di Indonesia cukup memprihatinkan. Korupsi pendidikan juga dapat terjadi di tingkat sekolah, yang dilakukan oleh kepala sekolah, guru, komite sekolah atau mitra sekolah yang ditunjuk oleh Dinas Pendidikan. Hal ini terlihat dari banyaknya kasus korupsi pendidikan yang diusut setiap tahunnya oleh kejaksaan, kepolisian, dan komite pemberantasan korupsi.

Di Bandung, korupsi dana honor guru dan operasional sekolah merupakan sebagian korupsi pendidikan yang terjadi. Tujuan yang ingin dicapai pendidikan karakter dan khususnya pendidikan antikorupsi adalah, pertama, menanamkan jiwa antikorupsi pada setiap peserta didik. Hal ini akan menjadi gerakan bersama melawan korupsi sekaligus memberikan tekanan penegakan hukum dan dukungan moral kepada KPK agar lebih semangat dalam menjalankan tugasnya (http://www.berrydevanda.com/20 I 0/ 02/kurik.ulum-pendidikan -anti-korupsi.html).

Hal ini dapat dilakukan secara paralel dengan memasukkan materi pendidikan karakter dan antikorupsi ke dalam kurikulum. Untuk itu materi pendidikan karakter dan antikorupsi hendaknya dikemas secara menarik dan dilaksanakan bekerjasama dengan Pusat Kurikulum – Kementerian Pendidikan Nasional. Tugas khusus yang menjadi tanggung jawab Kementerian Pendidikan Nasional adalah menyelenggarakan pendidikan yang mencakup penanaman semangat antikorupsi pada semua jenjang pendidikan.

Pendidikan yang mengandung semangat antikorupsi pada semua jenjang pendidikan, antara lain tersedianya naskah akademik tentang pelaksanaan pendidikan antikorupsi pada pendidikan formal dan informal, tersedianya desain pendidikan antikorupsi sesuai usia, jenjang, jenjang pendidikan. pendidikan, peserta didik, tenaga pengajar dan masyarakat, pelaksanaan sosialisasi naskah akademik dan rencana pendidikan antikorupsi dengan tujuan memperoleh masukan, tersedianya peraturan pelaksanaan pendidikan antikorupsi yaitu dengan ditetapkannya Menteri Negara Peraturan Pendidikan tentang penyelenggaraan pendidikan antikorupsi. http://itjen.depdiknas.go.id/index.php?option=com content&task=view&id=29&Itemid=53).

Tabel  1.  Capaian  Pembangunan Pendidikan Tahun  2005-2007
Tabel 1. Capaian Pembangunan Pendidikan Tahun 2005-2007

POLA PENDAYAGUNAAN ANGKATAN KERJA DI DAERAH PERDESAAN

PENDAHULUAN

Sedangkan tenaga kerja adalah bagian dari angkatan kerja (labour force) yang benar-benar ikut atau berupaya ikut serta dalam kegiatan produktif (kegiatan ekonomi), yaitu produksi barang atau jasa (Shryock dan Siegel, 1975). Di daerah perbukitan, angkatan kerja laki-laki cukup terpakai sebesar 52,9%, sedangkan angkatan kerja perempuan hanya 44,5%. Faktanya, hanya di daerah perbukitan saja yang terdapat korelasi positif antara tingkat pendidikan dengan jumlah angkatan kerja yang cukup terpakai.

Sementara di daerah perbukitan persentase angkatan kerja cukup termanfaatkan, sedangkan di daerah dataran tergolong tinggi (di atas 60%). Tingginya persentase angkatan kerja yang berstatus wiraswasta (65%) dan berstatus usaha dibantu pekerja (69,2%). Angkatan kerja, yang dapat dikategorikan cukup dimanfaatkan, jauh lebih tinggi di daerah datar dibandingkan di daerah berbukit (70% dan 50%).

Secara umum, angkatan kerja pada kategori pengangguran juga lebih rendah di daerah dataran dibandingkan di daerah perbukitan. Jadi dapat dikatakan pemanfaatan tenaga kerja di dataran lebih baik dibandingkan di perbukitan. Tingkat setengah pengangguran pada angkatan kerja di daerah perbukitan jauh lebih tinggi pada laki-laki dibandingkan perempuan (7% dan 3,6%).

Angkatan kerja setengah pengangguran yang tidak terlihat tertinggi adalah petani penggarap/buruh tani. Dalam angkatan kerja yang jelas-jelas setengah bekerja, semakin tinggi pendapatan suatu rumah tangga, cenderung semakin tinggi pula tingkat setengah pengangguran.

Diagram  1  a.  PendayagunaanAngkatan Kerja  di  Desa Perbukitan (Katekan), Kab. Temanggung,  2008
Diagram 1 a. PendayagunaanAngkatan Kerja di Desa Perbukitan (Katekan), Kab. Temanggung, 2008

POTENSI SUMBER DAYA ALAM DAN PENINGKATAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA DI KAWASAN

PENUTUP

Pembangunan masyarakat dan ketenagakerjaan di era otonomi daerah tidak lepas dari upaya pemerintah dalam mengembangkan lapangan kerja dan kesempatan kerja. Peningkatan kualitas tenaga kerja dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan sesuai dengan potensi sumber daya alam setempat. Dengan ditetapkannya otonomi daerah kabupaten dan kota, maka Kabupaten Bangka termasuk mempunyai kewenangan untuk mengembangkan program pendidikan dan pelatihan keterampilan sesuai kebutuhan daerah dalam rangka pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam setempat.

Berdasarkan hasil penelitian di sekitar Belinyu Kabupaten Bangka, masyarakat hendaknya meningkatkan keterampilan budidaya ikan dan juga keterampilan pasca panen hasil laut. Selain itu, terkait dengan potensi pertambangan sumber daya alam yang rusak, maka pengembangan sumber daya manusia harus diarahkan pada sektor pertanian dan perkebunan yang potensial di Kabupaten Bangka. Seperti diungkapkan Emil Salim, “ada kekhawatiran akan konflik horizontal yang penyebabnya adalah hilangnya lapangan kerja yang tidak dipersiapkan pasca tambang timah, karena saat ini belum ada persiapan menghadapi dunia baru, dunia setelah timah”.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Bangka Selatan, Kabupaten Bangka Tengah, Kabupaten Bangka Barat, dan Kabupaten Belitung Timur di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

PERSPEKTIF SUMBER DAYA MANUSIA DALAM PENGEMBANGAN BADAN USAHA

MILIK DAERAH*

BUMD sehat seperti PDAM di Bogor bisa menjadi model bagi perkembangan perusahaan daerah lainnya di Indonesia. Fungsi produksi menempatkan sumber daya manusia (tenaga kerja), modal dan teknologi sebagai faktor yang mempengaruhi produktivitas. Dalam kaitannya dengan BUMD, rendahnya kinerja seringkali dikaitkan dengan rendahnya kualitas sumber daya manusia.

Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan sumber daya manusia, mulai dari perekrutan hingga pemeliharaan. Kebijakan liberalisasi membuat perusahaan daerah tidak bisa menjadi pemain tunggal dalam menjalankan perusahaan yang mereka kelola selama ini. Unit usaha yang didirikan ini mempunyai dua tujuan utama yaitu badan usaha yang didirikan untuk melayani kepentingan umum dan badan usaha daerah.

Permasalahan utama BUMD di kedua provinsi ini adalah belum kompetennya aparatur dalam mengelola BUMD. Secara keseluruhan, kontribusi BUMD terhadap PAD masih perlu ditingkatkan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Laba korporasi regional tertinggi diraih di DKI Jakarta, yakni sekitar 41,3 miliar rupiah, sedangkan terendah di Lampung (0,29 miliar rupiah).

Tingginya keuntungan perusahaan daerah di Jakarta dapat dipahami karena Jakarta merupakan ibu kota negara dengan perusahaan daerah yang menguntungkan. PAD dan bagi hasil perusahaan provinsi pada tahun 1996/1997 Rupiah Guta). 2000) menunjukkan bahwa jumlah BUMD di Indonesia semakin bertambah sejak awal Pelita I. Aturan mengenai kepegawaian pada BUMD secara tegas tercantum dalam Pasal 26 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1962 tentang Kepegawaian Perusahaan Daerah, yaitu (1) badan hukum posisi.

Perjanjian SDM Perusahaan Daerah tetap mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri dan Departemen Teknis terkait. Oleh karena itu, upaya peningkatan kinerja perusahaan daerah harus fokus pada faktor hukum yang luas, seperti permodalan, teknologi, dan sumber daya manusia. Apabila fungsi-fungsi tersebut dijalankan dengan baik maka akan tersedia sumber daya manusia yang berkompeten sehingga dapat meningkatkan kinerja BUMD.

Grafik  1. Perkembangan pendapatan dan laba bersih  PDAM Tirta Ayu, Kota Bogor  Tahun  2004-2007
Grafik 1. Perkembangan pendapatan dan laba bersih PDAM Tirta Ayu, Kota Bogor Tahun 2004-2007

JURNAL KEPENDUDUKAN INDONESIA Ketentuan untuk penulis

KEPENDUDUKAN INDONESIA

Gambar

Tabel  di  atas  merupakan  gambaran  mengenai  kondisi  pasar tenaga  kerja  di  Indonesia selarita periode 2000-2006
Tabel  1.  Capaian  Pembangunan Pendidikan Tahun  2005-2007
Diagram  1  a.  PendayagunaanAngkatan Kerja  di  Desa Perbukitan (Katekan), Kab. Temanggung,  2008
Diagram lb.  PendayagunaanAngkatan Kerja di Desa Dataran (Campursari),  Kab. Temanggung,  2008
+7

Referensi

Dokumen terkait

Practical theology in South Africa and the call for decolonisation A historical perspective In view of the history of practical theology in South Africa, the recent call for