• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal KKNMT (Digitalisasi UMKM)

N/A
N/A
ikhsan qoyyum

Academic year: 2024

Membagikan "Jurnal KKNMT (Digitalisasi UMKM)"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa Terintegrasi (KKNMT) Menuju Desa Digital Berbasis Kewirausahaan: Digitalisasi UMKM Di Desa Pananjung,

Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung

Nama Mahasiswa:……….

Universitas Nurtanio Bandung

Abstrak

Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa Terintegrasi (KKNMT) merupakan program yang diadakan oleh Universitas Nurtanio Bandung dengan tujuan untuk mengaplikasikan pengetahuan mahasiswa dalam lingkungan masyarakat. Dalam era digital saat ini, digitalisasi UMKM menjadi hal yang penting untuk meningkatkan daya saing dan pertumbuhan ekonomi di desa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang dapat dilakukan untuk membantu para pelaku UMKM di Desa Pananjung dalam memanfaatkan teknologi digital dalam upaya mengembangkan usahanya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif, dimana data yang didapatkan dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi serta diskusi kelompok (FGD). Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa kegiatan KKNMT memberikan dampak yang baik dan mendapatkan apresiasi dari para pelaku UMKM di Desa Pananjung.

Kata Kunci: KKNMT, Digitalisasi, UMKM

Abstract

The Integrated Student Community Service Programme (KKNMT) is a program held by Nurtanio University Bandung with the aim of applying student knowledge in a community setting. In the current digital era, digitalization of MSMEs is important to improve competitiveness and economic growth in villages. Therefore, this study aims to examine the factors that can be done to help MSME players in Pananjung Village utilize digital technology in an effort to develop their businesses. The method used in this research is the descriptive-qualitative method, where the data is obtained from observation, interviews, documentation, and group discussions (FGDs). The results of this study show that KKNMT activities have a good impact and get appreciation from MSME players in Pananjung Village.

Keywords: KKNMT, digitalization, MSMEs

PENDAHULUAN

Kemunculan teknologi digital telah memberikan dampak yang besar terhadap praktik inovasi sebuah bisnis (Pham & Vu, 2022). Secara khusus, meningkatnya penggunaan teknologi digital baru-baru ini telah merubah cara organisasi dalam menjalankan bisnis, menjalin hubungan dengan pelanggan dan pemangku kepentingan lainnya. Oleh karena itu, usaha kecil dan menengah (UKM) perlu melakukan perubahan organisasi untuk menemukan jawaban yang efektif terhadap kemajuan teknologi yang sangat cepat, untuk memastikan keberlanjutan dan kelangsungan hidup mereka (Suliswanto & Rofik, 2019).

(2)

Desa Pananjung merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Desa Pananjung merupakan wilayah yang sedang berkembang. Hal ini disebabkan laju urbanisasi yang meningkat akibat ekspansi perumahan dan cluster. Salah satu faktor pendorong banyaknya orang memilih tinggal di Desa Pananjung karena dekatnya akses ke pusat pemerintahan di Soreang. Dibangunnya jalan Tol Soroja juga berdampak pada padatnya arus kendaraan yang melewati daerah ini. Desa Pananjung memiliki potensi ekonomi yang cukup besar, terutama dalam sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Pananjung, Kabupaten Bandung memiliki peran penting dalam perekonomian desa tersebut. UMKM Desa Pananjung mencakup berbagai sektor, seperti konveksi, makanan dan minuman, pertanian, dan lain sebagainya. UMKM di desa ini sering kali menghasilkan produk-produk unggulan yang memiliki nilai tambah dan potensi untuk dikembangkan.

Namun, seperti halnya desa-desa lainnya, Desa Pananjung juga menghadapi beberapa tantangan dalam mengembangkan UMKM-nya. Beberapa tantangan yang dihadapi oleh Desa Pananjung meliputi keterbatasan akses terhadap teknologi digital, kurangnya pemahaman tentang manfaat digitalisasi, serta kurangnya keterampilan dalam pemasaran dan pengelolaan bisnis. Oleh karena itu, pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa Terintegrasi (KKNMT) terintegrasi dari Universitas Nurtanio Bandung dalam digitalisasi UMKM di Desa Pananjung dapat menjadi solusi yang efektif. Mahasiswa yang terlibat dalam program KKNMT dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan UMKM melalui pembuatan website, pelatihan pemasaran online, serta pendampingan dalam mengoptimalkan penggunaan teknologi digital.

Dengan adanya pelaksanaan KKNMT, diharapkan Desa Pananjung dapat mengatasi tantangan dalam digitalisasi UMKM dan meningkatkan daya saing produk lokal. Selain itu, program ini juga dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa dalam mengaplikasikan pengetahuan yang mereka peroleh di universitas dalam konteks nyata dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat setempat.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang dapat dilakukan untuk membantu para pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital dalam upaya mengembangkan usahanya. Untuk mengetahui faktor-faktor tersebut secara jelas, maka dilakukan Focus Group Discussion (FGD) dan wawancara. Melalui FGD dan wawancara peneliti bisa mendapatkan informasi yang luas dan mendalam serta dapat menangkap beberapa

(3)

ide yang berkaitan dengan topik penelitian (Fransisca & Purnomo, 2019). FGD dan wawancara dikategorikan sebagai teknik pengumpulan data dalam penelitian kualitatif.

Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi serta diskusi kelompok (FGD) dan pengumpulan data sekunder. Analisis data pada penelitian ini memakai model Miles dan Huberman yang mengemukakan ada 4 (empat) aktivitas dalam penelitian kualitatif yakni Pengumpulan data, Kondensasi data, Penyajian data dan Penarikan Kesimpulan., secara singkat dapat diuraikan sebagai berikut:

a. Melakukan wawancara tahap pertama dengan sejumlah UMKM untuk mensosialisasikan pentingnya digitalisasi UMKM guna mengembangkan dan meningkatkan daya saing UMKM di era digital seperti sekarang.

b. Melakukan wawancara tahap kedua untuk memperoleh indikasi program yang akan diusulkan serta menetapkan variable / kriteria.

c. Melakukan wawancara tahap akhir yang dilakukan dengan para pelaku UMKM usaha mikro kecil menengah untuk mengetahui apa saja kendala yang dihadapi, potensi apa saja yang memungkinkan untuk dikembangkan.

d. Menetapkan program usulan, dengan cara membuat logo produk yang lebih menarik, membuat desain banner, menambahkan profil usaha ke dalam google maps dan membuat akun E-Commerce.

e. Indikasi program diperoleh dari hasil diskusi bersama sejumlah narasumber yang dianggap mewakili permasalahan pengembangan program bagi pelaku UMKM, serta pemasaran produk UMKM masyarakat desa Pananjung, kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung.

Kegiatan KKNMT ini juga melibatkan beberapa mitra dari masyarakat yaitu pelaku UMKM desa Pananjung, Adapun mitra yang bergabung dalam program ini adalah:

a. Industri rumahan sambal dan kentang mustofa b. Industri rumahan kue basah

c. Industri rumahan rengginang

(4)

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Industri rumahan milik ibu … yang memiliki merek dagang Lolita ini memproduksi aneka macam sambal seperti sambal bawang ayam geprek, sambal hijau ayam geprek dan chili oil, selain produk sambal UMKM ini juga memproduksi cemilan kentang mustofa dan mie tali seuhah. UMKM Lolita memiliki potensi untuk berkembang dan sukses, jika dilihat dari inovasi produk yang dihasilkan sudah cukup beragam, kemasan produk yang sudah cukup modern serta pasar yang potensial mengingat masyarakat Jawa Barat pada umumnya sangat menyukai cita rasa makanan pedas. Namun, salah satu kendala yang dihadapi UMKM Lolita yaitu terdapat pada pemasaran yang belum begitu efektif, dimana selama ini biasanya menitipkan produknya di pasar, atau di warung sekitar desa Pananjung. Untuk melakukan pemesanan hanya bisa dilakukan menggunakan media sosial Whatsapp.

Gambar 1.

Industri Rumahan Lolita

(5)

Industri rumahan selanjutnya adalah UMKM kue basah milik ibu Noki yang memiliki merek dagang Bilky’s Cake dan berlokasi di Komplek Bumi Parahyangan Kencana (Parken) Blok G4 No 16, Desa Pananjung, Kecamatan Cangkuang. UMKM ini memproduksi berbagai macam ku basah seperti risol, onde-onde, bugis, kue sus, lemper, kue bolu dan lain-lain.

Kualitas kue produksi UMKM Bilky’s Cake sangat baik karena memiliki rasa yang enak dan tampilan yang cukup menarik, sehingga sudah layak untuk bersaing dan berkembang menjadi lebih besar.

Permasalahan yang dihadapi UMKM Bilkys’s Cake yaitu belum memiliki logo produk yang menarik serta pemasaran-nya hanya dilakukan melalui media sosial Whatsapp dan Instagram, sehingga jangkauan konsumen hanya sampai lingkungan sekitar dan kerabat pelaku usaha.

Gambar 2.

Industri Rumahan Bilky’s Cake

(6)

Industri rumahan yang terakhir adalah UMKM Rengginang milik ibu Dariah yang berlokasi di Komplek Bumi Parahyangan Kencana (Parken), Blok I 9 No 19, Desa Pananjung, Kecamatan Cangkuang. Produk rengginang yang di hasilkan oleh UMKM Ibu Dariah berasal dari bahan beras ketan asli dan berkualitas, selain itu varian rasa yang dihasilkan juga cukup beragam terdiri dari rengginang dengan rasa asin dan rengginang manis. Permasalahan yang dihadapi oleh UMKM Rengginang Ibu Dariah ini sama seperti UMKM sebelumnya yaitu belum begitu mengoptimalkan teknologi, khususnya teknologi digital untuk mengelola bisnis mereka, Hal ini dapat membatasi kemampuan UMKM untuk memasarkan produk secara online atau memperluas pasar dan meningkatkan efisiensi operasional.

Gambar 3.

Industri Rumahan Rengginang Ibu Daria

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa Terintegrasi (KKNMT) ini dilakukan selama 1 bulan yaitu dari tanggal 22 Agustus 2023 sampai dengan 21 September 2023, fokus kami adalah pada digitalisasi UMKM karena sesuai tema KKNMT yaitu Pengembangan Potensi Desa Menuju Desa Digital Berbasis Kewirausahaan. Sebagai bentuk solusi dari permasalahan yang dihadapi oleh UMKM terkait dengan branding dan digital marketing di Desa Pananjung, beberapa tahapan kegiatan yang dilakukan, antara lain:

(7)

a. Sosialisasi Digitalisasi UMKM

Sosialisasi digitalisasi UMKM dilakukan dengan cara mendatangi langsung rumah pelaku UMKM di Desa Pananjung, sebelum melakukan sosialisasi tersebut ada beberapa hal yang kami persiapkan seperti membuat jadwalkan pertemuan dengan para pelaku UMKM sesuai dengan waktu yang mereka miliki, mempersiapkan materi yang informatif dan mudah dipahami tentang pentingnya digitalisasi bagi UMKM, selanjutnya melakukan demonstrasi praktis tentang penggunaan teknologi digital yang relevan dengan bisnis mereka.

Setelah sosialisasi disampaikan, kami menawarkan bimbingan lanjutan kepada pelaku UMKM yang tertarik untuk menerapkan digitalisasi, bantuan yang kami tawarkan adalah membuat logo produk, pembuatan desain banner, menambahkan profil bisnis ke dalam aplikasi google maps dan memilih platform pemesanan online yang sesuai dengan bisnis mereka dan yang terakhir adalah melakukan evaluasi terhadap perkembangan pelaku UMKM setelah sosialisasi dan bimbingan. Melakukan follow-up secara berkala untuk memastikan bahwa mereka dapat mengimplementasikan digitalisasi dengan baik dan memberikan bantuan tambahan jika diperlukan (Oliviera et al., 2023).

Gambar 4.

Sosialisasi Digitalisasi UMKM di Desa Pananjung

b. Pembuatan Akun E-commerce

E-commerce adalah semua kegiatan yang berhubungan dengan transaksi online yang berlangsung melalui internet atau jaringan elektronik lainnya. Secara umum, e-commerce

(8)

adalah sebuah aktivitas belanja online yang melibatkan jual beli sebuah produk fisik atau digital melalui internet (Pubiyanti et al., 2021).

E-Commerce yang kami buat untuk ke tiga UMKM di Desa Pananjung adalah GoFood.

Dengan memiliki akun e-commerce GoFood, UMKM Lolita, Bilky”s Cake dan Rengginang Ibu Daria, dapat memperluas pasar, meningkatkan visibilitas, dan memperoleh keuntungan dari kemudahan pemesanan serta fitur promosi yang disediakan oleh GoFood. Akun GoFood juga memberikan dukungan layanan evaluasi dan analisis, UMKM dapat mengakses data penjualan dan feedback dari pelanggan. Data ini dapat digunakan untuk melakukan evaluasi dan analisis bisnis yang lebih baik, serta membantu dalam pengambilan keputusan strategis yang lebih baik.

Gambar 5.

Proses Pembuatan Akun E-Commerce

(9)

c. Menambahkan profil bisnis ke dalam Google maps

Dalam upaya pemanfaatan teknologi pada UMKM di Desa Pananjung kami juga membantu pelaku usaha dalam mendaftarkan titik lokasi usahanya ke dalam Google Maps untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi berbasis peta sebagai alternatif solusi media promosi bagi UMKM di Desa Pananjung. Di samping itu, Google Maps juga menyertakan fungsi seperti mengubah jalan atau rumah, mencari, dan menyematkan alamat tujuan. Tujuan dari program ini adalah dengan menambah ilmu pemasaran dan media periklanan untuk menambah jumlah pelanggan dan agar dikenal lebih luas.

Google Maps sendiri memiliki fitur yang dapat membantu perkembangan UMKM antara lain, Direction, Share Place, dan Review yang bisa disertai dengan gambar. Fitur-fitur ini bisa memudahkan konsumen melakukan pencarian dan memberikan penilaian sehingga branding dari UMKM tersebut bisa meningkat serta menambahkan jumlah konsumen. Data yang diperlukan untuk menambahkan titik pada Google Maps yaitu alamat, nomor telepon, kategori tempat dan waktu toko beroperasi (Fauziyyah et al., 2023).

Gambar 6.

(10)

d. Pembuatan Logo Produk

Simbol atau logo adalah representasi visual dari identitas merek dalam bentuk ideogram, simbol, lambang, ikon, atau tanda. Komponen fisik utama dari sebuah merek adalah logonya.

Logo yang baik harus dapat menyampaikan semua kualitas tidak berwujud yang membentuk esensi perusahaan (visi, misi, nilai, budaya). Nama perusahaan, satu atau lebih kata, atau keduanya dapat direpresentasikan dalam logo sebagai huruf atau simbol. Logo atau tanda visual adalah representasi identitas bisnis, institusi, atau bentuk organisasi lainnya dengan cara yang berbeda (Ainun et al., 2023).

Logo yang ideal bertindak sebagai instrumen dan pembuatan nilai yang dapat menyampaikan citra terhormat dan tulus. Identitas korporat organisasi, seperti perusahaan dan institusi, pada akhirnya tercermin dalam logo dan diekspresikan secara simbolis dan fisik.

Untuk meningkatkan cara orang memandang suatu organisasi, logo bertindak sebagai wajah atau perwakilannya. Untuk itu, memilih atau mengembangkan logo membutuhkan persiapan yang matang.

Gambar 7.

(11)

e. Pembuatan Desain Banner

Selain pembuatan logo produk, kami juga mengusulkan pembuatan banner untuk dipasang di depan tempat UMKM Lolita, Bilky”s Cake dan Rengginang Ibu Dariah, pembuatan banner ini bertujuan agar UMKM bisa lebih dikenali oleh masyarakat sekitar agar mendatangkan banyak calon pembeli baru.

Banner merupakan salah satu produk cetak yang seringkali digunakan untuk pemasaran bisnis. Banyak pelaku usaha yang memanfaatkan banner untuk sarana promosi, karena dianggap efektif. Banner juga memiliki varian jenis dan ukuran, yang sesuai dengan kebutuhan. Beberapa manfaat dari pembuatan Banner untuk UMKM diantaranya adalah untuk meningkatkan promosi, menambah daya tarik konsumen, sebagai media informasi untuk konsumen (Oktavianingrum et al., 2023).

Gambar 8.

Desain Banner UMKM

(12)

KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan hasil dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa Terintegrasi (KKNMT) yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa dampak dari kegiatan KKNMT digitalisasi UMKM di Desa Pananjung sangatlah baik dan mendapat apresiasi dari para pelaku UMKM karena mereka merasa sangat terbantu khususnya dalam hal menambah pengetahuan dan informasi mengenai digital marketing, cara menggunakan aplikasi digital yang dapat membantu meningkatkan hasil penjualan atau omset atas pemasaran yang dilakukan dengan penggunaan aplikasi digital, selain itu juga dapat menambah kepercayaan diri pada para pelaku UMKM dalam mengembangkan usaha produk UMKM.

Adapun saran untuk kegiatan KKNMT berikutnya untuk membantu program ini secara berkesinambungan dengan memberikan pelatihan dan materi serupa dalam tingkatan yang lebih tinggi atau dengan materi lain dari penggunaan digital marketing dan aplikasi digital, serta memberikan kegiatan pelatihan ini secara periodik kepada pelaku UMKM lainnya di wilayah Desa Pananjung yang masih belum memanfaatkan teknologi digital pada usahanya.

Melalui kerjasama antara Universitas Nurtanio Bandung, pelaku UMKM, dan pemerintah desa, diharapkan Desa Pananjung dapat menjadi desa digital yang maju dan berdaya saing tinggi dalam menghadapi era digitalisasi.

(13)

DAFTAR PUSTAKA

Ainun, N., Maming, R., & Wahida, A. (2023). Pentingnya Peran Logo Dalam Membangun Branding Pada Umkm. Jesya, 6(1), 674–681. https://doi.org/10.36778/jesya.v6i1.967 Fauziyyah, P. A., Rashida, F. A., & Arif, L. (2023). Pembuatan NIB Dan Aplikasi Google

Maps Dalam Pengembangan UMKM Desa Kebondalem Kabupaten Jombang. Jurnal Pengabdian Kepada Msyarakat Nusantara (JPkMN), 4(3), 1837–1847.

Fransisca, Y., & Purnomo, A. K. (2019). Wisata Halal Lombok: Upaya Meningkatkan Minat Kunjungan Generasi Muslim Milineal. Jurnal Manners, II(1), 15–23.

Oktavianingrum, A., Hidayati, D. N., & Nawangsari, E. R. (2023). Strategi Branding Dan Digital Marketing Pada UMKM Untuk. 1(2).

Oliviera, F. P., Evafgia M, G. B., Ketmoon, A., & Hildegardis Missa, A. B. B. (2023).

Sosialisasi dan Digitalisasi Marketing UMKM Fersita Batako di Desa Baumataa, Kabupaten Kupang-NTT. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN), 4(1), 41–48.

Pham, Q. H., & Vu, K. P. (2022). Digitalization in small and medium enterprise: a parsimonious model of digitalization of accounting information for sustainable innovation ecosystem value generation. Asia Pacific Journal of Innovation and Entrepreneurship, 16(1), 2–37. https://doi.org/10.1108/apjie-02-2022-0013

Pubiyanti, I., Putra, A. D., Setiawan, B., Hibatulloh, M. H., Ambar Saputri, N. A., & Sepsiana, W. S. (2021). Pelatihan Digitalisasi Umkm Dan Pembuatan Akun E-Commerce. Buguh:

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2), 6–16.

https://doi.org/10.23960/buguh.v1n2.107

Suliswanto, M. S. W., & Rofik, M. (2019). DIGITALIZATION OF MICRO, SMALL &

MEDIUM ENTERPRISES (MSMEs) IN EAST JAVA, INDONESIA. Muhammadiyah International Journal of Economics and Business, 2(1), 34–43.

https://doi.org/10.23917/mijeb.v2i1.9380

Referensi

Dokumen terkait

Peran Digitalisasi UMKM Pangan dalam Mendorong Pemulihan Ekonomi dan.. Pengendalian

Dalam studi terhadap 340 UMKM yang dilakukan oleh Blibli, Kompas Data, dan Boston Consulting Group (BCG), kami mengungkapkan kondisi digitalisasi UMKM saat ini, sikap UMKM

Pelatihan digitalisasi yang diterapkan dalam penggunaan aplikasi yang digunakan bidang pemasaran dan keuangan untuk anggota koperasi dan pelaku UMKM di desa Jenetallasa kabupaten Gowa

Berdasarkan hasil dari kegiatan pemanfaatan pembukuan digital kepada kelompok UMKM Paguyuban di Desa Sumberjaya maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kegiatan pemanfaatan pembukuan

Kesimpulan dan Rekomendasi Melalui kegiatan kuliah kerja nyata KKN yaitu Literasi Pemanfaatan Aplikasi Keuangan Digital Bukukas kepada UMKM di Desa Sindangmukti adalah bentuk

METODE Selama kegiatan Kuliah Kerja Nyata KKN mahasiswa mensurvei para pelaku umkm di desa Jatiwangi dan melihat kondisi para pelaku UMKM yang produknya belum terinovasi dan

Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun jaringan fiber optik sebagai infrastruktur internet cepat dalam mendukung digitalisasi UMKM di Desa Kota Pari

Pengaruh digitalisasi pembayaran pajak dan tarif pajak terhadap kepatuhan wajib pajak pelaku UMKM Kota