• Tidak ada hasil yang ditemukan

JURNAL LOCUS DELICTI - Ejournal2 Undiksha

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "JURNAL LOCUS DELICTI - Ejournal2 Undiksha"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

JURNAL LOCUS DELICTI

Volume 1 Nomor 1, April 2020 p-ISSN: 2723-7427, e-ISSN: -

Open Access at : https://ejournal2.undiksha.ac.id/index.php/JLD

Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial

Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja

Analisis Yuridis Aturan Penerapan Denda Administratif Bagi Masyarakat yang Tidak Menggunakan Masker Pada Saat Beraktivitas dan Berkegiatan di Luar Rumah Berdasarkan Peraturan Bupati Buleleng Nomor 41 Tahun 2020

Kadek Desy Pramitaa 1, I Gede Susila Yuda Putra2, Kadek Boby Reza Arya Dana 3

1 Universitas Pendidikan Ganesha. E-mail :[email protected]

2 Universitas Pendidikan Ganesha. E-mail : [email protected]

3 Universitas Pendidikan Ganesha. E-mail :[email protected]

Info Artikel Abstract

Masuk: 1 Januari 2020 Diterima: 23 Feb 2020 Terbit: 1 April 2020 Keywords:

Fines, Mask,

Peraturan Bupati Buleleng No. 41 Tahun 2020

This research was conducted with the aim of knowing and understanding the juridical analysis of the rules for implementing administrative fines for people who do not use masks while on the move and doing activities outside the home according to Buleleng Regent Regulation Number 41 of 2020 concerning the Application of Discipline and Law Enforcement of Health Protocols as Efforts to Prevent and Control of Corona Virus Disease 2019 in a New Era of Life. This research is a research that uses normative research methods, using a statutory approach. Then analyzed descriptively qualitatively using primary, secondary, and tertiary legal materials to get conclusions that are relevant to the problems at hand. The results show that the application of administrative fines for people who do not use masks while on the move and doing activities outside the home in Buleleng Regent Regulation Number 41 of 2020 is based on Presidential Instruction Number 6 of 2020 and Instruction of the Minister of Home Affairs Number 4 of 2020. As for the amount the fine was adopted from Bali Governor Regulation Number 46 of 2020.

Abstrak Kata kunci:

Denda, Masker,

Peraturan Bupati Buleleng No. 41 Tahun 2020

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dan memahami tentang analisis yuridis aturan penerapan denda administratif bagi masyarakat yang tidak menggunakan masker pada saat beraktivitas dan berkegiatan di luar rumah menurut Peraturan Bupati Buleleng Nomor 41 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 dalam Tatanan Kehidupan Era Baru. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan metode penelitian normative, dengan menggunakan jenis pendekatan perundang-undangan. Kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif menggunakan bahan hukum

(2)

[email protected] m

relevan dengan permasalahan yang dihadapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan denda andministratif bagi masyarakat yang tidak menggunakan masker pada saat beraktivitas dan berkegiatan di luar rumah pada Peraturan Bupati Buleleng Nomor 41 Tahun 2020 berdasarkan atas Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020 dan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 4 Tahun 2020. Sedangkan untuk besaran dendanya diadopsi dari Peraturan Gubernur Bali Nomor 46 Tahun 2020.

@Copyright 2020.

Pendahuluan

Hukum adalah kumpulan peraturan tingkah laku baik tertulis maupun tidak tertulis yang mengatur kehidupan bersama yang dapat dipaksakan pelaksanaannya dengan suatu saknsi. Hukum sebagai norma mempunyai ciri kekhususan, yaitu hendak melindungi, mengatur, dan memberikan keseimbangan dalam menjaga kepentingan umum.

Pelanggaran ketentuan hukum dalam arti merugikan, melalaikan atau mengganggu keseimbangan kepentingan umum dapat menimbulkan reaksi dari masyarakat. Reaksi yang diberikan berupa pengembalian ketidakseimbangan yang dilakukan dengan mengambil tindakan terhadap pelanggarnya. Tindakan ini dapat berupa sanksi, (Djamali, 2005).

Pelanggaran yang paling banyak terjadi saat ini adalah pelanggaran protokol kesehatan seperti tidak menggunakan masker saat berada di luar rumah yang dilakukan oleh masyarakat. Padahal menggunaan masker ini merupakan rangkaian komprehesif langkah pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019.

Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh salah satu jenis koronavirus yaitu virus SARS-CoV-2 yang dapat menyebabkan sesak napas hingga pneumonia yang parah, bahkan dapat menyebabkan kematian. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan virus ini, yaitu sebagai berikut; menjaga kesehatan dan kebugaran; mencuci tangan dengan benar secara teratur menggunakan air dan sabun atau hand-rub berbasis alkohol; jaga jarak setidaknya 1 meter dengan orang lain; ketika batuk dan bersin, tutup hidung dan mulut dengan tisu atau lengan atas bagian dalam (bukan dengan telapak tangan); hindari menyentuh mata, hidung dan mulut; hindari kontak dengan orang lain dan bepergian ke tempat umum; hindari bepergian ke luar rumah saat merasa kurang sehat; menunda perjalanan ke wilayah/ negara dimana virus ini ditemukan; gunakan masker dengan benar hingga menutupi mulut dan hidung ketika sakit atau saat sedang keluar rumah, buang tisu dan masker yang sudah digunakan ke tempat sampah dengan benar.

Oleh sebab itu pemerintah menggencarkan peraturan yang berkaitan dengan langkah-langkah pencegahan penyebaran Covid-19, salah satunya adalah peraturan menggunakan masker saat beraktivitas dan berkegiatan di luar rumah sesuai dengan cara pencegahan penularan Covid-19 yang dipaparkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan mengenai hal ini kemudian dikeluarkan oleh pemerintah pusat kemudian di adopsi oleh pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten. Sehingga hampir seluruh daerah di Indonesia telah menerapkan peraturan penggunaan masker bagi seluruh masyarakatnya.

(3)

Begitu pula pemerintah di kabupaten Buleleng, Bali. Pemkab Buleleng juga mengeluarkan peraturan mengenai wajib menggunakan masker bagi masyarakatnya melalui Peraturan Bupati Buleleng Nomor 41 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 dalam Tatanan Kehidupan Era Baru. Dan apabila ada masyarakat yang melakukan pelaggaran maka akan dikenakan sanksi berupa denda administratif sebesar Rp. 100.000.

Pembahasan

1. Konsiderans Peraturan Bupati Buleleng Nomor 41 Tahun 2020

Dalam Peraturan Bupati Buleleng Nomor 41 Tahun 2020, terdapat beberapa hal yang menjadi konsiderans yaitu sebagai berikut;

(1) Intruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disipilin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019.

Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020 ini ditetapkan tanggal 4 Agustus 2020 dan berlaku sejak tanggal 4 Agustus 2020.

(2) Intruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Penyusunan Peraturan Kepala Daerah dalam Rangka Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan Pengendalian Corona Virus Disease 2019.

Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 4 Tahun 2020 ini ditetapkan pada tanggal 10 Agustus 2020, sebagai tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 6 Tahum 2020.

Selain itu Peraturan Bupati Buleleng Nomor 41 Tahun 2020 ini juga berkaitan dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 46 Tahun 2020 tentang Penegakan Hukum protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 dalam Tatanan Kehidupan Era Baru. Peraturan Gubernur Bali Nomor 46 Tahun 2020 ini ditetapkan pada tanggal 24 Agustus 2020 dan berlaku sejak tanggal 24 Agustus 2020.

2. Sumber Penetapan Denda Administratif Bagi yang Tidak Menggunakan Masker Sebesar Rp. 100.000 Pada Peraturan Bupati Buleleng Nomor 41 Tahun 2020 A. Berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020

Pada Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020, bagian Kedua nomor 6 (enam) ditujukan kepada para gubernur, bupati, dan walikota yang salah satu instruksinya menyebutkan agar para gubernur, bupati, dan walikota menyusun dan menetapkan peraturan yang memuat ketentuan mematuhi protokol kesehatan yang salah satunya perlindungan kesehatan individu yang meliputi menggunakan alat pelindung diri berupa masker yang menutupi hidung dan mulut hingga dagu, jika harus keluar rurnah atau berinteraksi clengan orang lain yang tidak diketahui status kesehatannya.

Dalam Instruksi Presiden tersebut juga tertera agar peraturan gubernur, bupati dan walikota memuat sanksi terhadap pelanggaran penerapan protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID19). Dimana sanksi yang dimaksud berupa teguran lisan atau teguran tertulis, kerja sosial, denda administratif, atau penghentian atau penutupan sementara penyelenggaraan usaha.

(4)

Jadi dalam Instruksi Presiden disebutkan agar dalam peraturan yang dibuat Gubernur, Bupati dan walikota harus terdapat sanksi, namun tidak disebutkan secara spesifik berapa jumlah denda administratif sebagai sanksi bagi yang melakukan pelanggaran.

B. Berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 46 Tahun 2020

Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 46 Tahun 2020 hanya berisi tentang Pedoman Teknis Penyusunan Peraturan Kepala Daerah Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan Pengendalian Corona Virus Disease 2019.

Dimana di dalamnya hanya berisi format peraturan yang harus dibuat Gubernur, Bupati, dan Walikota.

BAB V pada format yang tertera dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 46 Tahun 2020, mengatur tentang Sanksi, tetapi tidak menyebutkan besaran denda administratif yang harus dikenakan pada pelanggar peraturan. Dan pada Pasal 7 Nomor 2 a bagian keempat menyebutkan penerapan sanksi disesuaikan dengan situasi dan kondisi di daerah masing-masing. Artinya penerapan sanksi termasuk besaran denda administratif diputuskan oleh Gubernur, Bupati, dan Walikota suatu daerah sesuai dengan keadaan dan kondisi yang terjadi di daerah tersebut berdasar kearifan lokal daerah tersebut.

C. Berdasarkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 46 Tahun 2020

Dalam Peraturan Gubernur Bali Nomor 46 Tahun 2020, Pada BAB V tentang Sanksi, Pasal 11 ayat (2) a nomor 2 (dua) disebutkan “membayar denda administratif sebesar Rp.

100. 000 (Seratus ribu rupiah) bagi yang tidak menggunakan masker pada saat beraktivitas dan berkegiatan di luar rumah”.

Berdasarkan hal tersebut dapat diketahui bahwa penerapan denda administratif sebesar Rp. 100.000 pada Peraturan Bupati Buleleng Nomor 41 Tahun 2020 diadopsi dari Peraturan Gubernur Bali Nomor 46 Tahun 2020. Dimana menurut penulis pemberlakuan denda ini dilakukan sebagai edukasi untuk menyadarkan masyarakat agar masyarakat lebih disiplin dalam melakukan protokol kesehatan dan tertib menggunakan masker.

3. Penerapan Sanksi Berupa Denda Administratif Berdasarkan Peraturan Bupati Buleleng Nomor 41 Tahun 2020

Seperti yang tertera dalam Peraturan Buati Buleleng Nomor 41 Tahun 2020 BAB IV Pasal 11 ayat (2) a nomor 2 yang berbunyi “membayar denda administratif sebesar Rp.

100.000 (seratus ribu rupiah) bagi yang tidak menggunakan masker pada saat beraktivitas dan berkegiatan di luar rumah”. Hal ini menandakan pemerintah kabupaten Buleleng bersikap tegas untuk menindaklanjuti masyarakat yang masih tidak disiplin dalam penggunaan masker.

Sesuai dengan pernyataan Bupati Buleleng yang dikutip dari laman koranbuleleng.com yang menyatakan bahwa penetapan denda bagi yang tidak menggunakan masker merupakan edukasi untuk meningkatkan kesadaran menajalankan protokol kesehatan. Dimana semakin kecil jumlah masyarakat yang terkena denda maka semakin tinggi kesadaran masyarakat.

Selain itu sebelum diterapkannya denda bagi yang tidak menggunakan masker ini, pemerintah kabupaten Buleleng sudah melakukan sosialisasi secara terintegritas ke

(5)

seluruh wilayah Buleleng selama 6 bulan. Sehingga peraturan wajib menggunakan masker seharusnya sudah diketahui dan disadari oleh masyarakat Buleleng.

Kesimpulan

Berdasarkan pemaparan di atas, dapat disimpulkan sebagai berikut ;

1. Penerapan denda yang tertera pada Peraturan Bupati Buleleng Nomor 41 Tahun 2020 berdasarkan pada Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020 dan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 4 Tahun 2020;

2. Besaran denda administratif bagi masyarakat yang tidak menggunakan masker yang tertera pada Peraturan Bupati Buleleng Nomor 41 Tahun 2020 diadopsi dari Peraturan Gubernur Nomor 46 Tahun 2020;

3. Sebelum diterapkannya denda pada masyarakat Buleleng, pemerintah Kabupaten Buleleng telah melakukan sosialisasi di seluruh wilayah Kabupaten Buleleng.

Daftar Pustaka

Agustin, Mubiar, dkk. 2020. Tipikal Kendala Guru PAUD dalam Mengajar pada Masa Pandemi Covid 19 dan Implikasinya. Diambil dari https://www.obsesi.or.id/index.php/obsesi/article/view/598. Diakses tanggal 27 September 2020.

Awaliyah, S., Mangku, D.G.S., Yuliartini, N.P.R., Suastika, N.I., Ruslan, (2020). Enforcement Of Illegal Fishing Laws That Was Done By Foreign Ships In The Indonesian Sea Region, Viewed From International Sea Law. International Journal of Criminology and Sociology, 2020, 9, pp. 1164–1173

Ayuni, Despa, dkk. 2020. Kesiapan Guru TK Menghadapi Pembelajaran Daring Masa

Pandemi Covid-19. Diambil dari

https://www.obsesi.or.id/index.php/obsesi/article/view/579/pdf. Diakses tanggal 27 September 2020.

Itasari, E. R. (2015). Memaksimalkan Peran Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia 1976 (TAC) Dalam Penyelesaian Sengketa di ASEAN. Jurnal Komunikasi Hukum (JKH), 1(1).

Itasari, E. R. (2019). Fulfillment Of Education Rights In The Border Areas Of Indonesia And Malaysia. Ganesha Law Review, 1(1), 1-13.

Itasari, E. R. (2020). Equality And Non Discrimination Principles In Providing Rights With Disabilities. Jurnal Komunikasi Hukum (JKH), 6(2), 534-541.

Itasari, E. R. (2020). Hak Pendidikan di Wilayah Perbatasan Dalam Kerangka Konstitusi Republik Indonesia. Jurnal Media Komunikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 2(1), 79-100.

Itasari, E. R. (2020). Pengelolaan Perbatasan Antara Indonesia Dan Malasia Tentang Tingkat Ekonomi Di Wilayah Kedua Negara. Ganesha Civic Education Journal, 2(1), 9-16.

Itasari, E. R. (2020). Perlindungan Hukum Terhadap Penyandang Disabilitas Di Kalimantan Barat. Integralistik, 32(2), 70-82.

(6)

Itasari, E. R. (2020). The Role Of The Asean Intergovernmental Commission Of Human Rights In Giving Protection To The Ethics Rohingya Of The Spirit In Southeast Asia. Jurnal IUS Kajian Hukum dan Keadilan, 8(3).

Mangku, D. G. S. (2012). Suatu Kajian Umum tentang Penyelesaian Sengketa Internasional Termasuk di Dalam Tubuh ASEAN. Perspektif, 17(3), 150-161.

Mangku, D. G. S. (2017). The Efforts of Republica Democratica de Timor-Leste (Timor Leste) to be a member of Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) and take an active role in maintaining and creating the stability of security in Southeast Asia. Southeast Asia Journal of Contemporary Business, Economics and Law, 13(4), 18-24.

Mangku, D. G. S. (2020). Perlindungan Hukum Terhadap Anak-Anak Disabilitas Terkait Hak Pendidikan di Kabupaten Buleleng. Jurnal Magister Hukum Udayana (Udayana Master Law Journal), 9(2), 353-365.

DOI: https://doi.org/10.24843/JMHU.2020.v09.i02.p11

Mangku, D. G. S., & Itasari, E. R. (2015). Travel Warning in International Law Perspective. International Journal of Business, Economics and Law, 6(4), 33-35.

Mangku, D. G. S., & Yuliartini, N. P. R. (2019). Indonesia's Role In Enabling Asean 2025 Masterplants To Promote And Protect Disability Rights In Asean. South East Asia Journal of Contemporary Business, Economics and Law, Vol. 18, Issue 4 (April).

Mangku, D.G.S., Purwendah, E.K., Itasari, E.R., Nurhayati, B.R. (2020). Compensation for Oil Pollution Due to Tanker Accidents in the Indonesian Legal System in a Justice Value Perspective. International Journal of Criminology and Sociology, 2020, 9, pp. 662–669

Nuryana, Agus Nana, M.M.Pd. 2020. Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Dunia Pendidikan. Diambil dari https://kabar-priangan.com/dampak-pandemi-covid- 19-terhadap-dunia-pendidikan/. Diakses tanggal 27 September 2020.

Pramana, Cipta. 2020. Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Dimasa Pandemi

Covid-19. Diambil dari

http://jurnal.unw.ac.id:1254/index.php/IJEC/article/view/557. Diakses tanggal 27 September 2020.

Satrianingrum, Arifah Prima & Iis Prasetyo. 2020. Persepsi Guru Dampak Pandemi Covid- 19 terhadap Pelaksanaan Pembelajaran Daring di PAUD. Diambil dari https://obsesi.or.id/index.php/obsesi/article/view/574 Diakses tanggal 27 September 2020.

Yuliartini, N.P.R., and Mangku, D.G.S., (2020). Legal Protection for Women Victims of Trafficking in Indonesia in an International Human Rights Perspective.

International Journal of Criminology and Sociology, 2020, 9. Pp. 1397-14

(7)
(8)

Referensi

Dokumen terkait

Advantages of the Bill to the Child Offenders In the discussion of reducing the recidivism rates among juvenile offenders, despite the scientific evidences published by the medical