JURNAL MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN VOLUME 10
No. 03 September . 2007 Halaman 104-107 Makalah Kebijakan
COST EFFECTIVENESS ANALYSIS DALAM PENENTUAN KEBIJAKAN KESEHATAN: SEKEDAR KONSEP ATAU APLIKATIF?
THE USE OF COST EFFECTIVENESS ANALYSIS IN HEALTH POLICY MAKING:
IS IT ONLY A CONCEPT?
Ari Probandari
Bagian lmu Kesehatan Masyarakat,Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Jawa tengah
related Resource ABSTRACT issues. allocation, Asa concept. priority cost setting and effectiveness economic analysis evaluation (CEA)I s are disebutdenganF
prioritas adalah bagian dari serangkaian proses yang perencanaan.
a potencial lol for decision making in regard lo eficiency I Lalu, prinsip apa yang dipakai untuk menetapkan
practice, CEA has been implemented in several levels and urutan? Salah satu pertimbangan yang dapat dipakai settings. Although the demand for CEA has been increased.
challenges for the application of CEA has been identified. These adalah faktor efisiensi. Efisiensi mengandung dua
CEA consist analysis). and of awareness communication complexity or of among decision methods makers researchers on (instruments, and the policy importance statistical makers of Konsep konsep biaya sekaligus yang yaitu dimaksud konsep adalah biaya biaya dan kesempatan efektivitas.
on recommendation from the resul
("nilai yang hilang antuk mendapatkan atau
Keywords: cost efectiveness analysis, economic evaluation., memproduksi komoditas tertentu", dalam hal ini
termasuk waktu dan produktivitas kerja yang hilang).?
resource allocatio n
ABSTRAK Efektivitas dapat diartikan sebagai ukuran keluaran
Alokasi sumber daya, penentuan prioritas dan evaluasi ekonomi dari suatu intervensi atau prosedur tertentu. Efisiensi
merupakan effectiveness tiga analysis hal yang (CEA) saling sebagal terkait. salah Secara satu konsep, bentuk cost dar dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu efisiensi teknis
evaluasi ekonomi berpotensi sebagai alat pembuatan prioritas (technical effciency) dan efisiensi alokatif (alocative
berdasarkan parameter efisiensi. Secara apilikatil, CEA telah efficiency). Efisiensi teknis menitikberatkan pada
dipakai dalam pengambilan keputusan di berbagal tingkat dan
kepentingan. Namun demikian, meski minat demand) terhadap pemilihan outcome yang terbaik dengan s sumber daya
CEA makin meningkat masih_terdapat hambatan-hambatan yang ada. Alocative efficiency membahas tentang
dalam aplikasiCEA.Beberapa faktor yang mempengaruhi adalah kompleksitas metode (instrumen, analisis statistik), kesadaran tercapainya penggunaan input atau output yang
para pembuat keputusan tentang potensi CEA serta komunikasi faling baik dalam ekonomi sehingga kesejahteraan
peneit CEAdengan para pengambilkeputusan.
(welfare) dapattercapai.?
Kata kunci: cosf effectiveness analysis, evaluasi ekonomi, alokasi sumber day
Evaluasi Ekonomi sebagai Alat Pengambil Keputusan: Sebuah Konsep
Evaluasi ekonomi adalah suatu cara untuk PENGANTAR
.
Perencanaan, Alokasi Sumber Daya dan
melakukan perbandingan terhadap tingkat efisiensi beberapa intervensiprogram kesehatan. Seperti telah Penentuan Prioritas
Keterbatasan anggaran program atau sumber dijelaskan sebelumnya, perbandingan efsiensiberarti
daya manusia merupakan keluhan yang sering kita perbandingan pada dua aspek sekaligus yaitu aspek
dengarkan atau bahkan masalah yang kita hadapi biaya dan konsekuensi/ keluaran dari suatu tindakan/
sendiri. Lalu, bagaimana kita mesti menyikapinya? intervensi/program kesehatan. Ada empat jenis Jawabannya adalah dengan memakai strategi untuk
valuasi ekonomi yaitu: cost minimization analysis,
menggunakan sumber daya yang terbatas itu untu k ost fectiveness analysis, cost utility analisis dan memenuihi kebutuhan yang ada. Strategi yang
cost benefit analysis. Perbedaan dari keempat jenis dimaksud adalah alokasi sumber daya yang ada evaluasi ekonomi tersebut adalah pada ukuran biaya dengan cara prioritas (urutan pilihan). Membua dans dan satuan satuanefektivitas efektivitas (Tabel 1).
Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan
Tabel 1. Jenis-Jenis Evaluasi Ekonomi Kesehatan?
Ukuran Biaya Moneter Moneter
Cost minimization analysis (CMA) Cost effectiveness analysis (CEA) Ukuran Efektivitas
Tidak diukur
Efektivitas langsung dari intervensi: mmHg
penurunan tekanan darah, jumlah kasus yang
serbuh, jumlah kasus yang dideteksi dan sebagainya
Ukuran utility: QALY, DALY, Health related
Quality of Life, dan sebagainya
Moneter
Cost utility analysis (CUA) Moneter
Cost benefit analysis (CBA) Moneter
Pada Cost Minimization Analysis (CMA)
efektivitas terukur dalam bentuk dantingkatyang sama sehingga tinggal perbedaan biaya yang menjadifokus perbandingan. Cost Effectiveness Analysis (CEA) adalah salah satu bentuk evaluasi ekonomi yang membandingkan rasio biaya dan efektivitas dari beberapa alternatif intervensi/ program. Ukuran biaya dijabarkan sebagai moneter, sedangkan ukuran efektivitas adalah efektivitas langsung yang dihasilkan oleh intervensi/program. Sebagai contoh, ukuran efektivitas program penanggulangan TBC dengan strategi Directly Observed Treatment Strategy (DOTS) adalah jumlah kasus tuberkulosis yang berhasil Analysis (CUA) berbeda Ukuran dengan efektivitas disembuhkan dengan strategi tersebut. Cost Utility CEAdari sisi ukuran
efektivitas yang dipakai.
pada CUA
sudah setingkat lebih kompleks karena
memperhitungkan pula aspek kualitas hidup dari suatu status kesehatan yang dihasilkan dari suatu
intervensi/program kesehatan. Cost Benefit Analysis (CBA) merupakan evaluasi ekonomi yang paling kompleks karena mencoba mengukur biaya dan
efektivitas dalam bentuk moneter. Selanjutnya, besamya biaya dibandingkan dengan besarnya efektivitas
Dalam CMA, intervensi yang dipillh tentu saja intervensi dengan biaya lebih kecil. Untuk CEA dan CUA, intervensi yang dipilih adalah intervensi dengan rasio biaya dan efektivitas yang lebih kecil. Melalui CBA kita memilih intervensi dengan selisih benefit dikurangi biaya yang paling besar. Selanjutnya, artikel ini menyajikan kajian secara khusus tentang
penerapan CEA bersumber dari berbagai artikel yang terpublikasidijurnal-jurnalilimiah.
Aplikasi CEA: Pengalaman Dari Beberapa Negara
Dari artikel-artikel yang dikaji, dapat diketahui bahwa CEA dipakai di berbagai tingkat dan di berbagai kepentingan. Pada saat sekarang ini, demand terhadap evaluasi ekonomi semakin meningkať* terutama dalam hal pengambilan keputusan atas kebijakan tertentu. Di bawah ini adalah contoh: contoh dari aplkasi CEA:
1. Evaluasi standar/pedoman manajemen penyakit. Aplikasi ini dilakukan di negara-negara maju yang telah memberlakukan sistem asuransi seperti di Jeran dan Swedia.^ Cost Effectiveness Analysis (CEA) dalam hal ini dipandang sebagai nilai plus untuk melakukan evaluasi yang
komprehensifterhadap standar yang ada. Evaluasi ini isebut sebagai evaluasi komprehensif
karena tidak hanya melakukan evaluasi dari sudut pandang mutu melainkan pula dari sisi biayanya. Di Swedia, CEA dipakai untuk
mengevaluasi penggunaan teknologi extracorporal shock-wave lithotripsy (ESWL) dan mammography di unit pelayanan kesehatan. Hasil CEA yang dilakukan memunculkan kebijakan pembatasan penggunaan ESWL yang ternyata meski
merupakan teknologi yang baru tetapi tidak efisien. Hasil CEA pada penggunaan
mammography selanjutnya memberi informasi yang mendukung proses pembaharuan pedoman penggunaan mammography di unit pelayanan kesehatan.
Evaluasi program kesehatan masyarakat. Cost Effectiveness Analysis (CEA) dipakai sebagai metode penetapan intervensi yang meliput
Ari Probandari: Cost Effectiveness Analysis Dalam Penentuan Kebijakan
dan faktor risiko beberapa penyakit. Evaluasi ini pengambilan keputusan. Untuk meyakinkan banyak dilakukan oleh WHO dalam proyek WHO-CHOICE
hak termasuk para pembuat kebijakan, perlu (Choosing Interventions that are Cost Effective).
argumentasi-argumentasi yang didukung oleh bukti- Hasil evaluasi ini diharapkan dapat dipakai dalam bukti yang berkualitas.
proses perencanaan dan penetapan prioritas
pelayanan kesehatan ditingkatnasional. 4. Penerimaan Pembuat Kebijakan 3. Evaluasi kebijakan tarif dan reimbursement obat.
Perjalanan dari hasil evaluasi ekonomi ke
Cost Effectiveness Analysis (CEA) dipakai sebagai rubahan kebijakan dapat dikatakan "berliku dan tahap awal bagi penetapan tarif dan reimbursemen
panjang". Hal ini pun terjadi di negara-negara maju.
obat di beberapa negara sepert UK, USA, Perancis, Aplikasi hasil evaluasi ekonomi sangat ditentukan Jerman, Belanda, Swedia, Australia, dan Kanada. Ieh sejauh mana para pembuat kebijakan dapat
Cost Effectiveness Analysis (CEA) dalam hal ini
diyakinkan bahwa hasil tersebut dibuat dengan metode digunakan untuk mengevaluasi biaya dan efektivitas yang tepat dan mampu menjawab pertanyaan praktis
dari obat-obat baru yang tidak mempunyai substitusi yang mereka hadapi. Hal ini pun tak lepas dari denganobatyanglain."
kesadaran para pembuatkebjakantentang pentingnya evaluasi ekonomi serta peran peneliti evaluasi ekonomi Hambatan dalam Melakukan CEA dan Mengaplikasikan kesehatan untukmenerjemahkanhasilpenelitianmenjadi Hasilnya
informasi yangjelas bagipembuatkebijakan.'"
Meski di satu sisi CEA memberi kemanfaatan Di sisi lain, pada hakikatnya proses perencanaan yang tinggi bagi pengambilan keputusan di bidang ak bisa lepas dari sifatnya sebagai proses politik.
pelayanan kesehatan, ternyata ada beberapa
Sebagai sebuah proses politik, kandungan irasionalifas
kendala yang dihadapi, antaralain: (hanya berdasar kepentingan-kepentingan) tetap 1. etersediaan Sistem Informasi yang Mendukun g
merupakan unsur yang tidak dapat diabaikan. Potensi
Hambatan ketersediaan data yang bermutu yang ada dari evaluasi ekonomi kesehatan adalah merupakan persoalan utama.' Dinegara berkembang
pemberian bukti yang rasional dalam pengambilan
seperti halnya di Indonesia, sistem informasi kesehatan keputusan/kebijakan, dari sudut pandang biaya dan
masih dirasakan belum mendukung bagi kepentingan efektivitas. Sisi rasionalitas dari evaluasi ekonomi
evaluasiefektivitas program, apalagidari sisi biayany a dinilai "menyeimbangkan" berbagai pertimbangan
juga. Halini karena sistem informasiyangdibuatdalam yang bersifat kepentingan-kepentingan bisnis atau
suatu program kesehatan seringkali tidak mendukung politik dan menjadi langkah awal bagi kebijakan
bagi ketersediaan data-data untuk untuk evaluasi dari kesehatan asal terjaga juga mutunya, agar terhindar
sudutpandang biaya dan efektivitasprogram.
dari bias industri atau politik.' Namun demikian potensi ini tidak akan terwujud sebagai manfaat riljika 2. Variasi Instrumen yang Dipakai
tidak ada kolaborasi antara peneliti dan praktisi Metode elakukan evaluasi ekonomi pada kebijakan kesehatan.'
umumnya masih berkembang. Demikian halnya
instrumen yang dipakai. Sebagai contoh, dalam KESIMPULAN mengukur efektivitas berupa health-related quality of Dari pengalaman di berbagai negara, evaluasi
life asih terdapat perbedaan pendapat tentang ekonomi sangat potensial diaplikasikan sebagai aspek-aspek yang diukur di dalamnya sehingga sumbangan bagi proses pengambilan keputusan/
melahirkan dua instrumen yang berbeda yaitu SF-6D k ebijakan kesehatan. Namun demikian, CEA baru
danEQ-5D,'
negara-negara maju yang melakukan dan
mengaplikasikan karena berbagai kendala seperti
3. Penggunaan Analisis Statistilk ketersediaan sistem informasi ang mendukung Analisis statistik dalam publikasi-publikasi tentang
faktor metodologi dari CEA sendiri, kesadaran para evaluasi ekonomi kesehatan pada umumnya dipandang pembuat keputusan tentang pentingnya evaluasi belum mempunyai kualitas yang memadai.' Kualitas ekonomi kesehatan serta kerja sama peneliti dan penelitian yang kurang memadai tentu saja akan
praktisi esehatan dalam penetapan kebijakan
menghalangi potensi hasilnya dipakai dalam kesehatan.