Rancang Bangun Kamus Digital Berbasis Chatbot Menggunakan Pendekatan Pattern Matching
Cahyo Prianto*, Roni Andarsyah, Nisa Hanum Harani Teknik Informatika, Politeknik Pos Indonesia, Bandung, Indonesia
Email: 1,*[email protected], 2[email protected], 3[email protected] Email Penulis Korespondensi: [email protected]
Abstrak−Perkembangan teknologi yang begitu pesat saat ini telah memberikan pengaruh pada berbagai bidang kehidupan, salah satunya adalah dalam dunia pendidikan. Penerapan teknologi informasi dalam proses pembelajaran disekolah ataupun dikampus sudah menjadi hal yang lumrah. Perangkat cerdas seperti smartphone yang terkoneksi dalam jaringan internet dapat membantu proses pembelajaran serta membantu mempercepat proses komunikasi antar sesama stakeholder pendidikan. Dalam pembelajaran secara online, proses komunikasi dan interaksi antara siswa dan guru beralih melalui aplikasi penyedia pesan instan. Diambil dari data digital report 2019 yang dikeluarkan oleh we are social hotsuit disebutkan bahwa aplikasi penyedia pesan instan yang paling populer di Indonesia adalah whatspp, dimana tercatat sebesar 83% pengguna internet di Indonesia merupakan pengguna whatsapp, dengan data tersebut menjadikan Indonesia menjadi salah satu negara dengan jumlah pengguna paling banyak didunia. Berdasarkan hal tersebut, untuk mendukung kinerja guru dalam menyampaikan materi pembelajaran, serta memberikan akses yang lebih cepat dalam pencarian istilah yang diperlukan maka dalam penelitian ini dibangun sebuah kamus digital berbasis chatbot yang ditanam dalam aplikasi pesan instan whatsapp sebagai media penyampaian pesan paling populer di Indonesia. Proses membangun kamus digital berbasis chatbot dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pattern matching, yaitu sebuah metode yang masuk dalam kajian ilmu kecerdasan buatan yang mengenali inputan dari user untuk dicocokan dengan data yang tersimpan didalam database, dan respon yang sesuai akan dikembalikan kepada user. Konten mata pelajaran yang dijadikan sampel dalam pembuatan kamus digital ini adalah mata pelajaran fisika. Hasil dari penelitian ini adalah adanya kamus digital berbasis chatbot yang dapat membantu siswa dalam mencari definisi dari berbagai istilah dan rumus yang berkaitan dengan materi fisika, yang diberikan oleh guru yang dapat diakses oleh siswa setiap saat selama terkoneksi internet.
Kata Kunci: Rancang Bangun; Kamus; Chatbot; Pattern Matching; Kecerdasan Buatan
Abstract−The rapid development of technology today has had an impact on various fields of life, one of which is in the world of education. The application of information technology in the learning process at school or on campus has become commonplace. Smart devices such as smartphones connected to the internet can help the learning process and help encourage the communication process between educational stakeholders. In online learning, the process of communication and interaction between students and teachers switches through instant messaging providers. Taken from the 2019 digital report data issued by We Are Social Hotsuit, it is stated that the most popular instant messaging application in Indonesia is WhatsApp, where 83%
of internet users in Indonesia are WhatsApp users, with this data making Indonesia one of the countries with the largest number of users in the world. Based on this, to support the performance of teachers in delivering learning materials, as well as provide faster access in searching for the required terms, this study built a digital chatbot-based dictionary that was embedded in the instant messaging application as the most popular message delivery medium in Indonesia. The process of building a chatbot- based digital dictionary in this study was carried out using the pattern matching method, which is a method included in the study of artificial intelligence that recognizes input from users to be matched with data stored in the database, and the appropriate response will be returned to the user. The subject content that is sampled in making this digital dictionary is physics.
The result of this study is the existence of a chatbot-based digital dictionary that can assist students in finding definitions of various terms and formulas related to physics material, given by the teacher which students can access at any time as long as they are connected to the internet.
Keywords: Design; Dictionary; Chatbots; Pattern Matching; Artificial Intelligence
1. PENDAHULUAN
Perkembangan teknologi yang begitu pesat saat ini telah memberikan pengaruh pada berbagai bidang kehidupan, salah satunya adalah dunia pendidikan. Penerapan teknologi informasi dalam proses pembelajaran disekolah ataupun dikampus sudah menjadi hal yang lumrah. Perangkat cerdas seperti smartphone yang terkoneksi dalam jaringan internet dapat membantu proses pembelajaran serta membantu mempercepat proses komunikasi antar sesama stakeholder pendidikan. Bahkan saat adanya kebijakan social distancing sebagai efek dari pandemik Covid-19 menjadikan pemerintah menghentikan proses pembelajaran secara luring dan menggantinya dengan proses pembelajaran secara daring, dengan berkembangnya waktu beberapa sekolah saat ini juga telah melakukan hybrid learning. Perangkat teknologi yang terkoneksi dengan internet menjadi tumpuan dalam proses pembelajaran ini. Adanya Covid19 tidak dipungkiri menghadirkan dampak yang luar biasa pada dunia pendidikan, seperti materi yang tidak dapat secara maksimal tersampaikan oleh guru terhadap siswa, akses informasi yang terkendala sinyal, penguasaan siswa dan guru terhadap perangkat pembelajaran yang digunakan, dan lain sebagainya [1]. Untuk membantu terlaksananya pembelajaran dengan maksimal pemerintah melalui kementrian pendidikan,kebudayaan, riset dan teknologi mengeluarkan bantuan paket kuota data internet baik untuk siswa, mahasiswa, guru maupun dosen [2]. OpenSignal sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang jaringan mobile, merilis hasil risetnya yang berjudul "Quantifying the Impact of 5G and Covid-19 on Mobile Data consumption" memberikan informasi bahwa orang Indonesia menghabiskan rata-rata kuota internet selular sebesar 14,4 GB perbulan dalam periode januari –
maret 2021 untuk keperluan bekerja, belajar dan berkomunikasi di masa pandemi covid-19 [3]- [4]. Dalam pembelajaran secara online, proses komunikasi dan interaksi antara siswa dan guru beralih melalui aplikasi penyedia pesan instan. Diambil dari data digital report 2019 yang dikeluarkan oleh we are social hotsuit disebutkan bahwa aplikasi penyedia pesan instan yang paling populer di Indonesia adalah whatspp, dimana tercatat sebesar 83% pengguna internet di Indonesia merupakan pengguna whatsapp, dengan angka tersebut menjadikan Indonesia menjadi salah satu negara dengan jumlah pengguna paling banyak didunia [5]- [6].
Dalam dunia Pendidikan, pemanfaatan internet sebagai media pencari informasi telah lumrah dan banyak digunakan, salah satu diantaranya adalah siswa atau guru dapat mencari kata kunci yang diinginkan dan kemudian diarahkan menuju sebuah website yang akan menjadi rujukan. Proses ini memerlukan beberapa step pencarian yaitu dengan menggunakan search engine dan kemudian memilih website yang diperlukan.
Urgensi dari penelitian ini, proses pencarian informasi tersebut akan dipermudah dengan bantuan sebuah chatbot yang dapat diakses melalui aplikasi pesan instan whatsapp, sehingga proses pencarian tersebut akan memerlukan waktu yang relative lebih cepat. Berdasarkan hal yang disebutkan diatas, untuk mendukung kinerja guru dalam menyampaikan materi pembelajaran, serta memberikan akses yang lebih cepat dalam pencarian istilah yang diperlukan maka dalam penelitian ini dibangun sebuah kamus digital berbasis chatbot yang ditanam dalam aplikasi pesan instan whatsapp sebagai media penyampaian pesan paling populer di Indonesia. Hasil dari penelitian ini adalah adanya kamus digital berbasis chatbot, yang dapat membantu siswa dalam mencari definisi dan rumus dari berbagai istilah yang berkaitan dengan materi yang diberikan oleh guru dalam pembelajaran dan dapat diakses oleh siswa setiap saat tanpa mengganggu waktu privasi guru. Mata pelajaran yang akan dijadikan sampel dalam pembuatan kamus digital ini adalah mata pelajaran fisika.
Secara pengertian, chatbot adalah program komputer yang dirancang untuk mensimulasikan percakapan dengan pengguna manusia, terutama melalui internet [6]. Dalam beberapa referensi, chatbot juga disebutkan dalam beberapa istilah lainnya, seperti artificial conversation entities, interactive agent,smartbots, chatterbot,bot, talkbot, digital assistants dan lain sebagainya [7]. Dalam referensi lain istilah chatbot juga mengacu pada kata “Chatting Robot” [8], [9] yang merupakan sebuah simulasi percakapan antara program komputer dengan user. Desain sederhana dari sebuah chatbot adalah mengikut use case diagram yang ada pada gambar 1 berikut [8] :
Gambar 1. Use Case Diagram Chatbot
Chatbot merupakan sistem penjawab otomatis yang dapat membantu memberikan informasi berdasarkan pertanyaan yang diajukan oleh pengguna melalui pesan berbasi teks [10], dengan kata lain tugas utama dari sebuah chatbot adalah membantu user untuk mendapatkan informasi yang diperlukan [7]. Berbagai kelebihan dalam menggunakan chatbot diantaranya adalah respon yang diberikan dapat lebih cepat dan dilakukan secara otomatis, dapat diakses kapanpun selama terkoneksi melalui jaringan internet dan yang terpenting adalah meminimalkan terjadinya human error. Sedangkan kekurangan dari sebuah chatbot biasanya terletak pada kurangnya interaksi yang lebih hidup dikarenakan jawaban telah di atur sebelumnya. Penerapan dan pengembangan dari chatbot saat ini terus dilakukan. Berbagai bidang telah menerapkan teknologi chatbot, e-Commerce adalah bidang yang paling banyak memanfaatkan teknologi chatbot [11], sebagaimana yang terlihat dalam gambar 2 berikut [10]:
Gambar 2. Bidang Yang Menerapkan Teknologi Chatbot
Dalam implementasi suatu chatbot, ada dua pendekatakan dalam mengembangkan chatbot, tergantung dari algoritma dan teknik yang diadopsi, diantaranya adalah pendekatan Pattern matching dan pendekatan menggunakan machine learning [10]. Penerapan dari dua pendekatan diatas dilakukan dengan melihat tujuan apa yang ingin dicapai. Proses membangun kamus digital berbasis chatbot dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pattern matching, yaitu sebuah metode yang masuk dalam kajian ilmu kecerdasan buatan yang mengenali inputan dari user untuk dicocokan dengan data yang tersimpan didalam database, dan respon yang sesuai akan dikembalikan kepada user. Pada bidang sains komputer, metode pattern matching banyak digunakan pada berbagai aplikasi seperti teks editor, mesin pencari atau search engine seperti google, kamus dan lain-lain[12].
Pencocokan dalam metode pattern matching adalah pencocokan string yang berupa kumpulan huruf . Secara notasi string dapat kita tuliskan sebagai berikut [12]
Dalam implementasi sebuah chatbot, Pattern Matcing menjadi salah algoritma yang paling banyak digunakan [13]. Proses yang terjadi dalam algoritma pattern matching adalah dimana sistem didesain berisi pertanyaan dan jawaban yang disimpan ke dalam database dengan menggunakan pola aturan tertentu, dari sebuah pertanyaan kemudian chatbot akan memilihkan jawaban yang telah ditentukan sebelumnya. Chatbot yang dibangun berdasarkan algoritma pattern matching dirancang untuk tidak memberikan jawaban baru, tetapi menggunakan jawaban yang sudah dipersiapkan sebelumnya dalam bentuk pola percakapan [10]. Pattern matching menghasilkan respon yang sesuai dengan pertanyaan pengguna [14].Secara umumpattern matching dalam ilmu komputer adalah kegiatan pemeriksaan serangkaian string atau karakter yang ada dalam database yang paling mirip dengan pertanyaan yang berasal dari user [15]-[16]. Pada beberapa penelitian sebelumnya, metode pattern matching digunakan dalam pencocokan pola laporan menggunakan aplikasi pesan instan telegram[17], juga pembuatan guru virtual pada chatbot yang dibangun menggunakan natural language processing[18]. Perbedaan mendasar antara penelitian sebelumnya dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah adanya penerapan chatbot menggunakan pattern matching yang diimplementasikan pada aplikasi pesan instan whatsapp. dengan menggunakan operator like pada database mariadb yang berfungsi untuk mencari pola atau pattern dari sebuah kata atau kalimat.
2. METODOLOGI PENELITIAN
2.1 Tahapan Penelitian
Untuk menghasilkan penelitian yang baik, maka perlu dirancang suatu prosedur yang sistematik sehingga mendapatkan pengetahuan ilmiah, terarah dan tujuan dari penelitian dapat tercapai[19]-[20]. Gambar 3 berikut adalah tahapan-tahapan yang akan dilalui dalam penelitian ini :
Gambar 3. Alur Metodologi Penelitian Penjelasan dari setiap tahapan pada gambar 3 diatas adalah sebagai berikut : 2.1.1 Requirements Analysis
Pada tahapan akan dilakukan memerika kebutuhan-kebutuhan untuk membangun sistem yang nantinya akan digunakan user, kebutuhan seperti apa behavior dari user, jenis informasi dan bagaimana caranya user untuk mendapatkan informasi yang diperlukan oleh user tersebut.
2.1.2 Software Design
Pada tahapan ini akan berfokus pada kebutuhan perangkat keras dan perangkat lunak yang dibutuhkan untuk membangun sistem ini, lalu menyusun struktur data yang telah didapat pada tahapan sebelumnya dengan menggunakan UML yang nantinya akan digunakan untuk membangun sistem. Perangkat keras yang diperlukan yaitu 1 buah server yang akan menampung sistem aplikasi dan agar sistem dapat diakses selama 24 jam oleh user, seperti yang terlihat pada gambar 4.
Gambar 4. Arsitektur Perangkat Keras Requirement
Analysis
•memeriksan kebutuhan user
Software Design
•Kebutuhan perangkat keras dan lunak
Development
•Membangun Aplikasi
Testing dan Maintenance
•Pengujian dan perawatan
Perangkat lunak yang diperlukan untuk menjalankan sistem, yaitu nodejs untuk menjalankan sistem dan juga mariadb untuk menyimpan data yang dimasukan oleh user dan melihat informasi yang telah dimasukkan oleh user, yang dapat dilihat pada gambar 5.
Gambar 5. Arsitektur Perangkat Lunak 2.1.3 Development
Tahap development merupakan tahapan pelaksanaan pembuatan rancangan sistem yang telah dibuat kedalam satu bentuk sistem aplikasi yang utuh dan berjalan sesuai dengan kebutuhan dan desain pada tahapan sebelumnya 2.1.4 Testing dan Maintenance
Pada tahapan ini akan dilakukan testing yaitu tahap dimana peneliti melakukan pengujian pada setiap fungsi yang telah dibuat, dan melakukan uji coba kepada user untuk menggunakan sistem aplikasi yang telah dibuat. Feedback diterima oleh peneliti dan melakukan perbaikan agar mendapatkan hasil yang optimal dan baik, dan juga dalam tahapan ini dilakukan perawatan sistem yang berhubungan dengan perangkat keras, lunak, server, dan media lainnya. Perawatan ini sangat diperlukan untuk mendapatkan performa sistem yang stabil dalam penggunaannya
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 Implementasi Metode Pattern Matching
Implementasi Pattern Matching dilakukan ketika sistem menerima pesan dari whatsapp yang dikirim oleh user, dengan menggunakan operator LIKE pada database mariadb yang berfungsi untuk mencari pola atau pattern dari sebuah kata atau kalimat, operator like bekerja berdasarkan 2 buah karakter wildcard yang dapat digunakan dalam mencari sebuah pattern dalam kata atau kalimat, yaitu:
1. Persen (%) digunakan ketika ingin mencari pattern yang jumlahnya tidak terbatas
2. Garis bawah (_) digunakan ketika hanya ingin mencari satu karakter pattern didalam sebuah kata/kalimat Ketika mencari sebuah data dalam mysql dapat menggunakan seperti: SELECT kolom FROM nama_tabel WHERE kolom LIKE pattern. Operator like dapat terlihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 1. Operator Like
Operator LIKE Deskripsi
WHERE keyword LIKE ‘a%’ Digunakan saat mencari yang dimulai dari huruf “a”
WHERE keyword LIKE ‘a%’ Digunakan saat mencari yang diakhiri oleh huruf “a”
WHERE keyword LIKE
‘%luas%’ Digunakan untuk mencari yang mengandung kata “luas” di posisi manapun
WHERE keyword LIKE ‘_ua%’ Digunakan untuk mencari yang pada “ua” karakter kedua
WHERE keyword LIKE ‘a_%’ Digunakan untuk mencari yang dimulai dari huruf a yang setidaknya jumlah karakternya 2
WHERE keyword LIKE ‘l%s’ Digunakan untuk mencari yang dimulai dari “l” dan diakhiri oleh s
Sebagai contoh penggunaan pada chatbot adalah ketika user mengirimkan pesan “rumus luas” maka sistem mencari keyword pada database yang keywordnya mengandung kata “rumus luas”. Namun jika hanya menggunakan ekspresi like ketika user mengirimkan hanya kata “rumus” kepada sistem, maka sistem tidak akan mengenali kata tersebut. Implementasi kode nodejs untuk mencari jawaban dari keyword pada sistem adalah seperti berikut:
function getKeyword(keyword, callback){
connection.query('SELECT keyword, jawaban, lokasi_gambar FROM keyword WHERE keyword LIKE ?', [`%${keyword}%`], function(error, results, fields){
if(error){
throw(error) }
if(results[0] != undefined){
return callback(results) }else{
return callback(false) }
}) }
pada system digunakan pattern wildcard charactes (%) dikarenakan kita mencari pattern yang ada diantara awal pesan dan akhir pesan, jika user mengirimkan kata “rumus” maka disistem akan dicari menggunakan ekspresi like menjadi “%rumus%”. Karakter % itu sendiri berfungsi untuk mencari juga karakter sebelum dan sesudah yang mengandung “rumus”, sebagai contoh user hanya mengirimkan kata “rumus” dan pada system ada rumus luas, rumus besaran, dll. Maka seluruh kata kunci tersebut akan dikirimkan kepada user.
3.2 Analisis dan Perancangan Sistem 3.2.1 Analisis Sistem Berjalan
Analisis sistem yang sedang berjalan pada saat pengguna ingin mencari informasi menggunakan kamus digital, seperti yang terlihat pada gambar 6, dengan penjelasan sebagai berikut:
1. User membuka web browser
2. User membuka website / situs pencarian google
3. Pengguna memasukkan pertanyaan tentang materi fisika yang ingin dicari 4. Pengguna membuka halaman yang diperlukan
5. Browser menampikan halaman yang dipilih oleh pengguna 6. Selesai
Gambar 6. Flowmap Sistem yang Sedang Berjalan 3.2.2 Analisis Sistem yang Dibangun
Sistem yang dibangun, dibuat berdasarkan perancangan. Perancangan ini ditujukan untuk menghasilkan sistem yang optimal yang terlihat pada gambar 7 berikut.
Gambar 7. Flowmap Sistem yang Dibangun Penjelasan sistem chatbot dari gambar 7 diatas adalah sebagai berikut:
1. User membuka aplikasi whatsapp 2. User mengirimkan pesan kepada chatbot 3. Sistem chatbot menerima pesan
4. Sistem chatbot mengecek isi pesan
5. Sistem menganalisis pesan dan jika keyword dikenali maka pesan akan diproses 6. Sistem mengambil data pesan yang akan dikirimkan
7. Sistem mengirim pesan kepada user 8. User mendapatkan pesan
9. Selesai
3.2.3 Use Case Diagram
Usecase diagram merupakan kontruksi untuk mendeskripsikan hubungan-hubungan yang terjadi antar aktor dengan aktivitas yang terdapat pada sistem. Gambar 8 dibawah ini memperlihatkan use case yang digunakan pada penelitian ini terlihat
Gambar 8. Use Case Diagram 3.3 Pengujian Pattern Matching
Pengujian sistem dilakukan dengan menggunakan metode blackbox yang terlihat pada tabel 1 berikut.
Tabel 2. Pengujian Sistem Kelas
yang di uji
Prosedur pengujian
Input Output yang diharapkan
Kriteria evaluasi hasil
Hasil yang diperoleh
Simpulan Tanggal
Melihat keyword materi fisika
Mengirim pesan kepada chatbot
Besaran Chatbot mengirimkan definisi besaran dan keyword lain yang mengandung besaran
Chatbot membalas pesan dengan isi definisi besaran dan keyword yang mengandung besaran
Sesuai dengan keluaran yang diharapkan
Diterima 10/8/22
Melihat keyword materi fisika
rumus hukum ohm
Chatbot mengirimkan rumus hukum ohm
Chatbot membalas pesan dengan isi rumus hukum ohm
Sesuai dengan keluaran yang diharapkan
Diterima 10/8/22
Melihat keyword soal-soal fisika
Soal- hukum kepler
Chatbot mengirimkan soal-soal yang berhubungan dengan hukum kepler
Chatbot membalas pesan dengan isi rumus hukum kepler
Sesuai dengan keluaran yang diharapkan
Diterima 10/8/22
Melihat soal-soal fisika
Soal- hukum doppler
Chatbot mengirimkan soal-soal yang berhubungan dengan hukum doppler
Chatbot membalas pesan dengan isi hukum doppler
Sesuai dengan keluaran yang diharapkan
Diterima 10/8/22
3.4 Tampilan Antar Muka Sistem Website Admin Kamus Digital
Tampilan antar muka pada sistem website untuk admin kamus digital dapat terlihat pada gambar 9 dibawah ini, Sistem website ini digunakan oleh admin untuk mengupdate kata kunci yang dapat digunakan pada system chatbot.
Gambar 9. Antar Muka Sistem Website Admin Kamus Digital 3.5 Tampilan Antar Muka Sistem Chatbot Kamus Digital
Pada gambar 10 terlihat gambar antar muka dalam mencari informasi menggunakan kamus digital pada chatbot di aplikasi pesan whatsapp.
Gambar 10. Antar Muka Sistem Chatbot Kamus Digital
4. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis, implementasi dan hasil pengujian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa penelitian ini telah berhasil membangun sistem chatbot kamus digital menggunakan pattern matching yang diterapkan dalam aplikasi pesan instan whatsapp, dimana proses pattern matching sendiri dapat dilakukan dengan menggunakan operator like pada database mariadb yang digunakan oleh sistem.
Kamus Digital berbasis chatbot ini dapat membantu proses pembelajaran, dimana siswa dapat mencari definisi atau rumus yang berkaitan dengan mata pelajaran fisika sebagai objek sampel langsung dari pesan instan whatsapp yang dapat diakses setiap saat.
UCAPAN TERIMAKASIH
Terima kasih peneliti sampaikan kepada Pimpinan Politeknik Pos Indonesia dan Kementrian Pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi yang telah membantu terlaksananya penelitian ini.
REFERENCES
[1] M. Siahaan, “Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Dunia Pendidikan,” Jurnal Kajian Ilmiah, vol. Edisi Khusus, no. 1, pp.
1-3, 2020.
[2] Tim Penyusun dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Buku Saku Bantuan Kuota Data Internet 2021, Jakarta:
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, 2021.
[3] B. Clinten, “Orang Indonesia Rata-rata Menghabiskan Kuota Internet Sebesar Ini Tiap Bulan,” tekno.kompas.com, 9 Agustus 2021. [Online]. Available: https://tekno.kompas.com/read/2021/08/09/11100087/orang-indonesia-rata-rata- menghabiskankuota-internet-sebesar-ini-tiap-bulan. [Diakses 23 Juli 2022].
[4] I. F. Francesco Rizzato, Quantifying The Impact Of 5G and Covid-19 On Mobile Data Consumption, London - United Kingdom: OpenSignal, 2021.
[5] A. S. Wardani, “83 Persen Pengguna Internet Indonesia Pakai WhatsApp,” www.liputan6.com, 18 November 2019.
[Online]. Available: https://www.liputan6.com/tekno/read/4113678/83-persenpengguna-internet-indonesia-pakai- whatsapp. [Diakses 23 Agustus 2022].
[6] N. H. H. Cahyo Prianto, “The Covid-19 Chatbot Application Using A Natural Language,” International Journal of Information Sistem & Technology, vol. 5, no. 2, pp. 198-206, 2021.
[7] N. H. H. Cahyo Prianto, Aplikasi Chatbot Covid19 Menggunakan Pendekatan Natural Language Processing, Bandung:
Politeknik Pos Indonesia, 2021.
[8] M. Dahiya, “A Tool of Conversation : Chatbot,” International Journal Of Computer Sciences and Engineering, vol. 5, no.
5, pp. 158 - 161, 2017.
[9] P. S. Mareta Maulidiyanti, “Inovasi Layanan Informasi Digital Dengan Chatbot Di HUMAS Institusi Pendidikan,” Jurnal Sosial Humaniora Terapan , vol. 2, no. 1, pp. 22-34, 2019.
[10] L. M. Eleni Adamopoulou, “Machine Learning with Applications,” Elsevier, vol. 2, 2020.
[11] M. F. R. M. O. M Alifian Zulkarnain, “Perancangan Aplikasi Chatbot Sebagai Media E-Learning Bagi Siswa”. Elektron Jurnal Ilmiah, vol. 12, no. 2, pp. 88-95, 2020.
[12] Rheno, M.B, “Aplikasi Sederhana Pattern Matching dengan Algoritma Brute Force pada Validasi Suatu Teks”. STEI Institut Teknologi Bandung.
[13] S. O. P. S. M. B. A. B. Siddhi Pardeshi, “A Survey on Different Algorithms Used in Chatbot,” International Research Journal of Engineering and Technology (IRJET), vol. 7, no. 5, pp. 6092-6098, 2020.
[14] R. A. E. A. R Devakunchari, “A Survey of Chatbot design Technique,” International Journal of Engineering and Advanced Technology (IJEAT), vol. 8, no. 2S2, pp. 35-39, 2019.
[15] Dewi, A. & Setiaji, B. 2014. “Pemanfaatan Sentence Similarity Measurement untuk Proses Pencarian Pola pada Chatbot Berbasis Pattern-Matching,” Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Multimedia 2014, ISSN : 2302-3805.
[16] Ruspandi R, et.all. 2017.” Rancang Bangun Chatbot Helpdesk untuk Sistem Informasi Terpadu Universitas Sam Ratulangi”. E-Journal Teknik Informatika, vol.11, no.1.
[17] Rahmawati, Fiyna, Muhammad Fachrurrozi, And Nabila Rizky Oktadini. Pengembangan Chatbot Telegram Untuk Setoran Sholawat Menggunakan Pattern Matching. Diss. Sriwijaya University, 2022.
[18] Aditama, Kevin. "Pemanfaatan Natural Language Processing Dan Pattern Matching Dalam Pembelajaran Melalui Guru Virtual." Elkom: Jurnal Elektronika dan Komputer 13.1 (2020): 121-133.
[19] Prof.Dr.Suryana,M.Si, 2010. “Metodologi Penelitian, Model Praktis Penelitian kuantitatif dan Kualitatif”.
Universitas Pendidikan Indonesia
[20] Abubakar, Rifai. 2021.”Pengantar Metodologi Penelitian”. Suka Press UIN Sunan Kalijaga.