• Tidak ada hasil yang ditemukan

JURNAL MOOC PPPK 2024 PPPK_CIANJUR19_8_Sri Rucito

N/A
N/A
Wildan dwi sutresno

Academic year: 2024

Membagikan "JURNAL MOOC PPPK 2024 PPPK_CIANJUR19_8_Sri Rucito "

Copied!
75
0
0

Teks penuh

(1)

JURNAL MOOC PPPK 2024

PPPK_CIANJUR19_8_Sri Rucito

Nama : Sri Rucito, S.Pd.

NIP : 197803062023212008

Instansi /Unit Kerja : Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Cianjur / SD NEGERI CIPETIR 3

NO HARI TGL AGENDA

KE MODUL MATERI RESUME KETERAN

GAN 1 Senin, 05 Februari 2024 - Sambutan Kepala

LAN RI

Materi Kebijakan Mempersiapkan SDM ASN untuk menyongsong masa depan yang bersih, kompeten dan profesional

Selesai

2 Selasa, 06 Februari 2024 - Sambutan Deputi Kebijakan

Pengembangan Kompetensi ASN LAN RI

Kebijakan Pengembangan Kompetensi ASN

Value ASN untuk menyongsong masa depan yang lebih baik

dengan cara berpikir inovatif Selesai

3 Selasa, 06 Februari 2024 - Sambutan Kepala Pusat Pembinaan Program

danKebijakan Pengembangan Kompetensi ASN LAN RI

Manajemen Penyelenggaraan PPPK

Pembelajaran MOOC PPPK ada 3 bagian (sikap/perilaku bela negara, nilai-nilai (core value Didalam penyelenggaraan pemerintahan), dan kedudukan PPPK didalam pemerintahan)

Selesai

4 Rabu, 07 Februari 2024 1 Wawasan Kebangsaan dan Nilai-nilai Bela Negara

Wawasan

Kebangsaan Wawasan Kebangsaan adalah cara pandang bangsa Indonesia dalam rangka mengelola kehidupan berbangsa dan bernegara yang dilandasi oleh jati diri bangsa (nation character) dan kesadaran terhadap sistem nasional (national system) yang bersumber dari Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika guna memecahkan berbagai persoalan yang dihadapi bangsa dan negara demi tercapainya masyarakat yang aman, adil, makmur, dan sejahtera.

Selesai

(2)

JURNAL MOOC PPPK 2024

PPPK_CIANJUR19_8_Sri Rucito

5 Rabu, 07 Februari 2024 1 Nilai-Nilai bela

Negara Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara Pasal 7 Ayat (3), nilai dasar Bela Negara meliputi : a.cinta tanah air;

b.sadar berbangsa dan bernegara;

c.setia pada Pancasila sebagai ideologi negara;

d.rela berkorban untuk bangsa dan negara; dan e.kemampuan awal Bela Negara.

Selesai

6 Kamis, 08 Februari 2024 1 Sistem

Administrasi negara kesatuan Republik

Indonesia

Konstitusi atau UUD Negara Kesatuan Republik Indonesia disebut UUD 1945 hasil Amandemen I, II, III dan IV terakhir pada tahun 2002 (UUD 1945) merupakan hukum dasar tertulis dan sumber hukum tertinggi dalam hierarkhi peraturan perundang-undangan Republik Indonesia.

Atas dasar itu, penyelenggaraan negara harus dilakukan untuk disesuaikan dengan arah dan kebijakan

penyelenggaraan negara yang berlandaskan Pancasila dan konstitusi negara, yaitu UUD 1945.

Selesai

7

Kamis, 08 Februari 2024

Analisis Isu Kontemporer Perubahan lingkungan strategis

Ada enam komponen modal Insani dalam menghadapi perubahan lingkungan strategis (Ancok, 2002), yaitu : 1.Modal Intelektual

2.Modal Emosional 3.Modal Sosial

4.Modal ketabahan (adversity) 5.Modal etika/moral

6.Modal Kesehatan (kekuatan) Fisik/Jasmani

Selesai

8 Kamis, 08 Februari 2024 Isu-isu strategis

kontemporer Isu-isu Strategis Kontemporer : 1.Korupsi

2.Narkoba

3.Terorisme/radikalisme 4. Money Loundry 5.Proxy war

6.Kejahatan Mass Communication (Cyber Crime, Hate Speech, Dan Hoax)

Selesai

(3)

JURNAL MOOC PPPK 2024

PPPK_CIANJUR19_8_Sri Rucito

9 Jum’at, …. Februari 2024 Teknik Analisis

Isu Teknik-Teknik Analisis Isu :

1.Teknik Tapisan Isu, teknik tapisan dengan menetapkan rentang penilaian (1-5) pada kriteria; Aktual,

Kekhalayakan, Problematik, dan Kelayakan.

2.Teknik Analisis Isu : teknik mapping, Fishbone diagram, analisis SWOT

3.Analisis Kesenjangan atau Gap Analysis : Gap Analysis adalah perbandingan kinerja aktual dengan

kinerja potensial atau yang diharapkan.

Selesai

10 Jum’at,08 Februari 2024 Kerangka

Kesiapsiagaan Bela Negara

Bentuk kesiapsiagaan bela negara adalah kemampuan setiap PNS/PPPK untuk memahami dan melaksanakan kegiatan olah rasa, olah pikir, dan olah tindak dalam pelaksanaan kegiatan keprotokolan yang di dalamya meliputi pengaturan tata tempat, tata upacara (termasuk kemampuan baris berbaris dalam pelaksanaan tata upacara sipil dan kegiatan apel), tata tempat, dan tata penghormatan yang berlaku di Indonesia sesuai peraturan perundangan-undangan

yang berlaku.

Selesai

11 Jumat, 09 Februari 2024 Kemampuan awal

bela negara Kemampuan awal bela negara, yaitu : Kesehatan Jasmani dan Mental; Kesiapsiagaan Jasmani dan Mental;

Etika, Etiket dan Moral; serta Kearifan Lokal.

Selesai

12 Jumat, 09 Februari 2024 Rencana aksi bela

negara A.Program Rencana Aksi bela Negara ( berupa tabel) B.Penyusunan Rencana Aksi Bela Negara :dilakukan 2

Tahap, yaitu:

tahap 1, Tahapan ini dilakukan pada saat On Camp,dan tahap 2 , Tahapan ini dilakukan pada saatDaring dan Tatap Muka

Selesai

13 Jumat, 09 Februari 2024 Kegiatan

kesiapsiagaan bela negara

Kesiapan Kesiapsiagaan Bela Negara yaitu diantaranya : A.Baris Berbaris dan Tata Upacara

B.Keprotokolan C.Kewaspadaan Diri D.Membangun Tim

C.Caraka Malam dan Api Semangat Bela Negara

Selesai

14 Sabtu, …. Februari 2024 2 Beorientasi

Pelayanan Konsep pelayanan

Publik Ada tiga unsur penting dalam pelayanan publik khususnya dalam konteks ASN, yaitu

1)Penyelenggara pelayanan publik yaitu ASN/Birokrasi,

Selesai

(4)

JURNAL MOOC PPPK 2024

PPPK_CIANJUR19_8_Sri Rucito

2)Penerima layanan yaitu masyarakat, stakeholders, atau sektor privat, dan

3)Kepuasan yang diberikan dan/atau diterima oleh penerima layanan.

15 Sabtu, …. Februari 2024 2 Berorientasi

Pelayanan

Dalam lingkungan pemerintahan banyak faktor yang mempengaruhi tumbuh dan berkembangnya inovasi pelayanan publik,diantaranya komitmen dari pimpinan, adanya budaya inovasi, dan dukungan regulasi. Adanya kolaborasi antara pemerintah, partisipasi masyarakat, dan stakeholders terkait lainnya perlu dibangun sebagai strategi untuk mendorong tumbuh dan berkembangnya inovasi.

Selesai

16 Sabtu, …. Februari 2024 2 Akuntabel Potret Pelayanan

Publik Negeri Ini Tugas berat Anda sebagai ASN adalah ikut menjaga bahkan ikut berpartisipasi dalam proses menjaga dan

meningkatkan kualitas layanan tersebut. Karena, bisa jadi, secara aturan dan payung hukum sudah memadai, namun, secara pola pikir dan mental, harus diakui,

masih butuh usaha keras dan komitmen yang ekstra kuat.

Selesai

17 Sabtu, …. Februari 2024 2 Konsep

Akuntabilitas

Akuntabilitas publik memiliki tiga fungsi utama (Bovens, 2007), yaitu pertama, untuk menyediakan kontrol demokratis (peran demokrasi); kedua, untuk mencegah korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan (peran

konstitusional); dan ketiga, untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas (peran belajar). Akuntabilitas publik terdiri atas dua macam, yaitu: akuntabilitas

vertical (vertical accountability), dan akuntabilitas horizontal (horizontal accountability). Akuntabilitas memiliki 5 tingkatan yang berbeda yaitu akuntabilitas personal, akuntabilitas individu, akuntabilitas

kelompok, akuntabilitas organisasi, dan akuntabilitas stakeholder.

Selesai

18 Sabtu, …. Februari 2024 2 Panduan Prilaku

Akuntabel Hal-hal yang penting diperhatikan dalam membangun lingkungan kerja yang akuntabel adalah: 1) kepemimpinan, 2) transparansi, 3) integritas, 4) tanggung jawab

(responsibilitas), 5) keadilan, 6) kepercayaan, 7) keseimbangan, 8) kejelasan, dan 9) konsistensi.

Selesai

(5)

JURNAL MOOC PPPK 2024

PPPK_CIANJUR19_8_Sri Rucito

19 Minggu, ... Februari 2024 2 Akuntabel dalam

Konteks Organisasi Pemerintahan

Ada 2 jenis umum konflik kepentingan yaitu keuangan(Penggunaan sumber daya lembaga termasuk dana, peralatan atau sumber daya aparatur untuk keuntungan pribadi) dan non-keuangan (Penggunaan posisi atau wewenang untuk membantu diri sendiri dan

/atau orang lain). Akuntabilitas dan Integritas adalah dua konsep yang diakui oleh banyak pihak menjadi landasan dasar dari sebuah Administrasi sebuah negara (Matsiliza dan Zonke, 2017). Kedua prinsip tersebut harus dipegang teguh oleh semua unsur pemerintahan dalam memberikan layanan kepada masyarakat

Selesai

20 Senin, …. Februari 2024 2 KOMPETEN Tantangan

lingkungan stratrgis

Implikasi VUCA menuntut diantaranya penyesuaian proses bisnis, karakter dan tuntutan keahlian baru. Adaptasi terhadap keahlian baru perlu dilakukan setiap waktu, sesuai kecenderungan kemampuan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dalam meningkatkan kinerja organisasi lebih lambat, dibandikan dengan tawaran perubahan teknologi itu

sendiri.

Selesai

21 Senin, …. Februari 2024 2 Kebijakan

Pembangunan Aparatur

UU NO 5 TAHUN 2014 ( Undang Undang Aparatur Sipil Negara/ PP 11 Tahun 2017 jo PP 17 tahun 2020 dan PP 49 Tahun 2018

Selesai

(6)

JURNAL MOOC PPPK 2024

PPPK_CIANJUR19_8_Sri Rucito

22 Senin, …. Februari 2024 2 Pengembangan

Kompetensi

Konsepsi kompetensi adalah meliputi tiga aspek penting berkaitan dengan perilaku kompetensi meliputi aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan. 2. 2.Sesuai Peraturan Menteri PANRB Nomor 38 Tahun 2017 tentang Standar Kompetensi ASN, kompetensi meliputi:

1) Kompetensi Teknis adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap/perilaku yang dapat diamati, diukur dan dikembangkan yang spesifik berkaitan dengan bidang teknis jabatan; 2) Kompetensi Manajerial adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap/perilaku yang dapat diamati, diukur, dikembangkan untuk memimpin dan/atau mengelola unit organisasi; dan 3) Kompetensi Sosial Kultural adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap/perilaku yang dapat diamati, diukur, dan dikembangkan terkait dengan pengalaman berinteraksi dengan masyarakat majemuk dalam hal agama, suku dan budaya, perilaku, wawasan kebangsaan, etika, nilai-nilai, moral, emosi dan prinsip, yang harus dipenuhi oleh setiap pemegang Jabatan untuk memperoleh hasil kerja sesuai dengan peran, fungsi dan Jabatan.

Selesai

23 Selasa, …. Februari 2024 2 Perilaku

kompeten

Sesuai hasil uraian dalam bab V, maka berikut di bawah ini beberapa materi pokok dalam bab ini sebagai berikut:

1.Berkinerja Yang berAKHLAK 2.Meningkatkan kompetensi diri.

3.Membantu orang lain belajar 4.Melakukan kerja terbaik

Selesai

24 Selasa, …. Februari 2024 2 HARMONIS

Keanekaragaman bangsa dan budaya di indonesia

Harmoni adalah kerja sama antara berbagai faktor dengan sedemikian rupa hingga faktor-faktor tersebut

dapat menghasilkan suatu kesatuan yang luhur. Sebagai contoh, seharusnya terdapat harmoni antara jiwa jasad seseorang manusia, kalau tidak, maka belum tentu orang itu dapat disebut sebagai satu pribadi

Selesai

(7)

JURNAL MOOC PPPK 2024

PPPK_CIANJUR19_8_Sri Rucito

25 Selasa, …. Februari 2024 2 Mewujudkan

suasana harmonis dalam lingkungan bekerja dan memberikan layanan kepada masyarakat

Secara umum, menurut Undang- Undang No.5 Tahun 2014 Pasal 11 tentang ASN, tugas pegawai ASN adalah sebagai berikut.

a.Melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh Pejabat Pembina Kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan

b.Memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas

c.Mempererat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia

Selesai

26 Selasa, …. Februari 2024 2 Penerapan nilai

harmonis dalam lingkungan kerja

Dalam dunia nyata upaya mewujudkan suasana harmonis tidak mudah. Realita lingkungan selalu mengalami perubahan sehingga situasi dan kondisi juga mengikutinya. Ibarat baterai yang digunakan untuk menggerakkan motor atau mesin suatu masa akan kehabisan energi dan perlu di‘charge’ ulang.

Oleh karena itu upaya menciptakan suasana kondusif yang harmonis bukan usaha yang dilakukan sekali dan jadi untuk selamanya. Upaya menciptalkan dan

menjaga suasana harmonis dilakukan secara terus menerus. Mulai dari mengenalkan kepada seluruh personil ASN dari jenjang terbawah sampai yang paling tinggi, memelihara suasana harmonis, menjaga diantara personil dan stakeholder. Kemudian yang tidak boleh lupa untuk selalu menyeseuaikan dan meningkatkan usaha tersebut, sehingga menjadi habit/kebiasaan dan menjadi budaya hidup harmonis dikalangan ASN dan seluruh pemangku kepentingannya. Upaya

menciptakan budaya harmonis dilingkungan bekerja tersebut dapat menjadi salah satu kegiatan dalam rangka aktualisasi penerapannya.

Selesai

27 Rabu, …. Februari 2024 2 LOYAL Konsep Loyal Secara etimologis, istilah “loyal” diadaptasi dari bahasa Prancis yaitu “Loial” yang artinya mutu dari sikap setia.

Secara harfiah loyal berarti setia, atau suatu kesetiaan.

Kesetiaan ini timbul tanpa adanya paksaan, tetapi timbul dari kesadaran sendiri pada masa lalu.

Selesai

(8)

JURNAL MOOC PPPK 2024

PPPK_CIANJUR19_8_Sri Rucito

28 Rabu, …. Februari 2024 2 Panduan Prilaku

Loyal Sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang ASN, ASN sebagai profesi berlandaskan pada prinsip Nilai Dasar (pasal 4) serta Kode Etik dan Kode Perilaku (Pasal 5, Ayat 2) dengan serangkaian Kewajibannya (Pasal 23). Untuk melaksanakan dan mengoperasionalkan ketentuan-ketentuan tersebut maka dirumuskanlah Core Value ASN BerAKHLAK yang didalamnya terdapat nilai Loyal dengan 3 (tiga) panduan perilaku (kode etik)- nya.Sifat dan sikap loyal warga negara termasuk ASN terhadap bangsa dan negaranya dapat diwujudkan dengan mengimplementasikan Nilai-Nilai Dasar Bela Negara dalam kehidupan sehari-harinya

Selesai

29 Rabu, …. Februari 2024 2 Loyal dalam

konteks organisasi pemerintah

komitmennya dalam melaksanakan sumpah/janji yang diucapkannya ketika diangkat menjadi PNS sebagaimana ketentuan perundang- undangangan yang berlaku. Disiplin PNS adalah kesanggupan PNS untuk menaati kewajiban dan menghindari larangan yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan. Oleh karena itu pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Hanya PNS-PNS yang memiliki loyalitas yang tinggilah yang dapat menegakkan kentuan-ketentuan kedisiplinan ini dengan baik. Berdasarkan pasal 10 Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, seorang ASN memiliki 3 (tiga) fungsi yaitu sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik serta perekat dan pemersatu bangsa.Kemampuan ASN dalam melaksanakan ketiga fungsi tersebut merupakan perwujudan dari implementai nilai-nilai loyal dalam konteks individu maupun sebagai bagian dari Organisasi Pemerintah. Kemampuan ASN dalam memahami dan mengamalkan nilai- nilai Pancasila menunjukkan kemampuan ASN tersebut dalam wujudkan nilai loyal dalam kehidupannya sebagai ASN yang merupakan bagian/komponen dari organisasi pemerintah maupun sebagai bagian dari anggota masyarakat.

Selesai

30 Rabu, …. Februari 2024 2 ADAPTIF

Adaptif adalah karakteristik alami yang dimiliki makhluk hidup untuk bertahan hidup dan menghadapi segala perubahan lingkungan atau ancaman yang timbul. Dengan demikian adaptasi merupakan kemampuan mengubah diri sesuai dengan keadaan lingkungan tetapi juga mengubah lingkungan sesuai dengan keadaan (keinginan diri).

Selesai

(9)

JURNAL MOOC PPPK 2024

PPPK_CIANJUR19_8_Sri Rucito Dalam KBBI diuraikan definisi adaptif adalah mudah menyesuaikan (diri) dengan keadaan Fondasi organisasi adaptif dibentuk dari tiga unsur dasar yaitu lanskap (landscape), pembelajaran (learning), dan kepemimpinan (leadership).

Organisasi adaptif esensinya adalah organisasi yang terus melakukan perubahan, mengikuti perubahan lingkungan strategisnya.

Adaptasi merupakan kemampuan alamiah dari makhluk hidup. Organisasi dan individu di dalamnya memiliki kebutuhan beradaptasi selayaknya makhluk hidup, untuk mempertahankan keberlangsungan hidupnya.

Kemampuan beradaptasi juga memerlukan adanya inovasi dan kreativitas yang ditumbuhkembangkan dalam diri individu maupun organisasi. Di dalamnya dibedakan mengenai bagaimana individu dalam organisasi dapat berpikir kritis versus berpikir kreatif.

31 Kamis, …. Februari 2024 2 Panduan prilaku

adaptif

Perilaku adaptif merupakan tuntutan yang harus dipenuhi dalam mencapai tujuan – baik individu maupun organisasi – dalam situasi apa pun. Salah satu tantangan membangun atau mewujudkan individua dan organisasi adaptif tersebut adalah situasi VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity). Hadapi Volatility dengan Vision, hadapi uncertainty dengan understanding, hadapi complexity dengan clarity, dan hadapi ambiguitu dengan agility.

Selesai

(10)

JURNAL MOOC PPPK 2024

PPPK_CIANJUR19_8_Sri Rucito

32 Kamis, …. Februari 2024 2 Adaptif dalam

konteks organisasi pemerintah

Grindle menggabungkan dua konsep untuk mengukur bagaimana pengembangan kapasitas pemerintah adaptif dengan indikator-indikator sebagai berikut: (a) Pengembangan sumber daya manusia adaptif; (b) Penguatan organisasi adaptif dan (c) Pembaharuan institusional adaptif.

Terkait membangun organisasi pemerintah yang adaptif, Neo

& Chan telah berbagi pengalaman bagaimana Pemerintah Singapura menghadapi perubahan yang terjadi di berbagai sektornya, mereka menyebutnya dengan istilah dynamic governance. Menurut Neo & Chen, terdapat tiga kemampuan kognitif proses pembelajaran fundamental untuk pemerintahan dinamis yaitu berpikir ke depan (think ahead), berpikir lagi (think again) dan berpikir lintas (think across).

Selesai

33 Kamis, …. Februari 2024 2 KOLABORATIF Konsep kolaborasi

Ratner (2012) mengungkapkan terdapat mengungkapkan tiga tahapan yang dapat dilakukan dalam melakukan assessment terhadap tata kelola kolaborasi yaitu : 1. mengidentifikasi permasalahan dan peluang;

2. merencanakan aksi kolaborasi; dan

3. mendiskusikan strategi untuk mempengaruhi

Selesai

(11)

JURNAL MOOC PPPK 2024

PPPK_CIANJUR19_8_Sri Rucito

34 Jumat, …. Februari 2024 Praktek dan aspek

normatif koaborasi pemerinth

Menurut Pérez López et al (2004 dalam Nugroho, 2018), organisasi yang memiliki collaborative culture indikatornya sebagai berikut:

1) Organisasi menganggap perubahan sebagai sesuatu yang alami dan perlu terjadi;

2) Organisasi menganggap individu (staf) sebagai aset berharga dan membutuhkan upaya yang diperlukan untuk terus menghormati pekerjaan mereka;

3) Organisasi memberikan perhatian yang adil bagi staf yang mau mencoba dan mengambil risiko yang wajar dalam menyelesaikan tugas mereka (bahkan ketika terjadi kesalahan);

4) Pendapat yang berbeda didorong dan didukung dalam organisasi (universitas) Setiap kontribusi dan pendapat sangat dihargai;

5) Masalah dalam organisasi dibahas transparan untuk menghindari konflik;

6) Kolaborasi dan kerja tim antar divisi adalah didorong;

dan Secara keseluruhan, setiap divisi memiliki kesadaran terhadap kualitas layanan yang diberikan.

Selesai

35 Sabtu, …. Februari 2024 3 SMART ASN Literasi digital Kompetensi literasi digital diperlukan agar seluruh masyarakat digital dapat menggunakan media digital secara bertanggung jawab. Hal ini termasuk dalam visi misi Presiden Jokowi untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM). Penilaiannya dapat ditinjau dari etis dalam mengakses media digital (digital ethics), budaya menggunakan digital (digital culture), menggunakan media digital dengan aman (digital safety), dan kecakapan menggunakan media digital (digital skills).

Selesai

(12)

JURNAL MOOC PPPK 2024

PPPK_CIANJUR19_8_Sri Rucito

36 Sabtu, …. Februari 2024 3 Percepatan

Transformasi Digital

5 arahan presiden untuk percepatan transformasi digital : 1. Perluasan akses dan peningkatan infrastruktur digital.

2. Persiapkan betul roadmap transportasi digital di sektor sektor strategis, baik di pemerintahan, layanan publik, bantuan sosial, sektor pendidikan, sektor kesehatan, perdagangan, sektor industri, sektor penyiaran.

3. Percepat integrasi Pusat Data Nasional sebagaimana sudah dibicarakan.

4. Persiapkan kebutuhan SDM talenta digital

5. Persiapan terkait dengan regulasi, skema-skema pendanaan dan pembiayaan transformasi digital dilakukan secepat-cepatnya (Oktari, 2020)

Selesai

37 Sabtu, …. Februari 2024 3 Apa yang

Diharapkan dari Seorang ASN Perilaku Individu (Personal

Behaviour)

Perilaku berkaitan dengan menghindari perilaku yang curang dan koruptif (Fraudulent and Corrupt Behaviour): ASN tidak akan terlibat dalam penipuan atau korupsi;

ASN dilarang untuk melakukan penipuan yang menyebabkan kerugian keuangan aktual atau potensial untuk setiap orang atau institusinya ASN dilarang berbuat curang dalam menggunakan posisi dan kewenangan mereka untuk keuntungan pribadinya;

ASN akan melaporkan setiap perilaku curang atau korup;

ASN akan melaporkan setiap pelanggaran kode etik badan mereka; ASN akan memahami dan menerapkan kerangka akuntabilitas yang berlaku di sektor publik.

Selesai

38 Minggu, …. Februari 2024 3 Penggunaan

Sumber Daya Milik Negara

Setiap ASN harus memastikan bahwa: Penggunaannya diaturan sesuai dengan prosedur yang berlaku

Penggunaannya dilaklukan secara bertanggung- jawab dan efisien Pemeliharaan fasilitas secara benar dan

bertanggung jawab. Namun, kadang permasalahannya tidak selalu “hitam dan putih”

Selesai

(13)

JURNAL MOOC PPPK 2024

PPPK_CIANJUR19_8_Sri Rucito 39 Minggu, …. Februari 2024 3 Managemen ASN Kedudukan,

Peran, Hak dan Kewajiban, dan Kode Etik ASN

Aparatur Sipil Negara mempunyai peran yang amat penting dalam rangka menciptakan masyarakat madani yang taat hukum, berperadaban modern, demokratis, makmur, adil, dan bermoral tinggi dalam menyelenggarakan pelayanan kepada masyarakat secara adil dan merata, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan pebuh kesetiaan kepada Pancasila dan Undang Undang Dasar Tahun 1945. Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan Pegawai ASN yang professional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Manajemen ASN lebih menekankan kepada pengaturan profesi pegawai sehingga diharapkan agar selalu tersedia sumber daya aparatur sipil Negara yang unggul selaras dengan perkembangan jaman. Kedudukan atau status jabatan ASN dalam system birokrasi selama ini dianggap belum sempurna untuk menciptakan birokrasi yang professional. Untuk dapat membangun profesionalitas birokrasi, maka konsep yang dibangun dalam UU ASN tersebut harus jelas. Berikut beberapa konsep yang ada dalam UU No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. Pegawai ASN berkedudukan sebagai aparatur negara yang menjalankan kebijakan yang ditetapkan oleh pimpinan instansi pemerintah serta harus bebas dari pengaruh dan intervensi semua golongan dan partai politik. Pegawai ASN dilarang menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik. Selain untuk menjauhkan birokrasi dari pengaruh partai politik, hal ini dimaksudkan untuk menjamin keutuhan, kekompakan

Selesai

dan persatuan ASN, serta dapat memusatkan segala perhatian, pikiran, dan tenaga pada tugas yang dibebankan kepadanya.

(14)

JURNAL MOOC PPPK 2024

PPPK_CIANJUR19_8_Sri Rucito

40 Minggu, …. Februari 2024 3 Mekanisme

pengelolaan ASN.

UU NO 5 TAHUN 2014 ( Undang Undang Aparatur Sipil Negara/ PP 11 Tahun 2017 jo PP 17 tahun 2020 dan PP 49 Tahun 2018

Selesai

Pandangan Umum Peserta

Kegiatan Orientasi PPPK melalui MOOC LAN menambah wawasan bagi peserta Latsar PPPK, sebagai tanggung jawab moral dalam pelaksanaan menjalankan amanat, tugas, tanggung jawab sebagai PPPK, yang berwawasan Pancasila dan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia.

Bebas dari intrvensi politik praktis, Mampu mengemban amanat yang diberikan , Lepas dari Perbuatan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Sebagai PPPK yang bertanggung Jawab Kepada Tuhan yang Maha Esa, diri sendiri, masyarakat, bangsa dan negaranya.

Cianjur, Februari 2024

Sri Rucito, S.Pd

197803062023212008

(15)

JURNAL MOOC PPPK 2024

PPPK_CIANJU19_8_Sri Rucito

NAMA : Sri Rucito, S.Pd.

NIP : 197803062023212008

TEMPAT, TANGGAL LAHIR : Cianjur, 06-03- 1978

GOLONGAN : IX

JABATAN : AHLI PERTAMA - GURU KELAS

INSTANSI : SDN Cipetir 3 /Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Cianjur

TUGAS : RESUME

AGENDA 1 SIKAP PRILAKU BELA BANGSA SIKAP PERILAKU BELA NEGARA TERDIRI DARI :

1. Wawasan Kebangsaan dan Nilai-Nilai Bela Negara Rangkuman

Pancasila sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 yang ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 1945, merupakan dasar negara Republik Indonesia, baik sebagai dasar ideologi maupun filosofi bangsa. Kedudukan Pancasila ini dipertegas dalam UU No. 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang- undangan sebagai sumber dari segala sumber hukum negara. Artinya, setiap materi muatan kebijakan negara, termasuk UUD 1945, tidak bolehbertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

Dari sudut hukum, UUD 1945, merupakan tatanan pertama dan utama daripenjabaran lima norma dasar negara (ground norms) Pancasila beserta normanormadasar lainnya yang termuat dalam Pembukaan UUD 1945, menjadi normahukum yang memberi kerangka dasar hukum sistem penyelengagaran negara padaumumnya, atau khususnya sistem penyelenggaraan negara yang mencakup aspek kelembagaan, aspek ketatalaksanaan, dan aspek sumber daya manusianya.

Landasan konstitusi atau UUD, yang bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia disebut UUD1945 pada hasil Amandemen I, II, III dan IV terakhir pada tahun 2002 (UUD 1945) merupakan hukum dasar tertulis dan sumber hukum tertinggi dalam hierarkhiperaturan perundang-undangan Republik Indonesia. Atas dasar itu, penyelenggaraan negara harus dilakukan sesuaikan dengan arah dan kebijakan penyelenggaraan negara yang berlandaskan Pancasila dan konstitusi negara, yaituUUD 1945.

Pembukaan UUD 1945 sebagai dokumen yang ditempatkan di bagian depan UUD1945, merupakan tempat dicanangkannya berbagai norma dasar yang melatar belakangi, kandungan cita-cita luhur dari Pernyataan Proklamasi Kemerdekaan 17Agustus 1945, dan oleh karena itu tidak akan berubah atau dirubah, sebagai dasar dan sumber hukum bagi Batang-tubuh UUD 1945 maupun bagi Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia apapun yang akan atau mungkin dibuat.

Normanorma dasar yang merupakan cita-cita luhur bagi Republik Indonesia dalam penyelenggaraan berbangsa dan bernegara tersebut dapat ditelusur pada Pembukaan UUD 1945 tersebut yang terdiri dari empat (4) alinea.

Dari sudut hukum, batang tubuh UUD 1945 merupakan tataran pertama dan utamadari penjabaran 5 (lima) norma dasar negara (ground norms) Pancasila besertanorma-norma dasar lainnya yang termuat dalam Pembukaan UUD 1945, menjadinorma hukum yang memberi kerangka dasar hukum sistem administrasi negara Republik Indonesia pada umumnya, atau khususnya sistem penyelenggaraan pemerintahan negara yang mencakup aspek kelembagaan, aspek ketatalaksanaan, dan aspek sumber daya manusianya.

Wawasan kebangsaan diartikan sebagai konsepsi cara pandang yang

(16)

dilandasi akan kesadaran diri sebagai warga dari suatu negara akan diri dan lingkungannya di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Prof. Muladi, Gubernur Lemhannas RI, menyampaikan bahwa wawasan kebangsaan adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya, mengutamakan kesatuan dan persatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

BEBERAPA TITIK PENTING DALAM SEJARAH BANGSA INDONESIA

1) 20 Mei 1908, puluhan anak muda berkumpul di aula Stovia. Dalam pertemuan itu mereka sepakat mendirikan organisasi Boedi Oetomo

2) Perhimpunan Indonesia (PI) merupakan organisasi pergerakan nasional pertama yang menggunakan istilah "Indonesia". Bahkan Perhimpunan Indonesia menjadi pelopor kemerdekaan bangsa Indonesia di kancah internasional. Perhimpunan Indonesia (PI) diprakarsai oleh Sutan Kasayangan dan R. N. Noto Suroto pada 25 Oktober 1908 di Leiden, Belanda 3) Pada tanggal 30 April 1926 di Jakarta diselenggarakan “Kerapatan Besar

Pemuda”, yang kemudian terkenal dengan nama “Kongres Pemuda I”.

Kongres Pemuda I ini dihadiri oleh wakil organisasi pemuda Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Ambon, Sekar Rukun, Jong Islamieten Bond, Studerenden Minahasaers, kemudian Jong Bataks Bond dan Pemuda Kaum Theosofi juga ikut dalam kerapatan besar. Pada 27-28 Oktober 1928, Kongres Pemuda Kedua dilaksanakan

4) Pada 1 Maret 1945 dalam situasi kritis, Letnan Jendral Kumakici Harada, pimpinan pemerintah pendudukan Jepang di Jawa, mengumumkan pembentukan Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). PPKI terbentuk pada 7 Agustus 1945.

BENDERA, BAHASA, DAN LAMBANG NEGARA, SERTA LAGU KEBANGSAAN 1) “Bendera Negara Kesatuan Republik Indonesia yang selanjutnya disebut

Bendera Negara adalah Sang Merah Putih”

(Pasal 1 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 tahun 2009 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan)

2) “Bahasa Indonesia yang dinyatakan sebagai bahasa resmi negara dalam Pasal 36 Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 1945 bersumber dari bahasa yang diikrarkan dalam Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928 sebagai bahasa persatuan yang dikembangkan sesuai dengan dinamika peradaban Bangsa”

(17)

(Pasal 25 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 tahun 2009 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan

3) “Lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia berbentuk Garuda Pancasila yang kepalanya menoleh lurus ke sebelah kanan, perisai berupa jantung yang digantung dengan rantai pada leher Garuda, dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika ditulis di atas pita yang dicengkeram oleh Garuda”(Pasal 46 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 tahun 2009 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan)

4) “Lagu Kebangsaan adalah Indonesia Raya yang digubah oleh Wage Rudolf Supratman”(Pasal 58 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 tahun 2009 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan)

BELA NEGARA adalah tekad, sikap, dan perilaku serta tindakan warga negara, baik secara perseorangan maupun kolektif dalam menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa dan negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa Indonesia dan Negara dari berbagai Ancaman”

HARI BELA NEGARA Hari Bela Negara tanggal 18 Desember 2006 dengan pertimbangan bahwa tanggal 19 Desember 1948 merupakan hari bersejarah bagi bangsa Indonesia.

Pada tanggal tersebut terbentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia dalam rangka mengisi kekosongan kepemimpinan Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam rangka bela Negara serta bahwa dalam upaya lebih mendorong semangat kebangsaan dalam bela negara dalam rangka mempertahankan kehidupan ber-bangsa dan bernegara yang menjunjung tinggi persatuan dan Kesatuan.

Nilai Dasar Bela Negara meliputi:

1) CINTA TANAH AIR indikatornya:

a) Menjaga tanah dan perkarangan serta seluruh ruang wilayah Indonesia

b) Jiwa dan raganya bangga sebagai bangsa Indonesia c) Jiwa patriotisme terhadap bangsa dan negaranya d) Menjaga nama baik bangsa dan negara

e) Memberikan konstribusi pada kemajuan bangsa dan negara f) Bangga menggunakan hasil

g) produk bangsa Indonesia

2) KESADARAN BERBANGSA DAN BERNEGARA indikatornya:

a) Berpartisipasi aktif dalam organisasi kemasyarakatan, profesi maupun politik

b) Menjalankan hak dan kewajibannya sebagai warga Negara sesuai dengan peraturan perundang- undangan yang berlaku c) Ikut serta dalam pemilihan umum

d) Berpikir, bersikap dan berbuat yang

(18)

e) terbaik bagi bangsa dan negaranya f) Berpartisipasi menjaga kedaulatan g) bangsa dan negara

3) SETIA PADA PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NEGARA indikatornya:

a) Paham nilai-nilai dalam Pancasila

b) Mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari- hari

c) Menjadikan Pancasila sebagai pemersatu bangsa dan negara d) Senantiasa mengembangkan nilai-nilai Pancasila

e) Yakin dan percaya bahwa Pancasila sebagai dasar negara 4) RELA BERKORBAN UNTUK BANGSA DAN NEGARA indikatornya:

a) Bersedia mengorbankan waktu, tenaga dan pikirannya untuk kemajuan bangsa dan negara

b) Siap membela bangsa dan negara dari berbagai macam ancaman

c) Berpartisipasi aktif dalam pembangunan masyarakat, bangsa dan negara

d) Gemar membantu sesama warga negara yang mengalami kesulitan

e) Yakin dan percaya bahwa pengorbanan untuk bangsa dan negaranya tidak sia-sia

5) KEMAMPUAN AWAL BELA NEGARA indikatornya:

a) Memiliki kecerdasan emosional dan spiritual serta intelejensia b) Senantiasa memelihara jiwa dan raga

c) Senantiasa bersyukur dan berdoa atas kenikmatan yang telah diberikan Tuhan Yang Maha Esa

d) Gemar berolahraga

e) Senantiasa menjaga kesehatannya 2. ANALISIS ISU KONTEMPORER

Rangkuman

Perubahan adalah sesuatu keniscayaan yang tidak bisa dihindari, menjadi bagian yang selalu menyertai perjalanan peradaban manusia. Cara kita menyikapi terhadap perubahan adalah hal yang menjadi faktor pembeda yang akan menentukan seberapa dekat kita dengan perubahan tersebut, baik pada perubahan lingkungan individu, keluarga (family), Masyarakat pada level lokal dan regional (Community/ Culture), Nasional (Society), dan Dunia (Global).

Dengan memahami penjelasan tersebut, maka yang perlu menjadi fokus perhatian adalah mulai membenahi diri dengan segala kemampuan, kemudian mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki dengan memperhatikan modal insani (manusia) yang merupakan suatu bentuk modal (modal intelektual, emosional, sosial, ketabahan, etika/moral, dan modal kesehatan (kekuatan) fisik/jasmani) yang tercermin dalam bentuk pengetahuan, gagasan, kreativitas, keterampilan, dan produktivitas kerja. Perubahan lingkungan stratejik yang

(19)

begitu cepat, massif, dan complicated saat ini menjadi tantangan bagi bangsa Indonesia dalam percaturan global untuk meningatkan daya saing sekaligus mensejahterakan kehidupan bangsa. Pada perubahan ini perlu disadari bahwa globalisasi baik dari sisi positif apalagi sisi negative sebenarnya adalah sesuatu yang tidak terhindarkan dan bentuk dari konsekuensi logis dari interaksi peradaban antar bangsa. Terdapat beberapa isu-isu strategis kontemporer yang telah 247 menyita ruang publik harus dipahami dan diwaspadai serta menunjukan sikap perlawanan terhadap isu-isu tersebut. Isu-isu strategis kontemporer yang dimaksud yaitu: korupsi, narkoba, terorisme dan radikalisasi, tindak pencucian uang (money laundring), dan proxy war dan isu Mass Communication dalam bentuk Cyber Crime, Hate Speech, dan Hoax.

Strategi bersikap yang harus ditunjukan adalah dengan cara-cara objektif dan dapat dipertanggungjawabkan serta terintegrasi/komprehensif. Oleh karena itu dibutuhkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan objektif terhadap satu persoalan, sehingga dapat merumuskan alternatif pemecahan masalah yang lebih baik dengan dasar analisa yang matang.

(20)

Undang-undang ASN setiap ASN perlu memahami dengan baik fungsi dan tugasnya:

1. Melaksanakan : Kebijakan publik yang dibuat oleh Pejabat Pembina Kepegawaian sesuai dengan peraturan perundang- undangan.

2. Memberikan :Pelayanan publik yang profesional dan berkualitas 3. Memperat :Persatuan dan kesatuan Negara Republik Indonesia Menjadi ASN yang professional:

1. Mengambil Tanggung Jawab 2. Menunjukkan Sikap Mental Positif 3. Mengutamakan Keprimaan

4. Menunjukkan Kompetensi 5. Memegang Teguh Kode Etik

Modal Insan Dalam Menghadapinya 1. Modal Intelektual

2. Modal Emosional 3. Modal Sosial

4. Modal ketabahan (adversity 5. Modal etika/moral

6. Modal Kesehatan (kekuatan) Fisik/Jasmani ISU-ISU STRATEGIS KONTEMPORER:

1. KORUPSI

Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 telah mengatur berbagai modus operandi tindak pidana korupsi sebagai tindak pidana formil

2. NARKOBA

Dunia internasional (UNODC) menyebutnya dengan istilah narkotika yang mengandung arti obat- obatan jenis narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya.

PENGGOLONGAN NARKOTIKA

1. Golongan I yang ditujukan untuk ilmu pengetahuan dan bukan untuk pengobatan dan sangat berpotensi tinggi menyebabkan ketergantungan. Contoh 1. Opiat: morfin, heroin, petidin, candu. 2.

Ganja atau kanabis, marijuana, hashis. 3. Kokain: serbuk kokain, pasta kokain, daun kokain.

(21)
(22)
(23)

TERORISME

Terorisme adalah perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara meluas, yang dapat menimbulkan korban yang bersifat massal, dan/atau menimbulkan kerusakan atau kehancuran terhadap objek vital yang strategis, Iingkungan hidup, fasilitas publik, atau fasilitas internasional dengan motif ideologi, politik, atau gangguan keamanan.

Terorisme sebagai kejahatan luar biasa jika dilihat dari akar perkembangannya sangat terhubung dengan radikalisme. Untuk memahami Hubungan konseptual antara radikalisme dan terorisme dengan menyusun kembali definsi istilah-istilah yang terkait.

Radikalisme merupakan suatu sikap yang mendambakan perubahan secara total dan bersifat revolusioner dengan menjungkirbalikkan nilai-nilai yang ada secara drastis lewat kekerasan (violence) dan aksi-aksi yang ekstrem. Ciri-ciri sikap dan paham radikal adalah:

tidak toleran (tidak mau menghargai pendapat dan keyakinan orang lain); fanatik (selalu merasa benar sendiri; menganggap orang lain salah); eksklusif (membedakan diri dari umat umumnya); dan revolusioner (cenderung menggunakan cara kekerasan untuk mencapai tujuan).

Radikal Terorisme adalah suatu gerakan atau aksi brutal mengatasnamakan ajaran agama/golongan, dilakukan oleh sekelompok orang tertentu, dan agama dijadikan senjata politik untuk menyerang kelompok lain yang berbeda pandangan.

MONEY LOUNDRY

“Money laundering” dalam terjemahan bahasa Indonesia adalah aktivitas pencucian uang.

Terjemahan tersebut tidak bisa dipahami secara sederhana (arti perkata) karena akan menimbulkan perbedaan cara pandang dengan arti yang populer, bukan berarti uang tersebut dicuci karena kotor seperti sebagaimana layaknya mencuci pakaian kotor. Oleh karena itu, perlu dijelaskan terlebih dahulu sejarah munculnya money laundering dalam perspektif sebagai salah satu tindak kejahatan.

PROXY WAR MODERN

Yono Reksodiprojo menyebutkan Proxy War adalah istilah yang merujuk pada konflik di antara dua negara, di mana negara tersebut tidak serta-merta terlibat langsung dalam peperangan karena melibatkan ‘proxy’ atau kaki tangan. Perang Proksi merupakan bagian dari modus perang asimetrik, sehingga berbeda jenis dengan perang konvensional. Perang asimetrik bersifat irregular dan tak dibatasi oleh besaran kekuatan tempur atau

(24)

luasan daerah pertempuran. Perang proxy memanfaatkan perselisihan eksternal atau pihak ke tiga untuk menyerang kepentingan

COMMUNICATION (CYBER CRIME,HATE SPEECH, HOAX)

MEDIA MASSA VS MEDIA SOSIAL

CYBER CRIME ATAU KEJAHATAN SAIBER merupakan bentuk kejahatan yang terjadi dan beroperasi di dunia maya dengan menggunakan komputer, jaringan komputer dan internet. Pelakunya pada umumnya harus menguasai teknik komputer, algoritma, pemrograman dan sebagainya, sehingga mereka mampu menganalisa sebuah sistem dan mencari celah agar bisa masuk, merusak atau mencuri data atau aktivitas kejahatan

(25)

lainnya.

HATE SPEECH ATAU UJARAN KEBENCIAN dalam bentuk provokasi, hinaan atau hasutan yang disampaikan oleh individu ataupun kelompok di muka umum atau di ruang publik merupakan salah satu bentuk kejahatan dalam komunikasi massa. Dengan berkembangnya teknologi informasi, serta kemampuan dan akses pengguna media yang begitu luas, maka ujaran-ujaran kebencian yang tidak terkontrol sangat mungkin terjadi. Apalagi dengan karakter anonimitas yang menyebabkan para pengguna merasa bebas untuk menyampaikan ekspresi tanpa memikirkan efek samping atau dampak langsung terhadap objek atau sasaran ujaran kebencian.

HOAX adalah berita atau pesan yang isinya tidak dapat dipertangung jawabkan atau bohong atau palsu, baik dari segi sumber maupun isi. Sifatnya lebih banyak mengadu domba kelompok-kelompok yang menjadi sasaran dengan isi pemberitaan yang tidak benar. Pelaku hoax dapat dikategorikan dua jenis, yaitu pelaku aktif dan pasif. Pelaku aktif melakukan atau menyebarkan berita palsu secara aktif membuat berita palsu dan sengaja menyebarkan informasi yang salah mengenai suatu hal kepada publik. Sedangkan pelaku pasif adalah individu atau kelompok yang secara tidak sengaja menyebarkan berita palsu tanpa memahami isi atau terlibat dalam pembuatannya.

ISU KRITIKAL secara umum terbagi ke dalam tiga kelompok :

1. CURRENT ISSUE merupakan kelompok isu yang mendapatkan perhatian dan sorotan publik secara luas dan memerlukan penanganan sesegera mungkin dari pengambil keputusan

2. EMERGING ISSUE merupakan isu yang perlahan- lahan masuk dan menyebar di ruang publik, dan publik mulai menyadari adanya isu tersebut.

3. ISU POTENSIAL Kelompok isu yang belum nampak di ruang publik, namun dapat terindikasi dari beberapa instrumen (sosial, penelitian ilmiah, analisis intelijen, dsb) yang mengidentifikasi adanya kemungkinan merebak isu dimaksud di masa depan.

TEKNIK TAPISAN

Menetapkan rentang penilaian (1-5) pada kriteria; Aktual, Kekhalayakan, Problematik, dan Kelayakan. Aktual artinya isu tersebut benar-benar terjadi dan sedang hangat dibicarakan dalam masyarakat. Kekhalayakan artinya Isu tersebut menyangkut hajat hidup orang banyak. Problematik artinya Isu tersebut memiliki dimensi masalah yang kompleks, sehingga perlu dicarikan segera solusinya secara komperehensif, dan Kelayakan artinya Isu tersebut masuk akal, realistis, relevan, dan dapat dimunculkan inisiatif pemecahan masalahnya.

Alat bantu tapisan lainnya misalnya menggunakan kriteria USG dari mulai sangat USG atau tidak sangat USG. Urgency: seberapa mendesak suatu isu harus dibahas, dianalisis dan ditindaklanjuti. Seriousness: Seberapa serius suatu isu harus dibahas dikaitkan dengan akibat yang akan ditimbulkan. Growth: Seberapa besar kemungkinan memburuknya isu tersebut jika tidak ditangani segera.

3. KESIAPSIAGAAN BELA NEGARA

Kesiapsiagaan Bela Negara adalah suatu keadaan siap siaga yang dimiliki oleh seseorang baik secara fisik , mental , maupun sosial dalam menghadapi situasi kerja yang beragam yang dilakukan berdasarkan kebulatan sikap dan tekad secara ikhlas

dan sadar disertai kerelaan berkorban sepenuh jiwa raga yang dilandasi oleh kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan

(26)

Pancasila dan UUD Tahun 1945 untuk menjaga , merawat , dan menjamin kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara ”.

Rumusan 5 Nilai Bela Negara : 1. Rasa CintaTanah Air

2. SadarBerbangsadan Bernegara;

3. Setia kepadaPancasila Sebagai Ideologi Negara 4. Rela Berkorban untuk Bangsadan Negara 5. Mempunyai Kemampuan Awal Bela Negara

Bela Negara : Tekad, sikap, dan perilaku serta tindakan warga negara, baik secara perseorangan maupun kolektif dalam menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa dan negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa Indonesia dan Negara dari berbagai Ancaman.

AKSI NASIONAL BELA NEGARA adalah sinergi setiap warga negara guna mengatasi segala macam ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan dengan berlandaskan pada nilai-nilai luhurbangsa untuk mewujudkan negara yang berdaulat, adil, dan Makmur.

NILAI-NILAI BELA NEGARA

(27)

Deskripsi :

Mata Pelatihan ini diberikan untuk memfasilitasi pembentukan nilai Akuntabel pada peserta melalui substansi pembelajaran yang terkait dengan pelaksanaan tugas dengan jujur, bertanggung jawab, cermat, disiplin dan berintegritas tinggi, penggunaan kekayaan dan barang milik negara secara bertanggung jawab, efektif, dan efisien serta tidak menyalahgunakan kewenangan jabatan.

Deskripsi :

Mata Pelatihan ini diberikan untuk memfasilitasi pembentukan nilai berorientasi pelayanan pada peserta melalui substansi pembelajaran yang terkait dengan pemahaman dan pemenuhan kebutuhan masyarakat, ramah, cekatan, solutif, dan dapat diandalkan, serta melakukan perbaikan tiada henti.

(28)

RANGKUMAN

Ketersediaan informasi publik telah memberikan pengaruh yang besar pada berbagai sektor dan urusan publik di Indonesia. Salah satu tema penting yang berkaitan dengan isu ini adalah perwujudan transparansi tata kelola keterbukaan informasi publik, dengan diterbitkannya UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik

(selanjutnya disingkat: KIP).

• Aparat pemerintah dituntut untuk mampu menyelenggarakan pelayanan yang baik untuk public Hal ini berkaitan dengan tuntutan untuk memenuhi etika birokrasi yang berfungsi memberikan pelayanan kepada masyarakat. Etika pelayanan publik adalah suatu panduan atau pegangan yang harus dipatuhi oleh para pelayan publik atau birokrat untuk menyelenggarakan pelayanan yang baik untuk publik.Buruknya sikap aparat sangat berkaitan dengan etika.

• Ada dua jenis umum konflik kepentingan yaitu keuangan (Penggunaan sumber daya lembaga termasuk dana, peralatan atau sumber daya aparatur untuk keuntungan pribadi) dan non-keuangan (Penggunaan posisi atau wewenang untuk membantu diri sendiri dan /atau orang lain).

• Untuk membangun budaya antikorupsi di organisasi pemerintahan, dapat mengadopsi langkah-langkah yang diperlukan dalam penanganan Konflik Kepentingan:

a. Penyusunan Kerangka Kebijakan,

b. Identifikasi Situasi Konflik Kepentingan,

c. Penyusunan Strategi Penangan Konflik Kepentingan, dan

d. Penyiapan Serangkaian Tindakan Untuk Menangani Konflik Kepentingan.

Peribahasa ‘Waktu Adalah Uang’ digunakan oleh banyak ‘oknum’ untuk memberikan layanan spesial bagi mereka yang memerlukan waktu layanan yang lebih cepat dari biasanya. Sayangnya, konsep ini sering bercampur dengan konsep sedekah dari sisi penerima layanan yang sebenarnya tidak tepat.Waktu berlalu, semua pihak sepakat, menjadi kebiasaan, dan dipahami oleh hampir semua pihak selama puluhan tahun.

a. Tugas berat Anda sebagai ASN adalah ikut menjaga bahkan ikut berpartisipasi dalam proses menjaga dan meningkatkan kualitas layanan tersebut. Karena, bisa jadi, secara aturan dan payung hukum sudah memadai, namun, secara pola pikir dan mental, harus diakui, masih butuh usaha keras dan komitment yang ekstra kuat.

b. Employer Branding yang termaktub dalam Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 20 Tahun 2021, “Bangga

Melayani Bangsa”, menjadi udara segar perbaikan dan peningkatan layanan publik.

Namun, Mental dan Pola Pikir berada di domain pribadi, individual. Bila dilakukan oleh semua unsur ASN, akan memberikan dampak sistemik. Ketika perilaku koruptif yang negatif bisa memberikan dampak sistemik seperti sekarang ini, sebaliknya, mental dan pola pikir positif pun harus bisa memberikan dampak serupa.

Dalam banyak hal, kata akuntabilitas sering disamakan dengan responsibilitas atau tanggung jawab.Namun pada dasarnya, kedua konsep tersebut memiliki arti yang berbeda.

Responsibilitas adalah kewajiban untuk bertanggung jawab,

(29)

sedangkan akuntabilitas adalah kewajiban pertanggungjawaban yang harus dicapai.

Aspek - Aspek akuntabilitas mencakup beberapa hal berikut yaitu akuntabilitas adalah sebuah hubungan, akuntabilitas berorientasi pada hasil, akuntabilitas membutuhkan adanya.laporan, akuntabilitas memerlukan konsekuensi, serta akuntabilitas memperbaiki kinerja.

Akuntabilitas publik memiliki tiga fungsi utama (Bovens, 2007), yaitu : 1. untuk menyediakan kontrol demokratis (peran demokrasi);

2. untuk mencegah korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan (peran konstitusional);

3. untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas (peran belajar).

Akuntabilitas publik terdiri atas dua macam, yaitu:

1. Akuntabilitas vertical (vertical accountability): adalah pertanggungjawaban atas pengelolaan dana kepada otoritas yang lebih tinggi, misalnya pertanggungjawaban unit-unit kerja (dinas) kepada pemerintah daerah, kemudian pemerintah daerah kepada pemerintah pusat, pemerintah pusat kepada MPR. Akuntabilitas vertikal membutuhkan pejabat pemerintah untuk melaporkan "ke bawah" kepada publik. Misalnya, pelaksanaan pemilu, referendum

2. Akuntabilitas horizontal (horizontal accountability).: adalah pertanggungjawaban kepada masyarakat luas. Akuntabilitas ini membutuhkan pejabat pemerintah untuk melaporkan "ke samping" kepada para pejabat lainnya dan lembaga negara. Contohnya adalah lembaga pemilihan umum yang independen, komisi pemberantasan korupsi, dan komisi investigasi legislatif.

Akuntabilitas memiliki 5 tingkatan yang berbeda yaitu :

1. Akuntabilitas personal : mengacu pada nilaI-nilai yang ada pada diri seseorang seperti kejujuran, integritas, moral dan etika.

2. Akuntabilitas individu : mengacu pada hubungan antara individu dan lingkungan kerjanya, yaitu antara PNS dengan instansinya sebagai pemberi kewenangan. Pemberi kewenangan bertanggungjawab untuk memberikan arahan yang memadai, bimbingan, dan sumber daya serta menghilangkan hambatan kinerja, sedangkan PNS sebagai aparatur negara bertanggung jawab untuk memenuhi tanggung jawabnya.

3. Akuntabilitas kelompok : Kinerja sebuah institusi biasanya dilakukan atas kerjasama kelompok

4. Akuntabilitas organisasi : mengacu pada hasil pelaporan kinerja yang telah dicapai, baik pelaporan yang dilakukan oleh individu terhadap organisasi/institusi maupun kinerja organisasi kepada stakeholders lainnya.

5. Akuntabilitas stakeholder: adalah masyarakat umum, pengguna layanan, dan pembayar pajak yang memberikan masukan, saran, dan kritik terhadap kinerjanya.

RANGKUMAN

Akuntabilitas dan Integritas banyak dinyatakan oleh banyak ahli administrasi negara sebagai dua aspek yang sangat mendasar harus dimiliki dari seorang

(30)

pelayan publik.Namun, integritas memiliki keutamaan sebagai dasar seorang pelayan publik untuk dapat berpikir secara akuntabel.Kejujuran adalah nilai paling dasar dalam membangun kepercayaan publik terhadap amanah yang diembankan kepada setiap pegawai atau pejabat negara.

Setiap organisasi memiliki mekanisme akuntabilitas tersendiri.Mekanisme ini dapat diartikan secara berbeda-beda dari setiap anggota organisasi hingga membentuk perilaku yang berbeda-beda pula. Contoh mekanisme akuntabilitas organisasi, antara lain sistem penilaian kinerja, sistem akuntansi, sistem akreditasi, dan sistem pengawasan (CCTV, finger prints, ataupun software untuk memonitor pegawai menggunakan komputer atau website yang dikunjungi).

Hal-hal yang penting diperhatikan dalam membangun lingkungan kerja yang akuntabel adalah: 1) kepemimpinan, 2) transparansi, 3) integritas, 4) tanggung jawab (responsibilitas), 5) keadilan, 6) kepercayaan, 7) keseimbangan, 8) kejelasan, dan 9) konsistensi. Untuk memenuhi terwujudnya organisasi sektor publik yang akuntabel, maka mekanisme akuntabilitas harus mengandung 3 dimensi yaitu Akuntabilitas kejujuran dan hukum, Akuntabilitas proses, Akuntabilitas program, dan Akuntabilitas kebijakan.

Pengelolaan konflik kepentingan dan kebijakan gratifikasi dapat membantu pembangunan budaya akuntabel dan integritas di lingkungan kerja.Akuntabilias dan integritas dapat menjadi faktor yang kuat dalam membangun pola pikir dan budaya antikorupsi.

Akuntabilitas adalah prinsip dasar bagi organisasi yang berlaku pada setiap level/unit organisasi sebagai suatu kewajiban jabatan dalam memberikan pertanggungjawaban laporan kegiatan kepada atasannya.

KOMPETEN Deskripsi :

Mata Pelatihan ini diberikan untuk memfasilitasi pembentukan nilai Kompeten pada peserta melalui substansi pembelajaran yang terkait dengan peningkatan kompetensi diri untuk menjawab tantangan yang selalu berubah, membantu orang lain belajar serta pelaksanaan tugas dengan kualitas terbaik

RINGKASAN Perilaku ASN :

1. Berkinerja yang BerAkhlak:

 Setiap ASN sebagai profesional sesuai dengan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja.

 Selain ciri tersebut ASN terikat dengan etika profesi sebagai pelayan publik.

 Perilaku etika profesional secara operasional tunduk pada perilaku BerAkhlak.

2. Meningkatkan kompetensi diri:

 Meningkatkan kompetensi diri untuk menjawab tantangan yang selalu berubah adalah keniscayaan.

(31)

 Pendekatan pengembangan mandiri ini disebut dengan Heutagogi atau disebut juga sebagai teori “net-centric”, merupakan pengembangan berbasis pada sumber pembelajaran utama dari Internet.

 Perilaku lain ASN pembelajar yaitu melakukan konektivitas dalam basis online network.

 Sumber pembelajaran lain bagi ASN dapat memanfaatkan sumber keahlian para pakar/konsultan, yang mungkin dimiliki unit kerja atau instansi tempat ASN bekerja atau tempat lain.

 Pengetahuan juga dihasilkan oleh jejaring informal (networks), yang mengatur diri sendiri dalam interaksi dengan pegawai dalam organisasi dan atau luar organisasi.

3. Membantu Orang Lain Belajar:

 Sosialisasi dan Percakapan di ruang istirahat atau di kafetaria kantor termasuk morning tea/coffee sering kali menjadi ajang transfer pengetahuan.

 Perilaku berbagi pengetahuan bagi ASN pembelajar yaitu aktif dalam “pasar pengetahuan” atau forum terbuka (Knowledge Fairs and Open Forums).

 Mengambil dan mengembangkan pengetahuan yang terkandung dalam dokumen kerja seperti laporan,presentasi, artikel, dan sebagainya dan memasukkannya ke dalam repositori di mana ia dapat dengan mudah disimpan dan diambil (Knowledge Repositories).

 Aktif untuk akses dan transfer Pengetahuan (Knowledge Access and Transfer), dalam bentuk pengembangan jejaring ahli (expert network), pendokumentasian pengalamannya/pengetahuannya, dan mencatat pengetahuan bersumber dari refleksi pengalaman (lessons learned).

4. Melakukan kerja terbaik:

 Pengetahuan menjadi karya: sejalan dengan kecenderungan setiap organisasi, baik instansi pemerintah maupun swasta, bersifat dinamis, hidup dan berkembang melalui berbagai perubahan lingkungan dan karya manusia.

 Pentingnya berkarya terbaik dalam pekerjaan selayaknya tidak dilepaskan dengan apa yang menjadi terpenting dalam hidup seseorang.

(32)
(33)

Harmonis Deskripsi :

Mata Pelatihan ini diberikan untuk memfasilitasi pembentukan nilai harmonis pada peserta melalui substansi pembelajaran yang terkait dengan menghargai setiap orang apa pun latar belakangnya, suka menolong orang lain serta membangun lingkungan kerja yang kondusif

Dari Sabang di ujung Aceh sampai Merauke di tanah Papua, Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa, bahasa, dan agama. Berdasarkan rumpun bangsa (ras), Indonesia terdiri atas bangsa asli pribumi yakni Mongoloid Selatan/Austronesia dan Melanesia di mana bangsa Austronesia yang terbesar jumlahnya dan lebih banyak mendiami Indonesia bagian barat.

Secara lebih spesifik, suku bangsa Jawa adalah suku bangsa terbesar dengan populasi mencapai 42% dari seluruh penduduk Indonesia. Semboyan nasional Indonesia,

(34)

"Bhineka Tunggal Ika", Nasionalisme Pancasila adalah pandangan atau paham kecintaan manusia Indonesia terhadap bangsa dan tanah airnya yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila.

Beberapa kelemahan perjuangan Bangsa Indonesia yang membuat gagalnya perlawanan tersebut antara lain :

1. Perlawanan dilakukan secara sporadis dan tidak serentak

2. Perlawanan biasanya dipimpin oleh pimpinan kharismatik sehingga tidak ada yang melanjutkan

3. Sebelum masa kebangkitan nasional tahun 1908 perlawanan hanya menggunakan kekuatan senjata

4. Para pejuang di adu domba oleh penjajah (devide et impera/politik memecah belah bangsa Indonesia) Sejarah juga memberikan pembelajaran, kelahiran Budi Oetomo tahun 1908 dianggap sebagai dimulainya Kebangkitan Nasional karena menggunakan strategi perjuangan yang baru dan berbeda dengan perjuangan sebelumnya.

KEANEKARAGAMAN BANGSA

• Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.504 pulau. Nama alternatif yang biasa dipakai adalah Nusantara. Dengan populasi mencapai 270.203.917 jiwa pada tahun 2020, Indonesia menjadi negara berpenduduk terbesar keempat didunia.

• Indonesia juga dikenal karena kekayaan sumber daya alam, hayati, suku bangsa dan budayanya. Kekayaan sumber daya alam berupa mineral dan tambang, kekayaan hutan tropis dan kekayaan dari lautan diseluruh Indonesia.

(35)
(36)
(37)
(38)

• Posisi PNS sebagai aparatur Negara, diaharus bersikap netral dan adil. Netral dalam artian tidak memihak kepada salah satu kelompok atau golongan yang ada. Adil, berarti PNS dalam melaksanakan tugasnya tidak boleh berlaku diskriminatif dan harus obyektif, jujur, transparan.

• PNS juga harus bisa mengayomi kepentingan kelompok kelompok minoritas, dengan tidak membuat kebijakan, peraturan yang mendiskriminasi keberadaan kelompok tersebut.

• PNS juga harus memiliki sikap toleran atas perbedaan

• Dalam melaksanakan tugas dan kewajiban PNS juga harus memiliki suka menolong baik kepada pengguna layanan, juga membantu kolega

PNS lainnya yang membutuhkan pertolongan

• PNSmenjadi figur dan teladan di lingkungan masyarakatnya.

lawan kata harmoni yaitu disharmoni/ dis·har·mo·ni/n yang mengandung arti kejanggalan;

ketidakselarasan.

LOYAL Deskripsi

Mata Pelatihan ini diberikan untuk memfasilitasi pembentukan nilai Loyal pada peserta melalui substansi pembelajaran yang terkait dengan memegang teguh ideologi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia serta pemerintah yang sah, menjaga nama baik sesama ASN, pimpinan, instansi dan negara, serta menjaga

(39)

RANGKUMAN

Dalam rangka penguatan budaya kerja sebagai salah satu strategi transformasi pengelolaan ASN menuju pemerintahan berkelas dunia (World Class Government), pemerintah telah meluncurkan Core Values (Nilai-Nilai dasar) ASN BerAKHLAK dan Employer Branding (Bangga Melayani Bangsa). Nilai “Loyal” dianggap penting dan dimasukkan menjadi salah satu core values yang harus dimiliki dan diimplementasikan dengan baik oleh setiap ASN dikarenakan oleh faktor penyebab internal dan eksternal.

Secara etimologis, is

Referensi

Dokumen terkait