Bahasa dan Sastra Indonesia Volume 5, Nomor 2, 2024
Halaman: 398—416
http://ejournal.iainmadura.ac.id/ghancaran
GHÂNCARAN: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
http://ejournal.iainmadura.ac.id/ghancaran E-ISSN: 2715-9132; P-ISSN: 2714-8955
DOI 10.19105/ghancaran.v5i2.10663
Pengaruh Media Infografis dalam Penulisan Teks Pidato Persuasif Berdasarkan Gender Kelas IX
SMPIT Ibnu Khaldun
Rizqi Aji Pratama* & Aghnia Syadza**
*Politeknik Manufaktur Bandung, Indonesia
**SMPIT Ibnu Khaldun Lembang, Indonesia
Alamat surel: [email protected]; [email protected]
Abstract
Keywords:
Learning media;
persuasive speech.
Infographic media is one of the latest learning media that can be utilized in language learning with various advantages, including:
presenting important information in a simple form; having visual elements; presented in one whole picture. Previous research mentioned that infographics can increase interest and writing ability.
Therefore, this study aims to observe the effect of the media on persuasive speech text writing with a one group pretest-postest research method involving 113 students in grade IX of SMPIT Ibnu Khaldun in 2023/2024. The results showed that infographics could not improve the ability to write persuasive speech texts compared to video media. The results also mentioned that there was a difference in ability between males and females in writing persuasive speech texts. However, learners felt that infographics made it easier for them to see and develop ideas for writing.
Abstrak:
Kata Kunci:
Media pembelajaran;
infografis;
pidato persuasif.
Media infografis merupakan salah satu media pembelajaran terkini yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran bahasa dengan berbagai kelebihan, antara lain: menyajikan informasi penting dalam bentuk sederhana; memiliki elemen visual; tersaji dalam satu gambar utuh. Penelitian terdahulu menyebutkan bahwa infografis dapat meningkatkan minat dan kemampuan menulis. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan mengamati pengaruh media tersebut pada penulisan teks pidato persuasif. Metode yang digunakan yakni kuasi eksperimen model one grup pretest-postest yang melibatkan 113 peserta didik kelas IX SMPIT Ibnu Khaldun tahun 2023/2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infografis tidak berpengaruh pada kemampuan menulis teks pidato persuasif dibanding media video.
Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan antara laki-laki dan perempuan dalam penulisan teks pidato persuasif. Meskipun begitu, peserta didik merasa bahwa infografis lebih memudahkan mereka untuk melihat dan mengembangkan ide untuk penulisan.
Terkirim: 13 Oktober 2023; Revisi: 16 Januari 2024; Diterima: 29 Januari 2024
©Ghâncaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Tadris Bahasa Indonesia
Institut Agama Islam Negeri Madura, Indonesia
PENDAHULUAN
Perkembangan teknologi yang pesat mendorong pendidikan untuk mengubah pengajaran, bahan ajar, bahkan lingkungan ajar (Ozdamlı, Kocakoyun, Sahin, & Akdag, 2016). Untuk menghadapi lingkungan ajar yang turut berubah, diperlukan keterampilan dalam mengakses informasi, mengatur pengetahuan, meningkatkan keaktifan di kelas, kreatif dan berpikir kritis, menginterpreasi yang dilihat dan dirasakan, serta menggunakan berbagai bahan dan kemampuan dalam pembelajaran (Ozdamlı dkk., 2016).
Keterampilan ini yang perlu difasilitasi oleh guru agar peserta didik dapat menguasai dan menggunakannya. Guru pun perlu menyediakan lingkungan belajar untuk mendukung pengembangan keterampilan tersebut.
Untuk memunculkan dan meningkatkan keterampilan tersebut, salah satu penyediaan lingkungan belajar bagi peserta didik, yakni penyediaan media pembelajaran. Media pembelajaran merupakan suatu hal yang membawa informasi antara sebuah sumber dan sebuah penerima (Smaldino, dkk, 2016). Media pembelajaran menjadi bagian penting dalam pembelajaran (Rizkiyanti, Muktiarni, & Mupitah, 2021).
Smaldino (2016) mengemukakan enam kategori media, antara lain teks, audio, visual, video, perekayasa, dan orang-orang. Media teks dan visual adalah dua media yang paling sering dan mudah dijumpai dalam pembelajaran di sekolah karena mudah dalam persiapan dan media yang tersedia melimpah. Meskipun demikian, media di era perkembangan teknologi kini dapat mencakup banyak hal sehingga tidak terbatas pada media-media konvensional karena fasilitator pendidikan dapat memanfaatkan internet untuk mencari media yang relevan dengan perkembangan saat ini (Indina & Maryanti, 2021).
Berbagai bentuk media teks dan visual dapat disediakan oleh guru, seperti poster, slogan, gambar, piktogram, dan grafik/tabel. Dari berbagai jenis tersebut, media visual yang menampilkan berbagai ciri umum yang mudah dikenali orang (warna, objek) lebih mudah untuk diingat (Borkin dkk., 2013). Selain itu, desain yang lebih banyak menyajikan sedikit data dan memberikan banyak elemen visual yang tampak alami membantu daya ingat (Borkin dkk., 2013). Infografis menjadi salah satu bentuk media visual yang mengakomodasi kelebihan-kelebihan tersebut karena dapat menyajikan informasi yang rumit dengan tampilan yang sangat sederhana (Alqudah, Bidin, & Hussin, 2019; Ozdamlı dkk., 2016). The Institute for the Advancement of Research in Education (dalam Bicen &
Beheshti, 2017) menyebutkan bahwa infografis memberikan beberapa kelebihan, antara lain: (1) meningkatkan interpretasi informasi, (2) merancang konsep dan ide, (3) meningkatkan kemampuan berpikir tentang informasi yang kompleks, dan (4)
meningkatkan ingatan dan retensi informasi. Lebih lanjut, infografis memiliki berbagai benefit yang dapat diaplikasikan di berbagai mata pelajaran di sekolah (Elaldi & Çifçi, 2021). Infografis yang digunakan pada masa pandemi Covid-19 lalu, dapat memudahkan penyampaian materi secara ringkas dan terstruktur. Infografis pun dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran jarak jauh di masa Pandemi Covid-19 karena dapat menghemat biaya belajar (Indina & Maryanti, 2021).
Untuk mencapai tujuan pendidikan, pemilihan material yang sesuai sangat penting, terutama dengan memerhatikan kesesuaian dengan mata pelajaran, mudah dipahami, dan mudah diingat serta mudah dijelaskan tanpa membutuhkan banyak waktu (Elaldi &
Çifçi, 2021). Berdasarkan hal tersebut, penerapan infografis di bidang pendidikan menjadi penting karena mampu menyajikan informasi yang kompleks dalam bentuk sederhana (Elaldi & Çifçi, 2021).
Beragam penelitian mengenai pemanfaatan dan pengembangan media infografis untuk pembelajaran, antara lain sebagai penunjang pembelajaran fisika di SMA kelas X (E. P. Sari & Anwar, 2018) dan media alternatif pembelajaran sejarah di SMA (Aldila, Musadad, & Susanto, 2019). Dalam media pembelajaran bahasa, penggunaan infografis digunakan sebagai media penulisan teks prosedur (Hany & Atmazaki, 2023), media pembelajaran penulisan teks biografi (Rachma, Ulumuddin, & Sudiyati, 2023), dan penulisan opini bahasa Indonesia (Susmini, 2021). Penelitian terdahulu menyebutkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara penggunaan infografis terhadap kemampuan literasi digital (Kurniawan, Gunawan, & Qodariah, 2022). Selain itu, infografis digunakan sebagai produk penulisan teks biografi (Muzaqi, Rulviana, &
Wuryaningsih, 2023).
Beberapa hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa media infografis dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam memproduksi teks. Salah satu teks yang dapat memanfaatkan kelebihan infografis sebagai media pembelajaran, yakni teks pidato persuasif. Hal tersebut karena pidato persuasif membutuhkan keterampilan pengolahan kata agar menarik dengan menyajikan data yang logis dan faktual sehingga mampu memengaruhi pendengar (Musdolifah & Maulida, 2021; M. Sari, Sudibyo, & Asnurani, 2022). Dengan penyajian infografis yang mampu menyajikan informasi kompleks dalam tampilan yang sederhana (Ozdamlı dkk., 2016; Alqudah dkk., 2019), peserta didik diharapkan mampu menulis teks pidato persuasif yang dapat membujuk pembaca agar melakukan tindakan, sebagaimana tujuan pidato persuasif (Sahra, 2021). Infografis dapat juga digunakan sebagai media dalam membangun pengetahuan baru dengan memanfaatkan data-data yang tersaji di dalamnya sehingga peserta didik dapat
menganalisis, mendiskusikan, dan menyimpulkan informasi-informasi tersebut (Kurniawan dkk., 2022).
Berbagai penelitian terdahulu menemukan bahwa peningkatan kemampuan menulis teks pidato persuasif didapatkan dengan penerapan beberapa metode pembelajaran. Metode Problem Based Learning (PBL) berbantuan multimedia dapat meningkatkan keaktifan dan keterampilan peserta didik (Sahra, 2021). Metode berbasis genre pun dapat meningkatkan kemampuan menulis teks pidato persuasif di SMPN 2 Woha tahun 2022/2023 (Dahlia, 2023). Beberapa model pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan penulisan teks pidato persuasif, model pembelajaran inquiry (Iskandar, 2023), dan Numbered Head Together (Lestari, 2023).
Selain penerapan metode dan model, pemanfaatan media pembelajaran pun dapat meningkatkan kemampuan menulis teks pidato persuasif, yakni penggunaan multimedia (Sahra, 2021), TikTok (Aprinia, Syahrani, & Jupitasari, 2022), pengatur grafis model freyer (Lestari, 2023), media audio (Utami & Pristiwati, 2023). Berdasarkan beberapa pemanfaatan media tersebut, media audio-visual lebih meningkatkan kemampuan menulis teks pidato dibandingkan media gambar, dengan capaian Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) media gambar sebesar 74,29% dari 35 peserta didik dan capaian KKM 100% media video dari 35 peserta didik (Sahra, 2021). Penerapan media PowToon pun dengan pendekatan saintifik dapat meningkatkan motivasi peserta didik (Mustika, Suhara, & Fauzi, 2021) dan meningkatkan hasil belajar (Delona & Kartikasari, 2021).
Selain intervensi dari pengajar dalam bentuk penerapan model, metode, atau media ajar; kemampuan penulisan teks pidato persuasif dipengaruhi oleh keterampilan membaca pemahaman (Alfino, Ramadhanti, & Sari, 2023). Pada subjek penelitian berkategori peserta didik SMA, kemampuan membaca pemahaman, keterampilan menulis, berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpidato (Sudrajat, Sari, Paturahman, & Agustin, 2023). Kemampuan membaca pemahaman berhubungan dengan kemampuan berpikir kritis dan berdampak pada kemampuan menulis (Arifa, 2018; Nursidik, 2021). Sebaliknya, kemampuan menulis dapat meningkatkan kemampuan untuk berpikir kritis pada tingkat sekolah dasar (Putra, Nulinnaja, & Munir, 2020). Berdasarkan beberapa hal tersebut, kemampuan berpikir kritis berhubungan dengan kemampuan membaca pemahaman dan mengakibatkan peningkatan kemampuan menulis yang mencerminkan daya berpikir tingkat tinggi (Himawan &
Suyata, 2021).
Berbagai penerapan metode, model, dan media pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan penulisan teks pidato persuasif, tetapi penggunaan media infografis belum
diimplementasikan sebagai salah satu media yang dapat meningkatkan kemampuan penulisan teks pidato persuasif. Salah satu hal yang menjadi kendala karena infografis merupakan salah satu media gambar yang peningkatan kemampuan penulisannya tidak setinggi media audio-visual (Sahra, 2021). Sebagaimana penelitian terdahulu, bentuk audio-visual digemari oleh peserta didik dalam pembelajaran menulis, terutama menulis pidato persuasif (Dewi, Myartawan, Swari, & Sugihartini, 2020; Rahmawati, 2019; Sahra, 2021). Pengembangan video animasi yang telah dilakukan pun berdampak positif dalam pembelajaran (Ihyauddin, 2023) dan mampu meningkatkan motivasi peserta didik (Mustika dkk., 2021).
Berdasarkan uraian sebelumnya, penelitian ini bertujuan untuk mengamati hasil tulisan teks pidato persuasif peserta didik dengan pembelajaran menggunakan video dan pembelajaran menggunakan media infografis. Selain itu, penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan kemampuan penulisan teks pidato persuasif berdasarkan jenis kelamin. Tujuan ini disebabkan penyelenggaraan pembelajaran di SMPIT Ibnu Khaldun berbasis nilai Islam sehingga pengelompokan kelas berdasarkan jenis kelamin. Tujuan lain dari penelitian ini untuk mengetahui kemampuan penulisan keluasan dan kedalaman isi teks dengan nilai akhir teks pidato persuasif. Untuk itu, penelitian ini menggunakan aspek penilaian kalimat imperatif dalam teks pidato persuasif, berupa kalimat yang berfungsi untuk mengajar, memerintah, atau melarang seseorang berbuat sesuatu (Finoza dalam Jubaedah, Setiawan, & Meliasanti, 2021). Adapun kalimat imperatif yang digunakan berupa kalimat imperatif halus, ajakan, permintaan, dan larangan (Jubaedah dkk., 2021). Selain itu, aspek isi dengan keluasan dan kedalam data agar logis dan faktual menjadi aspek penilaian teks pidato persuasif (Musdolifah & Maulida, 2021).
METODE
Metode yang dilakukan dalam penelitian ini, yakni metode kuasi eksperimen tipe one grup pretest dan posttest dengan data primer berupa nilai kemampuan menulis teks pidato persuasif, sedangkan data sekunder berupa respon peserta didik setelah menggunakan media pembelajaran (video dan infografis). Data tes awal (pretest) berupa nilai kemampuan menulis teks pidato persuasif menggunakan media video (motion grpahics). Sementara itu, data tes akhir (posttest) berupa nilai kemampuan menulis teks pidato persuasi menggunakan media infografis. Data tersebut berasal dari 113 peserta didik kelas IX yang terdiri dari 4 kelas di SMPIT Ibnu Khaldun tahun 2023/2024. Variabel terikat, yakni nilai akhir peserta didik, baik nilai dari pembelajaran yang menggunakan media motion graphics maupun nilai yang menggunakan media infografis. Nilai yang
dihasilkan didapatkan dari 5 aspek penilaian, yakni: (1) ejaan dan tanda baca (Elphilia, 2021), (2) kosakata atau diksi (Ikhalasani & R, 2021), (3) organisasi tulisan, (4) penggunaan kalimat imperatif (Jubaedah dkk., 2021), (5) keluasan dan kedalaman isi.
Video dan infografis yang digunakan disesuaikan dengan enam elemen Profil Pelajar Pancasila yang terdiri atas (1) beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia; (2) mandiri; (3) bernalar kritis; (4) kreatif; (5) gotong-royong; (6) berkebhinekaan global.
Tes awal didapatkan dari nilai penulisan teks pidato persuasif berbantuan media video pada pembelajaran yang diselenggarakan dalam satu kali pertemuan di masing- masing kelas (dua kelas laki-laki dan dua kelas perempuan). Hasil tes akhir didapatkan dari nilai penulisan teks pidato persuasif berbantuan media infografis yang diselenggarakan dalam satu kali pertemuan. Selain itu, penelitian ini pun mengamati pengaruh jenis kelamin terhadap kemampuan menulis teks pidato persuasif berbantuan media video dan infografis.
Teknik analisis data menggunakan uji statistik dengan uji normalitas data menggunakan uji Shapiro-Wilk. Kemudian uji reliabilitas alat tes yang berupa aspek penilaian teks pidato persuasif dengan uji Unidemensional Reliability. Untuk pengukuran tingkat pengaruh antara media video dan media infografis pada hasil penulisan teks pidato persuasif menggunakan uji T berpasangan (Paired Samples T-Test) dengan hipotesis nol (H0) menunjukkan bahwa nilai pembelajaran dengan media video sama dengan atau lebih besar daripada nilai pembelajaran dengan media infografis.
Sementara itu, hipotesis alternatif (HA) menunjukkan bahwa nilai pembelajaran dengan media video lebih kecil daripada nilai pembelajaran yang menggunakan media infografis.
Untuk mengetahui pengaruh jenis kelamin terhadap kemampuan penulisan teks pidato persuasif menggunakan uji regresi. Jenis kelamin ini menjadi variabel independen untuk pengujian statistik T Independen.
Sebagai data sekunder, penelitian ini mengambil data respons peserta didik setelah menggunakan kedua media tersebut untuk penulisan teks pidato persuasif. Data yang diambil berupa minat dan pendapat peserta didik dalam menggunakan kedua media tersebut.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pembelajaran menulis teks pidato dilakukan setelah peserta didik mempelajari ciri umum, struktur dan kebahasaan teks pidato. Pada pertemuan keenam, peserta didik telah diterangkan mengenai tujuan akhir pelajaran, yakni berpidato lisan menggunakan
teks yang telah disusun. Untuk itu, fasilitator menggunakan dua media, yakni video dan infografis. Selain itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan kemampuan menulis antara laki-laki dan perempuan disebabkan SMPIT Ibnu Khaldun memisahkan laki-laki dan perempuan dalam kelas yang berbeda.
Penggunaan media video dilakukan sebelum penggunaan media infografis disebabkan penelitian ini ingin mengetahui pengaruh media infografis terhadap hasil penulisan teks pidato. Pemilihan video menggunakan enam Elemen Pelajar Pancasila yang tersaji dalam tabel berikut.
Elemen Pelajar Pancasila Tautan
Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia, dengan Subelemen Pemahaman Agama/
Kepercayaan
https://www.youtube.com/watch?v=MVOB jyHunFs&list=PLUuYlj8dcEXaFEv8b1UfM FtiIhGNtWSQ-&index=51;
Kemandirian dengan Subelemen
Mengembangkan Refleksi Diri https://www.youtube.com/watch?v=WHOh EFUFXrM&list=PLk57zHLKlnT8EY7E5D_j -7HciTdbnF3tR&index=14
Bernalar Kritis dengan Subelemen Mengidentifikasi, Mengklarifikasi, dan Mengolah Informasi serta Gagasan
https://www.youtube.com/watch?v=oTcA7 r_0w9A
Kreatif dengan Subelemen Menghasilkan
Gagasan yang Orisinal https://www.youtube.com/watch?v=_V_D2 P4aOnQ;
Gotong Royong dengan Subelemen
Tanggap terhadap lingkungan Sosial https://www.youtube.com/watch?v=cjD2Tj HOxg4&list=PLCnD2jU_siVqx2aj7z4CLd
DrP8WALoDQz&index=4;
Berkebhinekaan Global dengan subelemen Mengeksplorasi dan Membandingkan Pengetahuan Budaya, Kepercayaan, serta Praktiknya
https://www.youtube.com/watch?v=T9GW qJ58jrk.
Tabel 1. Pemilihan Media Video
Pemilihan infografis berdasarkan enam Elemen Profil Pelajar Pancasila dengan rincian sebagai berikut.
Elemen Pelajar Pancasila Tautan
Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia, dengan
Subelemen Pemahaman
Agama/Kepercayaan
https://static.republika.co.id/uploads/info grafis/infografis-ciri-
orang_210910105745-108.jpg Kemandirian dengan Subelemen
Mengembangkan Refleksi Diri https://static.republika.co.id/uploads/info grafis/delapan-cara-belajar-di-rumah- agar_210114211716-386.jpg
Bernalar Kritis dengan Subelemen Mengidentifikasi, Mengklarifikasi, dan Mengolah Informasi serta Gagasan
https://mmc.tirto.id/image/2017/10/13/ce rdas-belum-tentu-kritis—mild--fuad-01- 01_ratio-9x16.jpg
Kreatif dengan Subelemen Menghasilkan
Gagasan yang Orisinal https://scontent-cgk1- 2.xx.fbcdn.net/v/t1.6435-
9/75220742_1350418855119803_3177 384430117322752_n.jpg?_nc_cat=105&
ccb=1-
7&_nc_sid=730e14&_nc_ohc=qqZrXYly XoAAX_pA2_n&_nc_ht=scontent-cgk1- 2.xx&oh=00_AfAshqeT8ckzXnVvWTZK 40ufnoDHJt1IK6H3l62aU75jzQ&oe=64F
83BDE Gotong Royong dengan Subelemen Tanggap
terhadap Lingkungan Sosial https://tanjabbarkab.go.id/site/wp- content/uploads/2022/06/2022_Kolabora si-Turunkan-Stunting_Indonesia-
Baik.jpg Berkebhinekaan Global dengan Subelemen
Mengeksplorasi dan Membandingkan Pengetahuan Budaya, Kepercayaan, serta Praktiknya
https://indonesiabaik.id/infografis/kita- indonesia-satu-dalm-keberagaman
Tabel 2. Pemilihan Media Infografis
Teks pidato persuasif yang telah ditulis, baik berbantuan media video maupun infografis, dinilai berdasarkan 5 aspek, yakni: (1) ejaan dan tanda baca, (2) diksi, (3) organisasi tulisan, (4) penggunaan kalimat imperatif, dan (5) keakuratan dan kedalaman isi. Berdasarkan 4 aspek tersebut, dilakukan uji reliabilitas sebagaimana Tabel 1.
If item dropped
Item Cronbach's α
Akurat & Dalam Isi I 0,925
EYD I 0,918
Diksi I 0,919
Organisasi I 0,918
Imperatif I 0,918
Akurat & Dalam Isi V 0,921
EYD V 0,919
Diksi V 0,918
Organisasi V 0,923
Imperatif V 0,924
Ket: I= Infografis; V= video
Tabel 3. Uji Reliabilitas Butir Penilaian Teks Pidato Persuasif
Berdasarkan hasil uji tersebut, nilai Cronbach's α lebih besar dari 0,6. Hal tersebut menunjukkan bahwa 5 aspek yang terdiri dari (1) ejaan dan tanda baca, (2) diksi, (3) organisasi tulisan, (4) penggunaan kalimat imperatif, dan (5) keakuratan dan kedalaman isi dapat digunakan sebagai aspek penilaian teks pidato persuasif, baik yang berbantuan media video maupun yang berbantuan infografis.
Kemudian, dilakukan uji statistik deskriptif untuk mengamati jumlah data, nilai yang kosong, rata-rata berdasarkan jenis kelamin, dan standar deviasi. Hasil uji statistik deskriptif tersaji pada Tabel 2.
Nilai Akhir Video Nilai Akhir Infografis
L P L P
Valid 60 42 52 42
Missing 4 7 12 7
Mean 64,400 78,286 61,846 76,095
Std. Deviation 16,805 13,227 16,775 13,870
Skewness 0,186 -0,184 0,238 0,112
Std. Error of Skewness 0,309 0,365 0,330 0,365
Kurtosis -0,479 -0,476 -0,658 -0,707
Nilai Akhir Video Nilai Akhir Infografis
L P L P
Std. Error of Kurtosis 0,608 0,717 0,650 0,717
Shapiro-Wilk 0,957 0,960 0,966 0,957
P-value of Shapiro-Wilk 0,034 0,145 0,146 0,112
Minimum 28,000 44,000 28,000 44,000
Maximum 96,000 100,000 96,000 100,000
Tabel 4. Statistik Deskriptif
Kemudian, uji normalitas data dilakukan untuk menentukan jenis kelompok data.
Sebagaimana Tabel 3, data akhir penilaian penulisan teks pidato persuasif berbantuan video dan infografis menunjukkan hasil normal karena skor p > 0,05.
W p
Nilai Media Video - Nilai Media Infografis 0,985 0,389
Note. Significant results suggest a deviation from normality.
Tabel 5. Uji Normalitas (Shapiro-Wilk)
Pengaruh Infografis dan Video dalam Penulisan Teks Pidato Persuasif
Uji T berpasangan dilakukan untuk mengetahui perbedaan skor nilai awal dan nilai akhir. Pemilihan uji T berpasangan didasarkan pada subjek penelitian yang dikenakan 2 perlakukan berbeda (tes awal dan tes akhir). Untuk itu, dirumuskan dua hipotesis, yakni hipotesis nol (H0) yang menunjukkan bahwa nilai pembelajaran dengan media video sama dengan atau lebih besar daripada nilai pembelajaran dengan media infografis.
Sementara itu, hipotesis alternatif (HA) menunjukkan bahwa nilai pembelajaran dengan media video lebih kecil daripada nilai pembelajaran yang menggunakan media infografis.
Berdasarkan penjelasan tersebut, rumusan hipotesisnya disajikan sebagai berikut.
Nilai Akhir V < Nilai Akhir I sedangkan hipotesis nol (H0): Nilai Akhir V ≥ Nilai Akhir I
95% CI for Cohen's d Measure 1 Measure 2 t df p Cohen's d SE Cohen's d Lower Upper
Nilai Media V - Nilai Media I 2,123 88 0,982 225 88 -∞ 0,401
Note. For all tests, the alternative hypothesis specifies that Nilai Akhir V is less than Nilai Akhir I.
Note. Student's t-test.
Ket: V=video; I=infografis
Tabel 6. Uji T Berpasangan
Tabel 4 tersebut memperlihatkan bahwa nilai p = 0,982>0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa H0 diterima dan HA ditolak. Dengan demikian, nilai pembelajaran dengan media video sama dengan atau lebih besar daripada nilai pembelajaran dengan media infografis. Sebagaimana Tabel 1, bahwa nilai rata-rata nilai penulisan teks pidato berbantuan video lebih besar daripada nilai penulisan teks pidato berbantuan infografis sebagaimana Tabel 1. Hasil yang tersaji pada Tabel 4 pun menunjukkan bahwa
penggunaan media video lebih meningkatkan kemampuan menulis teks pidato persuasif dibandingkan penggunaan media infografis. Data statistik tersebut juga dapat diartikan bahwa pemanfaatan media infografis tidak dapat meningkatkan kemampuan penulisan teks pidato persuasif pada peserta didik kelas IX di SMPIT Ibnu Khaldun tahun pelajaran 2023-2024.
Sebagaimana hasil penelitian terdahulu bahwa kemampuan penulisan teks berbantuan media audio-visual lebih berpengaruh dibandingkan media visual saja (Sahra, 2021). Salah satu media audio-visual, yakni video, dapat mempermudah peserta didik dalam mengembangkan keterampilan berpikir sehingga mampu menulis dengan lebih baik (Natalia, 2017). Penelitian lain menunjukkan bahwa pemanfaatan media audio- visual terkini yakni penggunaan media PowToon berdampak pada peningkatan kemampuan menulis peserta didik yang cukup signifikan (Delona & Kartikasari, 2021;
Mustika dkk., 2021) karena PowToon memiliki berbagai kelebihan, antara lain (1) interaktif, (2) mencakup segala aspek penginderaan, (3) kepraktisan penggunaan, (4) dapat digunakan dengan berkolaborasi, (5) menyediakan variasi yang banyak, (6) mampu memberikan umpan balik, (7) dapat meningkatkan motivasi peserta didik (Mustika dkk., 2021). Selain itu, media PowToon pun mendorong peserta didik untuk lebih kreatif, inovatif, mendapatkan hal baru, dan memberikan ketenangan dan mendapatkan pengalaman bermakna dalam pembelajaran menulis (Delona & Kartikasari, 2021).
Tidak hanya penulisan teks pidato persuasif, peningkatan kemampuan penulisan teks bergenre lain pun meningkat signifikan dengan bantuan media video dengan berbagai ragamnya. Penggunaan media animasi dan video dapat meningkatkan kemampuan penulisan teks fantasi pada 35 sampel peserta didik di SMP (Maraya, Ramly, & Djumingin, 2022). Pemanfaatan YouTube dalam pembelajaran penulisan pun dapat meningkatkan kemampuan penulisan teks berita (Arizal, Mardiati, & Jumiatik, 2021). Media lain yang sejenis dengan video, yakni motion graphics pun dapat meningkatkan kemampuan penulisan, terutama saat pandemi Covid-19 (Solihatini, Abidin, & Aljamaliah, 2021).
Pemanfaatan motion graphics sebagai salah satu alternatif pemanfaatan media audio-visual dalam pembelajaran menulis dapat meningkatkan kemampuan peserta didik. Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, PowToon merupakan salah satu media audio-visual yang berupa motion graphics. Ragam motion graphics lainnya, seperti E-Animation dapat juga meningkatkan kemampuan menulis pidato persuasif (Ihyauddin, 2023). Beberapa penelitian tersebut menunjukkan bahwan motion graphics dapat memudahkan dan meningkatkan kemampuan penulis.
Pada penelitian ini, lima video motion graphics dan lima infografis yang disajikan kepada peserta didik didapatkan dari YouTube dengan pemilihan tema motion graphics dan infografis berdasarkan elemen dan subelemen Profil Pelajar Pancasila.
Pertimbangan pemilihan berdasarkan elemen dan subelemen Profil Pelajar Pancasila karena enam elemen tersebut menjadi ciri khas pendidikan Indonesia (Solihatini dkk., 2021) dan cerminan karakter pelajar Indonesia yang perlu dikembangkan, baik secara kurikuler, kokurikuler, maupun ekstrakurikuler (Irawati, Iqbal, Hasanah, & Arifin, 2022).
Pertimbangan tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pribadi peserta didik (Rusnaini, Raharjo, Suryaningsih, & Noventari, 2021). Dengan demikian, pemilihan media (motion graphics dan infografis) berdasarkan elemen dan subelemen Profil Pelajar Pancasila dapat membentuk karakter peserta didik sehingga pembelajaran bahasa tidak hanya mengajarkan keterampilan berbahasa, melainkan pula pendidikan karakter, karena pendidikan karakter dapat membantu peserta didik untuk memahami, memedulikan, dan menanamkan nilai-nilai utama dalam etika (Mery, Martono, Halidjah,
& Hartoyo, 2022).
Meskipun tidak dapat meningkatkan keterampilan menulis teks pidato persuasif di kelas IX, penggunaan media infografis menjadi alternatif media pembelajaran karena kemudahan penggunaan dan ketersediaan yang melimpah di dunia digital. Selain itu, penyajian data yang sederhana dari informasi yang rumit dan penggunaan elemen- elemen visual serta grafis pun menjadi kelebihan infografis (Ozdamlı dkk., 2016). Selain itu, dalam masa Covid-19, media infografis dapat lebih banyak digunakan karena memudahkan guru dan menghemat biaya disebabkan beban penggunaan internet yang besar karena PJJ (Indina & Maryanti, 2021). Meskipun demikian, penggunaan infografis harus memerhatikan karakter peserta didik, terutama kemudahan dan kesulitan pada guru dan peserta didik (Elaldi & Çifçi, 2021).
Sebagaimana Tabel 1, hasil statistik menunjukkan bahwa H0 diterima sedangkan HA ditolak, yaitu nilai hasil pembelajaran menggunakan media video (motion graphics) lebih besar atau sama dengan hasil pembelajaran menggunakan media infografis. Hal tersebut disebabkan beberapa faktor. Pertama, penggunaan metode one grup pretest- postest dalam penelitian ini memiliki keterbatasan, antara lain: sejarah, kematangan data, kelemahan instrumen, bias dalam pengumpulan data, pengujian, regresi statistik, sikap subjek, dan implementasi metode ini (Fraenkel, Wallen, & Hyun, 2012). Kedua, beberapa penelitian sebelumnya, penggunaan media infografis dalam pembelajaran dipadankan dengan metode atau model pembelajaran sehingga memiliki dampak yang lebih besar (Hany & Atmazaki, 2023; Hikmah & Kusumastuti, 2017; Muzaqi dkk., 2023; Rachma dkk.,
2023; Umami & Utomo, 2016). Ketiga, penggunaan infografis dalam pembelajaran menuntut daya membaca yang tinggi (Kurniawan dkk., 2022) sehingga peserta didik kurang tertarik untuk menelaah data-data yang disajikan dalam infografis dibandingkan mereka menyimak video yang berdaya tarik lebih tinggi. Kemampuan daya baca yang tinggi ini mendukung peningkatan literasi digital yang berdampak pada kemampuan memanfaatkan media infografis dalam pembelajaran (Kurniawan dkk., 2022).
Perbedaan Kemampuan Penulisan Teks Pidato Persuasif Berdasarkan Jenis Kelamin
Untuk mengetahui perbedaan kemampuan menulis teks pidato persuasif berdasarkan jenis kelamin, dilakukan uji T Independen. Sebelum uji T independen dilakukan, terlebih dahulu dilakukan uji normalitas data sebagaimana tersaji di Tabel 5 dilakukan sebagaimana Tabel 5 berikut.
Uji Normalitas Data (Shapiro-Wilk)
W p
Nilai Akhir V L 0,957 0,034
P 0,960 0,145
Nilai Akhir Infografis L 0,966 0,146
P 0,957 0,112
Note. Significant results suggest a deviation from normality.
Tabel 7. Uji Normalitas Data Perbedaan Jenis Kelamin
Data yang tersaji pada Tabel 5 menunjukkan bahwa data pada kelompok laki-laki dan kelompok perempuan terdistribusi normal karena nilai signifikansi > 0,05. Seletah data terdistribusi normal, Uji T independen dilakukan dengan dua variabel dependen, yakni nilai akhir dengan media video dan nilai akhir dengan media infografis. Sementara itu, variabel grup berupa jenis kelamin. Hasil uji T independen tersaji pada Tabel 6.
t df p Mean Difference SE Difference Cohen's d SE Cohen's d
Nilai Media Video -4,471 100 <0,001 -13,886 3,106 -0,899 0,217 Nilai Media Infografis -4,418 92 <0,001 -14,249 3,225 -0,916 0,226 Note. Student's t-test.
Tabel 8. Uji T Independen
Nilai p pada Tabel 6 menunjukkan hasil kurang dari 0,05, baik penulisan teks pidato persuasif berbantuan media video maupun berbantuan media infografis. Begitu pun grafik Bar Plot yang tersaji pada Grafik 1 menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai
antara laki-laki dan perempuan, baik pembelajaran yang menggunakan media pembelajaran video (motion graphics) maupun menggunakan media infografis.
Grafik 1. Bar Plot Uji T Independen (Deskriptif)
Berdasarkan Uji T independen pada Tabel 6 dan Grafik 1, perempuan di kelas IX SMPIT Ibnu Khaldun tahun 2023-2024 memiliki kemampuan menulis teks pidato persuasif yang lebih baik daripada laki-laki, baik berbantuan media video maupun infografis. Hal ini sesuai dengan penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa kemampuan menulis perempuan lebih tinggi daripada laki-laki (Nursamsu, 2021). Hal tersebut disebabkan perempuan dapat menampilkan perasaan dan berterus terang dibandingkan laki-laki (Wijayanti & Dhian, 2012). Selain itu, dalam penggunaan kata kerja, laki-laki lebih banyak melakukan kesalahan dibandingkan perempuan (Arif, 2016).
Pada penulisan sastra pun, perempuan lebih mampu dibandingkan laki-laki (Saputra &
Saleh, 2021).
Pada penelitian terbaru menyebutkan bahwa kemampuan menulis antara perempuan dan laki-laki tidak berbeda signifikan (Tyas, Winarti, & Rini, 2022). Terutama dalam pembelajaran bahasa ke-2, perbedaan jenis kelamin bukan menjadi faktor utama dalam kemampuan menulis atau hasil tulisan (Bahmani, Chalak, & Heidari Tabrizi, 2021;
Umamah, Hidayanti, & Kurniasih, 2019). Pada tingkatan usia, pada rentang usia 15–16 tahun, kemampuan berpikir. Meskipun demikian, beberapa penelitian terdahulu memiliki keterbatasan, antara lain subjek penelitian berbeda, antara penelitian ini yang mengambil subjek penelitian peserta didik SMP dengan SMA dan perbedaan genre teks (Tyas dkk., 2022); perbedaan pembelajaran bahasa pertama dan kedua (Bahmani dkk., 2021;
Umamah dkk., 2019).
Sebagaimana yang telah dikemukakan bahwa kemampuan menulis dipengaruhi oleh keterampilan berpikir kritis, dalam rentang usia 15–16 tahun, tidak terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis antara perempuan laki-laki (Rahman, 2018).
Namun demikian, pada rentang usia yang lebih tinggi, yakni mahasiswa, kemampuan
berpikir kritis berbeda (Cahyono, 2017). Kemampuan berpikir kritis yang ditunjukkan dalam penelitian ini dapat tercermin dari satu aspek, yakni kemampuan peserta didik dalam mencari dan menuangkan informasi secara luas dan mendalam. Sebagaimana Tabel 6, kemampuan penyajian (luas dan dalam) tulisan teks pidato persuasif antara laki- laki dan perempuan berbeda. Dengan demikian, pada rentang usia 14–15 tahun (kelas IX SMP), terdapat perbedaan yang signifikan terkait kemampuan berpikir kritis dalam penulisan teks pidato persuasif.
t df p Mean Difference SE Difference Cohen's d SE Cohen's d Luas & Dalam Isi Infografis -5,312 92 < ,001 ᵃ -0,815 0,153 -1,102 0,234
Luas & Dalam Isi Video -4,165 100 < ,001 -0,695 0,167 -0,838 0,215 Note. Student's t-test.
ᵃ Brown-Forsythe test is significant (p < .05), suggesting a violation of the equal variance assumption
Tabel 9. Uji T Independen Berdasarkan Penyajian Informasi antara Laki-laki dan Perempuan
Respons Peserta Didik dalam Penggunaan Video dan Infografis dalam Penulisan Teks Pidato Persuasif
Kuesioner dibagikan kepada 113 peserta didik dan jawaban yang kembali sebanyak 32 respons dari 16 peserta didik laki-laki dan 16 peserta didik perempuan. Jumlah data yang terkumpul tersebar rata. Kuesioner tertutup dan terbuka digunakan dalam penelitian ini. Adapun topik yang ditanyakan kepada peserta didik antara lain: (1) motivasi dan minat menulis dengan media video atau infografis; (2) kebermanfaatan media video atau infografis dalam menulis; (3) kemudahan penggunaan media video atau infografis, sedangkan pertanyaan terbuka berupa pendapat peserta didik setelah menggunakan kedua media tersebut dalam pembelajaran menulis teks pidato persuasif.
Grafik 2. Minat Belajar dengan Infografis Grafik 3. Ketertarikan antara Infografis dengan Video
Berdasarkan Grafik 2, peserta didik lebih berminat ketika pembelajaran menulis teks berbantuan media infografis. Hal ini didukung dari Grafik 3 yang menunjukkan bahwa peserta didik lebih berminat menggunakan infografis dibandingkan media video. Dalam kuesioner terbuka, peserta didik mengungkapkan bahwa lebih menyukai infografis disebabkan kemudahan dalam membaca dibandingkan video yang harus mendengarkan
dan melihat. Menurut peserta didik yang lain, infografis menyediakan informasi yang rinci sehingga mudah untuk mencatatnya dalam teks pidato persuasif.
Grafik 4. Motivasi Menulis antara Video & Infografis Grafik 5. Peran Media Infografis
Ketika dibandingkan dalam motivasi untuk menulis, baik media infografis maupun video dapat meningkatkan motivasi mereka untuk menulis teks pidato persuasif. Hal ini ditunjukkan dalam Grafik 4. Meskipun demikian, infografis lebih membantu mereka dalam mengembangkan ide sebagaimana Grafik 5 dan juga mengembangkan kreativitas sebagaimana Grafik 6. Hal tersebut pun selaras karena peserta didik merasa lebih mudah memilih kata-kata ketika menggunakan infografis sebagaimana Grafik 7.
Grafik 6. Kesulitan Pemilihan Kata Infografis Grafik 7. Kreativitas Menulis dengan Infografis
Grafik 8. Kemudahan Infografis dan Video Grafik 9. Pemahaman Isi Infografis dan Video
Berdasarkan kebermanfaatan, media infografis lebih memudahkan peserta didik untuk memahami informasi yang terdapat di dalamnya sebagaimana Grafik 8. Hal tersebut berdampak pada kemudahan peserta didik dalam menulis teks pidato persuasif dengan menggunakan infografis dibandingkan video sebagaimana Grafik 9. Pada kuesioner terbuka, peserta didik berpendapat bahwa infografis lebih mudah dipahami dan memudahkan penangkapan isi dalam infografis tersebut, sedangkan penggunaan video kesulitan dalam menangkap semua isi dalam video tersebut.
SIMPULAN
Berdasarkan pembahasan, penggunaan media infografis tidak berpengaruh pada kemampuan penulisan teks pidato persuasif pada 113 peserta didik di SMPIT Ibnu Khaldun untuk tahun pelajaran 2023—2024. Hasil tersebut berdasarkan lima aspek penilaian penulisan teks pidato persuasif. Meskipun demikian, sebagian besar peserta didik lebih menyukai penggunaan infografis karena penggunaan dan penyajian informasi yang terdapat dalam infografis lebih mudah dan membantu mereka dalam menulis teks pidato persuasif. Berdasarkan jenis kelamin, peserta didik perempuan lebih baik dalam menulis teks pidato persuasif, baik berbantuan media video maupun infografis, maupun berbantuan video.
Adapun saran dari penelitian serupa atau pengembangan dari hasil penelitian, yakni (1) diperlukan sampel yang lebih banyak akan merepresentasikan jumlah ideal; (2) diperlukan penggunaan metode lain untuk mengamati lebih mendalam dibanding pretest- posttest one grup design; (3) diperlukan observasi terhadap aktivitas guru saat menggunakan media motion graphic maupun infografis.
DAFTAR RUJUKAN
Aldila, T. H., Musadad, A. A., & Susanto, S. (2019). Infografis sebagai Media Alternatif dalam Pembelajaran Sejarah bagi Siswa SMA. ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia, 5(01), 141–152.
Alfino, Y., Ramadhanti, D., & Sari, A. W. (2023). Hubungan Hubungan Keterampilan Membaca Pemahaman dengan Keterampilan Menulis Teks Pidato Persuasif Siswa Kelas IX SMP Negeri 26 Padang. ALINEA: Jurnal Bahasa, Sastra Dan Pengajarannya, 3(1), 64–79.
Alqudah, D., Bidin, A. B., & Hussin, M. A. H. B. M. (2019). The Impact of Educational Infographic on Students’ Interaction and Perception in Jordanian Higher Education:
Experimental Study. International Journal of Instruction, 12(4), 669–688.
Aprinia, E., Syahrani, A., & Jupitasari, M. (2022). Penerapan Model PBL dengan Media Tiktok untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Teks Pidato Persuasif Kelas IX.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK), 11(8), 1132–1139.
Arif, M. (2016). Pengaruh Perbedaan Jenis Kelamin dalam Menulis Teks Deskriptif. E- Jurnal SPIRIT PRO PATRIA, 2(1).
Arifa, T. R. (2018). Hubungan Berpikir Kritis dan Membaca Pemahaman dengan Kemampuan Menulis Argumentasi. Muallimuna: Jurnal Madrasah Ibtidaiyah, 4(1), 50–56.
Arizal, J., Mardiati, M., & Jumiatik, J. (2021). Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Berita Menggunakan Video Youtube pada Siswa Kelas VIII SMP Swasta Karya Kartini. Jurnal Serunai Bahasa Indonesia, 18(2), 50–59.
Bahmani, M., Chalak, A., & Heidari Tabrizi, H. (2021). The Effect of Evaluative Language on High-And Low-Graded Post-Graduate Students’ Academic Writing Ability Across Gender. Cogent Education, 8(1), 1905229.
Bicen, H., & Beheshti, M. (2017). The Psychological Impact of Infographics in Education.
BRAIN. Broad Research in Artificial Intelligence and Neuroscience, 8(4), 99–108.
Borkin, M. A., Vo, A. A., Bylinskii, Z., Isola, P., Sunkavalli, S., Oliva, A., & Pfister, H.
(2013). What Makes a Visualization Memorable? IEEE Transactions on Visualization and Computer Graphics, 19(12), 2306–2315.
Cahyono, B. (2017). Analisis Keterampilan Berpikir Kritis dalam Memecahkan Masalah Ditinjau Perbedaan Gender. AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, 8(1), 50–64.
Dahlia, D. (2023). Peningkatan Prestasi Belajar Siswa melalui Penerapan Pendekatan Pembelajaran Berbasis Genre pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Materi Menulis Naskah Pidato Persuasif di Kelas IX Semester 1 SMPN 2 Woha Tahun Pelajaran 2022/2023. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 3(1), 83–98.
Delona, A., & Kartikasari, R. D. (2021). Perbandingan Media Powtoon dan Mind Map pada Pembelajaran Menulis Teks Eksplanasi Siswa SMPN 85 Jakarta. Jurnal Ilmiah SEMANTIKA, 3(01), 21–29.
Dewi, K. S., Myartawan, I. P. N. W., Swari, N. K. T. A., & Sugihartini, N. (2020). Quizizz Effect on Students’ Grammar Mastery in Higher EFL Classroom Based Mobile Assisted Language Learning (Mall). 3(1).
Elaldi, S., & Çifçi, T. (2021). The Effectiveness of Using Infographics on Academic Achievement: A Meta-Analysis and a Meta-Thematic Analysis. Journal of Pedagogical Research, 5(4), 92–118.
Elphilia, E. (2021). Peningkatan Kemampuan Menulis Naskah Pidato Persuasif Menggunakan PUEBI Siswa Kelas IX SMPN 1 Sanga Desa Kabupaten Musi Banyuasin. LANGUAGE: Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra, 1(2), 148–
153.
Fraenkel, J. R., Wallen, N. E., & Hyun, H. H. (2012). How to Design and Evaluate Research in Education (8th ed). New York: McGraw-Hill Humanities/Social Sciences/Languages.
Hany, N., & Atmazaki, A. (2023). Pengaruh Metode Discovery Learning Berbantuan Media Infografik terhadap Keterampilan Menulis Teks Prosedur Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Kota Pariaman. PUSTAKA: Jurnal Bahasa dan Pendidikan, 3(2), 39–
47.
Hikmah, N., & Kusumastuti, I. W. (2017). Upaya Meningkatkan Minat Membaca Melalui Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) Berbantuan Infografis pada Pembelajaran Sejarah Peminatan Kelas XI IPS. Jurnal Profesi Keguruan, 3(2), 175–182.
Himawan, R., & Suyata, P. (2021). Analisis Kebutuhan Pengembangan Soal HOTS dalam Pembelajaran Teks Pidato Persuasif di MGMP SMP Wilayah Kabupaten Bantul. GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 117–129.
Ihyauddin, N. (2023). Pengembangan Bahan Ajar Teks Pidato Persuasif Berbasis E- Animation Pada Siswa Kelas IX SMP (Undergraduate, Universitas Negeri Jakarta).
Universitas Negeri Jakarta. Diambil dari http://repository.unj.ac.id/38796/
Ikhalasani, I., & R, S. (2021). Korelasi Penguasaan Kosakata Bidang Lingkungan dengan Keterampilan Menulis Teks Pidato Persuasif Siswa Kelas IX SMP Negeri 13 Mukomuko. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 10(1), 1–10.
Indina, Z., & Maryanti, R. (2021). Alternative Learning Media as a Solution in Distance Learning. Media Pendidikan, Gizi, dan Kuliner, 10(1).
Irawati, D., Iqbal, A. M., Hasanah, A., & Arifin, B. S. (2022). Profil Pelajar Pancasila sebagai Upaya Mewujudkan Karakter Bangsa. Edumaspul: Jurnal Pendidikan, 6(1), 1224–1238.
Iskandar, I. (2023). Meningkatkan Keterampilan Siswa dalam Menyusun Teks Pidato Persuasif melalui Penerapan Model Pembelajaran Inquiry di Kelas IX C SMP Negeri 1 Sagalaherang. J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan), 4(2), 368–378.
Jubaedah, S., Setiawan, H., & Meliasanti, F. (2021). Analisis Kalimat Imperatif pada Pidato Nadiem Makarim Rekomendasi sebagai Bahan Ajar Teks Pidato Persuasif.
EDUKATIF: Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(6), 3808–3815.
Kurniawan, F., Gunawan, R., & Qodariah, L. (2022). The Relationship of Infographic Learning Media and Instagram Media to Students’ Digital Literacy Ability in Social Studies Learning at SMP Shidqia Islamic School Bekasi. Edumaspul: Jurnal Pendidikan, 6(2), 2129–2135.
Lestari, T. (2023). Peningkatan Hasil Belajar Menulis Teks Pidato Pada Siswa Kelas IX SMP dengan Model Pembelajaran NHT (Numbered Head Together). Jurnal Ilmiah Pro Guru, 9(2), 194–208.
Maraya, P. R., Ramly, R., & Djumingin, S. (2022). Pengaruh Media Animasi dan Video dalam Pembelajaran Menulis Cerita Fantasi pada Siswa Kelas VII SMP Katolik Rajawali Makassar. Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 18(2), 331–346.
Mery, M., Martono, M., Halidjah, S., & Hartoyo, A. (2022). Sinergi Peserta Didik dalam Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Jurnal Basicedu, 6(5), 7840–7849.
Musdolifah, A., & Maulida, N. (2021). Penguatan Materi Menulis Teks Pidato Persuasif Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas IX SMP Negeri 2 Balikpapan Selatan. J- ABDI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(5), 917–926.
Mustika, I., Suhara, A. M., & Fauzi, E. L. (2021). Menulis Teks Pidato Persuasif, Motivasi Belajar, dan Pendekatan Saintifik dengan Bantuan Media Powtoon. Ranah: Jurnal Kajian Bahasa, 10(1), 144–152.
Muzaqi, A., Rulviana, V., & Wuryaningsih, R. S. (2023). Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Biografi Bentuk Infografis dengan Pembelajaran Project Based Learning pada Kelas X7 di SMA Negeri 1 Magetan. Al Qodiri, 21(1), 164–175.
Natalia, D. S. (2017). Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah dengan Bantuan Media Video untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Teks Eksposisi Siswa. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan, 1(2).
Nursamsu. (2021). Investigation on Gender and Learner-Centered Teaching Strategies Toward Learners’ Writing Performance. IJEE (Indonesian Journal of English Education), 8(2), 281–296.
Nursidik, D. (2021). Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) dalam Pembelajaran Menulis Teks Laporan Hasil Observasi dan Dampaknya terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik SMPN 2 Kalipucang. Wistara: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 2(2), 168–182.
Ozdamlı, F., Kocakoyun, S., Sahin, T., & Akdag, S. (2016). Statistical Reasoning of Impact of Infographics on Education. Procedia Computer Science, 102, 370–377.
Putra, K. A., Nulinnaja, R., & Munir, M. (2020). Persepsi Mahasiswa pada Pembelajaran Daring melalui Pemanfaatan Google Classroom dan Google Meet di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Indonesian Journal of Islamic Education Studies (IJIES), 3(2), 252–265.
Rachma, T. N., Ulumuddin, A., & Sudiyati, S. (2023). Peningkatan Menulis Teks Biografi Menggunakan Model PBL dan Media Infografik pada Peserta Didik SMA Negeri di Semarang. Jurnal Pendidikan Guru Profesional, 1(1), 53–61.
Rahman, A. (2018). Profil Kemampuan Berpikir Kritis dan Kemampuan Metakognitif Siswa Berdasarkan Jenis Kelamin. Jurnal Pendidikan Biologi, 10(1), 28–43.
Rahmawati, N. S. (2019). Write Speech Text Learning Using the Audio Visual Media.
KOLOKIUM Jurnal Pendidikan Luar Sekolah, 7(1), 20–25.
Rizkiyanti, N., Muktiarni, M., & Mupitah, J. (2021). The Role of Infographic Learning Media in Increasing Literature Interest of SMP Students During Pandemic. Jurnal Abmas, 21(1), 51–57.
Rusnaini, R., Raharjo, R., Suryaningsih, A., & Noventari, W. (2021). Intensifikasi Profil Pelajar Pancasila dan Implikasinya terhadap Ketahanan Pribadi Siswa. Jurnal Ketahanan Nasional, 27(2), 230–249.
Sahra, S. (2021). Peningkatan Keterampilan Menulis Pidato Persuasif Menggunakan Model Problem Based Learning Berbantuan Multimedia bagi Siswa SMP Negeri 2 Mataram. Jurnal Paedagogy, 8(4), 560–572.
Saputra, A., & Saleh, M. (2021). Perbedaan Tingkat Kemampuan Menulis Puisi Berdasarkan Gender Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Soppeng. INDONESIA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, 2(2), 71.
Sari, E. P., & Anwar, C. (2018). Pengembangan Media Berbentuk Infografis Sebagai Penunjang Pembelajaran Fisika Sma Kelas X.
Sari, M., Sudibyo, S. R., & Asnurani, I. (2022). Penerapan Metode Concept Sentence Untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Pidato Persuasif. Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya, 3(01), 95–107.
Solihatini, I. T., Abidin, Y., & Aljamaliah, S. N. M. (2021). Pengembangan Media Video Motion Graphic dalam Pembelajaran Menulis Pantun pada Masa Pandemi Covid 19. Diksa: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 7(2), 80–89.
Sudrajat, Y., Sari, N. W. A. P., Paturahman, M., & Agustin, Y. (2023). Pengaruh Keterampilan Membaca dan Menulis Terhadap Kemampuan Berpidato Pembelajar Sekolah Menengah Atas Swasta Jakarta Timur. Sinau: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran, 2(3), 145–158.
Susmini, S. (2021). Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Pokok Bahasan Menulis Opini dalam Artikel dengan Media Infografis pada Siswa Kelas XII IPA 2 MAN 1C Paser Tahun Pelajaran 2021-2022. Cross-Border, 4(2), 857–870.
Tyas, D. K., Winarti, A., & Rini, Y. D. R. (2022). Keterampilan Menulis Teks Eksposisi dan Teks Eksplanasi Siswa SMA Negeri 3 Sintang, Kalimatan Barat. 1.
Umamah, A., Hidayanti, I., & Kurniasih, K. (2019). Kesulitan Mahasiswa dalam Menulis Teks Eksposisi: Analisis Berbasis Gender. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 4(1), 33–50.
Umami, M. R., & Utomo, S. B. (2016). Pengaruh Media Infografis dan Poster pada Pembelajaran Joyful Learning terhadap Prestasi Belajar Siswa Ditinjau dari Kemampuan Logika Pada Materi Pokok Kesetimbangan Kimia Kelas XI IPA Semester Gasal SMA Negeri Gondangrejo Tahun Pelajaran 2015/2016. 5(3).
Utami, M. R., & Pristiwati, R. (2023). Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Pidato Persuasif Menggunakan Model Investigasi Kelompok Berbantuan Media Audio untuk Siswa SMP. Jurnal Profesi Keguruan, 9(1), 24–34.
Wijayanti, S. H., & Dhian, Y. C. (2012). Kecenderungan Siswa SMA di Bekasi dalam Memilih Topik Esai Ditinjau dari Perspektif Gender. Humaniora, 24(2), 187–200.