• Tidak ada hasil yang ditemukan

jurnal politik pemerintahan dharma praja

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "jurnal politik pemerintahan dharma praja"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

Penelitian ini mengkaji perkembangan partisipasi dan kesetaraan perempuan dalam hak politik di Indonesia dan Filipina. Dari latar belakang di atas, persoalan ini dibatasi oleh tingkat partisipasi dan peran perempuan dalam partai politik serta hambatan yang dihadapi perempuan dalam partai politik. Untuk membandingkan proses dan perkembangan partisipasi perempuan dalam partai politik di Indonesia dan Filipina, penulis menggunakan pendapat Myron Weiner (1971).

Perkembangan partisipasi perempuan dalam partai politik tentunya sangat dipengaruhi oleh aspek tersebut, karena hal tersebut menyebabkan munculnya gerakan tersebut.Dari penelitian dan kajian yang telah dilakukan, terdapat beberapa perbedaan dan persamaan dalam perkembangannya. partisipasi perempuan dalam partai politik antara Indonesia dan Filipina. Oleh karena itu, kesetaraan ini perlu lebih diperkuat, khususnya partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan dan pembuatan kebijakan.

Diagram 1. Kerangka berpikir
Diagram 1. Kerangka berpikir

Perubahan struktur kelas sosial Negara Indonesia sendiri terdapat

Sehingga bisa dikatakan mendekati kategori kesetaraan gender, berbeda dengan Indonesia yang berada di peringkat ke-92 pada tahun yang sama. Hingga kemudian muncul kelas feminis yang peduli akan pentingnya kesetaraan gender dalam membangun karakter bangsa, yang kemudian menuntut perubahan yang progresif. Pasalnya, partisipasi perempuan di ranah politik kini tertuang dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Pasal 173 ayat 2 huruf e tentang Peserta Pemilu.

Sekalipun jumlah keterwakilan perempuan di Indonesia yang disediakan adalah 30%, namun angka tersebut tidak sepenuhnya berlaku pada saat pelaksanaan, dan akan berubah seiring berjalannya waktu, dan disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah kurangnya kesadaran perempuan akan pentingnya partisipasi politik dan paradigma budaya patriarki yang masih melekat di masyarakat. Berikut grafik jumlah perempuan di DPR RI 2019-2024 yang tidak mencapai 30% sesuai aturan mengenai kuota 30% keterwakilan perempuan di parlemen 2019-2024. Namun berbagai upaya untuk mendorong partisipasi politik perempuan di Indonesia tetap dipertahankan oleh pemerintah, hal ini dapat dilihat dalam berbagai peraturan perundang-undangan yang ada.

Salah satu bentuk upaya pemerintah untuk mendorong partisipasi politik perempuan di ranah publik adalah dengan dikeluarkannya UU No. PCW adalah lembaga puncak untuk kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan di Filipina, terutama perempuan yang terpinggirkan. Undang-undang tersebut sekarang terus memengaruhi kode etik tempat kerja dan advokasi serikat pekerja untuk meningkatkan jangkauannya.

Sementara Partai Perempuan GABRIELA terlibat dalam proses legislatif, banyak perubahan terjadi di Filipina yang memberinya reputasi baik sebagai gerakan sosial. Hal ini terlihat dari 3.580 pejabat perempuan yang menduduki jabatan di pemerintahan Filipina dan 87 perwakilan perempuan yang menduduki parlemen pada tahun 2016 (Puspitasari, 2019).

Gambar 3. Grafik partsipasi perempuan dalam  parlemen
Gambar 3. Grafik partsipasi perempuan dalam parlemen

Pengaruh kaum intelektual dan komunikasi massa modern

Tak hanya itu, kaum intelektual kerap mengungkapkan gagasan dan pandangannya kepada perempuan, sehingga menyerukan partisipasi massa yang lebih luas dalam politik. Masalah ini kemudian menimbulkan situasi dilematis yang dihadapi perempuan Indonesia yang berkarir di bidang politik. Tingginya pendidikan perempuan kemudian mengubah pola pikir mereka untuk terlibat dalam pembangunan negara, sehingga kemudian banyak perempuan yang terdidik dan saling mempengaruhi untuk melahirkan kaum intelektual.

Intelektual bekerjasama satu sama lain, sampai kemudian mereka mendapatkan kesepakatan, harapan, persepsi dan tujuan yang sama. Kehadiran perempuan dalam masyarakat memiliki banyak fungsi dan peran penting, salah satunya dalam bidang politik. Dapat dikatakan bahwa dari waktu ke waktu muncul keberanian perempuan di Indonesia untuk mengkritisi kebijakan pemerintah tanpa rasa takut.

Dari sini dapat dikatakan bahwa kemajuan komunikasi dan massa modern telah mempercepat penyebaran gagasan, kritik, saran dan pendapat. Sementara tingkat membaca Indonesia mungkin melebihi Filipina, perlu dievaluasi lebih baik, terutama untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia, dan kita harus berusaha menarik siswa di luar sekolah untuk kembali ke sekolah. Filipina sendiri memiliki para intelektual yang tergabung dalam organisasi tersebut yang banyak memberikan kegiatan, pelatihan dan gagasan bagi perempuan di Filipina untuk memperjuangkan hak-haknya.

Terlepas dari itu, PCW merekomendasikan pengadopsian kuota gender dan langkah-langkah spesifik lainnya sebagai langkah alternatif untuk menyamakan dan memastikan kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mencalonkan diri dan dipilih untuk jabatan publik. Karena gagasan para intelektual saat ini, pengakuan dan promosi hak-hak perempuan untuk berpartisipasi dalam politik dan proses pengambilan keputusan lainnya diabadikan dalam instrumen hak asasi manusia internasional yang diikuti oleh Filipina.

Gambar 4. Angka partisipasi sekolah Indonesia  menurut Jenjang Pendidikan, 2016-2020
Gambar 4. Angka partisipasi sekolah Indonesia menurut Jenjang Pendidikan, 2016-2020

Konflik di antara Kelompok Kelompok Pemimpin Politik

Namun, sektor media juga tidak kebal terhadap realitas yang merugikan, meskipun jumlah perempuan yang berpartisipasi dan menyampaikan pendapat di media semakin meningkat, namun perempuan belum mendapatkan banyak kesetaraan dengan laki-laki dalam hal partisipasi dan pengambilan keputusan. pembuatan. Dukungan tersebut tentunya harus terus dilakukan dengan memberikan berbagai informasi yang diperlukan dan harus dapat memastikan bahwa anggota parlemen perempuan dapat berpartisipasi dalam reformasi kebijakan dan peraturan perundang-undangan yang diskriminatif dan tidak berperspektif kesetaraan. Berdasarkan informasi di atas dapat dikatakan bahwa Indonesia menduduki peringkat 88 sebagai negara yang menerapkan kesetaraan gender tertinggi, Indonesia dapat meningkatkan peringkatnya dari tahun sebelumnya yaitu 92 dari 145 negara.

Kedepan diharapkan kesetaraan gender di Indonesia akan terus meningkat, meskipun belum bisa menyalip Filipina, namun keberhasilan Filipina dalam menerapkan kesetaraan gender harus dijadikan sebagai motivasi untuk perbaikan ke depan. Hal ini muncul karena adanya kesadaran akan nilai dan kebutuhan dominan perempuan yang harus diberi kesempatan untuk berjuang. Meskipun dalam jangka pendek konflik meningkat, namun mengarah pada perubahan yang lebih menguntungkan kepentingan perempuan dalam pemerintahan dan sistem politik.

Peran perempuan cukup penting dalam partai politik, karena harus memperhatikan kepentingan politik perempuan dan tidak mengambil risiko kehilangan nilai kepentingannya terhadap kepentingan laki-laki. Wängnerud menegaskan bahwa perempuan dalam politik merupakan kelompok yang masih eksis dan seringkali tersisih dari proses pengambilan keputusan karena adanya konflik kepentingan antara laki-laki dan perempuan. Brosas percaya harus ada kesetaraan gender (50/50) dalam politik di seluruh dunia, tidak hanya di Filipina.

Berdasarkan hal tersebut, dapat dikatakan bahwa Filipina merupakan negara yang dapat dijadikan contoh yang baik dalam kesetaraan gender untuk ditiru oleh Indonesia. Seperti yang dikatakan Hernes (1987:23) bahwa masyarakat merugi ketika perempuan tidak berpartisipasi dalam politik, hal ini dikarenakan perempuan memiliki pengetahuan tentang nilai dan pengalaman yang berbeda dan bukan milik laki-laki, oleh karena itu laki-laki dan perempuan harus dapat saling melengkapi. lainnya - lainnya. , dan membuat keputusan yang lebih baik untuk seluruh masyarakat.

Gambar 6. Laporan Kesenjangan Gender Global  Forum Ekonomi Dunia (WEF) 2016.
Gambar 6. Laporan Kesenjangan Gender Global Forum Ekonomi Dunia (WEF) 2016.

Keterlibatan pemerintah yang meluas dalam berbagai bidang

Dari segi budaya di Indonesia, partisipasi politik perempuan masih tergolong rendah, hal ini disebabkan oleh berbagai faktor seperti budaya patriarki dan stereotype. Patriarki adalah praktik sosial dan politik di mana laki-laki cenderung mengontrol, menindas, dan mengeksploitasi hak-hak perempuan (Vina R. Untuk memperbaiki hal tersebut, maka hubungan pemerintah adalah menciptakan budaya politik dalam masyarakat. Budaya politik di Indonesia merupakan perwujudan dari nilai-nilai ​diselenggarakan oleh masyarakat yang diyakini sebagai pedoman dalam penyelenggaraan kegiatan politik kenegaraan, selain itu peran pemerintah juga harus memajukan budaya pancasila dalam masyarakat, karena ini merupakan karakter bangsa. ini, harus ada sistem yang menjamin terselenggaranya sistem pendidikan nasional yang terstruktur yang menjamin hak memperoleh pendidikan bagi seluruh rakyat Indonesia. di global Adapun Filipina sendiri, gerakan perempuan bisa, yang saat ini aktif dikatakan dinamis dan terus berkembang, hal ini tentunya hasil produk sejarah dan perjuangan serta dukungan dari pemerintah sebagai hasil dari tekanan masyarakat. Hal itu dilakukan karena Filipina merupakan negara yang pernah mengalami masa penjajahan yang agak kelam di masa lalu. Hingga saat ini, seluruh masyarakat, termasuk perempuan, telah melakukan berbagai upaya untuk memperjuangkan kemerdekaan. Dari upaya tersebut muncul gerakan perempuan di Filipina yang mulai berkembang sesuai dengan kondisi sosial yang ada, dan berkat dukungan pemerintah Filipina, gerakan tersebut masih berjalan hingga saat ini. Gerakan perempuan juga telah berkolaborasi dengan banyak gerakan sosial dan juga didukung oleh pemerintah. 44 kemudian mampu memecahkan masalah. gender dan ketidaksetaraan yang mengubah norma sosial dan mampu secara efektif memengaruhi dan berkontribusi pada pengambilan keputusan pemerintah untuk mencapai kesetaraan, pertumbuhan dan pembangunan yang inklusif. Selain itu, sudah banyak perempuan Filipina yang bekerja di bidang legislatif, pemerintahan tingkat tinggi, dan kategori pekerjaan manajerial. Sara S, 2016: 3), Semua hasil tersebut menunjukkan adanya dukungan penuh negara terhadap partisipasi perempuan dalam politik. Pertumbuhan ekonomi Filipina sangat penting bagi partisipasi perempuan dalam politik, hal ini disebabkan korelasi positif antara pembangunan ekonomi dan keterwakilan politik perempuan.

Fakta yang terjadi saat ini tentu menunjukkan bahwa posisi perempuan di ranah politik cukup diperhatikan, meski jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan laki-laki. Namun, terlepas dari kesepakatan tersebut, Filipina sebelumnya telah melakukan perubahan signifikan dalam upayanya untuk memajukan dan meningkatkan partisipasi perempuan dalam politik dan pemerintahan. Bahkan pada Kongres ke-17 2016, GPW berhasil meraih 1.367.795 juta suara atau sekitar 4,22% dari jumlah penduduk Filipina, yang bisa dikatakan partisipasi perempuan di parlemen mendapat banyak simpati dan dukungan.

Bahkan partisipasi perempuan di DPR RI hanya sekitar 120 orang, dan hanya 20,87% dari total 575 kursi legislatif yang tersedia. Tentunya ke depan diharapkan keterwakilan perempuan di parlemen di Indonesia mencapai 30% bahkan bisa meningkat seperti Filipina. Dalam bidang pendidikan Indonesia bisa dikatakan jauh lebih tinggi dari Filipina, hal ini terlihat dari Indonesia yang menduduki peringkat ke-72 pada PISA 2018 sedangkan Filipina berada di peringkat ke-77.

Aktor-aktor yang mempengaruhi keterlibatan perempuan dalam partai politik dipengaruhi oleh pendidikan, melalui pendidikanlah yang kemudian dapat menentukan keaktifan perempuan untuk terlibat dalam partai politik. Hal ini terlihat dari Indonesia sendiri, dimana sering terjadi konflik antar calon pemimpin politik. Hal ini karena perempuan berhak mendapatkan dukungan dari masyarakat untuk berpartisipasi atas dasar kesetaraan dengan laki-laki.

Menyelenggarakan program pelatihan keterampilan yang secara khusus menjawab kebutuhan calon politisi/legislator perempuan yang terbuka untuk umum sehingga memberdayakan perempuan untuk memimpin dan berkontribusi dalam pemerintahan 3.

Gambar 8. The Global Gender Gap Index 2021
Gambar 8. The Global Gender Gap Index 2021

BORAS, 20-35

Kajian korelasi kesenjangan gender terhadap indeks demokrasi di Filipina dalam disertasi, UIN Sunan Ampel Surabaya). Peran Partai Perempuan Gabriela dalam mereduksi masalah kekerasan seksual terhadap perempuan di Filipina dalam disertasi doktor Universitas Muhammadiyah Malang).

Gambar

Diagram 1. Kerangka berpikir
Gambar 1. TOP 10 Laporan Kesenjangan Gender  Global Forum Ekonomi Dunia (WEF) 2015.
Gambar 3. Grafik partsipasi perempuan dalam  parlemen
Tabel 1. Perolehan Jumlah Kursi dan Suara     GWP Pemilu 2004-2016
+6

Referensi

Dokumen terkait

Salah satu regulasi yang dibuat pemerintah pusat adalah melalui Surat Edaran Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, SE Mendes 8 tahun 2020 tentang Desa Tanggap