1
KAJIAN PERENCANAAN PENGEMBANGAN GEDUNG UJI BERKALA KENDARAAN BERMOTOR
(STUDI PADA UP PKB PULOGADUNG DINAS PERHUBUNGAN PROVINSI DKI JAKARTA)
Rudias Kresna Mahasiswa
Magister Teknik Sipil Universitas Trisakti Jl. Kyai Tapa, Grogol, Jakarta Barat
Telp. 021-5663232 Ext. 8219 082298769027
Budi Hartanto Susilo Dosen
Magister Teknik Sipil Universitas Trisakti Jl. Kyai Tapa, Grogol, Jakarta Barat
Telp. 021-5663232 Ext. 8219 081214750840
Abstract
UPPKB is the front line in the supervision of motorized vehicles in conducting periodic tests. There are many mandatory test motor vehicles (KBWU) that need to be serviced, diverse vehicle dimensions often cause problems in the test building, including: vehicle queues, vehicle circulation, spatial test lanes / buildings and test building areas. The test building is an important factor in the study of motorized vehicles, the facts on the ground are still diverse and there are no standard standards in its construction, it is necessary to have detailed engineering (Detailed Engineering Design) / standard DED from a motor vehicle testing unit based on analysis in the preparation of plans parent. This study aims to identify the condition of the motor vehicle periodic test building, analyze problems related to the test building and determine alternative solutions for the construction of the motor vehicle periodic test building at UPPKB Pulogadung Transportation Agency DKI Jakarta Province. The research method by the researcher is descriptive qualitative. Technical analysis of data reduction of data, presentation of data and drawing conclusions. The results of the study concluded: The condition of the motor vehicle periodic test building at UPPKB Pulogadung is in accordance with applicable regulations, The problems contained in UPPKB Pulogadung related to the test building are the accumulation of vehicle queues, lack of test lanes, The need for periodical test building development UPPKB Pulogadung motor vehicle based on the results of the analysis and basic concepts of standard DED development and is used as a technical guideline in construction work.
Keywords: study, planning, development, periodical test building of motor vehicles
Abstraksi
UPPKB menjadi garda terdepan dalam pengawasan kendaraan bermotor dalam melakukan uji berkala.
Banyak kendaraan bermotor wajib uji (KBWU) yang perlu dilayani, dimensi kendaraan yang beraneka ragam sering menimbulkan permasalahan pada gedung uji, antara lain : antrean kendaraan, sirkulasi kendaraan, lajur uji tata ruang / gedung dan area gedung uji. Gedung uji menjadi faktor penting dalam pelaksanaan pengujian kendaraan bermotor, fakta di lapangan bentuknya masih beraneka ragam dan belum ada standar baku dalam pembangunannya, maka perlu adanya detail rekayasa (Detailed Engineering Design) yang baku dari suatu unit pengujian kendaraan bermotor berdasarkan analisis dalam penyusunan rencana induk. Penelitian ini bertujuan mengindentifikasi kondisi bangunan gedung uji berkala kendaraan bermotor, menganalisis permasalahan yang terkait gedung uji dan menentukan solusi alternatif pembangunan gedung uji berkala kendaraan bermotor di UPPKB Pulogadung Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta. Metode penelitian yang digunakan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi.
Teknis analisis data reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menyimpulkan : Kondisi bangunan gedung uji apakah sudah sesuai peraturan yang berlaku, Permasalahan yang terdapat di UPPKB Pulogadung terkait gedung uji adalah penumpukan antrean kendaraan, kurangnya lajur pengujian, perlunya pengembangan gedung uji berdasarkan hasil analisis dan konsep dasar pengembangan DED yang standar dan dipergunakan sebagai pedoman teknis dalam pekerjaan kontruksi.
Kata Kunci: kajian, perencanaan, pengembangan, gedung uji berkala kendaraan bermotor
2 PENDAHULUAN
Unit Pelaksana Uji Berkala Kendaraan Bermotor (UPUBKB) berperan penting untuk menjamin kendaraan yang berkeselamatan. UPUBKB menjadi garda terdepan dalam pengawasan kendaraan bermotor dalam melakukan uji berkala (KIR), untuk menjamin kendaraan yang berkeselamatan, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan mewajibkan pengujian berkala bagi angkutan umum dan angkutan barang enam bulan sekali di UPUBKB terakreditasi. Akreditasi adalah bentuk pengakuan formal dari Pemerintah yang menyatakan bahwa UPUBKB telah memenuhi persyaratan untuk melakukan pengujian berkala kendaraan bermotor. Standar akreditasi yang ditetapkan yaitu sistem informasi uji berkala kendaraan bermotor, sistem dan tata cara pengujian, keakurasian peralatan (kalibrasi), lokasi unit pengujian kendaraan bermotor, kompetensi penguji dan standar fasilitas prasarana dan peralatan pengujian. Gedung uji memiliki bentuk yang beraneka ragam dan belum ada standar baku dalam pembangunan gedung uji kendaraan bermotor. Sehingga perlu adanya detail rekayasa desain (Detailed Engineering Design) yang standar berdasarkan pertimbangan penyusunan rencana induk. UPUBKB telah terakreditasi dan melaksanakan program drive thrue, namun dalam pelaksanaan pelayanan masih belum optimal dan terdapat beberapa permasalahan antara lain antrean kendaraan, sirkulasi kendaraan, sampai dengan kesehatan bagi penguji kendaraan bermotor yang bekerja di area gedung pengujian. Penelitian ini bertujuan mengindentifikasi kondisi bangunan gedung uji berkala kendaraan bermotor, menganalisis permasalahan yang terkait gedung uji dan menentukan solusi alternatif pembangunan gedung uji berkala kendaraan bermotor di UPPKB Pulogadung Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta.
TINJAUAN PUSTAKA Regulasi
Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : PM. 133 Tahun 2015 tentang Pengujian Kendaraan Bermotor, Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor : SK.
1471/AJ.402/DRJD/2017 tentang Akreditasi Unit Pelaksana Uji Berkala Kendaraan Bermotor, 3) Surat Edaran Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor A.1080.UM.107/19 Tahun 1991 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Balai Pengujian Kendaraan Bermotor.
Kajian
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata kajian berasal dari kata “kaji” berarti pelajaran, penyelidikan (tentang sesuatu). Bermula dari pengertian dasar yang demikian, latas “kajian” menjadi berarti proses, cara, pembuatan mengkaji, penyelidikan (pelajaran yang mendalam) penelaahan. Mengkaji artinya memikirkan sesuatu lebih lanjut yang diterapkan dapat menciptakan suatu kesimpulan yang selanjutnya mengarah untuk melalukan suatu perbuatan.
Perencanaan
Perencanaan merupakan suatu proses yang kontinu yang meliputi dua aspek, yaitu formulasi perencanaan dan pelaksanaannya. Perencanaan dapat digunakan untuk mengontrol dan mengevaluasi jalannya kegiatan, karena sifat rencana itu adalah sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan. (Listyangsih, 2014).
Pengembangan
Menurut Tessmer dan Richey (Alim Sumarno, 2012) pengembangan memusatkan perhatiannya tidak hanya pada analisis kebutuhan, tetapi juga isu-isu luas tentang analisis, awal-akhir, seperti analisis kontekstual. Pengembangan bertujuan untuk menghasilkan
3
produk berdasarkan temuan-temuan uji lapangan. pengembangan merupakan suatu usaha yang dilakukan secara sadar, terencana, terarah untuk membut atau memperbaiki, sehingga menjadi produk yang semakin bermanfaat untuk meningkatkan kualitas sebagai upaya untuk menciptakan suatu yang lebih baik.
Pengujian Kendaraan Bermotor
Berdasarkan PP 55 Tahun 2012 ,Pengujian Kendaraan Bermotor adalah serangkaian kegiatan menguji dan/atau memeriksa bagian atau komponen Kendaraan Bermotor, Kereta Gandengan, dan Kereta Tempelan dalam rangka pemenuhan terhadap persyaratan teknis dan laik jalan.
METODOLOGI PENELITIAN
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif.
Teknik pengumpulan data yang dapat digunakan dalam penelitian ini adalah : Wawancara, observasi, studi pustaka dan FGD (Focus Group Discussion). Kerangka alir penelitian dapat dilihat pada Gambar 1.
Gambar 1. Diagram alir penelitian
HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN Hasil Penelitian
Pembentukan Organsiasi dan Tata Kerja Unit Pengelola Pengujian Kendaraan Bermotor (UPPKB) Pulogadung berdasarkan Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 331 Tahun 2016. UPPKB Pulogadung memiliki luas 12.153 m2 , luas bangunan (gedung dan mekanis uji ) 1.507,2 m2 dan lahan parkir 11.645,7m2. Berlokasi di Jalan Raya Bekasi Timur KM 18,5 Pulogadung, Jakarta timur. Jumlah SDM UPPKB Pulogdung 108 pegawai terdiri dari tenaga struktur dan fungsional. Bagan alur pelayanan pengujian kendaran bermotor dapat dilihat seperti pada Gambar 2.
4
Gambar 2. Bagan alur pelayanan UP PKB Pulogadung
Fasilitas pengujian kendaraan bermotor di UPPKB Pulogadung antara lain: 1) Bangunan gedung pengujian, 2) Bangunan gedung untuk generator zat, kompresor dan gudang, 3) Jalan ke luar masuk, 4) Bangunan gedung adminsitrasi, 5) Lapangan parkir, pagar, pompa air dan pu penerangan. Adapun peralatan uji berkala kendaraan bermotor meliputi : 1) Peralatan utama, 2) Peralatan penunjang, 3) Peralatan bantu.
Gambar 3. Fasilitas UP PKB Pulogadung
UP PKB Pulogadung sudah terakreditasi dan melaksanakan program drive thrue, namun dalam pelaksanaan pelayanan masih belum optimal dan terdapat beberapa permasalahan antara lain antrean kendaraan akibat banyaknya jumlah KBWU, sirkulasi kendaraan, sampai dengan kesehatan bagi penguji kendaraan bermotor yang bekerja di area gedung pengujian. Diketahui jumlah data KBWU di DKI Jakarta pada bulan Juni 2020 sampai dengan Desember 2020 dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Jumlah KBWU DKI Jakarta Juni – Desember 2020
5
Berdasarkan analisis kapasitas yang dilakukan, dengan jumlah KBWU yang ada di DKI Jakarta terdapat 32.788 KBWU yang belum terlayani oleh 4 UP PKB yang ada di DKI Jakarta. Dengan banyaknya jumlah KBWU tersebut, terjadi antrean kendaraan pada UP PKB Pulogadung yang dalam kondisi ideal per lajur per hari melayani 70 kendaraan namun pada kondisi eksisting melayani 110 kendaraan per lajur per hari, sehingga ada 440 kendaraan yang melaksanaakan pengujian setiap harinya. Adapun antrean kendaraan terjadi pada hanggar dan loket administrasi, dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2. Hasil Analisis Antrean
No. Uraian Panjang Antrean Hanggar Loket Adm 1 Sepeda Motor 0.10 meter 0.10 meter 2 Kendaraan Ringan 0.08 meter 0.08 meter 3 Kendaraan Berat 34.72 meter 5.68 meter
Permasalahan utama pelayanan Pengujian Kendaraan Bermotor di Provinsi DKI Jakarta ada pada pertambahan jumlah wajib uji per tahun tidak diikuti dengan pertambahan lajur uji di wilayah Provinsi DKI Jakarta. Selain dari permasalahan antrean, terdapat juga permasalahan pada gedung uji kendaraan bermotor yaitu terkait penempatan alat uji yang berpotensi bahaya apabila terjadi kegagalan unjuk kerja dan tingginya kandungan karbon monoksida (CO) terutama pada sekitar alat uji penunjuk kecepatan (speedometer tester) yang mencapai 81.88139 μg/Nm3. Semenjak pandemi Covid-19 di UP PKB Pulogadung pelayanan uji KBWU tetap dilaksanakan dengan menerapkan prinsip pengendalian infeksi dan physical distancing dengan tetap memperhatikan protokol pencegahan dan pengendalian Covid-19 sesuai Pergub DKI Jakarta No. 51 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala pada Masa Transisi menuju masyarakat sehat, aman dan produktif.
Analisis Hasil Penelitian
Perbandingan Kondisi Eksisting dengan desain berdasarkan Surat Edaran Dirjen Perhubungan Darat Nomor : A.1080.UM.107/1991 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Balai Pengujian Kendaraan Bermotor. Berdasarkan fakta yang ada dilapangan di UPPKB Pulogadung ada 6 (enam) indikator yaitu bentuk bangunan, struktur bangunan, zonasi, desain, komponen bangunan dan teknis ruang dalam bangunan.
Tabel 3. Kesesuaian kondisi eksisting dengan Surat Edaran Dirjen Hubdat No. A.1080.UM.107/1991
Ya Tidak
1 Lokasi √ Sudah berada pada lokasi yang sesuai dengan kelas jalan 2 Bentuk dan perencanaan
bangunan √ Penambahan jumlah lajur uji untuk mengakomodir jumlah KBWU yang besar dan rencana pengembangan mobil 3 Struktur bangunan √ Dibangun secara bertahap sesuai kebutuhan
4 Zonasi ruang √ Ketersediaan lahan parkir yang kritis pada jam sibuk 5 Desain komponen bangunan √ Penerangan gedung PKB, penggunaan dinding kedap suara 6 Persyaratan teknis ruang dalam
bangunan √ Sirkulasi udara pada gedung PKB, Luasan loket verivikasi berkas
Kesesuaian
No Indikator Catatan
6
Pembahasan hasil penelitian di atas diketahui kondisi eksisting sudah sesuai dengan peraturan yang ada yaitu Surat Edaran Dirjen Hubdat No. 1080.UM.107/1991 namun masih ditemui beberapa permasalahan yang terdapat di UP PKB Pulogadung terutama pada penumpukan antrean kendaraan, kurangnya lajur pengujian dan pengembangan gedung uji berkala kendaraan bermotor. Beberapa solusi alternatif yang dapat diberikan adalah sebagai berikut :
1. Pembangunan lajur uji baru, untuk mengakomodir jumlah Kendaraan Bermotor Wajib Uji (KBWU) dan rencana pengembangan kendaraan bermotor bertenaga listrik;
Gambar 4. Pembangunan lajur uji baru
2. Pengambangan pada sirkulasi kendaraan yang jelas, penempatan ruang, zona parkir, fasilitator pendukung, penggunaan signage, vegetasi;
Gambar 5. Pengembangan UP PKB Pulogadung
7
3. Pengembangan pada gedung pengujian kendaraan bermotor untuk memperoleh sirkulasi dan penerangan yang baik, penempatan alat uji mekanik pada urutan yang tepat untuk mengurangi risiko bahaya apabila terjadi kegagalan unjuk kerja alat.
Gambar 6. Pengembangan pada gedung PKB
Beberapa solusi alternatif yang diberikan diharapkan mampu menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang masih ditemui. Perencanaan Pengembangan UPPKB Pulogadung sesuai representasi Visi dan Misi Ditjen Perhubungan Darat. “Menjadikan UPPKB yang steril, menimimalkan kontak langsung antara pemohon dengan petugas”, sehingga meningkatkan pelayanan pengujian kendaraan bermotor di UP PKB Pulogadung.
Adapaun RAB dalam pengembangan gedung pengujian kendaraan bermotor UP PKB Pulogadung dapat diperkiraan sebagaimana dapat dilihat pada Tabel 4.
Tabel 4. RAB pengembangan gedung PKB No Jenis Pekerjaan Jumlah Harga
1 Pekerjaan persiapan Rp. 141.192.776 2 Lajur uji mekanis Rp. 2.187.262.718 3 Ruang identifikasi 1 Rp. 806.469.696 4 Ruang identifikasi 2 Rp. 401.908.234 5 Inplasment Rp. 2.521.292.480 6 Pekerjaan mekanikal
elektrikal Rp. 31.861.504
Total Rp. 6.089.987.407
8 KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
1. Kondisi bangunan gedung uji berkala kendraan bermotor di UPPKB Pulogadung Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta sudah sesuai dengan:
a. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor : PM133 Tahun 2015 tentang Pengujian Ujian Berkala Kendaraan Bermotor;
b. Keputusan Dirjen Perhubungan Darat Nomo A.1080.UM.107/2019 Tahun 1991 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Balai Pengujian Kendaraan Bermotor;
c. Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Dasar Nomor : SK. 1471/
AJ.402/DRJD/2017 tentang Akreditasi Unit Pelaksana Ujian Berkala Kendaraan Bermotor;
d. Peraturan Gubermur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 329 Tahun 2014 tentang Pembentukan, Organisasi Dan Tata Kerja Unit Pengelola Pengujian Kendaraan Bermotor.
2. Permasalahan-permasalahan yang masih terdapat di UP PKB Pulogadung yang terkait gedung uji.
a. Pengujian kendaraan bermotor mencapai 400-500 kendaraan/hari yang dilayani dari pkl.08.00-16.00 WIB, sehingga terjadi penumpukan dan antrean Kendaraan Bermotor Wajib Uji (KBWU);
b. Kurangnya lajur pengujian yang dapat mengakomodir jumlah Kendaraan Bermotor Wajib Uji (KBWU) dan rencana pengembangan kendaraan bermotor bertenaga listrik;
c. Perlunya pengembangan gedung uji kendaraan bermotor UPPKB Pulogadung melalui studi DED (Detail Enginering Design).
3. Menentukan solusi alternatif pengembangan gedung uji berkala kendaraan bermotor di UPPKB Pulogadung.
a. Pembangunan lajur uji baru yang dapat mengakomodir jumlah Kendaraan Bermotor Wajib Uji (KBWU) dan rencana pengembangan kendaraan bermotor bertenaga listrik;
b. Pengambangan pada sirkulasi kendaraan yang jelas, penempatan ruang, zona parkir, fasilitator pendukung, penggunaan signage, vegetasi;
c. Pengembangan pada gedung pengujian kendaraan bermotor untuk memperoleh sirkulasi dan penerangan yang baik, penempatan alat uji mekanik pada urutan yang tepat untuk mengurangi risiko bahaya apabila terjadi kegagalan unjuk kerja alat;
d. Desian Gedung UPPKB Pulogadung berdasarkan SK Perhubungan Darat Nomor SK.1471/AJ.402/DRJD/2017 tentang Akreditasi Unit Pelaksana Uji Berkala Kendaraan Bermotor dan Keputusan Dirjen Perhubungan Darat Nomor : A.1080.UM.107/2019 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Balai Pengujian Kendaraan Bermotor melalui hasil studi DED (Detailed Engeneering Design) yang merepresentasikan Visi dan Misi Ditjen Perhubungan Darat. “Menjadikan UPPKB yang steril, menimimalkan kontak langsung antara pemohon dengan petugas.
9 Saran
1. Perencanaan pengembangan Gedung Uji Berkala Kendaraan Bermotor yang telah dibut dapat dipertimbangkan untuk digunakan sebagai panduan dalam perumusan kebijakan, standar, pedoman dan kriteria agar ada keseragaman/ kesamaan pada Unit Pelaksana Uji Berkala Kendaraan Bermotor (UPPKB) di Dinas Perhubungan;
2. Diharapkan UPPKB dapat melakukan penelitan lanjutan untuk menganalisis permasalahan yang ada dengan membuat kegiatan rencana jangka pendek, menengah dan panjang sesuai dengan sasaran dan tujuan serta menyusun teknis, sebagai perwujudan akuntabilitas pengujian kendaraan bermotor.
DAFTAR PUSTAKA
Burhan, 2003. Analisis Data Penelitian Kualitatif (Pemahaman Filosofis dan Metodologis Ke Arah Pengguasaan Model Aplikasi). Jakarta : PT. Rja Grafindo Persada.
Cresswell.I.W, 2010. Research Design, Pendekatan Kualitatif, Kuantatif dan Mixed.
Jogyakarta: PT. Pustaka Pelajar.
Hamidi.2004. Metode Penelitian Kualitatif (Aplikasi Praktis Pembuatan Proposal dan Laporan Penelitian). Malang: UMM Press
Khalid S. Al-Saleh. 2010. Productivity Improvment of a Motor Vechicle Inspection Station Using Motion Anda Time Study Techniques. College of Engineering King Saud University Riyadh.
Hasan, M. Iqbal, 2002. Pokok-Pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya.
Bogor: Ghalia Indonesia.
Siagian, Sondang P. 2005. Administrasi Pembangunan Konsep Dimensi dan Strateginya.
Jakarta: Bumi Aksara
Syafiiie, Inu Kencana. 2011. Sistem Pemerinthan Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 133 Tahun 2015 tentang
Pengujian Berkala Kendaraan Bermotor.
Peraturan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Nomor : SK.1954/AJ.502/DRDJ/2019 tentang Tata Cara Kalibrasi Peralatan Uji Berkala Kendaraan Bermotor.
Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor : SK.1471/AJ.402/DRJD/2017 tentang Akreditasi Unit Pelaksana Uji Berkala Kendaraan Bermotor.
Keputusan Dirjen Perhubungan Darat Nomor A.1080.UM.107/2/19 tanggal 31 Oktober 1991 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Balai Pengujian Kendaraan Bermotor.
Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor 272/HK.105/DRJD/96 tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Fasilitas Parkir
Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Nomor 329 Tahun 2014 tentang Pembentukan, Organsiasi dan Tata Kerja Unit Pengelola Pengujian Kendaraan Bermotor.
Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Nomor 51 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosisal Berskala pada Masa Transisi Menuju Masyarakat Sehat, Aman dan Produktif.
Keputusan Kepala Unit Pengelola Pengujian Kendaraan Bermotor Pulogadung Nomor 24 Thun 2018 tentang Penetapan Standar Pelayanan Pada Unit Pengelola Pengujian Kendaraan Bermotor Pulogadung Dins Perhubungan Provinsi DKI Jakarta.