• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal Teknik Elektro - Publikasi Mercubuana

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "Jurnal Teknik Elektro - Publikasi Mercubuana"

Copied!
55
0
0

Teks penuh

Abstrak - Akses lift menggunakan kartu RFID berbasis mikrokontroler AT89S51 terdiri dari mikrokontroler sebagai pengendali utama, RFID Tag + RFID Reader sebagai akses lift menuju lantai tujuan, sensor infra merah sebagai pembatas tiap lantai, Motor Stepper sebagai penggerak pintu lift buka tutup dan motor DC sebagai penggerak naik turun lift Waktu rata-rata yang dibutuhkan lift untuk masuk ke lantai 1 adalah 5,682 detik dan untuk masuk ke lantai 2 adalah 22,164 detik. Warna merah berfungsi untuk menentukan lantai setiap lift, Motor Stepper saat pintu lift terbuka dan tertutup, dan motor DC sebagai penggerak lift naik dan turun. Untuk membuka pintu lift, motor DC akan bergerak ke kiri sehingga pintu lift dapat terbuka, sedangkan untuk menutup pintu lift, motor DC akan berputar ke kanan.

Elevator atau prototype elevator ini dikendalikan oleh elevator sebenarnya, yang terdiri dari sensor di setiap lantai yang digunakan sebagai batas perjalanan elevator, beberapa tombol yang terletak di dalam sangkar elevator atau di luar elevator yang digunakan untuk memanggil elevator atau melayani lantai. tujuan, dua sensor mekanis untuk membatasi pergerakan pintu dan dua motor DC untuk menggerakkan pintu lift dan juga untuk menggerakkan lift. Motor DC adalah alat yang digunakan untuk menghasilkan tenaga mekanik berupa putaran dengan masukan berupa tegangan yang dihasilkan oleh sumber tegangan DC. Pin ini akan mengatur perubahan arah putaran motor dc sesuai dengan perintah yang diberikan.

Untuk mempermudah perancangan perangkat lunak maka dibuat diagram alir mikrokontroler seperti pada Gambar 3.7 dan 3.8. Pada Gambar 4.5 terlihat bahwa lift berada di lantai 1, dan jika menekan tombol panggil atau tujuan lantai 2 (tombol luar atau tombol di dalam lift), motor penggerak lift aktif sehingga lift naik setelah sensor lantai 2 aktif. Pada tabel 4.3 dan pada Gambar 4.4 (sebelum dilakukan upgrade) dapat dilihat persentase utilisasi kapasitas transmisi link Sindangrasa – Rancamaya mencapai 100% pada jalur downlink antara Node-B (BTS 3G) dan perangkat pengguna 3G-HSDPA .

Namun pada Tabel 4.4 dan Gambar 4.9 (setelah dilakukan peningkatan), terlihat bahwa persentase utilisasi kapasitas transmisi pada link Sindangrasa – Rancamaya tidak pernah mencapai 100%.

Tabel 4.1. Hasil Survey Lapangan
Tabel 4.1. Hasil Survey Lapangan

Hours NE Before

Selaras dan konsisten dengan artikel ITU di nomor artikel ITU-T G.7041, G.8040, dan G.707 dan hasil makalah oleh Arthur Harvey, "Tutorial Tinjauan Teknologi Ethernet-over-PDH" yang menyatakan bahwa Pengaturan Asli Teknologi IP (E1 Over IP) dapat dibuat dari kecepatan 1,5 Mbps hingga 360 Mbps. Mengatasi masalah transmisi link Rancamaya – Sindangrasa, pemecahan masalah dilakukan dengan mengubah kecepatan transmisi link dari 18 Mbps menjadi 51 Mbps. Dimana setting kecepatan tersebut masih jauh di bawah nilai maksimum kecepatan transmisi link yang diacu oleh kertas yaitu 360 Mbps.

Hasilnya, terjadi penurunan persentase kemacetan pada pemanfaatan pita transmisi yang sebelumnya mencapai 100%.

Hours NE After

W-CDMA_(UMTS)

Abstrak - Kontrol suhu rumah kaca otomatis adalah penerapan sistem suhu otomatis pada ruangan tertentu, untuk menjalankan fungsi suhu otomatis digunakan beberapa sensor sebagai sistem sensor dan beberapa aktuator sebagai sistem pengkondisian udara. Pada laporan kali ini, peneliti akan menggunakan mikrokontroler sebagai unit kendali pada sistem kendali rumah kaca otomatis. Dalam perencanaan sistem “Greenhouse Temperature Automatic Control” ini dibagi menjadi 2 bagian penting berdasarkan prinsip kerja alat dan komponen yang digunakan.

Besarnya tegangan output sensor dan limit switch sesuai dengan logika TTL, sehingga mikrokontroler dapat langsung mengolah input sensor dan limit switch untuk mendapatkan perintah output yang tepat, sehingga robot dapat bergerak sesuai dengan program yang dibuat. . . Tegangan gerbang akan menyebabkan MOSFET berjalan sehingga arus akan mengalir dari tegangan sumber 12V melalui kipas ke ground. Untuk mengubah arah putaran kipas, masukan 2 pada kaki katoda optocoupler diberi logika 0, sehingga LED akan menyala dan mengaktifkan transistor dari optocoupler.

Sirkuit Kontrol Termal Ketika input Katoda LED dari Optocoupler berlogika 0, arus akan mengalir dari Vcc melalui LED ke pin input yang bertindak sebagai ground. Agar transistor dari Opto Coupler menjadi aktif, agar arus mengalir dari kolektor ke ground, sehingga terjadi tegangan pada resistor 10kΩ. Tegangan ini berfungsi sebagai tegangan gerbang MOSFET agar MOSFET beroperasi atau menghantarkan atau sebagai saklar tertutup sehingga arus akan mengalir dari sumber tegangan 12V melalui koil relai ke ground.

Maka arus akan mengalir dari sumber tegangan 220 V ke heater dan heater akan berperan sebagai penghangat untuk menaikkan suhu ruangan. Dari data hasil pengujian rangkaian kontrol motor relay 12V DC yang ditunjukkan pada Tabel 4.3 diperoleh data pada saat motor sedang berputar. Dari data hasil pengujian rangkaian kontrol heater relay 220V yang ditunjukkan pada Tabel 4.6 diperoleh data pada saat motor sedang berputar.

Dari hasil pengujian diketahui tegangan keluaran sensor meningkat sebesar 50mV untuk setiap 5°C atau 10mV/°C, maka sensor bekerja dengan baik. X error /1°C Dari hasil pengujian rangkaian sensor Lm 35 yang terlihat pada Tabel 4.9, dapat disimpulkan bahwa rangkaian sensor LM35 bekerja dengan baik dan sesuai dengan desain yang diharapkan. Berdasarkan data hasil pengujian dan data hasil perhitungan serta data yang diperoleh dari beberapa sumber yang digunakan dalam perancangan dan implementasi sistem, dapat diambil kesimpulan.

Selain itu, penempatan pemanas harus diposisikan dengan benar, sehingga desain tata letak komponen dan bentuk rumah pengatur suhu otomatis di rumah kaca harus diperhitungkan. Jurnal Teknologi Kelistrikan adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan artikel ilmiah berupa penelitian dan penerapan sistem teknologi kelistrikan, kajian literatur dan rekayasa peralatan yang digunakan di laboratorium, serta informasi yang berkaitan dengan teknik telekomunikasi, elektronika dan teknik industri, teknik kontrol dan otomasi. , teknologi komputer dan informatika, teknik elektro dan lain-lain.

Tabel Hasil Pengukuran  Sensor  LM35
Tabel Hasil Pengukuran Sensor LM35

Program Studi Teknik Elektro

Gambar

Tabel 4.1. Hasil Survey Lapangan
Tabel 2.2 Fungsi pinLCD  character 2x16
Gambar ini ditunjukan dibawah ini :
Tabel 4.1. Hasil Pengujian jarak  Tag + RFID
+7

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Analisa hidrolika untuk merencanakan dimensi bangunan pelimpah dengan elevasi muka air normal yang dipertahankan +245.00 dengan elevasi muka air banjir maksimum yang