JURNAL
Nama : Panji Robiansyah
NIM : C1G016175
Program Studi : Agribisnis
Judul Penelitian : Analisis Kinerja Ekonomi Usahatani Kangkung Air di Kecamatan Labuhan Haji Kabupaten Lombok Timur Dosen Pembimbing I : Ir. Candra Ayu, M.Si.
Dosen Pembimbing II : Dr. Ir. Dwi Praptomo Sudjatmiko, MS.
Diseminarkan pada hari/tanggal :
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MATARAM
2022
ANALISIS KINERJA EKONOMI USAHATANI KANGKUNG AIR DI KECAMATAN LABUHAN HAJI KABUPATEN LOMBOK TIMUR
, , Agribisnis Fakultas Pertaian Universitas Mataram
Pembimbing di Fakultas Pertanian Universitas Mataram ABSTRAK
PANJI ROBIANSYAH. Analisis Efisiensi Kinerja Ekonomi Usahatani Kangkung Air di Kecamatan Labuhan Haji Kabupaten Lombok Timur. Dibimbing oleh Ir. Candra ayu, M.Si. dan Dr. Ir. Dwi Praptomo Sudjatmiko, MS.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis : (1) Mengetahui pendapatan usahatani kangkung air di Kecamatan Labuhan haji Kabupaten Lombok Timur (2) Untuk mengetahui kinerja ekonomi usahatani kangkung di Kecamatan Labuhan Haji Lombok Timur, (3). Mengetahui struktur biaya pada usahatani kangkung air Kecamatan Labuhan Haji Kabupaten Lombok Timur.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik Purposive sampling. Metode pengambilan sampel responden menggunakan “sensus” sebanyak 8 petani kangkung di Kecamatan Labuhan Haji Lombok Timur. Sumber data penelitian yaitu primer diperoleh dari wawancara langsung keresponden dan mengacu pada daftar pertanyaan yang telah disediakan dan data sekunder diperoleh dari instansi antara lain BPS Kabupaten Lombok Timur. (1) Rata-rata biaya produksi usahatani kangkung air di Kecamatan Labuhan haji Kabupaten Lombok Timur sebesar Rp. 96.082.051-/MT dengan total penerimaan sebesar Rp. 278.233.720-/MT/hektar, menghasilkan pendapatan sebesar Rp. 182.151,669-/MT. hasil tersebut didapat dari lahan 1 hektar/MT (7,13 bulan) (2) Struktur biaya adalah dalam pertanian ini setiap pengeluaran biaya tetap sebesar Rp. 1.000 akan mengeluarkan biaya variabel sebesar Rp. 13.900 (3) Efisiensi ekonomi usahatani kangkung air di Kecamatan Labuhan haji Kabupaten Lombok Timur sebesar (2,90) > 1. Hal ini menunjukkan bahwa usahatani kangkung air di Kecamatan Labuhan Haji Kabupaten Lombok Timur efisien dan layak untuk di usahakan.
Kata Kunci : Kangkung Air, Pendapatan, Efisiensi, Masalah dan Hambatan.
PENDAHULUAN
Hortikultur sebagai kelompok tanaman yang meliputi tanaman buah-buahan, tanaman hias, tanaman obat-obatan (tanaman anbiofar) dan sayur-sayuran. Secara ekonomis, sayuran memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan apabila mampu dikelola dengan baik (Suratiyah, 2016).
Sayuran adalah salah satu komoditi yang berprospek cerah untuk dikembangkan karena dibutuhkan sehari-hari dan permintaan cenderung meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk.
Sayuran merupakan sumber penting dari banyak nutrisi, termasuk didalamnya asam polat, serat makanan, vitamin A, vitamin E, vitamin C dan antara satu sayuran dengan sayuran lainnya tentu saja memiliki kandungan gizi atau nutrisi yang berbeda. Manfaat sayur untuk kesehatan begitu lengkap, mulai dari menyehatkan pencernaan, meredakan stres, hingga menurunkan risiko kanker, penyakit jantung dan stroke. Usahatani sayuran tidak hanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga petani, melainkan juga untuk memenuhi permintaan industri perhotelan.
Salah satu jenis kuliner khas pulau Lombok yang digemari wisatawan lokal maupun mancanegara adalah pelecing kangkung. Menu berbahan utama sayur kangkung ini merupakan sajian yang sangat mudah diterima oleh semua lidah.
Kangkung Lombok memang berbeda dengan kangkung-kangkung lainnya, kangkung Lombok memiliki batang yang lebih panjang, diameter batangnya-pun lebihi lebar dan rasanya gurih serta teksturnya lebih lembut dibandingkan kangkung asal daerah lain.
Perbedaan inilah yang menjadikan kangkung Lombok lebih istimewa ketika dijadikan pelecing atau menu lainnya. Lombok Timur merupakan penghasil kangkung ke-1 di NTB pada tahun 2020, deangan produksi 17.698,00/-ton dengan luas panen 90,00/-ha.
Kangkung merupakan sayuran yang banyak diminati oleh masyarakat, di Lombok Timur kangkung biasanya diolah untuk dijadikan lauk-pauk, adapun olahan yang biasa dibuat dari bahan kangkung yaitu tumis kangkung dan pelecing kangkung.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis : Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis : (1)biaya dan pendapatan usahatani kangkung di Kecamatan Labuhan Haji Kabupaten Lombok Timur; (2) mengetahui kinerja ekonomi biaya pada usahatani Kangkung di Kecamatan Labuhan Kabupaten Lombok Timur serta (3) mengetahui Struktur biaya usahatani kangkung air di Kecamatan Labuhan Haji Kabupaten Lombok Timur.
Adapun gambar skema pendekatan masalah pada gambar berikut :
Gambar 2.1. Kerangka Pendekatan Masalah
Usahatani Kangkung Air di Kecamatan Labuhan Haji
Kabupaten Lombok Timur
Produksi
Nilai produksi
Masalah, Hambatan Biaya tetap
-Sewa lahan -Pajak lahan -Penyusutan
Kajian kinerja ekonomi : -Struktur Biaya
-Pendapatan -R/C
Biaya variabel -Bibit
-Pupuk -obat-obatan -Tenaga kerja Total biaya
produksi
METODOLOGI PENELITIAN
2.1. Metode dan Teknik Pengumpulan Data 2.1.1. Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yaitu metode yang bertujuan untuk memecahkan masalah yang ada pada waktu sekarang dengan mengumpulkan data, menyusun data, menganalisis data, dan menarik kesimpulan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik survei yaitu pengumpulan data dari sejumlah unit populasi atau individu dalam waktu yang bersamaan dengan berpedoman pada daftar pertanyaan yang telah disusun sebelumnya (Nazir, 2015).
2.2. Unit Analisis
Unit analisis dari penelitian ini adalah usahatani kangkung air di Kecamatan Labuhan Haji Kabupaten Lombok Timur dalam kurun waktu satu tahun terakhir periode pengambilan data penelitian.
2.3. Teknik Penentuan Daerah Penelitian dan Responden 2.3.1. Penentuan Daerah Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Labuhan Haji Kabupaten Lombok Timur ditentukan secara Purposive sampling atas pertimbangan bahwa Kecamatan Labuhan Haji merupakan salah satu sentra produk sayuran kangkung di Kabupaten Lombok Timur. Lokasi penelitian di Kelurahan Tanjung (lingkungan Karang Sukun, Timba Borok), Kelurahan Surya Wangi(dusun Lingkok Dudu), Desa Labuhan Haji (Dusun Sisik) dan Kelurahan Banjar Sari (Luang Tuna).
2.3.2. Penentuan Responden
Metode pengambilan sampel responden dilakukan menggunakan sensus (semua petani kangkung menjadi responden), dikarenakan jumlah responden sebanyak 8 orang.
2.4. Jenis dan Sumber Data
2.4.1. Jenis Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif adalah data dari penjelasan kata verbal tidak berwujud bentuk bilangan atau angka. Sedangkan data kuantitatif adalah jenis data yang dapat diukur atau dihitung secara langsung sebagai variabel angka atau bilangan.
2.4.2. Sumber Data
Sumber data yang digunakan pada penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dan observasi langsung oleh peneliti terhadap responden dan mengacu pada daftar pertanyaan yang telah disediakan. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber lain yang sudah ada sebelumnya dan diolah kemudian disajikan baik dalam berbagai bentuk antara lain laporan penelitian, karya tulis dan sebagainya. Data sekunder yang diperoleh berasal dari berbagai instansi antara lain Badan Pusat Statistik Kabupaten Lombok Timur.
Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur dan lain-lainnya.
2.5. Variabel dan Cara Pengukuran
Variabel yang akan diukur dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Karakteristik responden berdasarkan, jenis kelamin, usia, jumlah anggota keluarga, pekerjaan, Pendidikan dan jumlah penghasilan per bulan.
2. Jumlah dan nilai penggunaan input produksi, terdiri dari luas lahan, benih kangkung, pupuk, obat-obatan, sewa lahan dan tenaga kerja.
3. Bibit kangkung, dinyatakan dalam jumlah stek per musim (Stek/musim) 4. Sewa lahan/pajak tanah, diukur dalam satuan uang per musim (Rp/musim)
5. Pendapatan usahatani adalah selisih antara penerimaan dengan total biaya yang telah dikeluarkan selama berusahatani dalam satuan uang (Rp/musim)
6. Biaya produksi adalah semua biaya-biaya yang dikeluarkan oleh petani dalam proses produksi dinyatakan dalam satuan rupiah (Rp), terdiri dari :
a. Biaya tenaga kerja (dalam keluarga dan luar keluarga) diukur berdasarkan jumlah tenaga kerja dan banyaknya hari kerja dikalikan dengan upah dalam satuan kerja, dinyatakan dalam satuan rupiah (Rp).
b. Biaya penyusutan alat-alat tahan lama dihitung dengan metode garis lurus yaitu nilai penyusutan sama dengan nilai baru (harga baru) dikurangi nilai-nilai sisa dibagi lama pakai dalam rupiah (Rp).
c. Biaya lain-lain adalah biaya yang digunakan pada saat proses produksi yang meliputi biaya pembelian alat sekali pakai dan biaya untuk transportasi, dinyatakan dalam satuan rupiah (Rp).
d. Biaya sarana produksi adalah biaya yang digunakan untuk pembelian bibit, pupuk dan obat-obatan yang dinyatakan dalam satuan rupiah (Rp)
7. Jumlah produksi adalah besarnya hasil usahatani kangkung, dinyatakan dalam satuan kilogram (Kg).
8. Nilai produksi adalah total jumlah produksi kangkung dikalikan harga yang diterima oleh petani, dinyatakan dalam satuan rupiah (Rp).
9. Efisiensi ekonomi usaha budidaya kangkung diukur menggunakan analisis R/C ratio yang merupakan perbandingan antara total penerimaan dengan total biaya yang dikeluarkan.
10. Jumlah penyerapan tenaga kerja yaitu banyaknya tenaga kerja yang digunakan dalam kegiatan usahatani yang dinyatakan dalam satuan (HKO).
11. Jumlah jam kerja yaitu yang digunakan pada masing-masing tahap kegiatan dinyatakan dalam satuan jam.
12. Struktur biaya adalah perbandingan antara jumlah biaya Variabel dan biaya Tetap 13. Masalah yang dimaksud dalam penelitian ini ialah kondisi internal responden
yang menyebabkan tidak dapat melaksanakan kegiatan usahatani secara produktif dan memperoleh pendapatan yang optimal.
14. Hambatan-hambatan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah seluruh faktor eksternal responden yang menjadi penghambat dalam melakukan kegiatan ekonomi produktif seperti modal, sarana produksi, tenaga kerja, dan lainnya.
2.6. Analisis Data
2.6.1. Analisis kinerja ekonomi usahatani kangkung air A. Pengukuran Penyerapan Tenaga Kerja
Untuk mengetahui tingkat penyerapan tenaga kerja pada usahatani kangkung digunakan rumus sebagai berikut (Mogi, 2018) :
HKO = Keterangan :
t : Jumlah tenaga kerja (orang) h : Jumlah hari kerja (hari) j : Jumlah jam kerja (jam/hari) 7 : Standar jam kerja perhari B. Penentuan Penyusutan Alat Produksi
Penyusutan alat produksi dihitung menggunakan metode garis lurus dengan rumus (Suratiyah, 2015)
) = x C. Pengukuran Biaya Penerimaan, dan Pendapatan
1. Perhitungan biaya produksi (Suratiyah, 2015):
TC = FC + VC Keterangan :
TC = Total Cost (Biaya Total; Rp/musim) FC = Fixed Cost (Biaya tetap ; Rp/musim) VC = Variable Cost (Biaya variable; Rp/musim) 2. Perhitungan penerimaan (Suratiyah, 2015):
TR = Qy . Py Keterangan :
TR = Total Revenue (Penerimaan; Rp/musim) Qy = Quantity (Produksi; Rp/musim)
Py = Prince (Harga jual; Rp/musim) 3. Perhitungan pendapatan (Suratiyah, 2015):
I = TR – TC Keterangan :
I = Income (Pendapatan; Rp/musim)
TR = Total Revenue (Penerimaan; Rp/musim) TC = Total Cost (Biaya Total; Rp/musim)
2.6.2. Analisis Efisiensi Ekonomi
Untuk mengukur efisiensi usahatani kangkung dapat diukur dengan
membandingkan antara nilai input yang dikorbankan menggunakan rumus Revenue Cost Ratio (Santoso,2016) dianalisis dengan menggunakan rumus:
R/C Ratio =
Keterangan :
R/C Ratio = Revenue Cost Ratio
TR = Total Revenue (Total penerimaan) TC = Total Cost (Total biaya)
Kriteria keputusan:
-Bila R/C>1, berarti usaha dikatakan efisien.
-Bila R/C<1, berarti usaha dikatakan tidak efisien 2.6.3. Struktur Biaya
Struktur Biaya adalah perbandingan antara biaya tetap dan biaya variabel : a. Biaya Tetap
Biaya yang yang di keluarkan untuk proses usahatani dan tidak dipengaruhi oleh jumlah produksi
Biaya tetap
X 100%
Total biaya b. Biaya Variabel
Biaya yang dikeluarkan untuk proses usahatani yang dipengaruhi oleh jumlah produksi
Biaya variabel
X 100%
Total biaya
2.7. Masalah dan Hambatan
Untuk mengetahui masalah dan hambatan yang dihadapi oleh petani dalam usahatani kangkung yaitu dengan mencatat masalah dan hambatan yang ditemukan di lapangan dengan wawancara langsung kepada responden, kemudian ditabulasi kedalam tabulasi sederhana kemudian dipresentasikan dan diinterpretasikan.
BAB III. HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 Karakteristik Responden
Karakteristik usahatani kangkung air di Kecamatan Labuhan Haji Lombok Timur dalam penelitian ini meliputi umur, tingkat pendidikan, jumlah keluarga, pengalaman berusaha.
Tabel 3.1. Karakteristik Responden Usahatani Kangkung Air di Kecamatan Labuhan Haji Lombok, Tahun 2021.
No. Uraian Jumlah
(orang) Persentase (%)
1 Jumlah Responden 8
2 Umur (Tahun)
a. Kisaran (Tahun) 32-63
b. Rata-rata (Tahun) 50
3 Tingkat Pendidikan
a. TS 1 12,5
b. TTSD 1 12,5
c. TMSD 2 25
d. TMSMA 4 50
4 Jumlah Anggota Keluarga (Orang)
a. 1 Anggota 1 12,5
b. 2 Anggota 2 25
c. 4 Anggota 5 62,6
5 Pengalaman Berusaha (Tahun) a. Kisaran (Tahun) b. Terlama (Tahun) c. Tersingkat (Tahun)
1-35 35 1
d. Rata-rata (Tahun) 12
6 Pekerjaan Sampingan
a. Peternak Unggas 1 12,5
b. Tukang bangunan 1 12,5
c. Pedagang 1 12,5
d. Buruh Pasar 1 12,5
e. Tidak Ada Pekerjaan
Sampingan 4 50
Sumber : Data Primer Yang Diolah Tahun 2022 Keterangan:
TS : Tidak Sekolah TTSD : Tidak Tamat SD TMSD : Tamat SD
TSMA : Tamat SMA TSMA : Tamat SMA 3.2.1 Umur Responden
Berdasarkan tabel 3.1. bahwa kisaran umur pelaku usahatani kangkung air berkisar umur 32-63 dari 8 responden, dapat di tarik kesimpulan bahwa umur petani kangkung 100 % produktif dalam menjalankan usaha, bisa menerima invasi baru dan bisa mengembangkan usahatani kangkung air dengan cukup baik. Umur rata-rata keseluruhan responden adalah 50 tahun.
3.2.2 Tingkat Pendidikan Responden
Berdasarkan tabel 3.1. Tingkat pendidikan responden usatani kangkung beragam, yang tidak sekolah 1 orang (12,5%), tidak tamat SD 1 orang(12,5%), tamat SD 2 orang (25%) dan tamat SMA 4 orang(50%). Dari uraian diatas setengah dari responden menempuh pendidikan sampai tamat SMA, yang berarti pendidikan setengah dari responden terbilang cukup dan setengahnya lagi tergolong rendah.
3.2.3 Jumlah Anggota Keluarga
Berdasarkan tabel 3.1. jumlah anggota keluarga yang mendominasi yaitu 5 petani dengan 4 anggota keluarga persentase 62,5%, 2 petani dengan 2 anggota keluarga persentase 25% dan yang paling sedikit 1 petani dengan 1 anggota keluarga persentase 12,5%, dengan rata-rata jumlah anggota sebanyak 3,13% anggota kelurga.
Ilyas (1988) dalam Elita Maulinda (2018) mengelompokkan jumlah anggota keluarga ke dalam 3 (tiga) kelompok yakni anggota keluarga kecil 1-3 orang, anggota keluarga sedang 4-6 orang dan anggota keluarga besar adalah lebih dari 6 orang. Sehingga dapat ditarik kesimpulan jumlah anggota petani kangkung termasuk kelompok anggota keluarga kecil.
3.2.4 Pengalaman Berusahatani
Berdasarkan tabel 3.1. menunjukkan bahwa pengalaman usahatani responden kisaran antara 1-35 tahun dengan rata-rata 12 tahun. Pengalaman usaha terlama yaitu 35 tahun dan tersingkat yaitu 1 tahun. Hal ini menunjukkan rata-rata pengalaman usahatai responden cukup lama yaitu 12 tahun, mestinya petani sudah cukup berpengalaman dalam melakukan usahatani kangkung.
3.2.5 Jenis Pekerjaan
Berdasarkan tabel 3.1. responden 50% memiliki pekerjaan sampingan dan 50% tidak memiliki pekerjaan sampingan. Adapun jenis pekerjaan sampingan responden adalah ternak unggas 1 responden persentase 12,5%, tukang 1 responden persentase 12,5%, pedagang 1 responden persentase 12,5%, buruh pasar 12,5%. Dapat di simpulkan, 50% petani memiliki pekerjaan sampingan dan 50% responden tidak memiliki pekerjaan sampingan.
3.3 Biaya Produksi, Jumlah Produksi, Pendapatan dan Efisiensi Ekonomi pada Usahatani Kangkung Air di Kecamatan Labuhan Haji Kabupaten Lombok Timur Tahun 2022
Dalam penelitian ini analisis biaya dan pendapatan yang dilakukan yaitu biaya yang dikeluarkan pada usahatani kangkung air di Kecamatan Labuhan Haji Kabupaten Lombok timur meliputi biaya variabel dan biaya tetap. Pendapatan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah selisih penerimaan dengan seluruh biaya yang dikeluarkan dalam melakukan kegiatan usahatani. Perhitungan tersebut memberikan informasi mengenai besarnya pendapatan yang diperoleh dalam usahatani kangkung air selama masa tanam. Rata-rata masa tanam kangkung air di Kecamatan Labuhan haji Kabupaten Lombok timur adalah 7,13 bulan dengan rata-rata luas lahan garapan adalah 5,31 are.
3.3.1 Analisis Jumlah Input Produksi dan Biaya Produksi
Biaya produksi merupakan jumlah dari biaya-biaya yang dikeluarkan petani dalam proses usahatani kangkung air meliputi biaya variabel dan biaya tetap. Analisis jumlah input produksi kangkung air di Kecamatan Labuhan Haji Kabupaten Lombok Timur, Tahun 2022 disajikan pada Tabel 4.6.
Tabel 3.2 Biaya Produksi Usahatani Kangkung Air di Kecamatan Labuhan Haji Kabupaten Lombok Timur, Tahun 2021/hektar
No Rincian per Luas Lahan Garapan per Hektar
jumlah Nilai (Rp) Jumlah Nilai (Rp)
A Biaya Produksi
1. Biaya Variabel
a. Benih (ikat) 81,77 68.125,02 1.539,92 1.282.957,06 b. Pupuk (kg) 109,76 528.250,00 2.067,04 9.948.210,92 c. Obat-obatan (unit) 0,58 25.874,99 10,92 487.287,95
d.TK HKO 84,64 4.132.249,97 1.593,97 77.820.150,09
e. Karung (unit) 1,63 4.062,52 30,70 76.506,97
f. Cuter (unit) 0,85 1.124,98 16,01 21.186,06
Jumlah Biaya
Variabel 279,23 4.759.687,48 5.258,57 89.636.299,06
2. Biaya Tetap
a. Sewa Lahan 298.455,08 5.620.622,98
b. Biaya Penyusutan 43.814,35 825.129,00
Jumlah Biaya Tetap 342.269,43 6.445.751,98
3 . Total Biaya 5.101.956,91 96.082.051,04
B Produksi 85,49 14.774.210,53 1.609,98 278.233.719,96
C Pendapatan 9.672.253,62 182.151.668,93
. Sumber: Data Primer Diolah Tahun 2022 Keterangan :
MT = rata-rata satu musim tanam kangkung air selama 7,13 bulan Harga = Rp.5000/6 ikat kangkung
Jumlah batang per Ikat = 8 batang kangkung/ikat Lahan garapan = 5,31 are
Berdasarkan Tabel 3.2. menunjukkan bahwa rata-rata biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani kangkung adalah Rp. 5.101.956,91-/MT untuk luas lahan garapan hektar terdiri dari rata-rata biaya variabel sebesar Rp. 4.759.687,48-/MT dan rata-rata biaya tetap sebesar Rp. 342.269,43-/MT. Sedangkan rata-rata biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani kangkung adalah Rp. 96.082.051,04-/MT untuk luas lahan 1 hektar terdiri dari rata-rata biaya variabel sebesar Rp. 89.636.299,06 -/MT dan rata-rata biaya tetap sebesar Rp6.445.751,98-/MT.
3.3.1.1. Biaya Variabel
Biaya variabel adalah biaya yang besar kecilnya tergantung pada jumlah produk yang akan di hasilkan, biaya variabel yang di keluarkan dalam melalukan usahatani kangkung air yaitu bibit kangkung, pupuk, obat-obatan, karung, cuter dan biaya tenaga kerja yang akan dirincikan pada tabel 3.3.
Tabel 3.3 Biaya variabel Usahatani Kangkung Air di Kecamatan Labuhan Haji Kabupaten Lombok Timur, Tahun 2021/hektar
No. Uraian Satuan
Fisik
Jumlah/ are Nilai (Rp/MT) A Biaya Produksi:
1 Biaya Variabel:
1. Bibit Kangkung Ikat 1540,00 1.282.957,00
2. Pupuk
a. NPK Kg 1824,00 7.015.066,00
b. Urea Kg 242,00 2.909.605,00
c. Gandasil D Kg 0,2400 23.540,00
Jumlah Biaya Pupuk (Rp) 2066,24 9.948.211,00
3. Obat
a. Taft 75 wp (Fungisida) Unit 2,00 44.727,00
b. Dupont Lannate 40 SP (Insektisida)
Unit 2,00 77.684,00
c. Decis 25 EC Insektisida Unit 5,00 131.827,00
d. Prevathon (Insektisida) Unit 2,00 164.783,00
e. Marshal 200 EC (Insektisida)
Unit 2,00 68.267,00
Jumlah Biaya obat-obatan (Rp) 13,00 487.288,00
3. Cuter Unit 16,00 21.186,00
4. Karung Unit 30,70 76.507,0
5. Tenaga Kerja
- TK Dalam Keluarga HKO (MT) 1540,00 75.454.331,00
- TK Luar Keluarga HKO (MT) 54,00 2.365.819,00
Jumlah Biaya Tenaga Kerja
(Rp) (HKO) 1594,00 77.820.150,0
Total Biaya Variabel (Rp) 89.636.299,00
. Sumber: Data Primer Diolah Tahun 2022
Berdasarkan tabel 3.3. rata-rata biaya yang di keluarkan 8 petani responden untuk membeli bibit kangkung sebesar Rp. 1.282.957,00-/MT dan memperoleh rata- rata bibit kangkung sebanyak 1540 ikat untuk 1 hektar.
Total biaya yang dikeluarkan untuk pembelian pupuk adalah Rp.994.8211- /MT untuk 1 hektar
Berdasarkan Tabel 4.7. total biaya yang di keluarkan untuk pembelian obat tanaman kangkung adalah rata-rata sebesar Rp.487.288-/MT, rata-rata pembelian obat kangkung sebanyak 13/ hektar
Biaya pembelian silet sebesar Rp.21.186 dengan rata-rata/unit adalah 16. cuter digunakan untuk memanen kangkung.
Biaya pembelian karung, biaya rata-rata harga pembelian karung adalah Rp.76.507-/unit dan memperoleh rata-rata 31 unit karung.
Tabel 3.4. Jumlah Penggunaan dan Biaya Tenaga Kerja Usahatani Kangkung Air di Kecamatan Labuhan Haji Kabupaten Lombok Timur, Tahun 2021
No. Kegiatan
Penggunaan
Total TK (HKO/
MT)
Total Upah TK (Rp/MT)
TKDK TKLK
Jumlah HKO /MT
Upah (Rp/MT)
Jumlah HKO/
MT
upah (Rp/MT) 1
Pengolahan
Tanah 0 54 2365819 54 2.365.819
2 Pembibitan 7 329.567 0 0 7 329.567
3 Pemupukan 61 2.982.580 0 0 61 2.982.580
4
Pemberian
Obat 3 164.783 0 0 3 164.783
5 Panen 1.469 71.977.401 0 0 1469 71.977.401
Jumlah 1.540 75.454.331 54 2.365.819 1.594 77.820.150 Sumber : Data Primer yang diolah tahun 2022
Berdasarkan Tabel 3.4. menunjukkan tenaga kerja yang di gunakan dalam usahatani kangkung air ini adalah tenaga kerja dalam keluarga dan tenaga kerja luar keluarga. Tenaga kerja luar keluarga hanya digunakan untuk pengolahan tanah dengan rata-rata pengeluaran biaya tenaga kerja sebesar Rp.2.365.919-/MT dengan 54 HKO/MT. Total biaya yang dikeluarkan untuk tenaga kerja selama masa tanam adalah Rp.77.820.150,-/MT dengan jumlah HKO 1.540/MT, dengan jumlah penyerapan tenaga kerja 224 HKO/MT yang didapat dari rata-rata KHO/MT dibagi masa tanam, untuk 1 hektar.
3.3.1.2. Biaya Tetap
Tabel 3.5. Biaya Tetap Usahatani Kangkung Air di Kecamatan Labuhan Haji Kabupaten Lombok Timur, Tahun 2021.
No. Uraian Biaya Tetap
Per Tahun (Rp)
1 Sewa Lahan 5.620.623,00
2 Penyusutan Alat
a. Gerobak Sorong 754.376,00 b. Pisau 29.756,00 c. Sabit 40.997,00 Jumlah Penyusutan Alat (Rp) 825.129,00 Total 6.445.752,00 Sumber : Data Primer yang diolah tahun 2022
Berdasarkan Tabel 3.5. biaya tetap terdiri dari penyusutan alat dan sewa lahan.
Rata-rata biaya sewa lahan yang di keluarkan petani selama masa tanam adalah Rp.
5.620.623-/MT untuk 1 hektar, sedangkan untuk penyusutan alat sebesar Rp. 825.129- /MT yang terdiri dari penyusutan gerobak sorong Rp. 754.376-/MT, pisau Rp. 29.756- /MT dan sabit sebesar Rp.40.997-/MT.
3.3.2. Produksi, Penerimaan, Biaya Produksi dan Pendapatan
Produksi disini adalah, jumlah produk yang dihasilkan petani kangkung air selama masa tanam kangkung air tersebut dinyatakan dalam ikat. Peneriaan adalah hasil kali dari jumlah produk dengan harga produk (harga kangkung Rp.5000/6 ikat).
Dan pendapatan itu sendiri adalah selisih antara penerimaan dengan total biaya produksi.
Tabel 3.6. Jumlah Produksi, Penerimaan, Biaya Produksi dan Pendapatan Usahatani Kangkung Air di Kecamatan Labuhan Haji Kabupaten Lombok Timur, Tahun 2021.
No. Uraian Jumlah Per
MT Nilai (Rp/MT)
1 Produksi
Kangkung Air
a. Ikat 1.610,00 278.233.720,00
b. Berat (kg) 483,00 c. Batang 15.819,00
2 Biaya Produksi
A. Biaya Variabel
a. Bibit Kangkung (ikat) 1540,00 1.282.957,00 b. Pupuk 2067,00 9.948.211,00 c. Obat-obatan 14,00 487.288,00 d. Cuter 16,00 21.186,00 e. Karung 31,00 76.505,00 f. Tenaga Kerja (HKO) 1593,00 77.820.150,00 Jumlah Biaya Variabel (Rp) 5261,00 89.636.297,00
B. Biaya Tetap
- Penyusutan Alat (Rp) - 825.129,00 - Sewa Lahan - 5.620.623,00 Jumlah Biaya Tetap (Rp) 6.445.752,00 3 Total Biaya Produksi
96.082.049,00
4 Pendapatan
182.151.669,00 Sumber : Data Prime r yang diolah tahun 2022
Keterangan :
6 ikat = Rp.5.000 Berat 1 ikat = 300 gram
1 ikat = 8 batang kangkung
MT = 7,13 Bulan
Frekuensi panen 207,38/MT
Produksi per MT per are sebanyak 15.819 batang atau 483 kg atau 1.610 ikat.
Rata-rata masa tanam kangkung adalah 713 bulan/MT, rata-rata frekuensi panen/MT adalah :
1) Batang : 1519 batang X 20.738 = 3.280.544 batang/MT 2) Berat : 483 kg X 20738 = 100.165 kg/MT
3) Ikat : 1.610 ikat X 20.738 = 333.882 ikat/MT
Harga kangkung per ikat adalah harga per ikat di kali hasil produksi (ikat) = Rp.83.333/ ikat X 333.828/MT/are adalah Rp.27.823.320/MT/hektar
Pendapatan/hektar/MT, pendapatan adalah selisih antara penerimaan atau nilai produk dengan total biaya produksi, pendapatan petani kangkung adalah =
Rp.278.257.415-99.680.376 = 178.577.039/MT/hektar
3.6.1 Analisis Efisiensi Ekonomi Usahatani Kangkung Air di Kecamatan Labuhan Haji Kabupaten Lombok Timur
Analisis Efisiensi ekonomi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah analisis kelayakan usaha yaitu perbandingan antara total penerimaan (total revenue) dengan total biaya (total cost) atau R/C ratio. Suatu usaha dikatakan efisien apabila R/C ratio
>1 dan jika R/Crationya kurang dari 1, berarti tidak efisien.
Tabel 3.7. Efisiensi Ekonomi Usahatani Kangkung Air di Kecamatan Labuhan Haji kabupaten Lombok Timur, Tahun 2021
Uraian Nilai (Rp)
1 Penerimaan (Rp) 278.233.720,00
2 Total Biaya Produksi 96.082.051,00
3 R/C Ratio 2,90 Sumber : Data Primer yang diolah tahun 2022
Berdasarkan Tabel 3.7. Jumlah penerimaan petani kangkung sebesar Rp.
278.233.720-/MT dan total biaya produksi yang dikeluarkan adalah Rp. 96.082.051- /MT. Sehingga mendapatkan R/C Ratio sebesar (2,90)>1, artinya setiap pengeluaran
Rp.1000 akan menghasilkan penerimaan sebesar Rp.2.900,00. Jadi kesimpulannya, usahatani kangkung air efisien untuk diusahakan.
3.6.2. Struktur Biaya
Struktur biaya adalah perbandingan antara jumlah biaya variabel dengan jumlah biaya tetap (hektar)
a. Biaya Tetap
Biaya tetap dibagi total biaya dikali 100%
= Rp. 64.45.752 : Rp 96.082.051 x 100% = 6,71 % b. Biaya Variabel
Biaya Variabel dibagi total biaya dikali 100%
= Rp. 89.636.299 : Rp 96.082.051 x 100% = 92,29 % Perbanding antara biaya variabel dan biaya tetap adalah
89.636.299 : 64.45.752 = 13, 90, yang artinya setiap Rp. 1000 biaya tetap makan memerlukan Rp. 13.900 biaya variabel.
3.6.3. Perputaran Modal
Perputaran modal terkait dengan masa tanam dan frekuensi tanam per tahun.
Perputaran modal adalah lama waktu yang diperlukan mulai dari aktivitas bertani sampai produk dijual
3.7. Masalah dan Hambatan
Tabel 3.8. Masalah dan Hambatan Usahatani Kangkung Air di Kecamatan Labuhan Haji Kabupaten Lombok Timur, Tahun 2022.
No. Masalah dan
hambatan
Jumlah Responden
(Orang)
Persen (%)
1 Air Irigasi 2 25,00
2 Hama
a. Wereng 2 25,00
b. Ulat 4 50,00
Sumber : Data Primer yang diolah Tahun 2022
Dari Tabel 3.8. Masalah dan hambatan pada usahatani kangkung air adalah air irigasi dan hama. Dalam usahatani kangkung air, air sangat dibutuhkan untuk kelangsungan hidup kangkung, air sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan air,
sebab kalau tidak ada air, pertumbuhan kangkung air bisa terganggu, bahkan bisa menimbulkan kematian. Pada Tabel 4.12. hanya 25% memiliki masalah air irigasi atau 2 orang petani responden. Hama juga merupakan masalah yang tidak bisa disepelekan, hama dapat menggangu pertumbuhan kangkung, menurunkan hasil produksi bahkan dapat merusak tanaman kangkung, sayangnya sebagian besar petani responden menghadapi masalah ini sejumlah 6 petani atau 75%.
V. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Rata-rata biaya produksi usahatani kangkung air di Kecamatan Labuhan haji
Kabupaten Lombok Timur sebesar Rp. 5.101.956,91-/MT dengan total penerimaan sebesar Rp. 14.774.210,53-/MT/hektar, menghasilkan pendapatan sebesar Rp. 9.672.253,62-/MT. hasil tersebut didapat dari lahan 5,31 /MT (7,13 bulan). Sedangkan rata-rata biaya produksi usahatani kangkung air di Kecamatan Labuhan haji Kabupaten Lombok Timur sebesar Rp. 96.082.051-/MT dengan total penerimaan sebesar Rp. 278.233.720-/MT/hektar, menghasilkan pendapatan sebesar Rp. 182.151,669-/MT. hasil tersebut didapat dari lahan 1 hektar/MT (7,13 bulan)
2. Struktur biaya adal perbandingan antara biaya variabel dan biaya tetap, dimana dalam pertanian ini setiap pengeluaran biaya tetap sebesar Rp. 1.000 mengeluarkan biaya variabel sebesar Rp. 13.900
3. Berapakah akan Efisiensi ekonomi usahatani kangkung air di Kecamatan Labuhan haji Kabupaten Lombok Timur sebesar (2,90) > 1 menggunakan rumus R/C ratio artinya setiap pengeluaran Rp.1.000,- makan akan menghasilkan penerimaan sebesar Rp 2.900. Hal ini menunjukkan bahwa usahatani kangkung air di Kecamatan Labuhan Haji Kabupaten Lombok Timur efisien dan layak untuk di usahakan.
5.2 Saran
1. Diharapkan kepada para petani untuk lebih sigap mengatasi serangan hama, bagaimana cara mengatasi serangan dengan baik dan benar serta lebih belajar lagi cara budidaya kangkung agar hasil produk kangkung lebih optimal.
2. Perlu adanya bimbingan dari dinas yang terkait mengenai cara budidaya yang bagus agar para petani bisa memberikan pupuk sesuai anjuran, memberi jarak tanam dan sebagainya, karena usahatani kangkung air sangat menjanjikan.
DAFTAR PUSTAKA
Abubakar, R. 2018. Managemen Pemasaran. Bandung : Alfabet Badan Pusat Statistik Kabupaten Lombok Timur. (Online).
https://lomboktimurkab.bps.go.id/subject/53/tanaman-pangan. Diakses 26 april 2021.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Lombok Timur. (Online).
Https://lomboktimurkab.bps.go.id.indicator/153/30/1/luas-wilayah-menurut- penggunaan.html. Diakses 29 januari 2022
Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Barat. (Online).
https://ntb.bps.go.id/site/resultTab. Diakses pada 26 april 2021.