• Tidak ada hasil yang ditemukan

JURUSAN MU’AMALAH FAKULTAS SYARIAH

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "JURUSAN MU’AMALAH FAKULTAS SYARIAH "

Copied!
92
0
0

Teks penuh

(1)

PERAN BAZNAS KABUPATEN LOMBOK TENGAH DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT MISKIN

SKRIPSI

Oleh :

M.SAMSUL RIZAL NIM.160201007

JURUSAN MU’AMALAH FAKULTAS SYARIAH

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MATARAM 2020

(2)

MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT MISKIN

Skripsi

Diajukan kepada Uinversitas Islam Negeri Mataram Untuk melengkapi persyaratan mencapai gelar

Sarjana Hukum

Oleh :

M.SAMSUL RIZAL NIM.160201007

JURUSAN MU’AMALAH FAKULTAS SYARIAH

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MATARAM

2020

(3)

PERSETUJUAN PEMBIMBING

Skripsi M.Samsul Rizal, NIM. 16.02.010.07, yang berjudul ―Peran Baznas Kabupaten Lombok Tengah Dalam Meningkatkan Kesejateraan Masyarakat Miskin‖ telah memenuhi syarat dan setujui untuk di uji

Disetujui pada tanggal:

Dosen Pembimbing I

Dr. H. SAINUN, M.Ag NIP.196412311992031037

Dosen Pembimbing II

Ma’shum Ahmad, MH NIP.198012052009011012

(4)

Mataram, Hal: Ujian Skripsi Yang Terhormat

Dekan Fakultas Syariah di Mataram

Assalamu’alaikum, Wr. Wb.

Dengan hormat, setelah melakukan bimbingan, arahan, dan koreksi, kami berpendapat bahwa skripsi suadari:

Nama :M.SAMSUL RIZAL

NIM : 1 6 0 2 0 1 0 0 7

Jurusan/Prodi : Hukum Ekonomi

Syariah/Muamalah

Judul :Peran BAZNAS Kabupaten

Lombok Tengah Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Miskin

Telah memenuhi syarat untuk diajukan dalam sidang munaqasyah skripsi Fakultas Syariah UIN Mataram. Oleh karena itu, kami berharap agar skripsi ini dapat segera di-munaqasyah-kan.

Wassalammu’alaikum, Wr. Wb.

Pembimbing I Pembimbing II,

Dr. H. SAINUN.,M.Ag MA’SHUM AHMAD.MH NIP. 196412311992031037 NIP. 198012052009011012

(5)
(6)

PERAN BAZNAS KABUPATEN LOMBOK TENGAH DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT MISKIN

M.SAMSUL RIZAL NIM:160201007

ABSTRAK

Skripsi ini merupakan suatu kajian ilmiah yang membahas tentang Peranan BAZNAS Kabupaten Lombok Tengah Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Miskin. BAZNAS Kabupaten Lombok Tengah merupakan salah satu lembaga pengelolaan zakat di Indonesia yang dibentuk oleh pemerintah dan mempunyai tugas pokok mengumpulkan, mendistribusikan dan mendayagunakan zakat sesuai dengan ketentuan agama.

Penelitian ini bertujuan untuk memahami Peranan BAZNAS Kabupaten Lombok Tengah Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Miskin dan untuk mengetahui upaya BAZNAS Kabupaten Lombok Tengah Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Miskin.

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Dan menggunakan metode pendekatan parsial dan struktural.

Adapun sumber data yang digunakan oleh peneliti adalah data primer yang merupakan data yang diperoleh dari informan,dan data sekunder yaitu data yang diperoleh melalui buku-buku, catatan hasil wawancara dan data dari Kantor BAZNAS Kabupaten Lombok Tengah. Adapun sumber data tersebut peneliti berusaha mengumpulkan data-data dan informasi yang dibutuhkan dengan cara interview/wawancara, observasi serta dengan menggunakan dokumentasi sebagai bukti.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran BAZNAS Kabupaten Lombok Tengah dalam kehidupan masyarakat sangat penting karena dapat membantu dan juga mengurangi beban hidup masyarakat yang kurang mampu yang ada di Kabupaten Lombok Tengah baik dari segi pembinaan keagamaan, pengembangan ekonomi dan SDM, peningkatan pendidikan dan kesehatan, juga dalam bidang sosial. Walaupun demikian ada beberapa kendala-kendala yang dihadapinya, yakni dari segi pengelolaannya yang masih belum berjalan maksimal karena beberapa indikator yang belum berjalan dengan baik yaitu terkait masalah intensitas penyuluhan dalam hal ini masih kurangnya sosialisasi yang dilakukan oleh BAZNAS , dan juga terkait masalah kurangnya kepercayan masyarakat. Namun BAZNAS Kabupaten Lombok Tengah mengupayakan kedepan untuk lebih mengoptimalkan kinerja dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang ada di Kabupaten Lombok Tegah.

Kata Kunci: Peran BAZNAS, Masyarakat, Kurang Mampu

(7)

KATA PENGANTAR

Puji syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan karunia, rahmat dan kasih sayangnya kepada kita semua sehingga kita dalam keadaan sehat wal’afiat shalawat serta salam tak lupa pula kita hanturkan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW yang telah menunjukkan jalan yang lurus.

Ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya juga disampaikan kepada semua pihak yang ikut memberikan bantuan dalam penyelesaian peyusunan skripsi yang berjudul “Peran Baznas Kabupaten Lombok Tengah dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Miskin ”

Secara khusus kami sampaikan ucapan terimaksaih kepada:

1. Bapak Prof. H. Mutawali, M.Ag., Selaku Rektor UIN Mataram 2. Bapak Dr.H. Musawar,M.Ag Selaku Dekan Fakultas Syariah

3. Bapak Dr. H. Sainun , M.Ag selaku pembimbing I yang telah meluangkan waktu dan tenanganya untuk membimbing, mengarahkan, memberikan saran dan inovasi kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

4. Bapak Ma’shum Ahmad, MH Selaku dosen pembimbing II yang telah meluangkan waktu dan tenanganya untuk membimbing, mengarahkan, memberikan saran dan inovasi kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini

5. Bapak Saprudin, S.Ag.,M.Si sebagai ketua jurusan Hukum Ekonomi syariah

6. Segenap Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Syariah UIN Mataram yang telah membekali berbagai pengetahuan sehingga penulis bisa menyelesaikan skripsi ini

(8)

7. Pimpinan dan staff Baznas Kabupaten Lombok Tengah yang sudah bersedia meluangkan waktu dan memberikan izin kepada penulis untuk melakukan penelitian di Kantor Baznas Kabupaten Lombok Tengah 8. Kepada kedua orang tuaku yang senantiasa aku jadikan semangat dan

tujuan hidupku

9. Teman-teman Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) A 2016 senasib seperjuangan.Semoga Allah SWT membalas amal perbuatan mereka, lebih dari apa yang mereka berikan. Penulis juga menyadari penulisan skripsi ini jauh dari kata sempurna baik dalam penulisan, isi, serta kata- katanya. Akhirnya penulis berharap semoga skripsi ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.

10.Dan seluruh teman-teman yang telah benyak memberikan bantuan dan dukungan selama penyusunan skripsi ini.

Dengan demikian semoga amal kebaikan dari berbagai pihak tersebut mendapatkan pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT dan semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi masyarakat lebih khususnya kepada para mahasiswa. Amiiin Ya Robbal Alamiiin

Mataram Juli 2020

M.SAMSUL RIZAL NIM:160201007

(9)

MOTTO



































Artinya: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka.

Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka.

dan Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.(Q.S.At- Taubah:103)

(10)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PERSETUJUAN ... ii

NOTA DINAS PEMBIMBING ... iii

PERNYATAAN KEAHLIAN SKRIPSI ... iv

PENGESAHAN ... v

ABSTRAK ... vi

KATA PENGANTAR ... viii

MOTTO ... x

DAFTAR ISI ... xi

BAB 1 PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Rumusan Masalah ... 7

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 7

1. Tujuan Penelitian ... 7

2. Manfaat Penelitian ... 8

D. Ruang Lingkup Dan setting Penelitian ... 8

1. Ruang Lingkup Penelitian ... 9

2. Setting Penelitian ... 9

E. Telaah Pustaka ... 9

F. Kerangka Teoritik ... 13

1. Pengertian Zakat ... 13

2. Rukun dan Syarat Zakat ... 14

3. Bagian Fakir dan Miskin Dalam Zakat ... 15

4. Konsep Miskin ... 16

5. Penyebab Kemiskinaniskin ... 17

6. Jenis Kemiskinan ... 18

7. Penjelasan Istilah ... 19

G. Metode Penelitian ... 25

1. Pendekatan Penelitian ... 25

(11)

2. Kehadiran Peneliti ... 26

3. Sumber Data ... 27

4. Metode Pengumpulan Data ... 28

5. Analisis Data ... 29

6. Sistematika ... 31

BAB II PAPARAN DAN TEMUAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian ... 33

1. Sejarah Baznas Kabupaten Lombok Tengah ... 33

2. Letak Geografis ... 37

3. Visi Dan Misi Baznas Lombok Tengah ... 37

4. Program Baznas Kabupaten Lombok Tengah ... 38

5. Struktur Organisasi Baznas ... 41

B. Sistem BAZNAS Kabupaten Lombok Tengah Dalam Pengelolaan Harta Zakat Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Miskin ... 43

1. Perencanaan... 43

2. Pengumpuan Dana Zakat... 44

3. Pendistribusian Dan Pendayaangunaan Zakat ... 47

4. Pelaporan ... 49

5. A. Pengembangan Ekonomi Dengan Bantuan Zakat Produktif ... 49

6. B. Pengembangan Ekonomi Dengan Bantuan Zakat Konsumtif ... 52

BAB III PEMBAHASAN A. Analisis Baznas dalam Pengeolaan Harta Zakat di Kabupaten Lombok Tengah ... 55

1. Analisis Perencanaan Pengumpulan Dana Zakat... 55

2. Anaslisis Pelaksanaan Penghimpunan Dana Zakat.... 57

3. Anaslisis Pendistribusian dan Pendayagunaan ... 59

4. Analisis Pelaporan Penghimpunan ... 61

5. A. Bidang Keagamaan ... 64

6. B. Bidang Pendidikan Dan Kesehatan ... 65

7. C. Sosial ... 66

(12)

B. Analisis Hambatan yang dialami Baznas Kabupaten Lombok Tengah dalam Pengelolaan Harta Zakat dan Strategi Baznas Kabupaten Lombok Tengah Untuk Mengatasi Kendala Pengeloaan Zakat Dalam Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Miskin.. ... 68

1. Hambatan Yang Dialami Oleh Baznas Dalam

Pengelolaan Harta Zakat ... 68 2. Strategi Baznas Kabupaten Lombok Tengah Untuk

Mengatasi Kendala Pengeloaan Zakat Dalam Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Miskin 72 BAB IV PENUTUP

A. Simpulan ... 75 B. Saran ... 76 DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN-LAMPIRAN

(13)

BAB I PENDAHULUAN

A.Latar Belakang Masalah

Kemiskinan sampai saat ini masih menjadi persoalan yang membutuhkan kajian, bukan saja karena masalah kemiskinan telah ada sejak lama dan masih hadir di tengah-tengah kita saat ini, melaikan pula karena kini gejalanya semakin meningkat

Fenomena kemiskinan telah berlangsung sejak lama,walapun telah di lakukan berbagai upaya dalam menanggulanginya, namun sampai saat ini terdapat lebih dari 1,2 miliyar penduduk dunia yang hidup dengan pendapatan kurang dari satu Dolar perhari dan lebih dari 2.8 miliyar penduduk dunia hanya berpenghasilan dari dua dolar perhari1

Perkembangan ekonomi syariah di tanah air dalam satu dekade terakhir menunjukkan indekasi yang mengembirakan termasuk perkembangan perzakatan. Pasca pemberlakukan UU No.38/1999 tentang pengelolaan zakat.

Pengaruh zakat terhadap masyarakat dan ekonomi Islam sangat signifikan. Setiap zakat terdapat sikap empati kepada orang-orang fakir miskin serta aksi proaktif untuk kemaslahatan umum. Diantara ayat yang

1 https://lombok tengahkab.bps.go.id/dynamictable/2019/01/19/40/gambaran-kemiskinan Akabupaten-lombok-tengah—2019.html

(14)

menjelaskan tentang masalah zakat adalah firman Allah (QS. At – Taubah, ayat 602













































Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang- orang miskin, pengurus-pengurus zakat, Para mu'allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksan.

Allah menjadikan harta benda sebagai sarana kehidupan untuk umat manusia seluruhnya, maka harus dipergunakan untuk kepentingan bersama. Zakat, infaq dan shadaqah termasuk salah satu ketetapan Tuhan yang menyangkut masalah harta. Allah melarang manusia memberikan harta benda kepada orang-orang yang akan menyia-nyiakannya. Bahkan meskipun miliknya sendiri harus ditahan penggunaannya dalam kalau untuk menyia-nyiakan, karena tindakan seperti itu akan merugikan semua pihak. Harta merupakan kebutuhan hidup manusia dan sebagian manusia cenderung untuk mengumpulkan dan menguasai harta tersebut tanpa batas.

Dalam rangka menciptakan, menjaga dan memelihara kemaslahatan hidup serta martabat kehormatan manusia, Allah mengatur pemanfaatannya sebagaimana dalam firman-Nya yang berbunyi :

2 Al-Quran Surat at-Taubah : 60

(15)































Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. dan apa saja yang kamu nafkahkan Maka Sesungguhnya Allah mengetahuinya. 3

Pemanfaatan

harta sebagaimana yang dijelaskan pada ayat di atas adalah memberikan harta sebgaimana mestinya kepada orang-orang yang membutuhkan seperti fakir miskin dan sebagainya. Kemiskinan masih menjadi persoalan bagi negara-negara berkembang. Termasuk Indonesia, kemiskinan adalah salah satu dari sekian banyak problematika bangsa yang meuntut segera diselesaikan. Khususnya di bidang ekonomi, menjadi suatu bahasan bahwa penanggulangan kemiskinan menjadi bahasan paling penting dalam perbaikan suatu negara.

Sebagai bagian dari wilayah Indonesia, Lombok Tengah adalah salah satu Daerah Tingkat II di Provinsi Nusa Tenggara Barat, dengan luas Wilayah 1.208,39 dan dihuni oleh 860.209 Jiwa penduduk 4 Sebagaimana kabupaten yang lain, Kabupaten Lombok Tengah juga dihadapkan dengan persoalan-persoalan yang banyak dan beragam bentuk, diantaranya persoalan yang menjadi perhatian adalah persoalan kemiskinan. Kemiskinan sendiri telah menjadi bagian penting yang membutuhkan perhatian untuk segera dituntaskan. Dan menjadi suatu keniscayaan bahwa penanggulangan

3 Al-Quran Surat Ali-Imran:95

4 https://lombok tengahkab.bps.go.id/dynamictable/2017/01/19/40/gambaran-kemiskinan- kabupaten-lombok-tengah—2011-2014.html

(16)

adalah strategi penting dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat pada suatu daerah atau kota.5

Dalam mengatasi kemiskinan, Pemerintah baik pusat maupun daerah, termasuk pemerintahan Kabupaten Lombok Tengah melalui berbagai kebijakan terus berupaya menekan angka kemiskinan antara lain melalui BAZDA (Badan Amil Zakat Daerah). Namun, upaya-upaya tersebut masih belum bisa memberikan hasil yang maksimal dalam menekan angka kemiskinan secara menyeluruh di Kabupaten Lombok Tengah.

Berbagai upaya pengentasan kemiskinan terus dilakukan oleh pemerintah, tak terkecuali dalam hal religi yang diwakili oleh produk Islam yang bernama infak. Infak sendiri terdiri dari zakat sedekah, dan juga wakaf.

Adapun elemen-elemen tersebut kini sudah diampu secara lebih rapi oleh pemerintah. Sebut saja di Kab. Lombok Tengah. Lembaga Pengampu ZIS (zakat,infak dan shodaqoh) yang semula pengelola zakat ini dikenal dengan istilah Badan Amil Zakat, Infaq dan shadaqoh atau (BAZIS) diantara programnya menghimpun dana zakat dan infaq secara sukarela dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kab. Lombok Tengah. Penyaluran dana infak tersebut masih sangat terbatas dan diperioritaskan untuk pembangunan tempat- tempat ibadah baik masjid maupun musholla.6

Pemerintah kabupaten Lombok Tengah berinisatif untuk membentuk lembaga dalam penanggulangan kemiskinan dengan pengelolaan secara

5 https://lombok tengahkab.bps.go.id/dynamictable/2017/01/19/40/gambaran-kemiskinan- kabupaten-lombok-tengah—2011-2014.html

6 Profil BAZNAS http://pusat.baznas.go.id/

(17)

professional, dengan pengelolaan yang lebih baik dan diharapkan dapat mengembangkan dana yang ada di lembaga untuk dijadikan sumber dana agar mencpai tujuan atau sasaran dari wajib zakat.7 Sebagai salah satu rukun Islam, ajaran zakat menjadi salah satu sektor yang mulai digali dari berbagai dimensinya oleh pakar dan cendekiawan muslim. Zakat menjadi perwujudan ibadah seseorang kepada Allah sekaligus sebagai perwujudan seseorang yang peduli sosial terhadap sesama. Dengan demikian pengabdian kepada Allah SWT adalah inti dari ibadah zakat8

Zakat menjadi sistem utama dalam mengentaskan kemiskinan dalam negara yang termasuk zakat di dalamnya dapat dikatakan berhasil mengambil perannya sebagai penjaga kesetabilan ekonomi negara. Hal ini yang kemudian di adopsi oleh Indonesia maka dari itu di bentuklah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Baznas sendiri merupakan badan resmi dan satu-satunya yang dibentuk oleh pemerintah berdasrkan Keputusan Presiden RI No.8 Tahun 2001 yang memiliki tugas dan fungsi menghimpun dan menyalurkan zakat,infak dan sedekah (ZIS) pada tingkat nasional.9

BAZNAS dan LAZ bekerja berdasarkan undang-undng No.23 tahun 2011 tentang Pengeloaan Zakat adalah kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan pengoordinasian dan pendayagunaan zakat. Zakat sendiri artinya adalah harta wajib dikeluarkan oleh seorang muslim atau badan usaha untuk

7 http://ngada.org/pp14-2018.htm

8Asnaini dan Zubaedi, Zakat Produktif Dalam Prespektif Hukum Islam, Yogyakarta, Pustaka Pelajar, 2010, hlm. 1

9 Profil BAZNAS http://pusat.baznas.go.id/

(18)

diberikan kepada orang yang berhak menerimanya sesuai dengan syariat islam. Hal ini menunjukkan zakat telah menjadi bagian penting dalam solusi menyelesaikan masalah kemiskinan di Indonesia BAZNAS memiliki berbagai program unggulan, seperti sekolah gratis, program beasiswa, layanan kesehatan gratis, program zakat Comunity develovent yang mendorong kemajuan masyarakat dari berbagai bidang. Baznas juga memiliki program sosial berupa respon cepat terhadap bencana dan kesulitan masyarakat yang bersifat darurat.10

Penelitian ini mencoba untuk menelisik peran yang dimainkan oleh BAZNAS di Kab. Lombok Tengah yang akan diteliti perannya dalam mengentaskan kemiskinan. Topik ini sengaja diangkat oleh penulis agar setidaknya dapat memberikan solusi akademik. Yakni tentang teori peran dalam kajian ini BAZNAS-lah yang memainkan peran tersebut, selain itu topik ini sengaja diangkat sebagai solusi pengentasan kemiskinan. Apabila BAZNAS benar-benar memberikan peran positif bagi pengentasan kemiskinan khususnya di Kab. Lombok Tengah maka segala program dan usaha BAZNAS harulah didukung sepenuhnya. Agar tujuan untuk menghilangkan atau setidaknya memngurangi angka kemiskinan di Indonesia dapat tercapai.

Topik tentang zakat ataupun Badan Amil Zakat sudah sering di kaji.

Namun belum menyentuh pada pembenahan peran BAZNAS dalam pengentasan kemiskinan dalam skala Nasional walaupun wilayah. Adapun

10 Profil BAZNAS http://pusat.baznas.go.id/

(19)

peran yang di paparkan oleh BAZNAS sendiri di dalam situs resminya hanya bersifat penjelasan secara teoritik dan sebatas pengenalan BAZNAS kepada masyarakat luas.11

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penulis tertarik untuk mengkaji dan menganalisis mengenai Peran Baznas Kabupaten Lombok Tengah Terhadap Upaya Meningkatkan Kesejahtraan Masyarakat Miskin.

Dengan menuangkan ke dalam skripsi yang berjudul: Peran BAZNAS Kabupaten Lombok Tengah dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Miskin

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana Strategi BAZNAS Kabupaten Lombok Tengah dalam menjalankan pengelolaan harta zakat ?

2. Apa hambatan yang dialami BAZNAS Kabupaten Lombok Tenah dalam pengelolaan harta zakat dan apa solusi alternatif dalam meningkatkan kesejahtraan masyarakat miskin ?

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan yang ingin di capai pada penelitian ini terhadap adanya rumusan masalah di atas adalah sebagai berikut:

11Peran baznas sebagai Lembaga Nonstruktural dalam penanggulanagn kemiskinan http;//pusat.baznas.go.id/berita-artikel/peran-baznas-sebagai-lembaga-nonstruktural-dalam- penanggulangan-kemiskinan.

(20)

a. Untuk mengetahui Strategi BAZNAS Kabupaten Lombok Tengah dalam menjalankan pengelolaan harta zakat

b. Untuk memahami hambatan yang dialami BAZNAS Kabupaten Lombok Tenah dalam pengelolaan harta zakat dan apa solusi alternatif dalam meningkatkan kesejahtraan masyarakat miskin.

2. Manfaat Penelitian a. Manfaat Teoritis

Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi pengembangan wawasan dan memperkaya khazanah keilmuan Islam khususnya dalam bidang pengelolaan zakat untuk mengentaskan problematika ekonomi umat.

b. Manfaat Praktis

Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi para penentu kebijakan sebagai referensi dalam mengambil kebijakan terkait pengelolaan dan pendistribusian harta zakat kepada yang memang berhak menerimanya.

D. Ruang Lingkup Dan Setting Penelitian 1. Ruang Lingkup Penelitian

Agar penelitian yang dilakukan terhadap permasalahan yang telah dirumuskan tidak terlalu melebar dan kurang jelas maka pembahasan disesuaikan dengan fokus penelitian sehingga pembahasan yang disampaikan lebih terukur dan tajam. Dalam penelitian ini, penulis membatasi pembahasannya seputar sistem yang dilaksanakan oleh

(21)

BAZNAS dalam pengelolaan harta zakat sebagai upaya meningkatkan kesejahtraan masyarakat miskin.

2. Setting Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di kantor BAZNAS Praya Kab.

Lombok Tengah dan penetapan lokasi ini berdasarkan ketertarikan peneliti untuk mengkaji peran BAZNAS dalam pengelolaan zakat. Alasan peneliti mengambil lokasi penelitian di Kantor BAZNAS Kab. Lombok Tengah antara lain, berdasarkan pengamatan peneliti, bahwa BAZNAS Kabupaten Lombok Tengah dalam pengelolaan zakat bukan hanya dalam bentuk konsumtif tetapi juga dalam bentuk produktif.

E. Telaah Pustaka

Untuk mendapatkan gambaran umum secara jelas tentang data yang berkaitan dengan permasalahan bagaimana peran BAZNAS terhadap upaya meningkatkan kesejahtraan masyarakat kurang mampu di Kab. Lombok Tengah penulis menelusuri dan menelaah beberapa hasil karya ilmiah yang senada dengan tema ini guna untuk menghindari terjadinya penulisan ulang.

Dalam hal ini ada bebarapa karya ilmiah yang memiliki pembahasan yang mirip antara lain:

(22)

1. Skripsi oleh Mila Sartika, yang berjudul ―Pendayagunaan Zakat Produktif Terhadap Pemberdayaan Mustahik pada Lembaga Amil Zakat (LAZ) Surakarta‖ IAIN Surakarta, 2006 12

Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa Lembaga Amil Zakat Yayasan Solo Peduli menyalurkan dana zakat produktif pada suatu program yang kemudian dikembangkan yaitu Program Pemberdayaan Ekonomi. Program ini adalah program pemberdayaan pembinaan umat atau mustahiq produktif dengan memberikan bantuan modal usaha yang disalurkan dengan fasilitas Qordhul Hasan untuk bantuan modal yang berupa uang dan Murabahah dengan sistem gaduh untuk bantuan modal yang berupa hewan ternak. Dengan bantuan modal usaha yang diberikan Yayasan Surakarta Peduli, mustahiq dapat mengembangkan usaha mereka dan bisa meningkatkan pendapatan mereka.

Penelitian yang dilakukan oleh Mila Sartika tersebut memiliki kesamaan dengan penelitian ini, yaitu sama-sama mengenai Dana Zakat namun objek dan lokasi penelitian yang berbeda. Objek penelitan yang dilakukan oleh Mila Sartika ialah Pemberdayaan Mustahik, sedangkan penelitian ini mengenai pemberdayaan masyarakat kurang mampu.

2. Skrips oleh Noviana, yang berjudul ―Optimalisasi Zakat dalam Peningkatan Ekonomi Masyarakat di Desa Puyung Kecamatan Jonggat Lombok Tengah. IAIN Mataram 201613

12Mila Sartika, Pendayagunaan Zakat Produktif Terhadap Pemberdayaan Mustahik padaLembaga Amil Zakat (LAZ) Surakarta, Skripsi IAIN Surakarta 2006.

(23)

Penelitian Noviana menyimpulkan bahwa: Peran Zakat dalam mengoptimalisasi ekonomi di desa Puyung Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah hanya menyentuh kebutuhan masuyarakat yang bersifat konsumtif, belum nampak upaya meningkatkan dan mengoptimalkan peran Zakat dalam bidang Ekonomi produktif bagi masyarakat desa tersebut

Penelitian yang dilakukan oleh Noviana tersebut memiliki kesamaan dengan penelitian yang akan dilakukan oleh penulis yaitu sama-sama mengenai kesejahtraan Ekonomi namun objek dan lokasi penelitian yang berbeda. Objek penelitian yang dilakukan oleh Noviana ialah meningkatkan ekonomi dalam sebatas masyarakat desa, sedangkan penelitian ini terfokus pada masyarakat kurang mampu. Selain itu penelitian yang dilakun oleh Noviana juga mengkaji dari segi optimalisasi zakat sedangkan penelitian ini meninjau dari segi peran Baznas.

3. Skripsi BQ. Mustika Arianti, yang berjudul ―Persefsi Ulama Terhadap Pendayagunaan Dana Zakat Di Desa Jenggik Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur14

Penelitian BQ. Mustika Arianti menyimpulkan bahw persepsi ulama terhadap pendayagunaan dana Zakat di desa jenggik kecamatan

13Noviana, Optimalisasi Zakat dalam Peningkatan Ekonomi Masyarakat di Desa Puyung Kecamatan Jonggat Lombok Tengah Skiripsi IAIN Mataram 2016.

14 BQ.Mustika Arianti, Persepsi Ulama Terhadap Pendayagunaan Dana Zakat Di Desa Jenggik Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur, (Skiripsi IAIN Matram 2016)

(24)

Terara Kabupaten Lombok Timur berbeda-beda terhadap dana Zakat itu sendiri

Penelitian yang dilakukan oleh BQ. Mustika Arianti tersebut memiliki kesamaan dengan penelitian yang dilakukan oleh penulis yaitu sama-sama mengenai dana zakat namun objek dan lokasi penelitian yang berbeda. Objek penelitan yang dilakukan oleh BQ. Mustika Arianti ialah Pendayagunaan dana zakat, sedangkan penulis disini yang menjadi objek penelitian yaitu masyarakat kurang mampu. Dalam penelitian yang dilakun oleh BQ. Mustika Arianti juga mengkaji dari segi persepsi para ulama sedangkan penulis disini meninjau dari segi peran Baznas.

Beberapa skripsi di atas, terdapat persamaan sekaligus perbedaan dengan penelitian ini. Persamaanya terletak pada objek kajiannya, yaitu sama-sama mengkaji tentang zakat sedangkan perbedaanya terletak pada fokus yang menjadi kajiannya. Penelitian ini mengkaji persoalan peran Baznas Lombok Tengah yang beberapa penelitian di atas tidak satupun yang mengkaji tentang fokus yang menjadi kajian dari penelitian ini. Oleh karena itu karya ilmiyah yang penulis angkat benar-benar asli dan belum pernah ada yang mengkajinya.

F. Kerangka Teoritik 1. Pengertian Zakat

Dalam al-Mu‟jām al-Wasiṭ ditinjau dari segi bahasa, kata zakat mempunyai beberapa arti, yaitu al-barakātu keberkahan al-namā

(25)

pertumbuhan dan perkembangan, al-ṭahharatu kesucian, dan al-ṣalātu keberesan‟. Sedangkan secara istilah zakat adalah bagian dari harta dengan persyaratan tertentu, yang Allah swt. mewajibkan kepada pemiliknya, untuk diserahkan kepada yang berhak menerimanya dengan persyaratan tertentu pula.Hubungan antara pengertian zakat menurut bahasa dan dengan pengertian menurut istilah, sangat nyata dan erat sekali, bahwa harta yang dikeluarkan zakatnya akan menjadi berkah, tumbuh, berkembang dan bertambah, suci dan beres (baik).15

Harta yang dikeluarkan untuk zakat itu disebut zakat karena zakat itu mensucikan diri dari kotoran kikir dan dosa, dan menyuburkan harta atau membanyakkan pahala yang akan diperoleh mereka yang mengeluarkannya. Zakat menunjukkan kepada kebenaran iman, maka olehnya disebut ṡadaqah yang membuktikan kebenaran kepercayaan, kebenaran tunduk dan patuh serta taat mengikuti apa yang diperintahkan.

Demikian juga zakat mensucikan pekerti masyarakat dari dengki dan dendam16

Zakat bertujuan untuk menyelamatkan struktur bangunan kemasyarakatan. Ia berfungsi mendidik rasa tanggung jawabbagi kalangan orang-orang kaya, menanamkan ketenangan dan keridhaan dalam diri orang-orang miskin, mengokohkan hubungan persaudaraan antarsesama,

15Tim penyusun, Panduan Organisasi Pengelolaan Zakat, (Bandung:Pustaka al;hikmah 2010) hlm. 8-9

16Syaikh Muhammad Shalih al-Utsaimin. Ensiklopedi Zakat Kumpulan Fatwa Zakat Syaikh Muhammad Shalih al-Utsaimin. (Jakarta: Pustaka as-Sunnah, 2010), hlm. 45.

(26)

menjernihkan rasa cinta tanah air, dan menutup jalan-jalan kerusakan yang muncul akibat berlebihnya harta benda di pihak pemilik-pemilik modal dan terkurasnya harta dari beberapa orang.17

2. Rukun dan Syarat Zakat.

a) Rukun Zakat

Rukun Zakat ialah mengeluarkan sebagian dari nishab harta, dengan melepaskan kepemilikan terhadapnya, menjadikannya sebagai milik orang fakir, dan menyerahkannya kepadanya atau harta tersebut diserahkan kepada wakilnya yakni imam atau orang yang bertugas memungut zakat (amil zakat).18

b) Sayarat Zakat 1. Muslim.

2. Merdeka.

3. Baligh.

4. Berakal.

5. Memiliki harta yang telah sampai nisab.

Syarat sah zakat adalah niat yang menyertai pelaksanaan zakat.

Sedangkan syarat-syarat harta wajib yang wajib dizakati adalah sebagai berikut:19

1. Kepemilikan penuh artinya bahwa harta itu menjadi milik sepenuhnya seorang muslim dan berada di tangannya, serta tidak

17Muhammad al Athrasy, Hikmah di Balik Kemiskinan (Jakarta: Qisthi Press,2013), hlm. 72.

18 Wahbah Al-Zuhayly, Zakat Kajian Berbagai Mazhab (Bandung: PT Remaja Rosdakarya), hlm. 23

19Teungku Muhammad Hasbi Shiddieqy, Pedoman Zakat, hlm. 9.

(27)

ada sangkut pautnya dengan kepemilikan orang lain. Selain itu, hendaklah pemiliknya mampu untuk mengelolanya atas dasar pilihannya sendiri dan manfaatnya bisa dinikmati olehnya.

2. Berupa harta yang bisa berkembang secara pasti atau diperkirakan berkembang, dalam artian hendaknya harta tersebut mendatangkan keuntungan bagi pemiliknya atau pada hakikatnya berkembang.

3. Harta mencapai nisab. Syariat Islam menetapkan syarat harta yang wajib dizakati hendaknya mencapai kadar tertentu.

4. Mencapai haul. Harta tersebut telah berada dalam kepemilikannya selama duabelas bulan menurut kalender hijriah 5. Harta tersebut bebas dari beban utang

3. Bagian Fakir dan Miskin Dalam Zakat

Sebagian ulama mengatakan bahwa orang fakir lebih membutuhkan daripada orang miskin, karena kelompok fakir ini disebutkan pertama kali oleh Allah, sesungguhnya urutan itu dari yang terpenting (membutuhkan) kemudian disusul yang penting berikutnya.20

Orang fakir atau miskin diberi zakat yang mencukupi kebutuhannya dan orang-orang yang ditanggung selama satu tahun penuh. Ini adalah pendapat jumhur ulama, dibatasi setahun karena

20Petunjuk Pelaksanaan Pembinaan Lembaga Pengelola Zakat. Departemen Jendral Bimbingan Masyarakat Islam Dan Penyelenggaraan Haji Direktorat Pengembangan Zakat Dan Wakaf, hlm. 73

(28)

zakat akan selalu berulang setiap tahun dan karena nabi menyimpan jatah makanan pokok keluarganya selama setahun.21

Maẓhab-maẓhab fikih berbeda-beda pendapat dalam menentukan besar zakat yang harus diberikan kepada fakir miskin.

Pendapat madzhab itu dapat kita simpulkan dengan dua pandangan pokok:

Pertama, yang mengatakan bahwa fakir miskin itu diberi zakat secukupnya, dan tidak ditentukan menurut besarnya harta zakat yang diperoleh.

Kedua, yang mengatakan bahwa fakir miskin itu diberi dalam jumlah tertentu dan besar kecilnya disesuaikan dngan bagian mustahik lain.22

4. Konsep Miskin

Kemiskinan merupakan sebuah terminologi yang memiliki makna yang bersifat multi-dimensi. Para pakar telah mencoba mendefinisikan kemiskinan dari beragam perspektif, namun defenisi yang ideal yang berlaku bagi seluruh negara dan masyarakat di dunia agak sulit ditentukan. Hal tersebut dikarenakan oleh sejumlah perbedaan karakteristik antar negara dan masyarakat, baik secara demografi, ekonomi, sosial budaya, maupun secara politik. Dalam konteks Indonesia, pemerintah telah menetapkan bahwa referensi resmi mengenai defenisi kemiskinan dan jumlah orang miskin di

21Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin, Sifat Zakat Nabi, (Jakarta: Darus Sunnah, 2013), hllm. 287

22Yusuf Qardhawi, Hukum Zakat, (Bandung2005), hlm. 20

(29)

Indonesia adalah sebagaimana yang dinyatakan oleh Badan Pusat Statistika.23

5. Penyebab Kemiskinan

Kemiskinan merupakan masalah yang kompleks dan bersifat multi-dimensional. Secara konseptual, kemiskinan seringkali dipandang dari berbagai sisi dan diklasifikasikan berdasarkan beragam aspek. Secara umum, kemiskinana dapat dilihat dari dua dimensi, yaitu:24

1. Kemiskinan dapat dilihat sebagai proses yang dinamis, kompleks, dan beragam. Kemiskinan dapat disebabkan oleh rendahnya kualitas modal manusia, pendapatan dan konsumsi serta keterbatasan akses terhadap faktor produksi (asset) dan tingkat pengembalian (return) terhadap faktor-faktor produksi tersebut (tenaga kerja, modal, tanah dan teknologi).

2. Kemiskinan juga merupakan akibat-dan memberikan kontribusi terhadap ketersisihan (exclution) atau proses marginalisasi dan proses sosial, politik, dan ekonomi (termasuk pasar). Bentuk dari proses marginalisasi ini bisa tercermin dari sisi etnik, kelas masyarakat, ataupun gender.

23 Irfan Syauqi Beik, Lukman M Baga, “Menggagas Islamic Poverty dan Strategi Pemberdayaan Dhuafa” dalam Rahmatina A.Kasri, Arif Haryono 2011, Bangsa Betah Miskin, (Jakarta: Indonesia Magnificence of Zakat, 2011), hlm. 5

24Ibnu Hajar Abul Fadhl Al-Asqalani, Fath Al-Bāri Syarah Shahih Al-Bukharī, Juz III (Beirut: Darul Maa‟rifah, 2011), hlm. 343

(30)

6. Jenis Kemiskinan

Dalam kajian Ilmu Ekonomi maka ukuran kemiskinan bisa dikelompokkan dalam dua macam kemiskinan, yaitu

1. Kemiskinan absolut.

2. Kemiskinan relative

Kemiskinan absolut adalah kemiskinan yang diukur dengan membandingkan tingkat pendapatan orang perorangan atau keluarga dengan tingkat pendapatan yang dibutuhkan untuk memperoleh kebutuhan dasar minimum (KDM). Tingkat pendapatan minimum merupakan pembatas antara keadaan miskin dan tidak miskin atau disebut dengan garis kemiskinan. Sementara itu Bank Dunia mendefenisikan kemiskinan absolut sebagai hidup dengan pendapatan dibawah 1 USD per hari dan kemiskinan menengah untuk pendapatan dibawah 2 USD per hari sesuai purchasing power parity117 masing- masing negara.25

Kemiskinan relatif didasari pada kenyataan bahwa orang yang sudah memiliki tingkat pendapatan yang dapat memenuhi kebutuhan dasar minimum tidak selalu berarti ―tidak miskin‖. Sekalipun pendapatan telah mencapai tingkat kebutuhan minimum, namun apabila pendapatan orang tersebut masih jauh lebih rendah dari masyarakat disekitarnya, maka orang tersebut masih dalam keadaan

25 Nurul Huda, dkk, Keuangan Publik Islami Pendekatan Teoritis dan Sejarah (Jakarta: Kencana, 2012), hlm. 1159.

(31)

miskin. Kemiskinan relatif tidak ada berhubungan dengan garis kemiskinan, kemiskinan ini bersumber dari perspektif masing-masing orang. Kemiskinan jenis ini bisa menimpa siapa saja, kemiskinan relatif juga tidak terjadi selamanya (temporer) dibandingkan dengan kemiskinan absolut (permanen). Bisa saja bila musim kemarau menyebabkan terjadinya sulit mencari makan, namun bila musim tanam orang-orang kembali hidup makmur dan hidup cukup.26

7. Penjelasan Istilah

BAZNAS merupakan Badan Amil Zakat yang dibentuk oleh pemerintah dan memiliki peran sentral sebagai pengelola zakat di Indonesia. Dengan tebitnya Undang-undang No. 23 tahun 2011 tentang pengelolaan zakat, secara, praktis otoritas tunggal pengelolaan zakat nasional hanya dipegang oleh BAZNAS. Masyarakat boleh melakukan pengelolaan zakat asalkan mendapat izin dari pemerintah dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Dalam UU tersebut disebutkan fungsi BAZNAS yaitu ―dalam melaksanakan tugas dan sebagaimana dimaksud dalam pasal 6. BAZNAS menyelenggarakan fungsi :

1) Perencanaan pegumpuan, pendistribuan, dan pendayagunaan zakat 2) Pelaksanaan, pengumpulan, pendistribuan dan pendayagunaan

zakat

26Nurul Huda, dkk, Keuangan Publik Islami Pendekatan Teoritis dan Sejarah, hlm.

115.

(32)

3) Pengendalian pengumpulan, pendistribuan dan pendayagunaan zakat

4) Pelaporan pengumpulan, pendistribuan dan pendayagunaan zakat Lebih lanjut dijelaskan bahwa dalam menjalankan tugas dan fungsinya, BAZNAS dapat bekerja sama dengan pihak terkait sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Badan ini berkewajiban melaporkan tugasnya secara tertulis kepada Presiden melalui Menteri dan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia paling sedikit 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun.

Pada skala Provinsi dan Kabupaten/Kota, pemerintah membentuk BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kabupaten/Kota. Hal ini sebagaimana dijelaskan pada Undang-Undang No.12 Tahun 2011 dalam bab II pasal 15 yaitu dalam rangka pelaksanaan pengelolaan zakat pada tingkat provinsi dan kabupaten/kota dibentuk BAZNAS provinsi dan BAZNAS Kabupaten/Kota. BAZNAS provinsi dibentuk oleh Menteri atas usul gubernur setelah mendapat pertimbangan BAZNAS Kabupaten/Kota dibentuk oleh Menteri atau pejabat yang ditunjuk atas usul bupati/walikota setelah mendapat pertimbangan BAZNAS. Dalam hal gubernur atau bupati/walikota tidak mengusulkan pembentukan BAZNAS provinsi atau BAZNAS Kabupaten/Kota setelah mendapat pertimbangan BAZNAS. Kemudian disebutkan pula bahwa BAZNAS provinsi dan BAZNAS Kabupaten/Kota

(33)

melaksanakan tugas dan fungsi BAZNAS di provinsi atau kabupaten/kota masing-masing27.

Pada pasal 16 dijelaskan tentang tugas dan fungsi BAZNAS provinsi dan BAZNAS kabupaten/kota yaitu dapat membentuk UPZ (Unit Pengumpul Zakat) pada instansi pemerintah, badan usaha milik negara, badan usaha milik daerah, perusahaan swasta, dan perwakilan Republik Indonesia di luar negeri serta dapat membentuk UPZ pada tingkat kecamatan, kelurahan atau nama lainnya dan tempat lainnya

Adapun peranan dari BAZNAS itu sendiri adalah khususnya dalam penanggulangan kemiskinan dalam bentuk bantuan zakat konsumtif dan bantuan zakat produktif. Pelaksanaannya dilakukan berdasyarkan syariat Islam dan Undang-Undang. Untuk itu BAZNAS perlu terus melakukan evaluasi guna tercapainya peran maksimal dalam penanggulangan kemiskinan.

Sebagaimana pengelolaan zakat yang berdasarkan syariat Islam, maka BAZNAS harusnya menjadi lembaga yang focus berperan dalam kesejahtraan umat sebagaimana yang diperintahkan oleh allah SWT.

Maka, akuntabilitas yang harus terus terjaga. Indikator pelaksanaan akuntabilitas dalam perspektif Islam adalah: 28

27Irwan Wahid, Peranan Zakat Dalam Penangguangan Kemskinan, (Tesis UIN Alaudin Kota Makasar 2017)

28 Ibid

(34)

1) Segala aktivitas harus memperhatikan dan mengutamakan kesejahtraan umat sebagai perwujutan amanah yang diberikan Allah kepada manusia sebagai seorang khalifah

2) Aktivitas organisasi dilakukan dengan adil

3) Aktivitas organisasi tidak merusak lingkungan sekitar

Empat poin yang tercantum dalam pasal 1 ayat (1) Undang- undang No.23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat yang menjelaskan peran BAZNAS sebagai lembaga yang melakukan pengelolaan, zakat secara nasional, peran BAZNAS sangat penting, sehingga apabila BAZNAS tidak menjalankan fungsinya dengan baik maka akan menyebabkan ketidakmerataan ekonomi yang disebabkan zakat yang tidak diterima oleh orang-orang yang berhak.29

Dalam buku petunjuk teknis pengelolaan zakat yang dikeluarkan oleh Institusi Manajemen Zakat (2001) dikemukakan tentang susunan organisasi pengelola zakat seperti Badan Amil Zakat, sebagai berikut 1. Susunan Organisasi Badan Amil Zakat

a. Badan Amil Zakat terdiri Atas Dewan Pertimbangan, Komisi Pengawas dan Badan Pelaksana.

b. Dewan Pertimbangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi unsur ketua, sekretaris dan anggota.

29http://ngada.org/pp14-2014.htm

(35)

c. Komisi Pengawas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi unsu ketua, sekretaris dan anggota.

d. Badan Pelaksana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi unsur ketua, sekretaris, bagian keuangan, bagian pengumpulan, bagian pendistribusian dan pendayagunaan

e. Anggota pengurus Badan Amil Zakat tersiri atas unsur masyarakat dan unsur pemerintah. Unsur masyarakat terdiri dari unsur ulama, kaum cendekiawan dan tokoh masyarakat, tenaga professional dan lembaga pendidikan yang terkait

2. Fungsi dan Tugas Pokok Pengurus Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS)

a. Dewan Pertimbangan 1) Fungsi

Memberikan pertimbangan, fatwa, saran, dan rekomendasi kepada Badan Pelaksana dan Komisi Pengawas dalam pengelolaan Badan Amil Zakat, meliputi aspek syariah dan aspek manajerial

2) Tugas Pokok

a) Memberikan garis-garis kebijakan umum Badan Amil Zakat.

b) Mengesahkan rencana kerja dari Badan Pelaksana dan Komisi Pengawas.

(36)

c) Mengeluarkan fatwa syariah baik diminta maupun tidak, berkaitan dengan hukum zakat yang wajib diikuti oleh pengurus Badan Amil Zakat

d) Memberikan pertimbangan, saran dan rekomendasi kepada Badan Pelaksana dan Komisi Pengawas baik diminta maupun tidak.

e) Memberikan persetujuan atas laporan tahunan hasil kerja Badan Pelaksana dan Komisi Pengawas

f) Menunjuk Akuntan Publik.

b. Komisi Pengawas 1) Fungsi

Sebagai pengawas internal lembaga atas operasional kegiatan yang dilaksanakan Badan Pelaksana.

2) Tugas Pokok

a) Mengawasi pelaksanaan rencara kerja yang telah disahkan b) Mengawasi pelaksanaan kebijakan-kebijakan yang telah

ditetapkan Dewan Pertimbangan.

c) Mengawasi operasional kegiatan yang dilaksanakan Badan Pelaksana, yang mencakup pengumpulan, pendistribusian, dan pendayagunaan.

d) Melakukan pemeriksaan operasional dan pemeriksaan syariah

(37)

Konsep teori peran yang penulis ambil dari beberapa pakar sosiologi yang menjadi landasan teoritis yang bersifat sosiologis- empiris kemudian dikombinasikan dengan landasan teoritis yang bersifat normative-doktrinal menjadi sebuah kerangka teoritik penulis dalam penelitian ini. Hal ini dimaksudkan agar penelitian yang dilakukan tetap fokus pada jalurnya, sehingga bisa mendapatkan hasil yang sesuai dengan apa yang diiginkan.

G. Metode Penelitian 1. Pendekatan penelitian.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Dalam pendekatan ini penelitian dilakukan pada kondisi obyek yang alami, teknik pengumpulan data dilakukan secara gabungan, data yang dihasilkan bersifat deskriptif. Analisis data dilakukan secara indukatif dan penelitian ini lebih menekankan makna dari generalisasi..30 Sedangkan Dari segi disiplin ilmu, peneliti menggunakan pendekatan:

1) Pendekatan Teoretik, pendekatan ini dapat digunakan untuk memahami konsep miskin menurut Islam dan pemerintah yang terdapat dalam tatanan empirik atau bentuk formal yang ada dalam lembaga zakat

2) Yuridis Normatif, pendekatan ini diperlukan untuk menelusuri sumber atau dasar hukum dari nilai-nilai tersebut yaitu dengan melacak pembenarannya melalui dalil-dalil al-Qur'an 31

30 Drs, Hidayat Syafrudin Dkk, Metode Penelitian (Bandung: Mandar Maju, 2002), hlm. 33.

31Akhmad Taufik, et. al., Metodologi Studi Islam: Suatu Tinjauan Perkembangan Islam Menuju Tradisi Islam Baru, Ed. I., (Cet. I; Malang: Bayumedia Publishing, 2004), hlm. 19

(38)

3) Pendekatan Sosiologis, Pendekatan ini dapat digunakan untuk memahami proses atau cara pendekatan hubungan sosial untuk memahami hubungan timbal balik pada suatu individu dengan yang lainnya32

2. Kehadiran Peneliti

Peneliti sebagai orang yang melakukan observasi mengamati dengan cermat terhadap obyek penelitian, untuk memperoleh data tentang penelitian ini, maka peneliti terjun langsung kelapangan. Kehadiran peneliti sebagai instrumen kunci yang berperan pengamat non-partisipant, yaitu peneliti turun kelapangan tidak melibatkan diri secara langsung dalam kehidupan obyek peneliti. Berkenan dengan hal tersebut, dalam mengumpukan data peneliti berusaha menciptakan hubungan yang baik dengan informan yang menjadi sumber data agar data-data yang diperoleh betul-betul benar adanya.

Dalam melaksanakan penelitian ini peneliti akan hadir dilapangan sejak diizinkannya melakukan peneitian, yaitu dengan cara mendatangi lokasi penelitian pada waktu-waktu tertentu baik terjadwal maupun tidak terjadwal.33

3. Sumber Data a. Data primer

Untuk mendapatkan data yang dibutuhkan dalam penelitian ini tentunya harus berhubungan dengan orang-orang yang mengetahui secara

32 http;//eki-bogger.bogspot.com/2016/12/pendekatan-sosiologis-dalam-studi-isam.

33Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif Kuantitatif dan R&D, (bandung 2009) hlm.223

(39)

mendalam dan mempunyai relevansi dengan penelitian yang dijalankan sehingga sumber data primer dalam penelitian ini adalah responden 34 Responden yang dimaksud adalah Pengurus BAZNAS Kabupaten tentang Pemberi Zakat infaq dan shodaqoh dan penerima Zakat infaq dan shodaqoh dan masyarakat sekitarnya.

b. Data sekunder

Untuk mendapatkan data pendukung guna melengkapi data primer yang peneliti kumpulkan. Ada beberapa sumber data sekunder yang dapat di jadikan rujukan yang terdiri dari dokumen. Dokumen yang dimaksud adalah Qur’an, Hadist, dan Buku-buku yang berkaitan dengan zakat Infak dan Shodaqoh.

4. Metode pengumpulan data

Penelitian ini merupakan jenis penelitian langsung di Kantor BAZNAS yang menggunakan data primer untuk mendapatkan informasi di Kantor BAZNAS dan pengumpulan data sesuai dengan data yang diperlukan. Metode-metode yang akan digunakan adalah sebagai berikut:

a. Wawancara (intervew), merupakan suatu percakapan yang diarahkan pada suatu masalah untuk mengumpulkan data lewat pertanyaan yang diberikan kepada informan.35 Informan yang dimaksud disini adalah pengurus BAZNAS Kabupaten tentang pemberi dan penerima Zakat infaq dan shodaqoh.

34Noor Juliansyah, Metodelogi Penelitian, Skripsi, Tesis, Disertasi,& Karya Ilmiah (Jakarta: PT Kencana Prenada media group, 2011), hlm 139.

35Imam Gunawan, Metode Penelitian Kualitatif Teori Dan Praktik, (Jakarta: Bumi Aksara, 2017), hlm.160

(40)

b. Dokumentasi, merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu yang berbentuk tulisan, gambar, atau karya monumental dari seseorang.36 Peneliti mengumpulkan data dengan cara menelusuri dokumen- dokumen yang berkaitan dengan penelitian, bahan-bahan materi dari penjelasan yang ada di buku-buku.

c. Observasi, merupakan metode yang paling ampuh untuk memperoleh kebenaran apabila informasi yang diperoleh kurang meyakinkan maka peneliti dapat melakukan pengamatan sendiri secara langsung untuk mengecek kebenaran informasi dan juga observai merupakan metode yang paling tua, karena dengan cara-cara tertentu kita selalu terlibat dalam peroses mengamati dengan cara memerhatikan secara akurat, mencatat fenomena yang mucul.37

5. Analisis data

Analisis data di sini berarti mengatur secara sistematis bahan hasil wawancara dan observasi, menafsirkannya dan menghasilkan suatu pemikiran, pendapat, teori atau gagasan baru.38Sementara itu, Bogdan dan Biklen menyatakan bahwa analisis data adalah peroses pencarian dan pengaturan secara sistematik hasil wawancara, catatan-catatan, dan bahan- bahan yang dikumpulkan untuk meningkatkan pemahaman terhadap semua hal yang dikumpulkan dan memungkinkan menyajikan apa yang ditemukan.39

36 Gunawan, Metode Penelitian ,hlm. 176

37 Ibid., hlm. 143-146.

38 Conny R. Semiawan, Metode Penelitian Kualiatif, (Jakarta: Gerasindo,2010), hlm. 121.

39 Gunawan, Metode Penelitian, hlm. 210.

(41)

Berangkat dari penjelasan di atas, metode yang digunakan penulis dalam menganalisis data penelitian ini lebih diarahkan pada metode kualitatif besifat induktif, yang merupakan jalan berfikir dengan mengambil kesimpulan dari data-data yang bersifat khusus. Dengan kata lain, berfikir induktif adalah berangkat dari fakta-fakta khusus, peristiwa-peristiwa konkrit, kemudian dari fakta-fakta tersebut ditarik generalisasi-generalisasi yang mempunyai sifat umum.40 Dengan demikian, data yang terkumpul tersebut dibahas, ditafsirkan serta dikumpulkan secara induktif sehingga dapat memberikan gambaran tepat terkait peran BAZNAS terhadap upaya mensejahtrakan masyarakat kurang mampu, kemudian dikaitkan dengan teori-teori terkait zakat infaq dan shadaqoh. Akibatnya, pokok persoalan dari penelitian ini dapat terjawab sesuai dengan apa yang diharapkan.

6. Validitas Data

Keabsahan data menjadi sangat vital. Data yang salah akan menghasilkan penarikan kesimpulan yang salah pula, demikian sebaliknya, data yang sah (kredibel) akan menghasilkan kesimpulan hasil penelitian yang benar.41 Untuk menunjang hal tersebut dalam penelitian ini akan dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:

a. Perpanjang Pengamatan

Peneliti akan memperpanjang pengamatan untuk meningkatkan kredibilitas data. Dengan memperpanjang pengamatan berarti peneliti kembali ke lapangan, melakukan pengamatan, wawancara lagi dengan

40Lexy J. Meleong, Metodelogi Penelitian...,hlm. 248

41Gunawan, Metode Penelitian, hlm. 216-217

(42)

sumber data yang ditemui maupun sumber yang lebih baru. Memperpanjang pengamatan berarti hubungan semakin antara penelitidengan sumber akan terjalin, semakin akrab, sehingga informasi yang diperoleh semakin semakin banyak dan lengkap.

b. Diskusi dengan teman sejawat

Diskusi dengan teman sejawat merupakn cara agar data yang peneliti sajikan sudah benar. Dengan diskusi apa yang belum atau data yang kurang bisa dikoreksi dan diperbaiki sehingga data yang disajikan benar- benar kredibel.

c. Meningkatkan Kecermatan Dalam Penelitian

Peneliti akan meningkatkan kecermatan atau ketekunan secara berkelanjutan maka kepastian data dan urutan koronologis peristiwa dapat dicatat atau dapat direkam dengan baik. Meningkatkan kecermatan merupakan salah satu cara mengecek pekerjaan apakah data yang telah dikumpulkan atau disajikan sudah benar atau belum.

d. Menambah refrensi atau sumber data

Dengan melakukan penambahan sumber data maka penelitian yang disajikan menjadi lebih bagus dengan cara menambah data-data atau refrensi-refrensi dari buku yang belum ada atau kurang sehingga penelitian yang disajikan lebih bagus.

7. Sistematika

Laporan penelitian ini disusun dengan sistematika sebagai berikut:

(43)

Bab I Pendahuluan berisi, konteks penelitian, fokus penelitian, tujuan dan manfaat, ruang lingkup dan setting penelitian, telaah pustaka, kerangka teoritik, metode penelitian, sistematika.

Bab II merupakan Bab paparan data, pada bagian ini diuraikan tentang gambaran umum lokasi penelitian dan peran BAZNAS terhadap upaya mensejahtrakan masyarakat kurang mampu di kabupaten Lombok Tengah

Bab III berisi Bab pembahasanan atau analisa temuan. Pada bab ini penulis berusaha menganalisi hasil temuan yang penulis paparkan pada Bab II sebelumnya yaitu, peran BAZNAS terhadap upaya mensejahtrakan masyarakat kurang mampu di kabupaten Lombok Tengah.

Bab IV adalah Bab penutup. Bab ini berisi kesimpulan-kesimpulan yang di dapatkan dari hasil penelitian dan berisi saran-saran yang sesuai dengan persoalan penelitian.

(44)

BAB II

PAPARAN DAN TEMUAN LAPANGAN

A.Gambaran Umum Lokasi Penelitian

1. Sejarah BAZNAS Kabupaten Lombok Tengah

BAZNAS Kabupaten Lombok Tengah yang beralokasi Gedung dakwah komplek masjid agung, Jalan Rinjani no. 16 praya. Badan Amil Zakat Nasional(BAZNAS) adalah lembaga nasional yang bergerak dalam bidang perencanaan, pengumpulan, pendistribusian zakat, infaq dan shodaqoh sesuai dengan Undang-undang No. 23 tahun 2011 dan peraturan pemerintah No 14 tahun 2014 serta instruksi presiden RI No. 3 tahun 2014.

Pengurus atau komisioner Baznas Lombok Tengah sejak dilantik dan dikukuhkan oleh wakil bupati Lombok tengah Rabu 27 april 2016 telah melakukan terobosan yaitu membangun kordinasi, konsultasi dan sosialisasi dengan semua pihak pemungutan Bank dan muzakki dan mustahik serta objek-objek ZIS lainnya. Program skala prioritas yang paling penting yang akan diakukan saat ini adalah sosialisasi menyeluruh secara bertahap kepada masyarakat.42

Masyarakat kabupaten Lombok Tengah yang dikenal dengan masyarakat relijius, sesungguhnya akan menjadi garda terdepan dalam pengumpulan (fundraising) Zakat Infaq sedekah (ZIS). Pada kenyataanya

42Profil baznas Kabupaten Lombok Tengah Gedung Dakwah Komplek Masjid Agung , Jalan Rinjani No. 16 Praya, dikutip pada tanggal 28 maret 2020

(45)

banyak rintangan dan tantangan yang dihadapi dalam hal pengelolaan ZIS ini. Hingga masih menempati urutan terbawah pengumpulan ZIS di NTB.

BAZNAS Kabupaten Lombok Tengah memberi pengelolaan Zakat umat, sehingga memberi manfaat sebesar-besarnya bagi umat. Pengembangan amanah yang sangat berat ini, tentu tidak bisa terlepas dari bantuan semua pihak, oleh karena itu, kebersamaan adalah modal kuat dan besar untuk peningatan kesejahtraan di bumi tastura.43

BAZNAS Kabupaten Lombok Tengah mengalami perkembangan sangat pesat, baik dari aspek pengumpulan maupun pendayagunaan zakat, terbukti dengan suksesnya program-program kegiatan yang dijalankan.

Dibidang pengumpulan telah mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah Kabupaten Lombok Tengah. Sebagai bukti yang tidak dapat dipungkiri kebijakan PEMDA untuk memotong gaji PNS sebanyak 2,5%

sebagai zakat profesi yang wajib dikeluarkan pada PNS muslim yang teah memenuhi standar penghasilan wajib zakat. Pada aspek pendayagunaan zakat memiiki progam-program strategis untuk memberdyakan masyarakat yang tidak mampu, baik bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, kemanusiaan atau tanggap darurat maupun bidang dakwah. Pada tanggal 10 muharam 1939 yang telah dijadikan hari kasih sayang oleh PEMDA.

BAZNAS Kabupaten Lombok Tengah mendistribusikan dana zakat

43 Ibid.

(46)

sebesar 250 juta lebih kepada para pakir miskin yang bersal dari seluruh desa di Lombok Tengah.44

Badan Amil Zakat Nasional untuk pertama kalinya memberikan penghargaan yang berskala Nasional kepada para pegiat zakat, infaq dan shodaqoh berupa anugrah BAZNAS award 2017. Anugrah BAZNAS Aword diserahkan dalam satu acara khusus di Jakarta pada jumat (25/8/2017). Peran Bupati Lombok Tengah H. Moh. Suhaii FT. dalam menudukung kebangkitan zakat di Daerah TASTURA patut diapresiasi.

Pasalnya, saat ini di Lombok Tengah penerimaan zakat semakin membaik.

Atas dedikasi dan kerjasama PEMDA Lombok Tengah maka, H. Moh.

Suhaili FT. dianugrahi piagam penghargaan oleh BAZNAS pusat. Di sela- sela memperingati hari ulang tahun ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia pada tangga 17 Agustus melalui ketua BAZNAS pusat. Prof.

Bambang Sudibyo, memberikan penghargaan BAZNAS Award kepada Bupati Lombok Tengah

Sesuai Undang-undang No. 23 tahun 2011 bahwa BAZNAS bertugas sebagai lembaga yang mengumpulkan ZIS di tengah-tengah masyarakat dengan pendekatan sebagai berikut:

a. Perencanaan

BAZNAS Lombok Tengah akan melakukan perencanaan yang matang mengenai tata cara optimalisasi fundarsing zakat untuk

44 Profil BAZNAS Kabupaten Lombok Tengah Gedung Dakwah Komplek Masjid Agung , Jalan Rinjani No. 16 Praya, dikutip pada tanggal 28 maret 2020

(47)

memperulas objek ZIS meliputi Pegawai Negeri (PNS), Pegawai Bank atau swasta, kalangan profesional, pengusaha dan lainnya, sedangkan objek zakat meliputi pegawai atau pekerja, penghasilan profesi, emas, perak,harta perniagaan, binatang ternak, hasil pertambangan, hasil pertanisan, peternakan, laut dan perkebunan.

b. Pengumpulan

Pengumpulan yaitu kegiatan untuk mengumpulkan mustahik di kantor UPZ (Unit Pelayanan Zakat) atau perorangan, muzakki bisa langsung menyerahkan harta zakatnya di kantor BAZNAS, ke Rekening Mitra Baznas melaui pegawai jemput zakat.

c. Pendistribusian

Melakukan pendistribusian ZIS. Baznas tetap mengacu kepada ketentuan penerima, yaitu asnaf (Atsnafus Tsamaiyah) penerimaan zakat, dan melakukan pemetaan arah infaq shodaqoh kepada yang berhak menerimanya, mempertimbangkan skala prioritasnya.

Pendistribusian kepada penerima diberikan setelah dilakukan penyelesaian, pengkajian, dan pencairan melalui Bank Mitra Baznas d. Pelaporan

Sebelum menyampaikan laporan akhir tahun BAZNAS akan diperiksa oleh Dewan Pengawas Eksternal dan diaudit oleh akuntan public yang kreadible, dimuat di media, sedang laporan umpan balik persemester kepada muzakki, instansi atau lembaga lainnya.

(48)

2. Letak Geografis

Adapun letak geografis BAZNAS Lombok Tengah adalah sebagai berikut45

Sebelah Barat :Perumahan Penduduk Sebelah Utara :Hana Fashion

Sebelah Timur :CM Cellular Sebelah Selatan :Masjid Agung

Lokasi BAZNAS Lombok Tengah cukup strategis karena dekat dengan tempat religious yang disebut Masjid Agung sebagai salah satu masjid yang bersejarah di Lombok Tengah.

3. Visi dan Misi Baznas Lombok Tengah.

a. Visi

1) Menjadi Badan Amil Zakat yang amanah, Professional dan Transparan

b. Misi

1) Meningkatkan kesadaran umat untuk berzakat melalui Amil Zakat

2) Meningkatkan penghimpunan dan pendayagunaan zakat di daerah Lombok Tengah sesuai ketentuan syariah dan prinsip menejemen modern

45 Ibid.

(49)

3) Menambuh kembangkan pengelola/amil zakat yang amanah, transparan, professional, dan terintegrasi

4) Mewujdkan pusat data zakat Kabupaten Lombok Tengah 5) Memkasimalkan peran zakat dalam dalam menanggulangi

kemiskinan di dareah Lombok Tengah melalui sinergi dan kordinasi dengan lembaga terkait 46

4. Program BAZNAS Kabupaten Lombok Tengah 1) Tastura Cerdas

a) Bantuan anak didik anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran pada jalur pendidikan baik pendidikan informal, formal maupun non formal, pada jenjang pendidikan dan pendidikan tertentu

b) Satu keluarga satu serjana BAZNAS memberikan beasiswa untuk keuarga yang tidak mampu yang belum seorangpun mengenyam pendidikan tinggi. Pemberian beasiswa hingga mahasiswa maupun meraih gelar serjana ini bekerjasama dengan 13 perguruan tinggi.

c) Lembaga Pendidikan Baznas Lembaga yang melakukan pengelolaan zakat secara nasiona, Baznas merupakan lembaga pemerintah nonstrurtural yang bersifat mandiri

46 Ibid.

(50)

dan brtanggung jawab kepada presiden melalui menteri agama47

2) Tastura sehat

a) Bantuan kesehatan

Peserta jaminan bagi orang pakir miskin dan orang yang tidak mampu sebagaimana diamanatkan oleh UU SISN yang iurannya dibayari oleh pemerintah sebagai peserta program jaminan kesehatan.

b) Khitanan masal

Bantuan khitanan masal yang diselenggarakan pada 1 muharam untuk membantu anak yatim yang kurang mampu.

3) Tastura takwa

1) Bantuan guru agama

Bagi yang belum bersertifikasi akan mendapatkan tunjangan 100% dari grading-nya bagi yang sudah bersertifikasi maka dia akan memperoleh haknya sebesar selisih tunjangan kinerja dari tunjangan profesi gurunya 2) Bantuan marbot bilal

Seorang yang ditugaskan untuk menjaga kebersihan masjid dan juga sekaligus menjadi penanggung jawab segala ritual ibadah seperti adzan 5 waktu menjadi iam

47 Ibid.

Referensi

Dokumen terkait

Sebagaimana tujuan dari pendayagunaan zakat produktif yang dilakukan oleh LazisMu Jember untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, maka telah melaksanakan program tersebut.. Beberapa