• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kabupaten Purworejo

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Kabupaten Purworejo "

Copied!
101
0
0

Teks penuh

(1)

i

LAPORAN AKTUALISASI DAN HABITUASI NILAI-NILAI DASAR, KEDUDUKAN DAN PERAN PNS UNTUK MENDUKUNG

SMART GOVERNANCE

Edukasi tentang Caregiver/ Penolong keluarga lansia dengan perawatan jangka Panjang di lingkungan puskesmas Sruwohrejo

Kabupaten Purworejo

disusun oleh:

Nama : Rizky Hardiyanto, A.Md.Kep NIP : 19950626 202203 1 008 No Daftar Hadir : 29

Jabatan : Perawat Pelaksana / Terampil Coach : Drs. Heru Gunawan, MM Mentor : dr. Andri Hartanto,M.Sc

PELATIHAN DASAR CPNS GOL II ANGKATAN CLXXV BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA

DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2022

(2)

ii

ABSTRAK

Edukasi tentang Caregiver/ Penolong keluarga lansia dengan perawatan jangka Panjang di lingkungan puskesmas Sruwohrejo

Kabupaten Purworejo Oleh

Rizky Hardiyanto,A.Md.Kep [email protected]

Pelaksanaan kegiatan aktualisasi habituasi dalam agenda Pelatihan Dasar CPNS ini bertujuan agar dapat mengimplementasikan dan membiasakan nilai-nilai dasar PNS meliputi Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif (BerAKHLAK) serta kedudukan dan peran PNS untuk mendukung Smart Governance. Kegiatan aktualisasi dan habituasi ini untuk mengatasi isu belum Edukasi tentang Caregiver/ Penolong keluarga lansia dengan perawatan jangka Panjang di lingkungan puskesmas Sruwohrejo Kabupaten Purworejo

Aktualisasi dan habituasi terdiri dari 5 kegiatan yang dilaksanakan mulai tanggal 3 Oktober – 3 November 2022. Kegiatan pertama Menyusun perencanaan kegiatan dan pembuatan materi penyuluhan tentang caregiver. Kegiatan Kedua Menyiapkan media edukasi tentang pengertian caregiver, pengobatan jangka panjang, dan pemahaman masyarakat tentang pengobatan rutin. Kegiatan Ketiga Membuat dan menyiapkan instrumen yang akan digunakan untuk pengumpulan data pasien dengan kebutuhan caregiver di lingkungan keluarga. Kegiatan keempat Melakukan penjadwalan kunjungan keluarga dengan lansia yang butuh pendamping dirumah. Kegiatan kelima Melaksanakan monitoring dan evaluasi kegiatan.

Capaian kegiatan aktualisasi dan habituasi dilaksanakan mengandung nilai Loyal , karena selalu berdedikasi terhadap masyarakat dan kegiatan berjalan dengan baik karena semua kegiatan telah terlaksana dan diperoleh hasil/ output akhir sesuai harapan yaitu (1) telah tersusunnya kegiatan perencaan dan pembuatan materi tentang Caregiver. (2) terbentukan media edukasi berupa leafet untuk memudahkan penyajian data.(3) tersajinya data pasien dengan kebutuhan pendampingan di lingkungan kerja puskesmas Sruwohrejo, (4)terlaksananya kunjungan terhadap keluarga dengan kebutuhan pendampin. (5) terlaksananya semua kegiatan dengan baik, dan lancar Selama masa aktualisasi dan habituasi ini telah diimplementasikan tujuh core value ASN BerAKHLAK pada setiap kegiatan.

Nilai yang paling dominan adalah Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, dan kolaboratif

Kata Kunci: Aktualisasi dan Habituasi, BerAKHLAK, penyebarluasan informasi tentang Caregiver

(3)

iii

HALAMAN PERSETUJUAN

LAPORAN AKTUALISASI DAN HABITUASI NILAI-NILAI DASAR, KEDUDUKAN DAN PERAN PNS UNTUK MENDUKUNG

SMART GOVERNANCE

Edukasi tentang Caregiver/ Penolong keluarga lansia dengan perawatan jangka Panjang di lingkungan puskesmas Sruwohrejo, Kabupeten Purworejo

Nama Peserta : Rizky Hardiyanto, A.Md.Kep

NIP : 19950626 202203 1 008

No. Daftar Hadir : 29

Dinyatakan disetujui untuk diseminarkan pada:

Dinyatakan telah diseminarkan pada :

Hari : Jumat

Tanggal : 25 November 2022

Tempat : Pembelajaran Klasikal Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jateng

Semarang, 24 November 2022 Menyetujui,

Coach Mentor

Drs. Heru Gunawan, MM Widyaiswara Ahli Madya NIP. 19691109 199003 1 006

dr.Andri Hartanto,M.Sc Pembina

NIP. 19791227 201001 1 008

(4)

iv

HALAMAN PENGESAHAN

LAPORAN AKTUALISASI DAN HABITUASI NILAI-NILAI DASAR, KEDUDUKAN DAN PERAN PNS UNTUK MENDUKUNG

SMART GOVERNANCE

Edukasi tentang Caregiver/ Penolong keluarga lansia dengan perawatan jangka Panjang di lingkungan puskesmas Sruwohrejo Kabupaten Purworejo

Nama Peserta : Rizky Hardiyanto, A.Md.Kep

NIP : 19950626 202203 1 008

No. Daftar Hadir : 29

Dinyatakan telah diseminarkan pada :

Hari : Jumat

Tanggal : 25 November 2022

Tempat : Pembelajaran Klasikal Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jateng

Semarang, 25 November 2022, Mengesahkan

Coach Mentor

Drs. Heru Gunawan, MM Widyaiswara Ahli Madya NIP. 19691109 199003 1 006

dr. Andri Hartanto,M.Sc Pembina

NIP. 19791227 201001 1 008 Penguji / Narasumber

Dr.Ir.Enny Karnawati, M.Si Widyaiswara Ahli Utama NIP. 1958030 198303 2 004

(5)

v PRAKATA

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan keridhoan-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan aktualisasi dan habituasi dengan judul “Edukasi tentang Caregiver/ Penolong keluarga lansia dengan perawatan jangka Panjang di lingkungan puskesmas Sruwohrejo Kabupaten Purworejo”. dengan baik. Rancangan aktualisasi ini disusun dalam rangka memenuhi tugas Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan II dan III Angkatan CLXXV yang dilaksanakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2022.

Rancangan aktualisasi dan habituasi ini dapat terselesaikan dengan bantuan dan kerjasama dari berbagai pihak, dengan segala kerendahan hati dan rasa hormat, saya menyampaikan terima kasih kepada:

1. H. Ganjar Pranowo, S.IP., M.IP., Gubernur Provinsi Jawa Tengah yang telah mendukung pelaksanaan Pelatihan Dasar CPNS Tahun 2022.

2. R. H. Agus Bastian, SE., MM., Bupati Kabupaten Purworejo yang telah mendukung pelaksanaan Latsar CPNS Kabupaten Purworejo Tahun 2022.

3. Drs. Mohamad Arief Irwanto, M.Si, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah beserta jajarannya yang telah memfasilitasi penyelenggaraan Pelatihan Dasar CPNS Golongan II dan III Angkatan CLXXV Tahun 2022.

4. Fithri Edhi Nugroho, S.E., M.M., Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Purworejo beserta jajarannya yang telah mendukung dan memfasilitasi penyelenggaraan Pelatihan Dasar CPNS Tahun 2022.

5. dr.Andri Hartanto,M.Sc selaku mentor dan Kepala Puskesmas Sruwohrejo Kabupaten Purworejo yang telah dukungan dan memberi kesempatan kepada penulis untuk mengikuti pelatihan dasar CPNS2022.

6. Drs. Heru Gunawan, MM selaku Coach yang telah memberikan bimbingan dan arahan dalam penyusunan rancangan aktualisasi.

(6)

vi

7. Seluruh Widyaiswara BPSDMD Provinsi Jawa Tengah yang telah memberikan ilmu dan motivasi dalam klasikal selama Pelatihan Dasar CPNS tahun 2022.

8. Rekan-rekan Puskesmas Sruwohrejo Kabupaten Purworejo atas dukungan dan kerjasamanya.

9. Rekan-rekan peserta Latsar CPNS Angkatan CLXXV tahun 2022, khususnya kelompok 2 yang selalu memberikan dukungan dan semangat.

10. Orang tua, dan segenap keluarga yang telah memberikan dukungan, perhatian, dan doa dalam pelaksanaan kegiatan Latsar CPNS.

11. Seluruh pihak yang tidak dapat saya sebutkan dan terlibat dalam penyusunan rancangan aktualisasi dan habituasi ini.

Penulis menyadari bahwa rancangan aktualisasi dan habituasi ini masih belum sempurna. Penulis berharap adanya kritik dan saran yang membangun dari berbagai pihak agar rancangan aktualisasi dan habituasi ini menjadi lebih baik serta memberikan manfaat bagi semua pihak yang membutuhkan.

Purworejo, 24 November 2022 Penulis

Rizky Hardiyanto, A.Md.Kep Pengatur

NIP. 19950626 202203 1 008

(7)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

ABSTRAK………... ii

HALAMAN PERSETUJUAN ... iv

HALAMAN PENGESAHAN ... v

PRAKATA ... vi

DAFTAR ISI ... viii

DAFTAR TABEL ... ix

DAFTAR GAMBAR ... x

BAB I PROFIL ORGANISASI DAN TUGAS PESERTA ... 1

A. Gambaran Umum Organisasi ... 1

1. Dasar Hukum Organisasi ... 4

2. Tugas Fungsi Organisasi ... 5

3. Susunan/Struktur Organisasi dan Tata Kerja ... 7

4. Visi-Misi Organisasi ... 10

5. Tujuan Organisasi ... 11

6. Nilai-Nilai Budaya Organisasi ... 11

B. Tupoksi Jabatan Peserta... 14

C. Role Model ... 16

BAB II LAPORAN AKTUALISASI DAN HABITUASI... 18

A. Identifikasi Isu dan Deskripsi Isu ... 18

B. Analisis Isu ... 24

C. Analisis Penyebab Isu ... 29

D. Dampak Bila Isu Tidak Diselesaikan ... 31

E. Gagasan Pemecahan Isu ... 31

F. Rancangan Aktualisasi dan Habituasi ... 32

G. Jadwal Rancangan Aktualisasi ... 41

BAB III PELAKSANAAN AKTUALISASI A. Perubahan Kegiatan dari Rancangan Awal………... 48

B. Pelaksanaan Aktualisasi dan Habituasi……….. 49

C. Gambaran Kondisi Sebelum dan Sesudah Aktualisasi………. 66

BAB IV SIMPULAN………. 68

DAFTAR PUSTAKA………. 71

CURRICULUM VITAE ... 73

LEMBAR KOMITMEN TINDAK LANJUT AKTUALISASI DAN HABITUASI...... 74

LAMPIRAN……….. 80

(8)

viii

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Identifikasi dan Deskpripsi Isu... 22

Tabel 2.2 Kriteria Model APKL ... 24

Tabel 2.3 Penentuan Skor APKL ... 25

Tabel 2.4 Hasil Analisis Isu dengan Teknik APKL ... 26

Tabel 2.5 Komponen Analisis USG ... 27

Tabel 2.6 Kriteria Penilaian Analisis USG ... 28

Tabel 2.7 Hasil Analisis Isu dengan Teknik USG ... 28

Tabel 2.8 Matriks Rancangan Aktualisasi dan Habituasi ... 32

Tabel 2.9 Jadwal Rancangan Aktualisasi dan Habituasi ... 44

Tabel 3.1 Perubahan Kegiatan dari Rancangan Awal………..48

Tabel 3.2 Kondisi Sebelum dan Sesudah Aktualisasi………...66 Tabel 2.10 Pengamalan tabel nilai dasar ASN 64

(9)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Foto Puskesmas Sruwohrejo 1

Gambar 1.2 Peta Wilayah Kerja Puskesmas Sruwohrejo. 2 Gambar 1.3 Struktur Organisasi Puskesmas Sruwohrejo 8

Gambar 1.4 Role Model 16

Gambar 1.5 kegiatan vaksinasi 19

Gambar 1.6 kegiatan Scrining TB 20

Gambar 1.7 kegiatan Sosialisasi 20

Gambar 1.8 kegiatan imunisasi 21

Gambar 1.9 kegiatan lapangan 21

Gambar 1.10 Analisis Isu Diagram Fishbone 30 BAB III

Gambar 1.1 Melakukan konsultasi dengan mentor .50 Gambar 1.2 mengumpulkan referensi peran caregiver di keluarga melalui…51

Gambar 1.3 membuat desain leaflet .53

Gambar 1.4 konsultasi hasil Leaflet .54

Gambar 1.5 Hasil Leaflet yang telah di cetak .54

Gambar 1.6 membagi Leaflet 57

Gambar 1.7 pemaparan tentang caregiver pada lansia 57 Gambar 1.8 memberikan umpan balik pada peserta 58

Gambar 1. 9 koordinasi dengan PJ 60

Gambar 1.10 kunjungan keluarga 61

Gambar 1.11 pemaparan hasil 63

Gambar 1.12 berbincang dengan sasaran sosialisasi 64

(10)

1 BAB I

PROFIL ORGANISASI DAN TUGAS PESERTA

A. Gambaran Umum Organisasi

Gambar 1.1 Foto Puskesmas Sruwohrejo

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2019 menyebutkan bahwa Fasilitas Pelayanan Kesehatan adalah suatu tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan, baik promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif yang dilakukan oleh pemerintah, pemerintah daerah dan/atau masyarakat. Pusat Kesehatan Masyarakat yang selanjutnya disebut Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif di wilayah kerjanya.

Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Sruwohrejo terletak di Desa Sruwohrejo, Kecamatan Butuh.Kecamatan Butuh masuk dalam wilayah Kabupaten Purworejo. Puskesmas Sruwohrejo menempati lokasi di Desa Sruwohrejo, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Sejak awal berdirinya sampai sekarang, Puskesmas Sruwohrejo telah mengalami

(11)

2

beberapa peningkatan baik mengenai fisik bangunan, sarana dan prasarana Puskesmas hingga peningkatan jumlah sumber daya manusianya.

Puskesmas Sruwohrejo merupakan Puskesmas yang terletak di desa Sruwohrejo, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo.

Dengan batas wilayah:

Utara : wilayah Puskesmas Butuh

Timur : wilayah Puskesamas Semawung Daleman, Kutoarjo

Selatan : wilayah Puskesmas Grabag

Barat : Wilayah Puskesmas Butuh dan kec.

Bonorowo, Kebumen

Puskesmas Sruwohrejo dibangun pada tahun 1985, dengan luas wilayah 24,18 Km2 yang terdiri dari 20 desa 47 RW dan 117 RT.

Berikut kami sajikan tentang peta wilayah kerja Puskesmas Sruwohrejo, Kecamatan Butuh, Kabupaten purworejo.

Gambar 1.2 Peta Wilayah Kerja Puskesmas Sruwohrejo

(12)

3

Puskesmas Sruwohrejo ditetapkan dengan Surat Keputusan Bupati Nomor 63 tahun 2013 dengan wilayah kerja antara lain :

1. Desa Wareng 2. Desa Ketug 3. Desa Kunirejo

4. Desa Sruwoh Dukuh 5. Desa Wonorejo Wetan 6. Desa Wonorejo Kulon 7. Desa Wonodadi 8. Desa Kedungagung 9. Desa Kedungsri 10. Desa Kedungsri

11. Desa Tanjung Anom 12. Desa Karanganom 13. Desa Mangunjayan 14. Desa Sruwohrejo 15. Desa Rowodadi 16. Desa Sidomulyo 17. Desa Sumbersari 18. Desa Langenrejo 19. Desa Tamansari 20. Desa Kedungmulyo

(13)

4

Dalam menjalankan peran dan fungsi sebagai Puskesmas Induk, Puskesmas Sruwohrejo mempunyai 3 Puskesmas Pembantu yaitu :

1) Puskesmas Pembantu Tamansari 2) Puskesmas Pembantu Kedungsri 3) Puskesmas Pembantu Wonorejokulon

Dalam melaksanakan tugasnya Puskesmas Sruwohrejo menyelenggarakan fungsi sebagai berikut :

a. Penyelenggaraan UKM tingkat pertama di wilayah Puskesmas Sruwohrejo.

b. Penyelenggaraan UKP tingkat pertama di wilayah Puskesmas Sruwohrejo

Tugas pokok dan fungsi Puskesmas Sruwohrejo adalah memberikan pelayanan kesehatan perorangan dan pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya. Pemberian layanan di Puskesmas Sruwohrejo dan jaringan puskesmas dilaksanakan oleh enam puluh tiga karyawan dengan berbagai disiplin ilmu, termasuk dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, terapis gigi dan mulut, ahli gizi, fisioterapis, analis laboratorium, apoteker, asisten apoteker, sanitarian, dan tenaga lain yang mendukung penyelenggaraan puskesmas.

1. Dasar Hukum Organisasi

Dasar hukum pembentukan dan penyelenggaranaan pelayanan kesehatan Puskesmas Loano didasarkan pada Peraturan Bupati Purworejo Nomor 115 Tahun 2021 tentang Pembentukan, Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Pusat Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo. Secara nasional, penyelenggaraan puskesmas merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2019 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat. Selain itu, terdapat beberapa peraturan yang juga mendasari pelayanan di Puskesmas Loano

(14)

5 sebagai berikut:

a. Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo Nomor 050/43/2022 tentang Pembentukan, Kedudukan, Tugas Pokok, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja

Puskesmas pada Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo.

b. Surat Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo Nomor 440/185/2022 tentang Penetapan Indikator Kinerja PuskesmasKabupaten Purworejo Tahun 2022.

2. Tugas Fungsi Organisasi

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2019 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat pada pasal 4 ayat (1) disebutkan bahwa puskesmas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kesehatan untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya. Lebih lanjut pada pasal lima (5) disebutkan dalammelaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 4 ayat (1), puskesmas memiliki fungsi:

a. Penyelenggaraan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) tingkatpertama di wilayah kerjanya; dan

b. Penyelenggaraan Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP) tingkat pertama di wilayah kerjanya.

Pada pasal 9, Puskesmas juga dapat berfungsi sebagai wahana pendidikan bidang kesehatan, wahana program internsip, dan/atau sebagai jejaring rumah sakit pendidikan.

Berdasarkan peraturan Bupati Purworejo Nomor 115 Tahun 2021 tentang Pembentukan, Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Pusat Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo. Puskesmas Sruwohrejo mempunyai tugas melaksanakan kegiatan teknis operasional dan/atau kegiatan teknis penunjang pada Dinas Kesehatan di bidang pelayanan pembinaan dan pengembangan upaya kesehatan secara paripurna kepada masyarakat di wilayah

(15)

6

kerjanya. Dalam melaksanakan tugasnya, puskesmas menyelenggarakan fungsi sebagai berikut:

a. penyelenggaraan pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, bertindak sebagai motivator, fasilitator, pemantau upaya pembangunan di wilayah kerja intensif dalam kerjasama lintas sektor, kemitraan dengan sektor swasta/dunia usaha dan komponen lainnya, demi upaya peningkatan kesehatan lingkungan dan perilaku sehat bermasyarakat;

b. penyelenggaraan pusat pemberdayaan masyarakat dan keluarga dalam pembangunan kesehatan sehingga masyarakat tahu, maudan mampu menjaga serta mengatasi masalah kesehatan secara mandiri, menggalang potensi masyarakat, fasilitasi tumbuh kembang upaya kesehatan bersumber daya masyarakat, dan pelaksanaan pusat kesehatan masyarakat peduli keluarga;

c. penyelenggaraan pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama, sarana pelayanan kesehatan pemerintah yang wajib menyelenggarakan pelayanan kesehatan secara bermutu, terjangkau, adil dan merata, pelayanan medik dasar dan pelayanan kesehatan masyarakat dalam upaya peningkatan status kesehatan masyarakat umum yang berorientasi kepada kepuasan masyarakat;

d. pelaksanaan koordinasi kegiatan dan kerjasama teknis bidang pelayanan pembinaan dan pengembangan upaya kesehatan secara paripurna dengan Camat dan unit-unit kerja terkait;

e. penyelenggaraan ketatausahaan UPT Puskesmas;

f. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala DINKES sesuai dengan tugas dan fungsinya.

(16)

7

3. Susunan/Struktur Organisasi dan Tata Kerja a. Struktur Organisasi

Permenkes No. 43 Tahun 2019 Tentang Pusat Kesehatan Masyarakat menyebutkan bahwa organisasi puskesmas sebagaimana tercantum dalam pasal 41 ayat 2 paling sedikit terdiri atas kepala puskesmas, kepala tata usaha, dan penanggung jawab. Berikut adalah struktur organisasi Puskesmas Sruwohrejo sesuai dengan Permenkes Nomor 43 Tahun 2019.

(17)

Gambar 1.3 Struktur Organisasi Puskesmas Sruwohrejo

(18)

9

Berdasarkan struktur organisasi tersebut, maka penulis sebagai peserta Latsar CPNS Tahun 2022 berada pada posisi Jabatan Perawat Pelaksana/Terampil dalam Pelayanan poli dan IGD.

b. Tata Kerja

Permenkes No. 43 Tahun 2019 Pasal 40 Tentang Pusat Kesehatan Masyarakat menyebutkan bahwa Puskesmas merupakan unit organisasi bersifat fungsional dan unit layanan yang bekerja secara profesional. Berkedudukan sebagai unit pelaksana teknis yang beradadi bawah dan bertanggung jawab kepada kepala dinas kesehatan daerah kabupaten/kota, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan.

Berdasarkan Peraturan Bupati No. 115 Tahun 2021 Bab III dan Bab IV, tata kerja Puskesmas adalah sebagai berikut:

1) Kepala Puskesmas, Kepala TU, Penanggungjawab, dan jabfung dalam melaksanakan tugasnya berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan dan kebijakan yang ditetapkan oleh Bupati.

2) Kepala Puskesmas, Kepala TU, penanggungjawab, dan jabatan fungsional dalam melaksanakan tugasnya memperhatikan prinsip manajemen yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, monitoring, evaluasi, dan pelaporan sesuai dengan bidang tugas masing-masing.

3) Dalam melaksanakan tugas, Kepala Puskesmas, Kepala TU, Penanggung jawab, dan Jabfung wajib menerapkan prinsip koordinasi, integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkup Puskesmas yang bersangkutan maupun antar satuan organisasi sesuai dengan tugas masing-masing.

4) Sehubungan dengan penerapan prinsip koordinasi, intergrasi, dan sinkronisasi, penyelenggaraan tugas

(19)

10

Puskesmas yang berkaitan dengan tugas dan fungsi camat, harus dikoordinasi dengan camat setempat.

4. Visi-Misi Organisasi

a. Visi Misi Pemerintah Kabupaten Purworejo

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Purworejo Nomor 11 Tahun 2021 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Purworejo Tahun 2021-2026, Kabupaten Purworejo memiliki visi dan misi sebagai berikut:

1) Visi Kabupaten Purworejo

“Purworejo Berdaya Saing 2025.”

2) Misi Kabupaten Purworejo a) Daya Saing SDM

Meningkatkan daya saing Sumberdaya Manusia yang Unggul dalam arti luas mengedepankan kompetensi keahlian dan keilmuan yang berbasis religiusitas masyarakat.

b) Daya Saing Pertanian

Meningkatkan daya saing sektor pertanian dalam arti luasyang sinergi dengan pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), perdagangan, dan industri.

c) Daya Saing Ekonomi

Meningkatkan daya saing pertumbuhan ekonomi daerah berbasis UMKM, perdagangan, industri, serta potensi pariwisata dan seni budaya.

d) Daya Saing Pelayanan Publik

Meningkatkan daya saing kualitas pelayanan publik dan penyelenggaraan pemerintahan yang baik (good governance).

e) Daya Saing Infrastruktur

Meningkatkan daya saing sarana prasarana dan infrastruktur yang didukung kemajuan teknologi informasi.

(20)

11

b. Visi Misi Puskesmas Sruwohrejo

Visi Puskesmas Sruwohrejo adalah “Terwujudnya puskesmas yang berkualitas guna mencapai masyarakat sejahtera, sehat dan mandiri”. Untuk mencapai visi tersebut, ditetapkan

Misi Puskesmas Sruwohrejo sebagai berikut:

1. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau segenap lapisan masyarakat

2. Meningkatkan profesionalisme petugas agar dapat memberikan pelayanan yang efektif efisien dan berkualitas 3. Meningkatkan upaya pengendalian penyakit

4. Menggerakan pembangunan berwawasan kesehatan

5. Mendorong terwujudnya kemandirian masyarakat untuk hidup bersih dan sehat

6. Meningkatkan peran serta masyarakat di bidang kesehatan 5. Tujuan Organisasi

Tujuan merupakan penjabaran terhadap visi dan misi organisasi mengenai kondisi masa depan yang hendak diwujudkan. Ukuran keberhasilan atau tujuan yang ingin dicapai Puskesmas Sruwohrejo adalah sebagai berikut:

a. Meningkatnya kepuasan pasien.

b. Meningkatnya akses pelayanan kepada masyarakat.

c. Meningkatnya mutu pelayanan puskesmas.

d. Meningkatnya kecukupan tenaga Kesehatan.

e. Meningkatnya kemampuan dan keahlian SDM.

f. Meningkatnya ketersediaan sarana/prasarana Kesehatan.

g. Meningkatnya kesehatan keuangan puskesmas.

6. Nilai-Nilai Budaya Organisasi

a. Nilai-nilai Budaya Pemerintah Kabupaten Purworejo Berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 36 Tahun 2014 tentang Pedoman Pengembangan Budaya Kerja di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Purworejo Bab III Pasal

(21)

12

6 disebutkan bahwa nilai budaya kerja Kabupaten Purworejo adalah “BERIMAN PROFESIONAL” yang merupakan singkatan dari Bersih, Ikhlas, Melayani, Akuntabel, dan Profesional. Penjabaran setiap nilai sebagai berikut:

1) Bersih

Bersih dalam berpikir, bertindak, dan bekerja, mentaati peraturan perundang-unangan yang berlaku.

2) Ikhlas

Rela sepenuh hati datang dari lubuk hati, tidak mengharapkan imbalan atau balas jasa atas suatu perbuatan, khususnya yang berdampak positif pada orang lain, dan semata-mata karena menjalankan tugas/amanah demi Tuhan Yang Maha Kuasa.

3) Melayani

Memberikan pelayanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat, akurat, berdaya guna dan berhasil guna yang memenuhi kepuasan pemangku kepentingan.

4) Akuntabel

Melaksanakan tugas dapat mempertanggungjawabkan baik segi proses maupun hasil.

5) Profesional

Melaksanakan tugas selalu menyelesaikan secara baik, tuntas, dan sesuai kompetensi/keahlian, orang yang terampil, andal, dan sangat bertanggungjawab dalam menjalankan profesinya.

(22)

13

b. Nilai-nilai Budaya Puskesmas Sruwohrejo

Puskesmas Sruwohrejo memiliki tata nilai “TER-UPDATE” yang merupakan singkatan dari Transparans, Empati, Ramah, Ulet,

Professional, Disiplin, Akuntabel, Tepat dan cepat, Edukatif Penjabaran setiap nilai sebagai berikut:

1. Transparans : menunjukkan keterbukaan baik dalam pelayanan maupun anggaran sesuai dengan hokum dan peraturan yang berlaku

2. Empati : menunjukkan sikap empati kepada pelanggan 3. Ramah : memberikan pelayanan 3s ( senyum sapa salam

)terhadap pelanggan

4. Ulet : bekerja penuh semangat, tekun dan pantang menyerah 5. Professional: bekerja sesuai dengan tupoksi, kewenangan dan

kemampuan

6. Disiplin : mentaati segala ketentuan dan peraturan yang berlaku 7. Akuntabel : hasil kegiatan pelayanan dapat dipertanggung

jawabkan kepada institusi dan eksternal lingkungan pelayanan kesehatan

8. Tepat dan cepat : pelayanan yang diberikan harus sesuai dengan SPO dan waktu yang ditetapkan serta secepat mungkin melakukan tindakan terhadap masalah-masalah

kesehatan

9. Edukatif : senantiasa memberikan edukasi dan motivasi terhadap pelanggan

(23)

14 B. Tupoksi Jabatan Peserta

Berdasarkan SK Bupati Purworejo No. 810/3349 Tahun 2022 tentang Pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Purworejo, terhitung mulai 1 Maret 2022, penulis diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil dengan jabatan Perawat Pelaksanana/ Terampil di Puskesmas Loano Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo.

Tupoksi jabatan ini diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2022 Tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Perawat. Jabatan Fungsional Perawat Terampil/Pelaksana adalah jabatan fungsional yang melaksanakan tugas dan fungsi yang bersifat lanjutan dalam kategori jabatan fungsional keterampilan sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yang mengatur tentang Jabatan Fungsional Perawat. Jabatan Fungsional Perawat Terampil, meliputi:

1. melakukan pengkajian keperawatan dasar pada individu 2. melakukan komunikasi terapeutik dalam pemberian asuhan

keperawatan

3. melaksanakan edukasi tentang perilaku hidup bersih dan sehat dalam rangka melakukan upaya promotive

4. memfasilitasi penggunaan alat-alat pengamanan/pelindung fisik pada pasien untuk mencegah risiko cedera pada individu dalam rangka upaya preventif

5. memberikan oksigenasi sederhana

6. memberikan tindakan keperawatan pada kondisi gawat darurat/ bencana/kritikal

7. memfasilitasi suasana lingkungan yang tenang dan aman serta bebas risiko penularan infeksi

8. melakukan intervensi keperawatan spesifik yang sederhana pada area medikal bedah

(24)

15

9. melakukan intervensi keperawatan spesifik yang sederhana di area anak

10. melakukan intervensi keperawatan spesifik yang sederhana di area maternitas

11. melakukan intervensi keperawatan spesifik yang sederhana di area komunitas

12. melakukan intervensi keperawatan spesifik yang sederhana di area jiwa

13. melakukan tindakan terapi komplementer/holistic

14. melakukan tindakan keperawatan pada pasien dengan intervensi pembedahan pada tahap pre/intra/post operasi 15. memberikan perawatan pada pasien dalam rangka

melakukan perawatan paliatif

16. memberikan dukungan/fasilitasi kebutuhan spiritual pada kondisi kehilangan

17. melakukan perawatan luka

18. melakukan dokumentasi asuhan keperawatan

(25)

16 C. Role Model

Role model adalah seorang yang tingkah lakunya kita contoh, tiru, dan diikuti. Sosok yang menjadi role mode penulis adalah Bapak Dedik Dwi Setiyono, A.Md.Kep. Beliau lahir di Purworejo pada tanggal 15 Maret 1987, beliau merupakan seorang perawat yang menjadi Puskesmas Sruwohrejo,. Sebagai seorang ASN tentunya banyak keteladanan yang

melekat pada diri beliau yang dapat dijadikan contoh untuk saya terutama dalam mengimplementasikan nilai-nilai dasar ASN yaitu Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif,

Kolaboratif (BerAKHLAK).

Beliau mempunyai jiwa kepemimpinan, yaitu dalam melakukan tugas beliau selalu jujur, penuh tanggung jawab, disiplin tepat waktu walaupun jarak rumah dengan tempat kerja tidak terlalu jauh tetapi selalu berangkat pagi , beliau tetap datang tepat waktu. Beliau juga berintegritas tinggi (integritas) (Akuntabel). Saat melayani pasien beliau bersikap ramah, cekatan, solutif dan dapat diandalkan sehingga pasien menjadi senang dan nyaman dalam memperoleh pelyanan dari beliau, beliau juga berprinsip jika bisa dipermudah kenapa dipersulit (Berorientasi Pelayanan). Beliau juga memberikan inspirasi, semangat kepada teman teman pegawai lainnya untuk peduli kepada siapapun tanpa memandang latar belakangnya (Harmonis) . Beliau Juga sering berinovasi seperti memaksimalkan IT untuk mempercepat layanan dan sangat pro aktif menyampaikan perbaikan pelayanan seperti selalu mengingatkan untuk melakukan tindakan sesuai SOP (Adaptif). Beliau juga sering mengikuti update semiar, zoominar sehingga beliau sering membantu teman-teman lainnya untuk menambah skill dan pengetahuan (ahli dibidangnya) (Kompeten). Beliau juga berkontribusi dalam beberapa kegiatan

Gambar 1.4 Foto Role Mode

(26)

Puskesamas seperti pemegang program surveilen ( Kontribusi ) (Loyal).

Dan beliau sangat terbuka dengan siapapun dan memberikan kesempatan bagi siapa saja untuk kerja sama dan berkontribusi dalam lingkungan

kerja (Kolaboratif)

(27)

18 BAB II

RANCANGAN AKTUALISASI DAN HABITUASI

A. Identifikasi Isu dan Deskripsi Isu

Secara umum isu diartikan sebagai suatu fenomena/kejadian yang diartikan sebagai masalah, sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia isu adalah masalah yang dikedepankan untuk ditanggapi, kabar yang tidak jelas asal usulnya dan tidak terjamin kebenarannya. Berdasarkan Modul Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil tentang Isu Kontemporer, pengertian isu adalah adanya atau disadarinya suatu fenomena atau kejadian yang dianggap penting atau dapat menjadi menarik perhatian orang banyak, sehingga menjadi bahan yang layak untuk didiskusikan. Terdapat 3 (tiga) kemampuan yang dapat mempengaruhi dalam mengidentifikasi dan/atau menetapkan isu, yaitu kemampuan Enviromental Scanning, Problem Solving, dan Analitical Thinking.

Rancangan aktualisasi dan habituasi ini disusun berdasarkan identifikasi beberapa isu yang ditemukan di Puskesmas Sruwohrejo. Semua isu yang ada pada rancangan aktualisasi ini berdasarkan atas isu-isu yang telah peserta identifikasi selama peserta melaksanakan tugas sebagai perawat di Puskesmas Sruwohrejo Kabupaten Purworejo. Selain melakukan identifikasi isu, peserta juga mendeskripsikan isu secara lebih rinci serta didukung dengan data dan informasi yang jelas. Sumber isu yang diangkat bersumber dari Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi), Sasaran Kinerja Pegawai (SKP), Inovasi dan inisiatif penulis yang disetujui oleh mentor dan coach. Penetapan isu yang diambil sebagai isu rancangan aktualisasi harus ada kaitannya dengan nilai-nilai dasar ASN yaitu BerAKHLAK yaitu Berorientasi pada pelayanan, Akuntabilitas, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif. Berikut ini merupakan 5 (lima) isu hasil

(28)

19

identifikasi beserta deskripsi masing-masing isu yang penulis temukan selama bekerja di Puskesmas Sruwohrejo, yaitu

1. Belum optimalnya pelayanan vaksinasi covid-19 pada masyarakat umum di wilayah Puskesmas Sruwohrejo, Kabupaten Purworejo

Sumber Isu : Inovasi Ruang Lingkup Isu : Tusi Jabatan Deskripsi Isu :

Kegiatan vaksinasi adalah kegiatan pokok yang dilakukan secara nasional guna mendukung gerak perekonomian dan pemulihan masyarakat selama pandemi covid 19 yang sudah berjalan dari tahun 2020 sampai dengan saat ini

Data Dukung Isu :

Foto berasal dari kegiatan vaksinasi di lingkungan masyarakat

Gambar 1.5 kegiatan vaksinasi

2. Rendahnya cakupan penemuan penderita tuberkulosis (TB) baru di wilayah kerja Puskesmas Sruwohrejo, Kabupaten Purworejo

Sumber Isu : Inovasi Ruang Lingkup Isu : Tusi Jabatan Deskripsi Isu :

Kegiatan ini bertujuan untuk menyaring gejala yang terjadi

(29)

20

antara batuk biasa ataupun yang mengarah ke Tuberkolosis, sehingga dengan dengan Scrining dapat menjaring kasus menjadi dan menaikan capaian 46% dari target 68%

Gambar 1.6kegiatan Scrining TB

3. Masih rendahnya sosialisasi perawatan lansia dengan pedoman Caregiver keluarga di wilayah kerja Puskesmas Sruwohrejo, Kabupaten Purworejo

Sumber Isu : Inovasi Ruang Lingkup Isu : Tusi Jabatan Deskripsi Isu :

Muncul isu dikarenakan banyaknya pertanyaan warga yang belum tuntas oleh tenaga kesehatan tentang perawatan jangka panjangan di lingkungan puskesmas Sruwohrejo

Gambar 1.7 kegiatan sosialisasi

4. Capaian imunisasi anak BIAN, BIAS yang masih rendah di Puskesmas Sruwohrejo , kabupaten Purworejo

Sumber Isu : Inovasi

(30)

21

Ruang Lingkup Isu : Tusi Jabatan Deskripsi Isu :

Dikarenakan kurangnya sosialisasi dan pemaham yang bermacam – macam sehingga banyak yang belum terrealisasi capaian imunisasi nasional

Gambar 1.8 kegiatan imunisasi

5. Masih rendahnya sosialisasi pengobatan Rutin penyakit tidak menular Oleh tenaga kesehatan kepada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Sruwohrejo, Kabupaten Purworejo Sumber Isu : Inovasi

Ruang Lingkup Isu : Tusi Jabatan Deskripsi Isu :

Isu ini berdasarkan observasi di lapangan yaitu dari stastus pasien yang tidak kontrol dengan teratur

Gambar 1.9 kegiatan lapangan

(31)

22

Tabel 2.1 Identifikasi dan Deskripsi Isu

No Identifikasi Isu Kondisi sekarang Kondisi yang diharapkan 1 Belum optimalnya

pelayanan vaksinasi covid- 19 pada masyarakat umum di wilayah Puskesmas Sruwohrejo, Kabupaten Purworejo

Sumber Isu: unit kerja Ruang lingkup isu: tusi jabatan

Isu ini berdasarkan observasi di lapangan bahwa vaksinasi boster baru tercapai 43%di wilayah puskesmas Sruwohrejo.

Dampak:

Belum berjalan dengan optimal vaksinasi di puskemas.

Kondisi yang diharapkan:

Vaksinasi berjalan dengan baik sesuai target nasional

2 Rendahnya cakupan penemuan penderita tuberkulosis (TB) baru di wilayah kerja Puskesmas Sruwohrejo, kabupaten Purworejo

Isu ini berdasarkan observasi di lapangan yaitu data capaian Scrining kasus yang masih rendah 42% dari target 86%

Kondisi yang harapkan:

Scrining kesehatan tb di puskesmas dan luar gedung berjalan dengan baik.

Sumber Isu: unit kerja Ruang lingkup isu: tusi jabatan

Dampak:

Belum berjalannya srcining tb berkala di puskesmas menjadi kendala

(32)

23 3 Masih rendahnya sosialisasi

perawatan lansia dengan pedoman Caregiver keluarga di wilayah kerja Puskesmas Sruwohrejo, Kabupaten Purworejo

Sumber Isu: unit kerja Ruang lingkup isu: tusi jabatan

Isu ini berdasarkan observasi di lapangan yaitu di lingkungan masyarakat yang belum tersosialisasi dengan baik oleh tenaga kesehatan.

Dampak:

Dapat terjadi keselahan penangan pasien dengan kondisi tertentu.

Kondisi yang harapkan:

Dapat tersosialisasi dan berjalan dengan lancer kemandirian keluarga dengan perawatan jangka panjang

4 Capaian imunisasi anak BIAN, BIAS yang masih rendah di Puskesmas Sruwohrejo , kabupaten Purworejo

Sumber Isu: unit kerja Ruang lingkup isu: tusi jabatan

Isu ini berdasarkan observasi di lapangan yaitu unit imunisasi yang capaian pada bian dan BIAS masih kurang dari 90%

Kondisi yang harapkan:

Dapat tercapai target nasional dengan kunjungan rumah warga.

5 Masih rendahnya sosialisasi pengobatan Rutin penyakit tidak menular Oleh tenaga kesehatan kepada

masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Sruwohrejo, Kabupaten Purworejo

Sumber Isu: unit kerja Ruang lingkup isu: tusi jabatan

Isu ini berdasarkan observasi di

lapangan yaitu dari status pasien yang tidak kontrol dengan teratur.

Dampak:

Meningkatnya pasien dengan penyakit tidak menular di puskesmas Sruwohrejo.

Kondisi yang harapkan:

Dengan adanya koordinasi maka banyak pasien dengan penyakit tidak menular dapat berobat dengan teratur di

puskesmas

(33)

24 B. Analisis Isu

Analisis isu bertujuan untuk menetapkan kualitas isu dan menentukan prioritas isu yang perlu diangkat untuk diselesaikan melalui gagasan kegiatan yang akan dilakukan pada tahap aktualisasi dan habituasi. Alat bantu untuk menetapkan isu yang berkualitas yaitu dengan Teknik Aktual, Problematik, kekhalayakan, dan Kelayakan (APKL) dan untuk menetapkan prioritas isu menggunakan kriteria Urgency, Seriousness, dan Growth (USG).

1. Penetapan Kualitas Isu dengan Metode APKL

Metode APKL merupakan alat bantu dalam menganalisis ketepatan dan kualitas isu dengan memperhatikan tingkatan nilai Aktual, Problematika, Kekhalayakan dan Kelayakan dari isu-isu yang ditemukan. Untuk mendapatkan isu yang berkualitas, maka dari kriteria APKL dilakukan penilaian dengan rentang nilai 1-5.

Tabel 2.2 Kriteria Metode APKL

No Kriteria Keterangan

1. Aktual (A) Sedang terjadi atau dalam proses kejadian, atau diperkirakan bakal terjadi dalam waktu dekat.

2. Problematik

(P) Merupakan masalah mendesak yang memerlukan berbagai upaya alternatif jalan keluar dengan aktivitas dan tindakan nyata.

3. Kekhalayakan

(K) Menyangkut hajat hidup orang banyak, masyarakat

pada umumnya, dan bukan untuk seseorang atau sekelompok

4. Layak (L) Masuk akal, logis, pantas, realistis, serta dapat dibahas sesuai dengan tugas, hak, wewenang, serta tanggung jawab.

Penentuan skor 1-5 untuk kriteria APKL sesuai dengan tabel 2.2 berikut:

(34)

25

Tabel 2.3 Penentuan Skor APKL

Skor Kriteria Penilaian

Aktual (A) Problematik (P) Kekhalayakan (K) Layak (L) Isu sedang Isu sangat kompleks, Isu tersebut Isu sangat sangat hangat sehingga perlu menyangkut hajat masuk akal, 5 dibicarakan di dicarikan segera hidup orang logis, pantas

kalangan solusinya secara sangat banyak dan realistis masyarakat komperehensif

Isu sedang Isu kompleks, Isu tersebut Isu masuk hangat sehingga perlu menyangkut hajat akal, logis, 4 dibicarakan di dicarikan segera hidup orang pantas dan

kalangan solusinya secara banyak realistis

masyarakat komperehensif

3 Isu cukup hangat Isu cukup kompleks, Isu tersebut Isu cukup dibicarakan di sehingga perlu menyangkut hajat masuk akal, kalangan dicarikan segera hidup orang cukup logis, pantas masyarakat solusinya secara banyak dan realistis

komperehensif

Isu kurang Isu kurang kompleks, Isu tersebut Isu kurang hangat sehingga perlu menyangkut hajat masuk akal, 2 dibicarakan di dicarikan segera hidup segelintir logis, pantas

kalangan solusinya secara orang dan realistis

masyarakat komperehensif

Isu tidak sedang Isu tidak kompleks, Isu tersebut tidak Isu tidak hangat sehingga perlu menyangkut hajat masuk akal, 1 dibicarakan di dicarikan segera hidup orang logis, pantas

kalangan solusinya secara dan realistis

masyarakat komperehensif

(35)

26

Daftar isu yang sudah diidentifikasi akan dianalisis menggunakan metode APKL. Hasil analisis isu yang ada di Puskesmas Loano dengan menggunakan metode APKL disajikan dalam tabel 2.4.

Tabel 2.4 Hasil Analisi Isu dengan Teknik APKL

No Isu

Kriteria

Jumlah Peri ngka

t A P K L

1

Belum optimalnya pelayanan vaksinasi covid-19 pada masyarakat umum di Puskesmas Sruwohrejo,Kabupaten Purworejo

4 3 4 4 15 IV

2

Rendahnya cakupan penemuan penderita tuberkulosis (TB) baru di wilayah kerja Puskesmas Sruwohrejo,kabupaten Purworejo

4 4 4 4 16 IIl

3

Masih rendahnya sosialisasi perawatan lansia dengan pedoman Caregiver keluarga di wilayah kerja Puskesmas Sruwohrejo, Kabupaten Purworejo

5 5 4 5 19 I

4

Capaian imunisasi anak BIAN, BIAS yang masih rendah <90% di Puskesmas Sruwohrejo ,

kabupaten Purworejo

4 3 4 3 14 V

5

Masih rendahnya sosialisasi pengobatan Rutin penyakit tidak menular Oleh tenaga kesehatan kepada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Sruwohrejo, Kabupaten Purworejo

5 4 4 4 17 II

(36)

27

Berdasarkan hasil analisis penetapan isu dengan menggunakan metode APKL seperti tabel 2.4, maka ditetapkan tiga isu yang akan dianalisis lebih lanjut untuk menjadi prioritas isu yaitu:

1. Masih rendahnya sosialisasi perawatan lansia dengan pedoman Caregiver keluarga di Puskesmas Sruwohrejo, Kabupaten Purworejo

2. Masih rendahnya sosialisasi pengobatan Rutin penyakit tidak menular Oleh tenaga kesehatan kepada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Sruwohrejo, Kabupaten Purworejo

3. Rendahnya cakupan penemuan penderita tuberkulosis (TB) baru di wilayah kerja Puskesmas Sruwohrejo ,kabupaten Purworejo

Analisis USG (Urgency, Seriousness, dan Growth) dilakukan setelah mendapatkan tiga isu yang telah memenuhi kriteria metode APKL. Analisis USG mempunyai tiga komponen yang mempertimbangkan tingkat kepentingan, keseriusan, dan perkembangan serta setiap komponen dinilai dengan rentang skor 1-5.

Tabel 2.5 Komponen Analisis USG

No Komponen Keterangan

1 Urgency (U) Tingkat kepentingan atau pendesakan isu tersebut dibahas dan dikaitkan dengan waktu yang tersedia serta seberapa keras tekanan waktu tersebut untuk memecahkan masalah

yang menyebabkan timbulnya isu

2 Seriousness (S) Tingkat keseriusan isu tersebut perlu dibahas dan dikaitkan dengan akibat yang timbul dengan penundaan pemecahan masalah yang menimbulkan isu tersebut atau akibat yang ditimbulkan apabila masalah penyebab isu tidak

Dipecahkan

3 Growth (G) Tingkat perkembangan isu tersebut dan dikaitkan dengan masalah penyebab isu yang akan semakin buruk apabila tidak dipecahkan

Penentuan skor 1-5 pada kriteris USG dan kriteria pemberian nilai disajikan pada tabel 2.6 berikut:

(37)

Tabel 2.6 Kriteria Penilaian Analisis USG

Skor Kriteria

Penilaian

Urgency Seriousness Growth 1 Isu tidak

mendesakuntuk segera

diselesaikan

Isu tidak begitu serius untukdibahas karena tidak berdampak ke hal yang lain

Isu lamban berkembang 2 Isu kurang

mendesakuntuk segera

diselesaikan

Isu kurang serius untuk dibahas karena kurang berdampak ke hal yang lain

Isu kurang cepat

berkembang 3 Isu cukup

mendesakuntuk segera

diselesaikan

Isu cukup serius untuk dibahaskarena cukup berdampak ke

hal yang lain

Isu cukup cepat berkembang untuk

segera dicegah 4 Isu mendesak

untuksegera diselesaikan

Isu serius untuk dibahas karena berdampak ke hal yanglain

Isu cepat berkembang untuksegera dicegah 5 Isu sangat

mendesakuntuk segera

diselesaikan

Isu sangat serius untuk dibahas karena sangat berdampak ke hal yang lain

Isu sangat cepat berkembang untuksegera dicegah

Isu yang telah memenuhi kriteria metode APKL dianalisis menggunakan metode USG. Seluruh isu diberi skor berdasarkan kriteria penilaian metode USG dan ditentukan prioritas isu berdasarkan hasilskor akhir.

Tabel 2.7 Hasil Analisa Isu dengan Teknik USG

No Isu Urgency Seriousness Growth Jumlah Peringkat 1 Masih rendahnya

sosialisasi

perawatan lansia dengan pedoman Caregiver keluarga di Puskesmas Sruwohrejo,Kabupat en Purworejo

5 5 4 14 I

2 Masih rendahnya sosialisasi

pengobatan Rutin penyakit tidak

menular Oleh tenaga kesehatan kepada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Sruwohrejo,

Kabupaten Purworejo

4 4 4 12 II

(38)

3 Rendahnya

cakupan penemuan penderita

tuberkulosis (TB) baru di wilayah kerja Puskesmas Sruwohrejo,kabupa ten Purworejo

3 4 4 11 III

Berdasarkan hasil analisis isu dengan metode USG maka isu prioritas yang perlu diselesaikan adalah Masih rendahnya sosialisasi perawatan lansia dengan pedoman Caregiver keluarga di Puskesmas Sruwohrejo,Kabupaten Purworejo

C. Analisis Penyebab Isu

Dari hasil analisis isu melalui pendekatan USG maka isu strategis yang perlu diselesaikan adalah “Masih rendahnya sosialisasi perawatan lansia dengan pedoman Caregiver keluarga di Puskesmas Sruwohrejo,Kabupaten Purworejo”. Akar penyebab masalah selanjutnya didiagnosa menggunakan fishbone diagram.

Diagram ini merupakan merupakan suatu alat untuk mengidentifikasi, mengeksplorasi, dan menggambarkan secara detail semua penyebab yang berhubungan dengan suatu permasalahan. Kategori penyebab permasalahan yang digunakan sebagai start awal meliputi manpower (sumber daya manusia), material (bahan baku), method (metode), dan milieu (lingkungan) atau melalui pendekatan lain yang dimantapkan melalui braistorming bersama rekan kerja di instansi, sehingga hasilnya dirumuskan sebagai berikut (analog):

(39)

MILIEU METHOD

MATERIAL MAN

Gambar 1.10 Analisi Isu Diagram Fishbone

Petugas yang masih rangkap jabatan

Keterbatasan penggunaan perangkat

Belum memanfaatkan aplikasi komputer berbasis sosialisasi Keterampilan tenaga

dalam teknologi informasi kurang

Kurangnya fasilitas media edukasi yang memadai

Belum terkecukupan dalam media informasi

Prosedur penyebarluasan informasi masih sederhana

penyebarluasan informasi belum rutin

setiap bulan

Belum optimalnya informasi mengenai

caregiver lansia dalam perawatan jangka panjang di wilayah kerja puskesamas Sruwohrejo, kabupaten purworejo

(40)

Dari hasil analisis penyebab isu menggunakan diagram fishbone diperoleh penyebab isu prioritas yang perlu diselesaikan, yaitu

1. Belum tersosialisasi merata tentang peran caregiver dan perawatan jangka Panjang di puskesmas

2. Prosedur penyebarluasan informasi masih sederhana D. Dampak Bila Isu Tidak Diselesaikan

Dampak yang terjadi dari isu prioritas “Belum optimalnya perkembangan informasi mengenai caregiver lansia dalam perawatan jangka panjang di wilayah kerja puskesamas Sruwohrejo, kabupaten purworejo dengan sumber isu yang telah dianalisis menggunakan metode APKL dan USG, jika tidak diselesaikan dapat menimbulkan dampak antara lain :

E. Gagasan Pemecahan Isu

Berdasarkan uraian diatas, maka judul gagasan pemecahan isu prioritas adalah: Edukasi tentang Caregiver/ Penolong keluarga lansia dengan perawatan jangka Panjang di lingkungan puskesmas Sruwohrejo. Selanjutnya akan:

1. Menyusun perencanaan kegiatan dan pembuatan materi penyuluhan tentang caregiver

2. Menyiapkan media edukasi tentang pengertian caregiver,

pengobatan jangka panjang, dan pemahaman masyarakat tentang pengobatan rutin

3. Membuat dan menyiapkan instrumen yang akan digunakan untuk pengumpulan data pasien dengan kebutuhan caregiver di lingkungan keluarga

4. Melakukan penjadwalan kunjungan keluarga dengan lansia yang butuh pendamping dirumah.

5. Melaksanakan monitoring dan evaluasi kegiatan

(41)

F. Rancangan Aktualisasi Habituasi

Matriks Rancangan Kegiatan dalam Penerapan Nilai – Nilai Dasar PNS

Serta Kedudukan dan Peran PNS untuk mendukung terwujudnya SMART GOVERNANCE

sesuai dengan ketentuan Pearaturan Perundang- Undangan Tabel 2.8

Matriks Rancangan Aktualisasi dan Habituasi Nama : Rizky Hardiyanto, A.Md.Kep

Jabatan : Terampil Perawat

Unit kerja : Puskesmas Sruwohrejo,kab Purworejo Tupoksi yang sesuai

dengan RA

: Melakukan pelatihan dan pendampingan keluarga dengan kebutuhan perawatan jangka Panjang dengan caregiver nya

Identifikasi Isu (diambil dari USG)

: 1. Masih rendahnya sosialisasi perawatan lansia dengan pedoman Caregiver keluarga di Puskesmas Sruwohrejo,Kabupaten Purworejo

2. Masih rendahnya sosialisasi pengobatan Rutin penyakit tidak menular Oleh tenaga kesehatan kepada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Sruwohrejo, Kabupaten Purworejo

3. Rendahnya cakupan penemuan penderita tuberkulosis (TB) baru di wilayah kerja Puskesmas Sruwohrejo

Isu yang diangkat (core issue)

: Belum optimalnya informasi mengenai caregiver lansia dalam perawatan jangka panjang di wilayah kerja puskesamas Sruwohrejo, kabupaten purworejo

(42)

Penyebab Isu (diambil dari Fishbone)

: Belum optimalnya Sosialisasi tentang Caregiver di lingkungan Masyarakat diwilayah Kerja Puskesamas Sruwohrejo, kab Purworejo

1. Penyebarluasan informasi yang masih lambat oleh petugas 2. Belum tersedianya data yang lengkap

3. Kurangnya media edukasi pentingnya pengobatan jangka panjang 4. Belum optimalnya program pelatihan dilingkungan tentang caregiver 5. Penganggaran dana yang masih terbatas

Gagasan Pemecahan isu (konsep judul)

: Edukasi tentang Caregiver/ Penolong keluarga lansia dengan perawatan jangka Panjang di lingkungan puskesmas Sruwohrejo, Kabupaten Purworejo

1. Menyusun perencanaan kegiatan dan pembuatan materi penyuluhan tentang caregiver 2. Menyiapkan media edukasi tentang pengertian caregiver, pengobatan jangka panjang, dan

pemahaman masyarakat tentang pengobatan rutin

3. Melakuan pelatihan dilingkungan masyarakat dalam pemberian informasi tentang caregiver informa dirumah

4. Melakukan penjadwalan kunjungan keluarga dengan lansia yang butuh pendamping dirumah.

5. Melaksanakan monitoring dan evaluasi kegiatan.

(43)

N o

KEGIATAN TAHA

PAN KEGIA TAN

OUTPUT/

HASIL

KETERKAITAN SUBSTANSI MATA PELATIHAN

KONTRIBUSI VISI DAN MISI ORGANISASI

PENGUATAN NILAI NILAI ORGANISASI

1 2 3 4 5 6 7

1 Menyusun perencanaan

kegiatan dan pembuatan

materi penyuluhan tentang caregiver

1. Membuat rancangan kegiatan yang akan d lakukan dalam pelatihan,

Tersedianya media informasi

rancangan kegiatan yang akan dilakukan

Manajemen ASN: saya melakukan perancangan kegiatan dengan profesional dan jujur tidak memanipulasi data Smart ASN: Saya membuat rancangan kegiatan mengunakan tampilan digital yang menarik sehingga lebih mudah dipahami

(digital skills)

Dengan adanya pelatihan caregiver akan meminimalisir kesalahan dalam penanganan lansia di lingkungan keluarga, dan dari Permenkes No.25 Th.2016 Rencana Aksi Nasional Kesehatan Lansia Tahun 2016-2019

Dengan adanya pelatihan ini

menguatka n nilai organisasi Puskesmas Sruwohrejo

yaitu

“edukatif dan Akuntabel”

(44)

2. Melakukan

konsultasi dan koordinasi rancangan kegiatan dengan Kepala Puskesmas,Me ntor dan bidan desa Mendapatkan

persetujuan kegiatan yang

akan di laksanakan di

Puskesmas Sruwohrejo kab Purworejo

Loyal

Menghargai serta melakukan apa yang menjadi saran mentor dan pimpinan tanpa

memaksakan kehendak (Nasionalisme)

Harmonis

Membangun suasana konsultasi yang kondusif

(Selaras)

Dapat terlaksana dan berjalan dengan lancer dan menjadi moto puskesmas kesejahteraan bagi lansia sesuai dengan misi puskesmas sruwohrejo yaitu meningkatkan peran serta masyarakat dibidang kesehatan

(45)

N o

KEGIATAN TAH

APAN KEGI ATAN

OUTPUT/

HASIL

KETERKAITAN SUBSTANSI MATA PELATIHAN

KONTRIBUSI VISI DAN MISI ORGANISASI

PENGUATAN NILAI NILAI ORGANISASI 2 Menyiapkan

media edukasi tentang

pengertian caregiver, pengobatan jangka panjang, dan pemahaman masyarakat tentang pengobatan rutin

1. Mencari referensi penyusunan media edukasi

Mendapatk an Literatur

sebagai acuan materi edukasi berbasis ppt

Manajemen ASN: saya melakukan analisis data dengan profesional dan jujur tidak memanipulasi data

Smart ASN: Saya menganalisa data dalam bentuk grafik berorientasi pada tampilan digital yang menarik sehingga lebih mudah dipahami (digital skills)

Adaptif

Terampil mendesain banner dan leaflet secara terstruktur serta

Dengan tersedianya

penyajian informasi dengan leaflet dan sosialisasi kontribusi pada

misi Puskesmas Sruwohrejo

yaitu menyelenggara

kan pelayanan puskesmas yang bermutu dan terjangkau untuk segenap

Dengan tersedianya penyajian data dan sosiaslisasi

maka menguatkan nilai organisasi

Puskesmas Sruwohrejo yaitu “ Edukatif dan Akuntabel”

2. Membuat desain leaflet/brosur materi yang dibagikan melalui media sosial.

Terbent uknya desain leaflet/br osur

(46)

3. Melakukan konsultasi draft

desain leaflet /brosur

dengan Kepala Puskesmas dan Mentor.

Mendapat masukan dari pimpinan dan mentor, untuk kegiatan yang lebih baik, dan

ijin penyelengara

an

inovatif dalam

menggunakan aplikasi pengeditan.

(Inovasi) Akuntabel

Saya berkonsultasi dengan atasan/mentor dengan mengutamakan kejelasan dan kejujuran, serta nilai transparansi (Transparan)

Loyal Menerima

arahan/perbaikan sebagai kontribusi terhadap perbaikan media

leaflet/brosur sebagai upaya peningkatan kualitas

pelayanan.

(Dedikasi)

lapisan masyarakat

(47)

N o

KEGIATAN TAHA

PAN KEGIA TAN

OUTPUT/

HASIL

KETERKAITAN SUBSTANSI MATA PELATIHAN

KONTRIBUSI VISI DAN MISI ORGANISASI

PENGUATAN NILAI NILAI ORGANISASI 4. Mencetak

poster /leaflet /brosur.

Tercetakn ya

poster/lea flet/

brosur.

Akuntabel

Bertanggung jawab terhadap ketepatan waktu percetakan leaflet / Brosur.

(Bertanggung jawab)

Kolaboratif

Bekerjasama dengan percetakan dalam

mencetak media promosi kesehatan.

(Bekerja sama) 3 Melakuan

pelatihan dilingkungan masyarakat

dalam pemberian informasi tentang caregiver

informadirumah

Membuat informasi dengan media leaflet pada keluarga,lansia dan kader kesehatan

Keluarga paham informasi

yang disampaikan

dan memahami

peran keluarga dengan lansia

Manajemen ASN: saya melakukan analisis data dengan profesional dan jujur tidak memanipulasi data

Smart ASN: Saya menganalisa data dalam bentuk grafik berorientasi pada tampilan digital yang menarik sehingga lebih mudah dipahami (digital skills)

Dengan tersedianya informasi dan telah

tersebarnya info membuat masyarakat berwawasan

sehingga bekontribusi pada visi

puskesmas sruwohrejo yaitu

terwujudnya puskesmas yang berkualitas guna

mencapai masyarakat

sejahtera, sehat, dan

mandiri

Dengan tersedianya penyajian data dan

sosiaslisasi maka menguatkan nilai

organisasi Puskesmas Sruwohrejo yaitu “

Edukatif ,professional dan

Akuntabel”

Memaparkan informasi tentang caregiver

Kader dan keluarga memahami

peran dikeluarga

Harmonis

Saya melakukan koordinasi dengan PJ Promkes dengan baik

agar tercipta lingkungan kerja yang kondusif

(48)

Memberi umpan balik yang baik

dan berpedoman

prinsip kesopanan

Masyarakat menerima

dengan suka hati

Adaptif

Saya mengunggah melalui media

sosial menyesuaikan diri menghadapi perubahan teknologi

digital (inovatif) Loyal

Saya menggunggah informasi dengan berkomitmen menjaga nama baik instansi Puskesmas Sruwohrejo Kompeten

Saya mengunggah informasi di Media Sosial dengan kualitas terbaik (kinerja terbaik)

Gambar

Gambar 1.1 Foto Puskesmas Sruwohrejo
Gambar 1.2 Peta Wilayah Kerja Puskesmas Sruwohrejo
Gambar 1.3 Struktur Organisasi Puskesmas Sruwohrejo
Foto  berasal  dari  kegiatan  vaksinasi  di  lingkungan  masyarakat
+7

Referensi

Dokumen terkait

Climatic and edaphic aridity Biotic influence manuring Climatic and edaphic wetness Physiological aridity salinity Axis 2 Axis 1 B Climatic and edaphic aridity Biotic influence