i
LAPORAN AKTUALISASI DAN HABITUASI NILAI-NILAI DASAR, KEDUDUKAN DAN PERAN PNS UNTUK MENDUKUNG
SMART GOVERNANCE
Edukasi tentang Caregiver/ Penolong keluarga lansia dengan perawatan jangka Panjang di lingkungan puskesmas Sruwohrejo
Kabupaten Purworejo
disusun oleh:
Nama : Rizky Hardiyanto, A.Md.Kep NIP : 19950626 202203 1 008 No Daftar Hadir : 29
Jabatan : Perawat Pelaksana / Terampil Coach : Drs. Heru Gunawan, MM Mentor : dr. Andri Hartanto,M.Sc
PELATIHAN DASAR CPNS GOL II ANGKATAN CLXXV BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2022
ii
ABSTRAK
Edukasi tentang Caregiver/ Penolong keluarga lansia dengan perawatan jangka Panjang di lingkungan puskesmas Sruwohrejo
Kabupaten Purworejo Oleh
Rizky Hardiyanto,A.Md.Kep [email protected]
Pelaksanaan kegiatan aktualisasi habituasi dalam agenda Pelatihan Dasar CPNS ini bertujuan agar dapat mengimplementasikan dan membiasakan nilai-nilai dasar PNS meliputi Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif (BerAKHLAK) serta kedudukan dan peran PNS untuk mendukung Smart Governance. Kegiatan aktualisasi dan habituasi ini untuk mengatasi isu belum Edukasi tentang Caregiver/ Penolong keluarga lansia dengan perawatan jangka Panjang di lingkungan puskesmas Sruwohrejo Kabupaten Purworejo
Aktualisasi dan habituasi terdiri dari 5 kegiatan yang dilaksanakan mulai tanggal 3 Oktober – 3 November 2022. Kegiatan pertama Menyusun perencanaan kegiatan dan pembuatan materi penyuluhan tentang caregiver. Kegiatan Kedua Menyiapkan media edukasi tentang pengertian caregiver, pengobatan jangka panjang, dan pemahaman masyarakat tentang pengobatan rutin. Kegiatan Ketiga Membuat dan menyiapkan instrumen yang akan digunakan untuk pengumpulan data pasien dengan kebutuhan caregiver di lingkungan keluarga. Kegiatan keempat Melakukan penjadwalan kunjungan keluarga dengan lansia yang butuh pendamping dirumah. Kegiatan kelima Melaksanakan monitoring dan evaluasi kegiatan.
Capaian kegiatan aktualisasi dan habituasi dilaksanakan mengandung nilai Loyal , karena selalu berdedikasi terhadap masyarakat dan kegiatan berjalan dengan baik karena semua kegiatan telah terlaksana dan diperoleh hasil/ output akhir sesuai harapan yaitu (1) telah tersusunnya kegiatan perencaan dan pembuatan materi tentang Caregiver. (2) terbentukan media edukasi berupa leafet untuk memudahkan penyajian data.(3) tersajinya data pasien dengan kebutuhan pendampingan di lingkungan kerja puskesmas Sruwohrejo, (4)terlaksananya kunjungan terhadap keluarga dengan kebutuhan pendampin. (5) terlaksananya semua kegiatan dengan baik, dan lancar Selama masa aktualisasi dan habituasi ini telah diimplementasikan tujuh core value ASN BerAKHLAK pada setiap kegiatan.
Nilai yang paling dominan adalah Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, dan kolaboratif
Kata Kunci: Aktualisasi dan Habituasi, BerAKHLAK, penyebarluasan informasi tentang Caregiver
iii
HALAMAN PERSETUJUAN
LAPORAN AKTUALISASI DAN HABITUASI NILAI-NILAI DASAR, KEDUDUKAN DAN PERAN PNS UNTUK MENDUKUNG
SMART GOVERNANCE
Edukasi tentang Caregiver/ Penolong keluarga lansia dengan perawatan jangka Panjang di lingkungan puskesmas Sruwohrejo, Kabupeten Purworejo
Nama Peserta : Rizky Hardiyanto, A.Md.Kep
NIP : 19950626 202203 1 008
No. Daftar Hadir : 29
Dinyatakan disetujui untuk diseminarkan pada:
Dinyatakan telah diseminarkan pada :
Hari : Jumat
Tanggal : 25 November 2022
Tempat : Pembelajaran Klasikal Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jateng
Semarang, 24 November 2022 Menyetujui,
Coach Mentor
Drs. Heru Gunawan, MM Widyaiswara Ahli Madya NIP. 19691109 199003 1 006
dr.Andri Hartanto,M.Sc Pembina
NIP. 19791227 201001 1 008
iv
HALAMAN PENGESAHAN
LAPORAN AKTUALISASI DAN HABITUASI NILAI-NILAI DASAR, KEDUDUKAN DAN PERAN PNS UNTUK MENDUKUNG
SMART GOVERNANCE
Edukasi tentang Caregiver/ Penolong keluarga lansia dengan perawatan jangka Panjang di lingkungan puskesmas Sruwohrejo Kabupaten Purworejo
Nama Peserta : Rizky Hardiyanto, A.Md.Kep
NIP : 19950626 202203 1 008
No. Daftar Hadir : 29
Dinyatakan telah diseminarkan pada :
Hari : Jumat
Tanggal : 25 November 2022
Tempat : Pembelajaran Klasikal Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jateng
Semarang, 25 November 2022, Mengesahkan
Coach Mentor
Drs. Heru Gunawan, MM Widyaiswara Ahli Madya NIP. 19691109 199003 1 006
dr. Andri Hartanto,M.Sc Pembina
NIP. 19791227 201001 1 008 Penguji / Narasumber
Dr.Ir.Enny Karnawati, M.Si Widyaiswara Ahli Utama NIP. 1958030 198303 2 004
v PRAKATA
Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan keridhoan-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan aktualisasi dan habituasi dengan judul “Edukasi tentang Caregiver/ Penolong keluarga lansia dengan perawatan jangka Panjang di lingkungan puskesmas Sruwohrejo Kabupaten Purworejo”. dengan baik. Rancangan aktualisasi ini disusun dalam rangka memenuhi tugas Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan II dan III Angkatan CLXXV yang dilaksanakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2022.
Rancangan aktualisasi dan habituasi ini dapat terselesaikan dengan bantuan dan kerjasama dari berbagai pihak, dengan segala kerendahan hati dan rasa hormat, saya menyampaikan terima kasih kepada:
1. H. Ganjar Pranowo, S.IP., M.IP., Gubernur Provinsi Jawa Tengah yang telah mendukung pelaksanaan Pelatihan Dasar CPNS Tahun 2022.
2. R. H. Agus Bastian, SE., MM., Bupati Kabupaten Purworejo yang telah mendukung pelaksanaan Latsar CPNS Kabupaten Purworejo Tahun 2022.
3. Drs. Mohamad Arief Irwanto, M.Si, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah beserta jajarannya yang telah memfasilitasi penyelenggaraan Pelatihan Dasar CPNS Golongan II dan III Angkatan CLXXV Tahun 2022.
4. Fithri Edhi Nugroho, S.E., M.M., Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Purworejo beserta jajarannya yang telah mendukung dan memfasilitasi penyelenggaraan Pelatihan Dasar CPNS Tahun 2022.
5. dr.Andri Hartanto,M.Sc selaku mentor dan Kepala Puskesmas Sruwohrejo Kabupaten Purworejo yang telah dukungan dan memberi kesempatan kepada penulis untuk mengikuti pelatihan dasar CPNS2022.
6. Drs. Heru Gunawan, MM selaku Coach yang telah memberikan bimbingan dan arahan dalam penyusunan rancangan aktualisasi.
vi
7. Seluruh Widyaiswara BPSDMD Provinsi Jawa Tengah yang telah memberikan ilmu dan motivasi dalam klasikal selama Pelatihan Dasar CPNS tahun 2022.
8. Rekan-rekan Puskesmas Sruwohrejo Kabupaten Purworejo atas dukungan dan kerjasamanya.
9. Rekan-rekan peserta Latsar CPNS Angkatan CLXXV tahun 2022, khususnya kelompok 2 yang selalu memberikan dukungan dan semangat.
10. Orang tua, dan segenap keluarga yang telah memberikan dukungan, perhatian, dan doa dalam pelaksanaan kegiatan Latsar CPNS.
11. Seluruh pihak yang tidak dapat saya sebutkan dan terlibat dalam penyusunan rancangan aktualisasi dan habituasi ini.
Penulis menyadari bahwa rancangan aktualisasi dan habituasi ini masih belum sempurna. Penulis berharap adanya kritik dan saran yang membangun dari berbagai pihak agar rancangan aktualisasi dan habituasi ini menjadi lebih baik serta memberikan manfaat bagi semua pihak yang membutuhkan.
Purworejo, 24 November 2022 Penulis
Rizky Hardiyanto, A.Md.Kep Pengatur
NIP. 19950626 202203 1 008
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i
ABSTRAK………... ii
HALAMAN PERSETUJUAN ... iv
HALAMAN PENGESAHAN ... v
PRAKATA ... vi
DAFTAR ISI ... viii
DAFTAR TABEL ... ix
DAFTAR GAMBAR ... x
BAB I PROFIL ORGANISASI DAN TUGAS PESERTA ... 1
A. Gambaran Umum Organisasi ... 1
1. Dasar Hukum Organisasi ... 4
2. Tugas Fungsi Organisasi ... 5
3. Susunan/Struktur Organisasi dan Tata Kerja ... 7
4. Visi-Misi Organisasi ... 10
5. Tujuan Organisasi ... 11
6. Nilai-Nilai Budaya Organisasi ... 11
B. Tupoksi Jabatan Peserta... 14
C. Role Model ... 16
BAB II LAPORAN AKTUALISASI DAN HABITUASI... 18
A. Identifikasi Isu dan Deskripsi Isu ... 18
B. Analisis Isu ... 24
C. Analisis Penyebab Isu ... 29
D. Dampak Bila Isu Tidak Diselesaikan ... 31
E. Gagasan Pemecahan Isu ... 31
F. Rancangan Aktualisasi dan Habituasi ... 32
G. Jadwal Rancangan Aktualisasi ... 41
BAB III PELAKSANAAN AKTUALISASI A. Perubahan Kegiatan dari Rancangan Awal………... 48
B. Pelaksanaan Aktualisasi dan Habituasi……….. 49
C. Gambaran Kondisi Sebelum dan Sesudah Aktualisasi………. 66
BAB IV SIMPULAN………. 68
DAFTAR PUSTAKA………. 71
CURRICULUM VITAE ... 73
LEMBAR KOMITMEN TINDAK LANJUT AKTUALISASI DAN HABITUASI...... 74
LAMPIRAN……….. 80
viii
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Identifikasi dan Deskpripsi Isu... 22
Tabel 2.2 Kriteria Model APKL ... 24
Tabel 2.3 Penentuan Skor APKL ... 25
Tabel 2.4 Hasil Analisis Isu dengan Teknik APKL ... 26
Tabel 2.5 Komponen Analisis USG ... 27
Tabel 2.6 Kriteria Penilaian Analisis USG ... 28
Tabel 2.7 Hasil Analisis Isu dengan Teknik USG ... 28
Tabel 2.8 Matriks Rancangan Aktualisasi dan Habituasi ... 32
Tabel 2.9 Jadwal Rancangan Aktualisasi dan Habituasi ... 44
Tabel 3.1 Perubahan Kegiatan dari Rancangan Awal………..48
Tabel 3.2 Kondisi Sebelum dan Sesudah Aktualisasi………...66 Tabel 2.10 Pengamalan tabel nilai dasar ASN 64
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1 Foto Puskesmas Sruwohrejo 1
Gambar 1.2 Peta Wilayah Kerja Puskesmas Sruwohrejo. 2 Gambar 1.3 Struktur Organisasi Puskesmas Sruwohrejo 8
Gambar 1.4 Role Model 16
Gambar 1.5 kegiatan vaksinasi 19
Gambar 1.6 kegiatan Scrining TB 20
Gambar 1.7 kegiatan Sosialisasi 20
Gambar 1.8 kegiatan imunisasi 21
Gambar 1.9 kegiatan lapangan 21
Gambar 1.10 Analisis Isu Diagram Fishbone 30 BAB III
Gambar 1.1 Melakukan konsultasi dengan mentor .50 Gambar 1.2 mengumpulkan referensi peran caregiver di keluarga melalui…51
Gambar 1.3 membuat desain leaflet .53
Gambar 1.4 konsultasi hasil Leaflet .54
Gambar 1.5 Hasil Leaflet yang telah di cetak .54
Gambar 1.6 membagi Leaflet 57
Gambar 1.7 pemaparan tentang caregiver pada lansia 57 Gambar 1.8 memberikan umpan balik pada peserta 58
Gambar 1. 9 koordinasi dengan PJ 60
Gambar 1.10 kunjungan keluarga 61
Gambar 1.11 pemaparan hasil 63
Gambar 1.12 berbincang dengan sasaran sosialisasi 64
1 BAB I
PROFIL ORGANISASI DAN TUGAS PESERTA
A. Gambaran Umum Organisasi
Gambar 1.1 Foto Puskesmas Sruwohrejo
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2019 menyebutkan bahwa Fasilitas Pelayanan Kesehatan adalah suatu tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan, baik promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif yang dilakukan oleh pemerintah, pemerintah daerah dan/atau masyarakat. Pusat Kesehatan Masyarakat yang selanjutnya disebut Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif di wilayah kerjanya.
Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Sruwohrejo terletak di Desa Sruwohrejo, Kecamatan Butuh.Kecamatan Butuh masuk dalam wilayah Kabupaten Purworejo. Puskesmas Sruwohrejo menempati lokasi di Desa Sruwohrejo, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Sejak awal berdirinya sampai sekarang, Puskesmas Sruwohrejo telah mengalami
2
beberapa peningkatan baik mengenai fisik bangunan, sarana dan prasarana Puskesmas hingga peningkatan jumlah sumber daya manusianya.
Puskesmas Sruwohrejo merupakan Puskesmas yang terletak di desa Sruwohrejo, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo.
Dengan batas wilayah:
Utara : wilayah Puskesmas Butuh
Timur : wilayah Puskesamas Semawung Daleman, Kutoarjo
Selatan : wilayah Puskesmas Grabag
Barat : Wilayah Puskesmas Butuh dan kec.
Bonorowo, Kebumen
Puskesmas Sruwohrejo dibangun pada tahun 1985, dengan luas wilayah 24,18 Km2 yang terdiri dari 20 desa 47 RW dan 117 RT.
Berikut kami sajikan tentang peta wilayah kerja Puskesmas Sruwohrejo, Kecamatan Butuh, Kabupaten purworejo.
Gambar 1.2 Peta Wilayah Kerja Puskesmas Sruwohrejo
3
Puskesmas Sruwohrejo ditetapkan dengan Surat Keputusan Bupati Nomor 63 tahun 2013 dengan wilayah kerja antara lain :
1. Desa Wareng 2. Desa Ketug 3. Desa Kunirejo
4. Desa Sruwoh Dukuh 5. Desa Wonorejo Wetan 6. Desa Wonorejo Kulon 7. Desa Wonodadi 8. Desa Kedungagung 9. Desa Kedungsri 10. Desa Kedungsri
11. Desa Tanjung Anom 12. Desa Karanganom 13. Desa Mangunjayan 14. Desa Sruwohrejo 15. Desa Rowodadi 16. Desa Sidomulyo 17. Desa Sumbersari 18. Desa Langenrejo 19. Desa Tamansari 20. Desa Kedungmulyo
4
Dalam menjalankan peran dan fungsi sebagai Puskesmas Induk, Puskesmas Sruwohrejo mempunyai 3 Puskesmas Pembantu yaitu :
1) Puskesmas Pembantu Tamansari 2) Puskesmas Pembantu Kedungsri 3) Puskesmas Pembantu Wonorejokulon
Dalam melaksanakan tugasnya Puskesmas Sruwohrejo menyelenggarakan fungsi sebagai berikut :
a. Penyelenggaraan UKM tingkat pertama di wilayah Puskesmas Sruwohrejo.
b. Penyelenggaraan UKP tingkat pertama di wilayah Puskesmas Sruwohrejo
Tugas pokok dan fungsi Puskesmas Sruwohrejo adalah memberikan pelayanan kesehatan perorangan dan pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya. Pemberian layanan di Puskesmas Sruwohrejo dan jaringan puskesmas dilaksanakan oleh enam puluh tiga karyawan dengan berbagai disiplin ilmu, termasuk dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, terapis gigi dan mulut, ahli gizi, fisioterapis, analis laboratorium, apoteker, asisten apoteker, sanitarian, dan tenaga lain yang mendukung penyelenggaraan puskesmas.
1. Dasar Hukum Organisasi
Dasar hukum pembentukan dan penyelenggaranaan pelayanan kesehatan Puskesmas Loano didasarkan pada Peraturan Bupati Purworejo Nomor 115 Tahun 2021 tentang Pembentukan, Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Pusat Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo. Secara nasional, penyelenggaraan puskesmas merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2019 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat. Selain itu, terdapat beberapa peraturan yang juga mendasari pelayanan di Puskesmas Loano
5 sebagai berikut:
a. Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.
Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo Nomor 050/43/2022 tentang Pembentukan, Kedudukan, Tugas Pokok, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja
Puskesmas pada Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo.
b. Surat Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo Nomor 440/185/2022 tentang Penetapan Indikator Kinerja PuskesmasKabupaten Purworejo Tahun 2022.
2. Tugas Fungsi Organisasi
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2019 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat pada pasal 4 ayat (1) disebutkan bahwa puskesmas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kesehatan untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya. Lebih lanjut pada pasal lima (5) disebutkan dalammelaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 4 ayat (1), puskesmas memiliki fungsi:
a. Penyelenggaraan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) tingkatpertama di wilayah kerjanya; dan
b. Penyelenggaraan Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP) tingkat pertama di wilayah kerjanya.
Pada pasal 9, Puskesmas juga dapat berfungsi sebagai wahana pendidikan bidang kesehatan, wahana program internsip, dan/atau sebagai jejaring rumah sakit pendidikan.
Berdasarkan peraturan Bupati Purworejo Nomor 115 Tahun 2021 tentang Pembentukan, Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Pusat Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo. Puskesmas Sruwohrejo mempunyai tugas melaksanakan kegiatan teknis operasional dan/atau kegiatan teknis penunjang pada Dinas Kesehatan di bidang pelayanan pembinaan dan pengembangan upaya kesehatan secara paripurna kepada masyarakat di wilayah
6
kerjanya. Dalam melaksanakan tugasnya, puskesmas menyelenggarakan fungsi sebagai berikut:
a. penyelenggaraan pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, bertindak sebagai motivator, fasilitator, pemantau upaya pembangunan di wilayah kerja intensif dalam kerjasama lintas sektor, kemitraan dengan sektor swasta/dunia usaha dan komponen lainnya, demi upaya peningkatan kesehatan lingkungan dan perilaku sehat bermasyarakat;
b. penyelenggaraan pusat pemberdayaan masyarakat dan keluarga dalam pembangunan kesehatan sehingga masyarakat tahu, maudan mampu menjaga serta mengatasi masalah kesehatan secara mandiri, menggalang potensi masyarakat, fasilitasi tumbuh kembang upaya kesehatan bersumber daya masyarakat, dan pelaksanaan pusat kesehatan masyarakat peduli keluarga;
c. penyelenggaraan pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama, sarana pelayanan kesehatan pemerintah yang wajib menyelenggarakan pelayanan kesehatan secara bermutu, terjangkau, adil dan merata, pelayanan medik dasar dan pelayanan kesehatan masyarakat dalam upaya peningkatan status kesehatan masyarakat umum yang berorientasi kepada kepuasan masyarakat;
d. pelaksanaan koordinasi kegiatan dan kerjasama teknis bidang pelayanan pembinaan dan pengembangan upaya kesehatan secara paripurna dengan Camat dan unit-unit kerja terkait;
e. penyelenggaraan ketatausahaan UPT Puskesmas;
f. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala DINKES sesuai dengan tugas dan fungsinya.
7
3. Susunan/Struktur Organisasi dan Tata Kerja a. Struktur Organisasi
Permenkes No. 43 Tahun 2019 Tentang Pusat Kesehatan Masyarakat menyebutkan bahwa organisasi puskesmas sebagaimana tercantum dalam pasal 41 ayat 2 paling sedikit terdiri atas kepala puskesmas, kepala tata usaha, dan penanggung jawab. Berikut adalah struktur organisasi Puskesmas Sruwohrejo sesuai dengan Permenkes Nomor 43 Tahun 2019.
Gambar 1.3 Struktur Organisasi Puskesmas Sruwohrejo
9
Berdasarkan struktur organisasi tersebut, maka penulis sebagai peserta Latsar CPNS Tahun 2022 berada pada posisi Jabatan Perawat Pelaksana/Terampil dalam Pelayanan poli dan IGD.
b. Tata Kerja
Permenkes No. 43 Tahun 2019 Pasal 40 Tentang Pusat Kesehatan Masyarakat menyebutkan bahwa Puskesmas merupakan unit organisasi bersifat fungsional dan unit layanan yang bekerja secara profesional. Berkedudukan sebagai unit pelaksana teknis yang beradadi bawah dan bertanggung jawab kepada kepala dinas kesehatan daerah kabupaten/kota, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan.
Berdasarkan Peraturan Bupati No. 115 Tahun 2021 Bab III dan Bab IV, tata kerja Puskesmas adalah sebagai berikut:
1) Kepala Puskesmas, Kepala TU, Penanggungjawab, dan jabfung dalam melaksanakan tugasnya berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan dan kebijakan yang ditetapkan oleh Bupati.
2) Kepala Puskesmas, Kepala TU, penanggungjawab, dan jabatan fungsional dalam melaksanakan tugasnya memperhatikan prinsip manajemen yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, monitoring, evaluasi, dan pelaporan sesuai dengan bidang tugas masing-masing.
3) Dalam melaksanakan tugas, Kepala Puskesmas, Kepala TU, Penanggung jawab, dan Jabfung wajib menerapkan prinsip koordinasi, integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkup Puskesmas yang bersangkutan maupun antar satuan organisasi sesuai dengan tugas masing-masing.
4) Sehubungan dengan penerapan prinsip koordinasi, intergrasi, dan sinkronisasi, penyelenggaraan tugas
10
Puskesmas yang berkaitan dengan tugas dan fungsi camat, harus dikoordinasi dengan camat setempat.
4. Visi-Misi Organisasi
a. Visi Misi Pemerintah Kabupaten Purworejo
Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Purworejo Nomor 11 Tahun 2021 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Purworejo Tahun 2021-2026, Kabupaten Purworejo memiliki visi dan misi sebagai berikut:
1) Visi Kabupaten Purworejo
“Purworejo Berdaya Saing 2025.”
2) Misi Kabupaten Purworejo a) Daya Saing SDM
Meningkatkan daya saing Sumberdaya Manusia yang Unggul dalam arti luas mengedepankan kompetensi keahlian dan keilmuan yang berbasis religiusitas masyarakat.
b) Daya Saing Pertanian
Meningkatkan daya saing sektor pertanian dalam arti luasyang sinergi dengan pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), perdagangan, dan industri.
c) Daya Saing Ekonomi
Meningkatkan daya saing pertumbuhan ekonomi daerah berbasis UMKM, perdagangan, industri, serta potensi pariwisata dan seni budaya.
d) Daya Saing Pelayanan Publik
Meningkatkan daya saing kualitas pelayanan publik dan penyelenggaraan pemerintahan yang baik (good governance).
e) Daya Saing Infrastruktur
Meningkatkan daya saing sarana prasarana dan infrastruktur yang didukung kemajuan teknologi informasi.
11
b. Visi Misi Puskesmas Sruwohrejo
Visi Puskesmas Sruwohrejo adalah “Terwujudnya puskesmas yang berkualitas guna mencapai masyarakat sejahtera, sehat dan mandiri”. Untuk mencapai visi tersebut, ditetapkan
Misi Puskesmas Sruwohrejo sebagai berikut:
1. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau segenap lapisan masyarakat
2. Meningkatkan profesionalisme petugas agar dapat memberikan pelayanan yang efektif efisien dan berkualitas 3. Meningkatkan upaya pengendalian penyakit
4. Menggerakan pembangunan berwawasan kesehatan
5. Mendorong terwujudnya kemandirian masyarakat untuk hidup bersih dan sehat
6. Meningkatkan peran serta masyarakat di bidang kesehatan 5. Tujuan Organisasi
Tujuan merupakan penjabaran terhadap visi dan misi organisasi mengenai kondisi masa depan yang hendak diwujudkan. Ukuran keberhasilan atau tujuan yang ingin dicapai Puskesmas Sruwohrejo adalah sebagai berikut:
a. Meningkatnya kepuasan pasien.
b. Meningkatnya akses pelayanan kepada masyarakat.
c. Meningkatnya mutu pelayanan puskesmas.
d. Meningkatnya kecukupan tenaga Kesehatan.
e. Meningkatnya kemampuan dan keahlian SDM.
f. Meningkatnya ketersediaan sarana/prasarana Kesehatan.
g. Meningkatnya kesehatan keuangan puskesmas.
6. Nilai-Nilai Budaya Organisasi
a. Nilai-nilai Budaya Pemerintah Kabupaten Purworejo Berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 36 Tahun 2014 tentang Pedoman Pengembangan Budaya Kerja di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Purworejo Bab III Pasal
12
6 disebutkan bahwa nilai budaya kerja Kabupaten Purworejo adalah “BERIMAN PROFESIONAL” yang merupakan singkatan dari Bersih, Ikhlas, Melayani, Akuntabel, dan Profesional. Penjabaran setiap nilai sebagai berikut:
1) Bersih
Bersih dalam berpikir, bertindak, dan bekerja, mentaati peraturan perundang-unangan yang berlaku.
2) Ikhlas
Rela sepenuh hati datang dari lubuk hati, tidak mengharapkan imbalan atau balas jasa atas suatu perbuatan, khususnya yang berdampak positif pada orang lain, dan semata-mata karena menjalankan tugas/amanah demi Tuhan Yang Maha Kuasa.
3) Melayani
Memberikan pelayanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat, akurat, berdaya guna dan berhasil guna yang memenuhi kepuasan pemangku kepentingan.
4) Akuntabel
Melaksanakan tugas dapat mempertanggungjawabkan baik segi proses maupun hasil.
5) Profesional
Melaksanakan tugas selalu menyelesaikan secara baik, tuntas, dan sesuai kompetensi/keahlian, orang yang terampil, andal, dan sangat bertanggungjawab dalam menjalankan profesinya.
13
b. Nilai-nilai Budaya Puskesmas Sruwohrejo
Puskesmas Sruwohrejo memiliki tata nilai “TER-UPDATE” yang merupakan singkatan dari Transparans, Empati, Ramah, Ulet,
Professional, Disiplin, Akuntabel, Tepat dan cepat, Edukatif Penjabaran setiap nilai sebagai berikut:
1. Transparans : menunjukkan keterbukaan baik dalam pelayanan maupun anggaran sesuai dengan hokum dan peraturan yang berlaku
2. Empati : menunjukkan sikap empati kepada pelanggan 3. Ramah : memberikan pelayanan 3s ( senyum sapa salam
)terhadap pelanggan
4. Ulet : bekerja penuh semangat, tekun dan pantang menyerah 5. Professional: bekerja sesuai dengan tupoksi, kewenangan dan
kemampuan
6. Disiplin : mentaati segala ketentuan dan peraturan yang berlaku 7. Akuntabel : hasil kegiatan pelayanan dapat dipertanggung
jawabkan kepada institusi dan eksternal lingkungan pelayanan kesehatan
8. Tepat dan cepat : pelayanan yang diberikan harus sesuai dengan SPO dan waktu yang ditetapkan serta secepat mungkin melakukan tindakan terhadap masalah-masalah
kesehatan
9. Edukatif : senantiasa memberikan edukasi dan motivasi terhadap pelanggan
14 B. Tupoksi Jabatan Peserta
Berdasarkan SK Bupati Purworejo No. 810/3349 Tahun 2022 tentang Pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Purworejo, terhitung mulai 1 Maret 2022, penulis diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil dengan jabatan Perawat Pelaksanana/ Terampil di Puskesmas Loano Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo.
Tupoksi jabatan ini diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2022 Tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Perawat. Jabatan Fungsional Perawat Terampil/Pelaksana adalah jabatan fungsional yang melaksanakan tugas dan fungsi yang bersifat lanjutan dalam kategori jabatan fungsional keterampilan sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yang mengatur tentang Jabatan Fungsional Perawat. Jabatan Fungsional Perawat Terampil, meliputi:
1. melakukan pengkajian keperawatan dasar pada individu 2. melakukan komunikasi terapeutik dalam pemberian asuhan
keperawatan
3. melaksanakan edukasi tentang perilaku hidup bersih dan sehat dalam rangka melakukan upaya promotive
4. memfasilitasi penggunaan alat-alat pengamanan/pelindung fisik pada pasien untuk mencegah risiko cedera pada individu dalam rangka upaya preventif
5. memberikan oksigenasi sederhana
6. memberikan tindakan keperawatan pada kondisi gawat darurat/ bencana/kritikal
7. memfasilitasi suasana lingkungan yang tenang dan aman serta bebas risiko penularan infeksi
8. melakukan intervensi keperawatan spesifik yang sederhana pada area medikal bedah
15
9. melakukan intervensi keperawatan spesifik yang sederhana di area anak
10. melakukan intervensi keperawatan spesifik yang sederhana di area maternitas
11. melakukan intervensi keperawatan spesifik yang sederhana di area komunitas
12. melakukan intervensi keperawatan spesifik yang sederhana di area jiwa
13. melakukan tindakan terapi komplementer/holistic
14. melakukan tindakan keperawatan pada pasien dengan intervensi pembedahan pada tahap pre/intra/post operasi 15. memberikan perawatan pada pasien dalam rangka
melakukan perawatan paliatif
16. memberikan dukungan/fasilitasi kebutuhan spiritual pada kondisi kehilangan
17. melakukan perawatan luka
18. melakukan dokumentasi asuhan keperawatan
16 C. Role Model
Role model adalah seorang yang tingkah lakunya kita contoh, tiru, dan diikuti. Sosok yang menjadi role mode penulis adalah Bapak Dedik Dwi Setiyono, A.Md.Kep. Beliau lahir di Purworejo pada tanggal 15 Maret 1987, beliau merupakan seorang perawat yang menjadi Puskesmas Sruwohrejo,. Sebagai seorang ASN tentunya banyak keteladanan yang
melekat pada diri beliau yang dapat dijadikan contoh untuk saya terutama dalam mengimplementasikan nilai-nilai dasar ASN yaitu Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif,
Kolaboratif (BerAKHLAK).
Beliau mempunyai jiwa kepemimpinan, yaitu dalam melakukan tugas beliau selalu jujur, penuh tanggung jawab, disiplin tepat waktu walaupun jarak rumah dengan tempat kerja tidak terlalu jauh tetapi selalu berangkat pagi , beliau tetap datang tepat waktu. Beliau juga berintegritas tinggi (integritas) (Akuntabel). Saat melayani pasien beliau bersikap ramah, cekatan, solutif dan dapat diandalkan sehingga pasien menjadi senang dan nyaman dalam memperoleh pelyanan dari beliau, beliau juga berprinsip jika bisa dipermudah kenapa dipersulit (Berorientasi Pelayanan). Beliau juga memberikan inspirasi, semangat kepada teman teman pegawai lainnya untuk peduli kepada siapapun tanpa memandang latar belakangnya (Harmonis) . Beliau Juga sering berinovasi seperti memaksimalkan IT untuk mempercepat layanan dan sangat pro aktif menyampaikan perbaikan pelayanan seperti selalu mengingatkan untuk melakukan tindakan sesuai SOP (Adaptif). Beliau juga sering mengikuti update semiar, zoominar sehingga beliau sering membantu teman-teman lainnya untuk menambah skill dan pengetahuan (ahli dibidangnya) (Kompeten). Beliau juga berkontribusi dalam beberapa kegiatan
Gambar 1.4 Foto Role Mode
Puskesamas seperti pemegang program surveilen ( Kontribusi ) (Loyal).
Dan beliau sangat terbuka dengan siapapun dan memberikan kesempatan bagi siapa saja untuk kerja sama dan berkontribusi dalam lingkungan
kerja (Kolaboratif)
18 BAB II
RANCANGAN AKTUALISASI DAN HABITUASI
A. Identifikasi Isu dan Deskripsi Isu
Secara umum isu diartikan sebagai suatu fenomena/kejadian yang diartikan sebagai masalah, sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia isu adalah masalah yang dikedepankan untuk ditanggapi, kabar yang tidak jelas asal usulnya dan tidak terjamin kebenarannya. Berdasarkan Modul Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil tentang Isu Kontemporer, pengertian isu adalah adanya atau disadarinya suatu fenomena atau kejadian yang dianggap penting atau dapat menjadi menarik perhatian orang banyak, sehingga menjadi bahan yang layak untuk didiskusikan. Terdapat 3 (tiga) kemampuan yang dapat mempengaruhi dalam mengidentifikasi dan/atau menetapkan isu, yaitu kemampuan Enviromental Scanning, Problem Solving, dan Analitical Thinking.
Rancangan aktualisasi dan habituasi ini disusun berdasarkan identifikasi beberapa isu yang ditemukan di Puskesmas Sruwohrejo. Semua isu yang ada pada rancangan aktualisasi ini berdasarkan atas isu-isu yang telah peserta identifikasi selama peserta melaksanakan tugas sebagai perawat di Puskesmas Sruwohrejo Kabupaten Purworejo. Selain melakukan identifikasi isu, peserta juga mendeskripsikan isu secara lebih rinci serta didukung dengan data dan informasi yang jelas. Sumber isu yang diangkat bersumber dari Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi), Sasaran Kinerja Pegawai (SKP), Inovasi dan inisiatif penulis yang disetujui oleh mentor dan coach. Penetapan isu yang diambil sebagai isu rancangan aktualisasi harus ada kaitannya dengan nilai-nilai dasar ASN yaitu BerAKHLAK yaitu Berorientasi pada pelayanan, Akuntabilitas, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif. Berikut ini merupakan 5 (lima) isu hasil
19
identifikasi beserta deskripsi masing-masing isu yang penulis temukan selama bekerja di Puskesmas Sruwohrejo, yaitu
1. Belum optimalnya pelayanan vaksinasi covid-19 pada masyarakat umum di wilayah Puskesmas Sruwohrejo, Kabupaten Purworejo
Sumber Isu : Inovasi Ruang Lingkup Isu : Tusi Jabatan Deskripsi Isu :
Kegiatan vaksinasi adalah kegiatan pokok yang dilakukan secara nasional guna mendukung gerak perekonomian dan pemulihan masyarakat selama pandemi covid 19 yang sudah berjalan dari tahun 2020 sampai dengan saat ini
Data Dukung Isu :
Foto berasal dari kegiatan vaksinasi di lingkungan masyarakat
Gambar 1.5 kegiatan vaksinasi
2. Rendahnya cakupan penemuan penderita tuberkulosis (TB) baru di wilayah kerja Puskesmas Sruwohrejo, Kabupaten Purworejo
Sumber Isu : Inovasi Ruang Lingkup Isu : Tusi Jabatan Deskripsi Isu :
Kegiatan ini bertujuan untuk menyaring gejala yang terjadi
20
antara batuk biasa ataupun yang mengarah ke Tuberkolosis, sehingga dengan dengan Scrining dapat menjaring kasus menjadi dan menaikan capaian 46% dari target 68%
Gambar 1.6kegiatan Scrining TB
3. Masih rendahnya sosialisasi perawatan lansia dengan pedoman Caregiver keluarga di wilayah kerja Puskesmas Sruwohrejo, Kabupaten Purworejo
Sumber Isu : Inovasi Ruang Lingkup Isu : Tusi Jabatan Deskripsi Isu :
Muncul isu dikarenakan banyaknya pertanyaan warga yang belum tuntas oleh tenaga kesehatan tentang perawatan jangka panjangan di lingkungan puskesmas Sruwohrejo
Gambar 1.7 kegiatan sosialisasi
4. Capaian imunisasi anak BIAN, BIAS yang masih rendah di Puskesmas Sruwohrejo , kabupaten Purworejo
Sumber Isu : Inovasi
21
Ruang Lingkup Isu : Tusi Jabatan Deskripsi Isu :
Dikarenakan kurangnya sosialisasi dan pemaham yang bermacam – macam sehingga banyak yang belum terrealisasi capaian imunisasi nasional
Gambar 1.8 kegiatan imunisasi
5. Masih rendahnya sosialisasi pengobatan Rutin penyakit tidak menular Oleh tenaga kesehatan kepada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Sruwohrejo, Kabupaten Purworejo Sumber Isu : Inovasi
Ruang Lingkup Isu : Tusi Jabatan Deskripsi Isu :
Isu ini berdasarkan observasi di lapangan yaitu dari stastus pasien yang tidak kontrol dengan teratur
Gambar 1.9 kegiatan lapangan
22
Tabel 2.1 Identifikasi dan Deskripsi Isu
No Identifikasi Isu Kondisi sekarang Kondisi yang diharapkan 1 Belum optimalnya
pelayanan vaksinasi covid- 19 pada masyarakat umum di wilayah Puskesmas Sruwohrejo, Kabupaten Purworejo
Sumber Isu: unit kerja Ruang lingkup isu: tusi jabatan
Isu ini berdasarkan observasi di lapangan bahwa vaksinasi boster baru tercapai 43%di wilayah puskesmas Sruwohrejo.
Dampak:
Belum berjalan dengan optimal vaksinasi di puskemas.
Kondisi yang diharapkan:
Vaksinasi berjalan dengan baik sesuai target nasional
2 Rendahnya cakupan penemuan penderita tuberkulosis (TB) baru di wilayah kerja Puskesmas Sruwohrejo, kabupaten Purworejo
Isu ini berdasarkan observasi di lapangan yaitu data capaian Scrining kasus yang masih rendah 42% dari target 86%
Kondisi yang harapkan:
Scrining kesehatan tb di puskesmas dan luar gedung berjalan dengan baik.
Sumber Isu: unit kerja Ruang lingkup isu: tusi jabatan
Dampak:
Belum berjalannya srcining tb berkala di puskesmas menjadi kendala
23 3 Masih rendahnya sosialisasi
perawatan lansia dengan pedoman Caregiver keluarga di wilayah kerja Puskesmas Sruwohrejo, Kabupaten Purworejo
Sumber Isu: unit kerja Ruang lingkup isu: tusi jabatan
Isu ini berdasarkan observasi di lapangan yaitu di lingkungan masyarakat yang belum tersosialisasi dengan baik oleh tenaga kesehatan.
Dampak:
Dapat terjadi keselahan penangan pasien dengan kondisi tertentu.
Kondisi yang harapkan:
Dapat tersosialisasi dan berjalan dengan lancer kemandirian keluarga dengan perawatan jangka panjang
4 Capaian imunisasi anak BIAN, BIAS yang masih rendah di Puskesmas Sruwohrejo , kabupaten Purworejo
Sumber Isu: unit kerja Ruang lingkup isu: tusi jabatan
Isu ini berdasarkan observasi di lapangan yaitu unit imunisasi yang capaian pada bian dan BIAS masih kurang dari 90%
Kondisi yang harapkan:
Dapat tercapai target nasional dengan kunjungan rumah warga.
5 Masih rendahnya sosialisasi pengobatan Rutin penyakit tidak menular Oleh tenaga kesehatan kepada
masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Sruwohrejo, Kabupaten Purworejo
Sumber Isu: unit kerja Ruang lingkup isu: tusi jabatan
Isu ini berdasarkan observasi di
lapangan yaitu dari status pasien yang tidak kontrol dengan teratur.
Dampak:
Meningkatnya pasien dengan penyakit tidak menular di puskesmas Sruwohrejo.
Kondisi yang harapkan:
Dengan adanya koordinasi maka banyak pasien dengan penyakit tidak menular dapat berobat dengan teratur di
puskesmas
24 B. Analisis Isu
Analisis isu bertujuan untuk menetapkan kualitas isu dan menentukan prioritas isu yang perlu diangkat untuk diselesaikan melalui gagasan kegiatan yang akan dilakukan pada tahap aktualisasi dan habituasi. Alat bantu untuk menetapkan isu yang berkualitas yaitu dengan Teknik Aktual, Problematik, kekhalayakan, dan Kelayakan (APKL) dan untuk menetapkan prioritas isu menggunakan kriteria Urgency, Seriousness, dan Growth (USG).
1. Penetapan Kualitas Isu dengan Metode APKL
Metode APKL merupakan alat bantu dalam menganalisis ketepatan dan kualitas isu dengan memperhatikan tingkatan nilai Aktual, Problematika, Kekhalayakan dan Kelayakan dari isu-isu yang ditemukan. Untuk mendapatkan isu yang berkualitas, maka dari kriteria APKL dilakukan penilaian dengan rentang nilai 1-5.
Tabel 2.2 Kriteria Metode APKL
No Kriteria Keterangan
1. Aktual (A) Sedang terjadi atau dalam proses kejadian, atau diperkirakan bakal terjadi dalam waktu dekat.
2. Problematik
(P) Merupakan masalah mendesak yang memerlukan berbagai upaya alternatif jalan keluar dengan aktivitas dan tindakan nyata.
3. Kekhalayakan
(K) Menyangkut hajat hidup orang banyak, masyarakat
pada umumnya, dan bukan untuk seseorang atau sekelompok
4. Layak (L) Masuk akal, logis, pantas, realistis, serta dapat dibahas sesuai dengan tugas, hak, wewenang, serta tanggung jawab.
Penentuan skor 1-5 untuk kriteria APKL sesuai dengan tabel 2.2 berikut:
25
Tabel 2.3 Penentuan Skor APKL
Skor Kriteria Penilaian
Aktual (A) Problematik (P) Kekhalayakan (K) Layak (L) Isu sedang Isu sangat kompleks, Isu tersebut Isu sangat sangat hangat sehingga perlu menyangkut hajat masuk akal, 5 dibicarakan di dicarikan segera hidup orang logis, pantas
kalangan solusinya secara sangat banyak dan realistis masyarakat komperehensif
Isu sedang Isu kompleks, Isu tersebut Isu masuk hangat sehingga perlu menyangkut hajat akal, logis, 4 dibicarakan di dicarikan segera hidup orang pantas dan
kalangan solusinya secara banyak realistis
masyarakat komperehensif
3 Isu cukup hangat Isu cukup kompleks, Isu tersebut Isu cukup dibicarakan di sehingga perlu menyangkut hajat masuk akal, kalangan dicarikan segera hidup orang cukup logis, pantas masyarakat solusinya secara banyak dan realistis
komperehensif
Isu kurang Isu kurang kompleks, Isu tersebut Isu kurang hangat sehingga perlu menyangkut hajat masuk akal, 2 dibicarakan di dicarikan segera hidup segelintir logis, pantas
kalangan solusinya secara orang dan realistis
masyarakat komperehensif
Isu tidak sedang Isu tidak kompleks, Isu tersebut tidak Isu tidak hangat sehingga perlu menyangkut hajat masuk akal, 1 dibicarakan di dicarikan segera hidup orang logis, pantas
kalangan solusinya secara dan realistis
masyarakat komperehensif
26
Daftar isu yang sudah diidentifikasi akan dianalisis menggunakan metode APKL. Hasil analisis isu yang ada di Puskesmas Loano dengan menggunakan metode APKL disajikan dalam tabel 2.4.
Tabel 2.4 Hasil Analisi Isu dengan Teknik APKL
No Isu
Kriteria
Jumlah Peri ngka
t A P K L
1
Belum optimalnya pelayanan vaksinasi covid-19 pada masyarakat umum di Puskesmas Sruwohrejo,Kabupaten Purworejo
4 3 4 4 15 IV
2
Rendahnya cakupan penemuan penderita tuberkulosis (TB) baru di wilayah kerja Puskesmas Sruwohrejo,kabupaten Purworejo
4 4 4 4 16 IIl
3
Masih rendahnya sosialisasi perawatan lansia dengan pedoman Caregiver keluarga di wilayah kerja Puskesmas Sruwohrejo, Kabupaten Purworejo
5 5 4 5 19 I
4
Capaian imunisasi anak BIAN, BIAS yang masih rendah <90% di Puskesmas Sruwohrejo ,
kabupaten Purworejo
4 3 4 3 14 V
5
Masih rendahnya sosialisasi pengobatan Rutin penyakit tidak menular Oleh tenaga kesehatan kepada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Sruwohrejo, Kabupaten Purworejo
5 4 4 4 17 II
27
Berdasarkan hasil analisis penetapan isu dengan menggunakan metode APKL seperti tabel 2.4, maka ditetapkan tiga isu yang akan dianalisis lebih lanjut untuk menjadi prioritas isu yaitu:
1. Masih rendahnya sosialisasi perawatan lansia dengan pedoman Caregiver keluarga di Puskesmas Sruwohrejo, Kabupaten Purworejo
2. Masih rendahnya sosialisasi pengobatan Rutin penyakit tidak menular Oleh tenaga kesehatan kepada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Sruwohrejo, Kabupaten Purworejo
3. Rendahnya cakupan penemuan penderita tuberkulosis (TB) baru di wilayah kerja Puskesmas Sruwohrejo ,kabupaten Purworejo
Analisis USG (Urgency, Seriousness, dan Growth) dilakukan setelah mendapatkan tiga isu yang telah memenuhi kriteria metode APKL. Analisis USG mempunyai tiga komponen yang mempertimbangkan tingkat kepentingan, keseriusan, dan perkembangan serta setiap komponen dinilai dengan rentang skor 1-5.
Tabel 2.5 Komponen Analisis USG
No Komponen Keterangan
1 Urgency (U) Tingkat kepentingan atau pendesakan isu tersebut dibahas dan dikaitkan dengan waktu yang tersedia serta seberapa keras tekanan waktu tersebut untuk memecahkan masalah
yang menyebabkan timbulnya isu
2 Seriousness (S) Tingkat keseriusan isu tersebut perlu dibahas dan dikaitkan dengan akibat yang timbul dengan penundaan pemecahan masalah yang menimbulkan isu tersebut atau akibat yang ditimbulkan apabila masalah penyebab isu tidak
Dipecahkan
3 Growth (G) Tingkat perkembangan isu tersebut dan dikaitkan dengan masalah penyebab isu yang akan semakin buruk apabila tidak dipecahkan
Penentuan skor 1-5 pada kriteris USG dan kriteria pemberian nilai disajikan pada tabel 2.6 berikut:
Tabel 2.6 Kriteria Penilaian Analisis USG
Skor Kriteria
Penilaian
Urgency Seriousness Growth 1 Isu tidak
mendesakuntuk segera
diselesaikan
Isu tidak begitu serius untukdibahas karena tidak berdampak ke hal yang lain
Isu lamban berkembang 2 Isu kurang
mendesakuntuk segera
diselesaikan
Isu kurang serius untuk dibahas karena kurang berdampak ke hal yang lain
Isu kurang cepat
berkembang 3 Isu cukup
mendesakuntuk segera
diselesaikan
Isu cukup serius untuk dibahaskarena cukup berdampak ke
hal yang lain
Isu cukup cepat berkembang untuk
segera dicegah 4 Isu mendesak
untuksegera diselesaikan
Isu serius untuk dibahas karena berdampak ke hal yanglain
Isu cepat berkembang untuksegera dicegah 5 Isu sangat
mendesakuntuk segera
diselesaikan
Isu sangat serius untuk dibahas karena sangat berdampak ke hal yang lain
Isu sangat cepat berkembang untuksegera dicegah
Isu yang telah memenuhi kriteria metode APKL dianalisis menggunakan metode USG. Seluruh isu diberi skor berdasarkan kriteria penilaian metode USG dan ditentukan prioritas isu berdasarkan hasilskor akhir.
Tabel 2.7 Hasil Analisa Isu dengan Teknik USG
No Isu Urgency Seriousness Growth Jumlah Peringkat 1 Masih rendahnya
sosialisasi
perawatan lansia dengan pedoman Caregiver keluarga di Puskesmas Sruwohrejo,Kabupat en Purworejo
5 5 4 14 I
2 Masih rendahnya sosialisasi
pengobatan Rutin penyakit tidak
menular Oleh tenaga kesehatan kepada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Sruwohrejo,
Kabupaten Purworejo
4 4 4 12 II
3 Rendahnya
cakupan penemuan penderita
tuberkulosis (TB) baru di wilayah kerja Puskesmas Sruwohrejo,kabupa ten Purworejo
3 4 4 11 III
Berdasarkan hasil analisis isu dengan metode USG maka isu prioritas yang perlu diselesaikan adalah Masih rendahnya sosialisasi perawatan lansia dengan pedoman Caregiver keluarga di Puskesmas Sruwohrejo,Kabupaten Purworejo
C. Analisis Penyebab Isu
Dari hasil analisis isu melalui pendekatan USG maka isu strategis yang perlu diselesaikan adalah “Masih rendahnya sosialisasi perawatan lansia dengan pedoman Caregiver keluarga di Puskesmas Sruwohrejo,Kabupaten Purworejo”. Akar penyebab masalah selanjutnya didiagnosa menggunakan fishbone diagram.
Diagram ini merupakan merupakan suatu alat untuk mengidentifikasi, mengeksplorasi, dan menggambarkan secara detail semua penyebab yang berhubungan dengan suatu permasalahan. Kategori penyebab permasalahan yang digunakan sebagai start awal meliputi manpower (sumber daya manusia), material (bahan baku), method (metode), dan milieu (lingkungan) atau melalui pendekatan lain yang dimantapkan melalui braistorming bersama rekan kerja di instansi, sehingga hasilnya dirumuskan sebagai berikut (analog):
MILIEU METHOD
MATERIAL MAN
Gambar 1.10 Analisi Isu Diagram Fishbone
Petugas yang masih rangkap jabatan
Keterbatasan penggunaan perangkat
Belum memanfaatkan aplikasi komputer berbasis sosialisasi Keterampilan tenaga
dalam teknologi informasi kurang
Kurangnya fasilitas media edukasi yang memadai
Belum terkecukupan dalam media informasi
Prosedur penyebarluasan informasi masih sederhana
penyebarluasan informasi belum rutin
setiap bulan
Belum optimalnya informasi mengenai
caregiver lansia dalam perawatan jangka panjang di wilayah kerja puskesamas Sruwohrejo, kabupaten purworejo
Dari hasil analisis penyebab isu menggunakan diagram fishbone diperoleh penyebab isu prioritas yang perlu diselesaikan, yaitu
1. Belum tersosialisasi merata tentang peran caregiver dan perawatan jangka Panjang di puskesmas
2. Prosedur penyebarluasan informasi masih sederhana D. Dampak Bila Isu Tidak Diselesaikan
Dampak yang terjadi dari isu prioritas “Belum optimalnya perkembangan informasi mengenai caregiver lansia dalam perawatan jangka panjang di wilayah kerja puskesamas Sruwohrejo, kabupaten purworejo ” dengan sumber isu yang telah dianalisis menggunakan metode APKL dan USG, jika tidak diselesaikan dapat menimbulkan dampak antara lain :
E. Gagasan Pemecahan Isu
Berdasarkan uraian diatas, maka judul gagasan pemecahan isu prioritas adalah: Edukasi tentang Caregiver/ Penolong keluarga lansia dengan perawatan jangka Panjang di lingkungan puskesmas Sruwohrejo. Selanjutnya akan:
1. Menyusun perencanaan kegiatan dan pembuatan materi penyuluhan tentang caregiver
2. Menyiapkan media edukasi tentang pengertian caregiver,
pengobatan jangka panjang, dan pemahaman masyarakat tentang pengobatan rutin
3. Membuat dan menyiapkan instrumen yang akan digunakan untuk pengumpulan data pasien dengan kebutuhan caregiver di lingkungan keluarga
4. Melakukan penjadwalan kunjungan keluarga dengan lansia yang butuh pendamping dirumah.
5. Melaksanakan monitoring dan evaluasi kegiatan
F. Rancangan Aktualisasi Habituasi
Matriks Rancangan Kegiatan dalam Penerapan Nilai – Nilai Dasar PNS
Serta Kedudukan dan Peran PNS untuk mendukung terwujudnya SMART GOVERNANCE
sesuai dengan ketentuan Pearaturan Perundang- Undangan Tabel 2.8
Matriks Rancangan Aktualisasi dan Habituasi Nama : Rizky Hardiyanto, A.Md.Kep
Jabatan : Terampil Perawat
Unit kerja : Puskesmas Sruwohrejo,kab Purworejo Tupoksi yang sesuai
dengan RA
: Melakukan pelatihan dan pendampingan keluarga dengan kebutuhan perawatan jangka Panjang dengan caregiver nya
Identifikasi Isu (diambil dari USG)
: 1. Masih rendahnya sosialisasi perawatan lansia dengan pedoman Caregiver keluarga di Puskesmas Sruwohrejo,Kabupaten Purworejo
2. Masih rendahnya sosialisasi pengobatan Rutin penyakit tidak menular Oleh tenaga kesehatan kepada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Sruwohrejo, Kabupaten Purworejo
3. Rendahnya cakupan penemuan penderita tuberkulosis (TB) baru di wilayah kerja Puskesmas Sruwohrejo
Isu yang diangkat (core issue)
: Belum optimalnya informasi mengenai caregiver lansia dalam perawatan jangka panjang di wilayah kerja puskesamas Sruwohrejo, kabupaten purworejo
Penyebab Isu (diambil dari Fishbone)
: Belum optimalnya Sosialisasi tentang Caregiver di lingkungan Masyarakat diwilayah Kerja Puskesamas Sruwohrejo, kab Purworejo
1. Penyebarluasan informasi yang masih lambat oleh petugas 2. Belum tersedianya data yang lengkap
3. Kurangnya media edukasi pentingnya pengobatan jangka panjang 4. Belum optimalnya program pelatihan dilingkungan tentang caregiver 5. Penganggaran dana yang masih terbatas
Gagasan Pemecahan isu (konsep judul)
: Edukasi tentang Caregiver/ Penolong keluarga lansia dengan perawatan jangka Panjang di lingkungan puskesmas Sruwohrejo, Kabupaten Purworejo
1. Menyusun perencanaan kegiatan dan pembuatan materi penyuluhan tentang caregiver 2. Menyiapkan media edukasi tentang pengertian caregiver, pengobatan jangka panjang, dan
pemahaman masyarakat tentang pengobatan rutin
3. Melakuan pelatihan dilingkungan masyarakat dalam pemberian informasi tentang caregiver informa dirumah
4. Melakukan penjadwalan kunjungan keluarga dengan lansia yang butuh pendamping dirumah.
5. Melaksanakan monitoring dan evaluasi kegiatan.
N o
KEGIATAN TAHA
PAN KEGIA TAN
OUTPUT/
HASIL
KETERKAITAN SUBSTANSI MATA PELATIHAN
KONTRIBUSI VISI DAN MISI ORGANISASI
PENGUATAN NILAI NILAI ORGANISASI
1 2 3 4 5 6 7
1 Menyusun perencanaan
kegiatan dan pembuatan
materi penyuluhan tentang caregiver
1. Membuat rancangan kegiatan yang akan d lakukan dalam pelatihan,
Tersedianya media informasi
rancangan kegiatan yang akan dilakukan
Manajemen ASN: saya melakukan perancangan kegiatan dengan profesional dan jujur tidak memanipulasi data Smart ASN: Saya membuat rancangan kegiatan mengunakan tampilan digital yang menarik sehingga lebih mudah dipahami
(digital skills)
Dengan adanya pelatihan caregiver akan meminimalisir kesalahan dalam penanganan lansia di lingkungan keluarga, dan dari Permenkes No.25 Th.2016 Rencana Aksi Nasional Kesehatan Lansia Tahun 2016-2019
Dengan adanya pelatihan ini
menguatka n nilai organisasi Puskesmas Sruwohrejo
yaitu
“edukatif dan Akuntabel”
2. Melakukan
konsultasi dan koordinasi rancangan kegiatan dengan Kepala Puskesmas,Me ntor dan bidan desa Mendapatkan
persetujuan kegiatan yang
akan di laksanakan di
Puskesmas Sruwohrejo kab Purworejo
Loyal
Menghargai serta melakukan apa yang menjadi saran mentor dan pimpinan tanpa
memaksakan kehendak (Nasionalisme)
Harmonis
Membangun suasana konsultasi yang kondusif
(Selaras)
Dapat terlaksana dan berjalan dengan lancer dan menjadi moto puskesmas kesejahteraan bagi lansia sesuai dengan misi puskesmas sruwohrejo yaitu meningkatkan peran serta masyarakat dibidang kesehatan
N o
KEGIATAN TAH
APAN KEGI ATAN
OUTPUT/
HASIL
KETERKAITAN SUBSTANSI MATA PELATIHAN
KONTRIBUSI VISI DAN MISI ORGANISASI
PENGUATAN NILAI NILAI ORGANISASI 2 Menyiapkan
media edukasi tentang
pengertian caregiver, pengobatan jangka panjang, dan pemahaman masyarakat tentang pengobatan rutin
1. Mencari referensi penyusunan media edukasi
Mendapatk an Literatur
sebagai acuan materi edukasi berbasis ppt
Manajemen ASN: saya melakukan analisis data dengan profesional dan jujur tidak memanipulasi data
Smart ASN: Saya menganalisa data dalam bentuk grafik berorientasi pada tampilan digital yang menarik sehingga lebih mudah dipahami (digital skills)
Adaptif
Terampil mendesain banner dan leaflet secara terstruktur serta
Dengan tersedianya
penyajian informasi dengan leaflet dan sosialisasi kontribusi pada
misi Puskesmas Sruwohrejo
yaitu menyelenggara
kan pelayanan puskesmas yang bermutu dan terjangkau untuk segenap
Dengan tersedianya penyajian data dan sosiaslisasi
maka menguatkan nilai organisasi
Puskesmas Sruwohrejo yaitu “ Edukatif dan Akuntabel”
2. Membuat desain leaflet/brosur materi yang dibagikan melalui media sosial.
Terbent uknya desain leaflet/br osur
3. Melakukan konsultasi draft
desain leaflet /brosur
dengan Kepala Puskesmas dan Mentor.
Mendapat masukan dari pimpinan dan mentor, untuk kegiatan yang lebih baik, dan
ijin penyelengara
an
inovatif dalam
menggunakan aplikasi pengeditan.
(Inovasi) Akuntabel
Saya berkonsultasi dengan atasan/mentor dengan mengutamakan kejelasan dan kejujuran, serta nilai transparansi (Transparan)
Loyal Menerima
arahan/perbaikan sebagai kontribusi terhadap perbaikan media
leaflet/brosur sebagai upaya peningkatan kualitas
pelayanan.
(Dedikasi)
lapisan masyarakat
N o
KEGIATAN TAHA
PAN KEGIA TAN
OUTPUT/
HASIL
KETERKAITAN SUBSTANSI MATA PELATIHAN
KONTRIBUSI VISI DAN MISI ORGANISASI
PENGUATAN NILAI NILAI ORGANISASI 4. Mencetak
poster /leaflet /brosur.
Tercetakn ya
poster/lea flet/
brosur.
Akuntabel
Bertanggung jawab terhadap ketepatan waktu percetakan leaflet / Brosur.
(Bertanggung jawab)
Kolaboratif
Bekerjasama dengan percetakan dalam
mencetak media promosi kesehatan.
(Bekerja sama) 3 Melakuan
pelatihan dilingkungan masyarakat
dalam pemberian informasi tentang caregiver
informadirumah
Membuat informasi dengan media leaflet pada keluarga,lansia dan kader kesehatan
Keluarga paham informasi
yang disampaikan
dan memahami
peran keluarga dengan lansia
Manajemen ASN: saya melakukan analisis data dengan profesional dan jujur tidak memanipulasi data
Smart ASN: Saya menganalisa data dalam bentuk grafik berorientasi pada tampilan digital yang menarik sehingga lebih mudah dipahami (digital skills)
Dengan tersedianya informasi dan telah
tersebarnya info membuat masyarakat berwawasan
sehingga bekontribusi pada visi
puskesmas sruwohrejo yaitu
terwujudnya puskesmas yang berkualitas guna
mencapai masyarakat
sejahtera, sehat, dan
mandiri
Dengan tersedianya penyajian data dan
sosiaslisasi maka menguatkan nilai
organisasi Puskesmas Sruwohrejo yaitu “
Edukatif ,professional dan
Akuntabel”
Memaparkan informasi tentang caregiver
Kader dan keluarga memahami
peran dikeluarga
Harmonis
Saya melakukan koordinasi dengan PJ Promkes dengan baik
agar tercipta lingkungan kerja yang kondusif
Memberi umpan balik yang baik
dan berpedoman
prinsip kesopanan
Masyarakat menerima
dengan suka hati
Adaptif
Saya mengunggah melalui media
sosial menyesuaikan diri menghadapi perubahan teknologi
digital (inovatif) Loyal
Saya menggunggah informasi dengan berkomitmen menjaga nama baik instansi Puskesmas Sruwohrejo Kompeten
Saya mengunggah informasi di Media Sosial dengan kualitas terbaik (kinerja terbaik)