Tahun 2023, Kader Calon Da'i Pondok Pesantren Modern Arrilah Slahung Ponorogo, Skripsi Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Atas dasar pemikiran tersebut, penulis melakukan penelitian dengan judul “Kadrifikasi Calon Da’i di Perumahan Islam Modern Arrilah Slahung Ponorogo”.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa strategi pembentukan staf dai dilaksanakan melalui tindakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses kepegawaian da’iyah Muslimat NU dan Aisyiah Muhammadiyah Kalimantan Tengah berjalan dengan baik.
- Lokasi Penelitian
- Data dan Sumber Data a. Jenis Data
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
- Uji Keabsahan Data
Fenomena yang muncul yang diteliti dalam penelitian ini adalah pembentukan kader calon dakwah di Pondok Pesantren Modern Arrisilah. Langkah selanjutnya adalah tahap penarikan kesimpulan akhir mengenai kader-kader lulusan Da’i di Pondok Pesantren Modern Arrilah Slahung Ponorogo.
PENDAHULUAN
LANDASAN TEORI
HASIL PENELITIAN/ PAPARAN DATA
Disini peneliti menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi serta meminta data resmi dari Pondok Pesantren Modern Arrilah Slahung Ponorogo. Bab ini berisi pemaparan data mengenai tahapan, materi dan hasil pembentukan kader yang digunakan Pondok Pesantren Modern Arrilahan dalam pembentukan kader calon da’i.
PEMBAHASAN / ANALISIS DATA
PENUTUP
Pengertian dan Proses Kaderisasi
Keempat tahap tersebut merupakan suatu siklus dalam pembentukan objek dakwah agar siap menjadi subjek dakwah di kemudian hari, uraian tahapan tersebut adalah sebagai berikut: 19. Tahap pelaksanaan ini juga memperkenalkan kader-kader yang telah dorongan untuk bekerja, karena kader mengambil peran sebagai aktor dan subjek pembentukan personel pada tahap ini.
Bentuk Kaderisasi
Framing informal adalah segala kegiatan di luar framing formal yang dapat mendukung proses framing klasifikasi. Pembentukan kader informal ini meliputi seluruh kegiatan baik kegiatan panitia, pimpinan lembaga, tugas dan sejenisnya.22.
Tujuan dan Fungsi Kaderisasi
Oleh karena itu, proses pembentukan kader mengikuti kurikulum yang akan dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu dan memuat materi teori dan praktik kepemimpinan serta materi pendukung lainnya. Pembentukan kader formal adalah upaya pembentukan kader yang dilakukan oleh suatu organisasi atau lembaga misi dalam bentuk pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan secara terprogram, terpadu dan bertujuan untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
Pengertian Da’i
Secara etimologi, perkataan "Da'i" adalah bentuk kata nama yang gagal dari perkataan (daa'a-yad'u, du'watan) yang bermaksud memanggil atau menjemput. Dan para pendakwah itu adalah wakil Tuhan di dunia ini untuk menyeru dan mengisytiharkan ajaran Tuhan.
Tugas dan Kewajiban Da’i
Syeikh Abdul Qadir Sayyid Abd Rauf menambah, seorang da’i adalah duta umat atau utusan umat yang memikul amanat dan menyampaikan risalah kenabian serta menjadi suri teladan dalam melaksanakan ajaran yang dibawanya. Muhammad Abd Fath al-Bayanuny mendefinisikan da'i sebagai penyampaian ajaran Islam dan mengajarkannya kepada orang lain serta cuba menerapkannya dalam kehidupan seseorang.
Sifat-Sifat Da’i
Pondok Pesantren Modern Arrisalah
- Profil Pondok Pesantren Modern Arrisalah
- PIMPINAN, DIREKTUR KMI DAN PENGASUH
- ADMINISTRASI PUSAT (Kepala Bagian)
- Visi dan Misi Pondok Pesantren Modern Arrisalah
Sedangkan Arrisalat mempunyai arti dakwah, wahyu atau kerasulan, yaitu meneladani para Rasul untuk menyampaikan Wahyu Allah SWT. Bermula dari seorang Kyai, kemudian santri datang untuk menuntut ilmu, dan hari demi hari jumlah santri semakin bertambah, sehingga rumah Kyai pun tidak mencukupi. Struktur organisasi Pondok Pesantren Modern Arrilah Slahung Ponorogo sedemikian rupa sehingga kegiatan pengkaderan di pondok pesantren dapat berjalan dengan lancar.
Artinya: tidak mementingkan diri sendiri, atau tidak mengharap pujian, atau bukan karena dorongan mencari keuntungan duniawi, melainkan semata-mata karena Allah SWT yang beribadah. Hakikat kebebasan adalah kebebasan berpikir, bertindak dan menentukan jalan hidup dan perjuangan. Suatu lembaga pendidikan harus mempunyai visi dan misi yang benar, yang dapat menjadi landasan arah dan acuan lembaga tersebut.
Tahapan pengkaderan lulusan Da'i di Pondok Pesantren Modern Arrisaya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, tahapan adalah tingkatan.
Tahapan Kaderisasi Calon Da’i di Pondok Pesantren Modern Arrisalah Tahapan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah tingkatan,
Kalau ada yang rutin jam-jam shalatnya, Insya Allah akan menyusul yang lain.” Proses rekrutmen selanjutnya yang dilakukan di Pondok Pesantren Modern Arrisilah adalah penataan/pengorganisasian calon dakwah setelah masa pelatihan. Penataan/pengorganisasian calon dakwah di Pondok Pesantren Modern Arrislah dinamakan Pondok Pesantren Proper Teknologi Islam (PTTI).
Kemudian, kader akan ditempatkan pada bagian-bagian tertentu dalam organisasi berdasarkan bakat, minat, dan kepribadian mahasiswa. Misalnya, mereka yang pandai berbahasa Arab dan Inggris ditempatkan di bagian bahasa. Setelah kader kader, calon dai ditempatkan pada pengabdian masyarakat dan dapat mengabdi di pesantren maupun di luar pesantren.
Pada periode ini para khatib juga diawasi selama masa pengabdiannya di asrama atau di masyarakat, jika berada di asrama biasanya pengawasan dilakukan setiap hari senin malam bersama pimpinan agar dapat mengetahui perkembangannya. dan hambatan di asrama. program sekolah berasrama.
Materi yang diberikan Kepada Calon Da’i di Pondok Pesantren Modern Arrisalah
- Materi dalam segi akhlak
Dari segi materi, siswa kelas satu dan satu secara intensif mempelajari ajaran tauhid, sedangkan dari segi materi fiqh yaitu ajaran fiqh, dan pada materi tasawwuf yaitu al-hadits, tafsir, al-mahfudzot. dan tahfidzul Al-Qur'an. Sedangkan pada kelas II pada materi aqidah mempelajari pelajaran tauhid, pada materi fiqh mempelajari pelajaran fiqih, sedangkan pada materi tasawwuf mempelajari al-hadits, al-mahfudzot dan tahfizdul Qur'an. sebuah. Kelas ketiga dari segi materi aqidah mempelajari hikmah tauhid, pada materi fiqh mempelajari hikmah fiqh dan ushul-fiqh, dan pada mata pelajaran tasawwuf mempelajari hikmah al-hadits, al-muthola'ah. , tarbiyah, tafsir dan tahfidzul Qur'an. .
Kelas IV dan III intensif pada materi keagamaan dengan mempelajari ajaran tauhid, pada materi fiqh dengan mempelajari ajaran fiqh dan ushul fiqh, dan pada materi tasawwuf dengan mempelajari ajaran al-hadits, al-muthola'ah. , tarbiyah , Tafsir dan Tahfidzul Qur'an. Kelas V dari segi materi iman mempelajari pelajaran tauhid, al-adjan dan ulumul Al-Qur'an, dalam materi fiqh mempelajari pelajaran fiqh dan. Kelas VI dari segi materi keagamaan mempelajari tauhid dan ajaran ulumul Al-Qur'an, dalam materi pembelajaran fiqh ajaran fiqh dan ushulul fiqh, dan dalam materi pembelajaran tasawwuf al-hadits, mustolahul hadits, al-muthola 'ah, tafsir, terbiyah, tahfidzul Qur'an. 'an'an dan dirosah Islamiyah.
Ekstrakurikuler ini merupakan karya seni musik Islami yang mulai berkembang dengan baik di Pondok Pesantren Modern Arrilahan.
Hasil Kaderisasi Calon Da’i Pondok Pesantren Modern Arrisalah
Insya Allah berkah dunia dan akhirat.57 Hasil dari pembentukan kader yang menghayati dan mengamalkan ajaran agama Islam adalah dapat segera merambah masyarakat karena sudah mempunyai bekal dalam hal pelayanan pesantren. . Alhasil calon menteri bisa segera terjun ke masyarakat karena sudah mempunyai fasilitas yang ada saat bertugas di pesantren. Hasil pelatihan kader di Pondok Modern Arrisilah mempunyai pengaruh penting dalam terbentuknya pribadi yang berakhlak baik.
Ketika kader berkecimpung di masyarakat, kader sudah paham bagaimana memposisikan dirinya karena syariat Islam mengajarkan akhlak, budi pekerti dan akhlak sehingga kader dapat menjunjung tinggi dirinya dengan baik. Di Pondok Modern Arrisalat, pembentukan kader dibentuk mulai dari pramuka, muhadharah, ketua kelas, ketua benang tiruan, kemudian pimpinan organisasi atau pimpinan bidangnya masing-masing, yang sangat berpengaruh. Padahal di Pondok Modern Arrilah pembentukan kadernya dibentuk mulai dari pramuka, muhadharah, ketua kelas, ketua kecamatan, pimpinan organisasi dan pimpinan bidangnya masing-masing.
Jika kader terpilih untuk bertugas di pondok, maka pondok tersebut akan dipilih kembali sesuai dengan keterampilan dan kemampuan kader tersebut.
Analisis materi yang di berikan Kepada Calon Da’i di Pondok Modern Arrisalah
Pendidikan akhlak di pesantren merupakan pendidikan kedisiplinan kepada santri agar ketika santri terjun di masyarakat mempunyai mental yang kuat. Pendidikan jasmani di kediaman yaitu pesantren membebaskan santrinya dalam hal olah raga, agar tubuh santri sehat. Dalam pelaksanaannya, pondok pesantren membebaskan calon dai sesuai bakat/minatnya sesuai keinginan santri.
Lagu-lagu yang dibawakan oleh para pelajar dalam kegiatan ini merupakan lagu-lagu yang mempunyai nilai edukasi dan bernuansa Islami. Tujuan dari ekstrakurikuler ini adalah agar siswa mampu menyebarkan dan memajukan nama Pondok melalui seni. Dan bertujuan untuk membangun kondisi fisik siswa agar dapat melindungi diri dari berbagai bentuk ancaman.
Tujuannya adalah untuk melatih dan meningkatkan kemampuan siswa dalam berbicara dan berpidato di depan khalayak dengan menggunakan bahasa Arab dan Inggris.
Analisis Hasil Kaderisasi Calon Da’i Pondok Modern Arrisalah
Kegiatan tersebut merupakan salah satu kegiatan yang wajib diikuti oleh mahasiswa dan berlangsung seminggu sekali yaitu setiap hari Kamis. Langsung kepada Allah. Dengan beribadah secara langsung kepada Allah SWT berarti siswa mengamalkan rukun Islam dengan sebaik-baiknya. Secara tidak langsung yang dimaksud dengan ibadah tidak langsung adalah santri bertugas menyebarkan kebaikan dan dakwah dimanapun berada.
Hasil kaderisasi yang dilakukan pondok pesantren terhadap santrinya dalam pembentukan pribadi yang menghayati dan mengamalkan ajaran agama Islam adalah santri sudah siap terjun ke masyarakat karena mempunyai bekal dari masa pengabdian di masyarakat. Sekolah Berasrama. Selama mengabdi di asrama, santri dididik untuk mengajar, sehingga ketika masuk ke masyarakat santri sudah siap mengamalkan agama Islam. Selama masa kerangka di Pondok, para santri sudah diajarkan untuk hidup sesuai dengan syariat Islam, karena di pesantren juga diajarkan akhlak, sopan santun dan sopan santun agar para santri menjaga hal tersebut dengan baik.
Sehingga ketika mahasiswa memasuki masyarakat atau lembaga, mahasiswa dapat memposisikan dirinya dengan baik.
Saran
Manajemen Kader Da’i Lembaga Al-Karim Rasyid Indonesia Bandar Lampung, Jurusan Manajemen Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, 2021. Penerapan Manajemen Dakwah dalam Pembentukan Dakwah’ wah Quadri di Al-Jami'iyatul Washliyah Ashan Panti Kecamatan Medan Deli Jurusan Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan, 2021. Strategi Pembinaan Da'i Rumah Dalam Mewujudkan Da’u Berkualitas di Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas Dakwah UIN Raden Intan Lampung Jurusan Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung 1443 H/2021 IKLAN.
Kaderisasi Da’iyah Kota Palangkaraya” (Studi Kaderisasi Da’iyah Organisasi Keagamaan Muslimat NU dan Aisyiyah Muhammadiyah Provinsi Kalimantan Tengah), Jurusan Dakwah dan Komunikasi Islam Fakultas Ushuludin, Adab, Dakwah dan Komunikasi , IAIN Palangkaraya, 2019. Dengan mengadakan agenda tausiyah yang diisi secara berkala oleh para pimpinan pondok pesantren atau asatidz lainnya dengan tujuan untuk menularkan materi keagamaan dan menanamkan nilai-nilai moral dalam jiwa para da'i masa depan dan secara rutin. agenda tausiyah tidak teratur. Meningkatnya kedisiplinan da’i masa depan dalam segala urusan dapat membentuk da’i masa depan dalam membentuk moralitas da’i masa depan.
Topik wawancara : Tentang metode Pondok dalam menata Da'i setelah masa pembentukan, materi berupa ilmu dan hasil pengkaderan. Judul Dokumen Profil, Struktur Organisasi, Visi dan Misi, Bagian PTTI dan Ekstrakurikuler Pondok Pesantren Modern Arrilahan Slahung Ponorogo. Pondok Pesantren Teknologi Islam (PTTI) merupakan organisasi yang diisi oleh para da'i potensial yang telah matang dalam pembentukan kaderisasi.