• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kado Terbaik - Grasindo (Gramedia Widia Sarana Indonesia)

N/A
N/A
mila

Academic year: 2024

Membagikan "Kado Terbaik - Grasindo (Gramedia Widia Sarana Indonesia)"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Judul : Kado Terbaik Penulis : J.S. Khairen

Penerbit : Grasindo (Gramedia Widia Sarana Indonesia) Halaman : 245 Hal

Tahun Terbit : 2022 Rating : 4.5/5.0

Apakah kalian pernah memimpikan sebuah rumah yang hangat dan penuh dengan kebahagaian?

Tempat kalian berkeluh kesah ketika rasa lelah menghampiri? Saya rasa semua orang butuh.

Tapi, sayangnya tidak semua orang dapat merasakan itu. Sama halnya dengan apa yang dirasakan Rizki seorang pria malang yang harus merelakan hidupnya dan juga masa depan kedua adiknya Riska dan Khanza terombang ambing.

Rizki dan Kehidupan Anak Jalanan Yang Dipecundangi Dunia

Namaku Rizki, usiaku empat belas tahun. Saat ini aku berdiri di depan panti asuhan, membawa dua adik perempuanku. Bukan, aku bukan anak yatim piatu. Ibuku masih hidup. Tapi, dua menit yang lalu adalah terakhir kali aku bertemu dengan ibu. Hingga kelak aku dewas, kami tak pernah bertemu lagi. Sementara ayahku tewas tertembak. Panti asuhan ini bukan panti asuhan selayaknya. Dari luar memang ada plang besi bertuliskan panti asuhan. Di dalamnya? Penjara yang amat menakutkan. Tak perlu menunggu besok bagi kami merasakan hal mengerikan. Di hari pertama kedatangan, malamnya kami bertiga langsung hampir mati. kalian, saat seusia kami

(2)

sedang melakukan apa? Inilah ceritaku. Tak banyak yang tahu, tak banyak yang mau mendengarkan. Inilah kisahku, tentang kado terbaik itu. Semoga aku bercerita pada orang yang tepat.

Sebuah cerita awal yang cukup membuat kita akan penasaran kisah yang terjadi sebenarnya bukan? Ketika seorang anak yang seharusnya merasakan kasih sayang kedua orangtuanya dan mendapatkan pendidikan yang layak harus dikubur dalam oleh Rizki dan adiknya. Begitupun dengan anak-anak jalanan lainnya yang diceritakan di dalam novel ini. Mereka harus merasakan kerasnya dunia, menjadi seorang kriminalitas di usia yang masih belasa tahun.

Kisah Rizki Alqurania berawal ketika ia dan kedua adiknya itu dibuang oleh ibunya ke panti asuhan sejak ditinggal mati ayahnya. Bukan panti yang layak seperti yang dibayangkan orang- orang atau panti tempat menampung anak-anak yang ditinggalkan kedua orangtuanya seperti yang ada di film. Tapi panti illegal yang amat seram bak dikurung dibalik jeruji besi. Tempat anak-anak jalanan dikurung dan disiksa bila tidak sesuai dengan keinginan pemiliknya yaitu Bang Toron. Mereka seakan terbiasa menghadapi rasa takut yang mencekam, dihardik dan disiksa ketika tidak mau mengikuti perintah Bang Toron dan pengikutnya. Bagi pemilik panti illegal itu siapapun yang tinggal disana harus membayar karena tidak ada yang gratis di dunia ini. Mereka akan dijadikan budak untuk mendapatkan penghasilan tanpa peduli apakah anak- anak jalanan itu akan menghadapi bahaya diluar sana. Menjadi seorang pengemis dijalanan, pengamen, mencopet di pasar dan keramaian, bahkan mengambil apa saja milik orang lain yang mereka lihat. Saking seringnya mereka melakukan hal tersebut sampai-sampai hapal tempat persembunyian dan jalan kecil sebagai jalan pintas.

Novel Kado Terbaik karya J.S. Khairen menghadirkan kisah anak jalanan yang dipecundangi dunia dan kasih sayang seorang kakak kepada adiknya yang akan membuat pembaca ikut terhanyut di dalam ceritanya. Tokoh Rizki yang memiliki keinginan untuk membahagiakan kedua adiknya dan melepaskan mereka dari kejamnya panti asuhan illegal agar bisa hidup tenang dan layak ternyata tidak berbuah manis. Saat usianya 20 tahun ia memutuskan untuk keluar dari panti asuhan dan menjalani hidupnya untuk bisa mewujudkan impian tersebut. Ia memilih hidup di jalanan kota, teras toko, tinggal disebuah kontarakan kumuh dengan penjual sapu keliling sambil bekerja serabutan dan menjalani hidup dengan peran ganda setelah kematian ayahnya dan ditinggal pergi ibunya. Bahkan ketika uangnya habis ia terpaksa mengambil uang di dalam kotak amal masjid dan berniat menggantikannya ketika ia mendapatkan uang nanti. Namun siapa sangka kejahatannya diketahui oleh seorang perempuan dan hampir dikeroyok warga. Usaha yang dilakukan Rizki bukan hanya menjadi seorang kakak, tapi ia harus menjadi orangtua untuk adik-adiknya. Jika bukan karena ayahnya yang tertembak mati akibat menjual barang haram, ia dan kedua adiknya tidak akan bernasib buruk dan hidup luntang lantung dijalanan. Begitupun ketika ia berniat membebaskan adik dan teman-teman lainnya ternyata nasib buruk menimpanya.

Ia tertangkap oleh Bang Toron dan menyerah pada keadaan untuk menjadi pengedar obat-obatan terlarang. Meskipun ada rasa takut di dalam dirinya jika harus tertangkap polisi dan berakhir tertembak mati seperti ayahnya ketika melakukan hal itu. Tapi, lagi-lagi hal itu ia lakukan demi membelikan sebuah kado lebaran untuk adiknya.

(3)

Kesan Membaca

Bukan hanya sekedar kisah fiksi tapi setiap adegan action dan kekeluargaan yang hadir dalam cerita terasa benar-benar nyata. Pembaca seakan ikut merasakan sakitnya penderitaan yang dialami para tokoh, bau anyir darah, dan ketakutan lainnya membuat perasaan pembaca diaduk- aduk. Tokoh-tokoh didalamnya layaknya superhero yang menyelematkan kehidupan anak jalanan yang menyakitkan. Pembaca akan mendapat banyak pelajaran salah satunya membuat mereka berpikir bahwa anak jalanan itu ada bukan karena mereka ingin hidup seperti itu. Semua orang ingin hidup layak dan mendapatkan hak nya masing-masing. Tapi, karena keadaan yang memaksa dan menuntut mereka tetap bertahan sampai benar-benar mendapatkan sebuah takdir yang jauh lebih baik lagi. Bagi saya pribadi novel kado terbaik ini sangat ringan dibaca untuk mereka yang ingin memulai untuk membaca. Cerita yang disajikan mudah dipahami, adegan dan konflik dikemas apik, cukup menegangkan, seru, asik, dan penuh plot twist. Emosi pembaca ikut terseret karena kejahatan atau kriminalitas yang dilakukan beberapa tokoh, tentang obat-obatan terlarang, penjualan organ tubuh manusia, eksploitasi anak, dan cerita kelam lainnya. Perasaan sedih, pilu, bahkan sampai nangis Bombay ketika membaca kisah kaum marginal yang hidupnya tak cukup layak dibandingkan dengan kita yang selalu sibuk dengan dunia. Novel ini sangat cocok untuk kaum yang selalu merasa paling menderita, tentang keluarga broken home, romantisnya kasih sayang seorang kakak kepada adik-adiknya dan disertakan quotes menarik

(4)

didalamnya. Kalau kalian bingung merindukan vibes bulan Ramadhan dan hari raya lebaran, buku ini akan membawa kita kesana.

Kekurangan Novel

Namun ada beberapa kekurangan di dalam novel ini. Cerita kurang klimaks dibagian kriminalitas, pembaca akan berpikir kemanakah penjahat itu? Kemudian mereka akan diapakan?

Rugi rasanya jika terbebas begitu saja. Dimanakah ibu Rizki setelah meninggalkan mereka?

Kenapa Rizki meninggalkan adiknya? Serta nama-nama tokoh yang memiliki kemiripan membuat kita bingung. Dan yang paling tidak bisa direlakan ketika Rizki harus berpisah dengan adik-adiknya, merelakan diadopsi dan dirawat orang lain. Padahal saya membayangkan mereka akan hidudp bahagia dalam keluarga yang sederhana. Setelah usaha dan perjuanagn yang selama ini dilakukannya tak lain hanya untuk memberikan kehidupan layak untuk adik-adiknya Tetapi pesan yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca benar-benar mampu menyentuh perasaan. Bahwa kado terbaik bukan apa yang kita berikan dalam bentuk materi atau fisik saja.

Tetapi usaha dan kehidupan yang direlakan untuk orang tersayang jauh lebih berharga dari apapun.

Biodata

Nama Lengkap : Jamila Akun Media Sosial : @millazhr_

No Rek : 610801034526539 An. Jamila (BRI)

Tentang Penulis : Jamila, akrab di panggil “mila” seorang wanita kelahiran Kota Bangkalan,3 Maret. Merupakan anak ke-6 dari Sembilan bersaudara. Saat ini sedang menempuh studi S1 di STKIP-PGRI Bangkalan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Kegemarannya terhadap dunia literasi dan kepenulisan membuat penulis tertarik untuk terus berkarya, menuangkan ide-ide dan menebarkan manfaat melalui tulisan. Sudah menerbitkan beberapa antologi cerpen dan novel Tahun baru Tanpa Ayah adalah karya solo pertamanya di tahun 2022. Selain menulis, juga senang berkelana mengelilingi beberapa kota di Indonesia.

Berpetualang menyusuri negeri tercinta menjadi impiannya sejak usia remaja. Jejaknya bisa ditelusri di Ig @millazhr_

(5)

Referensi

Dokumen terkait