• Tidak ada hasil yang ditemukan

kajian islam dan syariah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "kajian islam dan syariah"

Copied!
125
0
0

Teks penuh

KEBENARAN DAN KEMUNGKARAN

Pengertian Kebenaran (Understanding the Truth)

Perintah Amar Ma’ruf Nahi Mungkar (Amar Ma'ruf's

Siksaan Bagi yang Tidak Mencegah Penganiayaan

  • Azab yang menyeluruh
  • Tidak dikabulkannya do’anya
  • Berhak mendapatkan laknat
  • Timbulnya perpecahan

Keutamaan Mengajak Kepada Kebaikan (The Primacy

  • Penyeru agama Allah adalah orang yang terbaik
  • Pahala yang besar bagi orang yang disebabkan
  • Allah Taala dan segala makhluk di langit dan

Menyuruh Orang Beramal Ma’ruf Tetapi Tidak

KEWARISAN DALAM ISLAM

Pengertian Kewarisan Islam (Definition of Islamic

  • Arti Sumber Hukum

Undang-undang dalam arti formal adalah segala peraturan hukum yang dibentuk oleh aparatur negara yang berwenang. Penempatan hukum waris terdapat pada Pasal 528 dan Pasal 584 Kitab Undang-undang Hukum Perdata (KUHPerdata), serta dalam peraturan perundang-undangan kompilasi hukum Islam atau (KHI).

Sebab, Rukun, Syarat Kewarisan (Cause, Rukun,

  • Kekerabatan/ Nasab
  • Pernikahan
  • Wala’
  • Jihatul Islam (Baitul Maal)
  • Rukun Kewarisan
  • Syarat-syarat Kewarisan
  • Kewarisan Mafqud

Dalam sistem pewarisan Islam, muwarrit ialah orang yang meninggal dunia dalam keadaan Islam, baik secara haqiqy (benar) atau hukmy (menurut putusan hakim), yang meninggalkan harta pusaka dan ahli waris yang masih hidup. Dan jika harta pusaka telah disediakan untuknya, harta itu hendaklah diberikan kepada ahli waris yang lain. Ahli waris yang akan menerima harta pusaka hendaklah masih hidup semasa kematian muwarritnya.

Selain orang hilang (mafqud) dan anak dalam kandungan adalah waris yang meninggal dunia serentak dengan muwarrit. Apabila menyelesaikan pembahagian harta pusaka yang terdapat ahli waris yang sah, ini boleh dilakukan dengan cara berikut. Supaya peserta tahu dengan pasti berapa banyak bahagian yang perlu diberikan kepada setiap waris.

Penghalang Kewarisan (Barriers Of Authority)

  • Status Budak
  • Membunuh
  • Perbedaan agama antara Islam dan kufur

Barangsiapa yang membunuh tidak dapat mewarisi harta warisan orang yang dibunuhnya, baik sengaja maupun karena kesalahannya. Orang non-Muslim tidak dapat mewarisi dari keluarga Muslim yang meninggal. Imam Malik mengatakan bahwa pembunuh yang dengan sengaja melakukan pembunuhan, tidak mewarisi satupun diyat, dan harta warisan orang yang dibunuh tersebut serta dia tidak dapat menghalangi (hijab) ahli waris yang lain untuk mewarisi.

Namun, ulama Hanafi dari Kufah dan Basrah serta para sahabat seperti Sayyidina Ali dan Ibn Mas'ud menyokong Abu Hanifah dan Sofyan al-Tsauri dan berpendapat bahawa harta si mati boleh diwarisi oleh kerabatnya. Qiyas ini disempurnakan sedemikian kerana orang yang mati mempunyai dua hubungan antara dirinya dan kerabatnya. Perkataan al-kafir termasuk orang bukan Islam, Yahudi, Nasrani, Majusi dan lain-lain, malah termasuk orang yang tidak mempunyai agama (atheis).

Ahli Waris dan Bagiannya (The Members and Their

  • Penggolongan Ahli Waris
  • Pembagian Ahli Waris

Melalui ayat ini, Allah SWT berfirman bahawa lelaki dan perempuan berhak menerima harta pusaka yang ditinggalkan oleh kaum kerabatnya sama ada sedikit atau banyak. Anak saudara lelaki kepada anak saudara perempuan tidak lain hanyalah saudara yang bukan dari kalangan ashhabul furudh dan tidak termasuk dalam 'ashabah. Selain itu, klasifikasi waris dalam hukum syarak juga terbahagi kepada waris lelaki dan waris perempuan (Abu Umar Basyir, 2006: 75).

Bagian masing-masing ahli waris : 1) Anak laki-laki.. a) Mendapat seluruh harta warisan jika tidak ada anak perempuan, ibu, ayah, suami/istri. dzawil furudh. Kemungkinan pewarisan : a) Dapat memakai jilbab hirman bila bapaknya b) 1/6 bagian bila anak laki-laki atau cucunya. 79 a) Jilbab hirman boleh dikenakan jika mempunyai anak laki-laki atau cucu. laki-laki dari anak laki-laki atau ayah.

ILMU FIQIH (FIQH)

Pengertian Ilmu Fiqih (Definition of Jurisprudence)

Dalam perkembangan selanjutnya, sesuai dengan bidang ilmu yang semakin ketat, para ulama fiqh kita mendefinisikan fiqh sebagai ilmu hukum syar'ah yang praktikal dan diperoleh melalui dalil-dalil yang terperinci. Fiqih adalah ilmu hukum syar’iyyah, yaitu Kalamullah/Kitabullah yang berkaitan dengan perbuatan manusia, baik berupa perintah, larangan, pilihan dan lain-lain. Fiqh adalah ilmu hukum syar’iyyah yang berkaitan dengan perbuatan manusia, baik dalam bentuk ibadah maupun muamalah.

Fiqih diperoleh melalui dalil tafsili (rincian), yaitu dari Al-Qur'an, Sunnah Nabi SAW, qiyas dan ijma melalui proses istidlal, istinbath atau nahr (analisis). Bahan hukumnya sendiri, baik kath'i (tertentu) maupun dzanni (relatif) (Kath'i dan Zanni). Ilmu fiqh adalah ilmu mengetahui hukum-hukum Allah yang berkaitan dengan segala amalan khalifah, baik wajib, sunnah, boleh, makruh maupun haram, yang bersumber pada dalil-dalil yang jelas (tafshili).

Cara Mempelajari Ilmu Fiqih (How to study the

Istinbath menurut Muhammad bin 'Ali al Fayyumi adalah usaha mengambil hukum dari Al-Qur'an atau as-Sunnah dengan cara Ijtihad. Adapun Madzhab secara bahasa berarti tempat berjalan (dari fi'il/kata kerja: dzahaba-yadzhabu), dalam arti syariah adalah jalan yang membantu seseorang untuk memahami Al-Qur'an dan Sunnah dengan benar, misalnya Syafi'i. 'i madzhab artinya jalan. bagaimana kita memahami Al-Qur'an dan as-Sunnah serta mengamalkannya menurut Imam Syafi'i. Karena bukan berarti beliau meninggalkan madzhabnya, karena semua madzhab mengarah kepada Nabi SAW.

Dalam urusan ikhtilaf terkadang harus diambil keputusan yang harus diterima oleh semua kalangan, dan permasalahan seperti ini biasanya merupakan permasalahan teknis yang tidak disebutkan dalam teks Al-Qur'an dan as-Sunnah. Maka di sinilah syura' dibutuhkan dan ada pemimpin yang menentukan kata-kata terakhir syura' tersebut. Dan akhirnya diputuskan dengan suara terbanyak untuk berangkat ke Uhud, padahal Nabi SAW berkeinginan untuk tetap tinggal di Madinah. Ikhtilaf lainnya adalah yang berkaitan dengan pemahaman teks Al-Qur'an dan as-Sunnah.

Kegunaan Ilmu Fiqih (The use of Imu Fiqh)

  • Tafaquh Fid-Dien (Memperdalam Pemahaman
  • Syariah adalah Pengawal Quran & Sunnah
  • Syariah adalah Porsi Terbesar Ajaran Islam
  • Kehancuran Umat Ditandai dari Hilangnya
  • Tipu Daya Orientalis dan Sekuleris Sangat
  • Kelemahan Pergerakan Umumnya Pada Syariah
  • Amal Sedikit dengan Ilmu Lebih Utama dari
  • Fiqih adalah Ilmu yang Siap Pakai

Menurut Asy Shaikh, Ihsan Ilahi Zhahir berkata: “Apabila kita melihat kepada ajaran sufi zaman awal dan akhir, dan juga perkataan mereka, sama ada yang keluar dari mulut mereka atau yang terdapat dalam kitab mereka yang terdahulu dan yang terkini, maka mereka sangat berbeza dengan ajaran Al Qur'an dan Sunnah.Syari'at ialah hukum-hukum formal yang dijadikan asas kepada amalan lahir yang ditetapkan dalam ajaran agama melalui Al Qur'an dan Sunnah.Rasul adalah sumber kedua selepas Tuhan bagi para sufi untuk mendalami dan mengembangkan ilmunya, kerana hanya kepada Rasullah Allah menyerahkan wahyu-Nya, dan tentunya Rasul lebih mengetahui sesuatu yang tersembunyi di sebalik apa yang termaktub dalam al-Quran.

Setelah mengacu pada referensi Al-Qur'an dan Hadits, referensi kegiatan tasawuf selanjutnya adalah ilmu dan perbuatan para pengikut setia Nabi Muhammad SAW SAW. Ijma' Sufi (kesepakatan antar ulama tasawuf) merupakan hakikat yang sangat penting dalam tasawuf, oleh karena itu dijadikan sumber ketiga dalam tasawuf setelah Al-Qur'an dan Hadits. AI-Quran dan Terjemahannya (2004) Departemen Agama Republik Indonesia Abdurrahim, Muhammad, Imanuddin, Kuliah Tauhid, (Jakarta: Yayasan Sari Insan, 2009).

SUFISTIK (SUFISTIC)

Pengertian Etimologi (Definition Of Etymology)

Kata Shuf yaitu bahan wool atau bulu domba kasar yang biasanya menjadi ciri khas pakaian sufi. Imam Junayd dari Bagdad (w. 910) mendefinisikan tasawuf sebagai perolehan setiap sifat mulia dan ditinggalkannya setiap sifat rendah. Syekh Abul Hasan Asy Syadzili (w. 1258), seorang syekh sufi besar dari Afrika Utara, mendefinisikan tasawuf sebagai pengamalan dan pelatihan diri melalui cinta dan ibadah yang mendalam untuk kembali ke jalan Tuhan.

Amin mujurlah mendefinisikan tasawuf sebagai satu sistem latihan bersungguh-sungguh (riyadhah mujahadah) untuk menyucikan, meninggikan dan mendalami aspek kerohanian agar mendekatkan diri kepada Allah (taqarrub) agar segala perhatian tertumpu kepada-Nya semata-mata. Jadi, ilmu tasawuf ialah ilmu yang kita tahu menyucikan jiwa, menyucikan akhlak, mengembangkan zahir dan batin untuk mencapai kebahagiaan abadi. Dan kita boleh menyimpulkan bahawa asas tasawuf adalah penyucian hati dan penjagaannya dari sebarang bahaya, dan hasil akhir adalah hubungan yang benar dan harmoni antara manusia dan Tuhan.

Dasar-dasar Tasawwuf (Basics of Tasawwuf)

Oleh itu, seorang sufi ialah orang yang telah dibolehkan oleh Allah untuk menyucikan hati dan menjalinkan hubungan dengan-Nya dan makhluk-Nya dengan menempuh jalan yang benar, sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Pandangan tentang Asal Usul Tasawwuf (Views

Tasawuf merupakan ajaran mistik yang dianut oleh sekelompok agama di Timur khususnya Persia dan India, yang mengajarkan bahwa segala sesuatu yang tampak di dunia ini adalah sesuatu yang khayalan (als idealish timbul), manusia sebagai emanasi (uitvloesel) dari Tuhan selalu berusaha untuk menyatukan kembali dengan dia. Pemahaman tasawuf terbentuk dari dua unsur, yaitu (1) Perasaan spiritual yang sudah ada di kalangan umat Islam sejak awal berkembangnya agama Islam, (2) adat-istiadat atau kebiasaan-kebiasaan umat Islam yang baru, yang bersumber dari ajaran non-Islam. agama dan berbagai ide mistik. Oleh karena itu, pengertian tasawuf bukanlah ajaran Islam, walaupun mengandung beberapa unsur ajaran Islam, dengan kata lain dalam agama Islam tidak ada pengertian tasawuf, meskipun tidak sedikit umat Islam yang menganutnya.

Dan kita tidak pernah melihat asal usul ajaran sufi ini dalam sejarah pemimpin umat manusia Muhammad SAW, mahupun dalam sejarah para sahabatnya yang mulia, serta makhluk pilihan Allah Ta'ala di alam ini. Sebaliknya, kita melihat bahawa ajaran sufi ini telah diterima pakai dan diwarisi daripada agama Kristian, Brahma Hindu, penyembahan Yahudi dan zuhud Buddha.”

Sejarah Perkembangan Tasawuf (History of the

  • Abad I dan II Hijriyah
  • Fase Abad III dan IV Hijriyah
  • Fase Abad V Hihriyah
  • Fase Abad VI Hijriyah

Tokoh-tokoh yang berada pada fase ini diantaranya adalah Abu Yazid al-Busthami (w. 263 H.) dengan konsep ittihadnya, Abu al-Mughits al-Husain Abu Manshur al-Hallaj H.), yang lebih dikenal dengan sebutan al-Hallaj dengan Hululnya belajar. Fase ini disebut dengan fase konsolidasi yaitu penguatan tasawuf dengan landasan aslinya yaitu Al-Qur'an dan Al-Hadits, atau yang sering disebut dengan tasawuf cerah yaitu tasawuf yang sesuai dengan tradisi (sunnah). Nabi dan para sahabatnya. Fase ini sebenarnya merupakan reaksi terhadap fase sebelumnya dimana tasawuf sudah mulai menyimpang dari koridor syariah atau tradisi Nabi dan para sahabat (sunnah).

Tokoh sufi pada fase ini adalah Abu Hamid al-Ghazali (w. 505 H.) atau lebih dikenal dengan sebutan al-Ghzali. Fase ini ditandai dengan bangkitnya tasawuf filsafat, yaitu tasawuf yang memadukan rasa (dzauq) dan akal (akal), tasawuf bercampur dengan filsafat khususnya filsafat Yunani. Tokoh pada fase ini adalah Muhyiddin Ibnu Arabi atau lebih dikenal dengan Ibnu Arabi (560 -638 H.) dengan konsepnya wahdah al-Wujud.

Pembagian Ilmu Tasawuf

  • Tasawuf Ahlaki
  • Tasawuf Amali
  • Tasawuf Falsafi

Salah satu akhlak yang paling tercela yang menyebabkan akhlak buruk adalah kecintaan yang berlebihan terhadap urusan duniawi. Tasawuf Amali adalah tasawuf yang mengutamakan kebiasaan beribadah yang tujuannya adalah memperoleh penghayatan spiritual dalam setiap amal ibadahnya. Dalam dunia sufi, hakikat diartikan sebagai aspek spiritual terdalam dari setiap karya atau hakikat dan rahasia syariat yang menjadi tujuan perjalanan menuju Allah.

Dalam istilah tasawuf diartikan sebagai ilmu langsung tentang Tuhan yang diperoleh melalui hati sebagai hikmah langsung dari ilmu alam. Dalam tasawuf filsafat, mengenai keesaan Tuhan dan makhluknya, setidaknya ada beberapa istilah yang dikenal beserta tokohnya, yaitu; Hulul, pemegang al~wujud, insan kamil, Wujud Mutlak. Istilah wahdah Al-wujud merupakan suatu konsep yang mengatakan bahwa manusia dapat menyatu dengan Tuhan, namun Tuhan tidak ada, namun yang dimaksud dengan kesatuan tuahn disini bukanlah Wujud Tuhan yang sebenarnya, melainkan sifat-sifat Tuhan yang dipancarkan manusia ketika orang telah melakukan prosesnya. makhluk hidup'.

Sumber-sumber Tasawwuf

  • Allah
  • Rasulullah SAW
  • Pengalaman Sahabat
  • Ijma’ Sufi
  • Ijtihad Sufi
  • Qiyas Sufi
  • Nurani Sufi
  • Amalan Sufi

Dalam kesendirian para sufi banyak menghadapi pengalaman-pengalaman aneh, pengalaman-pengalaman tersebut adalah guru terbaik, namun Allah memberikan mereka aqal untuk berpikir sekomprehensif mungkin, sebagai alat untuk membedakan antara positif dan negatif dalam sebuah pengalaman. Rule of law: kajian tentang asas-asasnya dari sudut pandang hukum Islam, pelaksanaannya pada masa Madinah dan sekarang. Abdul Ghani Abdullah, Pengantar Kumpulan Hukum Islam dalam Sistem Hukum Indonesia Jakarta, Gema Insani Press, 2014.

Referensi

Dokumen terkait