Kajian Musik
Multikulturalisme
Merdiani Gulo
Merdiani Gulo
JUDUL JURNAL
REPRESENTASI BUDAYA LOKAL “BASANAN USING”
DALAM LAGU-LAGU
JAZZ PATROL BANYUWANGI
PEMBAHASAN
1. PROSES PENCIPTAAN 2. INSTRUMEN
3. IDE PENCIPTAAN
PROSES PENCIPTAAN
Jurnal ini ditulis oleh Kurnia
Sudarwati, seorang Mahasiswa
di Universitas Jember, Fakultas
lmu Budaya
JURNAL INI DITULIS UNTUK MENGUNGKAPKAN BENTUK
REPRESENTASI BUDAYA
LOKAL SERTA IDENTITAS MASYARAKAT BANYUWANGI MELALUI TEKS BASANAN
DALAM LAGU-LAGU JAZZ
PATROL
1. Gitar 10. Cello 2. keteng-keteng
3. Marakas 4. Violin
5. Keroncong
6. Angklung caruk 7. Pareret
8. Sulim 9. Kajon
INSTRUMEN YANG DIGUNAKAN DALAM MUSIK JAZZ DAN PATROL BANYUWANGI
INSTRUMEN
Keteng-keteng merupakan alat musik tradisional suku Karo, yang mana
materialnya berasal dari bambu. Dan juga merupakan klasifikasi dari idiophone
karena bunyi yang dihasilkan keteng- keteng ini dari badan alat musik itu sendiri, sedangkan sub klasifikasi nya yaitu struck idiophone karena dipukul menggunakan stik
KETENG-KETENG
Angklung caruk merupakan alat musik
tradisional masyarakat banyuwangi, yang mana materialnya berasal dari bambu.
Dan juga merupakan klasifikasi dari
idiophone karena bunyi yang dihasilkan angklung caruk ini dari badan alat musik itu sendiri, sedangkan sub klasifikasi nya yaitu struck idiophone karena dipukul
menggunakan stik
ANGKUNG CARUK
Gitar adalah suatu alat musik tradisional Spanyol sehingga dipercaya bahwa alat musik petik ini berasal dari spanyol. Dan gitar juga merupakan klasifikasi dari
kordophone karena gitar ini termasuk alat musik berdawai , sedangkan sub
klasifikasi nya yaitu lute karena mereka senar dan memiliki gagang. Dan juga
disebut long necklute karena gagangnya yang panjang
GITAR
Keroncong adalah jenis musik yang dibawa oleh bangsa Portugis ke Indonesia sekitar pada tahun 1661, Keroncong memiliki 4 senar, dimainkan dengan cara dipetik. Keroncong
juga merupakan klasifikasi dari kordophone karena Keroncong ini termasuk alat musik berdawai , sedangkan sub klasifikasi nya
yaitu lute karena memiliki senar dan memiliki gagang. Dan juga disebut long necklute
karena gagangnya yang panjang
KERONCONG
Alat musik cello berasal dari Eropa khususnya Italia. Dan cello juga
merupakan klasifikasi dari kordophone karena cello ini termasuk alat musik
berdawai , sedangkan sub klasifikasi nya yaitu lute karena memiliki senar dan
memiliki gagang. Dan juga disebut short necklute karena gagangnya yang pendek
CELLO
Biola pertama itu terdiri dari 3 senar. Sejak tahun 1540 biola mempunyai 4 senar dengan bentuk yang tidak terlalu berbeda dengan biola sekarang. Jenis biola tersebut berasal dari daerah Itali bagian utara Dan biola
juga merupakan klasifikasi dari kordophone karena biola ini termasuk alat musik
berdawai , sedangkan sub klasifikasi nya
yaitu lute karena memiliki senar dan memiliki gagang. Dan juga disebut short necklute karena gagangnya yang pendek
BIOLA ( VIOLIN)
Sulim adalah seruling bambu milik
masyarakat Batak Toba, alat musik ini materialnya berasal dari bambu dan
dimainkan dengan cara ditiup. Klasifikasi dari sulim ini yaitu aerophone yang mana sumber bunyinya berasal dari udara dan sub
klasifikasi nya yaitu side blown flute karena dimainkan dengan ditiup dari samping
SULIM
Sebuah pereret terbuat dari kayu bentuk bulat panjang bagian tengahnya berongga. Pada
bagian atas terdapat lidah sebagai sumber
suara. Pada batangnya terdapat tujuh lobang sebagi nada. Fungsinya dipergunakan sebagai
alat musik Tradisioanal Suku SasakAlat musik ini dimainkan dengan cara di tiup. Klasifikasi dari alat musik ini yaitu aerophone yang mana
sumber bunyinya berasal dari udara dan sub klasifikasi nya yaitu and blowind flute karena dimainkan dengan ditiup dari depan
PARERE
Alat musik marakas ini sebenarnya berasal dari daerah Afrika. Pada zaman dahulu, alat musik ini dimainkan secara tunggal bukan
bersama-sama dengan alat musik lainnya, terutama sebagai media penyembuhan dalam prosesi ritual. Marakas ini merupakan
klasifikasi idiophone dan sub klasifikasi nya yaitu shaken idiophone (digoyang)
MARAKAS
Kajon adalah alat musik pukul yang
berbentuk kotak yang berasal dari Peru,
dimainkan dengan hanya memukul permukaan depan atau belakang (pada umumnya
menggunakan kayu lapis tipis) dengan tangan, jari, atau terkadang pemain menggunakan
alat tambahan seperti stik drum sapu atau Mallet, atau tongkat stik drum. Kajon ini
termasuk klasifikasi idiophone karena sumber bunyinya dari badan alat musik itu sendiri,
sub klasifikasi nya yaitu: struck idiophone
KAJON
IDE PENCIPTAAN
Tercipta nya musik multikulturalisme pada masayarakat Banyuwangi yaitu berawal dari industri ekonomi kreatif berbasis budaya lokal yang dilakukan dengan berbagai
cara, seperti terus terselenggaranya berbagai tradisi seperti: Seblang Olehsari, seblang
Bakungan, Keboan Aliyan, Kebo-keboan Alasmalang, Barong Ider Bumi Kemiren,
Petik Laut Muncar, serta Banyuwangi Ethno Carnival pada setiap tahunnya
IDE PENCIPTAAN
MAKA DARI ITU TERCIPTA LAH SEBUAH PERTUNJUKAN MUSIK YANG MANA ALAT MUSIK YANG DIGUNAKAN BERASAL DARI
BERBAGAI DAERAH, DAN DIPENTASKAN DIPERTUNJUKKAN KHUSUS NYA MASYARAKAT BANYUWANGI.
INDUSTRI KREATIF TERUS BERKEMBANG DAN MEMBUKA KESEMPATAN PADA PELAKU KREATOR UNTUK
MEMPUBLIKASIKAN SETIAP KEGIATAN SENI YANG DI
SUGUHKAN OLEH PEMUDA BANYUWANGI. DAN DIPASARKAN MELALUI MEDIA PROMOSI SEPERTI YOUTUBE. BERBAGAI
TANGGAPAN DARI PARA PENONTON YANG MENDORONG PARA SENIMAN SERTA PARA KREATOR UNTUK TERUS
MENCIPTAKAN KARYA SENI DARI BUDAYA LOKAL.
KURNIA SUDARWATI SELAKU PENULIS JURNAL INI MENGAMBIL
KESEMPATAN MEMBAHAS DALAM SEBUAH JURNAL REPRESENTASI BUDAYA LOKAL DALAM HAL INI
LAGU-LAGU JAZZ PATROL BANYUWANGI "BASANAN USING" SEHINGGA MUNCUL IDE KREATIF SANGAT MEMICU SEMANGATNYA DALAM
MENUANGKAN HASIL PEMENTASAN BASANAN USING INI DALAM SEBUAH JURNAL. KARNA JURNAL INI SANGAT MEMBANTU PARA
PEMBACA UNTUK LEBIH MENGETAHUI APA ITU MULTIKULTURALISME DALAM BUDAYA LOKAL. DALAM JURNAL INI TIDAK HANYA
MEMBAHAS TENTANG MUSIK DAN LAGUNYA SAJA, TAPI DALAM
JURNAL INI MEMBAHAS JUGA TENTANG KOSTUM/PAKAIAN DAN JUGA
BAHASA YANG DIGUNAKAN OLEH MASAYARAKAT BANYUWANGI
PERKEMBANGAN MEDIA DI ERA GLOBALISASI SAAT INI TURUT MEMPENGARUHI BUDAYA MASYARAKAT BANYUWANGI BAIK
DARI LOGAT BAHASA, CARA BERPAKAIAN, DAN CARA MEREKA BERMAIN MUSIK. SEHINGGA MASAYARAKAT
BANYUWANGI SUDAH TERMASUK SUKU YANG BERKEMBANG YANG SUDAH MENGIKUTI ZAMAN MODERN SEKARANG.
ALAT MUSIK YANG DIGUNAKAN TIDAK HANYA ALAT MUSIK TRADISIONAL MEREKA SAJA, MELAINKAN SUDAH
MEMPELAJARI ALAT MUSIK BARAT DAN ALAT MUSIK
TRADISIONAL DAERAH LAIN.
KESIMPULAN
Representasi merupakan bentuk penyajian kembali kenyataan dalam bentuk visual maupun audiovisual. Kebudayaan secara umum dapat
dilihat dari bahasa, pakaian, dan kebiasaan masyarakat.
Dapat kita simpulkan bahwa bahasa sebagai alat komunikasi sangat mempengaruhi masuknya budaya lain sehingga kita tau
keanekaragaman setiap budaya.
dan bukan hanya bahasa saja yang mempengaruhi masuknya budaya lain tapi, dengan adanya teknologi yang sudah canggih juga memberikan pengaruh besar. Ekonomi, sekolah, perkawinan, peperangan, dan hal lain
sebagainya
LINK YOUTUBE
1. HTTPS://YOUTU.BE/XSXBJARITEQ?SI=C8-FKFT9AG- MICNJ
2. HTTPS://WWW.YOUTUBE.COM/WATCH?
V=FW1SVSCYVTE&FEATURE=YOUTU.BE)
TERIMAKASIH