Instrumentasi Elektronika
Kalibrasi
EruP(c)3-2014/2016
PENS
Kalibrasi
• Secara umum yang disebut dengan “Kalibrasi”
adalah
– membandingkan antara hasil pengukuran suatu alat dengan hasil pengukuran alat lain sebagai referensi yang sudah dikalibrasi sebelumnya
• Alat yang akan dikalibrasi dibandingkan dengan alat yang sudah dikalibrasi (alat referensi)
– Bisa juga, alat referensi ini dianggap sebagai alat yang hasil pengukurannya benar
• Akan ada selisih atau nilai tertentu yang digunakan sebagai penjelas perbedaan alat dengan alat referensi
Koreksi
• Jika suatu alat sudah dilakukan kalibrasi, maka akan muncul nilai-nilai tertentu yang digunakan untuk menyatakan perbedaan nilai yang
ditunjukkan oleh alat tersebut dengan yang ditunjukkan oleh referensi
• Prosedur koreksi adalah melakukan
pengubahan hasil pengukuran dari alat yang telah dikalibrasi sebelumnya dengan
memasukkan nilai-nilai hasil kalibrasi
– Diharapkan, setelah dilakukan koreksi, maka
penunjukkan alat yang telah dikalibrasi akan sama dengan penunjukkan alat referensi
Contoh
• Suatu alat ukur yang akan dikalibrasi digunakan bersama alat ukur referensi (yang telah dikalibrasi sebelumnya) untuk mengukur suatu suhu tertentu
• Hasil pengukuran menunjukkan:
– Alat yang diuji: 30C – Alat referensi: 32C
• Nilai koreksi: 32C-30C=2C
• Alat yang diuji dilakukan koreksi pada tampilannya dengan menambahkan nilai 2C pada setiap hasil pengukurannya
– Sehingga yang semula menunjukkan 30C, menjadi 32C
Prosedur Kalibrasi
• Kalibrasi 1 titik
– Pengaturan offset (kenaikan/penurunan suhu)
• Gain (kemiringan) dianggap sesuai
– Pengaturan gain (kemiringan)
• Titik offset dianggap sesuai (saat 0°C keluar tepat 0mV)
• Untuk mengetahui ketidak sesuaian gain, sebenarnya diperlukan kalibrasi dua titik
• Kalibrasi dua titik
– Offset dan gain dianggap tidak sesuai
– Diperlukan 2 titik kalibrasi untuk mendapatkan satu persamaan garis lurus
• Mendapatkan nilai offset dan gain sekaligus
Suhu vs Vout
0 0,1 0,2 0,3 0,4 0,5 0,6 0,7 0,8 0,9 1
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
Suhu
Vout Normal
Offset Gain
Offset+Gain Offset diturunkan
Offset dinaikkan, Gain diturunkan (perlu kalibrasi dua titik)
Gain diturunkan
Offset diturunkan Offset diturunkan Gain diturunkan
Offset diturunkan Gain diturunkan
Offset diturunkan
Offset dinaikkan, Gain diturunkan (perlu kalibrasi dua titik)
Gain diturunkan
Offset diturunkan
Contoh Kalibrasi Satu Titik
• Kalibrasi menggunakan alat ukur suhu referensi dan alat ukur yang dibuat
• Kedua alat ukur dijadikan satu (berdekatan) dan dikenakan pada suhu yang sama
• Misalkan, alat referensi menunjukkan 30°C dan alat yang diuji menunjukkan 33°C
• Kesalahan Offset (harus yakin, bahwa slope sama)
– Faktor koreksi = 30°C - 33°C = -3°C – Setiap pengukuran akan dikurangi 3°C
– Atau offset diatur, sehingga menunjukkan nilai 3°C lebih kecil
• Kesalahan Gain (harus yakin, saat 0C, hasilnya sama)
– Faktor koreksi = 30°C / 33°C = 0,909°C – Setiap pengukuran dikalikan 0,909°C
Catatan
• Kalau tidak yakin akan kesalahan dari alat yang akan diuji, maka sebaiknya
menggunakan pendekatan kalibrasi dua
titik
Contoh Kalibrasi Dua Titik #1
• Contoh hasil pengujian
• Analisa
– Selisih antara Ref dan Uji pada pengujian #1 dan #2 sama-sama -3°C, artinya terjadi kesalahan offset
sebesar -3°C
• Koreksi
– Maka, setiap hasil pengukuran harus dikurangi 3°C
Titik Uji Ref Uji
#1 30°C 33°C
#2 40°C 43°C
Ref #1 – Uji #1 = 30°C - 33°C = -3°C Ref #2 – Uji #2 = 40°C - 43°C = -3°C
Contoh Kalibrasi Dua Titik #2
• Contoh hasil pengujian
• Analisa
– Hasil bagi antara Ref dengan Uji pada pengujian #1 dan #2 sama-sama menghasilkan nilai 0,909, artinya terjadi kesalahan penguatan sebesar 0,909x
• Koreksi
– Maka, setiap hasil pengukuran harus dikalikan 0,909
Titik Uji Ref Uji
#1 30°C 33°C
#2 40°C 44°C
Ref #1 / Uji #1 = 30°C / 33°C = 0,909°C Ref #2 / Uji #2 = 40°C / 44°C = 0,909°C
Contoh Kalibrasi Dua Titik #3
• Contoh hasil pengujian
• Analisa
– Operasi pengurangan maupun pembagian pada pengujian #1 dan #2 tidak menghasilkan nilai yang sama, artinya terjadi kesalahan offset dan gain
– Harus dilakukan analisa persamaan garis lebih lanjut ...
Titik Uji Ref Uji
#1 30°C 31°C
#2 40°C 43°C
Ref #1 – Uji #1 = 30°C - 31°C = -1°C Ref #2 – Uji #2 = 40°C - 43°C = -3°C dan
Ref #1 / Uji #1 = 30°C - 31°C = 0,968°C Ref #2 / Uji #2 = 40°C - 43°C = 0,930°C
Kalibrasi Offset dan Gain
• Contoh hasil pengujian
• Analisa
– Didapatkan persamaan garis R = 0,833 x U + 4,177°C – Artinya, terjadi kesalahan offset sebesar +4,177°C
dan kesalahan gain sebesar 0,833
– Maka, hasil setiap pengukuran harus dikalikan dengan 0,833 dan ditambah 4,177°C
Titik Uji Ref Uji
#1 30°C 31°C
#2 40°C 43°C
Ref = 40°C - 30°C = 10°C
Uji = 43°C - 31°C = 12°C m = Ref / Uji = 0,833 Persamaan garis koreksi:
R = m.U + C
Saat Ref = 30°C, Uji = 31°C, sehingga C = R – m.U = 30°C – 0,833 x 31°C C = 4,177°C
Persamaan garis koreksi lengkap:
R = 0,833 x U + 4,177°C
Cara Kalibrasi Rangkaian
• Misalkan didapatkan persamaan koreksi
– R = 0,833 x U + 4,177°C
• Maka, prosedur kalibrasi rangkaian
– Baca nilai Ref dan Uji saat ini, misalkan Ref=30°C dan Uji=31°C
– Turunkan gain (karena nilainya 0,833), sampai nilai keluaran menunjukkan 31°C x 0,833 = 25,823°C
– Naikkan offset (karena nilainya +4,177°C), sampai nilai keluaran tepat menunjukkan 30°C (=Ref)
Kalibrasi Lainnya
• Kalibrasi 1 titik
– Bentuk grafik fungsi transfer sensor membentuk garis lurus, dengan kesalahan hanya salah satu dari offset atau gain
• Kalibrasi 2 titik
– Bentuk grafik membentuk garis lurus
• Kalibrasi 3 titik
– Bentuk grafik membentuk lengkungan orde 2 (kuadrad)
• Kalibrasi 4 titik
– Bentuk grafik membentuk lengkungan orde 3
• Kalibrasi banyak titik
– Bentuk grafik membentuk lengkungan orde banyak (polinomial, atau lainnya, bentuk tidak jelas)
Contoh Kalibrasi
Ref (X) Ukur (Y)
20 25
20 19
20 22
20 21
40 40
40 43
40 45
40 47
60 56
60 59
60 57
60 55
80 89
80 88
80 92
80 91
y = 0,0006x3- 0,0844x2+ 4,4563x - 38,5
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90
Ukur
Ukur Poly. (Ukur)
Contoh
Ref Ukur Koreksi
0 0 2,3604
5 3 6,1896
10 6 9,9486
15 10 14,8514
20 14 19,6294
25 19 25,4264
30 22 28,811
35 27 34,296
40 31 38,5436
45 33 40,6206
50 43 50,5376
55 46 53,3606
60 55 61,4084
65 60 65,6064
70 65 69,6094
75 74 76,3234
80 85 83,6714
85 89 86,1094
90 95 89,5324
95 102 93,171
100 110 96,8614
Regresi Polinomial Pangkat 2 y = 0,0054x2+ 0,5713x - 0,013
-20 0 20 40 60 80 100 120
0 20 40 60 80 100 120
Ukur Ref Koreksi Poly. (Ukur)
y = -0,0039x2+ 1,2881x + 2,3604
0 20 40 60 80 100 120
0 20 40 60 80 100 120
Koreksi, X=Ukur, Y=Ref
Ref Poly. (Ref)
Pengukuran, X=Ref, Y=Ukur
Koreksi menggunakan Perhitungan Regresi
• Jika dimungkinkan melakukan
kalibrasi/pengukuran menggunakan banyak titik, maka prosedur untuk mendapatkan
persamaan koreksinya bias dengan menggunakan perhitungan regresi
• Perhitungan regresi bias digunakan untuk
mendapatkan pendekatan persamaan dalam bentuk
– Linear, kuadratik, polynomial, eksponensial,
logaritmis, dan sebagainya
Dasar Regresi Linear
• Prosedur melakukan Regresi Linear
– Menyusun dalam bentuk table X (Hasil Uji) – Y (Referensi)
– Menambahkan kolom X
2, Y
2dan XY
– Tambahkan baris total X (X), total Y (Y), total X
2(X
2), total Y
2(Y
2), dan total XY (XY)
– Hitung koefisien a dan b
– Lakukan koreksi dengan Koreksi = a + bX
Regresi Menggunakan EXCEL
• Prosedur menggunakan EXCEL
– Susun table dalam EXCEL dalam urutan UJI dan REF
– Blok semua data (2 kolom)
– Tambahkan grafik/plot/chart dalam model scattered
– Tambahkan Trendlines dan pilih mode persamaannya
– Tampilkan persamaan
– Lakukan koreksi berdasarkan persamaan yang
ditampilkan