• Tidak ada hasil yang ditemukan

KANGAROO MOTHER CARE

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "KANGAROO MOTHER CARE "

Copied!
46
0
0

Teks penuh

Efforts to treat hypothermia in low birth weight babies through the kangaroo mother care method. An effective way to maintain temperature stability in low birth weight babies is the kangaroo mother care (KMC) method. Objective: To know the efforts to manage low birth weight babies through Kangaroo Mother Care (KMC).

Kangaroo Mother Care (KMC) sangat efektif pada bayi berat lahir rendah yang mengalami hipotermia untuk menjaga kestabilan suhu tubuhnya. Cara yang efektif untuk menjaga kestabilan suhu pada bayi berat lahir rendah adalah dengan metode kangaroo mother care (KMC). Kangaroo mother care merupakan perawatan kulit ke kulit agar bayi menerima aliran panas melalui konduksi dan radiasi dari ibu.

Tujuan: Untuk mengetahui upaya penanganan bayi berat lahir rendah dengan metode kangaroo mother care (KMC). Kesimpulan: Metode ibu kanguru sangat cocok dan mudah untuk menunjang kesehatan dan keselamatan bayi prematur.

SKENARIO KLINIS

Untuk pengumpulan data dilakukan wawancara dengan keluarga pasien, ibu pasien menceritakan riwayat masa lalu sebelum melahirkan, ibu pasien mengatakan asupan makanannya cukup, suka makan buah-buahan, rutin minum vitamin, susu dan makan sayur, teratur melakukan pemeriksaan ginekologi dan USG, ibu pasien mengatakan air ketubannya pecah saat memasuki usia kehamilan 30 minggu dan dibawa ke RSUD Karanganyar dan melahirkan spontan pada pukul 08:30 WIB tanggal 11 Februari 2021. S mendapat dekstrosa 10%. terapi cairan dengan kecepatan 10 tpm dan terapi obat sefotaksim 50mg/12 jam, aminofilin 4mg/12 jam, deksametason 1mg/12 jam, aminosteril 100cc/hari.

PENDAHULUAN

Angka Kematian Bayi (AKB) menjadi tolok ukur dalam menentukan tingkat kesehatan masyarakat, baik secara nasional maupun provinsi. Angka tersebut menurun dibandingkan data pada tahun 2018 ketika angka kematian bayi di Indonesia masih mencapai 21,86 atau pada tahun 2017 yang mencapai 22,62, meskipun terjadi penurunan namun angka kematian bayi di Indonesia masih tergolong tinggi dibandingkan negara-negara Asia Tenggara lainnya. negara (Lestari 2020). Data Program Kesehatan Provinsi Jawa Tengah tahun 2020 bertambah 530 kasus kematian ibu karena pada masa pandemi Covid-19 masyarakat termasuk ibu hamil takut mengunjungi fasilitas kesehatan, sedangkan angka kematian bayi 100 dari seribu kelahiran. (Sprovat, 2020).

Hipotermia menyumbang angka kematian bayi sebesar 6,3%, salah satu penyebab hipotermia adalah buruknya penanganan bayi baru lahir. Salah satu penanganan yang tepat pada bayi baru lahir adalah dengan melakukan inisiasi menyusu dini. Penanganan bayi baru lahir yang buruk dapat mengakibatkan bayi mengalami cacat seumur hidup dan kematian.

Hipotermia pada bayi baru lahir dapat mengakibatkan stres dingin yang kemudian dapat menyebabkan hipoksemia atau hipoglikemia dan mengakibatkan kerusakan otak (Silvia, 2015). Salah satu upaya pencegahan hipotermia pada bayi baru lahir dapat dilakukan dengan menghangatkan tubuh bayi yaitu dengan perawatan konvensional di inkubator, namun teknologi inkubator relatif mahal.

PERTANYAAN KLINIS

STRATEGI PENCARIAN

Perawatan Ibu Kanguru (KMC) adalah teknik keperawatan berbasis bukti yang direkomendasikan sebagai perawatan standar untuk semua bayi baru lahir yang stabil secara klinis/prestabil. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh KMC terhadap pencegahan hipotermia pada bayi berat lahir rendah di RSUD Karanganyar.

Tabel 2. Alur Pencarian Jurnal  Database  Strategi Pencarian  Jurnal
Tabel 2. Alur Pencarian Jurnal Database Strategi Pencarian Jurnal

CRITICAL APPRAISAL

HASIL

Luaran yang diukur adalah adanya peningkatan suhu tubuh bayi berat lahir rendah (BBLR) setelah diberikan metode kangaroo mother care (KMC). Hasil penelitian sebelum dilakukan PMK menunjukkan mayoritas suhu tubuh hipotermia sedang pada hari I sebanyak 17 bayi (85%), hari II dan III sebanyak 16 bayi (80%) dan setelah PMK terjadi peningkatan suhu tubuh normal. pada hari I sebanyak 19 bayi (95%), hari II dan III sebanyak 20 bayi (100%). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh pengobatan metode kangguru terhadap peningkatan suhu tubuh.

Data ibu yang menjalani pengobatan metode kanguru meliputi jenis persalinan (operasi caesar dan spontan) dan usia kehamilan 30 hingga 34 minggu, seperti terlihat pada Tabel 7. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata perubahan suhu tubuh saat bersentuhan Pada perlakuan terapi suhu 0,17°C dengan standar deviasi 0,110°C, sedangkan pada metode perlakuan kanguru rerata perubahan suhu tubuh sebesar 0,32°C dengan standar deviasi 0,161°C. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode pengobatan kanguru lebih efektif dalam meningkatkan suhu tubuh bayi berat lahir rendah dibandingkan terapi sentuhan.

Dari estimasi interval tersebut disimpulkan bahwa 95% percaya bahwa rerata perbedaan suhu tubuh sebelum dan sesudah perlakuan terapi sentuh adalah antara 0,11 0C hingga 0,23 0C. Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,0001 sehingga dapat disimpulkan terapi sentuhan efektif meningkatkan suhu tubuh bayi berat lahir rendah. Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,0001 sehingga dapat disimpulkan bahwa metode kanguru care efektif meningkatkan suhu tubuh bayi berat lahir rendah.

Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,007 yang berarti pada alpha < 0,05 terdapat perbedaan rerata perubahan suhu tubuh yang signifikan antara perlakuan terapi sentuhan dengan perlakuan metode kanguru. Jadi dapat disimpulkan bahwa metode pengobatan kanguru lebih efektif dalam meningkatkan suhu tubuh bayi berat lahir rendah dibandingkan terapi sentuhan.

PEMBAHASAN

DISKUSI

Berdasarkan data, sampel penelitian adalah bayi BBLR yang diberi perlakuan metode kanguru, dimana rerata suhu tubuh sebelum PMK adalah 36,260 dan rerata hasil setelah PMK adalah 36,915, dengan nilai signifikansi (2 tabel) sebesar 0,000 yang berarti berarti nilai signifikan 2 tabel ≤ 0,05. Pada pasien BBLR, suhu tubuh cenderung hipotermia akibat produksi panas yang tidak mencukupi dan kehilangan panas yang tinggi. Misal pada saat bayi dikeluarkan dari inkubator dan memakaikan topi dan popok, dalam proses dikeluarkan dari inkubator hingga topi dan popok digunakan, bayi dipaparkan pada suhu ruangan yang berkisar antara 22 0C - 24 0C disebabkan sedikitnya jumlah lemak coklat dalam tubuh dan belum matangnya sistem pengaturan suhu tubuh. membuat anak tidak mampu menjaga suhu tubuhnya, sehingga suhu tubuhnya turun. Perubahan suhu ini harus diperhatikan pada bayi berat lahir rendah (BBLR) karena bayi tidak dapat mempertahankan suhu normal karena pusat pengaturan tubuhnya masih berkembang.

Merawat bayi baru lahir yang sakit atau berukuran kecil (berat badan lahir <2500 gram atau usia kehamilan 37 minggu), memerlukan kehangatan tubuh ekstra untuk menjaga suhu tubuh normal, bayi dapat cepat hipotermia, dan penghangatan kembali memerlukan waktu yang lama. Cara menghangatkan dan menjaga suhu tubuh adalah kontak kulit, perawatan ibu kanguru (KMC) atau perawatan metode kanguru (PMK), paparan panas, inkubator dan ruangan hangat (Sembiring, 2017). Selain itu penyediaan inkubator mempunyai kendala yaitu terbatasnya jumlah inkubator, pengetahuan dan keterampilan petugas rumah sakit dalam melakukan upaya lain dalam perawatan bayi BBLR yang saat ini dikenal dengan metode kangaroo care (KMC) atau Kangaroo Mother Care. (KMC).

PMK merawat bayi baru lahir dengan cara menempelkan bayi pada dada ibu (bersentuhan dengan kulit bayi dan kulit ibu) agar suhu tubuh bayi tetap hangat. Salah satu pengobatan metode kanguru adalah posisi kanguru dimana posisi kanguru adalah dengan meletakkan bayi dalam posisi tegak di dada ibu, di antara payudara ibu, tanpa busana. Dengan metode ini, kulit ibu bisa menstabilkan suhu tubuh bayi lebih cepat dibandingkan perawatan dengan inkubator menggunakan metode kanguru.

BBLR akan lebih cepat mencapai kestabilan suhu tubuh dibandingkan BBLR tanpa SIP (120 menit vs 180 menit). Metode perawatan kanguru (KMK) merupakan perawatan yang meliputi kontak langsung antara kulit bayi dengan kulit ibu atau skin to skin contact, dimana ibu menghangatkan bayi dengan suhu tubuhnya. Artinya, tubuh bayi yang dingin terkena langsung suhu tubuh ibu yang hangat, sehingga terjadi proses perpindahan panas.

Rata-rata perubahan suhu tubuh pada terapi sentuhan sebesar 0,17 0C, dan pada metode kanguru rata-rata perubahan suhu tubuh sebesar 0,32 0C. Hal ini dikarenakan mekanisme perpindahan panas pada perlakuan kanguru lebih baik yaitu terdapat dua mekanisme perpindahan panas yaitu konduksi dan radiasi. Terapi sentuhan pada bayi berat lahir rendah juga dapat digunakan sebagai terapi untuk mencegah atau mengatasi hipotermia (Pongoh, 2019).

KESIMPULAN

Urutan pemijatan pada bayi berat lahir rendah adalah pertama memberikan rangsangan taktil selama 5 menit, kedua memberikan rangsangan kinestetik selama 5 menit, dan ketiga memberikan rangsangan taktil selama 5 menit (Roesli, 2010).

DAFTAR PUSTAKA

Pemberian metode Kangaroo Mother Care (Kmc) untuk kestabilan suhu tubuh bayi di ruang asuhan Ny.

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait