KARAKTERISASI SIFAT FISIK MINYAK Eucalyptus DARI Eucalyptus grandis SECARA ENZIMATIS
Muhammad Taufik1, Ananta Akram1
Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Email: [email protected] ABSTRACT
Research on the characterization of the physical properties of Eucalyptus oil from Eucalyptus grandisenzimatically using achatina fulica snail enzymes has been carried out to obtain a method suitable for volatile essential oils. This study uses the (RAL) method using two factorial. Factor 1 is the particle size consisting of 4 treatment vis, U1= 20 mesh, U2= 40 mesh, U3= 60 mesh, U4 80 mesh. Factor 2 is maceration time which consis of 4 treatments viz, M1= 2 days, M2= 3 days, M3= 4 days, M4= 5 days. The parameters observed were yield, specific gravity, refractive indeks, and aroma. From the results of the statistical analysis on each maceration time parameter gives a very significant effect (p<0,01) on the yield value, specific gravity, refractive index, and scent. Particle size gives a very significant effect (p<0,01) on yield value, specific gravity, refractive indeks, and scent
Keywords: Leaves of Eucalyptus grandis, Selulose enzymes, Mesh, Incubator A. PENDAHULAN
Salah satu negara yang memiliki biodiversitas tinggi adalah Indonesia memiliki banyak jenis tanaman yang dapat menjadi sumber minyak atsiri salah satu tanaman yang telah dikembangkan adalah tanamanEucaliptusyang nantinya menjadi komoditas khas. Eucalyptus merupakan tumbuhan yang mempunyai banyak manfaat selain digunakan sebagai bahan industri, Eucalyptus juga dimanfaatkan sebagai tanaman obat. Tumbuhan Eucalyptus juga memiliki keunikan yaitu diadapat berkembang dan tumbuh secara cepat. Secara umum tumbuhan Eucalyptus dikenal sebagai tumbuhan kayu putih.
Hutan Tanaman Industri Eucalyptus merupakan salah satu jenis prioritas yang dikembangkan dalam pengelolaan hutan tanaman Industridi Indonesia yang diperuntukkan sebagai kayu serat (pulp).
Kriteria jenis yang dikembangkan untuk Hutan Tanaman industri, dipilih jenis tanaman yang cepat tumbuh di daerah tropis seperti Indonesia sangat memungkinkan Eucalyptus untuk bertumbuh secara cepat (Mindawati, 2017).
Komponen utamaEucalyptusadalah 1,8-cineole, yang secara luas digunakan dalam industri makanan dan obat - obatan.
Minyak mentah Eucalyptus terutama diambil dari daun Eucalyptus yang diperoleh dengan cara distilasi uap. Ada
banyak metode untuk purify minyak Eucalyptus, termasuk distilasi, kristalisasi, distilasi molekuler, reaksi kimia, silika gel kolom chro-matography dan seterusnya (Setianingsih, 2017).
Minyak atsiri juga dikenal mudah menguap dan disebut minyak terbang.
Pengertian atau definisi minyak atsiri yang ditulis dalam Encyclopedia of Chemical Teknology menyebutkan bahwa minyak atsiri merupakan senyawa berbentuk cairan yang diperoleh dari bagian tanaman, akar, kulit, daun, batang, biji, maupun dari bunga dengan cara penyulngan dan hydrodistillation(Hadjer,T, 2017).
Lama ekstraksi pada bahan baku akan berkaitan dengan karakteristik bahan baku seperti ukuran partikel bahan, karena semakin lama ekstraksi semakin lama kontak antara bahan dengan pelarut dan semakin kecil ukuran bahan yang digunakan maka semakin luas bidang kontak antara bahan dengan pelarut sampai pada batas senyawa yang diekstrak habis dalam bahan, waktu maserasi dan perendaman Eucalyptus menggunakan pelarut kimia (Aryani,dkk, 2014).
B.METODOLOGI PENELITIAN
Metode penelitian dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan terdiri dari 2 faktor.
Faktor I: Pengaruh ukuran partikel (U) : U1 = 20 Mesh
ISSN 2614-1213 (Online)
https://doi.org/10.30596/agrintech.v2i2.3660
U2 = 40Mesh U3 = 60 Mesh U4 = 80 Mesh
Faktor II: Pengaruh waktu maserasi (M) yang terdiri dari empat taraf yaitu:
M1 = 1 hari M2 = 2hari M3 = 3hari M4 = 4hari
Kombinasi perlakuan adalah (Tc) = 4 x 4, dengan jumlah ulangan minimum perlakuan (n) adalah :
Tc (n-1) ≥ 15 16 (n-1) ≥ 15
16 n ≥ 31n ≥ 1,94...di bulatkan menjadi 2
untuk memperoleh ketelitian penelitian di lakukan ulangan sebanyak 2 kali
Bahan dan Alat
Bahan yang digunakan adalah daun Eucalyptus grandis ,enzim selulosa, dan Aquades
Alat Penelitian
Peralatan yang digunakan adalah timbangan,pisau,wadah,oven,ayakan 20, 40, 60, 80 mesh, pipet, tetes, gelas Ukur, terermometer, piknometor, dan tabung Reaksi
Prosedur Kerja
Sampel yang digunakan minyak Eucalyptus grandis dan enzim selulose bekicot dengan ukuran partikel dan waktu maserasi. Bahan Eucalyptus ditimbang sebanyak 50gram dan dicampurkan enzim selulose bekicot sebanyak 12%. Direndam selama masa waktu maserasi dan setiap sampel memakai ukuran partikel yang telah ditetapkan. Setelah itu uji sesuai parameter pengujian
C. HASIL DAN PEMBAHASAN
Dari hasil penelitian dan uji statistik, secara umum menunjukkan bahwa waktu maserasi dan ukuran partikel berpengaruh terhadap Analisis sifat fisika minyak atsiri dan daunEucalyptus grandisyang diamati.
A. Minyak Atsiri Daun Eucalyptus grandis
Data-rata hasil pengamatan pengaruh Waktu maserasi dan Ukuran partikel terhadap masing-masing parameter dapat diketahui pada Tabel 3 dan Tabel 4.
Tabel 3. Pengaruh Waktu maserasi terhadap parameter Minyak Atsiri Daun Eucalyptus grandis.
Tabel diatas menunjukkan bahwa semakin tinggi Waktu maserasi, maka bobot jenis, Indeks bias dan aroma maka akan semakin meningkat. Sedangkan pada Rendemen akan berfluktuatif. Rata-rata hasil pengamatan pengaruh Ukuran partikel terhadap parameter dapat dilihat pada Tabel 9.
Tabel 4. Pengaruh Ukuran partikel pada Parameter Minyak Atsiri DaunEucalyptus grandis.
Tabel diatas dapat menunjukan bahwa semakin lama waktu maserasi, maka bobot jenis, rendemen dan aroma semakin meningkat. Sedangkan Indeks bias menunjukkan penurunan seiring bertambahnya waktu maserasi.
Randemen Dan Pengaruh waktu maserasi
Tingkat perbedaan tersebut telah diuji dengan uji beda rata-rata dan dapat dilihat pada Tabel 5.
Tabel 5. Uji Pengaruh Lama Waktu Maserasi Terhadap Rendemen Minyak atsiri DaunEucalyptus grandis.
Keterangan:Huruf yang berbeda pada kolom notasi menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata pada taraf 5% dan berbeda sangat nyata pada taraf 1%.
Berdasarkan Tabel 5 dapat diketahui bahwa perlakuan M1 berbeda sangat nyata terhadap perlakuan M2, M3
tidak berbeda sangat nyata dengan M4. Perlakuan M2berbeda sangat nyata dengan perlakuan M3 dan M4. Perlakuan M3
berbeda sangat nyata dengan perlakuan M4. Nilai rataan Rendemen tertinggi berada pada perlakuan M3 yaitu sebesar 0,202%
sedangkan nilai terendah berada pada perlakuan M1 yaitu sebesar 0,142%. Hal tersebut dapat dilihat secara jelas pada Gambar 10.
Gambar 10. Grafik Pengaruh Waktu maserasi terhadap rendemen Minyak Atsiri daunEucalyptus grandis
Berdasarkan gambar diatas dapat diketahui bahwa Rendemen yang dihasilkan dari perlakuan Lama waktu maserasi 48 jam sampai ke perlakuan 96 jam mengalami peningkatan. Pada lama waktu maserasi 120 jam Mengalami Penurunan. Pada lama waktu maserasi 48 jam berada pada titik 0,142% kemudian terus terjadi kenaikan sampai pada lama waktu maserasi 72 jam pada titik 0,181%.
Hal ini menunjukkan bahwa nilai Rendemen yang diperolehdari keseluruhan perlakuan berkisar antara 0,142% sampai 0,202% dan rata-ratanya yaitu 0,166 %.
Nilai tersebut tidak berbeda jauh dari hasil penelitian yang dilaporkan oleh Fadli, (2015) yakni sebesar 0,93%.
Grafik diatas menunjukkan bahwa hasil terendah berada pada perlakuan 120 jam.
Pengaruh Ukuran Partikel
Berdasarkan daftar sidik ragam (Lampiran 1) dapat dilihat bahwa Ukuran Partikel memberikan pengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap parameter
Rendemen. Tingkat perbedaan tersebut telah diuji dengan menggunakan uji beda rata-rata dan dapat dilihat pada Tabel 6 Tabel 6.Hasil Uji Beda Rata-Rata Pengaruh Ukuran Partikel terhadap Parameter Rendemen.
Keterangan: Huruf yang berbeda pada kolom notasi menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata pada taraf 5% dan berbeda sangat nyata pada taraf 1%.
Berdasarkan Tabel 6 dapat diketahui bahwa Rendemen mengalami peningkatan seiring dengan jumlah ukuran partikel. Perlakuan U1berbeda sangat nyata dengan perlakuan U2, Perlakuan U3 tidak berbeda sangat nyata dengan perlakuan U4
dan perlakuan U3 berbeda sangat nyata dengan perlakuan U4. Nilai rataan Rendemen terendah Ukuran partikel berada pada perlakuan U2 yakni 0,157%.
Nilai tertinggi pada perlakuan U4 yakni 0,228%.
Gambar 11. Grafik pengaruh ukuran partikel terhadap rendemen minyak Atsiri daunEucalyptus grandis
Ukuran Partikel sangat berpengaruh dalam perlakuan Rendemen, Ukuran Partikel 80 mesh dengan hasil yang terbaik dalam waktu maserasi selama 40 jam dengan menggunakan Enzim selulose.
Ukuran partikel yang digunakan yaitu 20 mesh, 40 mesh, 60 mesh dan 80 mesh dengan waktu masing-masing yang telah ditetapkan .
Bobot Jenis Dan Pengaruh Waktu Maserasi
Tingkat Perbedaan tersebut telah diuji dengan uji beda rata-rata dan dapat dilihat pada tabel 8.
Tabel 8. Uji Pengaruh Waktu Maserasi Terhadap Bobot jenis Minyak Atsiri dari DaunEucalyptus grandis
Keterangan: Huruf yang berbeda pada kolom notasi menunjukkanpengaruh yang berbeda nyata pada taraf 5% dan berbeda sangat nyata pada taraf 1%
Berdasarkan tabel dapat diketahui bahwa perlakuan M1 Berbeda sangat nyata terhadap perlakuan M2, M3 dan M1 berbeda sangat nyata dengan M4. Pada Perlakuan M2 dan perlakuan M4 berbeda sangat nyata dengan perlakuan M3 dan M1.
Perlakuan M4 dan M2 sangat berbeda nyata dengan M3. Nilai rataan bobot jenis tertinggi berada pada perlakuan M4 yaitu sebesar 0,883 g/ml sedangkan nilai terendah pada perlakuan M1 yaitu sebesar 0,863 g/ml. Hal tersebut dapat dilihat
secara jelas pada gambar
13
Gambar 13. Grafik pengaruh Waktu maserasi Terhadap bobot jenis Minyak Atsiri daunEucalyptus grandis
Berdasarkan Gambar diatas dapat diketahui bahwa bobot jenis yang dihasilkan dari Waktu maserasi 48 jam sampai ke perlakuan 120 jam mengalami peningkatan. Pada waktu maserasi 48 jam bobot jenis berada pada titik 0,863 g/ml kemudian terus terjadi kenaikan sampai
pada waktu maserasi 120 jam menjadi 0,883 g/ml. Hal ini menunjukkan bahwa nilai bobot jenis yang diperoleh antar keseluruhan perlakuan berkisar antara 0,863 g/ml sampai 0,883 g/ml dan rata-ratanya 0,88 g/ml. Nilai tersebut tidak jauh berbeda dari hasil penelitian yang dilaporkan oleh Ratnaningsih (2018) dengan metode destilasi yakni sebesar 0,89 g/ml.
Hasil terendah berada pada perlakuan waktu maserasi 48 jam. Hal ini disebabkan karena perlakuan dengan waktu maserasi 48 jam merupakan perlakuan dengan waktu terendah.
Akibatnya, senyawa lain (kotoran) yang ada pada minyak dapat menurunkan kwalitas mutu minyak atsiri. Pengotoran dan lama waktu maserasi akan mempengaruhi perubahan bobot jenis. Adanya perlakuan waktu yang kurang terhadap minyak atsiri akan mempengaruhi perubahan bobott jenis (Widiyanto, 2014).
Pengaruh Ukuran Partikel
Berdasarkan daftar sidik ragam (Lampiran 2) dapat dilihat bahwa Ukuran partikel memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata (p<0,01) terhadap parameter bobot jenis. Tingkat perbedaan tersebut telah diuji dengan uji beda rata-rata dan dapat dilihat pada Tabel 9.
Tabel 9. Hasil Uji Beda Rata-Rata Pengaruh Ukuran Partikel Pada Parameter Bobot jenis Minyak Atsiri Daun Eucalyptus grandis.
Keterangan: Huruf yang berbeda pada kolom notasi menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata pada taraf 5% dan berbeda sangat nyata pada taraf 1%.
Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa Bobot jenis mengalami peningkatan seiring dengan jumlah Ukuran partikel. Tabel 9 menunjukkan bahwa perlakuan U1 berbeda tidak nyata dengan perlakuan U2 dan berbeda sangat nyata dengan perlakuan U3 dan U4. Perlakuan U2
berbeda sangat nyata dengan perlakuan U3
dan U4. Perlakuan U3 berbeda sangat nyata dengan perlakuan U4. Nilai rataan Bobot
bobot
waktu
jenis tertinggi berada pada perlakuan U4 yaitu 0,874 g/ml sedangkan nilai terendah berada perlakuan U1 yaitu sebesar 0,869 g/ml . Hal tersebut dapat dilihat pada Gambar . Bobot jenis merupakan konstanta atau tetapan bahan yang bergantung pada suhu untuk padat, cair dan bentuk gas yang homogen. Bobot jenis juga dipengaruhi oleh besar atau kecilnya nilai kerapatan, semakin besar kerapatan, maka berat jenis juga semakin besar juga. Uji bobot jenis dillakukan mengatahui perbandingan zat udara terhadap bobot air dengan volume dari suhu yang sama (Ade, 2017)
Gambar 14. Grafik Pengaruh Ukuran Partikel Terhadap Bobot jenis Minyak Atsiri DaunEucalyptus grandis
Berdasarkan Gambar 14 dapat diketahui bahwa bobot jenis yang dihasilkan dari perlakuan 20 mesh sampai ke perlakuan 80 mesh mengalami peningkatan. Pada ukuran 20 meshbobot jenis berada pada titik 0,869 g/ml.
Kemudian terus terjadi peningkatan sampai pada perlakuan 80 mesh menjadi 0,874 g/ml. Hal ini menunjukkan bahwa nilai bobot jenis yang didapat antar keseluruhan perlakuan berkisar antara 0,869 g/ml sampai 0,874 g/ml atau jika dirata-ratakan yaitu 0,871 g/ml.
Indeks Bias Dan Pengaruh Waktu Maserasi
Berdasarkan daftar sidik ragam (Lampiran 3) dapat dilihat bahwa Waktu maserasi memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata (p<0,01) terhadap parameter Indeks bias. Tingkat perbedaan tersebut telah diuji dengan uji beda rata-rata dan dapat dilihat pada Tabel 11.
Tabel 11.Hasil Uji Beda Rata-Rata Pengaruh Waktu Maserasi terhadap Indeks Bias Minyak Atsiri daunEucalyptus grandis.
Keterangan: Huruf yang berbeda pada kolom notasi menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata pada taraf 5% dan berbeda sangat nyata pada taraf 1%.
Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa perlakuan M1 berbeda sangat nyata dengan perlakuan M2,M3dan KM4. Perlakuan M2 berbeda sangat nyata dengan perlakuan M3 dan M4. Perlakuan M3 berbeda sangat nyata dengan Perlakuan M4. Nilai rataan Indeks Bias tertinggi berada pada perlakuan M4 yaitu sebesar 1,363 g/ml. Sedangkan nilai terendah berada pada perlakuan M1 yaitu sebesar 1,258 g/ml. Hal tersebut dapat dilihat
secara jelas pada
gambar16.
Gambar 16. Grafik Pengaruh Waktu Maserasi terhadap Indeks Bias Minyak Atsiri DaunEucalyptus grandis
Berdasarkan Gambar 16 dapat diketahui bahwa Indeks bias yang diperoleh dari perlakuan 48 jam sampai ke perlakuan 120 jam mengalami peningkatan.
Pada Waktu maserasi 48 jam Indkes bias berada pada titik 1,258. Kemudian terus terjadi kenaikan sampai pada Waktu maserasi 120 jam menjadi 1,363. Hal ini
menunjukkan bahwa nilai Indeks bias yang didapatantar keseluruhan perlakuan berkisar antara 1,258 sampai 1,363 g/ml dan dirata-ratakan yaitu 1,308 g/ml. Jika dibandingkan dengan standard Minyak Eucalyptus menurut SNI 01-5009.11-2001.
Gambar diatas menunujukkan bahwa hasil terendah berada pada perlakuan Waktu maserasi 48 jam. Hal ini disebabkan karena perlakuan Waktu maserasi 48 jam merupakan perlakuan dengan waktu yang sedikit sehingga tidak dapat menguapkan Minyak atsiri dengan jumlah yang besar sehingga air mempengaruhi Nilai indeks bias dari minyak. Menurut Guenther (1998), Nilai indeks bias juga dipengaruhi dengan adanya air dalam kandungan minyak tersebut, semakin banyak kandungan air, semakin kecil indeks biasnya.
Pengaruh Ukuran Partikel
Terlihat Ukuran Partikel memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata (p<0,01) terhadap parameter Indeks bias. Tingkat perbedaan tersebut telah diuji dengan uji beda rata-rata dan dapat dilihat pada Tabel 12.
Tabel 12. Hasil Uji Beda Rata-Rata Pengaruh Ukuran Partikel terhadap Parameter Indeks bias Minyak Atsiri Daun Eucalyptus grandis.
Keterangan: Huruf yang berbeda pada kolom notasi menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata pada taraf 5% dan berbeda sangat nyata pada taraf 1%.
Berdasarkan Tabel 12 dapat diketahui bahwa perlakuan U1 berbeda sangat nyata dengan perlakuan U2,dan U3 dan U4. namun berbeda sangat nyata dengan perlakuan U3dan U4. Perlakuan U2
berbeda sangat nyata dengan perlakuan U3, akan tetapi berbeda sangat nyata dengan perlakuan U4. Perlakuan U3berbeda Sangat nyata dengan perlakuan U4. Indeks bias terendah antar perlakuan waktu maserasi berada pada perlakuan U1 yakni 1,3065 g/ml dan nilai tertinggi pada perlakuan U4
yakni 1,3123 g/ml sampel. Hal tersebut
dapat dilihat secara jelas pada Gambar 17.
Gambar 17. Grafik Pengaruh ukuran Partikel terhadap indeks bias Minyak Atsiri daunEucalyptus grandis.
Bilangan Indeks Bias meningkat seiring dengan banyaknya Ukuran partikel.
Banyaknya ukuran partikel sejalan dengan lamanya Waktu maserasi terhadap minyak yang dihasilkan. Oleh karena itu, semakin lama waktu maserasi, maka kemungkinan untuk terjadinya hidrolisis oleh mikroorganisme akan semakin meningkat.
Hal ini sesuai pernyataan Albertina et al. (2015) bahwa reaksi hidrolisis dapat disebabkan oleh lipase yang berasal dari mikroorganisme, serta adanya sejumlah air yang terkandung dalam minyak tersebut.
Aroma Dan Pengaruh Waktu Maserasi Berdasarkan daftar sidik ragam dapat dilihat bahwa Waktu Maserasi memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata (p<0,01) terhadap parameter aroma.
Tingkat perbedaan tersebut telah diuji dengan uji beda rata-rata dan dapat dilihat pada Tabel 13.
Tabel 13. Hasil Uji Beda Rata-Rata Pengaruh Waktu masearsi terhadap Parameter Aroma Minyak Atsiri daun Eucalyptus grandis
Keterangan: Huruf yang berbeda pada kolom notasi menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata pada taraf 5% dan berbeda sangat nyata pada taraf 1%.
Berdasarkan Tabel 13 dapat diketahui bahwa Perlakuan M1 berbeda
sangat nyata terhadap Perlakuan M2, M3 dan M4. Perlakuan M2 berbeda sangat tidak nyata dengan perlakuan M3 dan berbeda sangat nyata pada perlakuan M4. Perlakuan M3 berbeda sangat nyata dengan perlakuan M4. Nilai rataan Aroma tertinggi berada pada perlakuan M4 yaitu sebesar 3,550. Hal tersebut dapat dilihat secara jelas pada
Gambar 18 .
Gambar 18. Grafik pengaruh waktu maserasi terhadap Aroma Minyak atsiri daunEucalyptus grandis
Berdasarkan gambar diatas dapat diketahui bahwa aroma yang dihasilkan dari perlakuan Waktu maserasi 48 jam sampai pada perlakuan 120 jam mengalami peningkatan. Pada Waktu maserasi 48 jam aroma berada pada titik 3,263. Kemudian terus terjadi peningkatan sampai perlakuan 120 jam menjadi 3,550. Hal tersebut dapat diketahui bahwa nilai aroma yang diperoleh antar keseluruhan perlakuan berkisar antara 3,263 sampai 3,550 dan jika dirata-ratakan yaitu 3,4095.
Hasil penelitian diatas menunjukkan pengaruh waktu maserasi menghasilkan aroma yang disukai, hal ini sesuai dengan standard Mutu Minyak Kayu Putih (SNI 06-3954-2006) dimana aroma minyak kayu putih sangat disukai karena aromanya menenangkan.
Pengaruh Ukuran Partikel
Berdasarkan daftar sidik ragam (Lampiran 4) dapat dilihat bahwa Ukuran partikel memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata (p<0,01) terhadap parameter aroma. Tingkat perbedaan tersebut telah diuji dengan uji beda rata-rata dan dapat dilihat pada tabel 14.
Tabel 14. Hasil Uji Beda Rata-rata Pengaruh Ukuran Partikel Terhadap Aroma Minyak Atsiri DaunEucalyptus grandis
Keterangan: Huruf yang berbeda pada kolom notasi menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata taraf 5%
dan berbeda sangat nyata pada taraf 1%
Berdasarkan Tabel dapat diketahui bahwa perlakuan U1 berbeda sangat tidak nyata terhadap perlakuan U2, dan berbeda sangat nyata dengan U3 dan U4. Perlakuan U2 berbeda sangat tidak nyata dengan perlakuan U3 dan U4. Perlakuan U3 berbeda sangat tidak nyata dengan perlakuan U4. Nilai rataan Aroma yang tertinggi berada pada perlakuan U4 yaitu sebesar 3,488, sedangkan nilai terendah berada pada perlakuan U1 yaitu sebesar 3,263. Hal tersebut dapat dilihat secara jelas pada gambar 19.
Gambar 19. Pengaruh Ukuran Partikel Terhadap Aroma Minyak Atsiri Daun Eucalyptus grandis
Berdasarkan Gambar diatas dapat diketahui bahwa aroma yang dihasilkan dari perlakuan Ukuran partikel 20 mesh sampai ke perlakuan 80 mesh mengalami peningkatan. Pada Ukuran partikel 20 mesh aroma berada pada titik 3,263. Kemudian terus terjadi peningkatan sampai pada perlakuan Ukuran partikel 80 mesh menjadi 3,488.
D. KESIMPULAN
Hasil penelitian dan pembahasan pengaruh Waktu maserasi dan Ukuran partikel terhadap Analisis Minyak Atsiri dari daunEucalyptus grandis dapat ditarik kesimpulan Antara lain
1. Enzim selulose dapat digunakan untuk dapat mengekstrak minyak Eucalyptus grandis,dengan metode Enzimatis bekicotAchatina fulica.
2. Waktu masearsi memberikan pengaruh berbeda sangat nyata (p<0,01) pada analisis sifat fisik minyak atsiri daun Eucalyptus grandis.
3. Ukuran partikel memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata (p<0,01) pada analisis sifat fisik minyak atsiri daunEucalyptus grandis.
4. Interaksi Waktu maserasi dan ukuran partikel memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata (p<0,01) pada analisis sifat fisik minyak atsiri daunEucalyptus grandis.
DAFTAR PUSTAKA
Ariyani,dkk.2014.Optimasi Waktu Inkubasi Produksi Enzim Selulase Oleh Aspergillus Niger Menggunakan Fermentasi Substrat Padat . J.
BiopropalIndustri5, no.2 (2014):
h. 61-67.
Baghaee-,S. 2017. Candidatus Phytoplasma solani” associated with Eucalyptus witches’ broom in Iran. Department of Crop Protection, Faculty of Agriculture, Ferdowsi University of Mashha, Mashhad, Damanik,M.,2009. Kajian Minyak AtsiriIran
Pada Ekaliptus
(Eucalyptusurophylla) Umur 4 Tahun di PT Toba Pulp Lestari Tbk, Departemen Kehutanan FakultasPertanian, Universitas Sumatera Utara,
Gusmailina, Zulnely, Sumadiwangsa ES.
2005. Pengolahan Nilam Tumpang Sari di Tasikmalaya.
JurnalPenelitianHasilHutan 23 (1): 1-14
Hadjer, T. 2017.Essential oil of Algerian Eucalyptus citriodora: Chemical composition.National. Institute of Agronomy (Algiers, Algeria).
Irawati , dkk. 2016. Enzim selulosa dalam bidang industri, UI press.
Jakarta.
Ketaren, s, 1985. Pengantar Teknologi Minyak atsiri, Jakarta : balai pustaka