Pembelajaran Fisika Kompetensi Analisis Grafik Real Time
Nanang Suwondo
Pendidikan
Fisika
Universitas Ahmad Dahlan KantpusIII
UAD,Jl. Prof
Soepomo, Janturan, YogtakartaEn
ai'
nang_sw@yahoo, comAbstrak
Pemanfaatan
PC dalam eksperimen fisika memberi peluang data diakuisisi
dan dianalisisreal time
sehingga sebagian besaraktifitas
pesertadidik
berada pada ranahkognitif. Konstruksi sederhana rangkaian karakteristik dioda sambungan
p-n menrungkinkan pencatuan dan pengukuran tegangan dioda dilakukan dengan interfaceDAC0808 dan ADC0809, serta
pengukuran temperaturdioda
dengan sensor suhuLM35. Nilai
muatanq
ditentukan denganregresi linier
dataterkumpul
berdasarkan manipulasi persamaan karakteristik dioda. Penelitian dilakukan berbasis prosesor P233MMX dengan sofiware Delphi
5^ sebagaipengendali interface dan analisis
data.Diperoleh rilai q
sebesar1,49x10-'' C,
danR'sebesar
0,998.Dari hasil
dan tampilan, sistenr yang dirancang dapatdipakai untuk alat
bantuajar
metodereal
time physics, Disarankan penelitian lanjutan dilakukan memakai konverterD/A
danND l2-bit
agar diperoleh hasilyang
lebih presisi.Kata kunci: Muatan elektron, karakteristik dioda p-n, interface, regresi linier,
kompetensi analisisgrafik
real timePENDAHULUAN
Pembelajaran fisika tradisional sejauh
ini
amat menekankan kehadiran mahasiswa dalarn perkr-rliahan, membaca buku dan menyelesaikan soal textbooft. Namun metodaini
dianggap kurrangberhasil
karena pengetahuan konseptual pesertadidik tak
banyak berkembang. Mereka yang mendapatnilai
bagus dalam soal-soalkuantitatif
ternyata gLrgurdalam tes
konsepdalam bentuk
analisisgrafik. Gejala
semacamini
terekam antaralain
padahasil penelitian
tentang kemampuan interpretasigrafik
kinematika nralrasiswa Program Studi Pendidikan FisikaUAD (lshafit
dan Agustiansyah,2002),Sebagai antisipasi, saat ini sejumlah rnetode pernbelajaran fisika
dengan penclekatarrkonstruktif telah
dikembangkan.Misalnya
Physic.sby Inquiry,
Workshopr l,Flttp://Jurnal.unimus.ac.S
t
-
Physics
(WP),
RealTime
Physics(RTP),
atau Interactive LectureDemonstration(llD).
Riset menunjukkan
adanya peningkatanhasil
pembelajaran dengan metode-metode tersebut(Wittmann
dan Breen,2000).
Metode-metodebaru ini
mengadaptasi sistem penrbelajaranreal time
dengan Microcomputer-basedLaboratory (MBL) tools
danvideo analysis tools. MBL tools terdiri dari
perangkat eksperimen berbasisPC
dan lenrbarkerja siswa (LKS). Aktifitas
berbasisMBL
berupa pengendalianprobe
dan sensor serta pengukuran berbagai gejalafisik
menggunakan mikrokomputer (Riche danDawe, 2003).
Pemakaianpiranti MBL akan memandu latihan
penemuan karena tayangan data dangrafik real time
memungkinkanlebih
banyakwaktu untuk
proses pembelajarankognitif (Hamalainen, 1998).
Pesertadidik lebih ditekankan
untuk melakukan hipotesis atau prediksi pra-eksperimen, mengamati dan mendiskusikan data dar-rgrafik reql time yang diperoleh
sesuaijalannya
eksperimen, mengajukan atau menjawab pertanyaan pembimbing, melakukan analisis pasca eksperimen dan menarik kesimpulan. Dengan demikian abstraksi dapat dilakukan cepat dan pesertadidik
akan mengkonstruksi sendiri pengetahuan mereka. Jadi denganfasilitas MBL,
para pesertadidik dapat dikondisikan agar berprilaku seperti novice researchers (Perez
dan Carrascosa, 1994).Beberapa contoh perangkat
MBL
yang telah digunakan dalam pembelajaranfisika misalnya revitalisasi mesin Atwood (Trumper dan Gelbman, 2000),
compound pendulum (Ocaya, 2000), investigasiinduksi
elektromagnetik (Trumper dan Gelbman,2000),
eksperimen penentuan panasjenis zat
(Layman danKrajcik,
1994).Ada
pula penrakaian softwareMBL di
Indonesia untuk pembelajaran konsep-konsep kinematika nrenggunakan analisis grafik yang cukup berhasil(Widjaja,
2002).Topik
lair-r yangjuga
menarik untukdikaji
sebagai pirantiMBL
adalah eksperimen penentuan muatan elektronq.
Pada eksperimenini
pesertadidik
dimungkinkan untuk memprediksi beberapasifat konfigurasi
semikonduktorjenis p
dann,
misalnyagrafik
karakateristik arus-tegangan(l-V),
dengan mendiskusikan model analitisnya kemudian menrbandirrgkannya dengan analisisgrafik
hasil pengamatan.Nilai
q ditentukan dengan analisis regresilinier
setelah variabel-variabelnya dimanipulasi terlebih dahulu. Sepertidiketahui, regresi linier banyak digunakan dalam analisis data karena
sederhana.Ketrampilan
ini
akan memberikan penguasaan kompetensi analisisgrafik linier
dengan metode regresi.Piranti semikonduktor yang dipakai adalah
piranti
semikonduktor sambungan p-n,misalnya dioda perata. Bila akan dilakukan eksperimen berbasis MBL,
set-up eksperimen hanya memerlukan konverterA/D-D/A
dan sebuah PC.Alur pemikiran di
atas memberikanide untuk
merancangintrumen
penentuan mlratanelektron dari
datakarakteristik dioda p-n
berbasisPC. Hasilnya
diinginkan dapat digr"rnakanuntuk
perangkatpraktikum akuisisi
data maupunfisika
modern atau semacamnya bagi mahasiswa pendidikan fisika.DASAR TEORI
Watak arus tegangan pada daerah
sambungansemikonduktor jenis p
dansemikonduktor
jenis n dapat
digambarkandari model analitis
hubunganarus
dan tegangan(l-V)
berikut (Rio danIida,
1981)I=Ir(e"n'o'-l)
(1)Persamaan
ini
menyatakan bahwaarus /
pada sambunganp-n
ditentukan oleh tegangan sambunganV
dan suhu sambunganf .
Sedangkan/g
adalah arus mundurjenuh (reverse saturation current) yaitu arus saat
sambungandiberi reverse
bias.Komponen elektronika yang dibangun
berdasarkan sambunganp-n yang
paling sederhana adalah dioda sambungan p-n. Karakterisasi dan hasilnya tampak seperti pada gambarl.
Gambar
1. Rangkaian dan karakteristik dioda p-nUntuk konstruksi gambar 1, persamaan
(l)
akan menjadiIo = Ir('+vorkr -11
(2)Manipulasi
persamaan(2) dilakukan
dengan langkah bahwajika suku
dalam kurung persamaan(2)
dapatdihitung untuk
suhu ruang 300K
dan tegangan operasional Vpdioda silikon 0,6 volt,
sertanilai
baku muatan elektronq
dan konstanta Boltzman k, akan memberikan sQvo /kr ur
1. Sehingga persamaan (2) dapat didekati denganI ox l
'saWkr
(3)
Bila
rangkaiandioda yang
digunakan adalah seperti gambar2,
makaarus /p
dapatditentukan
Io=VlR
V lR-
Ire4Yotffln(V)=ln(1sft)+qVr/kT
Nilai /g relatif
konstan pada tegangan operasionaldioda,
memungkinkan hubunganlinier
antara
ln(V)
terhadapVs bila
selama pengamatansuhu dioda konstan.
Jadidengan
melakukanpengukuran V dan Vp serta I, nilai q akan dapat ditentukan dengan regresi linier antara ln(V)terhadap Vp.
Tugas pengukuranini
dilakukanoleh
konverterA/D. Vg
adalah sumber tegangan variabel untuk memberikan beragam tegangan operasidioda.
Operasi tersebutdilakukan
dengan mengatur tegangan lewat konverterD/A.
Kebutuhan pengaturan maupun pengukuran tegangan dan suhu
dapat diimplementasikan denganinterface konverter D/A dan A/D.
Rancangannya adalah seperti gambar 2.(4)
(s)'
DOol 02 BI05 0706 AO
A3 A5A6
A9
AEN 'i6/V
rOR- RST
ou *.
-r.p,.*
r)4 F'40
D2 PR
ot FA3
c4 7A4
DJ PA5
9t -l
ats fatpBo
FA?
trF Pc3
RO PC5
DO IN'
i)1 ilr 1 ui t|?
c3 rN3
i'n tii4
05 $i5
I:' llll
!c i:
:(':l
OE cN i)
Al ic!,i
A2
A'i cort,
A6 V8,
EN?
Gambar
2. Rancangan interface konverterD/A
danA/D
Driver
kedua konverter adalah PPI8255 dengan address $27C s.d. $27F. Sesuai fungsinya,portA
sebagai saluran masukan sedangkanportB
danportC untuk
salurankeluaran.
sehinggacontrol word untuk portD ($27F) adalah $90. Saluran
analogADC0809
hanyadiliurgsikan 3
buah; saluran0
untr"rk membaca data suhu, saluran Iuntuk
membaca tegangancatu
(tr/5)dari keluaran DAC0808, dan saluran 2
untuk nrembaca tegangan resistor(l).
Tegangan dioda(Vp)
adalah selisih Vsdan tr/. Pemilihan saluran ditentukan dengan mengatur kombinasiA0, Al
dan42.
Contoh program Delphi 5 untuk pengiriman controlword
dan konversilrrocedure
TForrnl . ForrnCreat,e (send,er:
TObj
ect, ) ,begin aun {cpl::troJ
worclke port0}
mov dx,
$2?f;mov aI,
$90;out
dx,ali
end eno;lprocerlure
Tflorrnl.BuEEonlCIick (Sender: TOhjest)
;Ial)eJ-
rrlang;var ni lai
:hyre;
hegin
asrn{1:elintelr Jiorrr,'ersi
clen}raca dari eaJuraa
noJ}lrrov clx. $Z?cl;rnov
aI,0iout dx,al.irnov al. $0Brout dxral;
rucr.r
flI.
15;out
dx.aI;mov aI.0; out
dx, af;rrov
ecx, ?0000;ulang: loop ulang;mov
dx, $2?c;in al, dximov nilai. ali
end Suhu dioda dibacadari
sensor suhu presisiLM35
yangmemiliki
kepekaan 10 mV/oC(Hall,
1992).Karena konverter A/D 8-bit hanya
mempunyai kepekaansekitar
19,3 rnV/step konversi, maka tegangan keluaranLM35
perlu dikuatkan 2kali
agartiap I
0Cperubahan suhu transistor dapat diukur oleh ADC0809.
HASIL PENELITIAN
Tampilan data yang diperoleh tampak seperti gambar
3 di
bawahini.
Bagiankiri
adalahgrafik
tegangan resistor(V)
terhadap tegangandioda (Vp),
sedangkan bagian kanan adalahgrafik
untuk regresi linier.5 4.5
!4.5
e^
a2
*t$.s
o.5.
oo
,ir;tfik V tr.r lrii.rll) Vf)
1
o.5 o
gtorr .l
ll fleorori ll
Fin ---i
-o.5.
E-15-r.s.
-2 -2.5
Nilei q
lTlti6i a#dtSrT:e,i2H:i3
o.4 0.5 0.6
Tcsanqan dloda (VO) - vofr o.3 o.4 0.5 0.a
Taqanqan dloda (VO) - volt {irilik Lrrl V} l$r lrirlil) VL)
Gambar
3. Tayangan hasil penelitianTegangan dioda dibatasi sekitar 0,6
volt
agar arustak terlalu
besar dan suhunyastabil. Diperoleh suhu dioda selama pengambilan data adalah 29 0C.
Dengan memasukkannilai baku
konstantaBoltzman ft = 1.3806228'23 JIK (Sze,
1981), diperolehq
1,486x10'reC dan
R2 0,998.Nilai g
yang diperoleh masihjauh
darinilai
bakunya 1,602x1O-te C (Sze, 1981), berselisih 7,2o/o. Penyebabnya antaralain
ketelitian konverterD/A
danA/D
yang berkisar 19,3 mV/step konversi, serta kualitas dioda.Bila
digunakan konverterA/D
danD/A 12-bit
denganketelitian
1 mV/step konversi, data suhu akan dapat dibaca denganketelitian
0,1 0C serta perubahan tegangan dioda dapat lebih terukur denganteliti.
KESIMPULAN DAN SARAN
Dari
hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa muatan elektron dapat ditentukan de;rgan rancangan yang telah dibuat, namun belum cukup mendekatinilai
baku karena berselisih T,2o . Meski demikian bentukgrafik
karakteristik yang diperolehmirip grafik
teoritis, oleh sebabitu
sistemini,
dengan batasan-batasannya, dapat dipakai sebagai alatbantu
pembelajaranfisika untuk
kompetensianalisis grafik real time, atau
sebagai instrumen praktikum akuisisi data maupun fisika modern.Disarankan digunakan dioda p-n kualitas industri atau
militer
serta konverterA/D
danD/A 12-bit
agarketelitian ukur
danhasil
menjadilebih baik.
Selainitu
metode analisis data masih dimungkinkan untuk diperbaiki.DAFTAR PUSTAKA
Hall, D. V,, lgg2,
Microprocessors andInterfacing:
Programming andHardware,2nd
Edition,McGraw-Hill
International EditionHamalainer, A.,
1998, An Open Microcomputer-based Laboratory Systemfor perceptional Experimentality, Abstract of Thesis in Report Series in Physics, Univeristyof
Helsinki, ISSN 0356-0961,ISBN
951-45-8182-2Ishafit dan Agustiansyaho 2002, Kemampuan Interpretasi Grafik
KinematikaMahasiswa
Prodi Pendidikan Fisika UAD, Prosiding SFA'02, ISSN
0855-8692,1TS SurabaYa
Layman,
J.W.,
danJ.
S.Krajcik,1994,
The Microcomputer andPractical
l4rork in Sciences Laboratories,http :/irvrvrv.ph-ysics. rund.ed u/rgro ups/ripe/papers/lavkra.htrnl
Ocaya, R. O.,
2000,A
Simple ComputerInterface to time
RelativelySlow
Physical Events, Phys. Educ. 35(4) pp.267-73Pcrcz, D.G., dan J. Carrascos:r-Allis,
1994,Bringing Pupil's Learning
Closerto
A Scientific Construction of Knowledge:A
Permanent Featurein
Innovations in Science Teaching, Sci. Educ.Vol.
78 pp. 301-15Riche,
8.,
dan S. Dawe, 2002, Using Microcomputer Based Labs and Simulations inHigh
School Science,w,wu,. bi shops.ntc. nl.calrriche/ed6620/rn icrocol]rputer.htqd
Rio, Ir.
S.R., dan M. Iida,
1980,Fisika dan
Teknologi Semikonduktor, P.T. Pradnya Paramita, Jakarta, I 980Sze,