• Tidak ada hasil yang ditemukan

karakteristik perjanjian jual beli medium term notes

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "karakteristik perjanjian jual beli medium term notes"

Copied!
144
0
0

Teks penuh

Instrumen pasar modal dapat dibedakan menjadi sertifikat utang (obligasi) yang merupakan bukti pengakuan utang perusahaan, dan surat kepemilikan (ekuitas atau saham) yang merupakan bukti penyertaan modal dalam perusahaan. Dalam penelitian ini, penulis memfokuskan penelitiannya pada instrumen pasar modal berupa Medium Term Notes (MTN).

Bentuk Perlindungan Hukum Terhadap Investor Pemegang Medium Term Notes (MTN)

Dalam hal ini kedudukan pemegang MTN semata-mata adalah kreditur biasa atau kreditur tanpa jaminan, yaitu hak pemegang MTN bersifat paripassu, tanpa ada hak atau hak didahulukan. Oleh karena itu, perlu adanya peran aktif investor pada perusahaan induk MTN untuk melindungi kepentingannya sendiri sebagai pemegang MTN.

PENUTUP 1. Kesimpulan

Saran

20 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 111 dan Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5253); Peraturan Bank Indonesia Nomor 18/11/PBI/2016 tentang Pasar Uang, (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 148 dan Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5909);

PENDAHULUAN 1. Latar Belakang

Menurut KUH Perdata (B.W), undang-undang kewarisan adalah undang-undang yang mengatur pemindahan harta yang seorang ahli waris meninggal dunia kepada ahli warisnya, serta akibat hukum bagi ahli waris tersebut atas harta yang mereka warisi. Penyelidikan ini bertujuan untuk menganalisis akibat undang-undang pusaka akibat Ketidakhadiran terhadap waris mengikut Undang-undang Sivil Barat (B.W).

PEMBAHASAN

Tentang Pewarisan Afwezeigheid Atau Keadaan Tidak Hadir/Dugaan Hukum Seseorang Telah Meninggal Dunia

Dalam hal ini, apabila masih belum ada kabar mengenai ketidakhadiran orang tersebut, maka ketidakhadiran orang tersebut tidak menghentikan status orang tersebut sebagai subjek hukum. 28 c) Ketidakhadiran selama 1 tahun, bila yang bersangkutan adalah awak kapal atau penumpang kapal laut atau pesawat udara, sejak mendapat kabar terakhir dan bila tidak ada kabar sejak hari pemberangkatan (S. 1922 No. 455).

Akibat Hukum Kembalinya Seseorang Dalam Keadaan Afwezigheid Terhadap Harta Perkawinan

PELAKSANAAN DANA BANK ASING DI LUAR NEGERI BANK ASING YANG DILIKUIDASIKAN DI INDONESIA. Tak hanya itu, cabang bank asing yang beroperasi di Indonesia bisa saja dilikuidasi akibat dicabutnya izin usaha kantor pusatnya di luar negeri.

Metode Penelitian

Tanggung Gugat Pengembalian Simpanan Nasabah Bank Asing Terlikuidasi di Indonesia (Dalam Kaitanya dengan Peranan Lembaga Penjamin Simpanan/LPS)

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) diperlukan untuk melindungi kepentingan nasabah dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap bank, hal ini tertuang dalam pasal dan penjelasan Pasal 37 B ayat (2) UU Perbankan. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2008 tentang besarnya nilai simpanan yang dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), untuk setiap nasabah, yang semula maksimal Rp seratus juta rupiah) untuk setiap nasabah di bank sesuai Pasal 11 UU LPS diubah menjadi paling banyak Rp dua miliar rupiah);

Eksekusi Aset Bank Asing Dalam Pengembalian Simpanan Nasabah di Indonesia Eksekusi bila diartikan sebagai law enforcement atau penegakan hukum, berupa

Jika prinsip ini dijalankan, maka bank asing yang telah dicabut izin usahanya oleh Bank Indonesia hanya dapat melakukan penegakan dana yang berlokasi di Indonesia dalam proses penegakan dana di Indonesia. Dalam hal proses penegakan hukum atas aset bank asing yang berlokasi di negara lain, maka badan arbitrase ICSID, bentuk klausul arbitrasenya terbagi menjadi dua bentuk, yaitu: 16. Sebagaimana dimaksud, aset bank asing dimaksudkan untuk mengembalikan simpanan bank asing. pelanggan di Indonesia.

Oleh karena itu, perselisihan dalam proses eksekusi aset bank asing yang berada di luar negeri untuk pengembalian simpanan nasabah di Indonesia dapat diselesaikan dalam badan arbitrase internasional yang terdiri dari Konvensi ICSID Internasional (Centre for Settlement of Investment Disputes), yang diusulkan oleh tim penyelesaian. . Selama ini Indonesia belum mempunyai perjanjian internasional mengenai likuidasi aset bank asing, khususnya mengenai eksekusi aset bank asing yang berlokasi di luar negeri.

Latar Belakang

Berdasarkan penafsiran Pasal 2 ayat (5) UUK, yang dimaksud dengan BUMN yang bergerak di bidang kepentingan umum adalah “badan usaha milik negara yang seluruh modalnya dimiliki oleh negara dan tidak terbagi atas saham”. Artinya, harus memenuhi dua syarat tersebut untuk bisa disebut sebagai BUMN yang bergerak di bidang kepentingan umum. Pengertian BUMN yang bergerak pada bidang kepentingan umum hampir sama dengan pengertian Perseroan Terbatas (Perum).

BUMN yang seluruh atau sebagian besar modalnya berasal dari kekayaan negara perseorangan, merupakan salah satu pelaku ekonomi dalam sistem perekonomian nasional, selain perusahaan swasta dan koperasi. Penyidikan ini bertujuan untuk menganalisis kepailitan BUMN yang diajukan atas dasar tidak terpenuhinya hak-hak pekerja, dimana pokok bahasannya adalah apakah Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan berlaku bagi pekerja/buruh.

Cakupan Hubungan Kerja dalam UU Ketenagakerjaan

Berdasarkan Pasal 1(b) Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1982 tentang Wajib Daftar Usaha, yang menyatakan: “Usaha adalah segala jenis usaha yang menjalankan suatu jenis usaha yang bersifat tetap dan terus-menerus serta memperhatikan sifat usahanya. ​​Usaha BUMN yaitu untuk memajukan keuntungan dan melaksanakan kemaslahatan umum, BUMN dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara disederhanakan menjadi dua bentuk, yaitu perusahaan saham gabungan (persero) dan perusahaan umum (perum). orang-orang yang mempunyai tagihan karena suatu perjanjian atau undang-undang yang dapat digugat di pengadilan, baik kreditor konkuren, kreditor separatis (pemegang hak tanggungan), maupun kreditur preferen.

Debitur adalah seseorang yang berhutang berdasarkan suatu perjanjian atau undang-undang, yang pelunasannya dapat dituntut di pengadilan. 65 uang baik dalam mata uang Indonesia maupun dalam mata uang asing, baik langsung maupun di kemudian hari atau secara kontinjensi, yang timbul karena perjanjian-perjanjian atau undang-undang dan yang harus dipenuhi oleh Debitur dan bila tidak dipenuhi memberikan hak kepada Kreditur untuk memperoleh kinerja dari harta debitur. .

Permohonan Pailit pada BUMN

Selanjutnya artikel ini akan membahas undang-undang paten yang mungkin terkait dengan penemuan program komputer di Indonesia dan memberikan masukan bagaimana Indonesia harus melakukan hal tersebut. Di Indonesia, UU No. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2016 tentang Paten (UU Paten) tidak secara jelas menyebutkan apakah suatu penemuan yang berkaitan dengan program komputer dapat dianggap sebagai barang yang dapat dipatenkan. Jika hal ini tetap dipertahankan, maka paten hanya dapat diberikan di Indonesia untuk kombinasi program komputer dan perangkat keras.

Invensi yang berkaitan dengan program komputer yang tidak dipadukan dengan perangkat keras tidak boleh diberikan Paten di Indonesia, meskipun Invensi tersebut telah diberikan Paten, misalnya di Jepang dan/atau Amerika Serikat. Artikel ini dimaksudkan untuk memberikan masukan mengenai perlindungan hukum terhadap invensi terkait program komputer di Indonesia yang berkaitan dengan transaksi yang dilakukan berbasis Finansial dan Teknologi (FINTECH) yang memberikan perlindungan hukum.

Tujuan Penelitian

Namun perlindungan hukum yang diberikan oleh sistem hak cipta seringkali dianggap belum memberikan perlindungan hukum yang memadai. Sebab, undang-undang hak cipta tidak dapat mencakup ciptaan mandiri yang serupa atau bahkan identik dengan gagasan yang terkandung dalam suatu program komputer. 6 Demikian pula, undang-undang hak cipta tidak dapat melindungi pemilik program komputer dari meniru pengoperasian fungsional yang sama dari program komputer tersebut. 7. Sebaliknya, dalam Petunjuk Teknis Pemeriksaan Substantif Paten disebutkan bahwa apabila suatu program komputer dipadukan dengan perangkat keras dan menimbulkan suatu sumbangan teknis dibandingkan dengan yang mutakhir, maka program komputer tersebut dapat dianggap suatu penemuan.

Persyaratan agar kombinasi ini sama sekali tidak sesuai dengan keadaan subjek penemuan terkait program komputer di Jepang dan Amerika Serikat. Selain itu, memberikan masukan dalam undang-undang paten yang berkaitan dengan aplikasi program komputer berbasis keuangan dan teknologi.

Perlindungan Hukum Melalui Sistem Paten Yang Diberikan Terhadap Program Komputer

Kata Kunci: biaya pengadaan tanah dan hak guna bangunan, pejabat pembuat akta tanah, tindak pidana penggelapan, tindak pidana korupsi. Pembayaran BPHTB dalam sistem pembayaran pajak di Indonesia menggunakan sistem self-assessment dimana wajib pajak dipercayakan untuk menghitung dan membayar pajaknya sendiri. Dengan menggunakan sistem self-assessment di Indonesia, wajib pajak dapat menghitung dan membayar sendiri pajak yang terutang.

Sistem pemungutan BPHTB menganut sistem self-assessment dimana wajib pajak dipercayakan untuk menghitung dan membayar sendiri pajaknya. Hal ini sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 91 Tahun 2010 tentang jenis pajak daerah yang dipungut berdasarkan penetapan kepala daerah atau dibayar oleh wajib pajak sendiri dimana pada pasal 4 ditentukan bahwa Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB ) ) adalah jenis pajak yang dibayar sendiri oleh Wajib Pajak.

Peran PPAT Dalam Pembayaran BPHTB

Dengan adanya bukti pembayaran maka akad jual beli dan proses perpindahan nama dapat terlaksana. Apabila tidak dilakukan, PPAT pembuat perjanjian jual beli (AJB) akan dikenakan sanksi berdasarkan Pasal 93 ayat (1) UU No. 28 Tahun 2009 tentang pajak daerah dan bea masuk daerah. Untuk dapat mengalihkan suatu benda yaitu tanah dan bangunan harus dilakukan dengan akad jual beli atau AJB.

Akta jual beli merupakan permohonan untuk mendaftarkan peralihan hak milik atas sertifikat tanah dari penjual kepada pembeli. Akibat berbagai penipuan tersebut, akta jual beli menjadi tidak sah.

Manfaat Penelitian

111 mengadakan suatu kontrak yang memfasilitasi keinginan para pihak, yaitu kontrak pelepasan hak atas gaji, dimana kontrak ini menjamin kelangsungan perusahaan dan sekaligus menjamin para pekerja dapat tetap bekerja pada perusahaan. Oleh karena itu, persoalan hak menerima upah minimum yang dituangkan dalam kesepakatan bersama antara pengusaha dan pekerja sebagaimana diuraikan di atas, menjadi sangat penting untuk dipertimbangkan lebih lanjut. Analisis pelepasan hak dalam perjanjian bersama mempunyai kekuatan mengikat dalam pelaksanaan putusan Mahkamah Konstitusi no. 72/PUU-XIII/2015 dan analisis sanksi bagi pengusaha yang tidak membayar kekurangan upah (utang majikan), meskipun diberhentikan secara kolektif. kontrak kerja.

Daya Mengikat Perjanjian Bersama Dikaitkan Dengan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 72/PUU-XIII/2015

Dasar hukum penyelesaian konflik syarat-syarat kerja adalah Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Pasar Tenaga Kerja. Perselisihan hak adalah perselisihan yang timbul karena tidak terpenuhinya hak, karena perbedaan pelaksanaan atau penafsiran terhadap ketentuan ketentuan hukum, perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama, hal ini berdasarkan Undang-undang § 1 No. 2 Nomor 2 Tahun 2004 Perselisihan Kepentingan adalah perselisihan yang timbul dalam suatu hubungan kerja karena tidak adanya kesepakatan mengenai penciptaan dan/atau perubahan syarat-syarat kerja yang diatur dalam perjanjian kerja, atau peraturan perusahaan atau perjanjian bersama, hal ini berdasarkan pasal 1 , Nomor 3, Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004.

Perselisihan pemutusan hubungan kerja merupakan perselisihan yang timbul karena tidak adanya kesepakatan mengenai pemutusan hubungan kerja yang dilakukan oleh salah satu pihak, hal ini berdasarkan pasal 1 angka 4 undang-undang no. 2 Tahun 2004. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 mengatur tentang tata cara penyelesaian perselisihan hubungan industrial melalui mekanisme perselisihan hubungan industrial (di luar pengadilan) dan perselisihan hubungan industrial (melalui pengadilan).

Sanksi Terhadap Pengusaha Yang Tidak Membayar Kekurangan Upah

127, sedangkan menurut Pasal 1 angka 7 Undang-Undang Perbankan Syariah, bank syariah adalah bank yang melaksanakan kegiatannya berdasarkan prinsip syariah dan menurut jenisnya terdiri atas bank umum syariah dan bank perkreditan rakyat syariah. Berdasarkan hal tersebut di atas, maka jurnal berjudul Yurisdiksi Pengadilan Negeri dalam Mengadili Sengketa Lelang Perbankan Syariah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kewenangan pengadilan negeri dalam memutus sengketa lelang perbankan syariah.

Dari segi teori, penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi perkembangan hukum perbankan khususnya hukum perbankan syariah. Pengadilan negeri masih mempunyai kewenangan memutus sengketa lelang agunan bank syariah setelah adanya PERMA No.14 Tahun 2006.

Pengadilan Negeri Masih Berwenang Menangani Sengketa Lelang Agunan Perbankan Syariah Setelah Adanya PERMA Nomor 14 Tahun 2006

Adanya PERMA ini juga berdampak pada pemberlakuan Pasal 49 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 tentang Peradilan Agama akibat berkembangnya ekonomi syariah. Ketentuan Pasal 49 UU Nomor 3 Tahun 2006 menyatakan memberikan kewenangan mutlak kepada lembaga peradilan di lingkungan peradilan agama untuk menyelidiki, memutus, dan menyelesaikan perselisihan, salah satunya dalam bidang ekonomi syariah. Pasca terbitnya Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah, pelimpahan kewenangan penyelesaian sengketa keuangan syariah kepada lembaga peradilan di lingkungan peradilan agama menjadi bias.

Pasal 55 ayat (1) UU Perbankan Syariah menyatakan bahwa “penyelesaian sengketa perbankan syariah dilakukan oleh pengadilan dalam lingkungan peradilan agama”. Artinya dalam sengketa niaga syariah, kewenangan pengadilan agama tidak bersifat mutlak karena isi perjanjian atau akad lebih penting dibandingkan hukum perbankan syariah.

Bentuk Perlindungan Hukum Debitur Apabila Sengketa Lelang Perbankan Syariah Sudah Ditetapkan Oleh Pengadilan Negeri

10Basir, Cik, Penyelesaian Sengketa Perbankan Syariah di Pengadilan Agama dan Pengadilan Syariah, Kencana, Jakarta, 2009, hal. 132. Oleh karena itu, Pengadilan Negeri tidak dapat menolak perkara yang diajukan kepadanya, termasuk sengketa perbankan syariah. Faktor ini terkait dengan penyelesaian sengketa perbankan syariah yang dipandang perlu dilakukan sosialisasi hukum secara terus menerus oleh lembaga legislatif.

Pengadilan Negeri mempunyai kewenangan menyelesaikan sengketa perbankan syariah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55 UU Perbankan Syariah. UU No. 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah No. 2 Tahun 1986 tentang Peradilan Umum UU No. 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase.

Referensi

Dokumen terkait