• Tidak ada hasil yang ditemukan

karir dosen dan tenaga kependidikan perlu disusun

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "karir dosen dan tenaga kependidikan perlu disusun "

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

KEMENTERIAN RISE*T, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI UITTVERSITAS

JAMBI

Jalan Raya Jambi - Ma.Bulian, KM. l5,Mendalo Indah, Jambi Kode Pos 36361 Telp. (0741) 5A3377, s83111

PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS JAMBI

NOMOR 23

TAHUN 2016 TENTANG

PENGEMBANGAN KARIR DOSEN DAN TENACA KEPENDIDIKAN DI UNIVERSITAS JAMBI

Menimbang

Mengingat

REKTOR UI{VERSITAS JAMBI

a. bahwa dalam rangka mendukung

pengembangan

karir dosen dan tenaga kependidikan perlu disusun

sistem pengembangan

karir

dosen

dan

tenaga

kependidikan

di Universitas Jambi;

b. bahwa sehubungan dengan butir a di atas, perlu

menetapkan Peraturan

Rektor;

1.

Undang-Undang

Nomor 20 Tahun

2O03

tentang

Sistem

Pendidikan Nasional (kmbaran

Negara

RI Tahun

20O3 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 43O1);

2.

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2OO5 tentang

Guru

dan

Dosen (kmbaran

Negara

RI Tahun 20O5 Nomor

157, Tambahan

lembaran

Negara RI Nomor 4586);

3.

Undang-Undang Nomor 12 Tahun

2Ol2

tentang Pendidikan

Tinggi (Lembaran Negara RI Tahun 2012 Nomor

158, Tambahan

kmbaran

Negara RI Nomor 5336);

4.

Undang-Undang Nomor

5 Tahun 2014 tentang

Aparatur

Sipil

Negara

(kmbaran

Negara

RI Tahun 2014

Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 5494);

5. Peraturan Peremrintah nomor 37 Tahun 2O09

tentang Dosen (Lembaran RI 2O09 nomor 76, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 45);

6. Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014

tentang

Penyelenggaran Pendidikan Tinggi dan

Pengelolaan Perguruan Tinggi (Lembaran Negara RI Tahun 2O14 Nomor

16, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 55OO);

7. Keputusan

Presiden

RI Nomor

148

Tahun 1966

tentang Pengesahan Pendirian Universitas Negeri Telanaipura yang diberi nama Universitas Jambi;

8.

Peraturan Menteri Pendidikan

dan

Kebudayaan R.I Nomor

19 Tahun 2OI4 tentang Organisasi dan Tata

Kerja Universitas Jambi;

9.

Peraturan Menteri Riset, Teknologi

dan

Pendidikan Tinggi

Nomor 44 Tahun 2Ol5 tentang Standar

Nasional Pendidikan

Tinggi (Berita

Negara

RI Tahun 2015

Nomor

19s21;

1O. Peraturan Menteri Riset, Teknologl

dan

Pendidikan Tinggi

Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pengangkatan

dan

Pemberhentian Rektor/Ketua/Direktur pada

Perguruan Tinggi Negeri (Berita Negara RI Tahun 2O15 Nomor 1);

I I . Peraturan

(2)

1 I

.

Peraturan Menteri Riset, Teknologi

dan

Pendidikan Tinggi

Nomor 51 Tahun 2Ol5 tentang Tata Naskah Dinas

di Lingkungan Kementerian Riset, Teknologi

dan

Pendidikan Tinggi (Berita Negara RI Tahun 2O15 Nomor 2O82);

12. Peraturan Menteri Riset, Teknologi

dan

Pendidikan Tinggi

Nomor 1 Tahun 2016 tentang

Perubahan

atas

peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI Nomor 1

Tahun 2015 tentang

Pengangkatan

dan

Pemberhentian

Rektor/Ketua/Direktur pada Perguruan Tinggi

Negeri (Berita Negara RI Tahun 2O16 Nomor 3);

13.

Keputusan Menteri Pendidikan Nasional

Nomor

154 / O /2OO4 tentang Statuta Universitas Jambi;

14. Keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor O3/M/KW.KP/2O16 tanggal 25

Januari tahun

2016

tentang Pemberhentian dan Pengangkatan

Rektor Universitas Jambi;

Menetapkan

MEMUTUSKAN

PERATURAN REKTOR TENTANG PENGEMBANGAN KARIR DOSEN/TENAGA KEPENDIDIKAN UNIVERSITAS JAMBI.

BAB

I

PENGEMBANGAN KARIER

Bagian Kesatu

Jabatan Pegawai Universitas Pasal 1

(1)

Pegawai Universitas diangkat dalam jabatan tertentu di

lingkungan

Universitas.

(2) Jabatan pegawai Universitas

terdiri

atas:

a.

Jabatan Fungsional Umum;

b.

Jabatan Fungsional Tertentu; dan

c.

Jabatan

Struktural.

(3) Pegawai Universitas

dapat berpindah aatar dan antara Jabatan

Fungsional Umrrm,

Jabatan

Fungsional

Tertentu, dan Jabatan Struktural dalam

satu

unit kerja atau antar Unit Kerja

berdasarkan

kualifikasi,

kompetensi dan penilaian kinerja.

Jabatan Fungsional Umum Pasal 2

(1) Jabatan Fungsional Umum hanya dapat dljabat oleh Tenaga Kependidikan.

(3)

(2) Jenjang

Jabatan

Fungsional Umum

dari

yang paling rendah sampai dengan yang paling tinggi adalah:

a.

Pengadministrasi;

b.

Pemroses;

c.

Penelaah

d.

Analisis

Jabatan F\rngsional Tertentu Pasal 3

(1) Jabatan Fungsional Tertentu

terdiri

atas:

a.

Jabatan Fungsional Tertentu bagi Dosen; dan

b.

Jabatan Fungsional Tertentu bagi Tenaga Kependidikan.

(2)

Jabatan

Fungsional

Tertentu bagi

Dosen

dari yang paling rendah

sampai dengan yang paling tinggi adalah:

a.

Asisten Ahli;

b.

Lektor;

c.

Lektor Kepala; dan

d.

Guru Besar.

(3) Jabatan Fungsional Tertentu bagi Tenaga Kependidikan

terdiri

atas:

a.

Jabatan Fungsional Keterampilan; dan

b.

Jabatan

Fungsional

Keahlian.

(4)

Jabatan Fungsional Keahlian bagi

Tenaga Kependidikan

dari yang

paling

rendah sampai dengan yang paling tinggi adalah:

a. Ahli

Pertama;

b. Ahli

Muda;

c. Ahli

Madya; dan

d. Ahli

Utama.

(5) Jabatan Fungsional Keterampilan bagi Tenaga Kependidikan dari yang paling rendah sampai dengan yang paling tinggi adalah:

a.

Pelaksana Pemula;

b.

Pelaksana;

c.

Pelaksana Lanjutan; dan

d.

Penyelia.

(6)

Jenis Jabatan

Fungsional

Tertentu

bagi Tenaga Kependidikan sebagaimana dimaksud pada ayat 3

huruf

b ditetapkan dengan keputusan rektor

Pasal 4

Tenaga Kependidikan dengan

Jabatan Fungsional Tertentu Jenjang

Keahlian

dapat alih jalur menjadi

Dosen

Tetap apabila

memenuhi

persyaratan

sebagai

Dosen Tetap.

(4)

Jabatan

Struktural

Pasal 5

Jabatan

struktural

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (21

huruf

c

terdiri

atas:

a.

Pimpinan Universitas:

b.

Pimpinan

unsur

pelaksana akademik;

c.

Pimpinan

unsur

pelaksana administrasi dan pengembangan;

d.

Pimpinan

unsur

penunjang;

Pasal 6

Jenjang Jabatan Pimpinan Universitas

sebagaimana

dimaksud dalam

Pasal 5

huruf

a dari yang paling rendah sampai dengan yang paling tinggi,

yaitu:

a.

Wakil Rektor; dan

b.

Rektor.

Pasal 7

Jenjang

Jabatan

Pimpinan

Unsur

Pelaksana Akademik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5

huruf

b,

terdiri

dari:

a.

kepala laboratorium;

b.

sekretaris pusat studi;

c.

kepala pusat studi;

d.

sekretaris program studi;

e.

ketua program studi;

f.

sekretaris departemen;

g.

ketua departemen;

h.

wakil dekan; dan

i.

dekan.

Pasal 8

Jenjang

jabatan pimpinan unsur

pelaksana

administrasi dan

pengembangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal

5 huruf c dari

yang paling

rendah

sampai dengan yang paling tinggi, yaitu:

a.

kepala seksi/ kepala subbagian;

b.

kepala subdirektorat /kepala bagian/kepala kantor administrasi;

c.

sekretaris direktorat; dan

d.

sekretaris

eksekutif/direktur.

Pasal 9

Jenjang jabatan pimpinan

unsur

penunjang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5

huruf

d dari yang pa,ling rendah sampai dengan yang paling tinggi, yaitu:

a.

kepala subbidang;

(5)

b.

kepala seksi/ kepala subbagian;

c.

kepala bidang/ kepala bagian;

d.

sekretaris; dan

e.

kepala.

Pasal 10

(1) Eselonisasi jabatan pimpinan ditetapkan dengan keputusan Rektor.

(2) Dosen dapat diberikan tugas tambahan

untuk

menduduki

jabatan

pimpinan

unsur

pelaksana

administrasi dan

pengembangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling rendah dalam

jabatan

setara eselon III.

Pola Karier Pegawai Universitas Pasal 1 1

(1) Universitas menetapkan pola pengembangan karier pegawai Universitas.

(2) Pegawai Universitas

diberi

kesempatan

untuk

menJrusun perencanaan dan pengembangan karier individu, dengan memperhatikan minat,

kualilikasi

dan kompetensi yang

dimiliki.

(3) Perencanaan

karier individu

pegawai Universitas

harus

selaras dengan pola karier yang ditetapkan Universitas.

Pasal 12

Ketentuan lebih lanjut tentang pola karier diatur dalam Peraturan

Rektor tersendiri

dan/atau

ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pengembangan Kompetensi Pasal 13

(1) Pegawai Universitas

diberi

kesempatan

untuk

mengembangkan kompetensi guna mendukung kinerja

Unit

Kerja dan pengembangan karier.

(2) Pengembangan kompetensi pegawai Universitas

dilakukan melalui

program

pendidikan dan pelatihan,

magang,

studi lanjut,

workshop,

seminar, staff

exchange,

benchmarking dan kegiatan lain sesuai dengan

kemampuan pegawai dan kebutuhan

Unit

Kerja.

(3) Pengembangan

kompetensi mengacu pada standar kompetensi

sesuai dengan peraturan yang berlaku.

(4) Pengembangan kompetensi

dilakukan

secara berjenjang.

(5) Kesempatan

mengikuti program

pengembangan

kompetensi

sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan kepada semua pegawai Universitas dengan mempertimbangkan kesesuaian

jenjang karier

pegawai yang bersangkutan,

kebutuhan masing-masing

Unit

Kerja dan ketersediaan anggaran.

(6)

Pasal 14

Penutup

(1)

Hal-hal lain

yang belum

tercantum

dalam Peraturan Rektor

ini akan diatur

lebih

lanjut

dalam peraturan lain.

(2) Peraturan Rektor

ini

mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan

di

Jambi Pada tanggal

REKTOR UNIVERSITAS JAMBI,

Prof. H. JOHNI NAJWAN, S.H., M.H., Ph.D NrP. 19620228 1 98902 1 002

Tembusan disampaikan kepada Yth:

f

.

Wakil Rektor di lingkungan Universitas Jambi;

2.

Dekan Fakultas di lingkungan Universitas Jambi;

3.

Ketua Lembaga di lingkungan Universitas Jambi;

4.

Kepala Biro dan UPT di lingkungan Universitas Jambi;

5.

Kepala Bagian Hukum dan Kepegawaian BUPK universitas Jambi.

(7)

Pasal 14

Penutup

(i) Hal-hal lain

yang belum

tercantum

dalam Peraturan Rektor

ini akan diatur

Iebih

lanjut

dalam peraturan lain.

(2) Peraturan Rektor

ini

mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.

di

iT'&c zolt

JAMBI,

NAJWAN, S.H., M.H., Ph.D t98902 1 002

a

Tembusan disampaikan kepada Yth:

1.

Wakil Rektor di lingkungan Universitas Jambi;

2.

Dekan Fakultas di lingkungan Universitas Jambi;

3.

Ketua Lembaga di lingkungan Universitas Jambi;

4.

Kepala Biro dan UPT di lingkungan Universitas Jambi;

5.

Kepala Bagian Hukum dan Kepegawaian BUPK universitas Jambi.

7'

2@ z1

aq)

Referensi

Dokumen terkait

(1) Unsur Pelaksana akademik sebagaimana dimaksud pasal 2 huruf c adalah unsur golongan jabatan dalam struktur organisasi universitas yang secara teknis

mengusulkan sanksi kepada pimpinan apabila dosen atau tenaga kependidikan melanggar Kode Etik Dosen dan Tenaga Kependidikan dan peraturan yang berlaku.5.

b. lebih dari 20 persen dosen tetap memiliki jabatan fungsional asisten ahli c. Standar Tenaga Kependidikan. Fakultas dan Program Studi dalam rekrutisasi tenaga kependidikan

(4) Dalam hal pegawai tetap yang mengajukan permohonan pengunduran diri tidak menerima keputusan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b, Rektor memberhentikan

(1) Rumah negara dan perlengkapannya serta kendaraan dinas jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (2) huruf a dan huruf b disediakan bagi Pimpinan DPRD sesuai

Bagian Kesebelas Unit Penunjang Pasal 22 1 Unit Penunjang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat 1 huruf k merupakan unsur penunjang yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan tugas

Lektor ke Lektor Kepala  Paling singkat 2 dua tahun menduduki jabatan Lektor;  Telah memenuhi angka kredit yang dipersyaratkan baik secara kumulatif maupun setiap unsur kegiatan; 

TMT Jabatan : TMT sesuai yang tertera pada SK jabatan PTK Riwayat Kepangkatan/ Golongan Jenjang Pendidikan Jenis Lembaga Status Kepegawaian Jenis PTK Lembaga Pengangkat No SK