• Tidak ada hasil yang ditemukan

KARYA TULIS ILMIAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "KARYA TULIS ILMIAH"

Copied!
134
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

TujuanPenelitian

Bagaimana asuhan keperawatan pada anak K dengan diagnosa medis tipes di Bangsal Ashoka RSUD Bangil.

Manfaat Penelitian

Metode Penulisan

  • Metode
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Sumber Data
  • Studi Kepustakaan

Sistematika Penulisan

  • Bagian Awal
  • Bagian Inti
  • Bagian Akhir

TINJAUAN PUSTAKA

  • Pengertian
  • Etiologi
  • Manifestasi Klinis
  • Patofisiologi
  • Diagnosa Banding
  • Komplikasi
  • Pemeriksaan Penunjang
  • Penatalaksanaan
  • Konsep Anak
    • Konsep Pertumbuhan dan Perkembangan
    • Tahap-tahap Tumbuh Kembang
    • Tahap Perkembangan Anak
    • Proses Pertumbuhan dan Perkembangan Anak
    • Kebutuhan Dasar Tumbuh Kembang Anak
    • Perkembangan Sosial Anak
    • Perkembangan Psikoseksual
    • Perkembangan Psikososisal Anak
    • Perkembangan Moral Anak
    • Perkembangan Kognitif Anak
  • Konsep Hospitalisasi
    • Pengertian
    • Stressor Umum pada Hospitalisasi
    • Efek Hospitalisasi pada Anak
    • Reaksi Orang tua terhadap Hospitalisasi
    • Konsep Solusi Hospitalisasi
  • Konsep Asuhan Keperawatan
    • Pengakjian
    • Analisa Data
    • Diagnosa Keperawatan
    • Intervensi Keperawatan
    • Implementasi
    • Evaluasi
    • Pathway

Ibu pasien mengatakan lingkungan pesantren kotor dan tidak ada ventilasi, namun lingkungan rumah bersih dan terdapat ventilasi. Ibu pasien mengatakan, saat anaknya berusia 0-6 bulan, ia hanya diberi ASI dan susu formula secara eksklusif dan tidak ada keluhan selama pemberian. Ibu pasien mengatakan, sesampainya di rumah, anaknya tidur siang 3 jam, malam hari tidur 9 jam, sedangkan di rumah sakit anaknya tidur siang 2 jam dan tidur malam 8 jam. tempat tidur: bercerita, dan tidur pun tidak masalah.

Sedangkan pada tinjauan kasus Composmentis Awareness, GCS: 4-5-6, tidak ada kejang, tidak ada kaku kuduk, tidak ada sakit kepala, tidak ada kelainan saraf kranial. Ibu pasien mengatakan, di rumah anaknya tidur siang 3 jam, malam tidur 9 jam, di rumah sakit anaknya tidur 2 jam, malam tidur 8 jam. Kebiasaan sebelum tidur: bercerita dan tidak sulit tidur. Sedangkan pada pemeriksaan kasus didapatkan kemampuan gerak sendi dan anggota badan : leluasa, tidak patah tulang, tidak dislokasi, warna kulit kemerahan, akral hangat, turgor.

Diagnosis Nyeri akut yang berhubungan dengan agen pencedera biologis tidak ada karena tidak ada tanda-tanda nyeri pada klien. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan malabsorpsi zat gizi.Setelah menyusui selama 3 x 24 jam diharapkan kebutuhan nutrisi pasien terpenuhi, dengan kriteria: makan sedikit tapi sering, selaput lendir lembab, berat badan . tidak berkurang, nafsu makan bertambah, porsi makan habis dan tidak ada kram perut, mual (-), muntah.

TINJAUAN KASUS

Analisa Data

Fase ini berbeda dengan fase sebelumnya karena pada fase ini tidak terjadi fiksasi karena perilaku sudah terbentuk. Saat umur 6-12 bulan nutrisi yang diberikan adalah susu formula dan bubur, tidak ada keluhan selama pemberian. 2) Palpasi : denyut kuat, CRT <2 detik, dan tidak nyeri dada, tidak ada distensi vena jugularis, ictus cordis teraba lemah.

Buang air besar sehari sekali, konsistensi agak keras, warna kuning, feses berbau khas, tidak ada obat pencahar, gerak peristaltik 10 kali. Sementara itu, dalam pemeriksaan kasus didapatkan hasil: Bentuk dada simetris, tanpa alat bantu pernafasan: tidak ada, ritme pernafasan benar, frekuensi pernafasan 20 x/menit, tulang belakang normal, tanpa pencabutan. Sedangkan tinjauan kasus didapatkan pada pemeriksaan : tidak sianosis, jari tidak berdenyut, palpasi : nadi kuat, CRT <2 detik dan tidak nyeri dada, perkusi : tuli, auskultasi : bunyi jantung S1 (S1 terletak pada ICS 5 midklavikula kiri) dan S2 (kanan ICS 4 midternalis).

Sedangkan pada pemeriksaan case review didapatkan : mukosa kering, bibir normal, lidah bersih, rongga mulut bersih, gigi bersih, kebiasaan gosok gigi 3 kali sehari, amandel di tenggorokan tidak membesar, pada pemeriksaan bentuk perut simetris, normal, lidah berwarna putih.

Tabel 2.2 Perkembangan anak usia 25-36 bulan  GERAKAN
Tabel 2.2 Perkembangan anak usia 25-36 bulan GERAKAN

Diagnosa Keperawatan

Intervensi Keperawatan

Implementasi Keperawatan

Evaluasi Keperawatan

PEMBAHASAN

Diagnosa Keperawatan

Pada tinjauan literatur, diagnosis keperawatan hipertermia ditemukan berhubungan dengan proses infeksi, sedangkan pada studi kasus ditemukan diagnosis yang sama karena suhu tubuh klien meningkat sejak seminggu yang lalu sehingga menyebabkan suhu tubuh meningkat. sensitivitas di atas normal. Pada tinjauan literatur ditemukan bahwa diagnosa keperawatan terdapat ketidakseimbangan nutrisi yang kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan penyerapan nutrisi yang buruk, sedangkan pada studi kasus ditemukan diagnosis yang sama karena klien mengalami penurunan nafsu makan. Pada tinjauan pustaka ditemukan diagnosa keperawatan memiliki tingkat pengetahuan yang buruk terkait dengan kurangnya sumber informasi, sedangkan pada studi kasus ditemukan diagnosa yang sama karena ibu klien mengatakan tidak mengetahui apa-apa tentang demam tifoid dan penyebabnya.

Dalam tinjauan pustaka ditemukan enam diagnosa keperawatan menurut (Wawan, 2012), yaitu: Hipertermia berhubungan dengan proses infeksi salmonella typhi, Defisit volume cairan berhubungan dengan asupan cairan yang tidak mencukupi, Nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera biologis, Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari yang diharapkan. kebutuhan tubuh berhubungan dengan malabsorpsi nutrisi, Kelelahan berhubungan dengan proses endotoksin bakteri, Kurangnya pengetahuan berhubungan dengan kurangnya sumber pengetahuan (Wawan, 2012), Namun pada tinjauan kasus, diagnosa keperawatan Defisit volume cairan berhubungan dengan ketidakcukupan asupan cairan tidak muncul karena tidak ada tanda-tanda defisit volume cairan. Hipotermia berhubungan dengan proses infeksi Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam suhu kembali normal, dengan kriteria : suhu tubuh dalam batas normal 36,5-37°C, denyut nadi 80-100x/menit, warna kulit tidak kemerahan, akral hangat, sabar tidak lemah. Tingkat pengetahuan yang kurang berhubungan dengan kurangnya sumber informasi Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x30 menit diharapkan klien dan keluarga memahami proses penyakit serta program pengobatan dan terapi yang diberikan dengan kriteria hasil : Jelaskan kembali penyakitnya. , ibu pasien dapat menyebutkan kembali penyebab penyakitnya, ibu pasien dapat menyebutkan kembali tanda dan gejalanya, ibu pasien dapat kembali menyebutkan cara pencegahan demam tifoid, ibu pasien dapat kembali menyebutkan penatalaksanaan penyakit tipes.

Pada tinjauan pustaka dan studi kasus pelaksanaannya sama dengan tinjauan pustaka, sedangkan pada kasus nyata pelaksanaannya dipersiapkan dan direalisasikan untuk klien serta terdapat dokumentasi dan dilakukan intervensi keperawatan aktual terhadap klien. Dalam diagnosis hipotermia berhubungan dengan proses infeksi, dilakukan seluruh perencanaan tindakan keperawatan seperti penjelasan pada keluarga tentang demam, pengajaran kompres pada selangkangan dan aksila, anjuran pasien untuk menambah asupan cairan. Dalam diagnosis ketidakseimbangan gizi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan malabsorpsi gizi, maka dilakukan seluruh perencanaan tindakan keperawatan seperti menjelaskan kepada keluarga tentang kecukupan kebutuhan gizi, menganjurkan keluarga untuk memberikan makan dalam porsi kecil namun sering, menganjurkan keluarga untuk tetap makan. ritual untuk anak, dan memantau asupan dan keluaran cairan.

Dalam mendiagnosis tingkat pengetahuan yang kurang berhubungan dengan kurangnya sumber informasi, maka dilakukanlah segala perencanaan tindakan keperawatan seperti edukasi kepada keluarga pasien tentang penyakit demam tifoid. Dalam tinjauan literatur, pengkajian tidak dapat dilakukan karena merupakan kasus semu, sedangkan dalam tinjauan kasus, pengkajian dapat dilakukan karena kondisi pasien dan masalahnya dapat diketahui secara langsung. Pada saat dilakukan penilaian, tingkat pengetahuan terkait kurangnya sumber informasi telah tercapai selama 30 menit pada tanggal 17 Desember 2019.

Penilaian kekurangan pengetahuan mengenai kurangnya sumber informasi dicapai dalam waktu 30 menit pada tanggal 17 Desember 2019. Fauzan, Ahmad. (2015). Pertumbuhan dan perkembangan serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. www.kompasiana.com/amp /fauzan02/perbangun-dan-berkembang-dan-mempengaruhi-faktor.

Intervensi Keperawatan

Implementasi Keperawatan

Dalam pelaksanaan implementasinya terdapat beberapa faktor pendukung yang menyebabkan seluruh rencana aksi dapat terlaksana dengan baik. Hal-hal yang menunjang pelaksanaan asuhan keperawatan antara lain : kerjasama yang baik antara perawat dengan dokter ruangan dan tim. Saat melaksanakan tindakan keperawatan tidak ditemukan hambatan, semua rencana terlaksana karena adanya kerjasama yang baik antar keluarga pasien.

Evaluasi Keperawatan

Setelah penulis melakukan observasi dan melakukan keperawatan langsung pada anak penderita kasus tipes di bangsal RSUD Asoka. Dengan demikian, penulis dapat mengambil beberapa kesimpulan sekaligus saran yang dapat berguna untuk meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan pada anak demam tifoid. Dari hasil uraian yang menggambarkan asuhan keperawatan pada anak demam tifoid, penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut.

Peningkatan suhu tubuh normal dalam waktu 3x24 jam, dan pada akhir status note permasalahan telah teratasi pada tanggal 18 Desember 2019. Kebutuhan klien telah terpenuhi selama 3x24 jam karena telah dilaksanakan tindakan yang tepat dan berhasil, serta permasalahan terselesaikan pada tanggal 18 Desember 2019. Berdasarkan kesimpulan diatas maka penulis memberikan saran sebagai berikut: 5.2.1 Akademik, Disarankan untuk memberikan pengetahuan tentang keperawatan.

Disarankan bagi peneliti untuk menggunakan data primer agar dapat mengetahui perjalanan penyakit demam tifoid dan hasil laboratorium seperti leukosit dan pemeriksaan Widal dari pasien untuk dapat memperkuat data pasien. Sebaiknya profesi keperawatan/calon perawat lebih memahami dan meningkatkan kompetensinya, sehingga dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien mampu mencapai rasionalitas yang baik dan mampu beradaptasi dengan kebutuhan pasien. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 364/MENKES/SK/V/2006 tentang Pedoman Pengendalian Penyakit Demam Tifoid, Menteri Kesehatan Republik Indonesia.

Demam tifoid merupakan penyakit infeksi akut yang biasanya menyerang saluran pencernaan dengan gejala demam yang berlangsung lebih dari seminggu. Bisa dari makanan/minuman yang sudah dibuka atau terkontaminasi bakteri dari tinja dan urin, atau dari orang yang pernah merawat pasien tipes yang tidak mencuci tangan.

PENUTUP

Saran

Serta dapat mengambil tindakan berdasarkan diagnosis yang akurat untuk meminimalkan kesalahan dalam mendiagnosis pasien. Tidak boleh tidur dengan anak lain, mungkin sebaiknya ibu ikut dengannya, tapi jangan tidur bersama.

Referensi

Dokumen terkait