Buklet yang penulis beri judul: SLNKRET1SME FILOSOFI DAN AGAMA Menurut Ibnu Rusyd. Ibnu Rusyd dipilih selain karena perannya yang besar di bidang ini juga karena pengaruhnya di luar dunia Islam, khususnya di Barat.
BAB I
FILSAFAT DAN AGAMA
- Pengertian Filsafat dan Agama 1. Pengertian Filsafat
- Pengertian Agama
- PERSAMAAN DAN PERBEDAAN AGAMA DAN FILSAFAT
- Persamaan
- LATAR BELAKANG TIMBULNYA FILSAFAT DALAM ISLAM TimbuI dan diterimanya filsafat didalam Islam hingga
- PERIODISASI PERJALANAN FILSAFAT ISLAM
- Profil Ibnu Rusyd 1. Geneologi
Filsafat adalah salah satu ilmu yang mengandung pengetahuan tentang ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika. Romawi, merumuskan filsafat adalah ilmu tentang sesuatu yang Maha Tinggi dan upaya untuk mencapainya.5 d.
BAB II
Nama lengkapnya adalah Abu Al-Walid Muhammad Ibnu Ahmad Ibnu Muhammad Ibnu Rusyd, biasa dipanggil Ibnu Rusyd, dan bergelar Abu Walid. Lahir pada tahun 520 H/1126 M, di kota Cordova, ibu kota Andalusia, wilayah Islam di ujung barat benua Eropa, meninggal dalam usia 73 tahun menurut tahun Hijriyah atau 72 tahun menurut tahun Masehi. tepatnya pada hari Kamis tanggal 9 Shafar 595 H/11. Desember 1198 M, di kota Marakus, ibu kota Maroko, wilayah paling barat Afrika Utara. Karena neneknya yang bernama sama dengannya yaitu Abu Walied lahir pada pertengahan abad ke-5 (di Kordoba.
SEKITAR FILSAFAT IBNU RUSYD
Pembinaan Kearah Kedewasaan
Sejak kecil dia dibimbing di rumah oleh ayahnya untuk mempelajari ilmu-ilmu agama, antara lain: ilmu Fiqih (hukum), Ushul, bahasa (Arab), pena dan adab (sastera), di samping itu dia juga telah mempelajari ilmu. Tauhid bersama ayahnya, menghafal kitab Al Muwattha, mempelajari falsafah yang nampaknya berpegang teguh kepada fahaman Asy’ariyah karangan Imam Maliki boleh dihafal. Selain mempelajari ilmu agama daripada ayahnya dan ulama yang datang ke rumahnya, dia juga mempelajari ilmu am daripada guru-gurunya yang sengaja dijemput atau menziarahi ulama. Sehingga dalam ilmu agama ia dapat memberi warna baru pada kemajuan tersebut, seperti: dalam ilmu fiqih ia termasuk dalam mazhab Maliki, karena dengan menjelaskan ilmu fiqih secara ilmiah, ia dapat mengangkat derajatnya. ilmu itu telah dibangkitkan daripada fiqh kepada undang-undang yang dipelajari oleh semua orang yang berlainan agama dan digunakan sebagai sumber undang-undang dalam kerajaan negeri; dalam ilmu kalam yang terbit daripada Asy’ariyah, beliau mampu menghimpunkan ajaran agama dengan ilmu yang berasal dari Yunani iaitu falsafah.
Meski hanya menguasai bahasa Arab, penguasaan ilmu-ilmu umum membuatnya terkenal di dunia sains, khususnya di dunia barat dibandingkan dengan kurangnya rasa hormat di kalangan pengikutnya. Dalam filsafat ia mencapai puncak karena pemikirannya memengaruhi para pemikir Eropa, sehingga ia menerima gelar komentator filsafat Aristoteles. Namun, pelatihan filosofisnya tidak sepenuhnya didokumentasikan, meskipun bukti-bukti di dalam secara meyakinkan membuktikan bahwa dua guru utamanya adalah Ibnu Bajjah dan Ibnu Thufayl.4 Dan dalam ilmu kedokteran, ilmu yang mengantarkannya menjadi dokter resmi istana adalah jabatan tinggi. .
Sesungguhnya Ibnu Rusyd dikenal sebagai orang yang rajin belajar dan membaca sejak kecil hingga masa tuanya, sehingga tidak ada waktu luang untuk membaca dan meneliti kecuali dua malam, yaitu malam ayahnya wafat dan malam ketika beliau meninggal. menikah dan didukung oleh kepiawaiannya dalam menjalin komunikasi dengan beberapa ulama yang memiliki keilmuan yang berbeda seperti : Ibnu Arabi, Ibnu Bajah, Ibnu Thufayl, Ibnu Zuhr, Abu Marwan, Abu Bakar, Abu Abdellah Muhammad bin Ibrahim, Abu Raabie el Kafief dan Abu Abbas.
Prestasi Pribadinya
Karena kepandaiannya dalam berbagai ilmu, dapat dikatakan bahwa Ibnu Rusyd adalah seorang yang jenius dan gigih dalam mengembangkan ilmunya. Khalifah Abu Jacob sangat terkesan dengan Ibnu Rusyd karena keluasan dan kedalaman ilmunya, terutama filsafatnya. Ibnu Rusyd dalam tafsirnya tidak terikat atau mengikuti teks asli dan tahapan pemikiran Aristoteles, melainkan menurut pendapat atau pandangannya sendiri.
Memang, setelah kematian Abu Yaqoob pada 580H/1184M, ia digantikan oleh putranya Abu Yusuf Al-Mansur, yang sangat mengagumi dan menghormati Ibnu Rusyd lebih dari khalifah sebelumnya. Ernest Renan, seorang peneliti dan cendekiawan Prancis, mencoba menemukan buku-buku Ibnu Rusyd di berbagai perpustakaan di seluruh Eropa. Daftar 78 buku karya Ibnu Rusyd ditemukan di Perpustakaan Escurial di Madrid, diklasifikasikan sebagai berikut: 12.
Namun hukuman dan penderitaan itu segera berakhir setelah Al Mansur kembali dari Marrakudy, karena dia diampuni dan dipanggil oleh Ibnu Rusyd puas dengan penghapusan fanatisme agama, tepatnya pada tahun 1198 M.
PRINSIP-PRINSIP FILSAFAT IBNU RUSYD 1. Metafisika
- Dalil Ichtira’ (penciptaan)
- Dalil Gerak
Pendapat kelompok seperti itu, menurut Ibnu Rusyd, tidak sesuai dengan apa yang digariskan syara'. Sifat ini baru karena tersusun dari bagian-bagian yang tidak terbagi dan dapat diubah. Golongan Mu'tazilah tidak mendapatkan penjelasan dari Ibnu Rusyd tentang pendirian mereka dalam hal ini karena mereka tidak mengetahui metodenya karena buku-buku mereka tentang masalah tersebut tidak sampai kepadanya.
Kerana ia tidak sesuai dengan petunjuk al-Quran dalam pelbagai ayatnya, dan oleh itu Ibn Rushd mengemukakan tiga hujah yang dianggapnya sesuai untuk orang awam dan ahli falsafah (orang yang berpendidikan khusus) 18. Jika kita menganggap sifat ini amati. , maka kita akan tahu bahawa apa yang ada di dalamnya sangat sesuai dengan kehidupan manusia dan makhluk lain. Hujah ini datang daripada Aristotle dan Ibn Rushd melihatnya sebagai hujah yang meyakinkan tentang kewujudan Tuhan.
Namun Ibnu Rusyd tidak mengikuti pemikiran Aristoteles yang menyatakan bahwa benda adalah qodim karena menurut Ibnu Rusyd benda-benda langit bergerak bersama geraknya diciptakan Tuhan dari ketiadaan dan tidak dalam waktu karena usia tidak dapat mendahului benda-benda yang bergerak, selama waktu kita menganggapnya sebagai ukuran pergerakannya.
Sifat-sifat Allah
- Filsafat Alam
Pendapat Ibnu Rusyd tentang alam lebih dekat dengan teori Aristoteles dan sangat radikal sehingga menimbulkan banyak kesalahpahaman di kalangan ulama dan orang beragama, mereka menuduh Ibnu Rusyd sebagai seorang materialis, ateis dan alam yang tidak beriman kepada Tuhan. Pokok-pokok pemikirannya terdapat dalam kitab-kitab tafsir filsafat Aristoteles dan kitabnya Tahafut at-Tahafut.
Materi dan Bentuk
Gerak hanya dapat terjadi pada yang dapat menerima istirahat, bukan pada yang tidak. Pergerakan tidak dapat terjadi kecuali dalam satu zaman, menurut Ibnu Rusyd, zaman itu mencakup tiga dimensi, yaitu: Masa lalu, masa kini, dan masa depan. Namun apa yang dimaksud dengan masa kini, Ibnu Rusyd menjelaskan bahwa batas masa kini adalah titik temu antara masa lalu dan masa depan.
Dalam Ibnu Rusyd mengambil jalan tengah membagi tiga golongan menurut jenis-jenis yang terdapat di alam, yaitu: 26. Jadi menurut Ibnu Rusyd, bahwa alam adalah adanya sesuatu yaitu Fa'il (yang artinya menjadikan ). Maka Ibnu Rusyd tidak membenarkan pendapat ulama kalam yang mengatakan bahwa Tuhan menciptakan dunia ini dari ketiadaan.
Pandangan Ibnu Rusyd tentang akal yang menyatu dimaksudkan sebagai pandangannya tentang ruh (jiwa) manusia.
Ibnu Rusyd dan Al - Ghazali dalam Tiga Masalah
- Tentang ilmu Allah bersifat Kulli (universal)
- Tentang Kekadiman Alam
- Tentang Kebangkitan Di Akhirat
Penafian Imam A1 Ghazali, ia mengklaim bahwa tidak perlu terjadi perubahan pada Allah karena hal-hal yang Dia tahu adalah satu, baik sebelum dibuat atau dalam kasus dibuat atau setelah dibuat. Karena itu, kata Ibnu Rusyd, bahwa orang menyamakan hal-hal yang kontradiktif, membandingkan yang ghaib dengan yang nyata, adalah sikap yang tidak benar dan cenderung jahil. Karena ilmu Tuhan adalah penyebab keberadaan sesuatu, dan jika Tuhan juga mengetahui hal-hal kecil (juz'iyyat), berarti ilmu Tuhan disebabkan oleh hal-hal yang tidak sempurna, dan ini tidak wajar bagi Tuhan.
Demikian pula tidak ada ilmu juz'i yang hanya mencapai hal-hal yang paralel atau kecil, ilmu ini juga merupakan kekurangan di sisi Allah. Menurut Ibnu Rusyd, ada dua hal yang bersifat kodrati, yaitu Tuhan dan alam, namun kodratnya berbeda karena Tuhan lebih utama. Demikian seterusnya tanpa henti, padahal rangkaian peristiwa (tasalsul) tanpa keputusan adalah sesuatu yang tidak dapat diterima oleh akal dan akal.
Ada kebangkitan fisik (jasmani), sesuatu yang dimungkinkan dengan kembalinya jiwa ke tubuh, tubuh apa pun, baik dari tubuh material atau dari yang pertama dari tubuh kedua atau dari tubuh yang baru terbentuk, karena kita disebut manusia. untuk jiwamu, bukan untuk tubuhmu.
FAKTOR PENDORONG
SINKRETKME AGAMA DAN FILSAFAT IBNU RUSYD
BAB III
SINKRETISME AGAMA DAN FILSAFAT
ANALISA
Pertama, perbezaan ayat mutasyabihat dan muhkam yang digariskan oleh al-Quran itu sendiri, yang telah diakui oleh mufassir, dan kedua, ketiadaan ahli agama Islam (Sunni) yang berhak menentukan ajaran. Setelah menyatakan bahawa "Dialah yang menurunkan kitab kepadamu (yaitu Muhammad)", AI-Qur'an terus berkata (sekurang-kurangnya menurut bacaan yang benar-benar logik dan cukup baik): "Sebahagian daripada ayat-ayat Muhkamat. ;Memang benar Al-Qur'an dilihat dari segi kesukaran dan kemudahan memilih sesuatu makna, boleh dibahagikan kepada dua iaitu Muhkam atau makna zahir (eksoterik) dan Mutasyabihat makna atau makna batin (esoterik).
Karena jumlah ayat yang bersifat mutlak sangat sedikit, di sisi lain banyak ayat yang bersifat relatif yang memerlukan pemikiran rasional, hal ini berarti bahwa Al-Qur'an telah menyediakan lapangan pekerjaan akal yang sangat luas. . Untuk itu, jelaslah bahwa syara' dalam arti wahyu (Al-Qur'an) yang mengandung dasar-dasar. 22 Imam Muklas, Filsafat Al-Qur'an Fakultas Ushuluddin Jurusan Tafsir Hadits Diktat Al Mawa, 1992, f.a.
Dan takwiI dapat dilakukan pada teks al-Qur'an dan hadits yang makna lahiriahnya bertentangan dengan filsafat, jika sesuai dengan kaidah takwil dalam bahasa Arab.
BAB III KESIMPULAN
Ibnu Rusyd adalah seorang filosof Islam yang rasional namun religius, pengagum Aristoteles dan lebih terkenal di Eropa Tengah. Pemikirannya dalam metafisika mengikuti jalan agama, sedangkan filsafat alamnya lebih dekat dengan teori Aristoteles dan pemikirannya tentang akal bebas membuka jalan bagi pemikiran bebas Eropa. Menurut Ibnu Rusyd, agama dan filsafat dianggap saudara kembar, namun keduanya tetaplah dua yang berhak berdiri sendiri, tidak dapat dipisahkan dan bermusuhan.
Karena tujuan Filsafat adalah untuk memperoleh pengetahuan yang benar dan melakukan hal yang benar, sesuai dengan tujuan agama, yaitu untuk menjamin pengetahuan yang benar bagi manusia dan menunjukkan jalan yang benar untuk kehidupan praktis, maka harus diintegrasikan menjadi Dalam hal ini, Ibnu Rusyd menggariskan empat hal; pertama kewajiban berfilsafat menurut syara', kedua pemahaman lahiriah dan pemahaman batiniah, serta kewajiban mengambil takwil.
DAFTAR PUSTAKA