Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya kepada peneliti sehingga dapat menyelesaikan disertasi yang berjudul “Kontroversi Sepak Bola Gajah di Wajah Sepak Bola Indonesia”. Bono Setyo, M.Si selaku ketua Program Studi Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, sekaligus pembimbing skripsi yang membimbing peneliti selama mengerjakan disertasinya. Elephant Football adalah istilah untuk permainan sepak bola yang tidak adil di mana dua tim berusaha menghindari satu sama lain secara seimbang.
In a match of the big eight Divisi Utama 2014 that pitted PSS Sleman with PSIS Semarang, they created 5 own goals in 10 minutes of the match and the final result 3-2 for the victory PSS Sleman. Accordingly, the mass media plays an important role in providing information regarding the sepakbola gajah case. This study aims to find out how the reporting of sepakbola gajah cases between PSS Sleman and PSIS Semarang at the Daily News Tribun Jogja was structured.
Latar Belakang Masalah
Seluruh prestasi PSS Sleman dan PSIS Semarang tercoreng akibat insiden tersebut. sepak bola gajah”, yang merusak sepak bola Indonesia. Perhelatan sepak bola gajah ini sudah hampir setahun sejak peneliti menulis penelitian ini. Dalam forum tersebut, empat mantan pemain PSS Sleman yang dijatuhi sanksi akibat kasus sepak bola gajah menyatakan bahwa manajemen terlibat dan bertanggung jawab atas kasus tersebut.
Tribun Jogja merupakan salah satu harian daerah lokal di Daerah Istimewa Yogyakarta yang gencar memberitakan peristiwa sepak bola gajah. Tribun Jogja gencar memberitakan isu sepak bola gajah menyusul pengakuan empat mantan pemain PSS Sleman. Komdis siap sidang kasus sepak bola gajah", dan "Monieaga dkk tidak hadir sidang Komdis ditunda".
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Manfaat Akademis
Manfaat Praktis
Tinjauan Pustaka
Beberapa penelitian yang sudah ada milik mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta yaitu penelitian yang ditulis oleh Rifky Syofiadi dengan judul “Analisis Pembingkaian Berita, Keterlambatan Pembangunan Gedung Baru Khusus Yogyakarta Balai Perpustakaan dan Arsip Daerah di tribunjogja.com periode 24-27 Februari 2014". Dalam penelitian Rifky Syofiadi dan yang sedang peneliti lakukan, media yang digunakan sama-sama produk anak perusahaan Kompas Gramedia Group yaitu Tribun Jogja. Perbedaannya adalah bahwa Rifky Syofiadi memilih topik penelitian sebagai media massa online tribunjogja.com, sedangkan peneliti menggunakan media massa cetak SKH Tribun Jogja.
Kedua, penelitian Bafadlol Muksit, mahasiswa Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta yang berjudul “Pro Kontra Hukuman Mati di Indonesia (Analisis Bingkai Berita Kematian 'Bali Sembilan') Barisan Narapidana -kasus di media online CNNIndonesia.com dan Tempo.co edisi Februari 2015)". Dalam penelitian Bafadlol, dua media massa online dijadikan subjek penelitian yaitu CNNIndonesia.com dan Tempo.co yang kemudian dibandingkan hasil framenya. Terakhir, penelitian Teguh Eko Sutrisno, mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta yang berjudul “Analisis.
Membingkai konflik pemerintah Suriah vs oposisi (Analisis framing Robert N. Entman di kolom 'internasional' Harian Republika, Oktober – Desember 2012). Bedanya, pada topik penelitian Teguh Eko Sutrisno menggunakan media massa cetak SKH Republika, sedangkan peneliti menggunakan SKH Tribun Jogja.
Landasan Teori
Teori Agenda-Setting
Media massa hanya berkonsentrasi pada beberapa permasalahan sosial untuk menampilkannya sebagai isu yang lebih penting dibandingkan isu lainnya. Salah satu aspek terpenting dalam konsep agenda setting adalah peran komunikasi massa, berbagai media massa mempunyai potensi agenda setting yang berbeda-beda termasuk intervensi investor (Tamburaka. Teori agenda setting pertama kali diperkenalkan oleh McCombs dan DL Shaw, bahwa asumsi dasarnya adalah Teori agenda setting adalah setting yang menyatakan bahwa jika media menekankan suatu peristiwa, maka media akan mempengaruhi khalayak untuk menganggapnya penting.
Dengan kata lain, apa yang dianggap penting oleh media akan dianggap penting juga oleh masyarakat. Khalayak tidak hanya mempelajari berita yang dikemas media, namun juga belajar betapa pentingnya isu yang diberitakan dari cara media menekankan isu tersebut. McCombs, sebagai pionir dalam agenda setting melalui penelitian ilmiahnya, telah mengambil langkah pertama dalam mengembangkan dan memperluas teori ini dengan menghubungkannya dengan teori framing.
McCombs berpendapat bahwa agenda setting beroperasi pada dua level, yaitu level objek dan level atribut. Penelitian penetapan agenda biasanya berfokus pada tingkat objek dan mengukur bagaimana liputan media dapat mempengaruhi penentuan prioritas objek (misalnya isu, kandidat, peristiwa, dan isu). Dengan melakukan hal ini, media telah memberitahu kita apa yang harus dipikirkan, namun media juga dapat memberitahu kita bagaimana berpikir tentang objek tertentu.
Baran (2010) menyatakan bahwa agenda setting tahap kedua merupakan pernyataan bahwa media menetapkan agenda publik secara berlapis. Untuk lapisan kedua, agenda setting dan framing mempunyai kesamaan pemahaman mengenai atribut agenda (frame), proses agenda setting (framing process), dan pengaruh agenda setting (framing effect). Dengan menjelaskan struktur teoritis akan membantu upaya memahami kerangka dan karakteristik proses komunikasi (Tamburaka.
Teori agenda setting ini akan digunakan peneliti untuk menganalisis pemberitaan kasus sepak bola gajah antara PSS Sleman dan PSIS Semarang di surat kabar harian Tribun Jogja.
Framing
Suatu cara menceritakan suatu cerita atau sekelompok gagasan yang disusun sedemikian rupa dan menyajikan konstruksi peristiwa yang berkaitan dengan objek wacana. Kemasan adalah jenis skema atau struktur konsep yang digunakan individu untuk membangun makna pesan yang mereka terima. Todd Gitlin Strategi bagaimana realitas/dunia dibentuk dan disederhanakan untuk disajikan kepada masyarakat pembaca.
Bingkai mengorganisasikan peristiwa-peristiwa kompleks ke dalam bentuk dan pola yang mudah dipahami dan membantu individu memahami makna peristiwa. Perangkat kognitif yang digunakan dalam pengkodean informasi, menafsirkan peristiwa, dan terkait dengan rutinitas dan konvensi produksi berita. Penekanan pada aspek tertentu dilakukan dengan memilih malaikat tertentu, memilih fakta tertentu dan melupakan aspek lainnya.
Ide tersebut diungkapkan dengan beberapa kata, kalimat dan sugesti, dengan bantuan highlight foto dan gambar yang dapat menonjolkan sesuatu. Dengan demikian, aspek-aspek yang ditonjolkan akan menjadi menonjol dan mendapat alokasi dan perhatian lebih dibandingkan aspek-aspek lainnya. Dalam kejadian tersebut fakta-fakta di lapangan muncul dalam pemberitaan, namun ada pula yang sengaja dihilangkan dan tidak dituliskan dalam pemberitaan.
Misalnya saja pemilihan kata pada judul yang menjadi headline, penambahan gambar atau ilustrasi yang akan memperkuat fakta yang ditonjolkan. Menurut Entman, konsep framing digunakan untuk menggambarkan proses seleksi dan menonjolkan aspek realitas tertentu melalui media. Informasi yang menonjol kemungkinan besar akan lebih diterima oleh khalayak, lebih mungkin dirasakan dan disimpan dalam ingatan dibandingkan dengan yang disajikan secara normal.
Entman melihat framing dalam dua dimensi utama: pemilihan isu dan diskusi atau penonjolan aspek tertentu dari realitas atau isu (Eriyanto.
Metode Penelitian
- Jenis Penelitian
- Subjek dan Objek Penelitian
- Metode Pegumpulan Data
- Metode Analisis Data
Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi rinci dunia nyata yang menggambarkan gejala-gejala yang ada, mengidentifikasi masalah, menyelidiki kondisi dan praktik yang tepat, menentukan apa yang dilakukan orang lain untuk menghadapi masalah yang sama dan mengambil keputusan di masa depan (Rakhmat, 2000: 24). Dalam penelitian ini analisis deskriptif yang dimaksud adalah bagaimana pemberitaan kasus sepak bola gajah antara PSS Sleman dan PSIS Semarang diberitakan di Surat Kabar Harian Tribun Jogja dengan menggunakan model analisis konsep frame Robert N. Tujuan penelitian ini adalah berita-berita yang berkaitan dengan kasus sepak bola gajah antara PSS Sleman dan PSIS Semarang di Surat Kabar Harian Jogja Tribun periode 30 Juli 2015 – 12 Agustus.
Kabar kasus sepak bola gajah antara PSS Sleman dan PSIS Semarang menyusul kesaksian empat mantan pemain PSS Sleman. Kabar tersebut ditulis langsung oleh jurnalis SKH Tribun Jogja dan dimuat di kolom Sport Land periode 30 Juli 2015 – 12 Agustus 2015. Slemania memberikan dukungan penuh kepada para pemain PSS yang bersaksi soal skandal sepak bola gajah.
Peneliti melakukan dokumentasi untuk memperoleh data primer dari pemberitaan kasus Sepak Bola Gajah antara PSS Sleman dan PSIS Semarang di Surat Kabar Harian Tribun Jogja periode 30 Juli 2015 – 12 Agustus 2015. Data sekunder merupakan data yang digunakan peneliti untuk terkait suplemen atau dukungan. data primer dengan penelitian ini. Sebagai media cetak, keunggulan surat kabar adalah merupakan catatan tertulis yang mampu mencatat peristiwa masa lalu, meskipun peristiwa tersebut terjadi beberapa dekade yang lalu.
Dokumentasi merupakan kumpulan data dalam bentuk tertulis mengenai suatu peristiwa, penjelasan dan pemikiran mengenai peristiwa tersebut. Jenis data yang digunakan dalam pengumpulan data meliputi dokumen publik dan dokumen pribadi yang berkaitan dengan topik penelitian. Triangulasi adalah suatu teknik untuk memeriksa keabsahan data, dengan menggunakan sesuatu selain data untuk keperluan audit atau untuk perbandingan dengan data.
Menurut Patton, triangulasi dengan sumber berarti membandingkan dan memeriksa derajat keandalan informasi yang diperoleh melalui waktu dan cara yang berbeda dalam penelitian kualitatif (Moeloeng.
Kesimpulan
Nilai moral yang dihadirkan untuk menjelaskan kasus sepak bola gajah ini, Tribun Jogja menegaskan hak empat eks pemain PSS Sleman yang justru menjadi korban karena ada fakta yang belum terungkap. Atas solusi yang ditawarkan, Tribun Jogja memberikan dua rekomendasi agar kasus sepak bola gajah ini bisa diselesaikan. Yang pertama adalah empat eks pemain PSS Sleman yang diposisikan sebagai korban angkat bicara mengenai fakta yang sebenarnya terjadi di Kemenpora.
Oleh karena itu, solusi terakhir adalah kekuatan Komdis PSSI untuk melakukan panggilan berikutnya hingga batas yang telah ditentukan. Dibandingkan surat kabar lain, Tribun Jogja sangat intensif memberitakan berita sepak bola. Tingkat intensitas pemberitaan Tribuna Jogja akan mempengaruhi penerimaan masyarakat terhadap isu sepak bola dengan gajah yang sedang ramai diperbincangkan.
Saran
Pro dan Kontra Hukuman Mati di Indonesia (Analisis Framing Berita Kasus Vonis Mati 'Bali Nine' di Media Online CNNINdonesia.com dan Tempo.co Edisi Februari 2015)". "Analisis Framing Pemberitaan Keterlambatan Pemberitaan pembangunan gedung baru Balai Perpustakaan dan Arsip Daerah Istimewa Yogyakarta di tribunjogja.com periode 24-27 Februari 2014." Tentang Kode Etik dan Fair Play Sepak Bola Indonesia Peraturan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga .