• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kata kunci : Sumber Mata Air

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Kata kunci : Sumber Mata Air"

Copied!
83
0
0

Teks penuh

KAJIAN KEBUTUHAN DAN KETERSEDIAAN AIR BERSIH DARI SUMBER MATA DI KECAMATAN BANTAENG. Suatu kebahagiaan yang tak terkira dapat menulis disertasi yang berjudul “KAJIHAN KEBUTUHAN DAN KETERSEDIAAN AIR BERSIH DARI MATA MATA DI KABUPATEN BANTAENG KABUPATEN BANTAENG”. Kebutuhan air bersih di wilayah Kabupaten Bantaeng sangat mendesak karena cuaca yang tidak menentu, menurunnya kualitas dan daya dukung lingkungan.

Keadaan ini juga disusul dengan penurunan tekanan air di seluruh wilayah pelayanan, sehingga masyarakat menggunakan berbagai cara untuk memperoleh air sesuai dengan kemampuannya. Untuk mengatasi keadaan tersebut, peneliti berinisiatif melakukan kajian perencanaan sistem penyaluran air bersih untuk menjamin ketersediaan air bersih atau air minum bagi masyarakat. Sistem perencanaan air bersih di Kabupaten Bantaeng secara umum masih terkendala permasalahan pengelolaan sumber daya air. Misalnya pada tahun 2018, masyarakat mengeluhkan ketersediaan air bersih di Kabupaten Bantaeng. Kondisi yang ada di kecamatan ini terutama terkait dengan kekeringan dan ketersediaan air bersih yang masih kurang pada tahun 2013.

Di beberapa belahan dunia, kebutuhan akan air telah melebihi pasokan, dan populasi dunia terus bertambah sehingga menyebabkan peningkatan permintaan akan air bersih. Untuk mengatasi beberapa permasalahan tersebut, perlu dilakukan “Studi Kebutuhan Air Bersih di Desa Onto Kecamatan Bantaeng”.

Rumusan Masalah

Desa Onto yang memiliki mata air dan kontur berbentuk bukit menjadi salah satu faktor pemenuhan kebutuhan air sehari-hari. Potensi sumber mata air di Desa Onto sangat meyakinkan dengan beragamnya sumber mata air yang ada. Untuk itu perencanaan pengembangan ketersediaan air pada dataran tinggi perlu direncanakan dengan baik.

Seberapa besar kebutuhan air bersih pada rancangan penyediaan air bersih (2038) berdasarkan pertumbuhan penduduk di Desa Onto Kabupaten Bantaeng.

Tujuan Penelitian

Batasan Masalah

Sistematika Penulisan

Pendahuluan Berisi latar belakang, maksud dan tujuan penelitian ini, rumusan masalah, batasan masalah dan sistematika penulisan

Analisa dan Pembahasan Memaparkan hasil analisis dari jaringan pendistribusian air dan besarnya ketersediaan air bersih pada

Kesimpulan dan Saran Berisi kesimpulan dari pembahasan bab sebelumnya dan saran yang berhubungan dengan permasalahan penelitian

Metode Pengolahan Air Baku

Pengolahan air merupakan upaya untuk memperoleh air bersih dan sehat dengan baku mutu air yang memenuhi persyaratan kesehatan. Pengolahan air secara fisik yang dilakukan adalah penyaringan, pengendapan atau sedimentasi, penyerapan dan adsorpsi. Bakteri dapat dihilangkan secara efektif melalui proses filtrasi, begitu juga dengan warna, kekeruhan, dan zat besi.

Proses filtrasi melibatkan penyaringan partikel yang cukup besar melalui media pasir sambil menyaring bakteri dan bahan koloid. Banyak bahan terlarut tidak dapat membentuk serpihan dan gumpalan tersebut mengendap di dalam filter dan disaring. Saringan pasir lambat merupakan penyaring pasir yang mempunyai fungsi mengolah air baku secara gravitasi melalui lapisan pasir sebagai media penyaring.

Proses penyaringan dapat berjalan dengan baik jika ketinggian pasir penyaring minimal 70 cm, karena aktivitas mikroorganisme berlangsung pada lapisan hingga 30-40 cm di bawah permukaan. Diameter pasir berkisar antara 0,2-0,3 mm dan dapat menyaring telur cacing, kista amuba, larva cacing dan bakteri. Filter pasir cepat juga beroperasi secara gravitasi melalui pasir dengan diameter 0,2–2,0 mm, dan kerikil dengan diameter 25–50 mm, laju filtrasi 100 – 125 m/hari.

Sedimentasi adalah proses pengendapan partikel padat yang tersuspensi dalam suatu zat cair atau cair dengan menggunakan pengaruh gravitasi atau gravitasi alam. Kegunaan sedimentasi adalah untuk mengurangi material yang tersuspensi dalam air dan kandungan organisme tertentu di dalam air. Pengendapan diskrit terjadi apabila proses pengendapan suatu partikel tidak dipenuhi oleh proses pengelompokan partikel-partikel tersebut sehingga kecepatan pengendapannya tetap.

Koagulasi atau Flokulasi: Koagulasi atau flokulasi adalah proses pengumpulan partikel yang tidak dapat diselesaikan dengan menambahkan koagulasi. Metode koagulasi atau flokulasi dalam pengolahan air dengan bahan kimia berguna untuk air yang mengandung bahan kimia dan pewarna namun tidak terlalu pekat. Aerasi : Aerasi merupakan suatu proses pengolahan air dengan cara mencampurkan air dengan udara dengan tujuan untuk menambah oksigen, mengurangi karbon dioksida dan mangan sehingga dapat mengendap.

Syarat-syarat Pelayanan Air Baku

FISIK

Yang dimaksud dengan baku mutu air adalah kapasitas air yang biasanya dibutuhkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Standar air yang dihitung di sini didasarkan pada pengamatan penggunaan air bersih dalam kehidupan konsumen sehari-hari.

Sumber Air Baku

Berbeda dengan daerah hulu dan hilir, kebutuhan air tidak lagi dapat tersuplai baik kuantitas maupun kualitasnya karena dampak lingkungan seperti sedimentasi dan aktivitas manusia sehingga sumber air tercemar. Sumber air tanah merupakan sumber air yang timbul melalui proses infiltrasi air permukaan ke dalam tanah. Airtanah biasanya mempunyai kualitas air yang baik karena zat-zat pencemar air tertahan oleh lapisan tanah.

Potensi sumber air baku yang dapat dikembangkan adalah mata air, air tanah, dan air sungai pada daerah aliran sungai. Jarak lokasi air tanah dengan pengguna, fungsi sumber air yang ada, kondisi sumber air saat ini, dan akses jalan menuju lokasi air tanah. Dalam penelitian ini analisis ketersediaan air permukaan dilakukan dengan memperkirakan besar kecilnya aliran debit yang disebut dengan debit andal, berdasarkan keandalan sumber daya yang ditangkap oleh bangunan tangkapan air (broncaptering).

Stasiun curah hujan yang digunakan merupakan stasiun yang dianggap mewakili kondisi curah hujan di daerah tersebut. Kelebihan air adalah air limpasan permukaan ditambah air yang mengalami infiltrasi/limpasan ke dalam tanah melalui permukaan tanah. Air hujan yang telah mengalami penguapan dan tertampung pada tanah yang lembab kemudian mengalir ke permukaan dan mengalami lokalisasi.

Namun apabila kemiringan lahannya curam sehingga tidak ada waktu untuk terjadinya infiltrasi dan letak/kehilangan air dipengaruhi oleh kondisi fisik dalam tanah, maka koefisien infiltrasinya kecil. Infiltrasi terus berlanjut hingga mencapai zona penyimpanan air tanah (Groundwater Storage/GS). Konstanta resesi aliran bulanan adalah proporsi air tanah pada bulan lalu yang masih tersedia pada bulan ini. Salah satunya adalah perubahan simpanan air tanah (∆GS) dalam kurun waktu tahunan adalah 0 atau misalnya selama 1 tahun.

Komponen debit lainnya adalah limpasan langsung atau limpasan permukaan. Setelah aliran dasar dan limpasan langsung, komponen pembentukan debit lainnya adalah limpasan badai, yaitu limpasan langsung ke sungai yang terjadi pada saat hujan lebat. Dengan demikian, total limpasan (TRO) yang merupakan komponen pembentuk debit sungai (aliran sungai) merupakan penjumlahan dari aliran dasar, aliran langsung, dan limpasan badai, atau.

Neraca Air / Water Balance

Sistem Distribusi Air Baku

Diusahakan untuk menghindari kesulitan penempatan pipa sehingga pemilihan lokasi penempatan pipa tidak mengakibatkan penggunaan peralatan yang terlalu banyak. Jalur pipa sebisa mungkin mengikuti pola jalan seperti jalan di tanah milik pemerintah, sepanjang jalan raya atau jalan umum, sehingga memudahkan pemasangan dan pemeliharaan pipa. Sedapat mungkin jalur pipa menghindari tikungan tajam baik vertikal maupun horizontal, serta menghindari efek siphon yaitu aliran air di atas saluran hidrolik.

Untuk pipa panjang yang memerlukan pompa untuk mengalirkan, katup atau tangki pengaman harus mampu mencegah water hammer/penyumbatan pada pipa. Aliran air dalam pipa merupakan aliran searah, air mengalir hanya melalui satu pipa utama dan meruncing menuju tangki umum. Air yang mengalir sepanjang pipa dengan luas penampang (A) m2 dan kecepatan (V) m/s selalu mempunyai debit yang sama pada setiap penampang.

Bangunan koleksi yang dimaksud adalah suatu struktur atau bangunan yang terletak disekitar sumber air sebagai tempat menampung sumber air baku, yang dalam penelitian ini digunakan. Cara penyediaan air baku di sini adalah dengan menggunakan fasilitas umum yaitu sistem penyediaan air baku yang dilaksanakan untuk suatu wilayah dengan tingkat pelayanan menyeluruh bagi penduduk yang berdomisili tetap dan tidak tetap. Pipa ini berfungsi sebagai alat pengaliran air dari sumber air ke reservoir atau dari reservoir ke konsumen.

Dalam merencanakan sistem penyaluran air baku dengan menggunakan pipa, perlu dilakukan survei pendahuluan terhadap kondisi lapangan untuk memudahkan dalam menentukan jalur pipa. Sump berfungsi sebagai tempat menampung air yang berasal dari sumber air beton yang bagian atasnya ditutup dengan pelat beton agar kebersihannya tetap terjaga. Sumber air berada pada tangki penampung sehingga terjadi penimbunan air yang berasal dari berbagai sumber.

Pada bak penampung terdapat pipa pemindah yang mengalirkan air dari bak penampung ke tangki penampung. Kolam penampung ini harus kuat terhadap tekanan tanah disekitarnya dan tekanan bangunan diatasnya. Tangki penangkap diberi tekanan sehingga air mengalir ke tempat di bawahnya karena gravitasi.

Prosedur Penelitian

Flow Chart Penelitian

Pertumbuhan penduduk Desa Onto tahun 2010-2018 Tabel 5 dapat dilihat dari data sekunder yang diperoleh, selanjutnya dari data tersebut dapat dihitung laju pertumbuhan penduduk setiap tahunnya dengan menggunakan metode aritmatika dan geometri. Rasio pertumbuhan tersebut kemudian dirata-ratakan untuk memprediksi pertumbuhan penduduk pada tahun-tahun mendatang, dalam hal ini 20 tahun mendatang. Pn = Jumlah penduduk akhir tahun perencanaan (orang) Po = Jumlah penduduk awal tahun perencanaan 2018 (penduduk) = 4868.

Penentuan Kebutuhan Air

Rekapitulasi Kebutuhan Air Domestik

Dari tabel diatas komposisi kebutuhan air domestik meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk sehingga jumlah kebutuhan semakin meningkat, pada tahun 2028 jumlah penduduk yang membutuhkan air bersih domestik sebesar 4,21 L/detik, dan pada tahun 2038 jumlahnya kebutuhan air bersih domestik sebesar 6 ,02 L/detik.

Kehilanagan Air

Berdasarkan hasil perhitungan proyeksi pertumbuhan penduduk, proyeksi kebutuhan air untuk fasilitas rumah tangga menunjukkan kebutuhan air Desa Onto Kabupaten Bantaeng sampai dengan akhir tahun perencanaan 2038 dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Dari tabel diatas, pada tahun 2018 kebutuhan air sebesar 3,37 L/detik dan pada tahun 2038 total kebutuhan air sebesar 7,22 L/detik.

Pembahasan Kebutuhan Air

Berdasarkan sarana dan prasarana yang ada di Kecamatan Onto, total kebutuhan air bersih pada tahun 2038 jika dihitung berdasarkan jumlah penduduk adalah 7,22 liter/detik. Rekapitulasi Ketersediaan air bersih pada tahun 2018 sebesar 3,37 l/detik, sedangkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih hingga tahun 2038 maksimal sebesar 7,22 l/detik.

Saran

Referensi

Dokumen terkait

N/A Primary authors: VENTER, Christo North-west University, Potchefstroom Campus; KUNDU, Anu Centre for Space Research, North-West University Presenter: VENTER, Christo North-west