i KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Puji syukur kehadirat Allah SWT yang senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayahnya kepada kita sehingga “Bunga Rampai: Catatan 45 Hari Mengabdi Tanpa Henti” telah selesai. Shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang telah memberikan bimbingan dan arahan kepada umatnya untuk senantiasa menjadi manusia yang berakhlakul karimah.
Pada kesempatan kali ini, kami selaku penulis mengucapkan terimakasih terutama kepada:
1. Bapak Prof. Dr. H. Imam Taufiq, M.Ag selaku Rektor UIN Walisongo Semarang beserta jajarannya yang telah memberikan dukungan baik secara materil maupun nonmaterial sehingga buku sederhana ini dapat diselesaikan.
2. LP2M UIN Walisongo Semarang yang telah memberikan informasi terkait sistematika pelaksanaan KKN MIT Ke-15 UIN Walisongo Semarang.
ii 3. Bapak Thiyas Tono Taufiq, M.Ag. selaku dosen pembimbing lapangan dari kelompok 14 KKN MIT Ke-15 UIN Walisongo Semarang yang telah mendukung dan membantu kami dalam menjalankan kegiatan KKN.
4. Seluruh masyarakat Desa Margosari, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal yang telah ikut berpartisipasi untuk membantu pelaksanaan kegiatan KKN ini.
5. Teman-teman seperjuangan dari kelompok 14 KKN MIT Ke-15 UIN Walisongo Semarang yang telah kompak dan bersemangat dalam pelaksanaan kegiatan KKN.
6. Kedua orang tua kami yang selalu mendukung dan memberikan semangatnya, karena kegiatan KKN ini tidak akan mungkin dapat berjalan dengan baik dan lancar tanpa adanya dukungan serta do’a dari kedua orang tua yang selalu menyertai kami.
Semoga buku “Bunga Rampai: Catatan 45 Hari Mengabdi Tanpa Henti” ini dapat memberikan
iii manfaat kepada pembaca. Kami sebagai penulis berharap kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca.
Terimakasih
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
iv
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... i DAFTAR ISI ... iv Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam pada Anak-Anak di Desa Margosari Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal ... 1 Oleh: Ayu Nur Hayati
Women Leadership: Kisah Inspiratif Dua Wanita Hebat di Desa Margosari, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal ... 4 Oleh: Tri Novita Laily
Senam Kebugaran Sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Anak-Anak di Sekolah Dasar Negeri 1 Margosari oleh KKN MIT 15 Kelompok 14 Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang ... 11 Oleh: Firda Nur Khofifah
Apa Saja Pengaruh Adanya Pemberian Reward Pada Siswa? ... 16 Oleh: Khusnul Khotimah
v Pusat Pendidikan Agama Desa Margosari, MDT ULA NU 04 Kecamatan Patebon Kendal ... 21 Oleh: Riska Apriliza
Bangkitkan Budaya Melek Literasi Sejak Dini di SD Negeri 1 Margosari ... 26 Oleh: Mahardika Karunia Dewi Purnamasari
Peringatan Isra Mi’raj dan Santunan Anak Yatim Piatu di Desa Margosari ... 32 Oleh: Maulana Misbahul Fuadi
Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan dengan Memanfaatkan Potensi Alam Desa Margosari Melalui Pelatihan Pembuatan Nugget Sehat ... 38 Oleh: Muhammad Fikri Ardiansyah
Pemimpin Perempuan Pertama di Desa Margosari ... 42 Oleh: Lalu Rifki Rahman
Membangun Kereligiusan melalui Kegiatan Keagamaan ... 49 Oleh: Putri Aulia Azali
vi Berawal Dari Pengabdian Sampai Mengenal Keberagaman ... 54 Oleh: Mahmud Fadzakir
Tumbuhkan Semangat Belajar Siswa di TK Triguna Desa Margosari ... 59 Oleh: Rizky Amalia
Pembuatan Pudding Jagung Sebagai Makanan Sehat oleh Anggota Kelompok KKN MIT 15 Kelompok 14 Bersama Ibu PKK Desa Margosari ... 64 Oleh: Muna Azimatul Muktafiah
Sepenggal Cerita Mengabdi di Desa Margosari ... 69 Oleh: Aries Cahya Alfarabi
Pelatihan Cara Membuat Nuget Sehat dan Puding Jagung Kepada Ibu – Ibu PKK Desa Margosari ... 75 Oleh: Mufti Adzaky
PROFIL PENULIS ... 79
1
Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam pada Anak-Anak di Desa Margosari Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal
Oleh : Ayu Nur Hayati Fakultas Sains dan Teknologi
Matematika
Gambar 1. Foto bersama ustadz, ustadzah, dan anak- anak TPQ An-Nur Desa Margosari
Di era globalisasi, pendidikan tampaknya semakin sulit apalagi dengan tuntutan masyarakat modern yang semakin kompleks. Hal ini menjadikan tenaga pendidik diharuskan mampu mengikuti perkembangan zaman yang semakin
2 kreatifdandinamisdengantetapmenjunjungtingginilai-nilai Islam.
Penanaman nilai-nilai pendidikan agama Islam pada anak sejak dini sangat penting karena semakin maraknya kenakalan remaja, pelanggaran hukum, konsumsi barang haram,seks bebasdankerusakanmoral telahmeningkatpada generasi bangsa. Oleh karena itu, diharapkan dengan mengajarkan nilai-nilai pendidikan agama Islam sejak dini dapatmemperkuatkeimanananak.
Margosari merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal. Di desa Margosari, sebagian besar penduduknya beragama islam.
Di desa ini pula kental akan nilai-nilai keislamannya bahkan para orang tua telah menanamkan nilai-nilai pendidikan agama islam kepada anak-anaknya sejak usia dini, yang dapat dilihat dalam keseharian anak-anak di desa Margosari.
Setelah bertanya dan melihat kegiatan sebagian besar anak-anak di desa Margosari. Kegiatan mereka setiap hari yaitu setiap pagi mereka pergi ke sekolah dasar, setelah itu mereka mempersiapkan untuk kegiatan
3 selanjutnya yaitu madin yang dimulai pada jam 2-4 sore.
Madin merupakan tempat dimana mereka belajar ilmu agama seperti Fiqih, Nahwu Sorof, Al-Quran Hadits, Tauhid, Aqidah Akhlak, Bahasa Arab, dll.
Kegiatan mereka selanjutnya yaitu TPQ yang dimulai pada jam 4-5 sore. TPQ ini merupakan tempat belajar tajwid, iqra dan Al-quran. Di tempat berbeda, mereka juga melakukan belajar membaca Al-quran yang dilaksanakan ba’da magrib. Jadwal yang tertata rapi bagi sebagian anak-anak desa Margosari bahkan terkadang mereka masih melakukan les tambahan diluar.
Seperti yang kita ketahui di era yang serba gadget seperti saat ini, tidak hanya orang dewasa dan pekerja tetapi juga anak-anak bahkan balita sudah dipastika mampu mengoperasikan gadget. Tetapi tidak bagi anak-anak desa Margosari, melihat semangat dan keceriaan mereka dalam mencari ilmu inilah sangat patut kita apresiasi dan contoh yang baik bagi anak-anak diluar sana.
4
Women Leadership: Kisah Inspiratif Dua Wanita Hebat di Desa Margosari, Kecamatan
Patebon, Kabupaten Kendal
Oleh : Tri Novita Laily Fakultas Dakwah dan Komunikasi
Bimbingan dan Penyuluhan Islam
Desa Margosari merupakan salah satu desa yang terdapat di Kabupaten Kendal. Dengan semboyan selalu ada kemenangan dibalik perjuangan, kendal lebih baik.
Sama seperti semboyannya. Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Terprogram (KKN-MIT) 15 posko 14 berkesempatan untuk melakukan pengabdian masyarakat didesa Margosari yang banyak sekali kisah inspiratif yang dihadirkan dari dua perempuan hebat yang memberikan revolusi dan perjuangan kesetaraan gender guna melawan sistem patriaki yang telah mengakar sejak dulu. Kisah hebat ini dimulai dari Kepada Desa Margosari yaitu Ibu Mahmudah.
5 Gambar 2. Foto bersama Ibu Kepala Desa Margosari
saat acara pelepasan KKN MIT 15 Posko 14 Ibu Mahmudah membuktikan bahwa perempuan bisa melakukan hal besar termasuk menjadi pemimpin banyak orang, mengajak untuk warga Desa Margosari berkembang pola pikir serta ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini membuat warga Desa Margosari menjadi masyarakat yang mampu terbuka pikirannya, serta memberikan banyak inovasi untuk perkembangan dan kemajuan Desa Margosari, Kabupaten Kendal.
Terbukti dari Desa Margosari mengaku siap menjadi Desa yang tertib administrasi, 90% warga Desa Margosari dapat mengakses kran air bersih terhitung mulai dari Tahun 2019.
6 Proses perempuan menuju ranah kepemimpinan tak luput dari banyaknya tantangan, serta pro dan kontra dari masyarakat. Tidak sedikit orang yang masih menganggap bahwa kaum perempuan tidak pantas atau tidak memiliki kapasitas yang cukup untuk memimpin dibandingkan dengan kaum laki-laki, bahkan oleh kaum perempuan sendiri. Selain anggapan masyarakat dan masih kentalnya sistem patriarki yang ada, rendahnya minat perempuan dalam menjadi pemimpin juga masih minim. Mereka cenderung menempati posisi yang tidak signifikan atau terbelakang. Hal ini, menurut Tjokroaminoto, disebabkan oleh dua faktor inti yaitu:
1. Adanya dikotomi maskulin/feminin dalam peranan manusia akibat dari ketetapan biologis yang seringkali mengakibatkan adanya proses usaha pembatasan terhadap kaum perempuan.
2. Adanya suatu dikotomi dalam peran masyarakat maupun peran domestik yang bermuara dari stereotip-stereotip yang menyatakan bahwa perempuan adalah kaum yang hanya berkewajiban untuk mengelola berbagai kegiatan atau urusan rumah tangga.
7 Pernyataan tersebut menjadi hal yang melanggengkan pembagian fungsi produktif dan fungsi reproduktif antara kaum laki-laki dan perempuan dan menjadikan kaum perempuan hanya memiliki konsen dan dieksploitasi atas fungsi reproduktifnya.
Faktor-faktor tersebut adalah hal yang membuat peranan perempuan menjadi tidak signifikan dan dipandang sebelah mata. Akibatnya, kepercayaan diri dan keinginan untuk berkembang menjadi lebih baik pada kaum perempuan menyusut. Kebanyakan bahkan tidak yakin bahwa dirinya mampu melakukan hal besar termasuk menjadi pemimpin banyak orang. Namun hal ini berbeda dengan ibu Mahmudah ia mampu membentuk warga Desa Margosari menjadi desa yang secara penuh mendukung dan mempercayai bahwa perempuan juga bisa memimpin
Sosok ibu Mahmudah dikenal sebagai pribadi yang disiplin, berwibawa, dan disiplin, hal ini penulis rasakan sendiri ketika ada program kerja yang dihadiri oleh Ibu
8 Mahmudah, beliau cenderung tepat waktu dan mengajarkan kepada seluruh anggota KKN MIT 15 Kelompok 14 untuk selalu tepat waktu. Namun anggota KKN MIT 15 kelompok 14 sangat setuju dan menerima pelajaran yang diberikan oleh Ibu Mahmudah untuk harus selalu menghargai waktu.
Kisah Inspiratif lain yang terdapat di Desa Margosari hadir dari Ibu Kepala Sekolah Dasar Negeri I Margosari yakni ibu Sri Wunanik. Ibu Sri merupakan sosok pemimpin yang sangat berhati-hati dalam pengambilan keputusan dan taat pada prosedur, menghormati, menghargai, terbuka terhadap masukan dan saran dari bawahan, lebih mengutamakan hubungan antarpersonal dan komunikasi informal, sifat keibuan yang dimiliki oleh ibu Sri cenderung diterapkan kepada bawahan maupun kepada siswa dan siswi SDN I Margosari.
Kepala sekolah mempunyai peran dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sangat penting di lihat dari kedudukannya sebagai pemimpin lembaga pendidikan. Disebabkan pemimpin salah satu kunci
9 sebuah kesuksesan dalam keberhasilan dan tidaknya suatu lembaga pendidikan. Adapun kepala sekolah perempuan sebagai pemimpin di lembaga pendidikan tidak berbeda jauh dengan kepala sekolah pada umumnya. Untuk memimpin, megelolah, mengontriol, dan meningkatkan lembaga pendidikan maka membutuhkan gaya dalam memimpin yang efektif selain itu strategi yang prefesional dalam memimpin.
Gambar 3. Ibu Sri Wunanik bersama Mahasiswa KKN- MIT 15 Kelompok 14 Universitas Islam Negeri
Walisongo Semarang.
Gambar diatas merupakan kegiatan terakhir dari KKN-MIT 15 kelompok 14 DI SD N I Margosari.
Dalam kegiatan perpisahan tersebut, mahasiswa KKN
10 memberikan kenang-kenangan berupa jam dinding supaya bisa diletakkan di perpustakaan. Mahasiswa KKN MIT 15 Kelompok 14 juga berhasil merealisasikan program kerja yakni menghidupkan kembali perpustakaan di Sekolah Dasar Negeri Margosari I supaya literasi di SD ini berjalan lagi dan menciptakan siswa siswi unggul yang gemar membaca.
11
Senam Kebugaran Sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Anak-Anak di Sekolah Dasar Negeri 1 Margosari oleh KKN
MIT 15 Kelompok 14 Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang
Oleh : Firda Nur Khofifah Fakultas Sains dan Teknologi
Matematika
Menurut World Health Organization (WHO) kesehatan adalah suatu keadaan sehat yang utuh secara fisik, mental, dan sosial serta bukan hanya merupakan bebas dari penyakit. Salah satu cara menjaga agar tubuh tetap dalam keadaan sehat adalah dengan gaya hidup yang bersih dan sehat. Karena mencegah lebih baik daripada mengobati. Kesehatan merupakan hal pokok dalam kehidupan masyarakat, terutama pada anak-anak karena anak-anak belum sepenuhnya dapat mengontrol mulai dari makanan maupun memilih barang yang bersih atau kotor. Secara tidak langsung kesehatan masyarakat
12 disuatu tempat akan mempengaruhi tingkat kemajuan pada suatu wilayah. Maka program KKN MIT 15 Kelompok 14 salah satunya adalah melaksanakan senam kebugaran yang dilakukan dua minggu satu kali yang dilakukan di hari Sabtu. Sasaran yang diambil adalah siswa siswi Sekolah Dasar Negeri 1 Margosari.
Gambar 4. Mahasiswa KKN-MIT 15 Kelompok 14 UIN Walisongo Semarang mengajak siswa siswi SD Negeri 1 Margosari Senam Kebugaran
Tujuan dari program kerja ini yaitu diharapkan mampu meningkatkan perilaku positif anak-anak terutama dalam bidang kesehatan agar mau dan mampu meningkatkan perilaku hidup sehat secara mandiri dan
13 juga bagi warga yang melihat kegiatan ini akan menyadari pentingnya menjaga kesehatan dan akan timbul kemauan untuk lebih produktif dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Senam dipilih karena merupakan kegiatan yang mudah untuk dipraktikkan dan juga tidak memerlukan biaya yang besar, hanya adanya kemauan dalam melakukannya untuk menunjang kesehatan.
Gambar 5. Potret Senam Kebugaran, adik-adik tampak antusias mengikuti gerakan pemandu senam dari KKN MIT UIN Walisongo Semarang.
Siswa-siswi SD Negeri 1 Margosari sangat antusias mengikuti senam yang dipandu oleh kakak- kakak dari KKN UIN Walisongo. Terlihat dari gambar diatas menunjukan senyum ceria dari adik-adik dalam
14 mengikuti senam kebugaran. Senam kebugaran ini memiliki banyak manfaat diantaranya yakni dapat merelaksasikan otot, sehingga otot tidak menjadi kaku dan dapat membantu sirkulasi peredaran darah menjadi normal. Sebelum dilakukan olahraga, siswa-siswi harus melakukan pemanasan terlebih dahulu agar tidak merasakan kram. Untuk menarik minat para siswa, senam diselingi dengan lagu kekinian serta lagu-lagu yang ceria sehingga adik-adik dapat bersemangat dalam mengikuti senam hingga selesai. Tanggapan dari adik- adik ketika ditanyakan satu persatu oleh kakak-kakak KKN UIN Walisongo adalah mereka sangat senang karena senam nya bisa diselingi dengan canda dan tawa dari kakak-kakak KKN UIN Walisongo.
Gambar 6. Pelaksanaan Senam Kebugaran di Lapangan SDN 1 Margosari
15 Kegiatan senam ini diikuti oleh seluruh siswa dan siswi mulai dari kelas 1 sampai kelas 6, serta para guru SDN 1 Margosari. Senam Kebugaran ini diharapkan bisa terus berjalan di SDN 1 Margosari agar terciptanya anak- anak yang sehat dan sadar akan kepentingan berolah raga.
16
Apa Saja Pengaruh Adanya Pemberian Reward Pada Siswa?
Oleh : Khusnul Khotimah Fakultas Sains dan Teknologi
Pendidikan Matematika
Kinerja siswa yang buruk sering dikaitkan dengan kurangnya motivasi. Dalam upaya meningkatkan motivasi terhadap prestasi belajar siswa diberikan reward. Apakah ini berhasil? Apa sebenarnya efek penghargaan pada siswa? Menggantung hadiah di depan siswa sudah menjadi hal biasa. Alasan di balik ini adalah bahwa siswa akan bekerja lebih keras untuk mendapatkan hadiah yang diberikan guru. Namun dibalik siswa yang bekerja keras dan berebut untuk mendapatkan hadiah terdapat ancaman diantaranya beberapa anak tidak berhasil mendapatkan hadiah, hanya membangun kebencian dan menutupi keinginan untuk maju dan mereka melepaskan diri dan membentuk dasar pemberontakan.
17 Maka dari itu sistem pemberian hukuman masih harus ada untuk perilaku buruk yang terang-terangan, dan sistem itu masih memasukkan kata 'hukuman' kemungkinan besar dalam bentuk penahanan. Tetapi sebenarnya satu-satunya cara untuk mendapatkan yang terbaik dari siswa adalah dengan menawarkan mereka cara untuk ingin mendapatkan yang terbaik dari diri mereka sendiri. Anak-anak belum tahu apa yang mereka inginkan. Nah bahkan, sebagian besar yang sangat muda dan terlalu banyak yang lebih tua tidak tahu apa yang mereka inginkan. Jadi sulit bagi anak berusia enam tahun untuk mengatakan, "Saya akan benar-benar belajar matematika sehingga saya bisa menjadi seorang akuntan ketika saya besar nanti." Dan kemungkinan mereka ingin menjadi petugas pemadam kebakaran atau astronot.
Sistem penghargaan membangun kebiasaan belajar. Jika siswa terlalu muda untuk memahami mengapa mereka belajar, mereka menginginkan imbalan, apa pun itu. Dan semakin mereka mencari imbalan, semakin mereka mengembangkan kebiasaan belajar yang sehat tanpa menyadarinya. Imbalan menghasilkan minat
18 yang mengarah pada usaha dan hasil. Apa itu sistem hadiah yang bagus? Yah, jelas guru tidak bisa membagikan permen untuk setiap pencapaian kecil. Ya, untuk tugas besar guru dapat membuat hadiah satu kali, tetapi umumnya, guru menginginkan sistem hadiah yang memupuk perilaku dan pembelajaran yang konsisten dalam waktu yang lama.
Anak-anak suka mendapatkan bintang emas untuk pekerjaan yang baik, dan bisa sesederhana itu, itu adalah hadiah untuk kerja bagus dan motivasi untuk mencari lebih banyak bintang. Tapi mengapa tidak membuat sesuatu yang lebih substansial, sebuah sistem di mana siswa memperoleh poin selama satu semester atau sepanjang tahun ajaran? Dengan hadiah kecil yang menyenangkan di sepanjang jalan dan hadiah yang lebih besar di akhir tahun guru dapat menciptakan persaingan yang sehat di antara siswa. Pastikan sistem poin mengakui pencapaian di semua aspek kehidupan sekolah, baik itu akademik, seni, olahraga, ketekunan, organisasi, kepercayaan diri, ketahanan, keterampilan sosial, dan kasih sayang. Dengan begitu, setiap orang
19 mendapat kesempatan untuk bersinar, bukan hanya percikan terang.
Sistem 'Rumah' bekerja dengan sangat baik untuk memotivasi sebagian besar individu karena individu tersebut tidak bekerja untuk diri mereka sendiri; mereka bekerja untuk 'rumah'. Guru dapat menyebutnya tim jika suka – Tim Hijau, Tim Biru, Tim Badger, Tim Katak, apa pun yang anda suka, tetapi setiap rumah atau tim memiliki tujuan grup untuk jangka waktu atau tahun tersebut. Pendekatan tim untuk penghargaan melakukan dua hal: satu, mengajarkan anak-anak cara berkolaborasi dan bekerja secara efektif dengan orang lain; dan kedua, itu mengajarkan anak-anak untuk berpikir untuk orang lain, bukan hanya diri mereka sendiri.
Saat guru memilih hadiah untuk siswa atau saat membiarkan mereka memilih, pastikan guru mengendalikannya. Beri mereka daftar untuk dipilih, atau tambahkan nilai pada setiap hadiah. Dengan begitu, siswa harus menyimpan tiket, kartu, dll., untuk memilih hadiah yang bagus. Berikut adalah beberapa contoh hadiah:1) Pilih permainan saat istirahat; 2)Duduk dengan
20 seorang teman; 3)Ajari kelas permainan favorit; 4) Ambil izin pekerjaan rumah; 5) Jadilah penolong guru untuk hari itu; 6) Gambarlah di papan tulis; 7)Pilih pekerjaan kelas apa pun untuk minggu ini; 8) Gunakan kursi guru; 9) Bawa pulang permainan kelas untuk satu malam; 10) Lakukan setengah dari tugas. Ini hanya beberapa saran.
21
Pusat Pendidikan Agama Desa Margosari, MDT ULA NU 04 Kecamatan Patebon
Kendal
Oleh : Riska Apriliza
Fakultas Ushuluddin dan Humaniora Akidah dan Filsafat Islam
Sepulang dari sekolah Dasar, tidak sedikit dari anak-anak di Desa Margosari menyibukkan dirinya mengenyam pendidikan ilmu agama. Selain Taman Pendidikan al-Quran (TPQ), terdapat Madin Al- Mubtadi'in ULA NU 04 berlokasi di jalan Kyai Suropadan kilometer 02 dibawah naungan Nadhlatul Ulama Cabang Kendal.
Minimal usia pendaftar madin ketika ia telah dibangku kelas satu Sekolah Dasar dan bisa lebih. Kelas Madin terbagi menjadi enam tingkatan, dan masing- masing kelas terbagi menjadi dua, kelas A dan B. Kini, siswa-siswi Madin telah mencapai angka 273 anak.
22 Jam belajar Madin dimulai pada pukul 14.00 hingga 15.45 WIB. Madin mempelajari berbagai ilmu agama tingkat Diniyah, meliputi ilmu Fiqih, Nahwu, Shorof, Tauhid, Al-Quran Hadits, Akhlak, Tarikh, Bahasa Arab, dan Praktek Ibadah. Saat azan Asar berkumandang para murid pun berhamburan untuk sholat berjamaah di masjid seberang, masjid al-Mutaqin.
Sejarah Madin tidak terlepas dari asal mula berdirinya Masjid Al-Muttaqin dan Pondok Pesantren Raudlatul Muta'alimin. Masjid Al-Muttaqin berdiri persis di seberang gedung Madin. Dan pondok pesantren tepat berdiri di samping kiri Masjid.
Masjid Al-Muttaqin punya kisah sejarah yang panjang, Masjid Al-Mutaqin dulunya masih berupa Mushola, mushola yang didirikan oleh Mbah Kyai Idris pada tahun 1870an. Masa peralihan Mushola menjadi masjid terjadi di tahun 1890, oleh Mbah Kyai Ahmad pada tahun 1890. Mbah Kyai Ahmad merupakan seorang pemuda lokal dan alim yang menimba ilmu selama 10 sampai 12 tahunan di Mekkah dan Madinah sejak 1980an, kepulangannya ke kampung halaman bertepatan
23 dengan Hajad pendiri Mushola, Mbah Kyai Idris untuk menunaikan ibadah ke tanah suci Mekkah, oleh karena itu Kyai Idris melimpahkan amanah pemeliharaan Mushola kepada Kyai Ahmad.
Transformasi bangunan masjid telah mengalami sekitar empat kali perubahan. Pertama di masa Kyai Ahmad tahun 1896-1897, memulai dengan merubah mushola menjadi masjid. Kedua, di masa Kyai Ma'sum pada tahum 1945-1950 dengan memperluas bangunan fisik masjid. Kemudian perubahan ketiga diteruskan oleh Kyai Haji Ihsan Musafi pada tahun 1958 dengan memperluas serambi masjid bagian Timur. Dan perubahan terakhir pada tahun 1999 menjelang 2000an berdirilah masjid Al-Muttaqin seperti hari ini.
Madin berdiri pada masa kepemimpinan Kyai Ma'sum tahun 1956 atas usulan Kyai Syamruddin Rois, menurutnya madrasah berdiri untuk menunjang sarana pendidikan anak-anak saat itu.
Madin pertama kali beroperasi di tahun 1957 dan mulai pembangunan secara permanen. Madin berdiri
24 diatas tanah milik Kyai Ahmad yang dulunya telah diwakafkan ke lembaga pendidikan Diniyah. 1958 Kyai Ma'sum wafat, dan pengelolaan digantikan oleh anaknya bernama Kyai Haji Ihsan Mustafid. Pada tahun ini bangunan Madin masih sederhana, dari kayu jati dan kayu Jawa.
Gedung Madin sekarang telah direnovasi sejak tahun 1998, berdiri di atas tanah Waqaf Bu Hajah Aisyah. Renovasi bangunan terakhir pada 2020 lalu, menjadi gedung lantai dua seperti sekarang.
Beralih kepada Madin hari ini, Madin memiliki 12 tenaga ajar. Secara struktur organisasi Madin terdiri dari kepala Madrasah, Kabag tata usaha, kabag keuangan, kabag kesiswaan, kabag Sarana dan prasarana, kabag kurikulum, Wali murid setiap kelas, serta pendidik di masing-masing kelas
Murid Madin memiliki sejumlah prestasi dalam perlombaan. Baik tingkat Kabupaten ataupun tingkat kecamatan. Salah satunya dalam pekan Madaris ke-19,
25 tingkat kecamatan Patebon. Telah memenangkan berbagai cabang lomba, diantaranya:
Juara 1 Baca Kitab Putri, juara 1 MHQ (Musabaqah Hifdzil Qur'an) Putra, juara 1 MHQ Putri, 2 Haf. Yasin Putri, 1 Haf. Umriy Putr, 3 Haf. Umriy Putra 2 Puisi Islam, 2 Haf. Syifaul Jinan Putri, 1 MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran) Putri, 2 Murotal wa imla' Putri, juara 2 Murotal wa imla' Putra, juara 3 Terampil Wudhu & Sholat Putra.
Terakhir, murid Madin Al-Mubtadiin juga berhasil meraih prestasi dalam lomba Porsadin 2022, tingkat Kabupaten. Dengan berhasil menyambet predikat juara 3 Puisi Islami.
26
Bangkitkan Budaya Melek Literasi Sejak Dini di SD Negeri 1 Margosari
Oleh : Mahardika Karunia Dewi Purnamasari Fakultas Sains dan Teknologi
Matematika
Indonesia merupakan salah satu negara yang masyarakatnya masih rendah dalam hal membudayakan literasi. Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), bahwa budaya literasi masyarakat Indonesia mengalami krisis dan empat tahun lebih tertinggal dibandingkan dengan negara maju. Hal tersebut terjadi dikarenakan masyarakat lebih mengedepankan apa yang mereka lihat dan dengar dalam bertindak maupun berpikir dibandingkan dengan membaca koran maupun bahan bacaan lain untuk memperoleh informasi. Fenomena tersebut tidak hanya terjadi pada masyarakat umum, tetapi juga terjadi di lingkungan pendidikan khususnya pada pelajar di sekolah dasar (SD) maupun sekolah menengah atas (SMA). Perpustakaan sekolah yang kurang terpusat dan
27 tertata dengan baik dapat menjadi saksi betapa jauhnya pendidikan di Indonesia dari budaya literasi.
Budaya literasi seharusnya perlu dilakukan sejak dini guna mengembangkan imajinasi siswa dalam berpikir kritis. Dalam menumbuhkan budaya literasi sejak dini dapat dilakukan melalui langkah-langkah berikut ini:
(1) Memberdayakan perpustakaan sebagai sarana dalam memperoleh ilmu pengetahuan dengan menambahkan jumlah koleksi buku bacaan dan menjadikan tempat yang nyaman untuk membaca.
(2) Orang tua mengajak anaknya membiasakan membaca di rumah secara bersama – sama.
(3) Mampu menuangkan ide/gagasan secara lisan maupun tertulis dari apa yang telah dibaca sehingga mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada anak.
(4) Menjadikan buku sebagai sahabat dalam mengisi waktu luang setiap hari.
28 Dengan adanya langkah dalam menumbuhkan budaya literasi tersebut, mahasiswa KKN-MIT ke-15 UIN Walisongo Semarang posko 14 mempunyai ide untuk membuat sebuah program kerja dalam rangka mengembangkan literasi sejak dini di Desa Margosari.
Sasaran tempat yang menjadi fokus utama dalam merealisasikan program kerja tersebut adalah perpustakaan SD Negeri 1 Margosari. Kami memilih SD Negeri 1 Margosari sebagai sasaran dalam mengembangkan literasi dikarenakan perpustakaan di SD tersebut tidak dapat memberikan kenyamanan kepada siswa siswi ketika membaca dan beralih fungsi menjadi gudang yang digunakan sebagai tempat penyimpanan barang yang tidak layak.
Gambar 7. Perpustakaan SD Negeri 1 Margosari
29 Gambar diatas merupakan keadaan dari perpustakaan SD Negeri 1 Margosari sebelum direalisasikan program kerja KKN-MIT ke-15 dari posko 14 yaitu pengembangan literasi sejak dini. Dari gambar tersebut terlihat bahwa perpustakaan tersebut kurang tertata dengan baik, sehingga selama 45 hari kami merencanakan penataan di perpustakaan tersebut. Mulai dari pengecatan ulang, penataan koleksi buku, pemilihan koleksi buku yang layak maupun tidak, hingga menghias dan membersihkan perpustakaan tersebut agar nyaman ketika dikunjungi dan meningkatkan minat baca bagi siswa siswi di SD tersebut. Selain itu, kami juga melakukan penempelan beberapa poster afirmasi.
Dengan adanya poster tersebut, kami mengajak siswa siswi di SD tersebut untuk bersama – sama meningkatkan budaya membaca dan merawat perpustakaan agar lebih nyaman digunakan ketika membaca.
30 Gambar 8. Potret Perpustakaan SD Negeri 1 Margosari setelah dilakukan perbaikan oleh Mahasiswa
KKN-MIT UIN Walisongo Semarang Posko 14 Dalam program kerja tersebut, kami juga menyumbangkan beberapa buku yang menurut kami layak untuk dijadikan buku bacaan bagi siswa siswi SD Negeri 1 Margosari. Buku tersebut diantaranya buku fiksi maupun non fiksi yang sesuai dengan usia dari siswa siswi di SD tersebut. Dengan adanya program pengembangan literasi sejak dini, kami berharap dapat berdampak positif terhadap budaya literasi melalui peningkatan minat baca. Selain itu, kami juga berharap dengan adanya wajah baru dari perpustakaan SD Negeri 1 Margosari akan membawa para siswanya melihat cakrawala dunia yang lebih luas dan melaksanakan
31 budaya literasi sebagai tonggak dalam kemajuan bangsa Indonesia.
32
Peringatan Isra Mi’raj dan Santunan Anak Yatim Piatu di Desa Margosari
Oleh: Maulana Misbahul Fuadi Fakultas Sains dan Teknologi
Matematika
Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu hari besar yang terdapat di Agama Islam. Isra’
Mi’raj diperingati oleh umat Islam setiap tanggal 27 Rajab yang mana pada kalender masehi tahun ini bertepatan dengan tanggal 17 Februari 2023. Pada hari tersebut terdapat beberapa kegiatan yang kami lakukan di tempat pengabdian KKN yang bertempat di Desa Margosari Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal.
Kegiatan pertama yang kami laksanakan pada hari itu yaitu mengikuti peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW di TK Triguna Desa Margosari.
Kegiatan ini diikuti oleh 5 mahasiswa KKN MIT 15 Kelompok 14 UIN Walisongo yaitu Mufti, Ayu, Rizky, Putri dan Maulana. Kami berangkat dari Posko KKN ke
33 TK Triguna sekitar pukul 07.45 sebab kegiatan tersebut akan dilaksanakan mulai jam 08.00 WIB.
Kegiatan Peringatan Isra’ Mi’raj di TK Triguna dimulai dengan dikumpulkannya semua siswa TK baik kelas A maupun B di kelas B oleh dewan guru TK dan teman-teman KKN. Setelah semua berkumpul, kemudian Ibu Lina (Kepala TK Triguna) mengajak adik-adik siswa TK untuk doa sebelum mulai kegiatan. Doa dimulai dari mohon dibukakan fikiran yang jernih, doa untuk para guru dan juga tidak ketinggalan doa untuk kedua orangtua. Setelah semua terkondisikan maka masuklah pada kegiatan inti yaitu cerita nabi tentang Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW.
Pada acara inti ini, saya (Maulana) menjadi perwakilan Tim KKN Kelompok 14 yang berkesempatan untuk menceritakan tentang peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Saya menceritakan bagaimana ketika Rasulullah SAW melaksanakan Isra’ yaitu perjalanan malam dari Masjidil Haram di Mekah menuju Masjidil Aqsha di Palestina menggunakan kendaraan berupa buraq. Kemudian Mi’raj merupakan peristiwa naiknya
34 Rasulullah SAW dari Masjidil Aqsha ke Sidratul Muntaha di langit ke tujuh. Setelah sampai di Sidratul Muntaha, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Allah SWT dan mendapatkan perintah sholat fardu 5 waktu untuk dilaksanakan oleh umatnya.
Setelah selesai menceritakan tentang peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, kami dari tim KKN UIN Walisongo Semarang berpamitan dengan guru TK dan semua siswa TK. Hal ini karena pada tanggal 23 Februari 2023 KKN yang kami laksanakan akan selesai.
Sebelum ditutup, kami juga foto bersama dengan guru dan semua siswa TK sebelum diakhiri dengan bersalam- salaman.
Gambar 9. Foto bersama Guru dan Siswa TK setelah Peringatan Isra’ Mi’raj di TK Triguna Desa Margosari
35 Setelah selesai melaksanakan kegiatan Peringatan Isra’ Mi’raj di TK Triguna, selanjutnya kami melanjutkan kegiatan yaitu penyaluran santunan anak yatim yang berada di Desa Margosari. Sebelum diberikan ke anak yatim, Tim KKN Kelompok 14 UIN Walisongo Semarang berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp. 7.131.000 yang berasal dari beberapa donatur. Dana tersebut kemudian dibagi kepada 15 anak yatim piatu dan disalurkan langsung kepada anak-anak tersebut setelah sholat jumat. Santunan anak yatim piatu ini merupakan salah satu rangkaian acara dari PHBI Isra’
Mi’raj Nabi yang dilakukan oleh Tim KKN MIT 15 Kelompok 14.
Jum’at ba’da isya hari itu dilangsungkan pengajian umum untuk memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1444 H. Pengajian ini dilaksanakan di Masjid Al-Muttaqin Desa Margosari dengan mengundang pembicara yaitu Dr. KH. Ahmad Tajuddin Arafat, M.S.I sebagai Dosen Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Walisongo Semarang. Pada acara ini, Tim KKN MIT ke 15 Kelompok 14 juga berkesempatan
36 menggandeng dengan beberapa organisasi yang ada di Desa Margosari. Organisasi yang ikut bekerjasama menyukseskan acara ini yaitu seperti Irmasari (Ikatan Remaja Masjid Desa Margosari), Karang Taruna Desa Margosari, IPNU-IPPNU, Ansor dan Banser Desa Margosari.
Kegiatan dimulai pada jam 20.00 WIB dengan penampilan Hadrah Kanzul Muta’alimin dari Pondok Pesantren Al Mubtadi’in Desa Margosari. Pra acara dilaksanakan hingga pukul 20.40 WIB dan kemudian dilanjutkan dengan dibukanya acara oleh MC yaitu Rizky Amalia. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tilawah, dzikir tahlil hingga pemberian santunan secara simbolis kepada 2 orang anak yatim piatu. Setelah itu dilanjutkan dengan sambutan yang pertama dari Ketua Pelaksana yaitu saya sendiri (Maulana Misbahul Fuadi) dan yang kedua dari Ibu Kepala Desa Margosari yaitu Ibu Hj. Mahmudah, S.Pd.
Menginjak acara selanjutnya yaitu acara inti yang disampaikan oleh Dr. KH. Ahmad Tajuddin Arafat, M.S.I berkaitan dengan peristiwa Isra’ Mi’raj dan
37 implementasi yang harus dilakukan untuk memperingati peristiwa tersebut.
Gambar 10. Foto bersama antara Tim KKN dengan Irmasari setelah Peringatan Isra’ Mi’raj di Masjid Al Muttaqin Desa Margosari
38
Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan dengan Memanfaatkan Potensi Alam Desa Margosari
Melalui Pelatihan Pembuatan Nugget Sehat
Oleh: Muhammad Fikri Ardiansyah Fakultas Sains dan Teknologi
Matematika
Margosari merupakan salah satu desa dari 18 desa yang terletak di Kecamatan Patebon, Kendal, Jawa Tengah, Indonesia. Luas wilayah kurang lebih sekitar 133.750 ha dengan luas persawahan mencapai 103 ha.
Tak heran jika hasil potensi alamnya melimpah ruah.
Padi, Jagung, dan tanaman sayuran lainnya menjadi salah satu potensi alam yang diandalkan oleh masyarakat desa untuk dijual maupun dikonsumsi secara individu.
Ketika potensi tersebut sudah memasuki masa panen, kita akan melihat beberapa warga menjemur hasil panennya di sekitar sawah atau di depan rumah. Rata- rata hasil pesawahan ini dijadikan sumber penghasilan bagi masyarakat desa Margosari sejak dahulu. Padi merupakan salah satu kebutuhan pokok yang paling
39 banyak dikonsumsi di dunia, khususnya bagi negara Indonesia. Sedangkan jagung merupakan salah satu tanaman pangan penghasil karbohidrat dan sering diasumsikan oleh masyarakat bisa dijadikan bahan makanan pengganti nasi. Olahan jagung menciptakan beberapa hasil produk yang belum banyak masyarakat ketahui. Salah satu hasil olahan jagung seperti pudding jagung, bakwan jagung, bubur jagung, campuran untuk nugget sehat, dan lain-lain. Oleh karena itu perlu adanya suatu upaya untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat bahwasannya tanaman jagung bisa diolah menjadi beberapa olahan yang sederhana dan praktis.
Hasil olahan jagung juga rekommended untuk dijual maupun dikonsumsi secara individu.
Kami dari TIM KKN MIT 15 Kelompok 14 khususnya divisi kewirausahaan berkesempatan melaksanakan program kerja yaitu mengadakan pelatihan pembuatan nugget sehat di Desa Margosari.
Pelatihan ini ditujukan kepada seluruh komponen ibu-ibu PKK di setiap RT dan RW desa Margosari. Adapun tujuan dari diadakannya pelatihan nugget sehat ini supaya masyarakat dapat memanfaatkan potensi alam
40 yang ada di desa dan memberikan solusi alternatif bagi ibu-ibu yang anaknya tidak suka makan sayur. Pelatihan ini dilaksanakan pada tanggal 29 Januari 2023 bersamaan dengan perkumpulan rutinan ibu-ibu PKK.
Saat itu ada sekitar 30 ibu-ibu yang hadir. Adapun bahan untuk pembuatan nugget sehat diantaranya daging ayam halus, beberapa macam sayuran seperti jagung, brokoli, kembang kol, wortel, tepung terigu, tepung tapioka, tepung panir, bumbu penyedap, bawang putih, bawang merah, bawang bombay, telur, dan bahan pencelup.
Sebelum pelatihan dimulai anggota divisi kewirausahaan mempersiapkan bahan yang belum jadi dan bahan yang sudah jadi agar meminimalisir waktu pelatihan. Bahan yang belum jadi berupa bahan mentah yang nantinya akan dipraktekan langsung di depan ibu-ibu PKK, sedangkan bahan yang sudah jadi berupa nugget sehat siap saji. Selama pelatihan berlangsung, ibu-ibu PKK sangat antusias mengamati proses pembuatan nugget sehat yang dipandu oleh divisi kewirausahaan. Pelatihan nugget sehat ini alhamdulillah berjalan lancar. Semua ibu-ibu PKK yang hadir pun mencicipi nugget sehat yang sudah matang dengan bentuk kotak seperti dadu.
41 Meskipun pengolahannya sederhana, hasil olahan nugget ini dapat meningkatkan nilai jual ekonomis di pasaran.
Adanya potensi sumber daya alam yang melimpah apabila dikelola secara maksimal akan memunculkan peluang besar untuk membangun bisnis dan dapat dijadikan sebagai ladang penghasilan bagi masyarakat.
42
Pemimpin Perempuan Pertama di Desa Margosari
Oleh : Lalu Rifki Rahman Fakultas Ushuluddin dan Humaniora
Akidah dan Filsafat Islam
Dikalangan masyarakat modern relasi gender merupakan salah satu isu aktual yang sampai sekarang masih banyak dan sering diperbincangkan. Dengan dilatar belakangi oleh realitas yang memposisikan kaum laki-laki lebih istimewa dibandingkan dengan kaum perempuan. Selama ratusan tahun masyarakat terikat dengan prinsip budaya patriarki, dimana peranan laki- laki dianggap lebih dominan ketimbang perempuan.
Perempuan posisinya dinomor duakan, baik diranah publik maupun domestik. Perempuan kurang dan bahkan tidak memiliki ruang kebebasan dalam mengekspresikan potensi-potensi yang ada dalam dirinya, karena beranggapan bahwa laki-laki memiliki ruang yang lebih tinggi dalam melakukan banyak hal ketimbang perempuan. Perempuan sering kali dianggap sebagai
43 makhluk inferior yang berarti makhluk yang lemah, sehingga tidak jarang kita temukan banyak terjadi kekerasan kepada perempuan, baik yang sudah berumah tangga maupun yang belum. diduga adanya tasfsir keagamaan yang bias gender dimana mendukung laki- laki untuk melakukan subordinasi, marginalisasi, dan lainnya terhadap perempuan. Lantas apakah memang benar adanya tafsir agama yang mengatakan hal tersebut.
Tafsir keagamaan yang dimaksud adalah ayat yang ada dalam Al-Qur’an surah An-Nisa ayat 34 artinya
“laki-laki adalah pemimpin bagi perempuan “. Dalam tafsiran dan pemaknaan dari Quraish Shihab terhadap surah An-Nisa ayat 34 sesungguhnya dalam ayat ini tidak berbicara secara khusus tentang kepemimpinan laki-laki dalam semua aspek termasuk didalamnya sosial dan politik. Dan ayat ini juga tidak bermaksud untuk mengunggulakn laki-laki atas perempuan, akan tetapi berbicara tentang hubungan laki-laki dan perempuan.
Artinya jika kita menggunakan ayat ini sebagai dasar argumentasi tentang larangan kepada perempuan untuk menjadi pemimpin itu tidaklah tepat. Didalam bukunya
44 wawasan al-Qur’an. Menjelaskan bahwa adanya ayat- ayat lain yang dimana ada tanda-tanda kebolehan seorang perempuan menjadi pemimpin, yakni dalam surah at-Taubah ayat 71, dalam ayat tersebut semua orang memiliki potensi untuk menjadi auliya’, bahkan seorang perempuan pun bisa menjadi auliya’ atas laki- laki. Auliya’ bisa berarti pemimpin, pelindung, dan penolong. Walaupun dalam terjemahan Departemen Agama (Depag) menggunakan arti auliya’ sebagai penolong, menurut Quraish Shihab menganggap bahwa kedalaman makna kata auliya’ tentu saja bisa diartikan sebagai kepemimpinan.
Dan dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan juga makna qawwamuun dalam surah tersebut bisa berarti pengurus, yakni pemimpinnya, kepalanya, yang menguasai, dan yang mendidiknya jika menyimpang.
Mulla Sadra seorang tokoh filsuf, teolog berkebangsaan Iran. Menyebutkan bahwa semua yang lahir baik perempuan maupun laki-laki memiliki bekal yang sama yakni akal. Semua orang memiliki potensi untuk menjadi orang baik, jahat, pemimpin ataupun dipimpin. Hal demikian juga yang disebutkan oleh Plato,
45 seorang filsuf Yunani, mengatakan bahwa seseorang yang mendapatkan akal bisa menjadi pemimpin, entah apa jenis kelaminnya. Asalkan laki-laki dan perempuan mendapatkan pendidikan yang sama dan layak.
Kesimpulan dalam permasalahan diatas adalah perlunya pendidikan yang menyeluruh, sehingga dengan mendapatkan pendidikan yang layak. Kita semua memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi pemimpin.
Gambar 11. Mahmudah, S.Pd.
Sebagaimana dalam perjalanan Mahmudah sebagai kepala Desa Margosari, Kab. Kendal, tempat saya menempuh Kuliah Kerja Nyata (KKN). Untuk menjadi kepala desa untuk saat ini cukup sulit dikarenakan
46 persaingan yang ketat, ditambah dengan kondisi masyarakat pedesaan yang masih kental dengan keagamaan, sebagaimana tafsir-tafsir yang penulis sebutkan diatas. Tapi Mahmudah mematahkan tafsiran tersrbut, dengan semangat yang tingi dan keinginan yang kuat semua yang kita impikan akan terwujud. Sebagai kepala desa perempuan pertama tidaklah mudah, banyak masyarakat yang memberikan kritikan-kritikan yang cukup pedas, dan tidak segan-segan juga memberikan ketidakterimaan jika dipimpin oleh seorang perempuan ditengah-tengah masyarakat yang masyoritasnya agamis.
Kritikan dan ocehan memang tidak ada akhirnya, sebaik apapun kita pasti akan ada orang yang tidak senang. Sekelas nabi pun masih banyak orang mencela, memerangi apalgi sekelas kita yang hanya manusia biasa. Setiap bertemu dengan ibuk Kades, kita (KKN) selalu diberikan motivasi-motivasi kurang lebih dikatakan sebagai berikut “kalian itu harus punya semangat dan cita-cita yang tinggi, kalaupun cita-cita kalian tidak tersampaikan maka tetaplah menjadi orang yang bermanfaat disekitar kalian. Dulu, cita-cita ibuk bukan menjadi Kades tapi ya sekarang jadi, mau tidak
47 mau harus bertanggung jawab, amanah, dan yang terpenting mengayomi masyarakat, sampai saat ini Ibuk masih berusaha menjadi lebih baik lagi.”
Menjadi orang pertama memang memiliki tanggung jawab lebih ketika mengemban amanah, sejarah membuktikan begitu banyak polemic yang terjadi ketiak norma-norma yang dianggap benar selama bertahun-tahun dan dirobohkan oleh sesuatu yang dianggap menyimpang, padahal sejatinya adalah norma- norma yang kita anggap benar yang diwariskan oleh nenek moyang kita sebenarnya menumpulkan cara pandang kita terhadap sesuatu.
“Singa tidak perlu menunjukkan bahwasanya dia adalah singa”, seseorang yang bijak tidak perlu mencetak baliho, cetak pamflet bahwasannya dia adalah seorang yang paling bijak, karena yang menilai diri kita sendiri adalah orang lain. Hal tersebut bisa dilihat dari jati diri Mahmudah sebagai kepala desa, banyak masyarakat yang bilang kepemimpinannya banyak merubah sosial dan ekonomi di desa Margosari, Mahmudah juga dikenal sebagai orang yang dermawan,
48 bijak, dan tegas, sehingga tidak sedikit masyarakat disana yang kagum dan hormat kepadanya.
Tafsiran orang-orang yang mengatakan bahwa laki-laki memiliki keistimewaan dibandingkan dengan perempuan, kata-kata tersebut seolah-olah dipatahkan oleh kepala desa Margosari ini. Tidak semua perempuan dan laki-laki baik, dan tidak semua perempuan dan laki- laki juga buruk, semua memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kelebihan tersebut berfungsi untuk saling mengisi, dan kekurangan tersebut berfungsi sebagai pengingat bahwa kita hanya seorang manusia. Sehingga dengan menyadari jati diri kita sebagai manusia, seharusnya kita selalu mengasah diri, dan selalu berbuat baik kepada sesama.
49
Membangun Kereligiusan melalui Kegiatan Keagamaan
Oleh: Putri Aulia Azali Fakultas Sains dan Teknologi
Matematika
Margosari merupakan desa yang berada di Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal. Desa ini terbagi menjadi beberapa dukuh yaitu dukuh Rengas, dukuh Suropadan, dukuh Pagendingan, dukuh Jembangan, dan dukuh Delik. Margosari merupakan desa yang memiliki nilai keagamaan yang cukup tinggi. Terbukti dengan banyaknya kegiatan keagamaan yang terselenggara di desa tersebut, antara lain yaitu Taman Pendidikan Qur’an An Nur 06. Taman Pendidikan Qur’an An Nur 06 merupakan salah satu lembaga pendidikan agama yeng memberi pengajaran berupa tata cara membaca Al Qur’an yang baik dan benar, belajar tajwid, dan menghafalkan surat surat Al Qur’an. Seperti yang kita ketahui bahwa membaca dan mempelajari Al Qur’an
50 sangat penting bagi seluruh umat islam. Oleh karena itu, para orang tua di Desa Margosari sangat senang bila para anaknya belajar dan menuntut ilmu di TPQ tersebut.
Rata rata santri yang belajar di TPQ adalah anak usia taman kanak kanak dan sekolah dasar. TPQ ini dimulai pukul 16.00 samapi 17.00 WIB. Para murid yang belajar di TPQ ini akan diajar oleh ustadz dan ustadzah yang kebanyakan adalah seorang penghafal Al Qur’an.
Gambar 12. Bersama Anak – Anak Madrasah Diniyah Takmiliyah ULA Al Mubtadi’in
Selain TPQ terdapat juga Madrasah Diniyah Takmiliyah ULA Al Mubtadi’in yang merupakan sebuah lembaga pendidikan yang memberikan ilmu pelajaran
51 agama islam. Madrasah ini mempelajari berbagai ilmu agama meliputi tauhid, Al Qur’an hadist tajwid, fiqih, nahwu, shorof, aqidah akhlak, tarikh, bahasa arab dan praktik sholat. Madrasah ini melaksanakan kegiatan mengajar mulai pukul 14.00 sampai 16.00 WIB. Jumlah santri di madrasah ini sebanyak 273 santri. Dalam setahun madrasah ini terbagi menjadi 3 catur wulan dan di akhir tahunnya madrasah ini akan mengadakan wisuda dan haflah akhirussanah. Keunggulan madrasah diniyah takmiliyah di desa ini dibanding dengan madrasah lain salah satunya adalah mewajibkan para santri untuk melaksanakan sholat asar berjamaah di Masjid Al Muttaqin yang berada di seberang madrasah. Adanya madrasah ini sangat bermanfaat bagi para peserta didiknya. Selain memperkuat ilmu agama, para santri juga menjadi berakhlak mulia dan berkarakter.
52 Gambar 13. Bersama Pengajar Bersama Madrasah Diniyah Takmiliyah ULA Al Mubtadi’in
Setelah lulus dari madrasah diniyah takmiliyah, para santri bisa melanjutkan belajar agama lebih mendalam melalui madrasah diniyah wustho Al Mubtadi’in. Madrasah ini merupakan lembaga pendidikan yang juga memberikan ilmu pengetahuan agama. Namun dalam madrasah ini yang diajarkan merupakan ilmu agama yang lebih mendalam atau spesifik dan kitab yang digunakan juga berbeda dari waktu di madarasah diniyah takmiliyah. Madrasah ini menggunakan kitab kuning klasik sebagai media pembelajaran. Waktu pembelajaran mulai pukul 16.30 sampai 17.30 WIB. Kebanyakan santri yang belajar di madrasah diniyah wustho usianya setara duduk di
53 bangku sekolah menengah pertama/ madrasah tsanawiyah.
Selain kegiatan belajar mengajar, terdapat juga beberapa kegiatan keagamaan lain diantaranya adalah pengajian di masjid, pembacaan manaqib, pembacaan dziba’, pengajian ibu ibu muslimat NU, istighosah, dan masih banyak lagi.
54
Berawal Dari Pengabdian Sampai Mengenal Keberagaman
Oleh: Mahmud Fadzakir Fakultas Sains dan Teknologi
Matematika
Pada masa liburan semester 7, saya melakukan sebuah kegiatan yang bernama Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat untuk menerapkan ilmu yang didapat saat perkuliahan dan juga mengamalkan tri dharma perguruan tinggi.
Masa KKN ini terhitung selama 45 hari dari tanggal 10 Januari sampai 23 Februari 2023. Kegiatan KKN ini dilaksanakan oleh 15 orang mahasiswa yang terdiri dari 9 perempuan dan 6 laki-laki yang berasal dari daerah yang beragam, baik itu dari segi bahasa, budaya, maupun watak. Pada awalnya, kelompok KKN kami mencari desa yang nanti kami rencanakan untuk kegiatan KKN kelompok kami. Setelah mendapatkan desa tersebut, kami mendapatkan informasi bahwa tempat kegiatan KKN akan dipilih dari kampus. Akhirnya, kelompok
55 kami mendapatkan tempat untuk kegiatan KKN di Desa Margosari, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal.
Pada tanggal 10 Februari 2023, seluruh kelompok KKN MIT ke - 15 dilepas oleh pihak kampus untuk melaksanakan kegiatan KKN di desa masing-masing.
Setelah itu, kami langsung menuju ke Desa Margosari untuk serah terima kedatangan kelompok KKN kami dengan pihak Desa Margosari. Kami disambut dengan baik oleh Kepala Desa Margosari beserta perangkat desa.
Ada salah satu perangkat desa yang membantu untuk kelancaran kegiatan KKN kelompok kami dari awal sampai akhir, yang kami panggil yaitu Bapak Ulil.
Beliau yang membantu kami untuk mencari posko kelompok yang di mana posko kami terbagi menjadi 2 yaitu posko putra dan posko putri. Beliau juga yang memberikan arahan kepada kami dan informasi mengenai Desa Margosari baik kegiatan maupun letak geografisnya.
Desa margosari memiliki 5 dusun yaitu Dusun Rengas, Dusun Suropadan, Dusun Jembangan, Dusun Deliksari dan Dusun Pagendingan. Kelima dusun
56 tersebut memiliki ciri khas masing-masing seperti Dusun Suropadan dan Dusun Deliksari yang kental dengan agama karena di dalamnya terdapat Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) An-Nur dan MDT ULA NU 04 AL MUBTADI’IN serta para kyai Desa Margosari. Dusun Rengas yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani. Dusun Jembangan dan Dusun Pagendingan yang penduduknya kebanyakan memiliki hewan ternak sapi.
Kelompok KKN kami melakukan kegiatan- kegiatan yang berada di Desa Margosari seperti mengajar TPQ, mengajar Madin, mengajar SD, mengikuti kegiatan PKK, mengikuti kegiatan posyandu dan lain-lain. Sebagai bentuk pengabdian kami kepada masyarakat, kami mengajar di TPQ An-Nur yang dipimpin oleh beliau KH. Syifaudin. Santri yang belajar di TPQ An-Nur kurang lebih berjumlah 300, yang dimana menurut informasi yang saya dapat termasuk TPQ yang terbesar sekecamatan Patebon. TPQ An-Nur terdiri dari kelas jilid 1 sampai kelas Al-Qur’an. Waktu mengajar di TPQ An-Nur dimulai pada pukul 16.00 sampai 17.00 WIB. Kegiatan mengajar diawali dengan
57 pembacaan Asmaul Husna sebagai bentuk iman kepada Allah SWT. Setelah itu melafalkan mars TPQ dan dilanjutkan dengan belajar sesuai dari kelasnya masing- masing.
Pada masa KKN kami juga bertepatan dengan kegiatan haflah akhirussanah dan wisuda ke-29 TPQ An- Nur. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Halaman Mushola An-Nur Deliksari Desa Margosari. Pada saat kegiatan tersebut, kelompok KKN kami juga memberikan apresiasi berupa hadiah kepada santri yang berprestasi selama belajar di TPQ An-Nur. Kegiatan tersebut dihadiri oleh warga, wali santri, guru-guru TPQ, serta teman-teman dari tim KKN. Kegiatan wisuda TPQ ini mengundang pembicara yaitu KH. Mustaghfirin El Siroj yang berasal dari Mranggen Demak.
Selain mengajar di TPQ An-Nur, kami juga mengajar di MDT ULA NU 04 AL MUBTADI’IN.
Tidak lupa juga, kami mengajar di SD 01 Desa Margosari. Kami banyak menimba ilmu tentang bagaimana caranya mengajar, bagaimana menghadapi anak-anak ketika mengajar dan lainnya.
58 Sampai pada penghujung kegiatan KKN kelompok kami pada tanggal 23 Februari 2023. Kami mengadakan penarikan kelompok KKN yang dihadiri oleh Kepala Desa Margosari, perangkat desa, perwakilan dari setiap organisasi Desa Margosari beserta para sesepuh dan kyai yang ada di Desa Margosari. Pada saat itu, kondisi cuaca sedang diguyur hujan tetapi tidak mematahkan semangat kami sehingga kegiatan tersebut dapat dimulai dan berakhir dengan lancar. Kegiatan tersebut diawali dengan pembukaan dari MC yang merupakan salah satu anggota dari kelompok KKN kami yaitu Rizky Amalia.
Kemudian sambutan dari saya sebagai perwakilan dari kelompok KKN. Setelah itu sambutan dari Kepala Desa Margosari dan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng.
Kemudian diakhiri dengan foto bersama.
59
Tumbuhkan Semangat Belajar Siswa di TK Triguna Desa Margosari
Oleh: Rizky Amalia Fakultas Sains dan Teknologi
Matematika
Gambar 14. Foto Bersama Anak TK Triguna Tim KKN UIN Walisongo posko 14 memberi pendampingan belajar di salah satu TK yang ada di Desa Margosari, Kecamatan Patebon. TK Triguna menjadi salah satu tujuan kami dikarenakan lokasi yang cukup
60 strategis dari posko yang kami tempati di sana.
Pendampingan belajar di TK tersebut juga salah satu program kerja yang disusun dari divisi pendidikan dalam melakukan kegiatan belajar mengajar yang ada di TK tersebut. Kegiatam imi dilaksanan satu kali dalam sepekan di hari sabtu yang dimulai pukul 08.00 sampa 10.00 WIB.
Kegiatan ini diawali dengan perkenalan anggota KKN yang akan melakukan pendampingan belajar di TK Triguna. Kami pun disambut dengan sangat antusias oleh anak-anak yang ada di TK tersebut. Meskipun diawal kami sangat susah untuk mengkondisikan anak-anak tapi kami sangat senang bisa jadi bagian dari mereka.
Kegiatan dimulai dengan doa bersama dilanjutkan belajar istirahat , bermain dan doa selesai pembelajaran.
61 Gambar 15. Belajar Bersama Anak TK Triguna
Selain melakukan pendampingan belajar kami juga mengajak mereka bermain seusai merampungkan pembelajaran. Hal ini ditujukan untuk mengasah kemampuan kognitif maupun psikomotik mereka. Selain belajar dan bermain di kelas kami juga sesekali bermain di luar dengan diawali jalan sehat bersama dan bermain bersama. Meraka sangat senang sekali dengan pendampingan belajar bersama KKN yang diharapkan dapat menumbuhkan semangat belajar mereka di kelas.
62 Gambar 16. Bermain Bersama Anak TK Triguna
Hari- hari dilalui dengan begitu sangat menyenangkan hingga tak terasa waktu kami mengabdi di desa tersebut telah usai. Kegiatan pendampingan belajar di TK diakhiri dengan peringatan hari Isra’
Mi’raj dan perpisahan tim KKN UIN Walisongo.
Banyak hal yang kami dapatkan disana yang mungkin tak akan pernah terlupakan oleh kami. Kami pun menyadari banyak kekurangan dari kami dalam melakukan pendampingan belajar di TK Triguna.
63 Gambar 17. Foto Bersama Anak TK Triguna Saat
Perayaan Isra’ Mi’raj
64
Pembuatan Pudding Jagung Sebagai Makanan Sehat oleh Anggota Kelompok KKN MIT 15 Kelompok 14 Bersama Ibu
PKK Desa Margosari
Oleh : Muna Azimatul Muktafiah Fakultas Ushuluddin dan Humaniora
Studi Agama – Agama
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Terprogram (KKN-MIT) 15 Kelompok 14 Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang melaksanakan salah satu program kerja yakni pelatihan pembuatan pudding jagung. Program kerja ini diadakan oleh divisi kewirausahaan yang bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada ibu-ibu PKK di Desa Margosari tentang pentingnya mengonsumsi pangan lokal yang kaya akan manfaat. Dalam mengembangkan produk pangan lokal yang terdapat di Desa Margosari seperti jagung dan untuk menarik daya tarik ibu-ibu PKK maka, produk pangan lokal tersebut
65 dapat dimodifikasi menjadi berbagai jenis produk olahan salah satunya menjadi puding jagung. Jagung merupakan salah satu hasil komoditi pertanian yang dihasilkan di desa Margosari ini. Hasil pertanian setempat biasanya dikonsumsi sendiri atau digunakan sebagai pakan ternak.
Oleh karena itu, perlu diadakan pelatihan guna menciptakan produk pangan yang inovatif dan meningkatnya harga jual produk.
Kegiatan dimulai jam 09.00 WIB di Balaidesa Margosari. Tanggung jawab program kerja ini dipegang oleh divisi kewirausahan tetapi dalam proses kegiatannya dibantu oleh seluruh anggota kelompok KKN MIT 15 Kelompok 14 UIIN Walisongo Semarang.
Kegiatan diawali dengan sambutan ibu Kepala Desa Margosari, Ketua PKK Desa Margosari dan salah satu anggota KKN MIT 15 kelompok 14. Setelah itu anggota KKN MIT 15 kelompok 14 memberikan pelatihan mengenai tata cara pembuatan puding jagung. Sebelum kegiatan berlangsung anggota KKN MIT 15 kelompok 14 sudah membuat lebih dulu pudding jagung sebagai
66 tester yang nantinya akan dicoba bersama dengan ibu PKK Desa Margosari.
Puding jagung adalah salah satu produk hasil olahan dari jagung yang termasuk jenis jajanan pasar.
Bahan utamanya adalah jagung yang dicampur dengan agar-agar, santan, dan susu. Sebenarnya membuat makanan seperti puding jagung yang nikmat sangatlah mudah dan tidak membutuhkan banyak biaya. Hal itu juga dapat dilakukan sendiri di rumah karena bahan- bahan yang digunakan mudah untuk didapat. Pemberian pelatihan pembuatan produk puding jagung ini memiliki banyak manfaat. Selain untuk melakukan inovasi terhadap bahan pangan lokal juga dapat menambah pengetahuan terkait menu makanan terbaru dikalangan ibu-ibu PKK di Desa Margosari Kemudian sebagai implementasi dalam memodifikasi produk hasil pertanian.
67 Gambar 18. Dokumentasi Kegiatan Pelatihan Pembuatan Pudding Jagung di Desa Margosari
Ibu-ibu PKK Desa Margosari sangat aktif bertanya selama kegiatan berlangsung. Ada yang bertanya terkait jagung apa saja yang bisa dipakai dalam pembuatan pudding, ada juga yang bertanya jenis agar instan apa saja yang bisa digunakan, dan ada yang ingin mengeksplore menggunakan topping-topping tambahan.
Kegiatan berjalan sangat lancar, ibu-ibu PKK dan ibu kepala desa Margosari sangat berterima kasih kepada anggota KKN MIT 15 kelompok 14 karena sudah memberikan pelatihan terkait pembuatan pudding jagung, selain itu ibu PKK dan Ibu Kepala Desa Margosari juga berharap agar anggota KKN MIT 15
68 kelompok 14 mampu memberikan banyak inovasi lagi untuk Desa Margosari.
69
Sepenggal Cerita Mengabdi di Desa Margosari
Oleh: Aries Cahya Alfarabi Fakultas Sains dan Teknologi
Matematika
Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu mata kuliah yang ada di Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang sebagai salah satu bagian penting pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang wajib di tempuh oleh seluruh mahasiswa. Lewat kegiatan KKN ini mahasiswa diberi kesempatan untuk belajar, meneliti, mengabdi dan bekerja bersama masyarakat untuk menggali potensi dan menyelesaikan masalah yang ada di desa.
Pelaksanaan kegiatan KKN dilaksanakan selama 45 hari mulai tanggal 10 januari 2023 sampai tanggal 23 februari 2023 serta bertempat di desa yang telah ditentukan pihak kampus yaitu desa Margosari, kecamatan Patebon, kabupaten Kendal. Kelompok kami
70 terdiri dari 15 mahasiswa yang dibagi menjadi beberapa divisi dan saya sendiri termasuk dalam divisi Komunikasi dan Informasi yang bertugas untuk mendokumentasi dan mempublikasikan setiap kegiatan kelompok kami selama KKN.
Tanggal 10 Januari 2023 adalah hari Pertama kami menginjakkan kaki di Desa Margosari, tak disangka kami disambut dengan baik dan hangat oleh masyarakat setempat. Hal itu membuat kami merasa antusias dalam melaksanakan kegiatan KKN ini. pada minggu pertama kami menghabiskan waktu dengan melakukan inkulturasi. kegiatan ini berupa silatuhrahmi dengan tokoh masyarakat serta masyrakat umum, dengan tujuan untuk mengetahui maksud kehadiran mahasiswa KKN sehingga memunculkan rasa percaya dari masyarakat terhadap mahasiswa KKN. Diantara kegiatan yang kami lakukan bersama adalah mengikuti sholat berjamaah, tahlilan, diba’an, dan pengajian.
Pada minggu selanjutnya kami mulai melaksanakan program kerja yang telah kami rancang sebelumnya. program kerja kelompok kami yang
71 dilaksanakan secara rutin berfokus pada bidang Pendidikan. Beberapa bentuk program kerja tersebut diantaranya yaitu ikut mengajar di SD, TK, Madin, dan TPQ yang ada di desa Margosari. Dari 15 mahasiswa diberi tanggung jawab yang berbeda sesuai dengan kemampuan masing-masing. Disini saya mendapat tanggung jawab untuk ikut mengajar di SDN 01 Margosari dan juga TPQ An-Nur. Ini merupakan pengalaman pertama saya dalam memberi pengajaran secara langsung kepada anak-anak. Kesan pertama saya mengajar anak-anak ternyata tidaklah mudah butuh strategi dan metode yang tepat sehingga anak-anak dapat memperhatikan dan memahami pembelajaran yang disampaikan. Terlepas dari hal tersebut, saya sangat senang bisa memberikan sedikit ilmu saya untuk anak- anak di desa margosari.
72 Gambar 19. Kegiatan mengajar di TPQ
Selain program kerja diatas, masing-masing divisi juga mempunyai program kerjanya sendiri. Dalam divisi Komunikasi dan Informasi, saya mempunyai tanggung jawab untuk mendokumentasikan dan mempublikasikan setiap kegiatan yang dilaksanakan baik oleh kelompok KKN kami maupun kegiatan warga desa Margosari ke beberapa media sosial seperti facebook, instagram, tiktok, dan youtube.
73 Gambar 20. Publikasi kegiatan KKN di Instagram
Dalam menjalankan tugas, saya sangat terbantu oleh bapak Ulul Azmi Kepala Seksi Kesejahteraan dan Pelayanan. Beliau membantu saya dalam memenuhi segala sarana dan prasarana yang saya butuhkan sebagai divisi komunikasi dan informasi seperti meminjamkan kamera untuk dokumentasi dan juga komputer yang digunakan untuk keperluan mengedit.
Pelaksanaan KKN Selama 45 hari mengabdi di desa Margosari ini sangat berkesan untuk saya pribadi karena dapat membuat saya belajar banyak hal yakni dalam hal kebersamaan, kekeluargaan, kekompakan, dan
74 solidaritas. saya merasa menjadi pribadi yang lebih baik, karena saya yang sebelumnya hanya berada di lingkungan rumah karena pendiam, dan terkadang malu untuk bertegur sapa dengan tetangga, ketika mengabdi saya mencoba berbaur dengan masyarakatnya seperti ibu-ibu, bapak-bapak, bahkan anak-anak di desa margosari. Semoga tapak jejak saya dan teman-teman KKN kelompok 14 dapat membekas di hati warga desa margosari untuk waktu yang lama.