• Tidak ada hasil yang ditemukan

kata pengantar

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "kata pengantar"

Copied!
98
0
0

Teks penuh

Teori Tematik

Definisi Pembelajaran Terintegrasi (Tematik)

Pembelajaran tematik atau pembelajaran terpadu merupakan konsep pembelajaran yang melibatkan mata pelajaran yang berbeda untuk memberikan pengalaman bermakna bagi peserta didik. Hal ini dikarenakan pembelajaran tematik ini merupakan pembelajaran yang menggabungkan materi pelajaran dengan pengalaman belajar. Akibatnya, pembelajaran tematik memberikan keluasan dan kedalaman implementasi kurikulum serta memberikan kesempatan yang luas bagi siswa untuk memunculkan kedinamisan dalam proses pembelajaran/pendidikan.

Tujuan Pembelajaran Terintegrasi (Tematik)

Ciri-Ciri Pembelajaran Terintegrasi (Tematik)

Karakteristik Pembelajaran Terintegrasi (Tematik)

Pengintegrasian ini memungkinkan siswa memahami suatu fenomena belajar dari segala sisi secara utuh. Hal ini diharapkan dapat mempengaruhi kemampuan siswa dalam memecahkan masalah kehidupan nyata. Pembelajaran tematik bersifat luwes (fleksibel) dimana guru dapat menghubungkan materi pelajaran dari satu mata pelajaran dengan mata pelajaran lainnya, bahkan menghubungkannya dengan kehidupan siswa dan kondisi lingkungan dimana sekolah dan siswa berada.

Landasan Pembelajaran Terintegrasi (Tematik)

Landasan hukum pembelajaran tematik terkait dengan berbagai kebijakan atau peraturan yang mendukung pelaksanaan pembelajaran tematik di sekolah dasar. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang menyatakan bahwa setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadi dan tingkat kecerdasan sesuai dengan minat dan bakatnya (Pasal 9). 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak memperoleh layanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya.

Manfaat Pembelajaran Terintegrasi (Tematik)

Siswa dapat mempelajari pengetahuan dan mengembangkan kompetensi yang berbeda dalam beberapa mata pelajaran dalam topik yang sama. Pembelajaran tematik melatih siswa untuk semakin banyak membuat hubungan antara beberapa mata pelajaran, sehingga mampu mengolah informasi dengan cara yang sesuai dengan daya pikirnya dan memungkinkan berkembangnya jaringan konseptual. Pembelajaran terpadu (tematik) memungkinkan siswa menggunakan keterampilan yang dikembangkannya dengan mempelajari keterkaitan antar mata pelajaran.

Tahapan- Tahapan Membuat Model

Jika kita cermati, tema-tema yang diajukan kementerian sangat menarik, terutama untuk anak-anak sekolah dasar (SD). Dari tema-tema tersebut guru masih dapat mengembangkan tema-tema tersebut dalam bentuk subtema yang kemudian diimplementasikan dalam pembelajaran. Pada fase ini guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran tematik yang dibuat.

Kelebihan Pembelajaran Terintegrasi (Tematik)

Materi pelajaran dekat dengan kehidupan siswa, sehingga siswa mudah memahami dan mengerjakannya. Dengan bekerja dalam kelompok, siswa dapat mengembangkan kemampuan belajarnya pada aspek afektif dan psikomotor disamping aspek kognitif. Dengan pendekatan pembelajaran terpadu, guru dapat dengan mudah menggunakan pembelajaran aktif siswa sebagai metode pengajaran.

Kekurangan Pembelajaran Terintegrasi (Tematik)

Pembelajaran terpadu membutuhkan banyak bahan bacaan atau sumber informasi yang banyak dan bervariasi, termasuk perangkat internet. Kurikulum harus fleksibel, berorientasi pada pencapaian pemahaman siswa secara penuh daripada mencapai tujuan penyampaian materi. Pembelajaran terpadu memerlukan metode evaluasi yang utuh (komprehensif), yaitu menentukan keberhasilan belajar siswa dari beberapa bidang studi terkait yang dipadukan.

Rambu-rambu Pembelajaran Terintegrasi (Tematik)

Sehubungan dengan itu, selain dituntut untuk memberikan teknik dan prosedur dalam melakukan penilaian dan pengukuran yang komprehensif, guru juga harus berkoordinasi dengan guru lain, jika mata pelajaran tersebut berasal dari guru yang berbeda. Penerapan pembelajaran tematik mungkin cenderung mengutamakan satu bidang studi dan 'mencekik' bidang studi lainnya karena guru lebih menekankan atau mengutamakan substansi gabungan sesuai dengan pemahaman, selera dan latar belakang pendidikan guru itu sendiri. Kompetensi inti yang tidak tercakup dalam topik tertentu harus diajarkan baik melalui topik lain atau disajikan secara terpisah.

Model Pembelajaran Terintegrasi (Tematik)

Dan meminta siswa menghitung jumlah kue dan menempelkan gambar 2 kue dan 2 kue pada tempat yang disediakan. Setelah melakukan tanya jawab, siswa dapat menyebutkan 3 bagian kepala hewan (kesayanganku). Setelah bertanya dan menjawab pertanyaan, siswa dapat menyebutkan 3 anggota gerak hewan (hewan peliharaan).

Contoh Administrasi Pembelajaran Tematik

Contoh Silabus Pembelajaran Tematik

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Tematik Menggunakan

Melalui tanya jawab dan cerita terkait tentang hidup rukun, siswa dapat menunjukkan sikap hidup rukun. Tanya siswa. mencari informasi yang luas dan mendalam tentang tema materi yang dipelajari dengan cara meminta siswa untuk mencari hal-hal yang berhubungan dengan kue. ii. Mintalah siswa mengamati kue secara luas dan mendalam pada tema materi yang dipelajari, yaitu mencari hal-hal yang berkaitan dengan kue. ii.

Siswa menghitung jumlah kue yaitu 4. Kemudian siswa menempelkan gambar 2 kue dan 2 kue pada tempat yang telah disediakan. Dengan permainan yang sama, siswa memasukkan angka sebanyak yang diminta pada tempat yang disediakan dan mengerjakan simbol-simbol tersebut. Berikan beberapa soal dan minta siswa untuk mengerjakannya dan guru akan memberikan pengarahan kepada siswa yang belum mengerti.

Kembali ke tema) siswa menjiplak gambar yang disediakan oleh guru. ii. Para siswa diberikan. umpan balik dan penguatan positif dalam bentuk lisan, tertulis, isyarat atau hadiah untuk kesuksesan. ii. Mari berbagi Lalalalalalalala f) Brainstorm bersama.. siswa menentukan tema kue. g) Menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai. h) Penyampaian ruang lingkup materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus. a) Membalas salam.

Meminta siswa untuk mencari informasi yang luas dan mendalam tentang topik materi yang dipelajari dengan cara meminta siswa mencari hal-hal yang berhubungan dengan makanan manis. ii. Kembali ke Topik), Siswa menelusuri lingkaran dan bentuk huruf yang diberikan oleh guru. ii. Kegiatan guru Kegiatan siswa Alokasi waktu.. untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan, . iv.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Tematik Model Webbing

Melalui tugas pet story, siswa dapat menceritakan 1 peristiwa penting keluarga yang berhubungan dengan hewan peliharaan. Setelah mempelajari materi, diharapkan siswa memiliki kesadaran untuk mencintai lingkungan, berpikir logis, kritis, memecahkan masalah dan bekerja dengan cermat. Jelas, di dalam kantong angka hasilnya menunjukkan 1 pipet di tempat ratusan, 5 pipet di tempat puluhan dan 9 pipet di tempat satuan sampai hasilnya 159.

Guru menunjukkan gambar hewan peliharaan yaitu ayam, kambing, kucing, burung dan ikan, sambil bertanya kepada siswa “Coba amati gambar tersebut. Berapa jumlah anggota tubuh hewan peliharaan secara umum dan apa saja?” Siswa menjawab dan guru selalu memberikan pertanyaan pengarahan untuk mendapatkan jawaban yaitu. Guru berkata “coba ceritakan kejadian yang berhubungan dengan hewan peliharaan yang menjadi peristiwa penting bagi keluargamu”. Siswa diberi waktu untuk berbagi pengalaman tentang hewan peliharaan mereka, yang merupakan peristiwa penting bagi keluarga mereka. Misalnya sapi yang menjadi andalan ekonomi keluarga, tiba-tiba banyak yang mati mendadak. Sehingga pada saat itu perekonomian keluarga menjadi kacau).

Selain itu, siswa diberikan penjelasan tentang penjumlahan bilangan hingga 500. Guru menggunakan media kantong angka dan menggunakan metode susunan singkat. Setelah siswa memahami beberapa contoh yang dijelaskan oleh guru, siswa mengerjakan soal-soal yang ada di buku teks “kamu kerjakan soal halaman 39, no. 1-5”. Kegiatan diskusi kemudian dilakukan Siswa melanjutkan mengerjakan soal-soal di papan tulis sesuai dengan yang telah mereka kerjakan.

Aktivitas siswa dalam mengungkapkan ide melalui brainstorming untuk mengidentifikasi tema dan subtema.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Model Terhubung

Dengan menggunakan gambar burung dan burung pipit, siswa dapat memberikan tiga contoh burung menurut jenis makanannya. Setelah membahas tentang klasifikasi hewan (burung) menurut jenis makanannya, siswa dapat mengisi tabel pengamatan tentang klasifikasi hewan (burung) menurut jenis makanannya. Setelah mengerjakan soal dan jawaban rantai makanan, siswa dapat menunjukkan hubungan antara pengurai, produsen dan konsumen dalam suatu rantai makanan.

Setelah berdiskusi dan bertanya, siswa dapat mendemonstrasikan di depan kelas cara memelihara dan merawat hewan (burung). Setelah berdiskusi dan bertanya serta menjawab pertanyaan, siswa dapat memberikan contoh hubungan burung dengan lingkungannya. Diharapkan siswa cermat, cepat, cermat dalam berpikir, berpikir logis, kreatif, cinta dan menjaga lingkungan, serta berani mengemukakan pendapat dan memiliki rasa percaya diri.

Coba tuliskan jenis-jenis burung yang ada di lingkungan sekitar rumah. Jika memungkinkan, Anda juga bisa memberi nama burung-burung di kebun binatang. Lengkapi bentuk tabel seperti gambar di bawah ini. Kemudian diskusikan hasil pengamatanmu dengan teman kelompokmu.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kurikulum 2013

Siswa dapat menceritakan kembali isi teks surat tanggapan pribadi tentang lingkungan sosial berdasarkan pertanyaan yang dibuat dengan percaya diri. Siswa dapat mengidentifikasi dengan benar gerak kuat dan lemah berdasarkan pengamatan lingkungan alam. Siswa dapat dengan percaya diri menirukan gerak alam hasil pengamatan dari lingkungan alam dengan kreativitasnya sendiri.

Penyusunan satuan waktu pada timeline dari satuan waktu terpendek hingga terpanjang. Kegiatan di kelas diakhiri dengan refleksi belajar dan berdoa bersama sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. Penilaian kepercayaan diri dilakukan pada aktivitas menirukan gerakan berdasarkan pengamatan pada permainan Jongkok.

Siswa menari dengan gerakan improvisasi berdasarkan gerakan temannya sesuai pengamatan dari permainan Squat Block.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kurikulum 2013

Penjelasan peran Indonesia dalam berbagai bentuk kerjasama sosial budaya di lingkup ASEAN. Memberikan informasi tentang peran Indonesia dalam berbagai bentuk kerjasama sosial budaya di ASEAN. Dengan berdiskusi dan mencari informasi, mahasiswa mampu menjelaskan secara akurat peran Indonesia dalam berbagai bentuk kerjasama sosial budaya di ASEAN.

Setelah berkonsultasi dan mencari informasi, para mahasiswa mampu menyajikan informasi secara akurat tentang peran Indonesia dalam berbagai bentuk kerjasama sosial budaya di ASEAN. Dengan membaca teks eksplanasi, siswa dapat menyebutkan informasi penting dari teks tentang pembangkitan energi listrik yang benar. Dengan membaca teks eksplanasi, siswa dapat secara akurat merepresentasikan informasi penting dari teks tentang pembangkitan energi listrik dalam bentuk visual.

Dengan mengamati gambar model rangkaian pembangkit listrik tenaga air, siswa mampu mengidentifikasi cara menghasilkan energi listrik dengan benar. Setelah mengamati gambar model rangkaian pembangkit listrik tenaga air, siswa mampu melaporkan hasil pengamatannya tentang cara menghasilkan energi listrik dengan benar. Guru membimbing siswa tentang kerjasama budaya antara Indonesia dengan negara lain, khususnya di kawasan Asia Tenggara.

Mahasiswa kemudian ditugaskan untuk mencari informasi mengenai contoh-contoh kerjasama Indonesia dengan negara-negara anggota ASEAN di bidang sosial dan budaya.

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Nugroho & Kunartinah (2012) dan Kurniawan (2015) yang menyatakan bahwa pengembangan karir