• Tidak ada hasil yang ditemukan

KATA PENGANTAR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "KATA PENGANTAR "

Copied!
162
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Sidrap mengemukakan kecenderungan mereka menukar emas hanya untuk memenuhi kebutuhan waktu dan gaya hidup, mengabaikan rasionalitas mereka sebagai konsumen. Oleh karena itu, calon peneliti tertarik untuk meneliti lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat menukar emas yang terjadi pada orang yang memakai perhiasan emas.

Identifikasi Masalah

Tujuan kegiatan konsumsi dalam hukum Islam (maqashid syari'ah) adalah untuk mencapai maslahah (manfaat dan keberkahan).

Rumusan Masalah

Faktor apa saja yang dominan mempengaruhi keputusan konsumen dalam membeli dan menjual emas di Pasar Induk Rappang?

Tujuan Dan Kegunaan Penelitian

H1: Faktor budaya mempengaruhi pengambilan keputusan masyarakat dalam membeli dan menjual emas di Pasar Induk Rappang. H3: Faktor pribadi berpengaruh terhadap pengambilan keputusan masyarakat dalam membeli dan menjual emas di Pasar Induk Rappang.

Definisi Operasional Dan Ruang Lingkup Penelitian

Garis Besar Isi Tesis

LANDASAN TEORI

Telaah Pustaka

  • Penelitian Terdahulu
  • Referensi yang Relevan

Analisis teori variabel

  • Perilaku Konsumen
  • Etika Bisnis Islam
  • Tukar Tambah Emas dalam Ekonomi Islam

Menurut bahasa (etimologinya), jual beli mempunyai arti “al-bai’ (عبلا)” yang berarti menjual, menukarkan dan menukarkan sesuatu dengan yang lain. Dagang atau jual beli menurut bahasanya berarti al-bai', al-tijarah dan al-mubjadi.62 Sedangkan menurut syara' adalah pertukaran harta dengan harta yang dimiliki dan diserahkan menjadi hak milik. Hanafiah, menyatakan bahwa jual beli mempunyai dua arti: Arti khusus Jual beli adalah pertukaran benda dengan dua mata uang (emas dan perak) dan sejenisnya, atau pertukaran barang dengan uang atau sejenisnya dengan cara yang khusus. pengertian umum jual beli adalah pertukaran harta benda dengan dana dengan cara khusus, dana itu meliputi zat (barang) atau uang. 65 Penukaran itu harus mempunyai nilai yang sebanding dengan yang dipertukarkan, baik dari segi nilai barangnya maupun dari segi kaitannya dengan manfaat benda tersebut.

Syafi’iyah memberikan takrifan jual beli sebagai berikut: Jual beli menurut syara’ ialah akad yang mengandungi pertukaran harta dengan harta dengan syarat-syarat yang akan diterangkan kelak untuk mendapatkan pemilikan sesuatu atau manfaat untuk selama-lamanya. Pengertian jual beli itu sendiri adalah perjanjian untuk menukar barang atau barang yang mempunyai nilai berupa perpindahan kepemilikan dan kepemilikan secara sukarela antara kedua belah pihak yang mengadakan suatu perjanjian, dimana satu pihak menjadi pemberi barang dan pihak lainnya. pesta. pihak tersebut adalah penerima barang mengikut peruntukan yang dibenarkan oleh syarak dan dipersetujui antara keduanya. Jual beli merupakan salah satu perniagaan yang diredhai Allah mendapat keuntungan yang tentunya harus sesuai dengan prinsip syariah.

Makna ini sama dengan makna jual beli dalam Islam, yakni saling memindahkan harta kekayaan dengan imbalan pertukaran yang wajar. Makna hadits di atas adalah karena membeli emas dengan emas, perak dengan perak dapat riba fadhl, maka jual beli emas dan perak dilarang kecuali keduanya sama, mempunyai bobot yang sama. Dari pernyataan di atas, jual beli emas dengan emas dan emas harus menyelesaikan pembayaran emas terlebih dahulu sebelum memulai transaksi baru.

Gambar 2.1  Model Perilaku Pembeli
Gambar 2.1 Model Perilaku Pembeli

Kerangka Konseptual Penelitian

Berdasarkan kerangka pemikiran di atas dapat dijelaskan bahwa faktor (i) Budaya yaitu: pergeseran budaya, wilayah geografis dan kelas sosial, (ii) Sosial yaitu: mengikuti lingkungan, pengalaman anggota keluarga, mengikuti teman, (iii) Pribadi yaitu: umur dan tahapan siklus hidup, keadaan ekonomi, gaya hidup, (iv) Psikologis yaitu: motivasi, persepsi, pengetahuan yang merupakan variabel independen dalam penelitian ini. Sedangkan keputusan pembelian dan penjualan merupakan variabel dependen yang tercermin pada kepemilikan emas perhiasan. Sedangkan suatu produk atau merek dapat menggambarkan peran dan status penggunanya, yang nantinya akan menjadi pertimbangan konsumen dalam menentukan keputusan pembelian dan penjualannya.

Keluarga sebagai organisasi pembelian konsumen yang paling penting juga secara langsung mempengaruhi keputusan seseorang dalam memilih barang sehari-hari. Faktor Pribadi: Usia dan tahapan siklus hidup seseorang terkadang mempengaruhi kebutuhan dan selera seseorang, kondisi yang memaksa konsumen untuk melakukan pembelian biasanya didasarkan pada situasi ekonomi. Faktor Psikologis: Motivasi merupakan suatu kebutuhan yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu sesuai dengan tujuan yang ingin dicapainya.

Melalui motivasi, proses observasi menghadirkan suatu persepsi terhadap suatu produk dan dari persepsi tersebut konsumen cenderung mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan produk tersebut hingga memperoleh pengetahuan yang secara otomatis akan mempengaruhi keputusan konsumen dalam pilihan jual beli emasnya.

Hipotesis

H2: Faktor sosial berpengaruh terhadap pengambilan keputusan masyarakat dalam membeli dan menjual emas di pasar induk Rappang. Pada penelitian Imam Ahmad Adhi, hasil pengujian menunjukkan bahwa faktor psikologis mempunyai pengaruh yang signifikan secara bersama-sama terhadap keputusan berkunjung. Sedangkan pengaruh individu berdasarkan hasil pengujian ditemukan lima variabel yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap keputusan berkunjung yaitu motivasi, persepsi, sikap, pembelajaran dan kepribadian 90 Hipotesis penelitian ini adalah.

H4: Faktor psikologis berpengaruh terhadap keputusan masyarakat dalam membeli dan menjual emas di Pasar Induk Rappang. Berdasarkan beberapa hasil penelitian yang peneliti jadikan acuan, maka asumsi sementara peneliti dalam penelitian ini adalah,. H5 : Faktor pribadi mempunyai pengaruh yang dominan terhadap keputusan masyarakat dalam membeli dan menjual emas di Pasar Induk Rappang.

Berdasarkan teori yang peneliti gunakan dalam penelitian ini, maka hipotesis dalam penelitian ini berkaitan dengan etika bisnis Islam.

Metodologi Penelitian

Jenis dan Pendekatan Penelitian

Waktu dan Lokasi Penelitian

Paradigma Penelitian

Populasi dan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang melakukan penukaran emas pada pedagang emas, karena besarnya populasi tidak dapat diketahui secara pasti jumlahnya sehingga sulit untuk mengetahui jumlah pasti dari populasi tersebut. Namun berdasarkan pendapat para ahli seperti yang dikemukakan oleh Gay dalam Hasan, “ukuran sampel minimal yang dapat diterima dapat dilihat berdasarkan desain atau metode penelitian yang digunakan. Dalam penelitian ini, besar sampel yang ditentukan peneliti adalah 60 orang mengingat keterbatasan waktu. , sumber daya dan energi.

Teknik purposive sampling merupakan teknik pengambilan sampel dengan pertimbangan tertentu yaitu konsumen yang berulang kali melakukan penukaran emas dengan pedagang emas di pasar induk Rappang.

Instrumen Penelitian

Teknik Pengumpulan Data

Dengan menggunakan skala likert, variabel-variabel yang akan diukur dibagi dari variabel menjadi dimensi, dari dimensi menjadi indikator, dan dari indikator menjadi subindikator yang dapat diukur. Ciri utama data ini adalah tidak terbatas pada ruang dan waktu, sehingga memungkinkan peneliti mengetahui hal-hal yang terjadi pada masa lalu. 104 Metode dokumentasi ini mencari data mengenai data variabel. Metode ini digunakan. untuk mengetahui perkembangan pertukaran emas dan perhiasan yang digunakan dalam penelitian ini adalah buku, internet dan sumber informasi lainnya.

Validitas dan Reliabilitas

Jika rcount > rtable maka query tersebut valid. Jika rcount< rtabel maka query tidak valid. Suatu item dikatakan valid apabila nilai korelasinya lebih besar dari nilai pada tabel atau rhitung-rtabel pada tingkat signifikansi 5% atau 0,05.106. Instrumen yang reliabel adalah instrumen yang bila digunakan berulang kali untuk mengukur objek yang sama, akan menghasilkan data yang sama.107 Uji reliabilitas akan mampu menunjukkan konsistensi jawaban responden dalam kuesioner.

Seseorang dikatakan reliabel atau dapat dipercaya apabila tanggapan seseorang terhadap suatu pernyataan konsisten atau stabil dalam kurun waktu tertentu.108 Uji ini dilakukan setelah dilakukan uji validitas dan yang diuji adalah soal yang valid. Jika alpha > rtabel, maka kuesioner tersebut reliabel. Jika alpha < rtabel, maka kuesioner tersebut tidak reliabel.

Teknik Analisis Data

  • Analisis Deskriptif
  • Uji Asumsi Klasik

Tujuan dari uji heteroskedastisitas adalah untuk menguji apakah terdapat ketimpangan varians antara residu pengamatan yang satu dengan pengamatan yang lain dalam model regresi. Atau jika tingkat sig lebih besar dari 0,05 maka tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi, dalam pengujian ini digunakan koefisien signifikansi sebesar 5%, jika probabilitas sig lebih besar dari 0,05 atau 5% maka tidak terjadi heteroskedastisitas. Multikolinearitas merupakan keadaan dimana terdapat hubungan linier antara dua atau lebih variabel independen dalam model regresi.

Model regresi yang digunakan untuk mendeteksi multikolinearitas diukur dengan melihat nilai toleransi dan nilai Variance Inflation Factor (VIF). Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda, yaitu teknik untuk mengukur besarnya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui seberapa besar variasi variabel independen dapat menjelaskan total variasi variabel independen.

Koefisien determinasi mengukur seberapa besar pengaruh variabel independen secara keseluruhan terhadap naik turunnya variasi nilai variabel independen.

Deskripsi Hasil Penelitian

  • Deskripsi Responden
  • Deskripsi Variabel Penelitian

Dari tabel diatas terlihat bahwa item pertama didominasi oleh jawaban pernyataan pertama dengan indikator (Pergeseran budaya) yaitu sebesar 226. Hal ini menunjukkan bahwa secara umum responden menyatakan setuju dengan jual beli emas karena Masyarakat Sidrap sudah terbiasa dengan hal itu. Dengan indikator atau pertanyaan: Melacak lingkungan, pengalaman anggota keluarga, melacak teman, peran dan status.

Dari tabel diatas terlihat bahwa poin pertama didominasi oleh jawaban kalimat kelima dengan indikator (Peran dan Status) yaitu 226. Dengan indikator atau pertanyaan: Usia dan tahapan siklus hidup, pekerjaan, keadaan keuangan, gaya hidup , dan kepribadian dan konsep diri . Dari tabel diatas terlihat bahwa poin pertama didominasi oleh jawaban pernyataan kedua dengan indikator (Situasi Ekonomi) yaitu 243.

Pada tabel diatas jawaban pernyataan keempat dengan indikator (keyakinan dan sikap) mendominasi yaitu 281.

Pengujian Instrumen Penelitian

  • Uji Validitas
  • Uji Reabilitas

Berdasarkan hasil uji validitas ditentukan bahwa seluruh instrumen mulai dari variabel X1 (Budaya), X2 (Sosial), X3 (Pribadi), X4 (Psikologis) dan variabel Y (Keputusan) semuanya mempunyai rhitung > rtabel. nilai-nilai yang dihasilkan. Sependapat dengan Arikunto119 bahwa jika rhitung > rttabel, maka suatu instrumen dapat dikatakan valid. Tabel di atas menunjukkan bahwa seluruh item variabel dalam penelitian ini yang berjumlah 25 pernyataan memperoleh koreksi korelasi item-total rhitung > rtabel yaitu pada taraf signifikan dan n.

60 diperoleh rtabel = 0,254 sehingga dapat diketahui rhitung setiap item pernyataan > 0,254 sehingga dapat dikatakan seluruh item variabel penelitian valid untuk dijadikan instrumen dalam penelitian atau pertanyaan yang diajukan dapat digunakan untuk mengukur variabel yang diteliti. Untuk melakukan uji reliabilitas suatu instrumen penelitian digunakan Cronbach’s alpha yang mengelompokkan item menjadi dua bagian atau lebih. Jika rhitung > nilai rtabel kritis product moment, maka data survei dianggap andal dan mempunyai koefisien reliabilitas atau alpha > 0,60120 atau lebih besar.

Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini reliabel atau dapat dikatakan instrumen penelitian yang digunakan dalam fungsi pengukurannya tidak mempunyai makna ganda. Apabila kuesioner dalam penelitian ini digunakan secara berulang-ulang terhadap populasi, maka akan menunjukkan nilai objektivitas, stabilitas, keakuratan dan konsistensi yang tinggi dalam mengukur faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan masyarakat.

Tabel 4.10  Reabilitas   Reliability Statistics (X)  Cronbach
Tabel 4.10 Reabilitas Reliability Statistics (X) Cronbach's Alpha N of Items

Analisis Data

  • Uji Asumsi Klasik
  • Korelasi Pearson Produk Moment
  • Uji Hipotesis
  • Uji Signifikan Persial (Uji t)
  • Uji Simultan (F)
  • Koefisein Determinasi (R 2 )
  • Korelasi Ganda (R)
  • Pembahasan Hasil Penelitian

Jadi hipotesis yang menyatakan bahwa faktor pribadi berpengaruh terhadap keputusan jual beli emas telah diuji secara statistik. Hasil uji parsial atau uji t menunjukkan bahwa variabel pribadi berpengaruh terhadap keputusan pembelian dan penjualan emas. Jadi dapat disimpulkan bahwa psikologi bukanlah faktor penentu seseorang dalam melakukan jual beli emas.

Hal ini membuktikan bahwa pergeseran budaya yang terjadi saat ini tidak dapat mempengaruhi keputusan masyarakat Kabupaten Sidrap dalam melakukan jual beli emas. Hal ini membuktikan bahwa pengaruh sosial yang ada saat ini tidak dapat mempengaruhi keputusan masyarakat kabupaten Sidrap dalam melakukan jual beli emas. Hal ini membuktikan bahwa psikologi tersebut tidak dapat mempengaruhi keputusan masyarakat kabupaten Sidrap dalam melakukan jual beli emas.

Berdasarkan hasil uji simultan (uji F) dapat disimpulkan bahwa faktor pribadi mempunyai pengaruh yang dominan terhadap keputusan jual beli emas. 1 Saya selalu membeli dan menjual emas karena saya ingin emas tersebut sesuai dengan usia dan tahapan siklus hidup saya. 3 Saya membeli dan menjual emas karena saya memahami keuntungan yang dapat diperoleh dari emas.

Grafik  menunjukkan bahwa sebaran titik berada sepanjang garis diagonal  dan  mengikuti  arus  garis  diagonal
Grafik menunjukkan bahwa sebaran titik berada sepanjang garis diagonal dan mengikuti arus garis diagonal

PENUTUP

Gambar

Gambar 2.1  Model Perilaku Pembeli
Gambar 2.6  Paradigma Penelitian 95
Tabel 4.1  Responden  No
Tabel 4.9  UJI VALIDITAS
+7

Referensi

Dokumen terkait

Murabahah yang dipraktikkan pada lembaga keuangan syariah dikenal dengan murabahah bil wakalah atau murabahah li al-aamir bi al-syira`, yaitu transaksi jual beli