Penyusunan Katalog Tsunami Indonesia 416-2018 menurut wilayah merupakan upaya BMKG untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat bahwa kejadian tsunami di wilayahnya dapat terulang kembali. Kami berharap buku katalog ini dapat dijadikan sebagai sumber referensi data dan informasi bencana tsunami di Indonesia. Pengumpulan data kejadian tsunami pada katalog ini diharapkan juga dapat mendukung perumusan kebijakan penanggulangan bencana dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menghadapi tsunami.
Wilayah Indonesia yang terdiri dari 17.504 pulau, secara geologis terletak pada batas pertemuan tiga lempeng tektonik dunia, yaitu Lempeng Benua Eurasia, Lempeng Samudera Indo-Australia, dan Lempeng Samudera Pasifik. Catatan peristiwa tsunami yang pernah terjadi di Indonesia telah banyak tercatat dalam berbagai literatur. Katalog Tsunami Indonesia Berdasarkan Wilayah memberikan informasi kejadian tsunami yang dikelompokkan berdasarkan lokasi kejadian untuk setiap provinsi di Indonesia yang rawan bencana tsunami.
Harapan kami, dengan adanya buku katalog Tsunami Indonesia per wilayah ini, kita dapat meningkatkan kesiapsiagaan seluruh elemen terkait, baik pemerintah pusat, daerah, serta masyarakat pesisir, dalam menghadapi bencana tsunami di masa mendatang. Akhir kata, kami juga menyadari bahwa buku Katalog Tsunami Indonesia Berdasarkan Wilayah ini masih mempunyai banyak kekurangan.
KATALOG TSUNAMI INDONESIA PER-WILAYAH
PENDAHULUAN
INDEKS KATALOG TSUNAMI INDONESIA PER-WILAYAH
WILAYAH ACEH
Kota Banda Aceh yang hancur akibat gempa berkekuatan 9 SR lebih mudah dihantam gelombang tsunami dan terbawa jauh ke darat. Jembatan Lhok Nga yang memiliki bentang utama 20 meter dan bentang tambahan 10 meter yang terbuat dari rangka besi galvanis, ambruk ke sungai saat dihantam gelombang tsunami. Pelabuhan: Secara umum, struktur pelabuhan besar dan kecil di Banda Aceh dan Krueng Raya, termasuk pelabuhan pabrik semen di Lhok Nga, telah rusak, namun masih dapat berfungsi.
Pembangkit listrik: Pembangkit listrik utama di Banda Aceh tidak terkena dampak gempa bumi atau tsunami. Kapal PLTD terapung berbobot 2.600 ton itu ditarik ke darat 3,5 km dari titik keberangkatan di Pantai Ulee Lhee. Air bersih: Unit pengolahan air bersih di Banda Aceh tidak terkena dampak gempa bumi atau tsunami.
Tangki minyak di Kreung Raya (Banda Aceh Timur) mengalami kerusakan dimana beberapa tangki penyimpanan tersapu air sejauh 1 km dari tempat asalnya. Tempat penyimpanan batu bara sepanjang 90 meter (kapasitas 8.000 ton) ditarik 160 meter ke darat di fasilitas pertambangan di Lhok Nga.
WILAYAH SUMATERA UTARA
Gelombang yang lebih kecil menerjang dari barat daya dengan suara seperti badai.
WILAYAH SUMATERA BARAT
Di Padang, gelombang pasang memaksa air laut melewati sungai dan kemudian membanjiri kota Padang. Telo: Sekitar satu jam setelah gempa pertama terjadi, air laut mengalir deras menuju daratan sehingga seluruh pepohonan di pantai terendam. Tak lama kemudian, air laut ditarik dua kali dengan kekuatan yang besar dan menyebabkan kapal-kapal yang berlabuh terseret ke laut dan terlempar ke dasar laut yang kering, setelah itu air laut dengan cepat kembali membanjiri daratan dan pantai, membanjiri jalanan. sepanjang pantai.
Barus: Air laut menggenangi pantai, namun ketinggian pendekatan hanya 0,5 - 1 meter dan kemudian turun dengan cepat. Singkil: Air laut sedang tinggi ketika tentara mendirikan tenda darurat pada malam hari, sehingga tenda tergenang. Forth Laundi: N86 Terletak di pesisir selatan Pulau Nias, Forth Laundi dilanda tsunami sekitar 4 jam setelah gempa.
Pada mulanya, air laut berundur sejauh 32 m, kemudian kembali dengan kelajuan yang sangat tinggi, memusnahkan beberapa kampung di pantai. Pada petang 17hb, paras air di Sungai Citarum tiba-tiba naik 1.5 m dan membentuk deras yang menghanyutkan kapal yang berlabuh di pantai.
WILAYAH BENGKULU
Bagian pantai dekat muara Sungai Gutongi, Padang (Wilayah Mana) surut, kemudian terjadi gelombang pasang hampir bersamaan dengan gempa. Terjadilah air pasang jauh dari bibir pantai, kemudian kapal-kapal tenggelam ke dasar, dan tak lama kemudian, air laut kembali mendekat ke tepi pantai dengan arus yang deras dan menghanyutkan segala yang dilaluinya. Di Bengkulu, ombak yang naik menghantam pantai menghancurkan ombak dan rumah-rumah di sekitarnya.
Di Padang, dua kapal layar dan beberapa kapal kecil tersapu ke laut dan gelombang pasang menimbulkan kerugian yang cukup besar. Di Pariaman, air laut surut lalu naik dengan cepat seiring gelombang pasang yang sangat kuat. Tsunami menyebabkan rusaknya pasokan listrik sehingga tidak ada penerangan pada malam hari sejak gempa terjadi.
WILAYAH LAMPUNG
WILAYAH BANTEN & DKI JAKARTA
WILAYAH JAWA BARAT
Tsunami merusak kota-kota di pesisir selatan Jawa Barat yaitu: Cipatujah (Tasikmalaya), Pangandaran (Ciamis), dan tempat wisata pantai Pangandaran.
WILAYAH JAWA TENGAH & DI YOGYAKARTA
Pacitan: Terjadi gempa kuat disertai tsunami, gelombang datang saat kapal Ottolina bersiap membuang sauh.
WILAYAH JAWA TIMUR & MADURA
Lampon-Banyuwangi: Ketinggian/demam tsunami di beberapa titik di Pancer berkisar antara 5,7 hingga 9,4 m yang diukur oleh tim peneliti Jepang. Ketinggian tsunami mencapai 9,3m di salah satu titik di Lampon, seperti dilansir tim peneliti Jepang. Rejakwesi - Banyuwangi: Ketinggian tsunami di Lampon pernah mencapai 9,3 m, seperti dilansir tim peneliti Jepang. Rejakwesi terletak pada koordinat 8,56 S - 113,94 E.
Run-up tsunami dengan ketinggian 13,9 m di titik timur desa lokasi bencana.
WILAYAH BALI
WILAYAH NUSA TENGGARA BARAT
WILAYAH NTB
WILAYAH NUSA TENGGARA TIMUR
WILAYAH NTT
WILAYAH KEPULAUAN MALUKU
WILAYAH KEP. MALUKU
Catatan dari Mallet (1853): Pada tanggal 18 Agustus terjadi gempa bumi utama yang disusul gempa susulan yang berakhir pada tanggal 22 September 1754. Terjadi naik turunnya permukaan air laut secara tiba-tiba, namun Milne (1912) menyatakan hal tersebut di beberapa tempat bahkan di Maluku hanya terjadi satu kali gempa dan tidak diikuti gelombang laut. Sieberg menyatakan, catatan mencatat gempa besar terjadi pada 10 April di Sumbawa dan dikaitkan dengan letusan Gunung Tambora pada 11 April. Selain itu gempa dan gelombang juga dirasakan di Ambon dan Kalimantan Tenggara.
WILAYAH KEPULAUAN MALUKU UTARA
WILAYAH KEP. MALUKU UTARA
WILAYAH SULAWESI SELATAN &
SULAWESI BARAT
WILAYAH SULAWESI SELATAN & SULAWESI BARAT
WILAYAH SULAWESI TENGAH &
KALIMANTAN TIMUR
WILAYAH SULAWESI TENGAH & KALIMANTAN TIMUR
WILAYAH GORONTALO &
SULAWESI UTARA
WILAYAH GORONTALO & SULAWESI UTARA
WILAYAH PAPUA BARAT
Di kawasan Manokwari-Oransbari-Ransiki, 8 orang tewas, sekitar 632 orang luka-luka, lebih dari 1.000 rumah hancur atau ada yang rusak, dan sekitar 900 bangunan rusak. Tanah longsor memblokir jalan-jalan di daerah tersebut. Sejumlah rumah terendam tsunami lokal dengan perkiraan ketinggian 3 hingga 5 meter di Oransbari dan Ransiki, serta 1 meter di Manokwari.
WILAYAH PAPUA
DAFTAR PUSTAKA