Dari INDC menuju NDC, KLHK Jakarta, 30 Maret 2016
www.litbang.pertanian.go.id
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian
KEBIJAKAN SEKTOR PERTANIAN
TERKAIT PENURUNAN EMISI GRK
1. Ketahanan pangan dan peningkatan kemandirian pangan untuk komoditas strategis: padi, jagung, kedelai, tebu, bawang merah, cabe, daging sapi, dan kakao
2. Menyediakan bahan mentah untuk bio- energi
3. Mengurangi ketergantungan terhadap produk impor
4. Peningkatan kesejahteraan petani
Tujuan Utama Pembangunan
Pertanian
• Rentan sehingga menjadi korban perubahan iklim
• Adaptasi menjadi prioritas utama
• Sumber GRK
• Sampai tingkat tertentu berpotensi memitigasi perubahan iklim
Posisi Pertanian Indonesia
Apa saja sumber emisi GRK dari Sektor Pertanian?
• CO
2dari perubahan penggunaan lahan (LULUC)
• CO
2dari oksidasi gambut
• CO
2and CH
4dari kebakaran lahan dan gambut
• CH
4dari lahan sawah
• N
2O dari pupuk N (termasuk pupu kandang dan bahan organik)
• CH
4dari fermentasi enterik ternak
Berapa besarkah kontribusi Sektor Pertanian thd GRK nasional?
Sektor Pertanian (tidak termasuk LULUC) hanya menyumbang sekitar 13% dari
emisi berbasis lahan atau sekitar 6% dari rata-rata emisi
nasional semua sektor tahun 2006- 2011. Jika Sektor Pertanian mampu menurunkan emisi 30%, kontribusinya terhadap emisi
nasional hanya sekitar 1,8%.
Perlukah Sektor Pertanian menurunkan Emisi?
• Perlu, karena banyak perlakuan penurunan emisi
menguntungkan bagi petani, dan sebaliknya berbagai perlakuan adaptasi mampu menurunkan emisi (mitigasi sebagai co-benefits dari adaptasi)
• Adaptasi harus dijadikan entry point untuk mitigasi karena
petani tidak paham dan/atau tidak concern dengan mitigasi
Sinergi antara adaptasi dan mitigasi
Perlakuan Manfaat Adaptasi Manfaat Mitigasi
Intermittent irrigation
** ****
Penggunaan pupuk secara
efisien dan berimbang
**** **
Planting of adaptive
perennial crops
**** ****
Increased feed quality for
ruminants
*** ***
The use of cropping calendar
*** *
Kurangi kedalaman drainase
(gambut)
*** ***
Penggunaan varietas padi rendah emisi
?
**
• Keuntungan dari aspek adaptasi lebih mudah dipahami oleh petani
• Mitigasi dapat dihitung asalkan biaya pengumpulan data aktivitas seimbang dengan keuntungan penurunan emisi
Perlakuan Adaptasi Mitigasi Intermittent irrigation
untuk sawah
Dengan volume air yang sama, bisa mengairi
lahan lebih luas
Penurunan emisi CH4 per unit area/tahun Penggunaan pupuk
secara efisien dan berimbang
Penurunan biaya, peningkatan hasil, pengurangan OPT
Emisi (terutama N2O) lebih rendah dari pupuk Tanaman tahunan/
Multistrata pada areal yang sering kekeringan
Komponen pohon- pohonan lebih tahan kekeringan
Sequestrasi C oleh pohon-pohonan Perbaikan kualitas pakan
ternak
Meningkatkan
pertambahan berat badan
Menurunkan emisi CH4 emission dari fermentasi enterik
Kurangi kedalaman drainase (gambut)
• Perpanjangan umur pakai gambut
• Penurunan risiko kebakaran fire
Penurunan emisi CO2
Sinergi antara adaptasi dan mitigasi (sambungan)
Emisi dari LULUC dan Gambut
• Minimalkan penggunaan lahan dengan stock C tinggi (hutan dan lahan gambut)
• Fasilitasi pemilik lahan menggunakan lahan dengan stock C rendah (Land swap?)
Benefits/risks Forest Plantation/agric. Degraded land (shrub and bareland) GHG net emissions Zero-low Medium-high Medium-high Susceptibility to
fire
Low Low High
Biodiversity High Low Low-medium
Social benefits Low Medium-high Low
Economic benefits Low Low- very high Very low
Co-Benefits/risks & management alternatives
Tantangan dalam pengupulan data aktivitas
Perlakuan Data aktivitas Proxy
Intermittent irrigation (AWD)
Luas sawah dengan AWD
Perkiraan %tase areal yang menerapkan AWD
Pemupukan efisien dan berimbang
% pengurangan penggunaan pupuk
Asumsi berdasarkan areal punyluhan
Tanaman
tahunan/multistrata
Luas area (sulit dibedakan dengan belukar)
Perkiraan berdasarkan area
Perbaikan kualitas pakan ternak
% ternak yang ada perbaikan kualitas pakannya
Perkiraan % adopsi berdasarkan areal penyuluhan
Penggunaan varietas padi rendah emisi
Pertambahan areal dengan varietas rendah emisi
Perkiraan berdasarkan persebaran benih varietas rendah emisi/varietas lainnya Penurunan kedalaman
drainase (gambut)
Areal yang mengadopsi
Perkiraan % adopsi berdasarkan areal penyuluhan