• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kegiatan Utama

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Kegiatan Utama "

Copied!
31
0
0

Teks penuh

Dari hasil analisis kajian dan literatur perbandingan, pengelolaan gedung Konvensi dan Pameran terdiri dari. Pembangunan kapasitas gedung konvensi dan pameran dilakukan dengan beberapa cara, yaitu berdasarkan studi perhitungan dan studi banding. Karena data yang kurang mencukupi maka dilakukan kajian analitis terhadap perkembangan jumlah peserta konvensi dan pameran di kota semarang pada tahun 2019. Kemudian dibuat perkiraan proyeksi perkembangan jumlah tersebut untuk melengkapi data sampai dengan tahun 2019. 2019, sebagai berikut.

Pt = jumlah peserta pada tahun n Po = jumlah peserta pada tahun awal n = jumlah tahun proyeksi. Hasil perhitungan proyeksi menunjukkan jumlah peserta kongres dan pameran semakin meningkat. di Kota Semarang pada tahun 2029. Berdasarkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang pada tahun 2020, Kota Semarang mempunyai sedikitnya +25 kegiatan tahunan dengan jumlah pengunjung yang cukup banyak, maka :.

Dengan kapasitas 10.000 orang, gedung konvensi dan pameran ini mampu menampung sekitar 43% acara tahunan di Semarang. Sumber : http://cjip.jatengprov.go.id/ready-to-offer/3/solo-convention-exhibition-hall Berdasarkan hasil kajian perhitungan proyeksi perkembangan pariwisata di kota semarang dan studi banding gedung pusat konvensi dan pameran terbesar di Indonesia dapat kami simpulkan.

Tabel 4.1 Tabel Analisis Kegiatan Utama Gedung Konvensi dan Eksibisi   Sumber : analisa pribadi, 2020
Tabel 4.1 Tabel Analisis Kegiatan Utama Gedung Konvensi dan Eksibisi Sumber : analisa pribadi, 2020

Studi Besaran Ruang

63 Studi banding dilakukan di gedung Convention and Exhibition Center terbesar di Indonesia, sebagai acuan mengenai perkembangan dan perkiraan kapasitas gedung yang direncanakan yaitu.

Kelompok Kegiatan Utama

Total kebutuhan ruang gedung konvensi 6.859 m2 Tabel 4.10 Tabel 4.10 Tabel analisis luas ruang kegiatan konvensi pada gedung konvensi dan pameran. Ruang konvensi di Gedung Konvensi dan Pameran yang dapat disesuaikan dengan penyelenggaraan acara. Convention Hall Jawa Tengah direncanakan berkapasitas + 4000 orang dengan luas + 3800 m2 yang dapat dibagi menjadi 4 ruangan dengan bantuan dinding partisi akustik. Setiap ruangan di Convention Hall Jawa Tengah dapat difungsikan dalam berbagai jenis tata ruangan, seperti: Tata Ruang Perjamuan, Tata Ruang Kelas, Tata Letak Teater, Tata Letak Resepsi.

Ruang pameran di Gedung Konvensi dan Pameran yang dapat disesuaikan dengan penyelenggaraan acara. Setiap ruangan di Convention Hall Jawa Tengah dapat difungsikan untuk berbagai macam penataan ruangan, seperti: Perjamuan, Ruang Kelas, Konser, Pameran. Terdapat 3 ruang pertemuan di Gedung Konvensi dan Pameran yang masing-masing memiliki kapasitas berbeda untuk memenuhi kebutuhan.

Gambar 4.8  Zoning Ruang Konvensi Gedung Konvensi dan Eksibisi   Sumber : analisa pribadi, 2020
Gambar 4.8 Zoning Ruang Konvensi Gedung Konvensi dan Eksibisi Sumber : analisa pribadi, 2020

Kelompok Kegiatan Penunjang

Pendekatan Aspek Kontekstual

  • Luas Tapak Minimal
  • Perbandingan Tapak

Lokasi yang baik dapat meningkatkan peluang suatu gedung MICE untuk menunjang fungsinya dan menghasilkan keuntungan bagi gedung tersebut. Berdasarkan kajian luas ruang yang dilakukan maka diperoleh luas tapak minimal Gedung Kongres dan Pameran sebagai berikut. Gedung kongres dan pameran dapat dibangun di atas lahan yang melebihi luas minimal yang direkomendasikan.

Lokasi terpilih terletak di kawasan yang dekat dengan pusat transportasi regional - Lokasi terpilih mudah diakses dan tidak ada kemungkinan kemacetan - Lokasi terpilih berada di kawasan komersial. Lingkungan sekitar lokasi mendukung pembangunan gedung kongres dan pameran.Untuk memudahkan penilaian lokasi, diberikan batasan nilai pada kriteria tersebut sebagai berikut. Berdasarkan peruntukan dan peruntukan tanah dapat dilihat dari ketentuan KPBU (PPP) pada Pasal 9 ayat (2) huruf a yaitu pada Tabel 3.6 halaman 46.

Pendekatan Aspek Kinerja

  • Sistem Mekanikal
  • Sistem Elektrikal

Air limbah adalah air limbah yang bercampur dengan feses dari toilet, baik itu dari toilet, urinoir, dan floor drain. Air limbah ini harus dialirkan langsung ke septic tank dengan jarak minimal dan kemiringan pipa 0,5-1%. Sistem pembuangan sampah dilakukan secara konvensional dengan cara mengangkutnya secara berkala dari tempat sampah yang disediakan di sekitar gedung konvensi dan pameran, kemudian dipindahkan ke TPS dan diangkut ke TPA dengan menggunakan truk sampah.

Alat pendeteksi kebakaran dipasang di setiap langit-langit atau langit-langit ruangan untuk mendeteksi jika terjadi kenaikan suhu atau muncul asap akibat kebakaran di dalam gedung. Alat Pemadam Kebakaran Alat pemadam api digunakan untuk memadamkan api pada bangunan. Penangkal petir jenis ini merupakan jenis penangkal petir yang sederhana dengan batang berujung yang terbuat dari tembaga yang dibelah, batang tersebut dipasang pada bagian atas bangunan kemudian dihubungkan dengan batang tembaga yang elektrodanya berada di dalam tanah.

Penangkal petir jenis ini terdiri dari beberapa kolom dengan tinggi + 30 cm dan jarak antar kolom 3,5 m. Penggunaan penangkal petir jenis ini cocok digunakan pada fasilitas yang memiliki permukaan luas dan massa yang tersebar.

Sistem Distribusi Kelistrikan

Sistem Penghawaan pada Bangunan a. Penghawaan Alami

78 Ventilasi alami pada bangunan gedung dapat menggunakan sistem ventilasi silang dengan membuat bukaan pada luas dinding paling sedikit 5% dari luas ruangan yang memerlukan ventilasi untuk memungkinkan terjadinya pertukaran udara dari luar dan dalam ruangan. Ada beberapa ventilasi buatan yang akan digunakan yaitu AC Sentral dan AC Split, Exhaust Fan dan Blower. Ada ruangan-ruangan tertentu yang perlu diperhatikan sistem ventilasinya karena dapat menampung banyak orang sehingga diperlukan tingkat ventilasi yang baik.

Sistem Pencahayaan pada Bangunan a. Pencahayaan Umum (General Lighting)

Sistem Audio Visual

Pendekatan Aspek Teknis .1 Sistem Struktur

  • Sistem Modul

Daya dukung tanah dan kondisi tanah, dimana daya dukung tanah dan kondisi muka airtanah dalam keadaan normal. Foot plate : Cocok untuk bangunan bertingkat, cocok untuk jenis tanah yang tidak terlalu kuat, tidak perlu menggali terlalu dalam. Sumur : Memenuhi syarat untuk bangunan bertingkat, dapat digunakan pada berbagai jenis tanah, dengan dimensi yang cukup besar.

Tiang pancang : Berkualitas untuk bangunan bertingkat, cocok untuk tanah yang cukup kuat, penggalian tanah untuk pondasi cukup dalam. Memiliki ruang yang cukup luas dengan kekuatan yang sama - Kemudahan penggunaan material dan teknologi - Dapat menunjang penampilan estetika bangunan. Modul vertikal meliputi jarak antara dua elemen penyusun ruang, yaitu antara lantai dan lantai atau antara lantai dan langit-langit.

81 3) Modul Bahan Bangunan yang tersedia di pasaran (bahan penutup lantai, bahan penutup plafon dan sebagainya).

Pendekatan Aspek Visual Arsitektural .1 Pendekatan Konsep Bangunan Hijau

  • Pendekatan Konsep Bangunan High Technology

Gambar

Gambar 4.1 Diagram Pengelola Gedung Gedung Konvensi dan Eksibisi   Sumber : analisa pribadi, 2020
Tabel 4.1 Tabel Analisis Kegiatan Utama Gedung Konvensi dan Eksibisi   Sumber : analisa pribadi, 2020
Tabel 4.2 Tabel Analisis Kegiatan Penunjang Gedung Konvensi dan Eksibisi   Sumber : analisa pribadi, 2020
Gambar 4.3 Sirkulasi Penonton, Pengunjung, Peserta Gedung Konvensi dan Eksibisi   Sumber : analisa pribadi, 2020
+7

Referensi

Dokumen terkait