KE-INDONESIA-
Oleh: AN
Mohamad Madum PAC IPNU IPPNU
Kec. Poncowarno
MASA KESETIAAN
ANGGOTA
Apa itu Sejarah?
Patrick Gardiner
Sejarah adalah ilmu yang mempelajari apa yang telah diperbuat oleh manusia.
Moh. Yamin
Sejarah adalah suatu ilmu ilmu yang disusun atas hasil penyelidikan beberapa peristiwa yang dapat dibuktikan dengan bahan kenyataan.
Secara Etimologi, kata sejarah secara harafiah berasal dari kata Arab (ةرجششش : šajaratun) yang berarti Pohon. Kata Sejarah semakin tidak jauh pada bahasa Yunani yaitu historia yang berfaedah ilmu atau orang pandai. Kemudian dalam bahasa Inggris
menjadi history, yang berfaedah masa lalu manusia.
Pengertian Menurut Para Ahli
Sejarah Kemerdekaan Indonesia
Jepang Kalah dari Sekutu
Latar belakang pembacaan teks proklamasi, dimulai atas penyerahan Jepang terhadap Sekutu. Dimana sebelumnya Jepang pada tahun
1944 telah mengumumkan bahwa Hindia Timur yakni Indonesia, diperbolehkan merdeka di kemudian hari.
Sehingga selanjutnya pada tahun 1945, dibentuklah BPUPKI dan PPKI .
Tujuan dari pembentukan dua badan tersebut adalah untuk menarik simpati dari rakyat Indonesia, agar mau membantu Jepang melawan sekutu.
Peristiwa tersebut membuat sekitar 14.000 penduduk Jepang menjadi korban dan akhirnya mereka mengaku kalah dari sekutu.
Peristiwa Rengasdengklok
Pro kontra ini terjadi antara golongan muda dan golongan tua. Dimana golongan tua merupakan para anggota PPKI seperti Soekarno dan
Hatta. Sementara golongan muda diwakili para anggota PETA dan para mahasiswa. Pro kontra ini terjadi karena golongan muda menganggap bahwa golongan tua terlalu konservatif, sebab mereka menghendaki pembacaan proklamasi harus melalui PPKI dan sesuai dengan prosedur yang telah dijanjikan oleh Jepang yakni pada tanggal 24 Agustus 1945.
Di sisi lain golongan muda menolak jika proklamasi harus dilaksanakan melalui PPKI. Pasalnya golongan muda menganggap bahwa PPKI
merupakan bentukan Jepang, dan mereka menginginkan kemerdekaan dengan kekuatan sendiri. Sutan Syahrir yang termasuk dalam golongan muda merupakan tokoh pertama yang mendesak Soekarno-Hatta untuk segera melakukan proklamasi. Sehingga pada akhirnya golongan muda membawa Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok, salah satu daerah di Kabupaten Karawang.
Sejarah Kemerdekaan Indonesia
Perumusan Serta Pengesahan Teks Proklamasi
Terjadinya peristiwa Rengasdengklok membuat jalan pikiran Soekarno-Hatta berubah, dan pada akhirnya
menyetujui agar proklamasi kemerdekaan harus segera dibacakan. Setelah kembali ke Jakarta, mereka menuju kediaman Laksamana Maeda untuk melakukan
perumusan teks proklamasi. Hatta, dan Ahmad
Soebardjo, didapatkan rumusan teks proklamasi yang langsung ditulis tangan oleh Soekarno.
Sejarah Kemerdekaan Indonesia
Pembacaan Proklamasi Kemerdekaan
Setelah dirumuskan dan disahkan, pembacaan proklamasi dilakukan pada tanggal 17 Agustus 1945.
Saat itu ia mengetahui bahwa pembacaan proklamasi ternyata akan diikrarkan di kediaman Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur 56
Jakarta. Pada saat itu, halaman rumah Soekarno telah dipadati oleh
massa menjelang detik detik proklamasi. Setelah persiapan lengkap, teks proklamasi dibacakan oleh Soekarno yang menjadi sejarah kemerdekaan Indonesia. Bahkan setelah proklamasi dikumandangkan pun, masih
banyak perjuangan lainnya yang harus ditempuh seperti pembuatan naskah UUD 1945 dan lainnya, agar Indonesia bisa menjadi negara seperti sekarang.
Sejarah Kemerdekaan Indonesia
Kemerdekaan Indonesia adalah awal membuka pintu gerbang hidup baru yang berorientasikan kesejahteraan rakyat. Namun hal itu tidak semanis yang di
bayangkan. Pasa kemerdekaan Indonesia mengalami beberapa perubahan rezim. Di awali dengan rezim orde lama yang dipimpin oleh sang proklamator ir. Soekarno, pada masa ini sistem pemerintahan mengalamai beberapa peralihan diantranya sister presidensial, parlementer, demokrasi liberal sampai demokrasi terpimpin.
Dilanjutkan dengan era order baru yang diakibatkan konflik yang mengharuskan presiden soekarno menandatangani pemindahan kekuasaan kepada soeharto yang kita kenal sebagia “Super Semar”. Surat peralihan 11 maret 1966. Orde baru
berlangsung 1966-1998.
Orde baru adalah sistem pemerintahan otoriter, para menteri tidak di izinkan membuat kebijakan sendiri. Mereka harus mengimplementasikan kebijakan presiden, selajutnya pembaruan periode menjadi era reformasi dengan meujuk pada demokrasi yang berarti desentralisasi kekuatan daerah dan pembatasan
kekuatan presiden, akan tetapi bedampak menculnya ketidaksinambungan seperti korupsi, kapitalis, feodalisme dan kemiskinan. Sungguh ironi agung jika demokrasi liberal ini tidak menjadi solusi akan kedaulatan kesehateraan rakyat Indonesia.
Awal Setelah Kemerdekaan
Sejarah Kemerdekaan Indonesia
Peran Ulama NU dalam merebut kemerdekaan Indonesia
Peran Nahdlatul Ulama (NU) dalam
Mewujudkan Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
Dasar Perjuangan Nahdlatul Ulama (NU)
dalam Mewujudkan Kemerdekaan Negara
Indonesia
Dasar Perjuangan Nahdlatul Ulama (NU) dalam Mewujudkan Kemerdekaan Negara Indonesia
Pandangan Nahdlatul Ulama bahwa perjuangan jihad ulama dalam
mengusir penjajah Belanda sebenarnya adalah tuntunan ajaran agama Islam yang harus dilaksanakan setiap umat-Nya sebagai bentuk
manivestasi rasa syukur terhadap Allah yang Mahakuasa. Jihad yang dilakukan oleh ulama dan santrinya ialah jihad membela tanah air,
sebagai bentuk cinta tanah air (ḥubb al-waṭan) yang dimaknai sebagai jihād fī sabīlillāh. Karena upaya mempertahankan dan menegakkan negara Republik Indonesia dalam pandangan hukum Islam merupakan bagian dari kewajiban agama yang harus dijalankan umat Islam.
KH. Hasyim Asy’ari dalam konteks melawan penjajah
Belanda, memberikan fatwa jihad mempertahankan tanah air Indonesia hukumnya wajib atas seluruh orang yang berada di wilayah negara Indonesia yang diserang musuh penjajah kafir Belanda, sebagaimana firman Allah dalam surat al-Baqarah:
لل ل ااا ّنِا ۗ ا ْوُدلتْعلت لل لو ْمُكلن ْوُلِتالقُي لنْيِذّلا ِ ااا ِلْيِبلس ْيِف ا ْوُلِتالق لو لنْيِدلت ْعُمْلا ّبِحُي
“Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, tetapi jangan melampaui batas. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas” (Albaqaroh, 2 : 190)
KH. Hasyim
Asy’ari
RESOLUSI JIHAD 1945
Latar Belakang Adanya Resolusi Jihad Dilatar Belakangi Oleh Pertempuran Antara Pasukan Inggris Dengan Arek-arek Suroboyo Pada 10 November 1945. Dalam
Peperangan Tersebut Bung Tomo Menyampaikan Pidatonya Yang Sangat
Melegenda, Sebelum Melontarkan Pidato Tersebut Bung Tomo Terlebih Dahulu Menghadap KH. Hasyim Asy'ari Beliau Meminta Izin Untuk Membacakan Isi
Pidatonya Yang Merupakan Resolusi Jihad Yang Sebelumnya Telah Disepakati Oleh Ulama' NU.
Setelah Dikumandangkannya Resolusi Jihad Pada Tanggal 10 November 1945 Ribuan Kiai Dan Santri Datang Ke Surabaya Untuk Berjuang Untuk Melawan Tentara-tentara Inggris Yang Mempunyai Senjata Canggih Seperti Tank, Ribuan Jetn Tempur Yang Membuat Langit Surabaya Mendung Pada Siang Hari Bahkan Dihujani Rudal, Dan Para Kiai Dan Para Santri Hanya Bersenjata Bambu Runcing Dan Anehnay Mereka Tidak Merasa Takut Untuk Melawan Sekutu. Pertempuran Berlangsung Selama 3 Minggu Yang Dimenangkan Oleh Para Pejuang Tetapi Sayangnya Jutaan Santri Wafat Dalam Pertempuran Itu.
(1888-1971 M), Kiai Bisri Syansuri (1886-1980 M) dan Kiai Abbad Buntet (1879-1946Pada tanggal 22 Oktober 1945, organisasi ini mengeluarkan sebuah “Resolusi Jihad”. Sedangkan tokoh ulama NU yang memprakarsai “Resolusi Jihad” ini adalah KH. Hasyim Asy’ari (1875-1947 M), KH. Wahab Hasbullah M).
Peran Nahdlatul Ulama (NU) dalam
Mewujudkan Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia
Menurut Martin van Bruinessen, lahirnya “Resolusi Jihad” tidak terlepas dari peran Ḥizbullāh, peran
mereka nyata terlihat setelah berkumpulnya para kiai se-Jawa dan Madura di kantor ANO (Ansor Nahdlatul Oelama) pada tanggal 21 Oktober 1945. Setelah rapat darurat sehari semalam, maka pada 22 Oktober
dideklarasikan seruan jihad fī sabīlillāh yang
belakangan dikenal dengan istilah “Resolusi Jihad”
Keterlibatan Ulama NU dalam Mengusir
Penjajah Belanda
Peran Nahdlatul Ulama (NU) dalam
Mewujudkan Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia
1) Kemerdekaan Indonesia yang diproklamirkan pada 17 Agustus 1945 wajib dipertahankan.
2) Republik Indonesia (RI) sebagai satu-satunya pemerintahan yang sah, wajib dibela dan diselamatkan.
3) Musuh negara Republik Indonesia, terutama Belanda yang datang dengan membonceng tentara Sekutu (Inggris) dalam masalah tawanan perang bangsa Jepang tentulah akan menggunakan kesempatan politik dan militer untuk kembali menjajah Indonesia.
4) Umat Islam, terutama NU wajib mengangkat senjata melawan Belanda dan kawan-kawannya yang hendak kembali menjajah Indonesia.
5) Kewajiban tersebut adalah jihad yang menjadi kewajiban tiap-tiap Muslim yang berada pada jarak radius 94 km (jarak dimana umat Islam diperkenankan shalat jamā’ dan qaṣr).
Adapun resolusi yang diputuskan dalam rapat para
konsul NU se-Jawa itu berbunyi:
Peran Nahdlatul Ulama (NU) dalam
Mewujudkan Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia
Nahdlatul Ulama (NU) mempunyai arti penting dalam perumusan Pembukaan Undang-Undang Dasar negara Republik Indonesia, yang terbentuk dalam
Panitia Sembilan dalam BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) tahun 1945 yang menghasilkan dokumen sejarah penting, yaitu “Piagam Jakarta”
Menurut KH. Wahid Hasyim, bahwa toleransi yang dilakukan oleh NU dan tokoh-tokoh pejuang Muslim lain yang menerima untuk menghapus “tujuh kata” dan menerima tuntutan kaum Kristen Indonesia Timur, itu semua
merupakan pengorbanan dan perjuangan para ulama NU demi terpeliharanya kemerdekaan dan juga demi persatuan dan kesatuan NKRI.
Keterlibatan NU sebagai Panitia
Persiapan Kemerdekaan RI
Apa Itu Bhineka Tunggal Ika?
Bhineka Tunggal Ika merupakan semboyan nasional Indonesia. Bhineka
Tunggal Ika memiliki arti berbeda-beda tetapi tetap satu ( Dalam perbedaan, tetap ada persatuan) Bhineka Tunggal Ika merupakan suatu hal yang dapat mencerminkan Indonesia.
Bhineka Tunggal Ika diabadikan di bawah lambang negara Indonesia. Bhineka Tunggal Ika dapat ditemui di cakar burung garuda Indonesia. Bhineka Tunggal Ika sangat penting sekali bukan? Lalu apa kalian tau arti dan makna yang
tersembunyi di dalam bhineka tunggal ika? Serta apakah kalian tau sejarah apa yang terjadi dibalik Bhineka Tunggal Ika? Nah simak rangkumannya di bawah ini
Berikut Arti dan Makna Bhineka Tunggal Ika:
1. Keberagaman yang bersatu
Bhineka Tunggal Ika menggambarkan konsep bahwa meskipun Indonesia terdiri dari beragam suku,
agama, ras, dan budaya, bangsa Indonesia tetap menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan.
Keberagaman tersebut diakui, dihargai, dan
disatukan dalam semangat persatuan.
Berikut Arti dan Makna Bhineka Tunggal Ika:
2. Toleransi dan saling menghormati
Semboyan Bhineka Tunggal Ika ini mengajarkan
pentingnya nilai-nilai toleransi, saling menghormati, dan hidup berdampingan dalam harmoni di tengah perbedaan. Masyarakat Indonesia diharapkan
mampu menghormati hak-hak orang lain dalam
beragama, berkeyakinan, dan berbudaya.
Berikut Arti dan Makna Bhineka Tunggal Ika:
3. Persatuan dalam perbedaan
Bhineka Tunggal Ika mengajarkan bahwa meskipun
terdapat perbedaan dalam suku, agama, dan budaya,
persatuan dan persaudaraan harus dijaga. Semua warga negara Indonesia memiliki tanggung jawab untuk bekerja sama dalam mencapai kemajuan bersama dan
membangun bangsa yang kuat.
Berikut Arti dan Makna Bhineka Tunggal Ika:
4. Kekayaan budaya dan keunikan
Bhineka Tunggal Ika juga mencerminkan kekayaan budaya Indonesia yang terdiri dari berbagai tradisi, bahasa, kesenian, dan adat istiadat yang berbeda.
Semua kekayaan budaya ini merupakan warisan yang harus dijaga dan dipertahankan sebagai
identitas bangsa.
Berikut Fungsi Bhineka Tunggal Ika:
1. Mempertahankan kerukunan sosial
Bhineka Tunggal Ika menjadi landasan dalam
menjaga kerukunan sosial di Indonesia. Semboyan ini mengajarkan nilai-nilai toleransi, saling
menghormati, dan hidup berdampingan dalam
harmoni di tengah perbedaan suku, agama, ras, dan
budaya.
Berikut Fungsi Bhineka Tunggal Ika:
2. Menghormati perbedaan
Bhineka Tunggal Ika mendorong masyarakat
Indonesia untuk menghormati perbedaan dalam suku, agama, ras, dan budaya. Semboyan ini
mengajarkan pentingnya mengakui dan menghargai
hak-hak individu dan kelompok untuk menjalankan
kepercayaan dan budaya mereka sendiri.
Berikut Fungsi Bhineka Tunggal Ika:
3. Membangun persatuan
Bhineka Tunggal Ika menekankan pentingnya persatuan di tengah perbedaan. Semboyan ini mengajarkan bahwa meskipun berbeda-beda, bangsa Indonesia tetap satu
kesatuan yang tidak terpisahkan. Fungsi semboyan ini
adalah memperkuat ikatan persaudaraan dan kerja sama
antarwarga negara dalam mencapai kemajuan bersama.
Berikut Fungsi Bhineka Tunggal Ika:
4. Menghargai keanekaragaman budaya
Bhineka Tunggal Ika mempromosikan penghargaan terhadap keanekaragaman budaya di Indonesia.
Semboyan ini mengajarkan pentingnya menjaga dan
memelihara warisan budaya yang beragam sebagai
identitas bangsa yang kaya dan berwarna.
Berikut Fungsi Bhineka Tunggal Ika:
5. Memperkuat identitas nasional
Bhineka Tunggal Ika menjadi simbol dari
keberagaman dan persatuan dalam bingkai kehidupan nasional Indonesia. Semboyan ini
memperkuat identitas nasional sebagai bangsa yang beragam namun tetap bersatu dalam semangat
persatuan, kesetaraan, dan keadilan.
Menanamkan Rasa Cinta Tanah Air Serta Dalil
Nasionalisme
Salah seorang ulama Indonesia KH Muhammad Hasyim Asy’ari (1871-1947) berhasil mencetuskan prinsip hubbul wathani minal iman (cinta tanah air adalah bagian dari iman). Konteksnya saat itu untuk membangkitkan nasionalisme rakyat Indonesia untuk mengusir para penjajah.
Kiai Hasyim Asy’ari adalah ulama yang mampu membuktikan bahwa agama dan nasionalisme bisa saling memperkuat dalam membangun bangsa dan negara. Dua unsur ini tidak dapat
dipisahkan satu sama lain. Agama Islam memerlukan tanah air sebagai lahan dakwah dan menyebarkan agama, sedangkan tanah air memerlukan siraman-siraman nilai-nilai agama agar tidak tandus dan kering.
Meminjam pernyataan ulama asal Kempek, Cirebon KH Said Aqil Siroj, agama tanpa nasionalisme akan menjadi ekstrem.
Sedangkan nasionalisme tanpa agama akan kering. Hal ini
terbukti ketika fenomena ekstremisme agama justru lahir dari orang dan kelompok orang yang terlalu eksklusif dan sempit dalam memahami agama tanpa memperhatikan realitas sosial kehidupan.
Menanamkan Rasa Cinta Tanah Air Serta Dalil
Nasionalisme
Kesimpulannya adalah bahwa mencintai tanah air bukan hanya karena tabiat, tetapi juga lahir dari bentuk dari keimanan kita.
Karenanya, jika kita mengaku diri sebagai orang yang beriman, maka mencintai Indonesia sebagai tanah air yang jelas-jelas
penduduknya mayoritas Muslim merupakan keniscayaan. Inilah makna penting pernyataan hubbul wathan minal iman.
Konsekuensi, jika ada upaya dari pihak-pihak tertentu yang berupaya merongrong keutuhan NKRI, maka kita wajib untuk menentangnya sebagai bentuk keimanan kita.
Perlu dipahami juga bahwa cinta tanah air mempunyai makna, Indonesia terdiri dari 700 suku lebih yang mempunyai tradisi,
budaya, dan bahasa yang sangat beragam. Langkah kita sebagai seorang pelajar hendaknya berusaha mengetahui dan memahami kemajemukan Indonesia. Menjaga dan merawat Indonesia yang beragam ini merupakan bentuk cinta tanah air yang telah
dianjurkan oleh Rasulullah SAW.
Menanamkan Rasa Cinta Tanah Air Serta Dalil
Nasionalisme
1. Dalil Cinta Tanah Air Dari Al- Qur’an
َنآْرُقْلا َكْيَلَع َضَرَف يِذّلا ّنِإ
ٍداَعَم ىَلِإ َكّداَرَل
Artinya: “Sesungguhnya (Allah) yang mewajibkan atasmu (melaksanakan hukum-hukum) Al-Qur’an benar-benar akan mengembalikan kamu ke tempat kembali.” (QS. Al Qashash: 85)
Para mufassir dalam menafsirkan kata "داععم" terbagi
menjadi beberapa pendapat. Ada yang menafsirkan kata
"داععم" dengan Makkah, akhirat, kematian, dan hari kiamat.
Namun menurut Imam Fakhr Al-Din Al-Razi dalam tafsirnya Mafatih Al-Ghaib, mengatakan bahwa pendapat yang lebih mendekati yaitu pendapat yang menafsirkan dengan
Makkah.
Menanamkan Rasa Cinta Tanah Air Serta Dalil
Nasionalisme
2. Dalil Cinta Tanah Air dari Hadits
َمِدَق اَذِإ َناَك َمّلَسَو ِهْيَلَع ُهّللا ىّلَص ّيِبّنلا ّن َأ ٍسَنَأ ْنَع
َناَك ْنِإَو ُهَتَقاَن َعَضْو َأ ِةَنيِدَمْلا ِتاَرُدُج ىَلِإ َرَظَنَف ٍرَفَس ْنِم ...
ىَلَع ٌةَل َلَد ِثيِدَحْلا يِفَو اَهّبُح ْنِم اَهَكّرَح ٍةّباَد ىَلَع
ِهْيَلِإ ِنيِنَحلاو ِنَطَولا ّبُح ةّيِعوُر ْشَم ىَلَعَو ِةَنيِدَمْلا ِلْضَف Artinya: “Diriwayatkan dari sahabat Anas; bahwa Nabi SAW ketika kembali dari bepergian, dan melihat dinding-dinding madinah beliau mempercepat laju untanya. Apabila beliau menunggangi unta maka beliau menggerakkanya (untuk mempercepat) karena kecintaan beliau pada Madinah. (HR.
Bukhari, Ibnu Hibban, dan Tirmidzi).
Menanamkan Rasa Cinta Tanah Air Serta Dalil
Nasionalisme
Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalany (wafat 852 H) dalam kitabnya Fathul Bari Syarh Shahih Bukhari (Beirut, Dar Al-Ma’rifah, 1379 H, Juz 3, hal.
621), menegaskan bahwa dalam hadits tersebut terdapat dalil
(petunjuk): pertama, dalil atas keutamaan kota Madinah; kedua, dalil disyariatkannya cinta tanah air dan rindu padanya. Sependapat
dengan Al-Hafidz Ibnu Hajar, Badr Al-Din Al-Aini (wafat 855 H) dalam kitabnya ‘Umdatul Qari Syarh Shahih Bukhari menyatakan:
ِةّيِعوُر ْشَم ىَلَعَو ِةَنيِدَمْلا ِلْضَف ىَلَع ةَل َلَد هيِفَو :
ِهْيَلِإ ِةّنِحلْاَو ِنَطَولا ّبُح
Artinya; “Di dalamnya (hadits) terdapat dalil (petunjuk) atas
keutamaan Madinah, dan (petunjuk) atas disyari’atkannya cinta tanah air dan rindu padanya.” (Badr Al-Din Al-Aini, Umdatul Qari Syarh Shahih Bukhari, Beirut, Dar Ihya’i Al-Turats Al-Arabi, Juz 10, hal. 135)
Hadrotussyekh KH. Hasyim Asy’ari
“Agama dan Nasionalisme adalah dua kutub yang tidak bersebrangan, Nasionalisme adalah bagian dari agama dan keduanya saling
menguatkan”